Docstoc

LINGKUNGAN HIDUP INTAN

Document Sample
LINGKUNGAN HIDUP INTAN Powered By Docstoc
					                                   BAB I
                             LINGKUNGAN HIDUP



A. Konsep Ekosistem
        Suatu kawasan alam yang didalamnya tercakup unsur-unsur hayati
(organisme) dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tak hidup) serta hubungan timbal
balik disebut sistem ekologi atau dinamakan ekosistem. Kalau kita melihat ekosistem
dari segi penyusunannya kita dapat membedakan 4 komponen yaitu:
1. Bahan tak hidup (abiotik, non hayati), yaitu komponen fisik dan kimia terdiri dari
   tanah, air, udara, sinar matahari dan merupakan medium atau substan untuk
   berlangsungnya kehidupan.
2. Produsen, yaitu organisme yang autotrofik yang umumnya tumbuhan berklorofil
   dari bahan organik yang sederhana.
3. Konsumen, yaitu organisme heterotrofik misalnya hewan, manusia yang makan
   organisme lain.
4. Pengurai, perombak, atau “decomposer” adalah organisme heterotrofik yang
   menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati, pengurai tersebut
   dan melepas bahan-bahan yang sederhana dapat dipakai oleh produsen. Bakteria
   dan jamur termasuk dalam kelompok ini.
        Sifat ekosistem yang universal, baik dalam ekosistem darat dan perairan,
ataupun ekosistem buatan seperti kebun dan sawah semuanya merupakan interaksi
komponen autotrofik dengan heterotrofik. Pembagian suatu ekosistem menjadi 4
komponen yaitu, produsen, konsumen, pengurai dan abiotik. Organisme semacam itu
terdiri atas organisme heterotrofik, seperti bakteri dan jamur yang relatif tidak
bergerak. Ukurannya kecil sekali, hidup terbenam dalam bahan-bahan yang
diuraikannya, dan mempunyai kecepatan metabolisme tinggi.


B. Lingkungan Hidup
        Lingkungan hiduop adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, makhluk hidup dan termasuk didalamnya manusia dan prilakunya. Yang
mempengaruhi kelangsungan pri kehidupan dan kesehjateraan makhluk hidup
lainnya. Selanjutnya lingkungan hidup manusia dapat dibagi 3 yaitu:
1. Lingkungan hidup alami ialah suatu wilayah atau lingkungan yang tidak
   didominasi oleh manusia secara berlebihan yakni wilayah dikonservasi secara
   alamiah atau direhabilitasi agar kembali menjadi suatu yang alamiah sifatnya.
                                                                                  2


2. Lingkungan hidup buatan atau binaan ialah suatu lingkungan dimana manusia
   menunjukkan peranan yang dominan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan
   dan tekhnologi dalam berbagai bidang :pertambangan, pertanian industri
   perekonomian, perhubungan, pemukiman.
3. Lingkungan sosial adalah sistem dimana berkembang hubungan struktural
   maupun fungsional antara manusia dengan manusia.
        Lingkungan hidup manusia terdiri atas sosial, yang menentukan sampai
seberapa jauh lingkungan hidup alam. Mengalami perubahan drastik menjadi
lingkungan hidup buatan. Didalam lingkungan hidup manusia, secara garis besar
terdapat 3 macam lingkungan yaitu:
1. Lingkungan fisik
2. Lingkungan hayati
3. Lingkungan sosial
        Lingkungan fisik terdiri dari berbagai benda, zat, dan keadaan tanah, air,
udara dan seluruh kekayaan alam. Fisik yang ada diatas dan didalamnya lingkungan
hayati meliputi segala makhluk hidup dari yang paling kecil sampai yang paling besar
merupakan hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
        Sedangkan lingkungan sosial adalah kehidupan manusia dan interaksi
dengan sesamanya. Lingkungan sosial yang juga menjadi bagian kehidupan kita
sehari-hari. Secara lebih kluas lingkungan hidup manusia juga termasuk tanah
pertanian, hutan dengan segala isinya, iklim, cuaca, perairan dengan berbagai
makhluknya.
                                                                                  3


C. Pencemaran Lingkungan
        Manusia dapat berperan sebagai subyek yang mengembangkan atau merusak
lingkungan hidup, tetapi manusia dapat pula ditinjau sebagai objek yang dapat
menikmati lingkungan yang lestari atau lingkungan yang tercemar. Akhir-akhir ini
sering diberitakan mengenai penderitaan manusia akibat pencemarannya lingkungan
hidup tempat mereka tinggal yang disebabkan oleh kerusakan mesin-mesin pabrik
atau pembuangan cairan obat-obatan kimia yang tidak terpakai.
        Akibat    sampingan    pemakaian    tekhnologi   yang   sebelumnya     tidak
diperhitungkan itu telah bertahun-tahun berbagai buangan industri mengendap
disungai, tanah dan lain-lain sehingga menimbulkan masalah lingkungan yang fatal,
atau membahayakan kehidupan manusia, flora dan fauna.
        Pencemaran lingkungan menurut UU lingkungan hidup (UULH) 1982
adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain
kedalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau
oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketuingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan kurang baik atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukkannya.
                                                                                 4


                               BAB II
                    PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP



A. Pencemaran Air
        Pengaruh industri yang menimbulkan pencemaran terhadap air tidak hanya
dari zat-zat buangan fisik, tetapi juga pengaruh yang timbul karena pembuangan yang
sebenarnya tidak mencemarkan tetapi bersuhu tinggi atau mengandung radiasi.
Sumber pencemaran dari kegiatan pada umumnya bersumber dari
1. Kegiatan produksi dan penambangan
2. Kegiatan pengadaan energi, dan uang yang meliputi pembakaran bhan bakar fosil
   atau penggunaan bahan-bahan radioaktif.
3. Transportasi melalui air, baik sebagai pengangkutan manusia, bahan mentah,
   bahan jadi maupun mesin-mesin produksi.
4. Penyucian dan usaha mengektraksi dengan menggunakan air.
5. Penyerapan gas-gas oleh air.
        Kegiatan-kegiatan tersebut diatas menimbulkan pencemaran terhadap media
air dalam bentuk:
1. Penurunan atau kenaikan keasaman air.
2. Perubahan warna air.
3. Naiknya suhu air.
4. Masuknya zat-zat beracun kepengairan.
5. Peningkatan kadar zat organik penyebab pembusukkan diair.
6. Peningkatan kadar garam-garm mineral.
7. Masuknya bahan-bahan penyebab busa.
8. Masuknya bakteria dan virus.


B. Pencemaran Udara
        Pencemaran udara adalah suatu keadaan dimana kehadiran satu atau lebih
bahan pencemar diudara dalam jumlah dan meliputi waktu tertentu sehingga
mengganggu kesehatan manusia, tumbuh-tumbuhan atau binatang. Pencemaran udara
dapat terjadi dari beberapa penyebab antara lain:
1. Proses produksi dan penambangan.
2. Pembakaran bahan bakar fosil dan bahan-bahan radioaktif.
3. Pembakaran buangan industri.
4. Kontruksi dan pembokaran bangunan.
                                                                                 5


5. Transportasi dari dan ke lokasi industri.
6. Pengolahan buangan cair yang menimbulkan keluarnya gas.
        Jenis-jenis pencemaran udara sangat tergantung dari jenis industri dan
tekhnologi yang digunakan. Walaupun demikian pada umumnya pencemaran udara
dari industri disebabkan oleh:
1. Amonia (NH3).
2. Oksida dari belerang.
3. Hidrogen sulfida.
4. Oksida dari nitrogen.
5. Metil amine.
6. Karbonmonoksida.
7. Partikel-partikel debu.
8. Partikel-partikel karbon.
9. Gas yang mengandung radioaktif.
10. Cairan pengencer organik yang mudah menguap.


Akibat pencemaran udara ini antara lain dalam bentuk:
1. Salah satu penyebab penyakit batuk-batuk, gangguan pernafasan, sakit dada dan
   kematian pada mereka yang dalam kondisi badan lemah oleh zat-zat pencemar
   debu, okside, belerang, oksida-oksida nitrogen.
2. Korosi yang mempercepat proses karat pada metal disebabkan oleh gas SO2.
   kehadiran gas ini pada saat jatuh hujan dapat menimbulkan “hujan asam” yang
   menimbulkan dampak materi yang lebih besar.
3. Terganggunya kehidupan flora oleh gas-gas seperti senyawa flour dan sebagainya.
4. Keracunan yang disebabkan oleh senyawa timbal yang dapat menyerang saraf,
   dan oleh senyawa-senyawa logam lain yang berbahaya seperti kadmium (pada
   industri seng), nikel (industri stainlees steel), vanadium (pembakaran batu bara
   dan oli residu).
5. Penyebab penyakit kangker yang dapat berasal dari berbagai zat tak organik
   (asbes, kobal, kadmium, silikon, dan arsen).
6. Gangguan osteris oleh debu yang memberikan pandangan yang tidak
   menyenangkan disamping gangguan pada kesehatan.
                                                                               6


C. Pencemaran Tanah
        Tercemarnya tanah tidak hanya disebabkan oleh masuknya bahan pencemar,
tetapi juga disebabkan oleh adanya perubahan keadaan tersebut sehingga tata
gunanya yang terbaik terganggu. Pencemaran tanah yang disebabkan oleh kegiatan
industri antara lain:
1. Pembangunan bahan-bahan buangan padat dan cair melalui cara yang tidak benar.
2. Pembakaran bahan-bahan buangan padat dari kegiatan industri.
3. Penambangan.
4. Pembongkaran bangunan diatas tanah dengan meninggalkan bahan-bahan sisi
   bongkaran.
5. Penggunaan tanah untuk menyimpan barang-barang yang dapat menimbulkan
   gangguan seperti penyimpanan/pembuangan lumpur hasil kegiatan industri.
6. Pengadaan bendungan atau seluruh untuk mengumpulkan atau mengeringkan
   kelebihan air.


Bahan-bahan pencemaran tanah pada umumnya berwujud 7 macam yaitu:
1. Sisa-sisa kemasan seperti kertas, karton, plastik dan lain sebagainya.
2. Timbulnya erosi karena tanaman penahan telah musnah.
3. Bau yang mengganggu dari pembusukan zat-zat organik.
4. Gangguan terhadap kehidupan flora dan fauna setempat.
5. Timbulnya bahaya kebakaran dan peledakan akibat penyimpanan bahan-0bahan
   mudah terbakar yang diletakkan secara sembarang.
6. Tanah menjadi sumber penyakit.
7. Gangguan terhadap kualitas air tanah.
                                                                                 7


                             BAB III
               LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN



A. Pelestarian Lingkungan
        Peranan manusia dalam melestarikan potensi lingkungan hidup penduduk
bumi, manusia bertanggung jawab terhadap tuhannya, dalam arti menjaga
kelangsungan hidup manusia, dan kelestariannya. Peledakan penduduk juga telah
m,engancam kelestarian ekosistem, karena sumber makanan yang dihasilkan oleh
ekosistem ini mempunyai kemampuan yang terbatas. Sawah-sawah hanya mampu
menghasilkan padi dalam jangka waktu 3 atau 4 bulan, sedangkan manusia terus-
menerus menerus bertambah.
        Bila hal ini dibiarkan kesinambungan dalam ekosistem dunia bisa terganggu
dan manusia akan menanggung sendiri akibatnya misalnya kelaparan, banjir
lingkungannya dan sebagainya. Oleh karena itu manusia harus sadar dengan
lingkungannya. Sadar bahwa manusia merupakan bagian dari keseluruhan ekosistem,
dan kelangsungan hidup manusia sangat tergantung pada kondisi lingkungan atau
relungnya (Niche).
        Jadi prilaku manusia harus bisa harmonis, serasi, seimbang dengan alam
lingkungannya. Dengan kata lain, manusia harus dapat menjadi pengelola
lingkungannya. Soeryaatmadja (1987) menyatakan, bahwa perlu pengembangan ilmu
dan tekhnologi untuk memanfaatkan kembali hasil buangan. Bagaimana sampah-
sampah yang berasal dari perkotaan dapat dimanfaatkan kembali, misalnya untuk
rabuk (kompas), tenaga listrik dan sebagainya. Kotoran ternak, selain untuk pupuk
dapat juga digunakan untuk biogas.
        Kelangsungan hidup manusia dapat diselamatkan dan ditingkatkan,
sedangkan kualitas lingkungan menjadi lebih baik. Penghargaan terhadap pelopor-
pelopor dan peserta keluarga berencana, juga telah menyadarkan orang, bahwa
jumlah manusia dengan kemampuan alam sudah mengalami ketidakseimbangan
seperti dapat dilihat dalam persaingan untuk memperoleh lapangan kerja semakin
meningkat.
        Akhir-akhir ini telah terjadi kerusakan pada hutan bakau dan terumbu karang
dipasntai-pantai sumatrea, jawa. Tentunya yang menjadi pertanyaan kita adalah
mengapa mereka sampai merusak terumbu karang dan hutan bakau tersebut? Bagi
pengusaha mungkin hanya melihat dari segi untungnya saja, sedangklan bagi rakyat
                                                                                   8


kecil yang menjadi kulinya, mungkin untuk memenuhi kebutuhan primernya yaitu
untuk memperoleh makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya.
        Untuk mengatasi masalah ini adalah pertama memberi informasi dan
komunikasi kepada penduduk setempat akan pentingnya hutan bakau dan terumbu
karang untuk melestarikan biota laut. Kedua sanksi yang berat terhadap pelanggar-
pelanggar yang bersangkutan. Beberapa usaha pelestarian ekosistem pada saat ini
indoneasia memiliki kurang lebih 304 suaka alam yang tersebar dikepulauan.
        Pada masa lampau kriteria yang dipakai dalam penentuan dan pendirian
suaka alam ini terutama diletakkan pada keunikan suatu daerah yang ditinjau dari segi
potensi, zoologi, geologi dan keindahan alam. Usaha pelindungan alam ditekankan
pada perlindungan jenis-jenis yang hampir punah, kegunaan dan nilai suaka alam
lebih banyak ditekankan pada kegunaan dan nilai ilmiah, sedangkan kegunaan untuk
orang awam tidak banyak dikemukakan sebagai alasan.
        Menurut konsep mutakhir pengertian pelestarian alam mempunyai ruang
lingkup yang lebih luas dari pada konsep lama. Bukan saja alat yang diawetkan, tetapi
juga Sumber Daya Manusia, dan bukan hanya jenis-jenis tertentu yang dilindungi
tetapi juga semua makhluk dan faktor lingkungannya. Jadi usaha pelestsrian alam
harus ditekankan pada pelestarian sistem kehidupan secara menyeluruh atau
ekosistem dan usaha ini diarahkan pada pengolahan llingkungan yang lebih baik
untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
        Dalam pengertian yang lebih luas, pelestarian alam telah didefinisikan oleh
IUCN General Assembly ke10 (Budowski 1972) sebagai “management of the
resource environment air, water, soil and living species including man so as achieve
the highest sustainable quality of human life”. Definisi ini dan implikasinya
menunjukkan bahwa perlindungan satwa dan tumbuh-tumbuhan liar bukan satu-
satunya tujuan, meskipun merupakan bagian yang penting dari pelestarian. Disini
jelas tentunya juga mempunyai kaitan dengan pembangunan. Dalam hal ini
pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat aaantara manusssia
dan lingkungan dan juga harus mendorong peningkatan nilai-nilai ilmiah,
kebudayaan, pendidikan dan tentu saja ekonomi selama tidak bertentangan dengan
tujuan pengawetan.
                                                                                9


        Jadi pelestarian merupakan usaha pengelolaan lingkugnan dan semacam ini
menharahkan    kepada    peningkatan   keanekaragaman     yang   besar   termasuk
keanekaragaman satwa, tumbuh-tumbuhan dan ekosistem harus diperhatikan, karena
lingkungan yang beraneka ragam akan lebih stabil dari lingkungan yang seragam.


B. Pembangunan
        Pembangunan pada hakikatnya adalah merupakan upaya manusia untuk
mendayagunakan sumber alam dan lingkungan sedemikian rupa dengan tujuan untuk
meningkatkan taraf hidup. Pembangunan secara garis besarnya terdiri atas upaya
peningkatan kesehjateraan material (secara kuantitatif fisik), dan juga upaya
peningkatan segi non fisik yakni spritual kualitatif. Di Indonesia, pembangunan
nasional bertujuaj untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata
materil, spritual berdasarkan pancasila didalam wadah negara kesatuan republik
indonesia yang merdeka, bersatu dan berkaudalatan rakyat dalam suasana
prikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan
pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat teratur dan damai.
        Berdasarkan pokok pikiran bahwa hakikat pembangunan nasional adalah
pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat
indonesia, maka landasan pelaksanaannya adalah pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945. pola dasar pembangunan nasional dan pola umum pembangunan jangka
panjang ditetapkan dalam GBHN. Sasaran utama daripada pembangunan jangka
panjang adalah menciptakan landasan yang kuat bagi bangsa indonesia untuk dapat
tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri.
        Untuk meningkatkan mutu dan tingkat hidup rakyat tersebut perlu
dikerahkan segala kekuatan sumber yang ada, yang dapat digunakan secara efektik
dan efisien. Disamping diusahaklan untuk menghindari akibat sampingan yang
kurang menguntungkan bagi pengusaha pembangunan itu sendiri. Pola perencanaan
pembangunan nasional secara horizontal sebagai atas pembanguinan sektoral yang
dipertanggungjawabkan secara intstitusional sebagai bidang kesehatan oleh
depertemen kesehatan, bidang pertambangan oleh depertemen pertambangan dan
bidang pendidikan dan kebudayaan oleh pendidikan dan kebudayaan.
        Sedangkan secara zertikal terdapat perencanaan pembangunan nasional,
perencanaan pembangunan daerah tingkat 1 dan daerah tingkat II. Salah satu faktor
yang sangat menentukan keberhasilan usaha pembangunan, terutama dinegara-negara
sedang berkembang seperti indonesia adalah maasalah kependudukan. Faktor
                                                                                     10


penduduk cukup mempengaruhi usaha pembangunan, karena penduduk disamping
sebagai pemakai hasil pembangunan juga adalah sebagai perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan itu sendiri.


Beberapa macam pembangunan dalam bentuk antara lain:
1. Pembangunan Fisik.
         Telah dijelaskan dimuka, bahwa segala upaya yang dimaksudkan untuk
meningkatkan      kesehjateraan     material   secara   kuantitatif   disebut   sebagai
pembanguinan fisik. Pembangunan yang bersifat kebendaan (fisik) tak dapat
dipisahkan dari pembsngunan yang bersifat spritual kualitatif (non fisik) seperti
budaya, agama, sebab kebudayaan bermuara pada kepentingan dan oleh manusia
pelaku pembangunan itu sendiri. Kendatipun demikian, kiranya dapat dibatasi disina
bahwa pembangunan fisik adalah merupakan kegiatan-kegiatan pembangunan yang
lebih mudah diamati, diukur, dan ditetapkan tingkat keberhasilannya oleh sebabv itu
tolak ukurnya bersifat fisik pula. Beberapa macam bentuk kegiatan pembangunan
bersifat fisik yang kita kenal antara lain:
~ Pembangunan gedung.
~ Pembangunan sarana jalan/jembatan.
~ Pembangunan lahan pertanian.
~ Pembangunan alat transportasi.
~ Pembangunan alat komunikasi.
~ Pembangunan pabrik/industri.
~ Pembangunan pembangkit tenaga listrik.


2. Pembangunan Non Fisik
         Sasaran pembangunan yang akan berpengaruh terhadap kehidupan
kebangsaan kita merupakan perubahan pokok yang sebenarnya telah diisyaratkatkan
dalam GBHN 1988. antara lain disebutkan, bahwa sasaran utama pembangunan
jangka panjang 25 tahun kedua yang akan dimulai pada pelita ke VI


3. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
         Sebagai jawaban atas krisis lingkungan yang mengancam kehidupan
manusia untuk seterusnya, world commision on environment development (WCED)
datang dengan konsep sustainable development. Krisis lingkungan dan pembangunan
tidak dapat dipecahkan secara terpuisah tetapi harus secara terkait. Pemecahan krisis
                                                                            11


lingkungan saja secara tersendiri hanya akan mempergawat krisis pembangunan,
yang pada gilirannya akan kembali menuimbulkan masalah lingkungan yang lebih
besar lagi. Karena itu pembangunan haruas daaapat terlanjutkan untuk memenuhi
kebutuhan masa kini, tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk
memenuhi kebutuhaannya pula.
                                                                               12
                                                                               i


                             KATA PENGANTAR



        Syukur Alhamdulillah kita panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kita bersama sehingga saya telah

dapat menyelesaikan sebuah Klipping yang berjudul “SENI SUARA (VOKAL)”.

Juga tak lupa pula selawat beserta salam kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad

SAW dan juga kepada ahli keluarganya sekalian.

        Ucapan terima kasih kepada Ibu Yusinar yang telah mengizinkan saya dan

mempercayai saya untuk menyelesaikan Klipping ini.

        Saya menyadari bahwa dalam menyelesaikan Klipping ini tentunya masih

banyak kekurangan dan kesilapan-kesilapan, saya sangat mengharapkan saran dan

kritik atas kesimpang siuran dalam penulisan nantinya. Semoga penertiban Klipping

ini bermanfaat bagi yang membacanya.




                                                           PENULIS



                                                       ( NAJIBULLAH)
                                                          13
                                                          ii


                      DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR…………………………………………………………                  i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….                  ii


BAB I   LINGKUNGAN HIDUP……………………………………………             1
        A. Konsep Ekosistem………………………………………………         1
        B. Lingkungan Hidup …………………………………………….        1
        C. Pencemaran Lingkungan………………………………………       3


BAB II PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP……………………….          4
        A. Pencemaran Air………………………………………………...        4
        B. Pencemaran Udara……………………………………………..        4
        C. Pencemaran Tanah……………………………………………..        6


BAB 111 LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN………………        7
        A. Pelestarian Lingkungan………………………………………...   7
        B. Pembangunan …………………………………………………...         9
                                        14



           MAKALAH




         NPM : 04101511129




     UNIVERSITAS JABAL GAFUR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    SEMESTER III T.A.2005 ~ 2006

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:135
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:14
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl