Docstoc

Injeksi Subcutan

Document Sample
Injeksi Subcutan Powered By Docstoc
					    Injeksi Subcutan

    A. Pengertian

            Injeksi di bawah kulit dapat dilakukan hanya dengan obat yang tidak merangsang dan melarut
    baik dalam air atau minyak. Injeksi subkutan diberikan dengan menusuk area di bawah kulit yaitu pada
    jaringan konektif atau lemak di bawah dermis. Efeknya tidak secepat injeksi intramuscular atau
    intravena. Mudah dilakukan sendiri, misalnya insulin pada penyakit gula.

    Tempat yang paling tepat untuk melakukan injeksi subkutan meliputi area vascular disekitar bagian luar
    lengan atas, abdomen dari batas bawah kosta sampai krista iliaka, dan bagian anterior paha. Tempat
    yang paling sering direkomendasikan untuk injeksi heparin ialah abdomen. Tempat yang lain meliputi
    daerah scapula di punggung atas dan daerah ventral atas atau gluteus dorsal serta daerah scapula.
    Tempat yang dipilih ini harus bebas dari infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, dan otot atau
    saraf besar dibawahnya.

    Obat yang diberikan melalui rute SC hanya obat dosis kecil yang larut dalam air (0,5 sampai 1 ml).
    Jaringan SC sensitif terhadap larutan yang mengiritasi dan obat dalam volume besar.Kumpulan obat
    dalam jaringan dapat menimbulkan abses steril yang tak tampak seperti gumpalan yang mengeras dan
    nyeri di bawah kulit.




            Jenis obat yang lazim diberikan secara subkutan adalah vaksin, obat-obatan preoperasi,
    narkotik, insulin, dan heparin.




    B. Persiapan Peralatan dan Pasien

    1. Persiapan Peralatan

    Sebuah alat suntik steril (bahan pembuat alat suntikan tersebut dapat berbeda-beda, misalnya, kaca,
    kaca dan logam, bahan sintetis, disposable; sedangkan isi tabung suntikan itu, misalnya dapat 1, 5, 10,
    20, atau 30 ml besarnya, sementara skala pembagiannya juga dapat berbeda satu sama lainnya);

1) Jarum suntik steril (jarum suntik ini terdapat dalam ukuran panjang dan besarnya yang berbeda-
    beda dan seringkali hanya untuk pemakaian satu kali saja);

2) Cairan steril;

3) Spuit;
4) Sebuah pinset steril;

5) Kalau perlu sebuah gergaji kecil untuk memotong ampul;

6) Bahan/obat untuk membersihkan kulit penderita yang akan kita suntik;

7) Bengkok bebat.

       Biasanya alat suntik dan jarum suntik yang tidak siap pakai terus dibuang, disimpan di dalam kotak
   atau pot-pot yang kering dan steril, atau menurut cara-cara lain, yang sesuai dengan pandangan dan
   pendapat pada tempat anda masing-masing bekerja.

   C. LANGKAH KERJA

   1. Siapkan peralatan berupa :

          a. Buku catatan rencana/ order pengbatan
          b. Vial atau ampul berisi obat yang akan diberikan
          c. Spuit dn jarum steril (spuit 2ml, jarun ukuran 25 gauge, 5/8-1/2 inci)
          d. Kapas anti septic steril
          e. Kassa steril untul membuka ampul (bila diperlukan)
          f. Bak instrumen
          g. Bengkok
          h. Perlak dan alasnya

       2. Masukkan obat dari vial atau ampul ke dalam tabung spuit dengan cara yang benar.
   3. Beritahu pasien dan atur dalm posisi yang nyaman (jangan keliru pasien; Bantu pasien pada
   posisi yang mana, lengan, kaki, atau perut yang akan digunaka injeksi sehingga dapat rileks).
   4. Pilih area tubuh yang tepat, kemudian usap dengan kapas antiseptik dari tengah keluar
   secara melingkar sekitar 5 cm menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi.
   5. Siapkan spuit, lepas kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu aniseptik kering dan
   keluarakan                        udara                         dari                      spuit.
   6. Pegang spuit dengan salah satu tangan antara jempol dan jari-jari pada area injeksi dengan
   telapak tangan menghadap ke arah samping atau atas untuk krmiringan 45° atau dengan
   telapak tangan menghadap ke bawah untuk kemiringan 45°. Gunakan tangan yng tidak
   memegang spuit untuk mengangkat atau merentangkan kulit, lalu secara hati-hati dan mantap
   tangan yang lain menusukkan jarum. Lkukan aspirasi, bila muncul darah maka segera cabut
   spuit untuk dibuang dan diganti spuit dan obat baru. Bila tidak muncul darah, maka pelan-pelan
   dorong                  obat                 ke                  dalam                 jaringan
   7. Cabut spuit lalu usap dan massage pada area injeksi. Bila temoat penusukan mengeluaran
   darah, maka tekan area tusukan dengan kassa steril kering sampai perdarahan berhenti.
   8. Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya (mencegah cidera bagi perawat)
   pada                 tempat             pembuangan          secara              benar.
   9.             Catat           tindakan         yang         telah          dilakukan
   10. Kaji keefektifitasan obat.

                                                    5

   2. Persiapan Pasien dan Lingkungan

· Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan

· Menyiapkan posisi pasien sesuai kebutuhan

· Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman

   C. Proses Injeksi Subcutan

1) Lebih dahulu cucilah tangan anda.

2) Siapkan semua peralatan yang diperlukan.

3) Periksalah dengan teliti dan cermat untuk penderita yang mana sebenarnya suntikan itu akan
    diberikan, sifat/jenis obat yang akan anda suntikan, banyaknya yang akan anda berikan dan
    cara pemberian yang telah ditentukan, yaitu subkutan atau intramuscular.

4) Isilah tabung alat suntik itu, sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan.

5) Keluarkan udara yang mungkin masih terdapat dalam tabung alat suntik itu; dalam melakukan
    ini, usahakan agar cairan yang akan anda suntikan, kalau sampai ada yang keluar, tidak mengalir
    melalui tangan anda.

6) Tentukan tempat penyuntikan yang sesuai.

7) Bersihkan kulit pada tempat anda akan menyuntikan obat tersebut.

8) Menusuk jarum dengan lubang menghadap ke atas dan membuat sudut 45˚ dengan permukaan
    kulit.

9) Semprotkan cairan itu perlahan-lahan ke dalam tubuh penderita, setelah lebih dahulu, dengan
    jalan mengaspirasi, anda memastikan bahwa jarum suntik anda tidak masuk dalam pembuluh
    darah.

10) Setelah selesai anda menyuntikkan seluruh isi tabung alat suntik itu, tariklah jarum suntik
    tersebut dengan cepat.
11) Setelah obat habis jangan ditarik dengan cepat, dan bekas tusukan ditahan dengan kapas
    alkohol.

12) Melakukan massage pada bekas suntikan.

13) Pasien dirapikan dan alat dibereskan.

14) Mencucui tangan.

15) Pada tempat yang disediakan tanda tangani bahwa suntikan telah anda berikan kepada
   penderita.



           Pada waktu anda memberikan suntikan tersebut, ingatlah agar tetap mempertahankan supaya
   bagian dalam alat suntik itu, penyedot dan jarum suntikan tetap steril. Bagi penderita tentu sangat tidak
   menyenangkan kalau pada tempat penyuntikan itu timbul radang. Padahal, pada penyuntikan yang
   berulang-ulang saja daerah itu sudah akan terasa nyeri. Oleh karena itu, kalau memang memungkinkan,
   tempat penyuntikan harus anda pindah-pindah.

   Bahaya yang mungkin timbul pada pemberian suntikan subkutan kepada penderita adalah:

a) pada tempat suntikan timbul udema, cairan yang kita suntikan akan sukar untuk diserap oleh
    tubuh, sehingga kemungkinan timbulnya infeksi menjadi semakin besar;

b) beberapa macam cairan suntikan yang kita pergunakan, misalnya yang berminyak, pada
   penyerapan yang berlangsung secara lambat tersebut, dapat menyebabkan terjadinya kematian
   jaringan di bawah kulit;

c) cairan suntikan mungkin kita suntikkan terlalu dekat pada permukaan kulit.

   D. Farmakokinetik dan Farmakodinamik

   1. Vaksin

   Kekebalan alami berkembang setelah terekspos oleh organisme tertentu. Sistem kekebalan anda akan
   bekerja sebagai pertahanan terhadap penyakit yang sama dari virus atau bakteri tertentu.

   Paparan terhadap penyerbu ini akan merangsang pembentukan sel darah putih tertentu dalam tubuh
   yang disebut sel B. Sel B memproduksi plasma sel, yang kemudian memproduksi antibodi yang didesain
   spesifik untuk melawan kuman. Antibodi ini disirkulasi ke cairan rubuh. Bila ada kuman yang sama
   masuk dalam tubuh di lain waktu, antibodi itu akan mengenali dan akan menghancurkannya. Sekali
   tubuh kita memproduksi antibodi tertentu, maka antibodi tersebut akan diproduksi bila diperlukan.
Disamping kerja sel B, sel darah putih lain singgah machriphage menghadapi dan memusnahkan
penyerbu asing.

                                                  7

Jika tubuh bertemu dengan kuman yang belum pernah terekspos sebelumnya, informasi mengenai
kuman disampaikan sel darah putih yang disebu sel T pembantu. Sel ini membantu produksi sel yang
berjuang melawan infeksi lain.

       Satu kali terekspos oleh virus atau bakteri tertentu, waktu berikutnya terekspos, antibodi dan
sel T akan bekerja. Mereka dengan segera bereaksi terhadap organisme, menyerangnya sebelum
penyakit berkembang. Sistem kekebalan bisa mengenali dan secara efektif bertempur melawan
organisme yang berbeda.

Hasil kekebalan yang disebabkan oleh vaksin didapat setelah menerima vaksin. Vaksin memicu
kemampuan sistem kekebalan berjuang melawan infeksi dengan tanpa kontak langsung dengan kuman
yang menghasilkan penyakit. Vaksin berisi kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan atau
derivatifnya. Kalau diberikan kepada orang sehat, vaksin memicu respon kekebalan tubuh. Vaksin
memaksa tubuh berpikir bahwa sedang diserang oleh organisme spesifik, dan sistem kekebalan bekerja
untuk memusnahkan penyerbu dan mencegahnya menginfeksi lagi.

    Jika terekspos terhadap penyakit saat telah divaksin, kuman yang menyerbu akan menghadapi
antibodi.Kekebalan berkembang mengikuti vaksinasi mirip kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami.

   Beberapa dosis vaksin mungkin diperlukan untuk jawaban kebal yang penuh. Beberapa orang gagal
mendapatkan kekebalan penuh saat dosis pertama vaksin tetapi memberi hasil pada dosis lanjutan.
Sebagai tambahan, kekebalan yang didapatkan dari beberapa vaksin, seperti tetanus dan pertussis, tidak
untuk seumur hidup. Karena respon kekebalan mungkin memulihkan atau menambah kekebalan.

Tipe-tipe vaksin
Vaksin disiapkan dengan beberapa cara yang berbeda. Untuk tiap tipe, tujuannya adalah sama, yaitu
merangsang sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.

      Vaksin dilemahkan. Beberapa vaksin, seperti campak, cacar dan cacar air (variscella),
       menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin tipe ini menghasilkan respon antibodi
       yang kuat, seringkali hanya perlu satu kali pemakaian diperlukan untuk kekebalan seumur hidup.

                                                  8

      Vaksin inaktifasi. Vaksin lain dibuat dengan cara menggunakan bakteri atau virus yang sudah di
       inaktifasi. Vaksin polio dibuat dengan cara ini. Vaksin ini umumnya lebih aman dari vaksin hidup
       karena organisme penyebab penyakit tidak dapat bermutasi kembali menyebabkan penyakit
       setelah organisme tersebut dimatikan.
           Vaksin toksoid. Beberapa tipe bakteria menyebabkan penyakit dengan memproduksi toksin
            yang menyerang pembuluh darah. Vaksin toksoid, seperti pada difteri dan tetanus,
           Vaksin aselular dan subunit. Vaksin aselular dan subunit dibuat dengan menggunakan bagian-
            bagian dari virus atau bakteri. Vaksin hepatitis dan Haemophilus influenzae tipe b dibuat dengan
            cara ini.

    2. Insulin

· Pemberian insulin membantu mengubah glukosa menjadi glikogen yang siap digunakan tubuh
    sebagai sumber energi.

· Pemberian insulin yang berlebihan dapat menurunkan kadar gula dan mengakibatkan syok
    hipoglikemia ( gemetar, berkeringat, sulit menahan kantuk dan ingatan menurun hingga hilang).

           Dosis insulin dibakukan dalam unit dan terdapat sediaan dengan 40, 80 atau 100 unit per ml.
           Dosis ditentukan berdasarkan diagnosis kebutuhan insulin yang dicari dengan pengaturan insulin
            reguler dan pengukuran kadar gula darah serta reaksi reduksi air kemih.
           positif 1 (+)=tidak memerlukan insulin
           Positif 2 (++)= 5 unit insulin
           Positif 3 (+++)= 10 unit insulin dan dinaikan 5 unit hingga reaksi reduksi positif ringan.

    E. Evaluasi

· Posisi suntikan tepat, pada lengan atas sebelah luar, paha bagian luar, daerah scapula atau tempat
    lain yang dianggap perlu.

· Sterilisasi tetap terjaga.

· Tidak mengenai pembuluh darah.
    Diposkan oleh Gultor_cArE di 02:40


    Prosedur Injeksi Subkutan
    URAIAN UMUM

    Menyuntikan obat dibawah kulit

    A. PERSIAPAN

    I. Persiapan Klien

            - Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan,
               tempat injeksi )
       - Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

       - Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

       - Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

       - Kapas alkohol 70 %

       - Alat tulis

       - Bengkok

       - Kartu obat dan etiket

       - Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

   - Perawat cuci tangan

   - Mengidentifikasi klien, menyiapkan klien dan menjelaskan tentang prosedur yang akan
      dilakukan dan pasang sampiran

   - Jika perlu menggunakan sarung tangan bila ada klien yang menderita penyakit menular

   - Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas
       ke bawah sekali hapus

   - Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

   - Memasukan jarum dengan sudut 45-90 O

   - Lakukan aspirasi

   - Memasukan obat secara perlahan – lahan

   - Mencabut jarum

   - Alat-alat dibereskan dan lihat reaksi obat terhadap klien
   - Perawat cuci tangan

   - Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI

   - Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan
      perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon
klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Aziz.H. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia 1. Jakarta: Salemba Medika
Priharjo, Robert. 1995. Teknik Dasar Pemberian Obat. Jakarta: EGC
http://www.medicastore.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:12555
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:8
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl