Docstoc

ANGGARAN DASAR ADMINISTRASI SANGGAR SENI DINAS PENDIDIKAN DAN

Document Sample
ANGGARAN DASAR ADMINISTRASI SANGGAR SENI DINAS PENDIDIKAN DAN Powered By Docstoc
					       ADMINISTRASI
    SANGGAR SENI




          DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
   KABUPATEN ACEH TIMUR

        TAHUN 2006
                                                                      AD/ART_Kbd


                    ANGGARAN DASAR
         SANGGAR SENI BUDAYA SWARA PERDAMAIAN
 DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ACEH TIMUR

                                MUKADDIMAH

Qanun Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Nomor 4 Tahun 2006 tanggal 10 Januari
2006 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas – Dinas
Daerah Kabupaten Aceh Timur. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan
Qanun pasal 12 SMP NEGERI BAYEUN KEUDE mempunyai tugas melaksanakan
kewenangan pemerintah daerah di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
memiliki komitmen untuk membina, mengembangkan dan melestarikan berbagai
jenis kegiatan kesenian baik yang ada di sekolah maupun di masyarakat. Komitmen
ini diupayakan antara lain dengan mendirikan sanggar kesenian di SMP Negeri
Bayeun Keude.

Keinginan untuk mendirikan sanggar seni merupakan penjabaran dari tugas pokok
dan fungsi Dinas terhadap pembinaan/pengembangan dari pelestarian kebudayaan
melalui sarana sebagai tempat berkreasi,sehingga Budaya dapat dijaga kelestariannya
serta dipertahankan agar tidak hilang oleh kemajuan dan perkembangan zaman yang
terus berubah sesuai kemajuan teknologi informasi yang semakin maju.

Menyadari dari berbagai pokok pikiran tersebut maka SMP Negeri Bayeun Keude
berupaya melakukan berbagai kegiatan dalam bibang kebudayaan seni
yang dapat menjembatani berbagai aspirasi seni yang berkembang di lingkungan
pendidikan dan masyarakat yang ada dalam wilayah Kec. Rantau Selamat. Sanggar
ini diberi nama “ Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian “.

                               BAB I
                     NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

                                      Pasal 1
1) Sanggar ini bernama Sanggar Budaya Seni Swara Perdamaian.
2) Sanggar ini dideklarasikan pada tanggal ………….. di Bayeun Keude, untuk
   jangka waktu yang tidak di tentukan.
3) Sanggar ini berkedudukan di Bayeun Keude Kec. Rantau Selamat.

                                  BAB II
                      AZAS, JATI DIRI, SIFAT, TUJUAN

                               Pasal 2
Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian berazaskan Pancasila dan UUD 1945

                                   Pasal 3
Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian merupakan sebuah sanggar seni budaya
yang mendukung dan melaksanakan upaya – upaya dibidang kebudayaan sesuai
dengan budaya daerah dan nasional berlandaskan Pancasila dan Uud 1945 serta
Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

                                     Pasal 4
Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian bersifat mandiri, terbuka dan sukarela untuk
semua Warga Negara Indonesia tanpa membeddakan ras, suku, bangsa, profesi, jenis
kelamin, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
                                                                    AD/ART_Kbd


                                   Pasal 5
Sanggar Seni Budaya Cinta Aneuk Nanggroe bertujuan :
1. Mengembangkan seni budaya daerah dan nasional yang islami.
2. Membina dan mengarahkan anggota terhadap perkembangan seni budaya.
3. Mengupayakan suatu sarana sebagai tempat berkreasi seni.
4. Membina, mengembangkan dan melestarikan serta mempertahankan budaya seni
   tradisional yang dimiliki.

                            BAB III
                 KEANGGOTAAN DAN KEPENGURUSAN

                                      Pasal 6
1) Keanggotaan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian bersifat aktif dan personal.
2) Syarat – syarat menjadi anggota ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.

                                   Pasal 7
1) Kepengurusan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian sesuai dengan tingkatan
   dan kebutuhan yaitu :
   a. Tingkat Kabupaten (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).
   b. Tingkat Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan dalam
      Kabupaten Aceh Timur.
   c. Tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Atas.
2) Tugas, hak dan kewajiban serta kewenangan pengurus ditetapkan dalam
   Anggaran Rumah Tangga.

                                 BAB IV
                              DEWAN PEMBINA

                                  Pasal 8
1) Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian memiliki Dewan Pembina di Tingkat
   Kabupaten.
2) Hal lain – lain mengenai Dewan Pembina diatur lebih lanjut dalam Anggaran
   Rumah Tangga.

                                 BAB V
                            DEWAN PENASEHAT

                                   Pasal 9
1) Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian memiliki Dewan Penasehat.
2) Hal lain – lain mengenai Dewan Penasehat diatur lebih lanjut dalam Anggaran
   Rumah Tangga.

                                  BAB VI
                               MUSYAWARAH

                                     Pasal 10
1) Permusyawaratan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian terdiri atas :
   a. Musyawarah Sanggar
   b. Rapat Kerja Triwulan, Tahunan
   c. Rapat Koordinasi
2) Selain Permusyawaratan yang tersebut pada ayat 1 pasal ini, Dewan Pimpinan di
   setiap jenjang dapat melakukan rapat sesuai dengan kebutuhan, yaitu :
   a. Rapat Pengurus Sanggar
   b. Rapat Harian Pengurus
   c. Rapat Koordinasi
                                                                      AD/ART_Kbd


                                      Pasal 11
                                Musyawarah Sanggar
1)      Musyawarah Sanggar adalah dilaksanakan untuk mengatur progarm –
        program sanggar dan pengurus sanggar.
2)      Musyawarah Sanggar dilaksanakan setiap dua tahun sekali, satu tahun sekali
        dan enam bulan sekali atau menurut kebutuhan.


                                     Pasal 12
                                    Rapat Kerja
1)      Rapat Kerja Tahunan, Triwulan adalah rapat yang dilakukan oleh pengurus
        dan anggota untuk menentukan arah program yang akan dilaksanakan oleh
        sanggar.
2)      Rapat Kerja bertujuan untuk menciptakan program – program sanggar.


                                      Pasal 13
                                  Rapat Koordinasi
1)      Rapat Koordinasi adalah rapat antar sanggar yang diadakan sesuai dengan
        kebutuhan yang diinginkan oleh pengurus sanggar.
2)      Rapat Koordinasi bertujuan untuk meningkatkan peran serta sanggar di daerah
        dan luar daerah bekerja sama dengan pemerintah dan sanggar lainnya.


                                     Pasal 14
                                   Rapat – Rapat
Rapat-rapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 2 (dua) Anggaran Dasar ini
diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

                                 BAB VII
                          QUORUM DAN KEPUTUSAN

                                 Pasal 15
Setiap Musyawarah dianggap sah apabila dihadiri sekurang – kurangnya 2/3 dari
jumlah pengurus.

                                      Pasal 16
1)   Setiap keputusan diambil secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
2)   Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, keputusan diambil
     berdasarkan suara terbanyak.
3)   Keputusan berdasarkan suara terbanyak sah apabila disetujui sekurang –
     kurangnya ½ + 1 ( setengah plus satu ) dari peserta yang hadir, kecuali untuk
     perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang diatur khusus
     dalam Anggaran Dasar ini.
4)   Dewan Pembina dapat memberikan saran dan pertimbangan atau
     menyempurnakan semua keputusan sanggar yang dihasilkan dalam setiap
     permusyawaratan sanggar.

                                 BAB VIII
                            PENDANAAN SANGGAR

                                   Pasal 17
1) Pendanaan Sanggar bersumber dari : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
   Kabupaten Aceh Timur dan bantuan lain yang tidak mengikat.
2) Hal – hal lain mengenai pendanaan sanggar diatur lebih lanjut dalam Anggaran
   Rumah Tangga.
                                                                        AD/ART_Kbd


                              BAB IX
                 HUBUNGAN DENGAN SANGGAR LAINNYA

                                     Pasal 18
1) Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian dapat menjalin hubungan kerjasama
   dengan sanggar kemasyarakatan, Lembaga Kajian, Pusat Studi, Lembaga
   Swadaya Masyarakat dan sanggar lainnya sesuai kebutuhan.
2) Hubungan kerja sama yang dibangun tidak membahayakan sanggar dan saling
   menguntungkan semua pihak yang bekerja sama.
3) Kerja sama yang dapat bersifat temporer atau permanen.

                                     BAB X
                                    ATRIBUT

                                  Pasal 19
1) Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian memiliki lambang, lagu dan atribut
   lainnya.
2) Hal – hal lain mengenai lambang, lagu dan atribut lainnya diatur lebih lanjut
   dalam Anggaran Rumah Tangga.




                               BAB XI
                      PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
                     DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

                                      Pasal 20
Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sanggar Seni Budaya
Swara Perdamaian dapat dilaksanakan dalam rapat yang dihadiri oleh sekurang –
kurangnya dua per tiga dari jumlah peserta rapat yang berhak hadir dan disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 ( dua per tiga ) jumlah peserta yang hadir.

                             BAB XII
                 PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP

                                    Pasal 21
Selama peraturan – peraturan lainnya belum ditetapkan, maka berlaku keputusan –
keputusan yang ditetapkan pengurus sanggar sepanjang tidak bertentangan dengan
ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

                                      Pasal 22
1) Hal – hal lain yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar diatur dalam
   Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Sanggar.
2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
                                                             AD/ART_Kbd


                                                 Ditetapkan di : Langsa
                                                 Pada Tanggal :



                TIM PEMBENTUKAN SANGGAR


               Ketua,                     Sekretaris,




             (TRI RATNO)                  (JUARIAH)




  Anggota,                   Anggota,                   Anggota,




( SAKDIAH )                ( MAYZARTI )            ( FARIDA HANUM )
                                                                      AD/ART_Kbd


                        ANGGARAN RUMAH TANGGA

                                    BAB I
                                KEANGGOTAAN

                                       Pasal 1
                            Syarat – Syarat Keanggotaan

1) Yang menjadi anggota Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian yaitu setiap
   Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan.
2) Syarat – syarat untuk menjadi anggota Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian :
   a. Warga Negara Indonesia dan mengerti seni.
   b. Bersedia menerima dan taat pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga
      serta Peraturan – Peraturan sanggar lainnya.
   c. Memenuhi kewajiban – kewajiban anggota sebagaimana tertuang dalam
      Anggaran Rumah Tangga ini.

                                     Pasal 2
                                Kewajiban Anggota
Setiap anggota berkewajiban :
1) Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik sanggar.
2) Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Sanggar dan
    Disiplin Sanggar.
3) Aktif melaksanakan program – progam Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.


                                     Pasal 3
                                   Hak Anggota
Anggota mempunyai hak :
1) Hak Bicara adalah hak untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan
   usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun tulisan.
2) Hak Suara adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan
   sesuai dengan susunan sanggar / ketentuan sanggar.
3) Hak memilih adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan.
4) Hak Dipilih adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan.
5) Hak Membela Diri adalah hak untuk memberikan penjelasan atas pernyataan,
   sikap dan tindakan yang langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap
   Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
6) Hak memperoleh perlindungan dan perlakuan yang adil dari sanggar.
7) Hak meminta dan menilai pertanggungjawaban pimpinan sesuai dengan peraturan
   sanggar.

                                        Pasal 4
                                 Penerimaan Anggota
1)   Penerimaan anggota Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian dilakukan oleh
     sanggar pada tingkat terendah yang ada di daerah bersangkutan.
2)   Penerimaan dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran anggota Sanggar Seni
     Budaya Swara Perdamaian.
3)   Anggota baru Sanggar Seni BudayaSwara Perdamaian wajib mengikuti masa
     orientasi.
4)   Masa Orientasi seperti termaktub pada ayat (3) pasal ini secara teknis diatur
     dalam peraturan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.

                                    Pasal 5
                             Pemberhentian Anggota
Status keanggotaan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian berakhir karena :
                                                                          AD/ART_Kbd


1. Meninggal dunia.
2. mengundurkan diri secara tertulis.
3. Tidak memenuhi ketentuan administrasi yang diatur lebih lanjut dalm Peraturan
   Sanggar.
4. Melanggar ketentuan Disiplin Sanggar yang diatur dalam Anggaran Rumah
   Tangga.




                                           Pasal 6
                                      Disiplin Sanggar
1)   Anggota sanggar dilarang melakukan tindakan – tindakan yang dapat
     mencemarkan nama baik dan kehormatan sanggar.
2)   Setiap anggota wajib menghindari perpecahan dalam dalam sanggar.
3)   Penanganan atas masalah disiplin organisasi dilakukan oleh pengurus masing –
     masing tingkat sanggar atau selanjutnya dapat dilakukan secara berjenjang oleh
     pimpinan setingkat diatasnya sebelum ditangani oleh Ketua Sanggar sebagai
     Pemimpin Tertinggi.
4)   Sanksi sanggar pada pelanggaran disiplin, dilakukan secara bertahap berupa tiga
     kali teguran lisan, tiga kali peringatan tertulis dan pemberhentian sementara oleh
     pimpinan tertinggi pada masing – masing tingkatan sanggar.
5)   Teknis pengenaan disiplin kepada anggota dan pengurus, diatur lebih lanjut dalam
     peraturan sanggar.
6)   Pengurus sanggar hanya dapat diberhentikan sementara melalui Rapat Pimpinan
     di tingkat sanggar yang bersangkutan yang memenuhi persyaratan quorum.
7)   Terhadap anggota yang dikenakan sanksi harus diberikan hak membela diri dalam
     permusyawaratan yang diadakan Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
8)   Khusus mengenai sanksi berupa pemberhentian anggota yang bersifat permanen
     haruslah berupa keputusan Musyawarah Sanggar, setelah pihak terkena sanksi
     diberikan kesempatan untuk membela diri seluas-luasnya dalam forum
     Musyawarah Sanggar.
9)   Pemulihan       nama      baik    atau     rehabilitasi  dapat    diberikan    dan
     dipertanggungjawabkan kepada anggota melalui permusyawaratan angota di
     masing-masing tingkatan sanggar.

                                     BAB II
                                 KEPENGURUSAN

                                       Pasal 7
                                  Kriteria Pengurus
1)   Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2)   Sehat jasmani dan rohani.
3)   Memiliki jiwa kepemimpinan.
4)   Memiliki kemampuan menegerial.
5)   Pernah menjadi pengurus pada tingkat sanggar yang lebih rendah atau telah
     menjalani masa orientasi bagi pengurus untuk tingkat sanggar terendah atau
     pernah menjadi pengurus di sanggar lain.

                                     Pasal 8
                               Pengurus Sanggar
1) Pengurus Sanggar memiliki tugas :
   a. Melaksanakan keputusan sanggar yang dihasilkan dalam Musyawarah
      Sanggar.
   b. Menjalin kerja sama dengan sanggar lain maupun dengan pemerintah dalam
      rangka mencapai tujuan sanggar secara tradisional.
                                                                     AD/ART_Kbd


   c. Melaksanakan Musyawarah Sanggar, Rapat Kerja Tahunan, Triwulan, Rapat
      Koordinasi.
   d. Memotivasi anggota sanggar untuk terus berkreasi.
   e. Melaksanakan kewenangan lainnya yang dinerikan oleh Anggaran Dasar dan
      Anggaran Rumah Tangga serta keputusan dan ketetapan Musyawarah Sanggar
      lainnya.
2) Pengurus Sanggar terdiri atas :
   a. Seorang Penasehat
   b. Seorang Penanggung Jawab
   c. Beberapa orang Pembina
   d. Seorang Ketua
   e. Seorang Wakil Ketua
   f. Seorang Sekretaris
   g. Seorang Wakil Sekretaris
   h. Seorang Bendahara
   i. Seksi – seksi


                                 BAB III
                              DEWAN PEMBINA

                                     Pasal 9
1) Dewan Pembina merupakan lembaga yang bekerja secara kolektifdalam
   memberikan arahan dan pembinaan bagi kader-kader Sanggar Seni Budaya Swara
   Perdamaian.
2) Dewan Pembina terdiri dari unsur pendiri dan beberapa orang yang diangkat oleh
   rapat sanggar.
3) Dewan Pembina bertugas memberikan arahan dan pembinaan bagi organisasi dan
   kader-kader Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
4) Dewan Penasehat berhak memberikan saran dan pertimbangan atas semua
   keputusan sanggar apabila dipandang menyimpang dari cita – cita dan tujuan
   Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
5) Saran dan pertimbangan yang diberikan terhadap keputusan sanggar merupakan
   sikap kolektif Dewan Pembina yang ditetapkan melalui Rapat Khusus Dewan
   Pembina.

                                 BAB IV
                             DEWAN PENASIHAT


                                          Pasal 10
1)   Dewan Penasihat merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif sebagai
     dinamisator dan stabilisator sanggar.
2)   Dewan Penasihat diangkat oleh hasil rapat sanggar.
3)   Dewan Penasihat bertugas memberikan saran, pandangan, atau masukan
     lainnyasecara tertulis atau lisan, baik diminta ataupun tidak.
4)   Dewan Penasihat berhak memberikan koreksi, teguran atau peringatan secara
     tertulis kepada pengurus sesuai dengan tingkatan sanggar.
5)   Koreksi, teguran atau peringatan seperti yang dimaksud dalam ayat 4 (empat)
     pasal ini merupakan sikap Dewan Penasihat secara kolektif yang ditetapkan
     melalui Rapat Dewan Penasihat.
                                                                      AD/ART_Kbd


                                   BAB V
                             PERMUSYAWARATAN

                                      Pasal 11
                                Musyawarah Sanggar
1) Musyawarah Sanggar dihadiri oleh :
   a. Peserta yang terdiri dari Pengurus Sanggar, Pembina dan Dewan Penasihat.
   b. Peninjau yang ditentukan oleh Pengurus Sanggar Seni Budaya Swara
      Perdamaian.
2) Musyawarah Sanggar bertugas :
   a. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang merupakan
      aturan tertinggi Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
   b. Meminta dan menilai pertanggungjawaban pengurus Sanggar Seni Budaya
      Swara Perdamaian.
   c. Menetapkan Program Umum Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian.
   d. Memilih dan menetapkan Susunan Personalia Sanggar.
   e. Menetapkan keputusan dan ketetapan lainnya.

                                      Pasal 12
                                Rapat Kerja Sanggar
1) Rapat Kerja Sanggar dihadiri oleh :
   a. Peserta yang terdiri dari Pembina, Penasihat dan Pengurus Sanggar.
   b. Peninjau yang ditentukan oleh Pengurus Sanggar Seni Budaya Swara
       Perdamaian.
2) Rapat Kerja Sanggar bertujuan untuk menjabarkan Program UmumSanggar
   menjadi Program Kerja Pengurus Sanggar secara terinci, terencana dan terukur
   untuk satu periode kepengurusan.
3) Rapat Kerja Sanggar berwenang membuat keputusan dan atau ketetapan yang
   tidak bertentangan dengan AD/ART dan ketetapan lan yang lebih tinggi.




                                       Pasal 13
                              Rapat Koordinasi (RAKOR)
1)   Peserta RAKOR di masing – masing tingkatan sanggar adalah unsur Pengurus,
     Pembina dan Penasihat yang bersangkutan.
2)   RAKOR di semua tingkatan sanggar bertujuan untk melakukan koordinasi dan
     evaluasi atas pelaksanaan program kerja sanggar.
3)   RAKOR disemua tingkatan sanggar diselenggarakan sekurang – kurangnya 2
     (dua) kali dalam periode kepengurusan setelah Rapat Kerja dilaksanakan.
4)   RAKOR disemua tingkatan organisasi berwenang membuat keputusan dan atau
     ketetapan yang tidak bertentangan dengan AD/ART dan ketetapan lain yang lebih
     tinggi.

                                   BAB VI
                                RAPAT – RAPAT

                                       Pasal 14
                                Rapat Pleno Pengurus
1) Rapat Pleno Pengurus adalah institusi pengambilan keputusan tertinggi dalam
   Pengurus Sanggar pada masing – masing tingkatannya.
2) Rapat Pleno Pengurus dilaksanakan atas undangan Ketua dan atau Sekretaris dan
   dihadiri seluruh jajaran pengurus ditingkat sanggar yang bersangkutan.
3) Fungsi dan wewenag Rapat Pleno Pengurus adalah :
                                                                       AD/ART_Kbd


   a. Mengambil kebijakan dan keputusan untuk menjalankan program kerja
      sanggar sesuai amanat Permusyawaratan di tingkatan sanggar yang
      bersangkutan.
   b. Mengevaluiasi perkembangan di wilayah kerja masing – masing dan
      dampaknya bagi perkembagan sanggar.

                                     Pasal 15
                              Rapat Harian Pengurus
   1)   Rapat Harian Pengurus dilaksanakan atas inisiatif dan kebutuhan dari
        Pengurus Sanggar dimasing – masing tingkatan sanggar atau atas inisiatif dan
        kebutuhan Bidang atau Seksi Sanggar.
   2)   Fungsi dan wewenang Rapat Harian Pengurus adalah :
   a.   Mengambil keputusan – keputusan yang bersifat mendesak dalam rangka
        melaksanakan ketetapan sanggar.
   b.   Mengambil keputusan sesuai dengan perkembangan sanggar sehari – hari.

                                   Pasal 16
                           Rapat Dewan Penasihat
   1) Rapat Dewn Penasihat dilaksanakan sewaktu – waktu jika dibuthkan, dihadiri
      oleh anggota Dewan penasihat sesuai dengan tingkat organisasi yang
      bersangkutan.
   2) Rapat Dewan penasihat dilakukan untuk mengambil sikap, saran atau
      masukan untuk Dewan Pimpinan sesuai tingkatannya seperti diatur dalam
      Anggaran Rumah Tangga ini.

                                   BAB VII
                                DANA SANGGAR

                                    Pasal 17
Pendanaan sanggar diperoleh dari :
   1) Subsidi Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
      Aceh Timur.
   2) Hibah, donasi rutin atau donasi insidental dari para donatur yang tidak
      mengikat.
   3) Usaha – usaha lain yang dikelola secara professional dan manajeman terbuka.

Pasal 18
   1) Pengurus mempertanggungjawabkan secara tertulis semua dan yang
       dipergunakan.
   2) Laporan keuangan sanggar disusun dengan menggunakan prinsip – prinsip
       akuntansi dan disampaikan secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada
       anggota, donatur atau publik jika dipandang perlu.

                                  BAB VIII
                              LEMBAGA OTONOM

                                       Pasal 19
1) Lembaga Otonom merupakan sebuah lembaga khusus yang dibentuk oleh
   Pengurus Sanggar sesuai kebutuhan untuk menunjang kinerja pengurus dalam
   mewujudkan tujuan sanggar.
2) Lembaga Otonom bertanggung jawab kepada Ketua Sanggar.
3) Lembaga Otonom melaporkan segala aktivitasnya kepada Pengurus Sanggar
   secara rutin setiap 6 (enam) bulan sekali.
4) Hasil – hasil Lembaga Otonom sepenuhnya menjadi milik sanggar.
                                                                      AD/ART_Kbd


                                   BAB IX
                              ATRIBUT SANGGAR

                                 Pasal20
1) Lambang Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian adalah sebagai berikut :




2) Hal – hal lain Lambang Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian secara terinci
   dijelaskan dalam Peraturan Sanggar tentang Atribut Sanggar.

                                        Pasal 21
                   Lagu Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian
1) Lagu Sanggar Seni Budaya Swara Perdamaian adalah Swara Perdamaian.
2) Hal – hal lain secara lebih lanjut dituangkan dalam Peraturan Sanggar.

                                    BAB X
                                   PENUTUP

                                  Pasal 22
           Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

                                                         Ditetapkan di : Langsa
                                                         Pada Tanggal :



                      TIM PEMBENTUKAN SANGGAR


                     Ketua,                       Sekretaris,




                   (TRI RATNO)                    (JURIAH)




        Anggota,                    Anggota,                      Anggota,




     ( SAKDIAH )                 ( MAYZARTI )                   ( NAHDA A. )

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:973
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:12
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl