Docstoc

Gagal Ginjal Kronik (DOC download)

Document Sample
Gagal Ginjal Kronik (DOC download) Powered By Docstoc
					Gagal Ginjal Kronik (Chronic Renal Failure)
Stadium Akhir
Written by dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM
                      Article Index
Gagal Ginjal Kronik (Chronic Renal Failure) Stadium Akhir
Page 2
All Pages
Page 1 of 2

(tulisan ini ditujukan untuk konsumsi masyarakat awam)




                           Gambar ginjal dengan saluran kemih

 Sumber: http://www.reverendbobbytucker.info/_/rsrc/1228965315387/what-is-kidney-
                           failure/urinary_structures.jpg



Pendahuluan

Apakah anda pernah melihat orang/teman/tetangga/keluarga melakukan cuci darah
secara teratur dan mungkin sedang merencanakan suatu operasi cangkok ginjal? Dari
luar mungkin hal ini terlihat mudah dan simple, sebab manakala anda bertanya kepada
pasien atau keluarganya, "... mau kemana?" Jawabannyapun simple saja, "oh mau
HD". Ya, HD adalah singkatan dari Hemodialysis atau cuci darah. Terapi HD biasanya
diberikan kepada penderita gagal ginjal terminal (stadium akhir).



Sebenarnya sebelum sampai ketaraf cuci darah secara teratur/rutin, biasanya pasien
dan keluarga telah melakukan banyak upaya, perjuangan, dan pengorbanan, dari sisi
waktu, tenaga maupun biaya sejak munculnya gejala/keluhan hingga HD rutin. Dari segi
pendanaan, HD rutin bisa sangat menyedot cadangan dana keluarga (bila tidak
ditanggung asuransi) sampai-sampai banyak diantaranya mencapai kondisi keuangan
kritis, yang tadinya mungkin keluarga tsb tergolong 'mampu'. Mengapa sampai
demikian? Hal ini disebabkan karakteristik penyakit ini dengan progresivitas penurunan
fungsi ginjal yang berbeda-beda, yaitu dapat berkembang cepat atau lambat. Bila
berkembang cepat, maka episode sejak tidak ada keluhan hingga timbul keluhan ringan
sampai berat memerlukan waktu beberapa bulan saja. Sedangkan pada yang lambat,
maka pasien akan mengalami episode yang panjang (beberapa tahun atau beberapa
puluh tahun) sejak tidak ada keluhan sampai timbul keluhan-keluhan ringan yang
kemudian                   menjadi                      keluhan                  berat.


Bila 'beruntung' penyakit ini kadang terdeteksi secara tidak sengaja melalui
pemeriksaan rutin (check-up) atau dengan mudah dideteksi oleh dokter yang telah
berpengalaman. Namun pada kebanyakan kasus, sebelum penyakitnya terdeteksi
sehingga diputuskan seorang pasien harus menjalani HD rutin biasanya dia sudah
berulang kali masuk-keluar (berkonsultasi ke) Klinik/RS/dokter praktek atau mungkin
telah mencoba pengobatan tradisional, tentunya disertai dengan berbagai macam
pemeriksaan laboratorium dan dibumbui pula dengan berbagai jenis obat-obatan.
Dalam kasus-kasus dimana tenaga kesehatan/dokter kurang memahami penyakit ini,
pasien mungkin saja sudah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun menjadi
pelanggan dengan keluhan-keluhan ringan dan diberikan obat sesuai keluhannya,
sampai suatu saat akhirnya diketemukan penyebab sakit yang sesungguhnya. Nah itu
yang tergolong 'mujur' karena akhirnya terdeteksi. Untuk yang tergolong 'apes', penyakit
penyebab tidak/belum terdeteksi bahkan hingga tubuhnya dititipkan ke bumi Pertiwi.
Oleh karena itu ketika kerabatnya bertanya, "sakit apa si anu sampai meninggal dunia?"
mungkin akan dijawab ,"katanya sih keracunan" atau "katanya disantet orang", dsb.


Penyakit utama apakah yang melatarbelakangi sehingga seseorang harus menjalani
cuci darah (HD) secara teratur? Kebanyakan masyarakat pada umumnya sudah
mengetahui bahwa penyebabnya adalah penyakit ginjal, namun dipastikan masih
sedikit yang mengetahui penyakit ginjal jenis apa yang menyebabkan seseorang perlu
HD teratur. Bila anda gemar membaca/browsing topik-topik kesehatan khususnya
kesehatan ginjal, atau anda memiliki background pendidikan kesehatan biasanya anda
sudah mengetahui penyebab utamanya adalah penyakit yang disebut sebagai gagal
ginjal kronik stadium akhir (terminal) atau nama kerennya end-stage Chronic Renal
Failure.



Apakah Gagal Ginjal Kronik?

Penurunan fungsi ginjal dalam skala kecil merupakan proses normal bagi setiap
manusia seiring bertambahnya usia, namun hal ini tidak menyebabkan kelainan atau
menimbulkan gejala karena masih dalam batas-batas wajar yang dapat ditolerir ginjal
dan tubuh. Tetapi oleh berbagai sebab dapat terjadi kelainan dimana penurunan fungsi
ginjal terjadi secara cepat/progresif sehingga menimbulkan berbagai keluhan dari
ringan sampai berat, kondisi ini disebut gagal ginjal kronik (GGK) atau Chronic Renal
failure (CRF).



Secara definisi, terdapat beberapa perbedaan diantara para ahli/pakar dalam
menuliskan definisi penyakit ini. Ruang lingkup yang didefinisikan bisa berbeda, ada
yang mendefinisikan berdasarkan pada apa yang terjadi pada ginjal, penyebab dan
akibatnya pada ginjal dan tubuh manusia, atau merupakan gabungan dari satu atau dua
komponen tersebut. Semuanya itu tidak salah karena para ahli (dokter) di seluruh
dunia sudah sepakat tentang mekanisme terjadinya penyakit ini, hanya cara
pengungkapannya saja yang berbeda-beda. Menurut penulis, Gagal Ginjal Kronik
adalah suatu kondisi/penyakit dimana ginjal mengalami penurunan fungsi secara
progresif-ireversibel sehingga menimbulkan berbagai kelainan dan gejala yang
mengganggu dan merugikan. Sebagai catatan, batas penurunan fungsi ginjal dimana
sudah mulai menyebabkan timbulnya gejala bagi si empunya ginjal adalah sebesar 75-
85%, artinya keluhan/gejala akan muncul/jelas bila fungsi ginjal sudah dibawah 25%.




                        Gambar penampang Ginjal dengan GGK

      Sumber: http://www.balgownievet.com.au/images/kidney_failure_chronic.jpg



Apakah Gagal Ginjal Kronik Stadium Terminal?

Disebut gagal ginjal kronik stadium 'terminal' (akhir) bila fungsi ginjal sudah dibawah 10-
15% dan tidak dapat lagi diatasi dengan pemberian obat-obatan atau diet. Pada
stadium ini ginjal sudah tidak mampu lagi beradaptasi/mengkompensasi fungsi-fungsi
yang seharusnya diemban oleh ginjal yang sangat dibutuhkan tubuh sehingga
memerlukan suatu terapi atau penanganan untuk menggantikan fungsinya yang
disebut terapi pengganti ginjal atau Renal Replacement therapy. Terapi Pengganti
Ginjal bisa dengan metode dialysis atau metode transpantasi (cangkok) ginjal. Metode
dialysis ada 2 jenis yaitu: metode cuci darah (haemodialysis atau disingkat HD) dan
cuci perut (peritoneal dialysis, disingkat PD). Keduanya akan diuraikan kemudian.



Penyebab Gagal Ginjal Kronik

Penyebab GGK dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu:

   1. Penyebab pre-renal: berupa gangguan aliran darah kearah ginjal sehingga ginjal
      kekurangan suplai darah --> kurang oksigen dengan akibat lebih lanjut jaringan
      ginjal mengalami kerusakan, misal: volume darah berkurang karena dehidrasi
      berat atau kehilangan darah dalam jumlah besar, berkurangnya daya pompa
      jantung, adanya sumbatan/hambatan aliran darah pada arteri besar yang kearah
      ginjal, dsb.
   2. Penyebab renal: berupa gangguan/kerusakan yang mengenai jaringan ginjal
      sendiri, misal: kerusakan akibat penyakit diabetes mellitus (diabetic
      nephropathy), hipertensi (hypertensive nephropathy), penyakit sistem kekebalan
      tubuh seperti SLE (Systemic Lupus Erythematosus), peradangan, keracunan
      obat, kista dalam ginjal, berbagai gangguan aliran darah di dalam ginjal yang
      merusak jaringan ginjal, dll
   3. Penyebab post renal: berupa gangguan/hambatan aliran keluar (output) urin
      sehingga terjadi aliran balik urin kearah ginjal yang dapat menyebabkan
      kerusakan ginjal, misal: akibat adanya sumbatan atau penyempitan pada
      saluran pengeluaran urin antara ginjal sampai ujung saluran kencing, contoh:
      adanya batu pada ureter sampai urethra, penyempitan akibat saluran tertekuk,
      penyempitan akibat pembesaran kelenjar prostat, tumor, dsb.




                Gambar: adanya sumbatan batu pada saluran ureter.

                Sumber: http://www.birminghamurology.co.uk/13.html
Fungsi Ginjal

Tugas yang diemban ginjal sangat banyak, kompleks dan saling mempengaruhi
(berpengaruh) terhadap organ-organ tubuh lainnya. Bila dikelompokkan, terdapat 3
fungsi utama ginjal yaitu:

   1. Pengaturan lingkungan dalam (internal environment) adalah upaya ginjal untuk
      mempertahankan keadaan lingkungan dalam agar kondisinya selalu stabil
      (disebut juga extracellular homeostasis). Dalam hal ini ginjal bertanggung jawab
      dalam pengaturan keseimbangan kebanyakan ion/elektrolit dalam cairan
      tubuh/extracellular fluid (misal Natrium, Kalium, dll), mengatur keseimbangan
      volume cairan dengan cara mengatur masuk-keluarnya (input dan output) cairan
      dalam tubuh, menjaga keseimbangan asam-basa (pH) darah, dst.
   2. Membuang kelebihan air dan produk akhir dari hasil metabolisme protein seperti:
      ureum, kalium, fosfat, sulfat anorganik dan asam urat.
   3. Menjalankan fungsi endokrin yaitu fungsi ginjal sebagai organ pembentuk
      (sekresi) berbagai substansi dan hormon diantaranya: erythropoietin (suatu
      hormon yang mengatur pembentukan sel darah merah); renin (suatu hormon
      yang menjadi bagian dari Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron atau Renin-
      Angiotensi-Aldosterone system = RAAS yang mengatur tekanan darah dan
      keseimbangan cairan); bentuk aktif Vitamin D (Kalsitriol) yang mengatur
      penyerapan kalsium dari makanan untuk pembentukan tulang dan metabolisme
      tubuh lainnya; serta prostaglandin (suatu hormon yang mempunyai banyak peran
      antara lain untuk: pengaturan pengerutan dan pelebaran pembuluh darah,
      pembekuan darah, pengaturan pergerakan kalsium, pengaturan pertumbuhan
      sel, pengaturan rasa sakit, menurunkan tekanan bola mata, dll).




        1.
                               Skema RAAS beserta fungsinya

                                Sumber: www.wikipedia.org/



Gejala gagal ginjal kronik stadium terminal --> halaman selanjutnya

Prev - Next >>
http://www.infodokterku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24:gagal-ginjal-kronik-
chronic-renal-failure-stadium-akhir&catid=29:penyakit-tidak-menular&Itemid=38

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:412
posted:5/28/2011
language:Malay
pages:6
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl