Docstoc

persepsi dan komunikasi

Document Sample
persepsi dan komunikasi Powered By Docstoc
					Persepsi dan Komunikasi
             Psikologi Sosial II
Individu & Persepsi Selektif
Mengapa suatu persepsi yang akurat terhadap suatu
pengalaman sulit untuk terjadi di dalam suatu
kelompok?
Faktor-faktor apa dalam kelompok yang dapat
mengubah perilaku kita dan menentukan kemampuan
kita untuk bertingkah laku seperti layaknya seorang
individu?
Pada dasarnya semua orang pasti mencari
                aman.


 Ketika seseorang bergabung dalam suatu
  kelompok, ia akan berubah: ia tidak lagi
menjadi individu yang sama seperti ketika ia
    belum menjadi anggota kelompok.
Ketika Seseorang masuk dalam kelompok maka
akan terjadi pergantian peran dari INDIVIDU
menjadi ANGGOTA KELOMPOK

     KONFLIK YANG MUNGKIN MUNCUL
  AKIBAT PERGANTIAN PERAN YANG TIBA-
                 TIBA:
1. Keinginan untuk memasuki kelompok VS Impuls pertahan diri
   untuk lari dari kelompok
2. Keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain VS kebutuhan
   untuk melindungi keunikannya.
3. Keinginan untuk berperan pada tugas-tugas kelompok VS
   keraguan akan kemampuannya untuk dapat berperan pada
   tugas tsb.
                      Beberapa gangguan dalam
                      mempersepsi berasal dari
                      pengalaman terdekat dengan
                      keluarga dan teman-teman.
Menurut Teori Analisis Transaksional (Berne,
1976: Woollams & Brown, 1978), ada pengaruh
yang mendasar dari masa lalu terhadap
bertingkah laku di masa yang akan datang, baik
secara individual maupun kelompok. Hal ini
dipengaruhi oleh posisi kehidupan mereka yang
meyangkut pikiran, perasaan, tindakan, dan
relasi dengan orang lain.
Saat kita berpikir bahwa kita sudah berusaha
    untuk seobjektif mungkin, kita tetap
dihadapkan pada sejumlah informasi yg dapat
 menimbulkan KONFLIK dengan pilihan posisi
               kehidupan kita.
Persepsi dan Perkembangan
Menurut Piaget (1952, 1954), kognisi dan
 persepsi berkembang secara bertahap
selama masa anak-anak dan masa remaja.


Setiap tahap perkembangan memiliki karakteristik
  umum yang dengan jelas menentukan bagaimana
    individu mengerti dan mempersepsi DUNIA
Budaya dan lingkungan tempat
   kita berkembang, juga
 mempengaruhi persepsi kita
      terhadap realitas.

            Berdasarkan penelitian, kita tidak
             dapat memahami pengalaman
           kelompok tanpa membuat referensi
          terhadap budaya dan latar belakang
               personal dari anggotanya.
Faktor-Faktor yang Tidak Disadari
   Kebutuhan Pribadi pada saat ini
mempengaruhi hampir setiap persepsi dan
          tingkah laku kita.

     Kebutuhan ini seringkali
        TIDAK DISADARI
 Hallo Effect merupakan kekuatan dari perasaan
tentang seseorang yang mempengaruhi evaluasi
            terhadap atribut individu.
      Perasaan ini seringkali tidak disadari.
Kita seringkali mengakui bahwa
kita tidak mengetahui
bagaimana kita dapat sampai
pada suatu keputusan tertentu.
Tetapi walaupun kita berpikir
bahwa kita telah membuat
suatu keputusan yang objektif,
penelitian telah membuktikan
bahwa kenyataannya tidaklah
demikian.
    Tingkah laku Kelompok &
        Persepsi Selektif
Kelompok, sebagai mana individu, dipengaruhi
  oleh faktor-faktor yang tidak disadari dan
      asumsi-asumsi yang tidak akurat.
Masalah dalam persepsi dan komunikasi dapat
         dialami oleh tiap kelompok.
     Setiap individu dan kelompok harus
  memperhatikan keberadaan(masalah)nya
Dalam suatu kelompok, khususnya kelompok di mana
peran kita tidak menjadi penentu kemajuan kelompok,
sangatlah umum untuk mencari konfirmasi bahwa kita
tidak sendirian, bahwa terdapat sekutu di antara wajah-
wajah asing yang kita tenui dalam kelompok.
 Hanya diperlukan waktu yang singkat
untuk mengamati dan mengindentifikasi
 orang-orang yang dapat membuat kita
merasa aman atau terancam, orang yang
pemarah, orang yang ramah, orang yang
             suka humor, dll.
(Ehlirch, 1969; Johnson & Ewens, 1971;
           reid & Ware, 1972)
   Mengklasifikasikan seseorang dengan stereotipe
 tertentu, dapat membuat kemacetan dalam proses
  komunikasi. Orang cenderung hanya memandang
orang lain sebagai (misalnya) orang yang gemuk, tidak
 rasional, loyo, cerdik, paranoid, ganteng, dll, hanya
 dengan DEFINISI YANG DANGKAL dan mengabaikan
                kompleksitas manusia.
 Dalam kelompok, individu-individu
terntentu akan menjadi FIGUR, yang
 kehadirannya mudah dikenali dan
   sebagian lainnya akan menjadi
             GROUND.

    Dengan demikian membagi
 kelompok dalam beberapa bagian
     dapat dilakukan dengan
  mempergunakan ukuran, jennis
kelaminn, nada suara, postur tubuh,
           dan lain-lain.
   Komunikasi & Persepsi Selektif
   Kecenderungan seseorang untuk mengatur
 kelompok dengan aturan yang dianggap paling
 nyaman untuk dirinya sendiri akan mengurangi
    keefektifan komunikasi, sehingga terjadi
kekakuan, keterbatasan informasi atau keinginan
   untuk menguji dan membenarkan persepsi
                   pribadi.
Dengan persepsi yang berbeda-beda itu pula individu
menjalin relasi/ komunikasi yang berbeda-beda pula
   Sifat Komunikasi
Tiga aspek dalam komunikasi yang akan
membentuk pesan secara utuh:
1. Aspek Nonverbal
2. Aspek Emosional
3. Aspek Verbal/ Content
    Sifat Komunikasi
Cara seseorang menyampaikan informasi akan
didasarkan pada dua aspek komunikasi, yaitu:
1. Aspek content, yang menyangkut
   penyampaian informasi, tanpa
   memperhitungkan salah atau benar.
2. Aspek relasi, bagaimana aspek content
   dilakukan sehingga memperhitungkan
   bentuk suatu relasi
    Bahasa Terdiri dari Kata-Kata;
   Komunikasi Melibatkan Manusia
Pada penelitian terakhir dikatakan bahwa
individulah yang berperan dalam komunikasi,
BUKAN KATA-KATANYA.

  Oleh karena itu GERTURE, POSTURE, NADA
  SUARA, PERUBAHAN SUARA, ATAU KONTAK
  MATA memegang peranan kunci dari pesan
            yang sesungguhnya.
Perbedaan Jenis Kelamin
   Dalam Komunikasi
             Wanita dan pria
        berkomunikasi dalam cara
         yang berbeda, dan hal ini
         merupakan faktor yang
       signifikan untuk mengerti /
        memahami, mendengarkan
      dan memberikan respon dalam
        komunikasi yang berbeda.
  Pola Komunikasi & Tingkah Laku
     yang Memperoleh Reward
Dalam upaya agar
diterima, individu
menjadi sensitif
terhadap tingkah laku
yang disetujui oleh
orang lain, yaitu orang
yang dipandang lebih
baik atau lebih lama
berada dalam
kelompok.
Ada dua faktor terbesar yang menghambat proses
komunikasi dalam kelompok, yaitu pengalaman
masing-masing anggota kelompok, dan keraguan
terhadap kemungkinan suksenya kelompok.
Asumsi-Asumsi yang Salah tentang Komunikasi:
1. Kita akan selalu tahu apa yang dimaksudkan oleh orang lain, dan
   orang lain akan selalu tahu apa yang kita maksudkan.
2. Setiap orang akan memberikan respon yang objektif, dan hanya
   mendengar informasi yang disampaikan.
3. Apa yang terjadi dalam kelompok adalah suatu yang rasional dan
   mudah untuk dipahami sebagai suatu kemajuan kelompok.
4. Indiviidu selalu menyukai kelompok d imana mereka menjadi
   anggotanya, sadar akan perilaku dan efeknya terhadap orang
   lain.
    Memahami Komunikasi Dalam
           Kelompok
Bagaimana Ketegangan & Pertahanan Diri
Muncul Dalam Proses Komunikasi
• Individu memiliki kebutuhan untuk didengarkan,
  untuk mewujudkan ide-ide mereka, dan mereka tidak
  suka dipaksa untuk melakukan sesuatu.
• Akan terjadi ketegangan dalam kelompok bila
  kelompok tersebuut didominasi oleh beberapa orang
  sedangkan yang lainnya hanya bersikap pasif.
Feedback: Sebagai Usaha Mengurangi Distorsi
Dalam Proses Komunikasi

       Feedback muncul bila individu/ kelompok ingin
       dapat mencapai tujuan secara efektif.

Feedback diartikan sebagai suatu proses di mana
kita menemukan apakah pesan yang dimaksud
sama dengan pesan yang diterima
1. Komunikasi yang berlangsung satu arah.
2. Tujuan kelompok jarang ditetapkan oleh partisipan / anggota
   tetapi dari kekuatan lain di luar kelompok.
3. Kepemimpinan hanya dipeganng oleh satu orang … ada orang
   ‘Kuat’ dalam kelompok.
4. Anggota hanya bertanggung jawab pad isi dari informasi –
   biasanya dalam bentuk evaluasi.
5. Meskipun bertanggung jawab pada area tertentu, anggota jarang
   memegang area lain walaupun area tersebut relevan untuk
   mereka seperti disiplin dan pengambilan keputusan.
6. Pemimpin tidak bertanggung jawab pada peforma anggotanya.
7. Pemimpin menganggap dirinya sebagai orang yang paling penting
   dan tidak mau menerima input dari orang lain.
8. Kompetisi menimbulkan stres satu sama lain.
9. Anggota pasif dan terdapat hubungan interaksi yang rendah/
   longgar.
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
          Komunikasi Kelompok
•   Ukuran Kelompok
•   Daya Tarik Fisik
•   Waktu Berkomunikasi
•   Crowding
•   Linkungan Fisik
•   Status dan Kekuasaan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:216
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:30