Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

BENDUNGAN PAYUDARA

VIEWS: 3,088 PAGES: 8

									BENDUNGAN PAYUDARA

 DISUSUN OLEH :




   Yayasan Cut Nyak Dhien Langsa
              STIKes
      AKADEMI KEBIDANAN
               2010
Pengertian Bendungan Payudara/Zogst Uwing
 Bendungan payudara adalah peningkatan aliran vena dan limfa pada
  payudara dalam rangka mempersiapkan diri untuk laktasi. Hal ini
  disebabkan dari saluran sistem laktasi. Payudara bengkak ini sering
  terjadi pada hari ke 3 atau ke 4 sesudah melahirkan. Status pada
  pembuluh darah dan limfe akan mengakibatkan meningkatnya
  tekanan intradukfal yang akan mempengaruhi berbagai segmen
  pada payudara, sehingga tekanan seluruh payudara meningkat
  akibatnya payudara sering terasa penuh, tegang nyeri. Kemudian
  diikuti penurunan produksi ASI dan penurunan reflek let down.
  BH yang ketat juga bisa menyebabkan segmental engorgement,
  demikian pula puting yang tidak bersih dapat menyebabkan
  sumbatan pada duktus.
Tanda dan Gejala

 Kulit payudara nampak mengkilap, ibu merasa demam dan
  payudara terasa nyeri dan tegang. Oleh karena itu sebelum
  disusukan pada bayi ASI harus diperas dahulu agar payudara
  lunak dan bayi mudah menyusu
Penatalaksanaan
 Bila ibu menyusui bayinya:
 Susukan sesering mungkin
 Kedua payudara disusukan
 Kompreshangat sebelum disusukan
 Kompres dingin pada payudara diantara menyusui untuk
  mengurangi statis pembuluh darah dan mengurangi rasa nyeri
 Massase payudara untuk memulai menyusui
 Sangga payudara
 Bila perlu berikan paracetamol 500 mg peroral/4 jam
  Evaluasi tiga hari.
Pencegahan
 Susukan bayi segera setelah lahir
 Susukan bayi tanpa jadwal
 Bila produksi ASI berlebihan, keluarkan dengan
  pompa/tangan
 Lakukan perawatan payudara
          Langkah-langkah Menyusui yang Benar
         Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting dan disekitar kalang. Cara ini mempunyai
          manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban putting susu.
         Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggu-
          nakan kursi yang rendah (agar kaki ibu tidak menggantung) dan pung¬gung ibu bersandar pada sandaran kursi.
   Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh
    menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan). Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, dan yang satu di
    depan. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi). Telinga dan
    lengan bayi terletak pada satu garis lurus. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
          Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau kalang
             payudaranya saja.
          Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflex) dengan cara:
               Menyentuh pipi dengan puting susu atau,
               Menyentuh sisi mulut bayi.
          Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payu-dara ibu dan puting serta payudara dimasukkan
             ke mulut bayi :
   Usahakan sebagian besar payudara dapat masuk ke mulut bayi, sehingga puting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan
    menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah payudara. Posisi yang salah, yaitu apabila bayi hanya
    mengisap pada puting susu saja, akan mengakibatkan masukan ASI yang tidak adekuat dan puting susu lecet. Setelah bayi mulai
    menghisap payudara tak perlu dipegang atau disang¬ga lagi. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan
    pada puting susu dan di sekitar payudara; biarkan kering dengan sen-dirinya. Menyendawakan bayi dengan bayi digendong tegak
    dengan bersandar pada bahu ibu, kemudian punggung ditepuk perlahan-lahan.
Masalah Potensial
   Bendungan air susu adalah terjadinya pembengkakan pada payudara karena peningkatan aliran vena
    dan limfe sehingga menyebabkan bendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan.
    (Sarwono, 2005:700).
   Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bendungan ASI, yaitu:
   Pengosongan mamae yang tidak sempurna (Dalam masa laktasi, terjadi peningkatan
    produksi ASI pada Ibu yang produksi ASI-nya berlebihan. apabila bayi sudah kenyang dan selesai
    menyusu, & payudara tidak dikosongkan, maka masih terdapat sisa ASI di dalam payudara. Sisa ASI
    tersebut jika tidak dikeluarkan dapat menimbulkan bendungan ASI).
   Faktor hisapan bayi yang tidak aktif (Pada masa laktasi, bila Ibu tidak menyusukan bayinya
    sesering mungkin atau jika bayi tidak aktif mengisap, maka akan menimbulkan bendungan ASI).
   Faktor posisi menyusui bayi yang tidak benar (Teknik yang salah dalam menyusui dapat
    mengakibatkan puting susu menjadi lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayi menyusu.
    Akibatnya Ibu tidak mau menyusui bayinya dan terjadi bendungan ASI).
   Puting susu terbenam (Puting susu yang terbenam akan menyulitkan bayi dalam menyusu.
    Karena bayi tidak dapat menghisap puting dan areola, bayi tidak mau menyusu dan akibatnya terjadi
    bendungan ASI).
   Puting susu terlalu panjang (Puting susu yang panjang menimbulkan kesulitan pada saat bayi
    menyusu karena bayi tidak dapat menghisap areola dan merangsang sinus laktiferus untuk
    mengeluarkan ASI. Akibatnya ASI tertahan dan menimbulkan bendungan ASI).
TERIMA KASIH

								
To top