HANKAMNAS AKPER

Document Sample
HANKAMNAS AKPER Powered By Docstoc
					               MAKALAH

    PANCASILA DAN KEWIRAAN
         “” HANKAMNAS “”
                  DI
                   S
                  U
                   S
                  U
                  N
                 OLEH

            KELOMPOK : VI
  KETUA   : M. NAZAR
  ANGGOTA :
            1. ZEA NOVAL
            2. FRISTA SRI WAHYUNI
            3. SULASTRI
            4. EDI SYAHPUTRA
            5. RAHMATUL MAULIDAR

DOSEN PEMBIMBING : BAPAK AJMA’IN, SKM




                 TA. 2007
                                    HANKAMNAS


          Hankamnas = Upaya rakyat semesta yang merupakan salah satu fungsi
pemerintahan/negara didalam rangka menegakkan Tannas dengan tujuan mencapai
keamanan Bangsa dan Negara serta keamanan perjuangan Nasional.


Perkembangan Polstra Hankamnas
   a. Periode Sebelum 1967
      Politik Nasional dititik beratkan kepada :
      - Mencapai kemerdekaan politik.
      - Politik persatuan nasional.
      - Politik konfrontasi.
      Oleh karena itu Strahankamnas tidak boleh menyimpang dari Politik Nasional
      tersebut.
   b. Periode tahun 1967-1968
      - Polhankamnas            = Pengamanan Strategi Dasar
      - Strahankamnas           = Peningkatan efisienensi dan efektivitas ABRI dan
                                  penyelesaian masalah kamdagri.
   c. Periode tahun 1969-1973/1974
      - Strategi jangka sedang (5 tahun).
      - Pengamanan (Pam) Terhadap Pancakrida Kabinet Pembnagunan.
      - Gun Kuat Hankamnas ABRI sebagai :
           £   Kekuatan HAnkam.
           £   Kekuatan Sosial.
      - Peningkatan Kondisi Kamdagri.
   d. Periode tahun 1974-1978/1979
      - Strategi jangka sedang (5 tahun).
      - Pam Stranas dengan Pelita II sebagai fokusnya.
      - Strategi Hankamnasnya penyusunan kekuatan Hankamnas yang mampu :
           £   Mendukung perjuangan kepentingan-kepentingan Nasional diforum
               internasional.
           £   Mengatasi ancaman-ancaman surversi diluar/didalam megeri serta
               macam hambatan lainnya.
   e. Periode tahun 1979-1983
      - Kebijakan dasar :
      £    Kepentingan Hankamnas adalah keamanan jalannya pembangunan nasional.




                                                                                  1
£   Tujuan Hankamnas adalah menjamin keamanan dalam neeri serta
    memelihaar perdamaian dunia umumnya dan keamnan dikawasan Asia
    Tenggara khususnya.
£   Kebijakan Hankamnas adalah mencegah dan menangkal gangguan terhadap
    keamanan dalam negeri, menangkal perang dalam berbagai bentuk dan
    perwujudannya yang mungkin ditujukan terhadap Negara Republik
    Indonesia, termasuk perang terbatas ; dan apabila penangkalan tidak berhasil,
    mengatasi gangguan terhadap keamanan dalam negeri, menghalau atau
    menghancurkan musuh dengan mendasarkan kemampuan sendiri.
£   Strategi yang ditempuh adalah membangun kemampuan pertahanan dan
    keamanan rakyat semesta, serta meniadakan kerawanannya dengan ABRI
    dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup, serta Polri yang
    mampu membina ketertiban dan ketentraman masyarakat.


- Kebijakan diatas diperinci lebih lanjut dalam setiap tahun
£   Pada tahun 1979 :
     Mengadakan regrouping 60 batalyon tempur.
     Kemanunggalan ABRI dengan rakyat.
     Kesejahteraan prajurit.
     Pendidikan dan latihan.
     Hidup sederhana.
     Peralatan modern untuk mengamankan sumber alam nasional.
     Melanjutkan peranan Dwi Fungsi ABRI.

£   Pada tahun 1980 :
     Membina seluruh jajaran ABRI atas dasar Sapta MArga.
     Kebijaksanaan Hankamnas harus didukung dengan anggaran yang
       memadai.
     Memahami dan menghayati nilai-nilai normative Sapta Marga.

£   Pada tahun 1981
     Manusia     ABRI     merupakan     unsure    utama   dalam   pembangunan
       HAnkam/ABRI, sedangkan peralatan sebagai pelengkap.
     Hankamrata membutuhkan persatuan nasional yang kokoh. Operasi
       ABkti    dilanjutkan     dengan   operasi   ABRI    Masuk   Desa    untuk
       memperkokoh Hankamrata.
     Dwi Fungsi sebagai penggugah persatuan nasional.



                                                                               2
   £   Pada tahun 1982 :
        Sishankamrata harus dijabarkan kedalam Doktrin Induk dan Doktrin
           Pelaksanaan.
        Terpeliharanya kemanunggalan ABRI dengan rakyat dan meningkatkan
           ABRI Masuk Desa.
        ABRI harus berperan sebagai dinamisator dan stabilisator.
        Peningkatan disiplin dan tata tertib.
        Peningkatan kesejahteraan personil.
        Peningkatan mutu pendidikan.
        Peningkatan frekuensi latihan perorangan dan satuan serta gabungan.
        Pemantapan organisasi satuan operasional dan komando.
        Melanjutkan pembangunan kekuatan.
        Efesiensi dalam penggunaan anggaran menurut prioritas.


Strategi Hankamnas
   Pedoman pembuatan Renstra HAnkamnas tahun 1979-1983 :
   - Prinsip Ekonomi dan Prioritas.
       £   Prinsip-prinsip ekonomi harus diterapkan dalam Hankamnas.
       £   Kekuatan Hankam yang relative kecil tetapi efesien.
       £   Cadangan yang mencukupi


   - Mencukupi Kebutuhan Sendiri.
       £   Perlu membangun industri-industri Hankam untuk kenutuhan sendiri,
           terutama perlengkapan vital.
       £   Inventarisasi industri yang ada, apabila diperlukan dapat menghasilkan
           peralatan Hankam.
       £   Pemeliharaan dan penerbitan peralatan yang ada.


   - Dislokasi Kekuatan.
       £   Perlu penilaian tempat strategis seperti darah. Perbatasan, pulau-pulau
           dan lain-lain.
       £   Tentukan dislokasi kekuatan dan pengkalan-pangkalan.
       £   Siapkan kekuatan pemukul dengan latihan terus menerus dan fasilitas
           sebanyak mungkin.




                                                                                3
- Undang-undang dan Doktrin
   £   Hak dan kewajiban bela Negara harus adil dan merata dikalangan rakyat.
   £   Rakyat selaku pelaku perang total perlu Pembinaan Mental.
   £   Idiologi PAncasila dan nilai-nilai bangsa harus tertanam dengan teguhu
       dalam fikiran rakyat.
   £   Undang-undang Bela Negara harus secara lahir dan diketahui oleh rakyat.


- Penelitian dan Pengembangan Teknologi.
   £   Penelitian     dan      pengembangan     teknologi   ditujukan    kepada
       penyempurnaan perlengkapan.
   £   Lembag-lembaga penelitian dan pengawasan yang ada harus dapat
       dimanfaatkan.
   £   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dapat dimanfaatkan
       oleh ABRI.


- Dwi Fungsi ABRI.
   £   Hubungan antara keamanan dan kesejahteraan erat sekali.
   £   Perlu pembangunan ABRI ditujukan kepada kemampuan :
       a. Hankam,
       b. Kekuatan social.
       Bersama-sama dengan kekuatan social lainnya dapat menanggapi dan
       membatasi permasalahan-permasalahan nasional untuk mewujudkan
       Ketahanan Nasional.


- Manajemen Hankam
   £   Manajemen Hankam harus dilaksanakan seorang efektif dan efisien.
   £   Manajemen harus dikembangkan dan diterapkan manajemen mutakhir.


- Pemanfaatan Peluang.
   £   Setiap peluang harus dimanfaaatkan untuk memperkecil kerugian,
       menghemat penggunaan dan menghasilkan kegunaan tambahan.
   £   Rencana pembangunan AHnkam turut serta memecahkan permasalahan
       nasional,    seperti    kependudukan,   pemukiman,   kesempatan    kerja,
       pengembangan daerah, pelestarian lingkungan hidup dan sebagainya.
   £   Peluang dapat mengurangi kepadatan penduduk harus tetap menjamin
       Hankam.




                                                                              4
     £   Penggunaan pangkalan diluar Jawa dengan pemindahan kesatuan-
         kesatuan dari Jawa harus sudah dimulai, sebagai pusat pengembangan
         daerah.
     £   Peluang pengembangan industri nasional sebanyak mungkin dapat
         mengadakan perlengkapan Hankam.
     £   ABRI sebagai organisasi harus berkemampuan tinggi untuk menanggapi
         dalam permasalahan keamanan dan kesejahteraan nasional dalam upaya
         pembangunan disegala bidang.
     £   Peluang-peluang dalam kegiatan pembangunan hendaknya dimanfaaatkan
         oleh ABRI.


Pembangunan Hankamnas
  a. Tujuan Pembangunan.
     - Untuk mewujudkan daya tangkal.
     - Daya tangkal berdasarakan kepada kekuatan rakyat yang memiliki
         ketahanan idiologi dan mental.
     - Daya tangkal dibangun dengan kekuatan-kekuatan nyata.
     - Untuk membela kedaulatan Negara Republik Indonesia.


  b. Pola Dasar Pembangunan.
     - Pembangunan Hankamnas untuk terlaksananya polstrahankamnas.
     - Dikembangkan atas dasar percaya kepada kemampuan diri sendiri.
     - ABRI yang kecil dengan kemampuan fisik, mental dan teknis yang
         tinggi.
     - Menyusun dan melantik rakyat untuk membantu tugas-tugas ABRI.
     - Tersedianya prasarana produksi dan pemeliharaan alat peralatan Hankam.


  c. Pola Dasar Pertahanan.
     - Konsep Tiga Medan Pertahanan :
         £   Medan pertahanan depan.
         £   Medan pertahanan utama.
         £   Medan pertahanan cadangan.
     - Konsep Enam Wilayah :
         £   Wilayah daratan, termasuk udara             (wilayah I)
         £   Wilayah pantai                              (wilayah II)
         £   Wilayah lepas pantai                        (wilayah III)




                                                                            5
      £   Wilayah laut dan udara nasional                (wilayah IV)
      £   Wilayah perbatasan laut dan udara nasional     (wilayah V)
      £   Wilayah luar nasional                          (wilayah VI).
   - Konsep Kekuatan Gabungan Seimbang dan Serasi.
   - Konsep Ketahanan Regional Asia Tenggara.


d. Sasaran Kemampuan Hankamnas.
   - ABRI sebagai kekuatan Hankam yang mempunyai :
      £   Kemampuan strategis mematahkan setiap ancaman.
      £   Kemamapuan memelihara stabilitas wilayah nasional.
      £   Kemampuan intelijen strategis.
      £   Kemampuan menggalang kondisi yang menguntungkan.
      £   Kemampuan mengembangkan kekuatan aktif ABRI dalam waktu
          singkat setiap saat diperlukan.


   - Kekuatan rakyat, yang mempunyai :
      £   Kemampuan membantu ABRI dalam tugas-tugas pertahanan.
      £   Kemampuan      membantu      ABRI   dalam    tugas-tugas   keamanan
          masyarakat.


   - Prasarana yang mempunyai :
      £   Kemampuan memproduksi senajata-senjata yang diperlukan.
      £   Kemampuan memelihara/merawat senjata-senjata yang digunakan


   - ABRI sebagai kekuatan sosial, yang mempunyai :
      £   Kemampuan memproduksi senjata-senjata yang diperlukan.
      £   Kemampuan memelihara/merawat senjata-senjata yang digunakan.


   - ABRI sebagai kekuatan sosial, yang emempunyai :
      £   Kemampuan melaksanakan pembangunan nasional bersama-sama
          dengan kekuatan sosial lainnya.
      £   Kemampuan menggalang kondisi yang mantap dan harmonis untuk
          meningkatkan ketahanan Nasional.




                                                                            6
e. Program Induk.
   - Program Induk Kekuatan (Force Mayor Programs) :
      £   Proin kekuatan strategis.
      £   Proin kekuatan kewilayahan.
      £   Proin pertahanan Udara nasional.
      £   Proin Intelejen strategis, dan
      £   Proin kekuatan cadangan nasional.

   - Program Induk Prasarana ABRI (Support Mayor Programs) :
      £   Proin Pangkalan-pangkalan.
      £   Proin Komunikasi Elektronika.
      £   Proin Pemeliharaan.
      £   Proin Management, dan
      £   Proin Penelitian dan pengembangan.

   - Program Induk Prasarana Hankamnas (National Defence Infrastructure) :
      £   Proin Industri Ringan Pertahanan.
      £   Proin Pelayaran jasa-jasa Pemeliharaaan dan transmigrasi.

f. Sasaran Program. Terbagi kepada empat Sub-sektor :
   - Sub-sektor Kekuatan Pertahanan :
      £   Program Bala Pertahanan Wilayah.
      £   Program Bala Pertahanan Terpusat.
      £   Program Intelejen dan Komunikasi Terpusat.
      £   Program Angkutan Terpusat.

   - Sub-Sektor Kekuatan Keamanan :
      £   Program Kepolisian Daerah
      £   Program Kepolisian Pusat.
      £   Program Angkutan terpusat.
      £   Program Bantuan Keamanan Masyarakat, dan
      £   Program Intelejen Kepolisian.

   - Sub-Sektor Dukungan Umum :
      £   Program Penelitian dan Pengembangan.
      £   Program Pembekalan dan Pemeliharaan Terpusat.
      £   Program Pendidikan, Kesehatan, Kegiatan Umum Personil.
      £   Program Administrasi dana Managemen.

   - Sub-Sektor Bhakti ABRI, yang meliputi peningkatan Operasi Bhakti.



                                                                         7
Penggunaan Kekuatan
  a. Pola dasar pengguanaan kekuatan Hankamnas diperlukan untuk suatu operasi
     tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan, dimana segi yang kuat dijadikan
     pancangan kaki dan dimanfaatkank seoptimal mungkin dengan memberikan
     kekuatan kepada segi yang lemah untuk diperbaiki dan diperkuat untuk dapat
     seimbang dan serasi.
  b. Politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan dan berpijak kepada
     situasi dan kondisi kekuatan yang rielo dan sebagainya.
  c. Pola dasar penggunaan kekuaatan Hankamnas yang ditujukan kedalam ialah :
     - Persuaasi, ialah dengan mengadakan penggalngan disegala bidang
        kehidupan sosial diharapkan adanya pengertian arah pembangunan yang
        dilaksankan oleh Pemerintah yang dituangkan dalam GBHN maupun
        Pelita. Dalam bidang kegiatan Hankamnas diikut sertakan rajyat
        sebanyak mungkin.
     - Ancaman Langsung, jika car persuasive kurang berhasil maka diadakan
        ancaman-ancaman langsung serta diiringi dengan tindakan-tindakan
        preventif secukupnya sehingga situasi dapat dikendalikan.
     - Penghancuran, hal ini merupakan tindakan yang terpaksa setelah
        ditempuh semua jalan.
  d. Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas keluar dilakukan dengan dasar
     Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif untuk diabdikan kepada kepentingan
     Nasional, dimana diadakan musyawarah sebelumnya.




                                                                             8
Kesimpulan
  a. Masalah Hankamnas adalah Masalah seluruh Rakyat Indonesia, dan dia
     bukan terbatas pada masalah ABRI semata-mata. Oleh karena itu perlu
     diketahui oleh seluruh Rakyat Indonesia.
  b. Masalah Hankamnas merupakan salah satu bidang kehidupan Nasional, oleh
     karenanya Hankamnas tidak dapat terlepas dari Polstranas, bahkan Polstranas
     merupakan dasar dari Poltrahankamnas.
  c. Polstrahankamnas menentukan kebijaksanaan, arah dasar dan saran-saran
     dalam pembinaan dan pembangunan dan penggunaan kekuatan Hankamnas
     yang meliputi seluruh potensi Nasional, yaitu IPOLEKSOM.
  d. Pertumbuhan dan perkembangan Polstrahankamnas selalu berkaitan dengan
     gerak juan Bangsa Indonesia dalam membela dan mempertahankan
     kemerdekaannya.
  e. Dengan terlaksananya Polstrahankamnas maka akan dapat tercapai Tannas
     dibidang Hankam dalam batas-batas kemampuan.
  f. Polstrahankamnas akan dapat memberi dasar pokok pada system Hankamnas.




                                                                              9
                               KATA PENGANTAR


         Dengan mengucapkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT, berkat segala
Limpahan Rahmat dan Karunia-Nnya sehingga kami Anggota Kelompok VI dapat
menyelesaikan      Makalah   PANCASILA       DAN     KEWIRAAN         dengan     judul
“HANKAMNAS” Shalawat beriringkan Salam, juga tidak lupa kita Sanjugsajikan
kepada Penghulu     Alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita
Umatnya dari Alam Kebodohan ke Alam yang berilmu pengetahuan.
         Dalam penulisan makalah ini kami mengucapkan banyak berterima kasih
kepada Dosen Pembimbing yaitu Bapak Ajmai’in, SKM yang telah banyak membantu
dalam proses penyelesaian makalah ini. Juga terima kasih kepada seluruh Anggota
Kelompok VI yang telah berpartisipasi dan saling membantu sehingga selesainya
makalah ini, kami juga sangat menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, banyak
sekali kekurangan yang tidak disengaja, baik dalam penulisan huruf ataupun penyusunan
kata-katanya.
Untuk itu kami mohon maaf dan sangat mengharapkan saran dan kritik dari pendengar/
pembaca sekalian
         Atas segala perhatian dan dukungannya, kami mengucapkan terima kasih.




                                                            Langsa, 10 April 2007
                                                                   Penulis,




                                                               ( Kelompok VI )




                                                                                      i
                                                                                    10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2218
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:11
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl