PARTUS TAK MAJU by anamaulida

VIEWS: 6,542 PAGES: 10

									                                       ABSTRAK




Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup ke dunia luar dari
rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
Partus tak maju adalah suatu persalinan dengan his yang adekuat yang tidak
menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks.turunnya kepala dan putar paksi selama
2 jam terakhir. Factor-faktor penyebab adalah antara lain kelainan letak janin,kelainan
panggul,kelainan his,pimpinan partus yang salah,janin besar atau ada kelainan
congenital,primitua,perut gantung grandmulti,ketuban pecah dini. Manifestasi klinis dari
partus tak maju adalah : gelisah,suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat,
pernafasan cepat. Penatalaksanaannya adalah salah satu dengan SC, yaitu suatu cara
melahirkan dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dindinng depan perut
atau vagina.




Kata kunci : Definisi partus dan partus tak maju, etiologi, manifestasi klinis dan
               penatalaksanaan.
                                    PENDAHULUAN


   Partus adalah suatu proses pengeluaraan hasil konsepsi yang dapat hidup kedunia luar
dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
   Partus tak maju adalah suatu persalinan dengan his yang adekuat yang tidak
menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks, turunnya kepala dan putar praksi
selama 2 jan terakhir (3).
   Penyebab dari partus tak maju adntara lain adalah kelainan letak janin, kelainan
panggul, kelainan his, pimpinan partus yang salah, janin besar atau ada kelainan
kongenital, primitua,perut gantung, grandmulti dan ketuban pecah dini. Penatalaksanaan
pada parus tak maju salah satunya dengan ,elakukan secsio cesaria (3).
   Sebelum keputusan untuk melakukan secsaio cesaria diambil pertimbangan secara
teliti dengan resiko yang mungjin terjadi (perdarahan cedera saluran kemih/usus infeksi),
pertimbangan tersebut harus berdasarkan penilaian prabedah,secara lengkap mengacu
pada syarat-syarat pembedahan dan pembiusan. Ketentuan tersebut diatas dapat
diturunkann apabila menghadapi kasus gawat darurat dimana kecepatan waktu untuk
melakukan tindakan sangat mempengaruhi keluran prosedur opertip ini walaupun
demikian,persyaratan minimal tindakan operatif harus tetap dipenuhi,sebelum secsio
cesaria elektif lakukan kajian usia kehamilan berdasarkan haid terakhir, profil biofisik
dan amniosintesis untuk menilai maturitas paru janin (4)




A. KONSEP DASAR
1. Definisi
  Partus tak maju adalah statu persalinan dengan his yang adekuat yang tidak
menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks, turunnya kepala dan putar Paksé
selama 2 jam terakhir (3)


2. Etiologi
  Factor-faktor penyebab adalah antara lain : kelainan letak janin, kelainan panggul,
kelainan his, pimpinan partus yang salah, janin besar atau ada kelainan kongenital,
primitua, perut gantung, grandmulti, ketuban pecah dini




3. Patofisiologi
                                    partus tak maju



                   kelainan letak janin,kelainan panggul,kelainan his,
                           KPD, pimpinan partus yang salah




peningkatan permiabelitas kapiler                                   ruptur


                                                      cairan ketuban berbau

                                                             mk: resti infeksi
    suhu tubuh meningkat

                                     dilakukan SC


                                       Mk : nyeri

                                Mk : intoleransi aktivitas
    berkeringat


    demam
  demam
4. Manifestasi klinis
  Manifestasi klinis pada partus tak maju adalah gelisah, letih, suhu tubuh meningkat,
berkeringat, nadi cepat, pernafasan cepat dan meteorismus. Didaerah local sering
dijumpai edema vulva, edema serviks, cairan ketuban berbau, terdapat mekonium (3).




5. Penatalaksanaan
  Penatalaksanaannya adalah perawatan pendahuluan, suntikan cortone acetate 100-200
mg intramuscular, penicillin prokain 1 juta IU intramuscular steptomisin 1 gr
intramuscular, infus cairan larutan fisiologis, larutan glukose 5-10% pada jam pertama 1
liter/jam,istirahat 1 jam untuk observasi kecuali bila mengharuskan untuk segera
bertindak dan pertolongan dapat dilakukan partus spontan, ekstarsi vakum,ekistarsi
porsep, manual aid pada letal sungsang, embriotomi bila janin meninggal, secsio cesatia
dan lain-lain.
                                   SECSIO CESARIA




1. Pengertian
  Secsio cesaria atau SC adalah suatu cara melahirkan dengan membuat sayatan pada
dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina, atau secsio cesaria adalah
histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim (2).




2. Indikasi
  Indikasi secsio cesaria adalah placenta previa sentralis dan laterales (posterior).
Panggul sempit (holmer mengambil batasterendah untuk melahirkan janin vias naturalis
ialah cv = 8 cm, panggul cv = 8 cm dapat dipastikan tidak dapat melahirkan normal harus
diselesaikan dengan cara sc, cv antara 8-10 cm boleh dicoba dengan partus dengan
percobaaan, baru setelah gagal dilakukan secsio cesaria sekunder disproporsi sevalo
pelvikj yaitu ketidakseimbangan antara ukuran kepala dari panggul, ruptura uteri
mengancam. Partus lama(prologedlabor), partus tak maju (oobstructed labor), distosia
serviks, preeklamsia dan hipertensi, malpersentasi janin (2).




3. Komplikasi
  Komplikasi dari SC adalah infeksi puerferal (nifas) perdarahan, luka kandung kemih,
emboli paru dan keluhan kandung kemih bila reperitonialisasi terlalau tinggi
kemungkinan ruptura uteri spontan pada kehamilan mendatang (2).
4. Pemeriksaan diagnostik
  Pemeriksaan diagnostik pada SC adalah hitung darah lengkap, golongan darah (ABO)
dan mencocokkan silang tes coombs urinalis: menentukan kadar albumin/ glukosa,
kultur: mengidentifikasi adanya virus herves simpleks tipe II, pelvimetri menentukan
CPD, Amniosintesis: mengkaji matunitas paru janin, ultrasonografi, melokalisasi
plasenta: menentukan pertumbuhan kedudukan janin, tes stresskontraksi natau tes
nonstress: mengkaji respon janin terhadap gerakan/ stress dari pola kontraksi uterus/ pola
abnormal, pemantauan elektroniik kontinue memastikan status janin/ aktivitas uterus (1).
B. ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
  Sirkulasi : hipertensi, perdarahan vagina mungkin ada.,Integritas ego : dapat
menunjukkan prosedur yang diantisipasi sebagai tanda dan kegagalan/ refleksi negatif
pada kemampuan sebagai wanita. Makanan/ cairan : nyeri epigastrik,gangguan
penglihatan, edema. Nyeri/ ketidaknyamanan : distosia, persalinan lama/ disfungsional
kegagalan induksi, nyeri tekan uterus mungkin ada, keamanan penyakit hubungan seksual
aktif (misal herpes), imkompabilitas RH yang berat adanya,komplikasi ibu seperti HKK,
diabetes, penyakit ginjal, jantung, infeksi insiden, trauma abdomen pranatal,prolaps tali
pusat,distres janin, ancaman kelahiran janin prematur. Seksualitas : disproporsi
sefalopelvis (CPO), kehamilan multipel bertagi melahirkan sesaria sebelumnya tumor /
neoplasma yang menghambat velvis jalan lahir. Penyuluhan / pembelajaran : kelahiran
sesaria dapat atau mungkin tidak direncanakan mempunyai kesiapan dan pemahaman
klien terhadap prosedur (1)




2. Intervensi keperawatan
  DX I : Ansietas b/d Ancaman konsep diri.
Intervensi : kaji respon psikologik pada kejadian dan ketersediaan sistem pendukung
pastikan apakah prosedur direncanakan/ tidak direncanakan, beri penguatan aspek positif
ibu dan kondisi janin anjurkan klien / pandangan mengungkapkan / mengekspresikan
perasaan.
Rasional : makin klien merasakan ancaman, makin besar tingkat ansietas pada kelahiran
secaria yang tidak direncanakan, klien pasangan biasanya tidak menpunyai waktu untuk
mempersiapkan      secara     psikologis/fisiologis,memfokuskan    pada    kemungkinan
keberhasilan hasil akhir dan membantu membawa ancaman yang dirasakan membantui
mengidentifikasi perasaan /masalah negatif dan memberikan kesempatan untuk
mengatasi perasaan ambivalen / tidak teratasi berduka.
  DX II : Resti terhadap harga diri rendah situsional b/d kegagalan yang dirasakan
pada kejadian hidup.
Intervensi : Tentukan perasan yang biasanya dari klien tentang diri sendiri dan
kehamilan, anjurkan pengungkapan perasan, anjurkan untuk bertanya dan memberikan
informasi / penguatan pembelajaran sebelumnya, berikan komunikasi verbal dan
pengkajian dan intervensi, informasi tertulis dapat diberikan pada waktu selanjutnya.
Rasional : Mendiagnosa perubahan konsep diri didasarkan pada pengetahuan kopnsepsi
diri masa lalu dan pengalaman, mengidentifikasi area untuk diatasi, reaksi klien
bervariasi dan dapat menyulitkan diagnosa pada periode praoperasi, meningkatkan
pemahaman dan memperjelaskan kesalahn konsep bila masalah harga diri timbul pada
klien ini dapat menjadi berat pada periode pasca persalinan.




   DX III : Resiko terhadap nyeri b/d peningkatan / kontraksi otot yang lebih lama.
Intervensi : Kaji lokasi, sifat-durasi nyeri khususnya saat berhubungan dengan indikasi
kelahiran secaria, hilangnya faktor yang menghasilkan ansietas, berikan informasi akurat,
intruksikan tehnik relaksasi, posisi lain senyaman mungkin.
Rasional : Menandakan ketepatan pilihan tindakan tingkat toleransi ansietas adalah
individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dapat membantu dalam reduksi ansietas
dan ketegangan dan meningkatkan kenyamanan.




   DX IV : Resti terhadap infeksi b/d kerusakan kulit
Intervensi : Tinjau ulang kondisi/ faktor resiko yang ada sebelumnya, kaji terhadap
tanda/ gejala infeksi.
Rasional : Kondisi dasar ibu seperti diabetes/ hemorogi menimbulkan potensial resiko
infeksi.
                             DAFTAR PUSTAKA




1. Doengoes ME dan Moorhouse MF. Rencana perawatan martenal.bayi, pedoman
   untuk perencanan dan dokumentasi perawatan klien , Edisi 2. Jakarta : EGC :
   2001
2. Rustam M. Sinopsis Obstetri jilid 1. Jakarta : EGC : 1998
3. Rustam M. Sinopsis Obstetri jilid 2. Jakarta : EGC : 1998
4. Saifuddin AB, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
   Neonatal. Jakarta : JNPKKR POGI : 2000

								
To top