asfiksia bbl by anamaulida

VIEWS: 810 PAGES: 34

									BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dalam beberapa dasawarsa ini perhatian terhadap janin yang mengalami gangguan
pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat. Hal ini disebabkan masih tingginya angka
kematian perinatal neonatal karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan
lahir rendah. (Mochtar, 1998 ). Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature
baby dengan low birth weight baby ( bayi dengan berat lahir rendah = BBLR ), karena
disadari tidak semua bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gr pada waktu lahir bukan
bayi premature. Menurut data angka kaejadian BBLR di Rumah sakit Dr. Cipto
Mangunkusumo pada tahun 1986 adalah 24 %. Angka kematian perinatal di rumah sakit dan
tahun yang sama adalah 70 % dan 73 % dari seluruh kematian di sebabkan oleh BBLR
(Prawirohardjo, 2005) Melihat dari kejadian terdahulu BBLR sudah seharusnya menjadi
perhatian yang mutlak terhadap para ibu yang mengalamai kehamilan yang beresiko karena
dilihat dari frekuensi BBLR di Negara maju berkisar antara 3,6 – 10,8 %, di Negara
berkembang berkisar antara 10 – 43 %. Dapat di dibandingkan dengan rasio antara Negara
maju dan Negara berkembang adalah 1 : 4 ( Mochtar, 1998 ). Kematian perinatal pada bayi
berat badan lahir rendah 8 kali lebih besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama.
Kalaupun bayi menjadi dewasa ia akan mengalami gangguan pertumbuhan, baik fisik
maupun mental. Prognosis akan lebih buruk lagi bila berat badan makin rendah. Angka
kematian yang tinggi terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi
neonatal seperti asfiksia, aspirasi pneumonia, perdarahan intrakranial, dan hipoglikemia. Bila
bayi ini selamat kadang-kadang dijumpai kerusakan pada syaraf dan akan terjadi gangguan
bicara, IQ yang rendah, dan gangguan lainnya.




                                              1
1.1 TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi tujuan penulisan adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian BBLSR dengan kasus asfiksia.
2. Untuk mengetahui penyebab BBLSR dengan kasus asfiksia.
3. Untuk mengetahui komplikasi yang ditimbulkan oleh BBLSR pada Neonatus dan juga
   perjalanan penyakit tersebut.
4. Untuk mengetahui tentang penatalaksanaan dan perawatan pada bayi BBLSR dengan
   asfiksia.
5. Untuk memenuhi tugas praktek Program Profesi Ners Stase Keperawatan Maternitas.


1.2 MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah:
   1. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa dalam penetalaksanaan bayi BBLSR dengan
       asfiksia pada Neonatus.
   2. Sebagai sumber referensi untuk kemajuan perkembangan ilmu Keperawatan,
       khususnya Keperawatan bayi baru lahir.


I.3 METODE PENULISAN
Metode Penulisan yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi, yaitu mengamati secara langsung keadaan klien melalui pemeriksaan fisik
secara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.


   3. Wawancara, Yaitu merupakan cara pengumpulan data melalui komunikasi secara
       lisan baik langsung dengan klien maupun dengan keluarga klien.
   4. Dokumentasi, yaitu dengan membaca dan mempelajari status klien, baik data
       perawatan,           buku          laporan       yang          ada         diruangan.
       4. Studi literatur, yaitu mengambil referensi dari berbagai literatur guna mendapatkan
       keterangan dan dasar teoritis yang berkenaan dengan kasus atau masalah yang timbul.




                                                2
                                           BAB II
                                  TINJAUAN TEORITIS


A. Pengertian
Berat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan pada saat kelahiran
kurang dari 2500 gr atau lebih rendah ( WHO, 1961 ). Berat badan lahir rendah adalah bayi
baru lahir yang berat badannya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gr sampai dengan 2499
gr. Menurut Hanifa Wiknjosastro (2002) asfiksia neonatorum didefinisikan sebagai keadaan
dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Asfiksia
Neonatus adalah suatu keadaan dimana saat bayi lahir mengalami gangguan pertukaran gas
dan transport O2 dan kesulitan mengeluarkan CO2 (Markum, 2000). Asfiksia adalah
kurangnya oksigen dalam darah dan meningkatnya kadar karbon dioksida dalam darah serta
jaringan (Kamus saku kep. Edisi 22). Asfiksia Neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru
lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga dapat
menurunkan O2 dan mungkin meningkatkan C02 yang menimbulkan akibat buruk dalam
kehidupan lebih lanjut (Medicine and linux.com).


B. Etiologi BBLR dan Asfiksia
1. Etiologi BBLR
a. Faktor ibu (resti).
b. faktor penyakit (toksimia gravidarum, trauma fisik).
c. faktor usia : < 20 tahun.
d. faktor ibu : riwayat kelahiran prematur sebelumnya, perdarahan ante partum, malnutrisi,
kelainan uterus, hidramnion, penyakit jantung/penyakit kronik lainnya, hipertensi, umur ibu
kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jarak dua kehamilan yang terlalu dekat, infeksi,
trauma dan lain-lain.
e. Faktor janin : cacat bawaan, kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini.
f. Keadaan sosial ekonomi yang rendah.
g. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan, merokok.




                                              3
2. Etiologi Asfiksia
Etiologi secara umum dikarenakan adanya gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2
dari ibu ke janin, pada masa kehamilan, persalinan atau segera setelah lahir, penggolongan
penyebab kegagalan pernafasan pada bayi terdiri dari :
1. Faktor Ibu
a. Hipoksia ibu
Oksigenasi darah ibu yang tidak mencukupi akibat hipoventilasi selama anestesi, penyakit
jantung sianosis, gagal pernafasan, keracunan karbon monoksida, tekanan darah ibu yang
rendah.
b. Gangguan aliran darah uterus
Mengurangnya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkurangnya pengaliran oksigen
ke plasenta dan kejanin. Hal ini sering ditemukan pada :
• Ganguan kontraksi uterus, misalnya hipertoni, hipotoni atau tetani uterus akibat penyakit
atau                                                                                                 obat.
•         Hipotensi         mendadak             pada             ibu           karena         perdarahan.
•         Hipertensi         pada            penyakit             akiomsia           dan         lain-lain.
2.                                           Faktor                                               plasenta
Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta. .Asfiksia
janin akan terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, misalnya:
                                             Plasenta                                                tipis
                                             Plasenta                                               kecil
                          Plasenta                               tak                           menempel
                                            Solusio                                              plasenta
                                        Perdarahan                                               plasenta
3.                                             Faktor                                                fetus
Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pcmbuluh darah
umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin. Gangguan aliran darah ini
dapat ditemukan pada keadaan : tali pusat menumbung, tali pusat melilit leher kompresi tali
pusat        antar          janin        dan              jalan         lahir        dan         lain-lain.
4.                                           Faktor                                              Neonatus
Depresi     pusat      pernapasan     pada     bayi       baun    lahir    dapat     terjadi    karena    :
• Pemakaian obat anestesia/analgetika yang berlebihan pada ibu secara langsung dapat

                                                      4
menimbulkan               depresi               pusat          pernafasan             janin.
• Trauma yang terjadi pada persalinan, misalnya perdarah intrakranial. Kelainan konginental
pada bayi, misalnya hernia diafrakmatika atresia / stenosis saluran pernafasan, hipoplasia
paru                                      dan                                      lain-lain.
5.                                    Faktor                                      persalinan
•                                        Partus                                        lama
•                                      Partus                                      tindakan
(Medicine and linux.com DAN Pediatric.com)


C.                                                                        PATOFISIOLOGI
Pernafasan spontan bayi baru lahir bergantung kepada kondisi janin pada masa kehamilan
dan persalinan. Proses kelahiran sendiri selalu menimbulkankan asfiksia ringan yang bersifat
sementara pada bayi (asfiksia transien), proses ini dianggap sangat perlu untuk merangsang
kemoreseptor pusat pernafasan agar lerjadi “Primary gasping” yang kemudian akan berlanjut
dengan                                                                          pernafasan.
Bila terdapat gangguaan pertukaran gas/pengangkutan O2 selama kehamilan persalinan akan
terjadi asfiksia yang lebih berat. Keadaan ini akan mempengaruhi fugsi sel tubuh dan bila
tidak teratasi akan menyebabkan kematian. Kerusakan dan gangguan fungsi ini dapat
reversibel/tidak tergantung kepada berat dan lamanya asfiksia. Asfiksia yang terjadi dimulai
dengan suatu periode apnu (Primany apnea) disertai dengan penurunan frekuensi jantung
selanjutnya bayi akan memperlihatkan usaha bernafas (gasping) yang kemudian diikuti oleh
pernafasan teratur. Pada penderita asfiksia berat, usaha bernafas ini tidak tampak dan bayi
selanjutnya berada dalam periode apnu kedua (Secondary apnea). Pada tingkat ini ditemukan
bradikardi             dan              penurunan               tekanan               darah.
Disamping adanya perubahan klinis, akan terjadi pula G3 metabolisme dan pemeriksaan
keseimbangan asam basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama dan pertukaran gas mungkin
hanya menimbulkan asidoris respiratorik, bila G3 berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi
metabolisme anaerobik yang berupa glikolisis glikogen tubuh , sehingga glikogen tubuh
terutama pada jantung dan hati akan berkuang.asam organik terjadi akibat metabolisme ini
akan menyebabkan tumbuhnya asidosis metabolik. Pada tingkat selanjutnya akan terjadi
perubahan kardiovaskuler yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya hilangnya
sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi jantung terjadinya asidosis

                                               5
metabolik akan mengakibatkan menurunnya sel jaringan termasuk otot jantung sehinga
menimbulkan kelemahan jantung dan pengisian udara alveolus yang kurang adekuat akan
menyebabkan akan tingginya resistensinya pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah ke
paru dan kesistem tubuh lain akan mengalami gangguan. Asidosis dan gangguan
kardiovaskuler yang terjadi dalam tubuh berakibat buruk terhadap sel otak. Kerusakan sel
otak yang terjadi menimbulkan kematian atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya
(Medicine and linux.com)


D.     KLASIFIKASI              KLINIK           NILAI           APGAR               DAN          BBLR            :
1.                                          Klasifikasi                                                  Asfiksia
a.           Asfiksia            berat                (            nilai                APGAR                  0-3)
Memerlukan resusitasi segera secara aktif, dan pemberian oksigen terkendali. Karena selalu
disertai asidosis, maka perlu diberikan natrikus bikarbonat 7,5% dengan dosis 2,4 ml per kg
berat badan, dan cairan glucose 40%1-2 ml/kg berat badan, diberikan via vena umbilikalis.
b.                  Asfiksia                    sedang                        (APGAR                           4-6)
Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi dapat bernafas kembali.
c.    Bayi       normal        atau        asfiksia       ringan       (        nilai      APGAR              7-9).
d.           Bayi             normal            dengan                nilai               APGAR                 10
Asfiksia berat dengan henti jantung, dengan keadaan bunyi jantung menghilang setelah lahir,
pemeriksaan fisik yang lain sama dengan asfiksia berat. Pediatric.com


2.               Klasifikasi                  BBLR                         Primaturitas                      murni.
a. Masa gestasi kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan masa gestasi.
b.                                                                                                Dismaturitas.
c. BB bayi yang kurang dari berat badan seharusnya, tidak sesuai dengan masa gestasinya.
d.                  BBLR                       dibedakan                          menjadi                         :
        BBLR             :        berat            badan           lahir            1800-2500                gram
       BBLSR             :       berat             badan          lahir         <             1500           gram
 BBLER : berat badan lahir ekstra rendah < 1000 gr


E.                                PEMERIKSAAN                                                   DIAGNOSTIK
1.     Analisa          gas       darah         (           PH       kurang             dari          7,20       ).

                                                      6
2. Penilaian APGAR Score meliputi (Warna kulit, frekuensi jantung, usaha nafas, tonus otot
dan                                                                                                   reflek).
3.    Pemeriksaan        EEG          dan     CT-Scan       jika       sudah       timbul         komplikasi.
4.                                           Pengkajian                                              spesifik/
5.                           Pemeriksaan                             fungsi                             paru/
6.                    Pemeriksaan                           fungsi                          kardiovaskuler/
(Pediatric.com)


F.                                       MANIFESTASI                                                 KLINIS
Asfiksia biasanya merupakan akibat dari hipoksi janin yang menimbulkan tanda:
-     DJJ     lebih     dari      1OOx/mnt/kurang           dari       lOOx/menit           tidak      teratur
-     Mekonium          dalam          air        ketuban      pada           janin       letak        kepala
-                                                                                                      Apnea
-                                                                                                       Pucat
-                                                                                                    Sianosis
-                       Penurunan                            terhadap                               stimulus.
(Medicine and linux.com)


G.                                PENATALAKSANAAN                                                    KLINIS
1.                                            Tindakan                                                Umum
a.                           Bersihkan                               jalan                             nafas.
Kepala bayi dileakkan lebih rendah agar lendir mudah mengalir, bila perlu digunakan
larinyoskop untuk membantu penghisapan lendir dari saluran nafas yang lebih dalam.Saluran
nafas atas dibersihkan dari lendir dan cairan amnion dengan pengisap lendir, tindakan ini
dilakukan dengan hati- hati tidak perlu tergesa- gesa atau kasar. Penghisapan yang dilakukan
dengan ceroboh akan timbul penyulit seperti: spasme laring, kolap paru, kerusakan sel
mukosa      jalan   nafas.     Pada    asfiksia    berat    dilakukan        resusitasi   kardiopulmonal.
b.                       Rangsang                             reflek                              pernafasan.
Dilakukan setelah 20 detik bayi tidak memperlihatkan bernafas dengan cara memukul kedua
telapak kaki menekan tanda achiles. Bayi yang tidak memperlihatkan usaha bernafas selama
20 detik setelah lahir dianggap telah menderita depresi pernafasan. Dalam hal ini rangsangan
terhadap bayi harus segera dilakukan. Pengaliran O2 yang cepat kedalam mukosa hidung

                                                     7
dapat pula merangsang reflek pernafasan yang sensitive dalam mukosa hidung dan faring.
Bila cara ini tidak berhasil dapat dilakukan dengan memberikan rangsangan nyeri dengan
memukul                    kedua                  telapak                      kaki                 bayi.
c.                     Mempertahankan                                 suhu                        tubuh.
Pertahankan suhu tubuh agar bayi tidak kedinginan, karena hal ini akan memperburuk
keadaan asfiksia.Bayi baru lahir secara relative banyak kehilangan panas yang diikuti oleh
penurunan suhu tubuh. Penurunan suhu tubuh akan mempertinggi metabolisme sel sehingga
kebutuhabn oksigen meningkat. Perlu diperhatikan agar bayi mendapat lingkungan yang
hangat segera setelah lahir. Jangan biarkan bayi kedinginan (membungkus bayi dengan kain
kering dan hangat), Badan bayi harus dalam keadaan kering, jangan memandikan bayi
dengan air dingin, gunakan minyak atau baby oil untuk membersihkan tubuh bayi. Kepala
ditutup dengan kain atau topi kepala yang terbuat dari plastik (Medicine and linux.com DAN
Pediatric.com).
2.                                        Tindakan                                                khusus
a.                                         Asfiksia                                                berat
Berikan O2 dengan tekanan positif dan intermiten melalui pipa endotrakeal. dapat dilakukan
dengan tiupan udara yang telah diperkaya dengan O2. Tekanan O2 yang diberikan tidak 30
cm H 20. Bila pernafasan spontan tidak timbul lakukan message jantung dengan ibu jari yang
menekan             pertengahan           sternum                80                –100         x/menit.
b.                                  Asfiksia                                              sedang/ringan
Pasang relkiek pernafasan (hisap lendir, rangsang nyeri) selama 30-60 detik. Bila gagal
lakukan pernafasan kodok (Frog breathing) 1-2 menit yaitu : kepala bayi ektensi maksimal
beri O2 1-2 1/mnt melalui kateter dalam hidung, buka tutup mulut dan hidung serta gerakkan
dagu ke atas-bawah secara teratur 20 x/menit Penghisapan cairan lambung untuk mencegah
regurgitasi (Medicine and linux.com).


H.   THERAPI        CAIRAN     PADA       BAYI       BARU        LAHIR         DENGAN       ASFIKSIA
1.   Tujuan       Pemberian    Cairan     untuk       Bayi    Baru           Lahir    dengan     asfiksia
a.        Mengembalikan             dan            mempertahankanKeseimbangan                      airan
b.                  Memberikan                     obat                        –                  obatan
c.                     Memberikan                            nutrisi                           parenteral
2.            Keuntungan           dan                kerugian                 therapy            Cairan

                                               8
Keuntungan                                                                                                        :
a. Efek therapy segera tercapai karena penghantaran obat ketempat target berlangsung cepat
b. Absorbsi total, memungkinkan dosis obat lebih tepat dan therapy lebih dapat diandalkan
c. Kecepatan pemberian dapat dikontrol sehingga efek therapy dapat dipertahankan maupun
dimodifikasi
d. Ras sakit dan iritasi obat- obat tertentu jika diberikan intramuscular dan subkutan dapat
dihindari
e. Sesuai untuk obat yang tidak dapat diabsorpsi dengan rute lain karena molekul yang besar,
iritasi         atau         ketidakstabilan              dalam                 traktus         gastrointestinal.
Kerugian                                                                                                          :
1.           Resiko          toksisitas/anapilaktik                 dan              sensitivitas           tinggi
2.              Komplikasi                tambahan                    dapat                   timbul              :
•                Kontaminasi                   mikroba                          melalui                   sirkulasi
•             Iritasi          vaskuler               (                   spt               phlebitis             )
•     Inkompabilitas     obat       dan      interaksi         dari         berbagai          obat      tambahan.
3. Peran Perawat terhadap Therapi Cairan pada bayi baru lahir dengan asfiksia
1. Memastikan tidak ada kesalahan maupun kontaminasi cairan infuse maupun kemasannya.
2. Memastikan cairan infuse diberikan secara benar (pasien, jenis cairan, dosis, cara
pemberian                         dan                               waktu                               pemberian)
3.                 Memeriksa                   kepatenan                           tempat                   insersi
4.            Monitor             daerah                  insersi                  terhadap               kelainan
5.          Mengatur         kecepatan          tetesan              sesuai               dengan          program
6. Monitor kondisi dan reaksi pasien




                                                  9
BAB III
TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN
1.                                 Pengumpulan                                 Data
a.                                  Identitas                                  klien
Nama                         :                        By.                          Y
Usia                       :                         7                          hari
Jenis                  Kelamin                     :                    Perempuan
Ruang/kamar                              :                           Peristi/Dahlia
No.                     Reg                        :                        407221
Diagnosa     medik        :         BBLSR       dengan        Asfiksia        Berat
Dr.      penanggung          jawab          :     dr.        S         Sp          A
Tanggal      masuk        :          5-12-2010       Pukul        07.15        WIB
Tanggal     pengkajian         :      13-12-2010       Pukul      08.00        WIB
Apgar          skor              :           3          (Asfiksia            Berat)


b.                 Identitas                 penanggung                 jawab
Nama                          :                    Tn.                      A
Umur                        :                    35                     tahun
Pekerjaan                            :                            Wiraswasta
Pendidikan                                :                              SMA
Hub                dengan              klien               :             Anak
Alamat rumah : Pecabean RT 04/01 Kec. Pangkah Kab. Tegal
Masalah                                utama                                 :
Sesak                                                                   nafas
Riwayat                   Penyakit                 Sekarang                  :
Pada saat dikaji tanggal 13 Desember 2010 Jam 08.00 Wib, bayi tampak sesak
nafas dengan respirasi 76 x/menit. Sesak berkurang jika posisi bayi semi
ekstensi dan terpasang O2 Sungkup 5 liter/menit ditandai dengan menurunnya
retraksi rongga dada dan sesak tampak bertambah dengan posisi bayi fleksi
ditandai                dengan                peningkatan                PCH.
Riwayat                    Penyakit                  Dahulu                  :
Bayi lahir pada 5 – 12 – 2010 Pukul 07.15 WIB di Ruang Mawar RSUD Kota
Langsa melalui persalinan spontan dengan gravidarum II, APGAR SCORE pada
menit pertama 3, menit ke 5 nilainya 3 dan pada menit ke 10 nilainya 3, berat
badan 1400 gram, panjang badan 38 cm dan air ketuban berwarna jernih. Dan ibu
klien mengatakan riwayat kehamilan dan persalinan anak pertama prematur.
Riwayat                   penyakit                  keluarga                 :

                                        10
Keluarga klien mengatakan bahwa keluarganya tidak mempunyai penyakit infeksi
menular (Misalnya TB), penyakit kardiovaskuler (Hipertensi), dan penyakit
keturunan (DM/Asma). Riwayat kehamilan persalinan sebelumnya adalah
prematur     dan   tidak   ada    riwayat   kehamilan   gemeli    (Kembar).
Genogram

Riwayat                                    Psikologis                               :
Keluarga klien mengatakan khawatir dengan keadaan bayinya, ekspresi wajah ayahnya
tampak cemas, dan bertanya-tanya mengenai kondisi bayinya ketika menjenguk bayinya di
ruang                                                                      perawatan.
Data                       Sosial                       Ekonomi                     :
Kepala keluarga adalah ayah klien, sekaligus penangung jawab perekonomian, keputusan
diambil oleh ayah dan ibu klien secara musyawarah.




                                           11
A.                           PENGKAJIAN                                                  FISIK                            :
1                                               Keadaan                                                             umum
Keadaan              umum                   :                    Klien                       tampak                  lemah
Lingkar                      kepala                           :                                  26                     cm
Lingkar                       Dada                           :                                   28                     cm
Lingkar                       Perut                          :                                   25                     cm
Panjang                      Badan                            :                                  38                     cm
Berat               badan                       lahir                        :                        1400              gr
BB                 saat                   dikaji                         :                        1200                  gr
Lingkar                   lengan                   atas                          :                      5               cm
2                                                  Vital                                                              Sign
P                              :                                     138                                           x/menit
RR                                 :                                     76                                        x/menit
T                                  :                                         39,1                                       0C
3                                                                                                                   Kepala
Bentuk kepala normochepal, rambut tipis lurus dengan warna rambut hitam, tidak terdapat
benjolan, tidak ada lesi, keadaan sutura sagitalis datar, tidak ada nyeri tekan, terdapat lanugo
disekitar                                                                                                           wajah.
4                                                                                                                     Mata
Bentuk mata simetris, tidak terdapat kotoran, bulu mata belum tumbuh, sklera tidak ikterik.
5                                                                                                                  Telinga
Bentuk simetris, tidak terdapat serumen, tidak terdapat benjolan dan lesi, tulang telinga lunak,
tulang       kartilago        tidak       mudah              membalik/lambat,                         terdapat      lanugo
6                                                                                                                  Hidung
Bentuk hidung normal, PCH positif, terpasang O2 sungkup 5 liter/menit, terpasang NGT,
keadaan        hidung         bersih,           tidat        terdapat                    polip         dan        benjolan.
7                                                                                                                    Mulut
Bentuk bibir simetris, tidak terdapat labio palato skizis, tidak terdapat stomatitis, mukosa
bibir     tampak    pucat      dan      terdapat        jamur       sisa             –     sisa       pemberian      PASI.
8                                                                                                                    Dada
Bentuk dada cekung, bersih, terdapat retraksi (pada dinding epigastrium), RR 76x/menit,
suara nafas Vesikuler, Cor BJ I BJ II terdengar jelas, tidak terdapat bunyi jantung tambahan

                                                        12
(BJ III), tidak terdapat kardiomegali, palpasi nadi radialis brakhialis dan karotis teraba lemah
dan                                                                                                      ireguler.
9                                                                                                      Punggung
Keadaan punggung bersih, terdapat banyak lanugo, tidak terdapat tanda-tanda dekubitus/
infeksi.
10                                                                                                      Abdomen
Bentuk abdomen datar, BU 10 x/menit, lingkar perut 25 cm, tidak terdapat hepatomegali,
turgor kulit kurang elastis ditandai dengan kulit kembali ke bentuk semula lebih dari 2 detik.
11                                                                                                     Umbilikus
Tidak ada kelainan dan tanda-tanda infeksi tali pusat, warna merah muda, bau tidak ada, tali
pusat                                            sudah                                                   terlepas.
12                                                                                                      Genitalia
Labia mayor belum menutupi labia minor, Anus paten ditandai dengan bayi sudah BAB,
mekoniun sudah keluar dan warna terlihat hitam dan konsistensi lembek.
13                                                                                                     Integumen
Struktur kulit halus dan tipis, merah pucat (Pale Pink), lapisan lemak tipis pada jaringan kulit,
keriput, tidak ada ruam merah (Skin rash). Lanugo tersebar diseluruh permukaan tubuh.
14                                               Tonus                                                       Otot
Gerakan        bayi     kurang     aktif,     bayi          bergerak        apabila       diberi      rangsangan.
15                                                                                                    Ekstrimitas
Atas : Bentuk simetris, jari-jari tangan lengkap, akral dingin tidak terdapat benjolan dan lesi.
Bawah : Bentuk simetris, jari-jari kaki lengkap, akral dingin, terpasang IVFD D5 ½ NS
Mikro drip di kaki sebelah kanan dengan 10 tetes/menit, tidak terdapat benjolan dan lesi.
Udema Sianosis
16                                                                                                        Refleks
Moro       :    Moro      ada      ditandai     dengan             cara     dikejutkan       secara      tiba-tiba
dengan         respon       bayi       terkejut             tapi          lemah       (sedikit         merespon)
Menggenggam : Refleks genggam positif tetapi lemah ditandai dengan respon
bayi            menggenggam                 telunjuk                pengkaji              tetapi          lemah.
Menghisap       :     Menghisap     lemah      ditandai        dengan        bayi     mau     menghisap       dot
tetapi                   daya                     hisap                           masih                   lemah.
Rooting : Rooting positif tapi masih lemah ditandai dengan kepala bayi mengikuti stimulus

                                                       13
yang di tempelkan yang disentuhkan di daerah bibir bawah dagu hanya tetapi bayi hanya
mengikuti setengah dari stimulus tersebut.
Babynski : Refleks babinsky positif ditandai dengan semua jari hiper ekstensi dengan jempol
kaki dorsi pleksi ketika diberikan stimulus dengan menggunakan ujung bolpoint pada telapak
kaki.
17                                                                                                                               Therapy
Efotax             2                         x                      100                    mg                   Antibiotik              iv
Gentamicine                  3                           x                   5              mg                   Antibiotik             iv
Aminophiline                 3                           x               5                mg               Bronkodilator                iv
Dexamethasone                    3                       x              1/3               ampul                Kortikosteroid           iv
Sanmol             2                     x                        0.2                cc              Antipiretik                parenteral
Sorbital           30                    mg                        Antikompulsif                     iv            (Jika            perlu)
IVFD          D5             ½                       NS                 Mikro              drip            9         tts/menit          iv


18                                                                                                                         Laboratorium
WBC                     10.0                                     103/mm3                            4.0/11.0                    103/mm3
HGB                       13,3                                          g/dl                         11.0/18.8                        g/dl
HCT                       36,9                                           %                            35.0/55.0                        %
PLT                    235                                       103/mm3                            150/400                     103/mm3
MPV 107 Fl 6.0/10.0 Fl


B.                                                                      DATA                                                         IBU
Nama                                                 :                                            Ny.                                   Y
Usia                                             :                                             32                                   tahun
Pekerjaan                                                                        :                                                    IRT
Pendidikan                                                                       :                                                  SMA
Status      Kehamilan                :           G2               P2           A0         usia       kehamilan          29        minggu
HPHT                             :                                       10                               Mei                        2010
HPL                          :                                      17                              Februari                        2009
Riwayat            Persalinan                                :           Persalinan                  spontan,              P2         A0
Riwayat        Kesehatan                             :             Kehamilan                 prematur               kurang          bulan
Lama Persalinan : 8 jam 45 menit, Kala I : 7 jam, Kala II : 15 Menit, Kala III 30

                                                                          14
menit,             kala                   IV               1jam                   setelah                      plasenta             lahir.
Riwayat           ANC                :            Trimester            1          :             1          kali            di       bidan
Trimester                                 2                            :                                   1                         kali
Trimester        3           (usia          kehamilan            7         bulan           ):         2         kali        di      bidan
Obat                     –                        obatan                      :                        Obat                       warung
Riwayat           Kehamilan,                       Persalinan              dan              Masa                  Nifas            dahulu
No       Jk     Umur           Usia            kehamilan          Penolong                BBL          Nifas           Masalah        Ket
1.       ♀           2         hari               28       minggu                 Bidan               1200             gr         Normal
40                                   hari                                   BBLSR                                               Meninggal
2. ♀ 7 hari 29 minggu Bidan 1400 gr Normal BBLSR Hidup
Riwayat                                        menstruasi                                            ibu                                 :
Haid                           pertama                                 :                              12                            tahun
Siklus                           :                            28                                    hari                           teratur
Volume/banyaknya                              :               2                       x                    ganti                  balutan
Lama haid : 5 hari


C.                                                       ANALISA                                                                   DATA
No
Data                                     Fokus                                    Etiologi                                       Masalah
1                                                                                                                                     Ds:
Do:
                        Bayi                              tampak                                   sesak                           nafas
                                        RR                                           76                                          x/Menit
               Terlihat                      retraksi                 pada                     dinding                     epigastrium
                                                               PCH                                                                     +
             Terpasang                   O2             sungkup                   (5                liter             /           menit)
 Ujung ekstrimitas teraba dingin BBLSR
Imaturitas sistem pernafasan
Usaha nafas bayi tidak maksimal (A.S : 3)
CO2 meningkat (Hiperkapneu)
Gangguan                     pertukaran                    gas                    GG.                      Pertukaran                 O2
2 Ds:

                                                                  15
Do:
                       S                          :                            39,1                        0C/Anal
                            Leukosit                                     10.                             103/mm3
                Struktur                  kulit                       halus                  dan              tipis
                Bayi                di                   simpan                     dalam                inkubator
Imaturitas jaringan lemak pada subkutan
Mekanisme penguapan panas (E,R,K,K)
Gangguan                            suhu                                tubuh                           (Hipertermi)
GG.                          Thermoregulasi                                     :                        Hypertermi
3 Ds :
Do                                                                                                                 :
                                              NGT                                                        terpasang
          IVFD             D5            ½              NS             Mikro               drip         10tts/menit
               PASI                12x                    5               –                  7,5            cc/hari
           Refleks               hisap            lemah                  dan              menelan            lemah
                       BB                              lahir                          1400                       gr
 BB saat dikaji 1200 gr Imaturitas sistim pencernaan
Motilitas usus rendah
Daya                mencerna                       dan                    mengabsorpsi                      makanan
berkurang
Pengosongan lambung bertambah
Distensi abdomen
Kerja otot spingter kardio esophagus berkurang
Intake                  nutrisi                        kurang                       dari                  kebutuhan
Gangguan        pemenuhan         kebutuhan            nutrisi     :     kurang        dari     kebutuhan     tubuh
4                                                         Ds                                                       :
        Keluarga       klien       mengatakan              khawatir            dengan        keadaan       bayinya
Do                                                                                                                 :
               Ekspresi              wajah                      ayahnya                   tampak             cemas
 Ayah klien sering bertanya-tanya mengenai kondisi bayinya ketika menjenguk bayinya di
ruang perawatan. BBLSR
Hospitalisasi
                                                          16
Perawatan ekstra di ruang perinatologi
Bonding Attachment tidak terjadi
Koping keluarga in efektif
Cemas
Gangguan                   rasa          aman               :           Cemas                 Orang          tua
5                                                                                                            Ds
Do:
                                                  Terpasang                                               NGT
     IVFD       D5        ½      NS    Mikro      drip10tts/menit       di     ekstrimitas     bawah     dextra
                      S                       :                 39,1                      0                  C
        Oedem         pada         ektremitas       bawah        dextra         yang      terpasang       infus
                                 Leukosit                           10.                               103/mm3
Imaturitas sistem imunologi
Rendahnya kadar Ig G ( gammaglobulin )
Penurunan antibodi dan daya tahan fagositosis belum matur
Invasi bakteri kuman patogen,selang infus/NGT
Resiko tinggi terjadi infeksi Resiko tinggi terjadi infeksi


D.                                      DIAGNOSA                                           KEPERAWATAN
1.    Gangguan        pertukaran       O2    berhubungan        dengan        Imaturitas   sistem     pernafasan
2. Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                                 dalam                              tubuh                             bayi
3. Gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Imaturitas                                           sistem                                           pencernaan
4. Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan proses hospitalisasi
5. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi


E.                    PRIORITAS                         DIAGNOSA                           KEPERAWATAN
1.    Gangguan        pertukaran       O2    berhubungan        dengan        Imaturitas   sistem     pernafasan
2. Gangguan Thermoregulasi: Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                                 dalam                              tubuh                             bayi
3. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas

                                                       17
sistem                                                                                           pencernaan
4. Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan proses hospitalisasi
5. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi


F.                   NURSING                   CARE                    PLANNING                      (NCP)
Nama             :          By.           Y             No             Medrek            :           407221
Umur         :        7      hari        Dx        Medis          :       BBLSR              +      Asfiksia
No           Diagnosa              keperawatan           Tujuan             Intervensi             Rasional
1     Gangguan       pertukaran    O2   berhubungan          dengan    Asfiksia.    Ditandai      dengan   :
Ds:
Do:
                             Bayi                               tampak                               sesak
                                 RR                              76                                x/Menit
            Terlihat               retraksi            pada              dinding                epigastrium
                                                 PCH                                                      +
Terpasang O2 sungkup (5 liter / menit) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x
24 jam diharapkan gangguan pertukaran O2 kembali normal dengan kriteria hasil :
•                                              Nafas                                                spontan
•                            O2                                tidak                               terpasang
•                                               PCH                                                  negatif
•         Frekuensi           nafas            normal           30          –         60            x/menit.
• Sianosis negatif. 1. Atur posisi kepala bayi sedikit ekstensi
2. Therapi O2 sesuai kebutuhan
3. Monitor irama, kedalaman frekuensi pernafasan bayi
4. Monitor saturasi O2 tiap 2 jam
5. Kolaborasi pemberian obat bronchodilator sesuai kebutuhan 1. Posisi kepala sedikit
ekstensi bertujuan untuk membuka jalan nafas dan mempermudah pengaliran O2 atau
oksigenasi
2. Suplai O2 diberikan bertujuan untuk mempertahankan kadar O2 dalam jaringan.
3. Mengetahui perubahan yang terjadi apakah pernafasan dalam batas normal atau terjadi
gangguan.


                                                   18
4. Saturasi O2 dilakukan bertujuan untuk mengetahui kadar O2 dalam jaringan apakah dalam
batas normal atau terjadi gangguan.
5.    Obat      bronkodilator             berfungsi      untuk     membantu                menurunkan         sesak.
2 Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                              dalam                                tubuh                                 bayi
Ditandai                                                  dengan                                                   :
Ds:
Do:
                       S                            :                     39,1                             0C/Anal
                     Kadar                      leukosit                        10.                       103/mm3
               Struktur                     kulit               halus                      dan                tipis
Bayi di simpan dalam inkubator Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
jam      diharapkan     suhu        tubuh      bayi      dalam     batas        normal       kriteria      hasil   :
•        Suhu    tubuh            dalam        batas          normal       36.50            C          –     37.50C
•                                Bayi                                  tidak                                  rewel
•                                Bayi                                   bisa                                   tidur
•     Kadar      leukosit          dalam        batas         normal       4.0         –        11.0       103/mm3
• Sekresi keringat tidak nampak. 1. Atur suhu inkubator sesuai dengan keadaan bayi.
2. Observasi TTV
3. Kompres bayi dengan kasa yang telah dibasahi dengan air hangat.
4. Kolaborasi pemberian obat antipiretik 1. Pengaturan suhu inkubator bertujuan untuk
mencegah             bayi          hipertermi            dan           menurunkan                 suhu         bayi.
2. Observasi TTV ditegakan untuk mengetahui apakah bayi mengalami gangguan atau masih
dalam                             keadaan                               batas                               normal.
3. Kompres air hangat adalah mempercepat penurunan suhu bayi.
4.       Pemberian          antipiretik      berfungsi         untuk       menurunkan              suhu       tubuh
3 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas sistem
pencernaan
Ditandai                                                  dengan                                                   :
Ds                                                                                                                 :
Do                                                                                                                 :
                                                NGT                                                       terpasang

                                                         19
        IVFD               D5           ½               NS           Mikro                   drip        10            tts/menit.
               PASI                    12x                     5                      –               7,5                 cc/hari
           Refleks                 hisap                 lemah                    dan               menelan                lemah
                     BB                         lahir                         :                       1400                     gr
BB saat dikaji : 1200 gr Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam
kebutuhan        cairan          dan         elektrolit          dapat         terpenuhi             dengan       kriteria       :
•                                  Turgor                                          kulit                                   elastis
•                     Tidak                          terjadi                                 penurunan                        BB
•       Produksi            urine            1           -2          ml            /          kg        BB          /        jam.
• Retensi cairan normal 1. Kaji reflek hisap dan menelan bayi
2.      Timbang              BB          /          hari            dengan                 timbangan           yang         sama
3. Beri ASI atau PASI tiap 2 jam jika tidak terjadi retensi
4. Lakukan Oral hygiene
5. Kolaborasi pemberian cairan sesuai kebutuhan 1. Reflek hisap dan menellan pada bayi
menandakan            bayi             sudah             dapat            di           berikan           asupan            peroral
2. Status nutrisi teridentifikasi
3. ASI PASI sebagai nutrisi utama pada bayi
4. Mencegah terjadinya kebasian sisa makanan dan terjadinya pertumbuhan jamur
5.      Keseimbangan               cairan         yang           diberikan                 sesuai      dengan           kebutuhan
4 Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan tidak terjadinya Bonding
Attachment.                                   Ditandai                                        dengan                             :
Ds                                                                                                                               :
       Keluarga           klien        mengatakan               khawatir                  dengan       keadaan           bayinya
Do                                                                                                                               :
             Ekspresi                       wajah                   ayahnya                         tampak                cemas
Ayah klien terus bertanya-tanya mengenai kondisi bayinya ketika menjenguk bayinya di
ruang perawatan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapakan
orang           tua           tidak               cemas               lagi                   dengan            kriteria          :
•                     Orang                               tua                               tampak                         tenang
•                                Orang                                         tua                                      kooperatif
•       Tidak           bertanya-tanya                   tentang               keadaan                penyakit            anaknya
• Orang tua suadah bertemu dengan bayinya. 1. Kaji tingkat kecemasan keluarga klien
                                                                20
2.     kaji     tingkat       pengetahuan        keluarga          tentang     penyakit      yang   diderita       bayinya
3. Beri penjelasan tentang keadaan bayinya
4.            Beri        waktu             keluarga              untuk            mengungkapkan               perasaannya
1. Mengetahui derajat kecemasan yang diderita oleh keluarga dan memudahkan dalam
memberikan                                                                                                       intervensi
2. Memudahkan perawat untuk melakukan komunikasi terapeutik dalam proses keperawatan
3. Menambah pengetahuan dengan memberikan informasi tentang keadaan yang dialami oleh
bayi
4.       Mengetahui              tigkat          kecemasan              yang          dialami       oleh         keluarga.
5 Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi
                                                         Terpasang                                                    NGT
                                 IVFD                                        10                                tetes/menit
                               Kadar                                  leukosit                                10.103/mm3
                         S                          :                      39,1                    0                      C
Oedem pada ektremitas yang terpasang alat tindakan medis Setelah dilakukan tindakan
keperawatan          selama       3     x       24       jam      infeksi     tidak     terjadi   dengan        kriteria    :
Tidak                                 terjadi                                tanda-tanda                              infeksi
•       Kadar        leukosit           dalam            batas        normal          4.0     –     11.0         103/mm3
•       Suhu          dalam            batas             normal        36,5o          C       –         37,5      o        C
1. Kaji tanda – tanda infeksi
2. Observasi TTV
3.                                                        Perawatan                                                    NGT
4.                                                        Perwatan                                                    IVFD
5.                             Kolaborasi                                   pemberian                            antibiotik
1. Tanda-tanda infeksi diantaranya dolor, kalor, rubor, tumor dan fungsio laesa.
2. Untuk mengetahui keadaan umum bayi apakah terjadi gangguan atau dalam batas-batas
normal
3.                                                       Mencegah                                                     infeksi
4.                                                       Mencegah                                                     infeksi
5. Antibiotik berfungsi untuk mematikan invasi bakteri penyebab infeksi




                                                                 21
G.                                           IMPLEMENTASI                                                 KEPERAWATAN
Nama                      :           By.              Y              No             Medrek                  :            407221
Umur                 :        7        hari           Dx        Medis            :        BBLSR                  +       Asfiksia
NO                                                                                                                   DIAGNOSA
KEPERAWATAN TANGGAL/ PUKUL IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TTD
1               Gangguan              pertukaran             O2            berhubungan               dengan              Asfiksia
13-12-2010
08.00 WIB
08.05
15-12-2010
Pukul                                                           08.00                                                       WIB
08.05 WIB
16-12-2010
Pukul 08.00 WIB
08.05 WIB
1.               Mengatur                   posisi            kepala              bayi              sedikit              ekstensi
R                              :                        Klien                            tampak                            lemah
H                    :              Posisi              kepala                 sudah                 semi                ekstensi
2.              Memonitor              irama,              kedalaman            frekuensi             pernafasan             bayi
R                         :                  Sesak                     nafas                      masih                   terlihat
H : Frekuensi pernapasan 76 x/menit, retraksi dinding dada berlebihan tidak
terdapat                                      suara                              nafas                                 tambahan
3.      Melakukan                  observasi          Therapi         O2       sesuai         5     liter/menit          sungkup
R       :            Klien         tampak        lemah          dan        pernapasan             cepat          dan     dangkal
H           :            Oksigen       telah          terpasang            dengan        sungkup             5         liter/menit
4. memberikan therapy injeksi Aminophiline dosis 5 mg dan Dexamethason 1/3 ampul secara
parenteral                                                                                                             intravena.
R                :            Klien             tampak                menyeringai                 ekspresi              kesakitan
H : Obat bronckodilator telah diinjekan pada jam 08.00 WIB
1.          Mengobservasi               pemberian             Therapi          O2         5         liter/menit          sungkup
R       :            klien         tampak        lemah          dan        pernapasan             cepat          dan     dangkal
H           :            Oksigen       telah          terpasang            dengan        sungkup             5         liter/menit

                                                                  22
2. Memberikan injeksi Aminophiline dosis 5 mg dan Dexamethason 1/3 ampul secara
parenteral                                                                                                                 intravena
R                 :               Klien                tampak             menyeringai                  ekspresi            kesakitan
H : Obat bronckodilator telah diinjekan pada jam 08.00 WIB
1.                 Mengatur                      posisi            kepala               bayi             sedikit              ekstensi
R                                  :                           Klien                           tampak                           lemah
H                         :                 Posisi             kepala              sudah                 semi                 ekstensi
2.       Mengobservasi                       pemberian         Therapi        O2       sesuai      5      liter/menit         sungkup
R        :            Klien             tampak          lemah         dan       pernapasan             cepat        dan       dangkal
H            :                Oksigen          telah         terpasang         dengan           sungkup           5       liter/menit
3.               Memonitor                     irama,          kedalaman               frekuensi           pernafasan             bayi
R                                  :                           Sesak                           masih                           terlihat
H    :           Frekuensi          pernapasan           70x/menit,         retraksi    dinding        dada    berlebihan        tidak
terdapat                                             suara                             nafas                              tambahan
4. memberikan injeksi obat Aminophiline dosis 5 mg dan Dexamethason 1/3 ampul secara
parenteral                                                                                                                intravena.
R                 :               Klien                tampak             menyeringai                  ekspresi            kesakitan
H        :            Obat          bronckodilator             telah        diinjekan       pada         jam          08.00      WIB
2 Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                                               dalam                                tubuh                                   bayi
13-12-2010
Pukul 08.00 WIB
08.05 WIB
08.10 WIB
15-12-2010
08.00 WIB
08.05 WIB
16-12-2010
08.00 WIB
08.05                            WIB                    1.               Mengobservasi                        TTV                Bayi
R                     :                Klien                 tampak             menangis                 dan              meringgis
H                                       :                        Vital                            Sign                            bayi

                                                                        23
S                                       :                                      39.1                                   0C
N:                                                     138                                                       x/menit
R                                                                                                          :76x/menit
2.   Memberikan                Sanmol        Drop     0.2        cc        secara      parenteral      selang      NGT.
R         :               Klien               Tampak              menyeringai                   dan         menangis
H                 :                Obat                  antipiretik                      telah                 diberikan
3.                Mengatur                     suhu                        inkubator                  35              0C
R                 :                 Bayi                     berada                    dalam                inkubator
H : Suhu inkubator telah disesuaikan 35 0 C
1.                              Mengobservasi                                       TTV                             Bayi
R         :               Klien                tampak                 menangis                 dan          meringgis
H                          :                        Vital                               Sign                        bayi
S             :                   37,6                0C                     P:                120               x/menit
R                                                                                                          :74x/menit
2. Memberikan obat antipiretik Sanmol Drop 0.2 cc 2x perhari secara parenteral selang NGT.
R         :               Klien               Tampak              menyeringai                   dan         menangis
H                 :                Obat                  antipiretik                      telah                 diberikan
1.                              Mengobservasi                                       TTV                             Bayi
R         :               Klien                tampak                 menangis                 dan          meringgis
H                          :                        Vital                               Sign                        bayi
S                     :                     370C                      P:                  120                    x/menit
R                                                      :70                                                       x/menit
2. Memberikan obat antipiretik Sanmol Drop 0.2 cc 2x perhari secara parenteral selang NGT.
R         :               Klien               Tampak              menyeringai                   dan         menangis
H                 :                Obat                  antipiretik                      telah                 diberikan
3 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas sistem
pencernaan                                                                                                 13-12-2010
09.00 WIB
09.05 WIB
15-12-2010
09.05 WIB
09.10 WIB

                                                            24
16-12-2010
09.05 WIB
09.10                 WIB           1.         Mengkaji            reflek         hisap          dan        menelan         bayi
R    :           Bayi    merespon           dengan        menjulurkan       lidah        pada     saat     disentuh      bibirnya
H : Reflek menelan dan menghisap ada tetapi lemah dan terpasang selang NGT
2.           MemberikanPASI                      sebanyak           5-7,5         cc        melalui           selang        NGT
R                               :                          Klien                          tampak                           lemah
H : PASI telah diberikan sebanyak 7,5 cc melalUI selan NGT
3.               Menimbang                BB          /     hari         dengan           timbangan            yang         sama
R                 :         Klien               tampak            lemah            pergerakan              kurang           aktif
H                           :                    BB                      Klien                      1200                    gram
3.           Melakukan                   kolaborasi        pemberian             cairan          sesuai       kebutuhan         .
H : Kebutuhan cairan Bayi adalah 10 tts/menit (240 ml)
1        Memberikan                      PASI         sebanyak         5-7,5        cc          melalui       selang        NGT
R                               :                          Klien                          tampak                           lemah
H : PASI telah diberikan sebanyak 7,5 cc melalui selang NGT pada pukul 08.10
WIB
2        Melakukan                   kolaborasi            pemberian           cairan           sesuai        kebutuhan         .
H : Kebutuhan cairan Bayi adalah 10 tts/menit (240 ml)
1.       Memberikan                      PASI         sebanyak         5-7,5        cc          melalui       selang        NGT
R                               :                          Klien                          tampak                           lemah
H : PASI telah diberikan sebanyak 7,5 cc melalui selang NGT pada pukul 09.00
WIB
2.           Melakukan                   kolaborasi        pemberian             cairan          sesuai       kebutuhan         .
H            :         Kebutuhan             cairan        Bayi          adalah        10         tts/menit       (240       ml)
4 Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan tidak terjadinya Bonding
Attachment.                                                                                                         13-12-2010
11.30 WIB
15-12-2010
10.00                       WIB                  1.               Mengkaji                  kecemasan                   keluarga
R        :            Keluarga           mau      berkomunikasi             dengan          perawat         dan        kooperatif
H : Orang tua klien mengatakan khawatir tehadap kondisi bayinya saat ini

                                                                    25
2.   Mengkaji             pengetahuan              orang     tua    tentang       penyakit     dan     keadaan       bayinya
R    :           Orang     tua           tidak     mengerti        dengan      keadaan       yang     dialami        bayinya.
H        :        Orang            tua      tidak     mengetahui            penyakit      yang        diderita       bayinya
3.           Memberi                 penjelasan             tentang          keadaan         bayinya          saat        ini
R                  :                 Orang                  tua               bayi             tampak                  cemas
H : Orang tua tampak mengerti dengan penjelasan yang disampaikan perawat.
4.           Memberi                waktu           keluarga          untuk          bertemu         dengan          bayinya
H : Orang tua telah melihat bayinya dari luar jendela ruangan dan tampak senang..
5.           Memberi                waktu           keluarga          untuk          mengungkapkan            perasaannya
R                              :                           Orang                       tua                        kooperatif
H : Orang tua berharap semoga bayinya cepat sembuh dan segera dibawa pulang.
.
1.                       Mengkaji                          kembali                    kecemasan                      keluarga
R        :        Keluarga               mau       berkomunikasi            dengan       perawat        dan       kooperatif
H    :       Orang        tua       klien        mengatakan        masih      khawatir    tehadap       kondisi      bayinya
2.           Memberi                waktu           keluarga          untuk          bertemu         dengan          bayinya
H : Orang tua telah melihat bayinya dari luar jendela ruangan dan tampak
senang.                  dan               ingin           segera            membawa                bayinya           pulang
5 Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi
13-12-2010
08.00 wib
08.05 WIB
12.00 WIB
15-12-2010
08.00 WIB
08.05 WIB
12.00 WIB 1. Mengkaji tanda – tanda infeksi pada daerah yang terpasang infus dan NGT
R            :         Klien               tampak           lemah           dan        gerakan          kurang          aktif
H : Pada daerah yang terpasang infus lerlihat ruam merah dan sedikit bengkak.
2.                  Memberikan                        anti                  biotik             Efotak                 100mg
R                              :                           Klien                       tampak                          lemah
H : Antibiotik telah diinjekan melalui selang IVFD

                                                                   26
3. Melakukan kolaborasi pemberian anti biotik Gentamycin 5mg hari pada jam R : Klien
tampak                                                                                                                        tertidur
H            :             Antibiotik                telah             diinjekan           melalui           selang            IVFD
1. Mengkaji tanda – tanda infeksi pada daerah yang terpasang infus dan NGT
R        :             Klien                   tampak           lemah          dan           gerakan             kurang          aktif
H : Pada daerah yang terpasang infus lerlihat ruam merah dan sedikit bengkak.
2.                    Memberikan                            anti               biotik                   Efotak                100mg
R                                :                           Klien                            tampak                           lemah
H            :             Antibiotik                telah             diinjekan           melalui           selang            IVFD
3. Melakukan kolaborasi pemberian anti biotik Gentamycin 5mg hari pada jam R : Klien
tampak                                                                                                                        tertidur
4. H : Antibiotik telah diinjekan melalui selang IVFD


H.                                                  EVALUASI                                                 KEPERAWATAN
Nama                   :                  By.               Y             No             Medrek                   :           407221
Umur              :          7             hari         Dx             Medis         :          BBLSR                 +      Asfiksia
NO                                                                                                                        DIAGNOSA
KEPERAWATAN                                     TANGGAL                      /PUKUL                 EVALUASI                    TTD
1        Gangguan                         pertukaran               O2          berhubungan                dengan             Asfiksia
17-12-2010
Pkl.                                                08.00                                       S                                    :
O                                                                                                                                    :
•                          Bayi                         terlihat                         Sesaknya                          berkurang
•                                    R                             :                           68                             x/menit
•        O2                 masih                  terpasang             secara             binasal          2             liter/menit
•                                        Retraksi                               rongga                                    epigastrium
•                                          PCH                                      tidak                                    terdapat
•                                         Tidak                                    terjadi                                  cyanosis
A                            :                          Masalah                              teratasi                       sebagian
P                                          :                                 Lanjutkan                                     intervensi
I                                                                                                                                    :
•                Atur                     posisi                kepala              bayi                sedikit              ekstensi

                                                                        27
•                    Therapi                           O2                          sesuai                        kebutuhan
•                   Monitor                          frekuensi                       pernafasan                        bayi
•               Monitor                   saturasi                O2                 tiap                 2            jam
•        Kolaborasi           pemberian               obat          bronchodilator              sesuai           kebutuhan
2 Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                                    dalam                                   tubuh                                bayi
17-12-2010
Pkl.                         08.10                                Wib                              S                       :
O                                                                                                                          :
•      Keadaan            umum              bayi      lemah          dan          gerakannya             kurang        aktif
•                    Bayi                            masih                         dalam                          inkubator
•                                                    Tanda-tanda                                                       vital
S:        36.5        0           C          P:       108           x/       menit           R.           68        x/menit
•        Bayi        dibedong               dengan           kain         yang            bersih          dan        hangat
•         Kulit           tipis             dan         belum              terbentuk               jaringan          lemak
A                                     :                                  Masalah                                    teratasi
P                                 :                                 Lanjutkan                                    intervensi
I                                                                                                                          :
•                                                    Observasi                                                        TTV
•        Atur          suhu               inkubator           sesuai              dengan               suhu         ruangan
•                         Kaji                           penyebab                                  hipertermi/hipotermi
•                     Ganti                           popok                           apabila                         basah
Kolaborasi                  pemberian                    antipiretik                      sesuai                 kebutuhan
3 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas sistem
pencernaan                                                                                                      17-12-2010
Pkl.                         09.00                             Wib                              S:                         -
O:
•                                 NGT                                     tidak                                   terpasang
•                                     Muntah                                      tidak                                 ada
•                 Replek                     menghisap                     ada                  dan                  lemah
•         PASI             peroral             2        jam              sekali           sebanyak              5        cc
•                                     BB:                                   1200                                      gram

                                                             28
•                       Turgor                              kulit                            tidak                       elastis
•        IVFD               D5           ½            NS              Mikro               drip             10          tts/menit
A                       :                          Masalah                             teratasi                        sebagian
P                                :                                   Lanjutkan                                        Intervensi
I                                                                                                                              :
•             Kaji                 reflek               hisap                    dan                 menelan               bayi
•       Timbang             BB           /          hari            dengan             timbangan             yang         sama
•      Beri      ASI        atau       PASI          tiap       2      jam         jika        tidak        terjadi      retensi
•             Bersihkan                 sisa-sisa                   susu                di                mulut            bayi
•                Observasi                     intake                      dan                    output                  cairan
•                  Kaji                      Bab                       dan                        BAK                      bayi
•        Kolaborasi                pemberian                cairan            sesuai              kebutuhan              perhari
4 Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan tidak terjadinya Bonding
Attachment.                                                                                                       17-12-2010
Pkl.                         11.00                                  WIB                               S                        :
Orang tua bayi mengatakan ingin segera membawa pulang bayinya dan kapan bayinya
sembuh
O                                                                                                                              :
•                Orang                       tua                    klien                      tampak                    gelisah
•                       Orang                           tua                            klien                          kooperatif
•                Orang                       tua                     klien                     tampak                    cemas
A                       :                          Masalah                             teratasi                        sebagian
P                                :                                   Lanjutkan                                        intervensi
I                                                                                                                              :
•                Kaji                  tingkat                      kecemasan                        Orang                  Tua
•               Kaji                  tingakat                      pengetahuan                       Orang                 Tua
•        Beri           waktu           keluarga              untuk              bertemu              dengan            bayinya
•               Beri                 penjelasan                     tentang                    keadaan                  bayinya
•        Beri           waktu           keluarga               untuk              mengungkapkan                   perasaannya
• Motivasi Orang tua bayi agar selalu menjenguk selam bayi salam perawatan
5 Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi
17-12-2010

                                                              29
Pkl.                    12.00                         WIB                            S                      :
O                                                                                                           :
•                                         Tanda-tanda                                                   vital
•      S:       36.8      0       C       P:         102        x/menit         R.            68     x/menit
•      Terdapat         bengkak        pada          daerah          yang        terpasang            IVFD.
•           Terpasang         IVFD             D5           ½          Ns                10         tts/menit
A                   :                 Masalah                        teratasi                       sebagian
P                         :                              Lanjutkan                                 intervensi
I                                                                                                           :
•               Kaji              tanda                    –                tanda                     infeksi
•             Melakukan               perawatan                 NGT                  dan               Infus
•                                         Observasi                                                     TTV
• Kolaborasi pemberian antibiotik




                                                    30
BAB                                                                                               IV
PEMBAHASAN
Berdasarkan study kasus BBLSR dengan Asfiksia pada By. Y di Ruang Perinatologi/Dahlia
RSUD      Kota    Langsa,      ditemukan   beberapa     masalah       keperawatan        yaitu      :
6.   Gangguan    pertukaran    O2   berhubungan     dengan    Imaturitas   sistem       pernafasan
7. Gangguan Thermoregulasi: Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                         dalam                         tubuh                               bayi
8. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas
sistem                                                                              pencernaan
9. Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan proses hospitalisasi
10. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi
Sedangkan            masalah            keperawatan            pada             teori               :
1. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan kurangnya transfer oksigen dari ibu ke janin.
2. Resiko tinggi gangguan keseimbangan asam basa : Asidosis metabolik dan respiratory
berhubungan                    dengan                   kegagalan                        bernafas.
3. Resiko tinggi kurangnya volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan pembatasan
intake.
4. Resiko tinggi komplikasi Hipoglikemia berhubungan dengan peningkatan metabolisme.
Dari beberapa diagnosa yang di temukan dilapangan, ada beberapa diagnosa yang tidak
muncul                 pada                 teori                 diantaranya                       :
1. Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan proses hospitalisasi
2. Gangguan Thermoregulasi: Hipertermi berhubungan dengan cairan yang diperoleh/sediaan
cairan                         dalam                         tubuh                               bayi
3. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas
sistem                                                                              pencernaan
4. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologi




                                             31
BAB                                                                                             V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kematian perinatal pada bayi berat badan lahir rendah 8 kali lebih besar dari bayi normal
pada umur kehamilan yang sama. Kalaupun bayi menjadi dewasa ia akan mengalami
gangguan            pertumbuhan,           baik          fisik        maupun            mental.
Prognosis akan lebih buruk lagi bila berat badan makin rendah. Angka kematian yang tinggi
terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal seperti asfiksia,
aspirasi pneumonia, perdarahan intrakranial, dan hipoglikemia. Bila bayi ini selamat kadang-
kadang dijumpai kerusakan pada syaraf dan akan terjadi gangguan bicara, IQ yang
Berdasarkan study kasus BBLSR dengan Asfiksia pada By. Y di Ruang Perinatologi/Dahlia
RSUD        Kota    Langsa,   ditemukan      beberapa     masalah     keperawatan     yaitu      :
11. Gangguan pertukaran O2 berhubungan dengan Imaturitas sistem pernafasan
12.   Gangguan      Thermoregulasi:     Hipertermi      berhubungan   dengan   cairan     yang
diperoleh/sediaan             cairan                 dalam             tubuh                  bayi
13. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Imaturitas
sistem                                                                              pencernaan.
14. Gangguan rasa aman : Cemas Orang tua berhubungan dengan proses hospitalisasi.
15. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan imaturitas sistem imunologrendah, dan
gangguan lainnya.
B.                                                                                     SARAN
1.                                     Intitusi                                     Pendidikan.
Diharapkan agar lebih mempersiapkan mahasiswa yang terjun ke lahan praktek, agar lebih
bisa menerapkan apa yang telah didapat dari institusi pendidikan, dan lebih memantau kinerja
mahasiswa selama di lahan praktek, melalui bimbingan secara intensif.
2.                                        Lahan                                        Praktek.
Disarankan untuk dapat meningkatkan pengawasan (bimbingan) kepada Mahasiswa
Praktikan yang selanjutnya, agar lebih baik, terarah, dalam mengaplikasikan materi yang
sudah didapat dari kampus di lahan praktek sehingga lebih meningkatkan mutu keperawatan
khususnya pada kasus-kasus BBLSR dengan Asfiksia dan menurunkan angka kematian
neonatus.
3.                                     Mahasiswa                                     praktikan.

                                              32
Diharapkan agar lebih mendalami ilmu keperawatan, khususnya pada kasus-kasus BBLSR
dengan Asfiksia dan perinatal, juga diharapkan mampu menerapkan teori secara aplikatif
sebisa mungkin yang telah didapatkan.




                                         33
DAFTAR PUSTAKA
Betz, L C dan Sowden, L A. 2002. Keperawatan Pediatri Edisi 3. Jakarta : EGC.
Friedman, 1998. Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC.
Gaffar, Jumadi. L.O. 1999. Pengantar Keperawatan Profesional. Jakarta : EGC.
Garna, Heri.dkk. 2000. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi Ke
dua.Bandung : FKU Padjadjaran.
Irianto, Kus. Drs. 2004. Struktur Dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Paramedis. Bandung :
Yrama Widya.
Laksman, Hendra, T. Dr. 2003. Kamus Kedokteran. Jakarta : Djambaran.
Mansjoer, Arif, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid 1. Jakarta : EGC.
Markum. 1998. Ilmu Kesehatan Anak, Buku Ajar Jilid 1, Bagian Kesehatan Anak , Fakultas
UI, Jakarta.
Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.
Prawirohardjo, Sarwono, DR. dr. SpOG 2005, ILMU KEBIDANAN. Jakarta YBP-SP
Shelov, Steven P dan Hannemann, Robert E. 2004. Panduan Lengkap Perawatan Bayi Dan
Balita.         The           American            Academy             Of           Pediatrics.
Jakarta : ARCAN.
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak. 2002. Ilmu Kesehatan Anak 1. Jakarta : FKUI.
Supartini, Yupi, S.Kep, MSc. 2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta :
EGC.
Tambayong, Jan. Dr. 2000. Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.
WWW.Medicine and linux.com
WWW. Pediatric.com




                                             34

								
To top