DASAR ELEKTRONIKA by anamaulida

VIEWS: 290 PAGES: 6

									DASAR ELEKTRONIKA
RESISTOR

Wednesday, July 16, 2008


Sebuah resistor sering disebut werstan, tahanan atau penghambat, adalah suatu komponen
elektronik yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron (muatan negatif).

Resistor disingkat dengan huruf "R" (huruf R besar). Satuan resistor adalah Ohm, yang
menemukan adalah George Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman. Tahanan
bagian dalam ini dinamai konduktansi. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari Ohm
yaitu mho.

Ohm (lambang: Ω) adalah satuan SI impedansi listrik, atau dalam kasus arus searah, hambatan
listrik. Nama satuan ini berasal dari ilmuwan Georg Ohm.

Definisi
Satu ohm (yang diukur oleh alat ohm-meter) adalah hambatan listrik pembawa arus yang
menghasilkan perbedaan tegangan satu volt ketika arus satu ampere melewatinya.




Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan listrik. Besarnya
diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila
resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat
tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau sama dengan sebanyak 6.241506 × 1018
elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus.

Elektron adalah partikel subatomik. Memiliki muatan listrik negatif sebesar -1.6 × 10-19
coulomb, dan massanya 9.10 × 10-31 kg (0.51 MeV/c2).

Elektron umumnya ditulis sebagai e-. Elektron memiliki partikel lawan yang dikenal sebagai
positron, yang identik dengan dirinya namun bermuatan positif.

Atom tersusun dari inti berupa proton dan neutron serta elektron-elektron yang mengelilingi inti
tadi. Elektron sangat ringan jika dibandingkan dengan proton dan neutron. Sebutir proton sekitar
1800 kali lebih berat daripada elektron.
Elektron adalah salah satu dari sekelas partikel subatom yang dikenal dengan lepton yang
dipercaya merupakan partikel dasar (yakni, mereka tak dapat dipecah lagi ke dalam bagian yang
lebih kecil). Elektron memiliki spin 1/2, artinya elektron merupakan sebuah fermion, dengan
kata lain, mematuhi statistik Fermi-Dirac.

Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini,
yang terkenal sebagai hukum Ohm:




di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang
melalui benda penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut.

Berdasarkan penggunaanya, resistor dapat dibagi:

   1. Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang
      nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari
      nikelin atau karbon.
   2. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah
      dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor
      dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua,
      Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya
      menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB).
   3. Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang
      nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife
      Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila
      temperaturnya menjadi dingin.
  4. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena
     pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan




     cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.




HITAM = 0
COKLAT = 1
MERAH = 2
JINGGA = 3
KUNING = 4
HIJAU = 5
BIRU = 6
UNGU = 7
ABU-ABU = 8
PUTIH = 9
   

Gelang Warna pada Resistor

Pada Resistor biasanya memiliki 4 gelang warna,
gelang pertama dan kedua menunjukkan angka, gelang
ketiga adalah faktor kelipatan, sedangkan gelang ke
empat menunjukkan toleransi hambatan. Pertengahan
tahun 2006, perkembangan pada komponen Resistor
terjadi pada jumlah gelang warna. Dengan komposisi: Gelang Pertama (Angka Pertama), Gelang
Kedua (Angka Kedua), Gelang Ketiga (Angka Ketiga), Gelang Keempat (Multiplier) dan Gelang
Kelima (Toleransi).

Berikut Gelang warna dimulai dari warna Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru,
Ungu (violet), Abu-abu dan Putih.

Sedangkan untuk gelang toleransi hambatan adalah: Coklat 1%, Merah 2%, Hijau 0,5%, Biru
0,25%, Ungu 0,1%, Emas 5% dan Perak 10%. Kebanyakan gelang toleransi yang dipakai oleh
umum adalah warna Emas, Perak dan Coklat.

RUMUS RESISTOR
Posted by ORANG PINGGIRAN at 8:48 PM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Labels
      Breaker 27Mhz (1)




About
ORANG PINGGIRAN
      MANUSIA YANG INGIN SELALU BERGUNA DI LINGKUNGAN
      SEKITARNYA,.......
View my complete profile


Blog Archive
     ► 2009 (2)
        o ► January (2)
                27 Mhz / 11 Meter
                POWER SUPPLAY 13,8 Volt

     ▼ 2008 (8)
        o ▼ July (8)
                KOMPONEN ELEKTRONIKA
                SIMBOL ELEKTRONIKA
                GERBANG LOGIKA
                KONDENSATOR
                TRANSISTOR
                DIODA
                KAPASITOR
                RESISTOR




Footer


Lorem Ipsum


About This Blog

								
To top