Docstoc

SENI DAN TARI

Document Sample
SENI DAN TARI Powered By Docstoc
					                                  BAB I
                             PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG MASALAH
          Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahNya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Dalam penulisan makalah ini, saya ingin berbagi ilmu mengenai seni tari.
Seni tari yang sering kita jumpai di sanggar-sanggar tari, biasanya hanya
mempelajari tekhnik geraknya saja. Sementara pengetahuan tentang latar
belakang dan ruang lingkup tari itu sendiri sangat sedikit dipelajari. Dalam
makalah ini saya mengetengahkan tentang definisi tari, unsur-unsur tari,
kekayaan seni tari berdasarkan ( fungsinya, bentuk penyajian, cara
penyajian, konsep garapan, tema dan jenisnya ). Selanjutnya semoga
makalah ini dapat menjadi manfaat bagi teman-teman semua




                                                                               1
                                  BAB II
                              PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN SENI TARI


         Seni adalah pengalaman dalam bentuk medium indrawi yang menarik
dan di tata dengan rapi, yang di wujudkan untuk di komunikasikan dan di
renungkan. Seni adalah karya manusia yang dapat menimbulkan rasa
senang dalam rohani kita.
Menurut Herbert Read “seni adalah suatu usaha untuk menciptakan
bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang demikian itu memuaskan
kesadaran keindahan kita dan rasa indah ini terpenuhi bila kita menemukan
kesatuan atau harmoni dari hubungan bentuk-bentuk yang kita amati itu”.
Keindahan adalah sesuatu yng dapat menimbulkan rasa senang dan seni
adalah
keindahan.
         Tari merupakan salah satu bentuk kesenian yang memiliki media
ungkap atau substansi gerak, dan gerak yang terungkap adalah gerak
manusia. Gerak- gerak dalam tari bukanlah gerak realistis atau gerak
keseharian, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif.
         Gerak ekspresif ialah gerak yang indah, yang bisa menggetarkan
perasaan manusia.Gerak yang di stilir mengandung ritme tertentu,yang
dapat memberikan kepuasan batin manusia. Gerak yang indah bukan hanya
gerak-gerak yang halus saja, tetapi gerak-gerak yang kasar, keras, kuat,
penuh dengan tekanan-tekanan, serta gerak anehpun dapat merupakan
gerak yang indah. Gerak merupakan elemen pertama dalam tari, maka ritme
merupakan elemen kedua yang juga sangat penting dalam tari.
         Soedarsono mengetengahkan sebuah definisi “Tari adalah ekspresi
jiwa manusia yang di ungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah.
untuk menghasilkan gerak yang indah membutuhkan proses pengolahan
atau penggarapan terlebih dahulu, pengolahan unsur keindahannya bersipat
stilatif dan distortif.”
1. Gerak Stilatif yaitu gerak yang telah mengalami proses pengolahan
   (penghalusan) yang mengarah pada benuk-bentuk yang indah.



                                                                            2
2. Gerak Distorsif yaitu pengolahan gerak melalui proses perombakan dari
   aslinya dan merupakan salah satu proses stilasi.
          Dari hasil pengolahan gerak yang telah mengalami stilasi dan distorsi
lahirlah dua jenis gerak tari yaitu, gerak murni (pure movement) dan gerak
maknawi.
1.Gerak murni : dalam pengolahannya tidak mempertimbangkan suatu
pengertian tertentu, yang dipentingkan factor keindahan gerak saja.
2. Gerak maknawi : dalam pengolahannya mengandung suatu pengertian
   atau maksud tertentu, disamping keindahannya. Gerak maknawi di sebut
   juga gerak Gesture, bersifat menirukan ( imitative dan mimitif ).
a. Imitatif adalah gerak peniruan dari binatang dan alam.
b. Mimitif adalah gerak peniruan dari gerak-gerik manusia.
Tari merupakan komposisi gerak, berdasarkan bentuknya ada 2 jenis tari
yaitu :
1. Tari Representasional yaitu tari yang menggambarkan sesuatu secara
   jelas. Tari bersumber pada kehidupan sehari-hari.
   Contoh: Tari perang, tari tani dll.
2. Tari Non Representasional yaitu tari yang idak menggambarkan sesuatu,
   menekankan pada keindahan gerak semata. Keindahan dalam seni tari
   tidak hanya pada gerak tubuh, untuk keutuhannya memerlukan
   dukungan seni lain sebagai kelengkapan seperti: busana, rias, property,
   musik, tata pentas, drama dan sastra. Sehingga seni tari menjadi bentuk
   seni yang komplek, yang mengandung beberapa macam unsur seni.


B. KEKAYAAN SENI TARI
Berdasarkan unsur-unsur gerak. Unsur-unsur yang terdapat dalam gerak tari
terdiri dari :
1. Tenaga : Unsur tenaga terdapat pada intensitas tekanan atau aksen dan
    kualitas pengaliran energi untuk mewujudkan gerak yang diharapkan.
2. Unsur Ruang : Unsur ruang terdapat pada perlakuan melakukan bentuk
    – bentuk dan arah gerak disesuaikan dengan tuntutan kesesuaiannya
    baik dengan ruang pribadi maupun ruang umum.
Ruang pribadi diartikan sebagai ungkapan gerak tubuh yang berkaitan
dengan volume atau ukuran besar kecilnya atau terbuka dan tertutupnya



                                                                                  3
gerak, level atau ukuran tinggi rendahnya posisi tubuh pada saat melakukan
gerakan dalam keadaan ditempat. Ruang umum diartikan sebagai ungkapan
gerak tubuh “ruang pribadi”, yang dilakukan berkesinambungan sehingga
menimbulkan perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat lain, atau
yang disebut arah hidup (arah bergerak).


3. Waktu
Unsur waktu dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu : Irama, yaitu suatu
ukuran/ketetapan waktu yang dijadikan patokan atau pijakan/rel pada saat
melakukan gerak (lambat, sedang, cepat). Ritme, yaitu pengaturan waktu
melakukan rangkaian gerak dalam patokan irama tertentu.
Tempo,yaitu ukuran waktu yang dipergunakan dalam melakukan suatu
ragam gerak tari. Waktu yang diukur oleh perasaan pelaku disesuaikan
dengan rasa irama/musikalitasnya


C. KEKAYAAN TARI BERDASARKAN FUNGSINYA
        Tari tumbuh dan berkembang dari jaman ke jaman sesuai dengan
berkembangnya taraf kehidupan manusia di dunia ini termasuk pula kondisi
alam/lingkungan, sosial dan kepercayaan/agamanya (religi) atau lebih
luasnya lagi dengan perkembangan budayanya.
1. Tari Dalam Fungsi Sosial
Tari dalam kehidupan sosial masyarakat memiliki tiga fungsi utama yaitu:
a. Tari untuk kebutuhan upacara kepercayaan (religi), disebut tari upacara.
b. Tari untuk kebutuhan hiburan/kesenangan, disebut tari iburan/pergaulan.
c. Tari untuk memberikan kesenangan kepada pihak lain (penonton), isebut
   tari pertunjukan.


a. TariUpacara
     Tarian ini lahir merupakan dampak dari aktivitas masyarakat yang
berhubungan dengan penyelenggaraan pemujaan dalam kepercayaannya
yang bersifat magis dan sakral. Tari upacara merupakan tari yang paling
tua, karena tarian ini telah muncul pada masa peradaban manusia masih
primitif (sederhana), dimana manusia dijaman itu masih memiliki intelektual




                                                                              4
yang rendah dan masih memiliki keterbatasan kemampuan berpikir serta
menganut kepercayaan animisme, dinamisme dan totemisme.
      Kondisi tari upacara bila ditinjau dari segi koreografi, rias dan busananya,
musik pengiring, tempat dan cara penyajiannya sangat sederhana, karena kita
maklumi tarian upacara bukan bentuk tari hasil dari penataan khusus, akan tetapi
hanya merupakan gerak-gerak spontan sebagai ekspresi dari gerak-gerik
penyelenggaraan pemujaannya. Demikian pula rias dan busana, musik pengiring,
tempat dan cara pementasannya sangat tergantung kepada tujuan dan kondisi dari
penyelenggaraan upacaranya. Keindahan yang terlahir dari gerak-gerak yang
sangat didukung oleh kekuatan ekspresi dan ritme dalam penyampaian
harapannya (tujuan dari pemujaannya). Bentuk tari upacara ini hidup dimana-mana
di dunia ini, akan tetapi sesuai dengan perkembangan kehidupan sosial
masyarakatnya ada yang masih bertahan hidup, dikarenakan tarian tersebut masih
relevan dengan kebutuhan masyarakatnya, dan banyak yang sudah punah
dikarenakan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kehidupan masyarakatnya,
atau bisa bertahan dikarenakan sudah beralih fungsi ke bentuk tari lain seperti
menjadi tari hiburan atau pertunjukan.


b. Tari Hiburan
      “Adapun yang termasuk tari-tarian hiburan, tari-tarian dimana titik
berat tarian tersebut bukanlah keindahan, tetapi lebih pada segi hiburan,
dan umumnya merupakan tarian pergaulan”. Dalam tarian ini akan terlihat
lebih mementingkan kepuasan pribadi (indivdu) pelakunya dari pada
kepuasan bagi orang yang melihatnya (penonton), yang penting mereka
bisa bergerak sepuasnya sesuai dengan alunan irama yang diikutinya.
      Yang dimaksud dengan tari sebagai media pergaulan di sini, pada
dasarnya berlatar belakang dilakukan secara terpadu bersama- sama, baik
oleh semua laki-laki, semua perempuan maupun laki-laki sama perempuan.
Bahkan semaraknya fenomena ini antara lain bahwa semua orang yang
hadir di tempat itu berhak dan layak tampil, tak ada garis pemisah antara
pelaku atau penari dengan penonton.
      Sebenarnya       terjadinya    perlakuan-perlakuan      yang    melanggar
kesusilaan. Hal ini cukup meresahkan masyarakat serta merendahkan citra
keseniannya. Oleh karena itu setelahnya jaman kemerdekaan tingkat
intelektual masyarakat secara umum (pendidikan dan ajaran agama)



                                                                                     5
tambah maju, juga pemerintah tanggap atas unsur-unsur negatif tersebut,
sedikit demi sedikit unsur-unsur negatifnya ditertibkan sehingga muncul tari
hiburan yang lebih murni menggunakan media gerak tari. Bahkan muncul
adanya perubahan fungsi yang asalnya bentuk tari hiburan melalui
pengolahan/penggarapan tertentu menjadi bentuk tari pertunjukan/tontonan.


c. Tari Pertunjukan
      Tari pertunjukan merupakan ekspresi jiwa yang didominir oleh akal.
Maksudnya    tari     pertunjukan   dalam   proses   karyanya    lebih   banyak
menggunakan akal/pemikiran, karena tarian ini sengaja dibuat untuk
disajikan dan memberikan kesenangan kepada pihak lain/penononton,
melalui         perencanaan             (pembuatan              konsep/naskah),
pengolahan/penggarapan, serta penampilan hasil karya (pementasan),
tertata dengan baik secara artistik untuk mewujudkan suatu tontonan yang
dapat memberikan kepuasan/kesenangan bagi penonton/apresiatornya.
Pada fungsi inilah tari terwujud lewat ekspresi penari menjadi media
komunikasi estetik antara penggarap atau koreografer dengan para
penontonnya. Sehingga tarian ini disebut juga berfungsi sebagai presentasi
estetis.


2. Tari Dalam Fungsi Pendidikan
      Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metoda-
metoda tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman
dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan (lihat Psikologi
Pendidikan, 2006 :10).
      Peranan seni tari dalam pendidikan diartikan bagaimana dampak
positif dari aktivitas manusia dalam seni tari dan bagaimana pengaruh
positifnya terhadap kehidupan manusia baik secara individu maupun
kelompok.


3. Tari Dalam Fungsi Ekonomi
Maksudnya ialah kehidupan dalam dunia seni tari bila dilaksanakan secara
profesional, akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi bagi kehidupan




                                                                                  6
pelaku, pengelola, bahkan lebih luasnya lagi menjadi sumber defisa negara
yang berkaitan dengan dunia pariwisata


D. KEKAYAAN              TARI    BERDASARKAN          BENTUK     DAN      CARA
    PENYAJIANNYA
        Setiap penyajian tari akan tampak jelas aneka ragam bentuk
koreografinya, bentuk-bentuk penyajian tari sebagai berikut :
       Tari Tunggal, adalah tarian yang dilakukan oleh seorang penari.
Gerakannya mencapai tingkat kerumitan tertinggi dibanding dengan bentuk
tari lainnya.
       Tari Rampak, adalah tari yang dilakukan oleh lebih dari seorang
penari dengan gerakan-gerakannya yang seragam (rampak). Untuk
memenuhi keseragaman gerak maka akan terjadi penyederhanaan gerak.
Atau memang sudah ditata sedemikian rupa sehingga tingkat kerumitannya
tidak terlalu menyulitkan untuk dilakukan seragam.
       Tari Berpasangan,adalah tarian yang dilakukan berdua dengan
gerakannya sebagian berlainan satu sama lain, tetapi antar penari
merupakan satu kepaduan disebut duet. Bentuk perkembangan lainnya ada
yang ditarikan bertiga (Trio) dan paduan dari empat penari yang disebut
Quartet.
       Tari Paduan Kelompok, adalah karya tari dimana dua atau lebih
kelompok,       penari    yang   gerakannya   antar   kelompok   itu   berlainan.
Umpamanya tari tunggal tampil dengan tari rampak yang masing-masing
gerakannya berlainan tetapi antara keduanya ada keterpaduan jalinan.
Dapat pula terjadi ditampilkan bersamaan bentuk tari tunggal dengan tari
berpasangan, atau tari berpasangan bersama tari rampak.Dramatari, adalah
karya tari yang berpola pada adegan-adegan serta alur ceritera atau plot.
       Kekayaan Tari Berdasarkan Cara Penyajiannya. Cara penyajian atau
penampilan seni tari pada prinsifnya terdiri dari dua cara yaitu:
1. Statis, artinya penyajian tari yang diselenggarakan pada satu tempat
   tertentu, biasanya tempatnya berbentuk panggung (stage) baik yang
   berbentuk prosenium maupun arena.
2. Mobile/berjalan, artinya penyajian tari yang diselenggarakan tidak diam di
   satu tempat, akan tetapi dengan cara sambil berjalan/berpindah tempat



                                                                                    7
  dari satu tempat ke tempat yang lain. Cara penyajian ini disebut pula
  “Helaran Pawai, Arak-arakan”, istilah Jawa disebut “Dolanan”. Tari-tarian
  yang disajikan dengan cara ini banyak hidup di daerah-daerah yang
  biasanya diselenggarakan berkaitan dengan berbagai acara dan upacara.


E. KEKAYAAN TARI BERDASARKAN KONSEP/ORIENTASI HARAPAN
Dalam lingkup konsep orientasi kekayaan tari pertunjukan dapat
dibagi menjadi: Tari Tradisional dan Tari Kreasi.
1. Tari Tradisional
       Tari tradisional adalah tari yang telah melampaui perjalanan
perkembangannya cukup lama, dan senantiasa berfikir pada pola-pola yang
telah mentradisi. Tarian ini digolongkan atas tari tradisional Kerakyatan dan
tari tradisional Bangsawan/Keraton/Klasik.
       Tari tradisional kerakyatan, yaitu tari yang hidup dan berkembang di
kalangan rakyat. Pada jaman feodal di Indonesia ditandai dengan
munculnya kerajaan Hindu pada sekitar tahun 400 M. Mulai saat itu di
Indonesia terdapat dua golongan masyarakat yaitu golongan Bangsawan
dan Raja sebagai golongan kaya dan berkuasa, serta golongan rakyat
jelata. Tari yang hidup di kalangan rakyat sesuai dengan kehidupan sosial
masyarakatnya, masih sederhana dan banyak berpijak warisan seni
tradisional. Faktor alam serta lingkungan dan agama/kepercayaan, sangat
berpengaruh terhadap bentuk-bentuk seni tarinya. Sehingga tari tradisional
kerakyatan sangat beraneka ragam sesuai dengan kondisirakyat, alam dan
agama/kepercayaannya.
       Tari tradisional Keraton/Bangsawan/Klasik, adalah tari yang semula
berkembang di kalangan kerajaan dan bangsawan, telah mencapai
kristalisasi artistik yang tinggi dan telah menempuh perjalanan sejarah yang
cukup panjang sehingga memiliki pula nilai tradisional. Tetapi tari tradisional
belum tentu bernilai klasik, sebab tari klasik selain mempunyai ciri tradisional
harus pula memiliki nilai artistik yang tinggi. Istilah klasik berasal dari
kataClassici, yaitu nama golongan masyarakat yang paling tinggi pada
jaman Romawi Kuno.




                                                                                   8
2. Tari Kreasi
       Yang dimaksud dengan tari kreasi di sini adalah suatu bentuk
garapan/karya tari setelahnya bentuk-bentuk tari tradisi hidup berkembang
cukup lama di masyarakat. Bentuk tarian ini bermunculan sebagai ungkapan
rasa bebas, mulai ada gejalanya setelah Indonesia merdeka pada tahun
1945. Kebebasan ini mendorong pula kreativitas para seniman tari,
setelahnya melihat/merasakan ada perubahan jaman dalam kehidupan
masyarakatnya dan menjadikan motivasi untuk membuat karya-karya baru
memenuhi kebutuhan jamannyaPada garis besarnya tari kreasi dibedakan
menjadi dua golongan yaitu:
1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
   Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari
   tradisi, baik dalam koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun
   tata   teknik   pentasnya.    Walaupun     ada    pengembangan     tidak
   menghilangkan esensiketradisiannya.


2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
   Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik
   dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik
   pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi,
   tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi,
   mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan
   penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya
   berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.


F. KEKAYAAN TARI BERDASARKAN TEMA
       Yang dimaksud dengan tema di dalam tari ialah kandungan isi
ungkapan koreografi yang sesuai dengan konsep garapannya.Berdasarkan
tema yang digarap, komposisi tari dapat dibedakan antara yang diolah
berdasarkan tema literer dan non literer. Komposisi tari literer adalah
komposisi tari yang digarap dengan tujuan untuk menyampaikan pesan-
pesan seperti : ceritera, pengalaman pribadi, interpretasi karya sastra,
dongeng, legenda, ceritera rakyat, sejarah dan sebagainya. Sedangkan
komposisi tari non literer adalah komposisi tari yang semata-mata diolah



                                                                              9
berdasarkan penjelajahan dan penggarapan keindahan unsur-unsur gerak:
ruang, waktu dan tenaga. Bentuk yang kedua ini dapat digarap berdasarkan
pengembangan berbagai macam aspek: interpretasi (tafsiran) musik,
penjelajahan gerak, eksplorasi permainan suara, permainan cahaya atau
unsur-unsur estetis lainnya (Sal Murgiyanto,1986:123).
         Dengan demikian tema literer yang terkandung dalam tari terdiri dari :
ketuhanan, kemanusiaan, alam dan binatang, dang ungkapan isinya tentang
erotik     (percintaan/kebirahian),   heroik   (kepahlawanan),     pantomimik
(peniruan) dan komikal (komedi).


G. KEKAYAAN JENIS TARI BERDASARKAN JENISNYA
         Kekayaan tari berdasarkan jenisnya mengarah kepada penggolongan
tari menurut konsep penggarapan koreografinya, yang terdiri dari: Tari Putri,
Tari Putra dan campuran Putri dan Putra.
1. Tari Putri, yaitu bentuk tari menurut konsep penggarapan tema dan
  koreografinya tentang kondisi putri/wanita, dan biasanya dilakukan oleh
  putri/wanita.
2. Tari Putra, yaitu bentuk tari menurut konsep penggarapan tema dan
  koreografinya tentang kondisi putra/laki-laki, dan biasa dilakukan tidak
  hanya oleh laki-laki/putra saja, akan tetapi bisa pula dilakukan oleh kaum
  wanita (travesti). Tari campuran Putra dan putri, yaitu bentuk tari menurut
  konsep penggarapan tema dan koreografinya tentang putra dan putri
  yang ditata secara terpadu dan harmonis, biasa dilakukan oleh wanita
  untuk konsep tari putrinya, dan dilakukan oleh laki-laki atau bisa pula oleh
  perempuan untuk konsep tari putranya. BAB III




                                                                                  10
Macam-macam Tarian Indonesia
1. Tari Gantar




Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat
menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian
didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini cukup
terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara
lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga
dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi
yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.




                                                                           11
2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang




Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah
berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit,
penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. Dalam
tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak
Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan
baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan
alat musik Sampe.


3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria
Dayak    Kenyah,    sebaliknya    Tari   Kancet   Ledo   menggambarkan
kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk
lembut ditiup oleh angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan
memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya
memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini
ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.




                                                                             12
4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang
dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda
keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal
wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari
Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu
burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi
merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian
ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang
melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.


5.Tari Leleng
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan
dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak
dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis
suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.


6. Tari Hudoq




Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai


                                                                              13
binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai
penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara
keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq
dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan
hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan
hasil panen yang banyak.


7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari
Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara
menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih
pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang
mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum,
topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita'
menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain
sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak
dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari
Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat
dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.


8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan
mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena
tarian diiringi alat musik Serumpai sejenis seruling bambu).


9. Tari Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang
sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian,
tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian
lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.




                                                                              14
10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu
yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu
manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.


11. Tari Pecuk Kina
Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang
berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar
(Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.


12. Tari Datun
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan
jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari
bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo
Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan
atas kelahiran seorang cucunya. Kemudian tari ini berkembang ke segenap
daerah suku Dayak Kenyah.


13. Tari Ngerangkau
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak
Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi
yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga
menimbulkan irama tertentu.


14. Tari Baraga' Bagantar
Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi
dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah
digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq. Seni tari suku
Kutai dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni Seni Tari Rakyat dan Seni Tari
Klasik.
Seni Tari Rakyat
Merupakan kreasi artistik yang timbul ditengah-tengah masyarakat umum.
Gerakan tarian rakyat ini menggabungkan unsur-unsur tarian yang ada pada
tarian suku yang mendiami daerah pantai.



                                                                           15
Yang termasuk dalam Seni Tari Rakyat adalah:
1. Tari Jepen
Jepen adalah kesenian rakyat Kutai yang dipengaruhi oleh kebudayaan
Melayu dan Islam. Kesenian ini sangat populer di kalangan rakyat yang
menetap di pesisir sungai Mahakam maupun di daerah pantai. Tarian
pergaulan ini biasanya ditarikan berpasang-pasangan, tetapi dapat pula
ditarikan secara tunggal. Tari Jepen ini diiringi oleh sebuah nyanyian dan
irama musik khas Kutai yang disebut dengan Tingkilan. Alat musiknya terdiri
dari gambus (sejenis gitar berdawai 6) dan ketipung (semacam kendang
kecil).Karena populernya kesenian ini, hampir di setiap kecamatan terdapat
grup-grup Jepen sekaligus Tingkilan yang masing-masing memiliki gayanya
sendiri-sendiri, sehingga tari ini berkembang pesat dengan munculnya
kreasi-kreasi baru seperti Tari Jepen Tungku, Tari Jepen Gelombang, Tari
Jepen 29, Tari Jepen Sidabil dan ari Jepen Tali. Seni Tari Klasik Merupakan
tarian yang tumbuh dan berkembang di kalangan Kraton Kutai Kartanegara
pada masa lampau. Yang termasuk dalam Seni Tari Klasik Kutai adalah:


1. Tari Persembahan
Dahulu tarian ini adalah tarian wanita kraton Kutai Kartanegara, namun
akhirnya tarian ini boleh ditarikan siapa saja. Tarian yang diiringi musik
gamelan ini khusus dipersembahkan kepada tamu-tamu yang datang
berkunjung ke Kutai dalam suatu upacara resmi. Penari tidak terbatas
jumlahnya, makin banyak penarinya dianggap bagus.
2. Tari Ganjur
Tari Ganjur merupakan tarian pria istana yang ditarikan secara berpasangan
dengan menggunakan alat yang bernama Ganjur (gada yang terbuat dari
kain dan memiliki tangkai untuk memegang). Tarian ini diiringi oleh musik
gamelan dan ditarikan pada upacara penobatan raja, pesta perkawinan,
penyambutan tamu kerajaan, kelahiran dan khitanan keluarga kerajaan.
Tarian ini banyak mendapat pengaruh dari unsur-unsur gerak tari Jawa
(gaya Yogya dan Solo).




                                                                              16
3. Tari Kanjar
Tarian ini tidak jauh berbeda dengan Tari Ganjur, hanya saja tarian ini
ditarikan oleh pria dan wanita dan gerakannya sedikit lebih lincah.
Komposisi tariannya agak lebih bebas dan tidak terlalu ketat dengan suatu
pola, sehingga tarian ini dapat disamakan seperti tari pergaulan. Tari Kanjar
dalam penyajiannya biasanya didahului oleh Tari Persembahan, karena
tarian ini juga untuk menghormati tamu dan termasuk sebagai tari
pergaulan.


4. Tari Topeng Kutai
Tari ini asal mulanya memiliki hubungan dengan seni tari dalam Kerajaan
Singosari dan Kediri, namun gerak tari dan irama gamelan yang
mengiringinya sedikit berbeda dengan yang terdapat di Kerajaan Singosari
dan Kediri. Sedangkan cerita yang dibawakan dalam tarian ini tidak begitu
banyak perbedaannya, demikian pula dengan kostum penarinya.
Tari Topeng Kutai terbagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:
01.   Penembe
02.   Kemindhu
03.   Patih
04.   Temenggung
05.   Kelana
06.   Wirun
07.   Gunung Sari
08.   Panji
09.   Rangga
10.   Togoq
11.   Bota
12.   Tembam




                                                                                17
Tari Dewa Memanah
Tari Topeng Kutai hanya disajikan untuk kalangan kraton saja, sebagai
hiburan keluarga dengan penari-penari tertentu. Tarian ini juga biasanya
dipersembahkan pada acara penobatan raja, perkawinan, kelahiran dan
penyambutan tamu kraton.


5. Tari Dewa Memanah
Tarian ini dilakukan oleh kepala Ponggawa dengan mempergunakan sebuah
busur dan anak panah yang berujung lima. Ponggawa mengelilingi tempat
upacara diadakan sambil mengayunkan panah dan busurnya keatas dan
kebawah, disertai pula dengan bememang (membaca mantra) yang isinya
meminta pada dewa agar dewa-dewa mengusir roh-roh jahat, dan meminta
ketentraman, kesuburan, kesejahteraan untuk rakyat.




                                                                           18
                                   BAB III
                                 PENUTUP
KESIMPULAN
       Dari uraian yang saya tuliskan dalam makalah ini, bahwa seni tari
merupakan sebuah karya manusia yang diekspresikan dalam gerak – gerak
yang indah. Di mana setiap unsure geraknya mempunyai arti dan tujuan dari
sang koreografinya. Gerak seni tari bukan hanya tertumpu pada tubuh saja
tetapi kelengkapan tari ( Rias, busana, musik, dll ) menjadi kebutuhan yang
sangat terkait.
       Berbagai macam tari yang sering kita lihat banyak di pengaruhi oleh
fungsi social seperti tari upacara, tari hiburan dan tari pertunjukkan.
Sementara bedasarkan penyajiannya bentuk tarian terbagi atas tari tunggal,
tari rampak, tari berpasangan dan tari paduan berpasangan. Cara
penyajiannya dapat secaraStatis danMobile.
Konsep garapan pada seni tari terbagi menjadi tari tradisional dan tari
kreasi dengan temaL iterer dan Non Literer sebagai acuan konsep garapan.




                                                                              19
                          DAFTAR PUSTAKA


Hidayat, Robby. 2005. Menerobos Pembelajaran Tari Pendidikan. Malang :
Banjar Seni Gantar Gumelar.
Kurnia, Ganjar. 2003. Deskripsi Kesenian Jawa Barat. Bandung : Dinas
     Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat.
Nana Priatna, Ade. 2008. Kurikulum Seni Tari. (Tanpa Kota Tanpa
     Penerbit).
Rusliana, Iyus. 1990. Pendidikan Seni Tari : Buku Guru Sekolah Dasar.
     Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Soedarsono. 1978. Pengantar Pengetahuan Komposisi Tari. Yogyakarta :
     Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta
http://yudhim.blogspot.com/2008/02/macam-macam-tarian-indonesia.html




                                                                         20

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:22414
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:20
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl