Docstoc

PENYESUAIAN

Document Sample
PENYESUAIAN Powered By Docstoc
					                                                  PENYESUAIAN


 Tujuan dari proses penyesuaian – penyesuaian pada umumnya dilakukan agar :

 1. Setiap perkiraan riil, yaitu yang termasuk kelompok harta dan hutang pada

       akhir periode dapat menunjukkan jumlah yang sebenarnya.

 2. Setiap rekening nominal, yaitu yang termasuk kelompok penghasilan dan

       biaya dapat menunjukkan hasil – hasil dan biaya – biaya yang sebenarnya

       dapat dikaui masuk dalam suatu periode.

            Dalam kenyataannya, saldo – saldo di dalam neraca saldo perlu

 disesuaikan untuk hal – hal sebagai berikut :

 A. Yang diakibatkan karena adanya transaksi Keuangan yang dilakukan lebih

       dahulu, sedangkan prestasinya kemudian.

       a) Biaya yang Dibayar di Muka (Prepaid Expense).

           Biaya yang dibayar di Muka dicatat sebagai Hak, yaitu dimasukkan

       sebagai        Perkiraan yang berada di sisi Debet neraca.

           Contoh :

           Tn. Amril Mengontrak kantor Rp. 1.200.000.00 setahun dari Tn. Zulki.

           Kontrak dimulai tanggal 1 Oktober 2007 dan uanganya diserahkan pada

           tanggal itu.



                             31/12
           2007                               2007




1/10       1/11       1/12              1/2       1/3       1/4       1/5       1/6       1/7        1/8        1/9        1/10

       1          2      3          4         5         6         7         8         9         10         11         12


          3 Bulan
       Sudah dijalani



                              1/1
1/10 sampai dengan 31 / 12 – 2007 (3 bulan) adalah merupakan hak yang

sudah dijalani. Jadi “tiba bulan” itu adalah yang benar – benar dapat dicatat

sebagai biaya jumlahnya : 3/12 x Rp. 1.200. 000.00 = Rp. 300.000.00.-

Sisanya masih merupakan hak yang belum dijalani.

           Biaya yang dibayar di muka dapat dicatat terlebih dahulu sebagai :

a. Harta

b. Pengeluaran / Biaya.

Contoh :

Asuransi Dibayar dimuka, pada kahir tahun fiskal 2007 mempunyai saldo Rp.

120.000.00. jumlah ini merupakan presmiasuransi yang belum terpakai

(belum dijalani) ditambah dengan premi asuransi yang dibayar selama tahun

yang bersangkutan. Jumlah asuransi yang sudah dijalani selama tahun yang

bersangkutan adalah Rp. 80.000.00.

Perhitungan :

Saldo Ausransi Dibayar di Muka                Rp. 120.000.00

Asuransi yang sudah dijalani                  Rp. 80.000.00

Sisa yang belum dijalani                      Rp. 40.000.00



-   Jika pencatatan dilakukan dengan terlebih dahulu dicatat sebagai harta,

    jurnal penyesuaian dilakukan sebagai berikut :



    2007
     Des      31   Biaya Asuransi                Rp. 80.000.00          -
                   Asuransi dibyara di Muka             -        Rp. 80.000.00




Hal ini kemudian dicatat di buku besar, dan perkiranaan – perkiranaan yang

bersangkutan akan nampak sebagai berikut :
                               Asuransi Dibayar Di Muka

    2007
     Des    31    saldo         Rp. 120.000.00      200
                                        -             7      31   Penyesuaian     Rp. 80.000.00
                                                     Des




                                    Biaya Asuransi

    2007
     Des   31     Penyesuain      Rp.80000.00
                                        -




-    Jika pencatatan dilakukan dengan terlebih dahulu dicatat sebagai

     pengeluaran / biaya, jurnal penyesuaian dilakukan sebagai berikut :

    2007
     Des     31     Asuransi Dibayar di Muka               Rp. 40.000.00              -
                    Biaya Asuransi                                 -        Rp. 40.000.00




                  Pada Buku Besar akan tampak sebagai berikut :

                                    Biaya Asuransi

    2007
     Des    31    saldo         Rp. 120.000.00      200
                                        -             7      31   Penyesuaian     Rp. 40.000.00
                                                     Des




                               Asuransi Dibayar Di Muka

    2007
     Des    31    Penyesuain      Rp. 40.000.00
                                         -


Dari kedua sistem pencatatan di atas dapat diketahui, karena yang benar –

benar sudah dapat dicatat adalah Rp. 80.000.00, maka atas saldo Rp.

120.000.00 :
-   Jika dicatat lebih dahulu sebagai harta, yang harus dipindahkan ke

    “Biaya Asuransi” adalah Rp. 80.000.00.

-   Jika dicatat lebih dahulu sebagai pengeluaran / biaya, maka yang harus

    dipindahkan ke “Asuransi Dibayar Di Muka = Rp. 120.000.00 – Rp.

    80.000.00 = Rp. 40.000.00



b) Hasil yang diterima di Muka (Deferred Income).

    Hasil     yang          diterima       di     Muka          dicatat             sebagai         kewajiban,             yaitu

    dimaksukkan sebagai perkiraan yang berada di sisi Kredit Neraca.

    Contoh :

    Tn. Zulki menyewakan Gedung pada Tn. Amril Rp. 1.200.000.00 setahun

    mulai 1 Oktober 2007. Uang sewa diterima di muka.

                                   31/12

                 2007                                 2007




     1/10        1/11       1/12                1/2       1/3       1/4       1/5        1/6       1/7        1/8    1/9    1/10

             1          2      3          4
                                                      5
                                                                6
                                                                          7
            Kewajiban yang                                                           8         9
                                                                                                         10
            Telah diberikan                                                                                     11
                                                                                                                           12
            3 bulan

                                    1/1



1/10 sampai dengan 31/12 – 2007 (3 bulan) adalah merupakan kewajiban /

prestasi yang sudah diberikan kepada penyewa. Jadi “Tiga bulan” itu

merupakan yang benar – benar dapat dicatat sebagai hasil.

Jumlahnya : 3/12 x Rp. 1.200.000,00 = Rp. 300.000.00

Sisanya masih merupakan prestasi atau kewajiban yang masih harus

diberikan.

      Hasil yang diterima di Muka dapat terlebih dahulu sebagai :
a. Kewajiban

b. Penghasilan / Pendapatan.

Contoh :

Tanggal 1 Oktober 2007 perusahaan telah menyewakan Gedung Kantor

untuk satu tahun Rp. 1.200.000.00 Sewa diterima di muka.

-   Jika dicatat terlebih dahulu sebagai Kewajiban, maka jurnal penyesuaian

    dilakukan sebagai berikut :

    2007
     Des    31    Sewa diterima di        Muka         Rp. 300.000.00                 -
                  penghasilan sewa .                          -             Rp. 300.000.00




                              Sewa Diterima di Muka

    2007                                         200
     Des   31    Penyesuain     Rp. 300.000.00   7       31   Saldo          Rp. 1.200.000.00
                                       -         Des




                                Penghasilan Sewa

                                                 200
                                                 7       31   Penyesuaian      Rp. 300.000.00
                                                 Des




Yang benar – benar sudah menjadi penghasilan adalah 3/12 x Rp.

1.200.000.00 = Rp. 300.000.00 (Periode 1/10 sampai dengan 31/12 – 2007).

-   Jika   terlebih    dahulu   dicatat   sebagai   penghasilan,        maka   jurnal

    penyesuaian dilakukan sebagai berikut :

    2007
     Des    31    Penghasilan    sewa     sewa         Rp. 900.000.00                 -
                  diterima di Muka                            -             Rp. 900.000.00




                                Penghasilan Sewa

    2007                                         200
     Des   31    Penyesuain     Rp. 90.000.00    7       31   Balance        Rp. 1.200.000.00
                                                   -            Des



                                         Sewa Diterima Di Muka

                                                                200
                                                                7       31   Penyesuaian      Rp. 900.000.00
                                                                Des




              Jadi pada transaksi diatas yang benar – benar sudah merupakan

   penghasilan         adalah      Rp.      300.000.00     sehingga      penerimaan        sewa   Rp.

   1.200.000.00 :

   -   Jika lebih dahulu dicacat sebagai kewajiban, maka yang harus

       dipindahkan sebagai penghasilan sewa adalah Rp. 300.000.00.

   -   Jika lebih dahulu dicacat sebagai penghasilan / pendapatan maka yang

       harus dipindahkan ke “Sewa Diterima di Muka” adalah Rp. 1.200.000.00 –

       Rp. 300.000.00 = Rp. 900.000.00



B. Yang diakibatkan karena adanya transaksi yang prestasinya diberikan atau

   dinikmati lebih dahulu, sedangkan keuangannya dibayar kemudian.

   Kelompok ini sering disebut sebagai Antisipasi (Accruals).

   a. Hasil yang masih harus diterima (Accrued Income).

       Hasil yang Masih harus diterima dicatat sebagai Hak, yaitu dimasukkan

       sebagai perkiraan dengan pencatatannya sebelah debet neraca.

       Contoh :

       Tanggal 1 Oktober 2007 CV. Baruna menyewakan gedung Kantor Kepada

       CV. Indah Rp. 1.200.000.00 setahun dengan pembayaran kemudian (di

       belakang) tiap ¼ dan 1/10.



                       31/32

       1985                          1986

  1/10 1/11     1/12           1/2 1/3        1/4 1/5   1/6 1/7 1/8   1/9 1/10


       1
                    1/1
1/10 sampai dengan 31/12-2007 (3 bulan) sudah merupakan hak, karena

prestasi sudah diberikan kepada penyewa (sudah dinikmati penyewa).

Jumlah 3/12 x Rp. 1.200.000.00 = Rp. 300.000.00

Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut :

  2007
   Des        31    Piutang penghasilan   sewa         Rp. 300.000.00                 -
                    Penghasilan sewa                          -             Rp. 300.000.00




                   Pada buku besar akan tampak seperti berikut :

                             Piutang Penghasilan Sewa

                                                 200
                                                 7       31   Penyesuaian      Rp. 300.000.00
                                                 Des




b. Biaya yang masih harus Dibayar (Accrued Expense).

   Biaya yang masih harus dibayar adalah merupakan kewajiban, yaitu

   dimaksukkan sebagai perkiraan dengan pencatatannya sebelah kredit

   neraca.

   Contoh :

   CV. Indah Menyewa gedung kantor dari CV. Baruna untuk satu tahun,

   dimulai 1        Oktober 2007.

   Sewa setahun Rp. 1.200.000.00 dibayar di Belakang per ¼ dan 1/10

   1/10 sampai dengan 31/12 – 2007 (3 bulan) sudah merupakan kewajiban,

   karena prestasi sudah dinimati. Jadi yang seharusnya sudah jadi beban :

   3/12 Rp. 1.200.000.00 = Rp. 300.000.00.-

                    Jurnal Penyesuaian adalah sebagai berikut :

  2007
   Des        31    Biaya Sewa Hutang Sewa             Rp. 300.000.00                 -
                                                              -             Rp. 300.000.00
               Pada Buku besarnya akan tampak seperti berikut :

                                  Hutang Sewa

                                                2007
                                                Des      31   Penyesuaian      Rp. 300.000.00




                                   Biaya Sewa

2007
 Des      31     Penyesua      Rp. 300.000.00
                 ian


c. Yang diakibatkan karena adanya piutang yang tidak dapat ditagih.

 Piutang yang tidak dapat ditagih dicatat sebagai kerugian piutang.

 Kerugian – kerugian atas piutang yang tidak dapat ditagih dapat

 ditetapkan       dengan cara sebagai berikut :

 1.     Penaksiran berdasarkan Penjualan.

 2.     Penaksiran Berdasarkan Analisa Umur Piutang.



 Ad.1) Penaksiran Berdasarkan Penjualan.

          Penaksiran ini biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman pada

 tahun – tahun sebelumnya.

 Contoh :

 Berdasarkan pengalaman, pada setiap tahunnya piutang yang tidak dapat

 ditagih adalah 1 % dari seluruh penjualan kredit. Tahun ini (2007) jumlah

 penjualan kredit Rp. 10.000.000.00

 Jurnal penyesuaianya adalah :

 2007
  Des       31    Kerugian Piutang                     Rp. 100.000.00                 -
                  Cadangan kerugian piutang                    -            Rp. 100.000.00

 Perhitungan : 1 % x Rp. 10.000.000.00 = Rp. 100.000.00

 Ad.2) Penaksiran Berdasarkan Analisa Umur Piutang.

          Proses penganalisaan atas perkiraan piutang seringkali disebut

 sebagai “analisa umur piutang atau analisa jatuh tempo piutang”.
Dasar yang dipergunakan adalah “jatuh tempo dari perkiraan piutang

masing – masing”. Jumlah dan tenggang waktu.

Jumlah piutang – piutang yang tidak dapat ditagih persentasenya

diperhitungkan       berdasarkan       pengalaman         dengan    pengelompokkan

tertentu. Misalnya saja penyusunan itu dilakukan seperti di bawah ini :

             Jarak Umur                      Saldo            %           Jumlah
        Belum Jatuh Tempo              Rp. 8.000.000.00      1%     Rp. 80.000.00

   1-30 hari setelah jatuh tempo       Rp. 4.000.000.00      2%     Rp. 80.000.00

  31-60 hari setelah jatuh tempo       Rp. 3.000.000.00      3%     Rp. 90.000.00

  61-90 hari setelah jatuh tempo       Rp. 3.500.000.00      5%     Rp. 175.000.00

  91-180 hari setelah jatuh tempo      Rp.   500.000.00      10 %   Rp. 50.000.00

  181-360 hari setelah jatuh tempo     Rp. 1.000.000.00      15 %   Rp. 150.000.00

        lebih dari 360 hari            Rp. 1.000.000.00      50 %   Rp. 500.000.00



               Jumlah                  Rp. 21.000.000.00      -     Rp. 1.125.000.00



Berdasarkan analisa di atas, jumlah piutang yang tidak dapat ditagih

berjumlah Rp. 1.125.000.00, Ini merupakan taksiran. Jumlah ini harus

dikurangkan dari perkiraan piutang.

Penyesuaian yang harus dibuat adalah :

2007
 Des     31     Kerugian Piutang                      Rp. 1.125.000.00                -
                Cadangan kerugian piutang                     -            Rp. 1.125.000.00

Kemudian di dalam buku besar akan tampak seperti dibawah ini :

                                   Kerugian Piutang

2007
 Des    31    Penyesua          Rp. 1.125.000.00
              ian


                              Cadangan Kerugian Piutang

                                             2007     31    Penyesuaian      Rp. 1.125.000.00
                                             Des

				
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl