Docstoc

arif praktikum

Document Sample
arif praktikum Powered By Docstoc
					INTISARI
        Darah adalah plasma beserrta sel darah sebagai unsur padatnya.
Plasma darah terdiri atas :
Air : 91,0 %
Protein: 8,0 % (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
Mineral: 0,9 % (Natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor,
magnesium dan besi)
Volume darah dalam pada orang yang sehat adalah konstan dan mencapai
batas
tertentu diatur oleh tekanan osmotik pembuluh darah.
           Pada sistem sirkulasi, penyebaran dari darah diatur oleh suatu organ
yang memiliki peran khusus sebagai pemompa darah, yaitu jantung. Jantung
merupakan organ berotot dan berongga dengan ukuran sebesar kepalan
tangan yang berfungsi sebagai pompa yang mampu menimbulkan tekanan
terhadap darah yang menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar
darah dapat mengalir ke jaringan.
      Terdapat istilah untuk jantung dalam mekanisme siklus jantung, yaitu
jantung berkontraksi untuk mengosongkan isi dan berelaksasi untuk mengisi.
Maksud dari pernyataan tersebut adalah periode yang terjadi pada saat siklus
jantung. Ada dua periode dalam siklus jantung yaitu, sistol (kontarksi dan
pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian). Pada saat diatol, darah
dari vena yang masuk ke dalam atrium membuat tekanan pada atrium sedikit
lebih besar daripada tekanan yang ada
pada ventrikel. Akibat dari perbedaan tekanan tersebut maka katup yang
berada diantara atrium dan ventrikel mulai membuka dan darah sedikit demi
sedikit mulai mengalir dari atrium ke ventrikel. Hal tersebut mengakibatkan
volume ventrikel perlahan-lahan meningkat. Terjadi pula depolarisasi atrium,
yaitu kontraksi atrim yang memeras lebih banyak darah ke dalam ventrikel.
Pada saat tekanan ventrikel melibihi tekanan aorta katup aorta dipaksa untuk
membuka kemudian darah mulai menyemprot. Tekanan aorta meningkat
ketika darah dipaksa untuk berpindah dari ventrikel ke aorta.


PENDAHULUAN
        Menurut L. Sherwood, tekanan darah adalah gaya yag ditimbulkan
terhadap dinding pembuluh dan bergantung pada volume darah yang
terkandung di dalam pembuluh dan daya regang. Sedangkan dalam buku

                                         1
lainnya dinyatakan bahwa tekanan darah arterial (tekanan darah) adalah
kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah dan tekanan ini berubah-
ubah pada setiap tahapan siklus jantung. Laju aliran darah melintasi suatu
pembuluh (yaitu, volume darah yang lewat per satuan waktu) berbanding lurus
dengan tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi vaskuler. Gradien
tekanan adalah perbedaan antara tekanan permulaan dan akhir suatu
pembuluh. Faktor lain yang mempengaruhi laju aliran melalui suatu pembuluh
darah adalah resistensi yaitu ukuran hambatan terhadap aliran darah. Apabila
resistensi meningkat maka gradien tekanan harus meningkat dengan setara
agar laju aliran tidak berubah.
            Adapula faktor-faktor yang mempertahankan tekanan darah, adalah:
Kekuatan memompa jantung Banyaknya darah yang beredar Elastisitas
pembuluh                                                                darah
Tahapan tepi Jantung memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi
kebutuhan O2 dan


TEORI
            Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada beberapa bagian
tubuh, diantaranya lengan atas, lengan bawah, kaki dan paha dengan
menggunakan dua metode yaitu metode pengukuran langsung dan tidak
langsung. Metode langsung dilakukan dengan cara memasukkan kateter
kedalam arteri radialis, brankhialis atau femoralis dan hasil pengukuran dapat
terlihat pada monitor oscilloskop sebagai gelombang. Sedeangkan metode
tidak langsung dilakukan dengan auskultasi atau dengan palpasi. Metode
auskultasi dilakukan dengan menggunakan stetoskop dan spigmomanometer
hingga terdengar bunyi yang mengikuti lima fase korotkoff, yaitu:
Fase 1: bunyi terdengar seperti ketukan yang kuat dan menghentak (tekanan
sistolik)
Fase 2: bunyi mulai melemah dan terdengar lembut
Fase 3: bunyi berubah menjadi seperti suara bisikan
Fase 4: bunyi melemah seperti tiupan angin dan hyampir tak terdengar
Fase 5: bunyi hilang (tekanan diastolik)


Tekanan darah dapat diukur dengan dua metoda :
1.Metoda Langsung (Direct Method).



                                           2
Metoda ini menggunakan jarum atau kanula yang dimasukkan ke dalam
pembuluh darah dan dihubungkan dengan manometer.
Metoda ini merupakan cara yang sangat tepat untuk pengukuran tekanan
darah tapi butuh peralatan yang lengkap dan ketrampilan khusus.


2.Metoda tidak langsung (Indirect Method).
Metoda ini menggunakan shpygmomanometer (tensi meter).
Tekanan darah dapat diukur dengan dua cara, yaitu :
a.Cara Palpasi.
Dengan cara ini hanya dapat diukur tekanan sistolik
b.Cara Auskultasi.
Dengan cara ini dapat diukur tekanan sistolik maupun tekanan diastolic Cara ini
memerlukan alat “ Stethoscope “.


TUJUAN
1.Memeriksa denyut nadi dan mengukur tekanan darah
a.Memeriksa denyut nadi secara palpasi.
b.Mengukur tekanan darah secara palpasi.
c.Mengukur tekanan darah secara auskultasi.
2.Mengamati dan mempelajari pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi
dan tekanan darah.
3.Mengamati dan mempelajari pangaruh latihan fisik terhadap denyut nadi
dan tekanan darah.




                                       3
METODE EKSPERIMEN
ALAT PRAKTIKUM
1.Meja periksa / tempat tidur




2.Stopwacth / arloji (jam)




                                4
3.Sphygmomanometer ( tensimeter), terdiri dari :




•Manometer air raksa + klep pembuka penutup.
•Manset udara.
•Selang karet.
•Pompa udara dari karet + sekrup pembuka penutup.
4.Stethoscope.




5.Bangku latihan fisik.
6.Metronom.




                                       5
6
DATA ( HASIL ) PRAKTIKUM
LEMBAR PENGAMATAN DATA
                                          Tekanan        Tekanan               darah
                        Pulse    Denyut
                                          darah          auskultasi
 NO     PRAKTIKAN       nadi
                                          palpasi
                        (denyut/menit)                   Sistole        Distole
                                          (sistole)
 1      Tika            78                115            115            90
 2      Uli             72                120            120            80
 3      Amril           67                120            120            80




PEMBAHASAN
1.Hasil denyut nadi dan tekanan darah
Pada hasil pemeriksaan denyut nadi secara palpasi, didapatkan hasil rata-rata
62 denyut/menit dengan irama yang teratur. Pada percobaan ini kami
menggunakan arteri radialis dextra dan arteri brachialis dextra karena denyut
pada tempat tersebut sangat besar sekali. Denyut nadi tiap orang berbeda-
beda tergantung dari emosi, pekerjaan, makanan, aktivitas, cara hidup dan
lain-lain.
Selain mengukur denyut nadi kami juga melakukan pengukuran tekanan darah
secara palpasi dan auskultasi. Secara teoritis tekanan sistolik baik diukur secara
palpasi maupun auskultasi menghasilkan hasil yang sama tapi dari hasil
percobaan didapatkan hasil yang berbeda. faktor yang menyebabkan
terjadinya      kesalahan    yaitu   kesalahan   dari   pemeriksa     karena   terdapat
kerusakan pada tensimeter.


2.Pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah.
Secara teori sebenarnya posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap denyut
nadi dan tekanan darah. Hal ini karena ada efek gravitasi bumi. Pada saat
berbaring gaya gravitasi pada peredaran darah lebih rendah karena arah
peredaran tersebut horisontal sehingga tidak terlalu melawan gravitasi dan
tidak terlalu memompa. pada saat duduk maupun berdiri kerja jantung dalam
memompa darah akan lebih keras karena melawan gaya gravitasi sehingga
kecepatan denyut jantung meningkat. Tetapi dalam percobaan kali ini kami
dapatkan hasil dimana tekanan darah berbaring lebih tinggi daripada pada


                                            7
saat duduk dan berdiri. Hal ini merupakan kesalahan pemeriksa dalam
melakukan pengukuran.


3.Pengaruh latihan fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah.
Hasil percobaan menunjukkan ada peningkatan denyut nadi, tekanan sistolik,
dan tekanan diastolik setelah melakukan latihan fisik seperti naik turun bangku.
Hal ini disebabkan karena perubahan yang besar dalam sistem sirkulasi dan
pernapasan. Pada menit pertama terjadi kenaikan denyut nadi dan tekanan
darah yang drastis karena masih belum biasa melakukan hal tersebut tapi lama
kelamaan tekanan darah dan denyut nadi menurun karena kerja jantung
kembali normal.


Pembahasan
    Pada praktikum kali ini, tekanan darah diukur dengan metode tidak
langsung dan pengukuran dilakukan di lengan bagian atas. Tekanan darah dari
masing-masing OP diukur dalam dua keadaan, yaitu pada saat beristirahat dan
setelah beraktivitas. Dengan menggunakan spigmomanometer, sebelum OP
melakukan kegiatan (istirahat) OP diukur tekanan darahnya. Kemudian OP
melakukan sejumlah aktivitas olah raga dan kemudian diukur tekanan
darahnya.    Pengukuran     tekanan    darah    dengan     spigmomanometer       ini
memperoleh hasil yang sangatlah beragam antara 100/60 mmHg sampai
dengan 120/90 mmHg. Mengacu pada referensi, seluruh data yang dihasilkan
tersebut masih menunjukkan range tekanan darah yang normal. Tekanan
darah sistolik yang dianggap normal untuk orang dewasa adalah adalah 90-
130 mmHg, sedangkan tekanan diastolik yang normal untuk orang dewasa
adalah sebesar 60-90 mmHg. Angka yang ditunjukkan dalam tekanan sistolik
selalu lebih besar dari angka diastolik karena selama sistol, ventrikel kiri jantung
memaksa darah untuk masuk ke aorta dengan fase ejeksi (penyemprotan). Hal
tersebut terjadi akibat adanya perbedaan tekanan antara ventrikel dengan
aorta. Sehingga ketika katup yang membatasi atrium dengan aorta terbuka
maka terjadi perpindahan darah dari atrium ke aorta dengan ejeksi dan
tekanan yang besar.
    Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu, usia,
jenis kelamin, aktivitas, obesitas, obat-obatan, kondisi kesehatan, stress, dll.
Namun, pada praktikum kali ini hanya akan dibahas faktor aktivitas dan jenis



                                         8
kelamin karena dari segi umur tidak terdapat perbedaan umur yang cukup
jauh, hanya sekitar 19-21 tahun.
    Apabila dibandingkan dengan hasil pengukuran setelah beraktivitas,
ternyata data menunjukkan bahwa tekanan darah setelah melakukan aktivitas
cenderung akan lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan semkain tinggi aktivitas
yang dilakukan maka akan semakin tinggi pula aktivitas dari kerja jantung yang
harus mengeluarkan tenaga yang tinggi sesuai dengan tekanannya.
    Dalam hal ini salah satu OP memiliki tekanan darah tertinggi di bandingkan
dengan OP yang lain, yaitu 120/90 mmHg pada saat istirahat dan 150/100 mm
Hg selesai beraktivitas. Tekanan darah yang meningkat ini dipengaruhi oleh
tingkatan    aktivitas.   Tekanan   darah   setelah   beraktivitas   lebih   besar
dibandingkan dengan tekanan darah pada saat istirahat. Hal tersebut
diakibatkan karena pada saat beraktivitas sel tubuh memerlukan pasokan O2
yang banyak akibat dari metabolisme sel yang bekerja semakin cepat pula
dalam menghasilkan energi. Sehingga peredaran darah di dalam pembuluh
darah akan semakin cepat dan curah darah yang dibutuhkan akan semakin
besar. Akibat adanya vasodilatasi pada otot jantung dan otot rangka serta
vasokontriksi arteriol yang menyebabkan arteriol menyempit dan kerja jantung
tiap satuan waktupun bertambah sehingga volume darah pada arteriol akan
meningkat dan tekanannyapun meningkat. Dapat dikatakan bahwa volume
darah yang masuk dari arteri ke jantung meningkat. Pada organ-organ tersebut
dan menyebabkan aliran darah ke saluran pencernaan dan ginjal berkurang.
Persentase darah yang dialirkan ke organ-organ tersebut untuk menunjang
peningkatan aktivitas metabolik keduanya. Kerja jantung juga akan semakin
cepat dalam memompa darah. Namun demikian, denyut jantungnya tetap
dalam keadaan normal.
Sedangkan terdapat OP lain yang memiliki tekanan darah yang hampir
mendekati
ambang bawah tidak normal yaitu sebesar 100/60 mmHg pada saat istirahat.
    Berdasarkan dua hal tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu faktor
yang mempengaruhi tinggi-rendahnya tekanan darah adalah besar/jenis
aktivitas yang dilakukan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dari praktikum kali ini, dapat disimpulkan
bahwa:
Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan di lengan atas

                                        9
Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu, aktivitas, jenis
kelamin, usia, dll
Pengukuran tekanan darah dapat menggunakan metode tidak langsung
dengan auskultasi atau palpasi yang dilakukan pula dengan menggunakan
spigmomanometer dan stetoskop. Semakin cepat aktivitas tubuh, semakin
cepat curah jantung karena adanya vasodilatasi di otot rangka dan jantung
serta vasokontriksi di arteriol pada organ-organ tersebut dan menyebabkan
aliran darah ke saluran pencernaan dan ginjal berkurang.


Pertanyaan dan Jawaban Praktikum
   1. Uraikan kelebihan dan kekurangan dari metode palpasi dn asukultasi
      dalam mengukur tekanan darah
      Jawab
      Kelebihannya dapat mengetahui tekanan darah kita dari tekanan darah
      tinggidan tekanan darah rendah dan dengan auskultasi lebih akurat
      karena menggunakan stethoscope sedangkan kekurangannya tekanan
      darahdapat naik turun, sehinggakita sulitmenentukan tekanan darah kita


   2. Uraikan aplikasi atau penggunaan pengkuran pulse denyut nadi dan
      tekanan darah dalam bidang medis
      Jawab
      Penggunaan pulse denyut nadi adalah untuk mengetahui cara kerj
      jantung dn bagaimanan fisik seseorang
      Penggunaan tekanan darah adalah untuk megetahui apakah seseorang
      mengalam tekanan darah tinggi, rendah atau kekurangan darah


   3. Terangkan tentang tekanan darah sysroledan diastoleyang normal,
      kemudian uraikan apa pengaruh tekanan darah rendah dan tekanan
      darah tinggi kepada kesehatan tubuh
      Jawab
      Sistole: 120 mmhg
      Diastole :80mmHg
      Pengaruh tekanan darah tinggi dan rendah bagi kesehatan tubuh
      menimbulkan gangguan pada sistem peredaran darah misalnya jantung




                                      10
   4. Apakah peletakan manset pada lengan atas lebih baik dibanding
        lengan atas kiri dalam mengukur tekanan darah, sebutkan alasannya
        Jawab
        Ya, karena apabila disebelah kiri lebih dekat dengan jantung


   5. Adakah metode yang lebih akurat dalam mengukur pulse denyut nadi
        dan tekanan darah? Utraikan dengan jelas
        Jawab
        Tidak ada


1.Tekanan darah adalah kecepatan aliran persatuan luas dinding pada
pembuluh darah yang diberikan oleh cairan darah yang mengalir.
2.Arteri radialis dextra, Arteri radialis sinistra, Arteri branchialis dextra
3.Perbedaan antara pengukuran tekanan darah cara palpasi dan auskultasi
Palpasi
•Konsep teori : pemeriksaan pada arteri radialis dextra, dimana dengan
tekanan parsial dr manset yang diploma, setelah beberapa saat tak akan
teraba. Kemudian manset dikempiskan perlahan-lahan.Hanya dapat mengukur
tekanan sistolik.
•alat : jari II,III,IV dan sphygmomanometer
•prosedur:
oLetakkan lengan yang hendak diukur tekanan darahnya (lengan kanan) di sisi
tubuh dengan kedudukan volar.
oPasang manset pada lengan atas kanan, sekitar 3 cm diatas fossa cubuiti
(jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar)
oRaba serta rasakan denyut arteri radialis dextra
oPompakan udara kedalam manset ( menggunakan pompa udara) sampai
denyut arteri radialis dextra tak teraba.
oPompakan terus udara kedalam manset sampai tinggi Hg pada manometer
sekitar 20 mmHg lebih tinggi dari titik dimana denyut arteri radialis dextra tak
terasa
oKeluarkan udara dalam manset secara pelan dan berkesinambungan (
dengan memutar sekrup pada pompa udara berlawanan dengan arah jarum
jam )
oCatat tinggi Hg pada manometer dimana arteri radialis pertama kali teraba
kembali.

                                             11
•Hasil: Hanya dapat mengukur tekanan sistolik. Hasilnya kurang akurat bila
dibandingkan dengan pengukuran secara auskultasi yaitu lebih rendah.


Auskultasi
•Konsep teori : Pemeriksaan pada arteri brachialis, sama dengan palpasi
namun pada auskultasi terjadi 2 denyutan sistolik & Diastolic atau yang lebih
dikenal sebagai Korotkoff I &IV
•Alat : Stethoscope dan Sphygmomanometer
•Prosedur :
oLengan tetap berada disisi tubuh dengan kedudukan volar.
oTentukan letak arteria brachialis dextra secara palpasi pada fossa cubiti dan
letakkan stethoscope ( bell stethoscope) diatas arteria brachialis dextra
tersebut.
oPompakan udara kedalam manset, maka saudara akan mendengar suara
bising arteria brnchialis dextra melalui stethoscope.
oTeruskan memompa udara kedalam manset, pada suatu saat suara bising
arteria brachialis dextra akan menghilang
oPompakan terus udara kedalam manset sampai tingi Hg pada manometer
sekitar 20 mmHg lebih tinggi dari titik dimana suara bising arteri branchialis
dextra telah menghilang
oKeluarkan udara didalam manset secara pelan dan berkesinambungan,
maka saudara akan mendengar:
1.Suara Korotkoff I
Nilai ini menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi.
2.Suara Korotkoff IV dan V
Nilai ini menunjukkan besarnya tekanan diastolic secara auskultasi.
•Hasil : Dapat mengukur tekanan sistolik dan tekanan diastolic. Hasilnya lebih
akurat dibandingkan pengukuran secara palpasi.
4.Pemeriksaan pada lengan atas kanan hasilnya lebih akurat karena lokasinya
lebih jauh dari jantung dibandingkan dengan lengan kiri sehingga suaranya
tidak terlalu bising.Dengan demikian dapat menentukan tekanan darah sistolik
dan diastolik dengan tepat.
5.Ya berpengaruh. Cara pemasangannya haruslah tepat yaitu tidak terlalu
ketat dan tidak terlalu longgar.
a.Apabila terlalu longgar :
obunyi yang terdengar lemah

                                        12
omenghasilkan tekanan darah yang tinggi.


b.Apabila terlalu ketat:
otekanan yang didapat sangat besar sehingga kadang suara korotkoff tidak
terdengar
omenghasilkan tekanan darah menjadi lebih rendah dari seharusnya.


6.Mekanisme Bunyi Korotkoff:
a.Bunyi Korotkoff I
Kontraksi ventrikel mula-mula menyebabkan aliran balik darah secara tiba-tiba
mengenai katup A-V ( katup mitral dan katup tricuspid )
Katup menutup dan mencembung kearah atrium sampai korda tendinea
secara tiba-tiba menghentikan pencembungan ini
Elastisitas korda tendinae dan katup yang tegang kemudian akan mendorong
darah bergerak kembali ke ventrikel-ventrikel yang bersangkutan
Peristiwa ini menyebabkan darah dan dinding ventrikel serta katup yang
tegang bergetar dan menimbulkan turbulensi getaran dalam darah
Getaran kemudian merambat melalui jaringan di dekatnya ke dinding dada
sehingga terdengar sebagai bunyi Korotkoff I dengan menggunkan sthetoscop


b.Bunyi Korotkoff II
•Ditimbulkan oleh penutupan katup semilunaris yang tiba-tiba pada akhir
systole
•Mekanisme :
1.Ketika katup semilunaris menutup, katup ini menonjol kea rah ventrikel dan
regangan elastic katup akan melentingkan darah kembali ke arteri


2.Menyebabkan pantulan yang membolak-balikkan darah antara dinding arteri
dan katup semilunarasi, dan juga antara katup dan dinding ventrikel dalam
waktu singkat
3.Getaran yang terjadi di dinding arteri kemudian dihantarkan terutama di
sepanjang arteri
4.Bila    getaran   dari   pembuluh   atau    ventrikel   mengenai   dinding   suara
(mis:dinding dada), getaran ini menimbulkan suara yang dapat didengar


c.Bunyi Korotkoff III

                                         13
Bunyinya lemah dan bergemuruh dan terdengar pada awal sepertiga bagian
tengah diastole Terjadi karena osilasi darah yang bolak-balik antara dinding-
dinding ventrikel yang dicetuskan oleh masuknya darah dari atrium
Bunyi ini baru terdengar saat sepertiga bagian tengah diastole karena pada
permulaan diastole, ventrikel belum cukup terisi sehingga belum terdapat
tegangan elastic yang cukup dalam ventrikel untuk menimbulkan lentingan
Frekuensi bunyi ini biasanya sangat rendah, sehingga telinga kita tidak dapat
mendengarkannya            namun    bunyi        seringkali     dapat   direkam      pada
fonokardiogram


d.Bunyi Korotkoff IV
Bunyi ini timbul saat atrium berkontraksi yang disebabkan oleh meluncurnya
darah ke dalam ventrikel sehingga menimbulkan getaran seperti yang terjadi
pada bunyi jantung yang ke III


e.Bunyi Korotkoff V
Digunakan untuk mengukur tekanan diastolic


7.Korotkoff V lebih baik, karena korotkoff V adalah suara terakhir yang
didapatkan dari pemompaan tekanan darah. Korotkoff IV nyaris tak terdengar,
Korotkoff V terdengar lebih jelas meskipun pelan


8.Ada perbedaan
Pada atlet pemulihan denyut nadi dan tekanan darah jauh lebih cepat
dibandingkan dengan non atlet, hal ini disebabkan karena jantung atlet lebih
tebal dan lebih kuat sehingga denyut nya lebih stabil (tidak mengalami
perubahan drastis). Oleh karena itu bila dilakukan pemeriksaan post exercise,
pemulihan denyut nadi dan tekanan darah lebih cepat daripada non atlet.


9.a. Posisi tubuh sangat mempengaruhi denyut nadi dan tekanan darah dari
seseorang.
Teori : peningkatan curah jantung menjadi hal dasar untuk menyediakan
sejumlah besar oksigen dan zat makanan lain yang dibutuhkan oleh otot-otot
yang bekerja. Karena itulah denyut nadi dan tekanan darah pada posisi berdiri
> posisi duduk > berbaring/terlentang b.Hasil praktikum tidak sesuai dengan
teori,   yaitu   tekanan    darah   pada     saat      posisi   berbaring   paling   besar

                                            14
dibandingkan posisi duduk dan berdiri. c.Karena terjadi kesalahan, yaitu : pada
saat pemeriksaan denyut nadi dan tekanan darah, mahasiswa coba
melakukan aktivitas lain, sehingga hasil percobaannya tidak sesuai dengan
teori.


10.a. Latihan fisik dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis , yang dapat
menimbulkan peningkatan tekanan arterial, sehingga jg meningkatkan denyut
nadi dan tekanan darah (pengeluaran dan pengembalian darah ke jantung)
b.Hasil percobaan sesuai dengan teori


KESIMPULAN
1.Tekanan darah dapat diukur dengan 2 metode:
a.Metode langsung
Dengan menggunakan jarum atau kanula tetapi cara ini sudah jarang
digunakan.


b.Metode tidak langsung
Menggunakan sphygmomanometer. Dapat diukur dengan 2 cara:
Cara palpasi : dapat mengukur tekanan sistolik.
Cara auskultasi : dapat mengukur tekanan sistolik dan tekanan diastolik.


2. Pengaruh posisi tubuh dapat mempengaruhi tekanan darah. Karena itulah
denyut nadi dan tekanan darah pada posisi berdiri > posisi duduk >
berbaring/terlentang


3.Latihan fisik dapat mempengaruhi denyut jantung dan tekanan darah
meningkat karena jantung perlu kerja extra untuk memenuhi segala kebutuhan
selama latihan fisik terutama kebutuhan oksigen sehingga jantung harus
memompa lebih cepat. Hal ini menyebabkan peningkatan denyut nadi dan
tekanan darah meningkat




                                        15
                                DAFTAR PUSTAKA
1.Guyton, A & Hall, J.2002.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC. Edisi 9. Jakarta




                                        16

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2196
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:16
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl