Docstoc

KEWASPADAAN UNIVERSAL

Document Sample
KEWASPADAAN UNIVERSAL Powered By Docstoc
					KEWASPADAAN UNIVERSAL
   (UNIVERSAL PRECAUTION)




           Oleh :
 Ns. Bambang Suryana, S.Kep



           PSIK STIKes CND Langsa (AKK. 143) 07102010
UNIVERSAL PRECAUTION yaitu tindakan
pengendalian infeksi yang dilakukan oleh
seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi
resiko penyebaran infeksi dan didasarkan pada
prinsip bahwa darah dan cairan tubuh dapat
berpotensi menularkan penyakit, baik berasal
dari pasien maupun petugas kesehatan
(Nursalam, 2007).
           SEJARAH PERKEMBANGAN

   Tahun 1847, seorang dokter bernama Ignaz
    Semmelweis bekerja di bagian kebidanan di
    sebuah rumah sakit di Vienna, Austria.
-   400-800 ibu mati setiap tahun setelah persalinan
    karena demam         sumber inf. Dari petugas
    kesehatan yang menolong partus.
-   Kematian ibu bisa ditekan 11,4% setelah wajib
    cuci tangan.
 Tahun 1877
  Berdirinya rumah sakit khusus untuk penyakit
  menular di Vienna.
 Tahun 1887
  Pertama kali di perkenalkan sarung tangan sbg
  salah satu prosedur di tindakan medis.
 Tahun 1967, CDC Atlanta      7 katagori tehnik
  isolasi.
 Tahun 1970
  Departemen Kesehatan di Amerika Serikat pada
  mengeluarkan kebijakan untuk mengisolasikan
  semua pasien yang diketahui tertular infeksi
  menular .
 Sejak tahun 80an Indonesia menerapkan
  katagori isolasi yt ; inf.pernapasan, sal.cerna,
  dan blood preuceutions.
 Tahun 1985
  Kebijakan kewaspadaan universal dikenalkan
 Tahun 1994
  kewaspadaan universal dikembangkan sbg upy
  pencegahan inf di RS yang berupa 2 tingkat
  kewaspadaan ;
-   Standar precaution = UP/Kewaspadaan Universal (kewaspadaan
    TK. Pertama).
-   Transmision Based Precaution (Kewaspadaan TK. Kedua)
Alasan Dasar Penerapan
KEWASPADAAN UNIVERSAL

   Untuk menjaga Sarkes (RS,PKM dll) sbg tempat
    penyembuhan dan bukan menjadi sumber infeksi.
    Hasil Survei (Bachroom, 2000)       tindakan petugas
    yang potensial meningkatkan penularan penyakit.
    - Cuci tangan yang kurang benar.
    - Penggunaan sarung tangan yang kurang benar.
    - Penutupan kembali jarum suntik scr tdk aman.
    - Pembungan peralatan tajam scr tdk aman.
    - Tehnik dekontaminasi & sterilisasi peralatan krg tepat.
    - Praktek kebersihan ruangan yang belum memadai.
               KEBIJAKAN DEPKES

   Dikembangkan sejak thn 1980an
   Tahu 2001 salah satu tolak ukur akreditasi
    rumah sakit (pengendalian penyakit nosokomial)
    termasuk penerapan UP.
   Meningkatnya HIV, UP sangat strategis untuk
    mengendalikan infeksi HIV disarana yankes
    menghindari diskriminasi layanan oleh nakes
Kewaspadaan Universal SEBAGAI
Bagian pengendalian infeksi di Sarana Kes
Infeksi nosokomial saat ini merupakan salah satu
penyebab meningkatnya angka kematian (morbidity) dan
angka kematian (mortality) dirumah sakit.


Di negara berkembang diperkirakan lebih dari 40 persen
pasien di rumah sakit terserang infeksi nosokomial.
Sementara di seluruh dunia diperkirakan kasus infeksi
nosokomial rata-rata menimpa 9 persen, dari 1,4 juta
pasien rawat inap.
    Ciri-ciri suatu infeksi didapat dirumah sakit

   Pada waktu penderita mulai dirawat dirumah sakit tidak
    didapat tanda-tanda klinik dari infeksi tsb.
   Pada waktu penderita mulai dirawat dirumah sakit, tidak
    sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tsb.
   Tanda-tanda klinik dari infeksi tsb timbul sekurang-
    kurangnya setelah 3x24 jam sejak mulai perawatan.
   Infeksi tersebut bukan merupakan sisa (residual dari
    infeksi sebelumnya.
RANTAI PENULARAN
             Proses Terjadinya Infeksi Nosokomial
                         Faktor Extrinsik
                         1. Petugas (Dokter, perawat, dll
                         2. Penderita Lain
                         3. Bangsal/Lingkungan
                         4. Peralatan, material medis
                         5. Pengunjung/keluarga
                         6. Makanan dan minuman




Faktor Keperawatan               PENDERITA
1. Lamanya hari
    perawatan.                   Penyakit dasar
2. Menurunnya                                                 INFEKSI
    standar                 Faktor Intrinsik                NOSOKOMIAL
    perewatan               1. Umur, jenis kelamin
3. Padatnya                 2. Kondisi umum
    penderita               3. Resiko terapi
                            4. Adanya penyakit lain



                     Faktor mikroba patogen
                     1. Kemampuan invasi/merusak jaringan
                     2. Lamanya pemaparan
    TIGA   unsur memutuskan rantai penularan penyakit

 Sumber penularan: dengan cara
  meneliminasi, membuang, menjauhkan,
  atau memasang barier.
 Mekanisme transmisi: mengenal cara-cara
  penularan, media-media perantara, dan
  agen antimikrobial.
 Pejamu/calon penderita: memperpendek
  waktu pemaparan, memasang
  barier/isolasi.
  Prinsip kewaspadaan universal
  (universal precaution) di pelayanan kesehatan
1. Menjaga hygiene sanitasi individu.
2. Menjaga hygiene sanitasi ruangan.
3. Sterilisasi peralatan

     Ketiga prinsip tersebut dijabarkan menjadi 5 (lima) kegiatan pokok
     yaitu:
  1. Cuci tangan guna mencegah infeksi silang
  2. Pemakaian alat pelindung di antaranya pemakaian sarung tangan
     guna mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksius yang
     lain
  3. Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai
  4. Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan
  5. Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan
    3 sikap pokok perawat dalam meningkatkan
     kewaspadaan universal di pelayanan kes.
 Kesadaran dan rasa tanggung jawab
  (medical provider).
 Selalu ingat akan metode mengeliminasi
  mikroba patogen melalui tindakan aseptik,
  desinfeksi dan sterilisasi.
 Disetiap unit pelayanan dan unit tindakan
  medis, khususnya kamar operasi dan
  kamar bersalin, harus terjaga mutu
  sanitasinya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2293
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:15
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl