IPA KLS 3

Document Sample
IPA KLS 3 Powered By Docstoc
					                                                                             1



                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
       Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat sekarang ini
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus di miliki oleh
setiap manusia karena dengan pendidikan budaya manusia bisa terangkat sesuai
dengan pendidikan dan ilmu yang di milikinya. Selain itu manusia di ciptakan
oleh Allah SWT, sebagai khalifah di muka bumi ini sebagaimana firmanya dalam
surat Al-Baqarah ayat 30 :




Artinya: ”Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para maliakat :
            sesungguhnya Aku hendak menjadikan seseorang Khalifah di muka
            bumi……. ”(Al-Baqarah Ayat : 30)

       Tentu saja untuk melaksanakan tugasnya sebagai khalifah, maka setiap
individu manusia perlu mendapatkan pendidikan baik melalui jalur formal seperti
sekolah maupun non formal.
       Kita semua mengetahui bahwa pendidikan merupakan media untuk
mendukung pelaksanaan program Nasional yaitu Wajib Belajar Pendidikan Dasar
9 Tahun, maka kepada seluruh lembaga pendidikan formal khususnya tingkat
Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Indonesia diwajibkan menyantumkan salah satu
mata pelajaran yang harus diterapkan yaitu mata pelajaran Matematika, Ilmu
Pengetahua Alam, Bahasa Indonesia serta Ilmu Pengetahuan Sosial.
       Kegiatan Belajar Mengajar yang efektif sangat tergantung pada pemilihan
dan penggunaan metode Mengajar yang serasi dengan tujuan mengajar, karena
itu   seorang   guru    dalam menyampaikan suatu materi (Pokok Bahasan)
hendaknya menyesuaikan metode –metode yang akan di pakai. Kesanggupan dan
pengalaman-pengalaman praktis serta mampu mempergunakan sesuai dengan
                                                                            2



kebutuhan-kebutuhan khusus yang dalam diri anak–anak didik. Metode mengajar
yang dipergunakan akan menentukan suksesnya pekerjaan guru.
       Untuk memilih suatu metode hendaknya seorang guru memiliki pemikiran
dan pengalaman tentang metode yang sesuai dengan Garis – garis Besar Program
pengajaran (GBPP) dan Kurikulum sehingga pencapaian materi pelajaran lebih
terarah sesuai dengan tujuan yang di harapkan. Namun patut dipertimbangkan
apabila pemilihan metode yang salah dapat menghambat pencapaian tujuan
pembelajaran.
       Pengembangan kemampuan siswa dalam bidang Sains merupakan salah
satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan dalam memasuki dunia
tekhnologi informasi di kemudian hari. Salah satu cara untuk memenuhi
kebutuhan tersebut adalah perlunya penggunaan metode yang mantap dalam
pelaksanaan     proses belajar mengajar, disamping perlunya penyempurnaan
kurikulum yang di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang cenderung
berubah, perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan daerah dan
upaya memajukan bangsa agar menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.
       Menurut GBPP 1995 yang di tuntut dalam Kurikulum untuk Mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau sekarang bernama SAINS,
Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia dipandang tepat
untuk ditetapkanya suatu metode Drill (Latihan), Tanya Jawab, Demonstrasi,
Eksperimen dan Rasitasi hal ini tudak jauh beda dengan penerapan metode yang
digunakan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang sekarang ini baru
mulai diperkenalakan di sekolah – sekolah di seluruh Indonesia.
       Melalui Variasi metode Mengajar yang di gunakan, siswa diharapkan lebih
mampu memahami materi pelajaran yang diberikan. Hal ini disebabkan karena
siswa mempunyai kecakapan Motorik, kecepatan mental dan dapat membentuk
kebiasaan dan penambahan ketepatan serta kecepatan pelaksanaan. Didalam
materi Pelajaran diharapkan seorang guru harus mampu menggunakan dan
menyesuaikan metode dengan materi yang akan di sampaikan.
       Oleh karena itu di      SD Seunebuk Pidie yang merupakan lembaga
Pendidikan Dasar Berciri Khas Islam mempunyai tujuan memberi bekal
                                                                                 3



kemampuan dasar tentang Ilmu dan Pengamalanya sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa serta mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan
selanjutnya.
   Berdasarkan Latar Belakang masalah tersebut diatas maka penulis merasa
perlu kiranya mengadakan penelitian tentang pengajaran Pada SD Seunebuk
Pidie. Untuk memperoleh data yang lengakap dan akurat sebagai bahan masukan
yang berguna bagi penulis sebagai calon pendidik dimasa yang akan datang.
       Karena di dalam kelas seorang guru akan berhadapan dengan peserta didik
yang berbeda-beda tingkat kecerdasanya sehingga seorang guru harus Mampu
Memilih Metode yang tepat terlebih dahulu Mata Pelajaran yang akan
disampaikan, selain itu juga untuk lebih meningkatkan pengetahuan, serta strategi
apa yang akan di pakai oleh seorang pendidik dalam proses belajar mengajar.

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah penerapan Metode pengajaran pada SD Seunebuk Pidie
b. Proses Belajar Mengajar membutuhkan Metode pengajaran yang tepat dan
   cocok dalam pengajaran.
c. Kendala apa saja yang dihadapi guru mata pelajaran SD Seunebuk Pidie.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1) Tujuan Penelitia
       Adapun tujuan yang diharapkan penulis dalam penulisan Laporan Akhir
ini antara lain adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan Metode pada SD Seunebuk Pidie.
2. Untuk mengimplementasikan ilmu yang penulis pelajari di bangku Kuliah,
   serta sebagai bahan instropeksi diri terhadap beberapa mata pelajaran yang
   penulis miliki.
3. Untk meningkatkan minat belajar siswa-siswi terhadap setiap mata pelajaran.
4. Untuk megetahui faktor-faktor dan hambatan-hambatan apa saja yang
   dihadapai guru dalam pelaksanaan pengajaran Mata Pelajaran pada SD
   Seunebuk Pidie..
                                                                                                 4



5. Untuk memenuhi tugas yang dibebankan kepada seluruh mahasiswa D-II
    dalam menyelesaikan studinya di Universitas Serambi Mekkah Fakultas
    Keguruan da Ilmu Pendidikan (FKIP).


2) Manfaat Penelitian
a. Penulisan Laporan Akhir ini diharapkan akan dapat menambah wawasan
    pengetahuan       dan     pengalaman       yang     berguna      bagi     penulis     untuk
    mempersiapkan diri dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang serta
    dalam rangka mengemban Ilmu Pengetahuan yang berkaitan dengan masalah
    yang menjadi objek pembahasan.
b. Memberikan sumbangan pemikiran yang berkenaan dengan usaha-usaha untuk
    meningkatkan motivasi belajar siswa-siswa pada SD Seunebuk Pidie..

D. Pendekatan dan Metode Penelitian
         Pendekatan dan Metode penelitian adalah dua kata yang sangat
mempengaruhi proses bealajar mengajar guna membantu pendidik menyampaikan
dengan berbagai macam cara demi target yang dicapai serta keberhasilan yang
diperoleh.
a. Pendekatan-Pendekatan.
         Adapun pendekatan yang diterapkan dalam penelitian pengajaran yang
paling tepat antara lain :
  1. Pendekatan Keterampilan proses yaitu : Proses Belajar Mengajar yang
        menekankan pada pembentukan keterampilan, bertujuan memperoleh
        pengetahuan siswa secara aktif dapat mengembangkan dan menerapkan
        kemampuannya.
        Dalam pelaksanaan keterampilan proses selalu mengakibatkan peran siswa
        sebanyak mungkin dalam proses belajar mengajar.




   3.    Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP SD, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1993 Hal 132
                                                                              5



  2. Pendekatan belajar aktif yaitu : Pendekatan dalam sistem pembelajaran
      lebih banyak meng-ikut sertakan atau melibatkan siswa untuk lebih berperan
      serta dalam proses belajar mengajar, bertujuan untuk memberikan
      kesempatan kepada siswa secara aktif untuk mengembangkan kemampuan
      individu dalam kegiatan-kegiatannya seperti :
     a.   Mempelajari, memikirkan, serta mencoba sendiri dan mengembangkan
          suatu konsep.
     b. Mencari, mengalami dan melakukan sendiri dan mendapatkan ilmu
          pengetahuan serta mengembangkan rasa ingin tahu, jujur dan disiplin
          terhadap tugas yang diberikan.
  3. Pendekatan Emosional yaitu : Usaha menggugah perasaan kepada rasio dan
      memahami bahwa pentingnya Ilmu Pengetahuan dalam semua aspek
      kehidupan dan juga banyak manfaat yang terkandung di dalamnya.

b. Metode Penelitian
      Untuk melaksakan penelitian harus memiliki sesuatu metode agar tujuan
dari penelitian itu tercapai.
      Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua metode penelitian :
1. Metode Penelitian Lapangan (Field Researeh)
    Metode ini digunakan dengan cara terjun langsung ke lapangan di tempat
    penulis meneliti pada SD Seunebuk Pidie dengan cara mengumpulkan data-
    data dari sekolah tersebut dan menganalisa dokumen-dokumen, data murid
    serta tenaga pengajar lainya. Mengadakan wawancara dengan kepala sekolah
    dan pada dewan guru di sekolah tersebut. Demikian pula penulis sudah
    mengadakan observasi selama 3 Bulan pada saat pengadaan PPL pada SD
    Seunebuk Pidie tersebut.


2. Metode Kepustakaan ( Librerary Researeh)
    Metode ini digunakan dengan cara membaca buku-buku, kamus, majalah-
    majalah yang berhubungan dengan perencanaan pengajaran.
                                                                                6



E. Sitematika Pelaporan
        Untuk lebih jelasnya isi yang terkandung dalam penulisan laporan akhir ini
perlu dijelaskan secara singkat garis-garis besar pokok bahasan, bahwa penulisan
laporan akhir ini terdiri dari tiga bab, dengan perincian pembahasan sebagai
berikut :
Bab I (Satu)   : Pendahuluan yang terdiri dari Latar belakang Masalah,
                 Penjelasan Istilah, Rumusan Masalah, Tujuan dan manfaat
                 Pelaporan, serta pendekatan dan metode pelaporan.
Bab II (dua)   : Pembahasan yaitu bab yang membahas tentang, gambaran
                 umum Lokasi Penelitian, Sistem Penelitian Program pengalaman
                 Lapangan, Hambatan dan Alternatif Program pengalaman
                 Lapangan, serta     Faedah Pelaksanaan Program pengalaman
                 Lapangan.
Bab III (tiga) : Penutup, yang terdiri dari Kesimpulan, serta saran-saran yang
                 sifatnya membangun demi perbaikan yang lebih baik dimasa
                 yang akan datang.
                                                                             7



                                     BAB II
                                PEMBAHASAN

I. Gambaran Umum SD Seunebuk Pidie ( Sejarah Berdirinya)
       SD Seunebuk Pidie adalah Sekolah Dasar yang bernuansa islami, yang di
bangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1978-1979.
       Sejak mulai berdiri sekolah tersebut telah mengalami beberapa pergantian
kepala sekolah untuk beberapa periode, yaitu diantaranya :
       a) Bpk. Zainal Abidin
       b) Bpk. Jamil
       c) Bpk. Alwi
       d) Bpk. Jimin Ariyadi
       e) Bpk. Rosdiana, S.Pd
       f) Bpk. Idris S.Pd
       g) Bpk. Alimin S.Ag

       Madrasah ini terletak di Desa Seunebuk Pidie Kecamatan Peureulak, yang
bertepatan di Jln. Medan Banda Aceh, Kab. Aceh Timur, dengan batasan sebagai
berikut.
a) Sebelah barat berbatasan dengan Lorong Desa Rumah Warga
b) Sebelah timur berbatasan dengan Lorong Desa dan Pasar
c) Sebelah utara berbatasan dengan Jalan Raya
d) Sebelah selatan berbatasan dengan Kebun Masyarakat

1. Keadaan Guru, Murid dan Sarana-sarana pada SD Seunebuk Pidie
       Saat ini Jumlah guru (Tenaga Pengajar) belum dapat dikatakan memadai
yaitu karena jumlah guru tetap masih sedikit : Guru Tetap (GT) berjumlah 8
Orang, Guru Tidak Tetap (GTT) berjumlah sebanyak 7 Orang, untuk lebih
jelasnya tenaga pengajar di MIN Langsa dapat diperhatikan melalui tabel di
bawah ini :
                                                                                          8



                Tabel I Jumlah Tenaga Pengajar Pada SD Seunebuk Pidie
                                      Tahun 2005 / 2006
 No              Nama              Golongan         L/P       Ijazah          Jabatan
  1.    Alimin S.Ag                                  L                      Ka. Sekolah
  2.    Saniah                        IV/a           P         S.PG        Guru Agama
  3.    Dra. Ramlah                   IV/a           P         FKIP        Guru Agama
  4.    Aminah, A.Ma                  III/d          P          PAI         Guru Kelas
  5.    Maimunah                      III/d          P         S.PG          Guru Kelas
  6.    Salma, A.Ma                   III/d          P        PGSD           Guru Kelas
  7.    Jalillah                      III/c          P         SG.O          Guru Orkes
  8.    Saidah Habsah                  III/a         P         FKIP               Guru
  9.        Mariana, A.Ma                            P        PGSD                Guru
 10.             Fuadi                               P         FKIP               Guru
 11.             Nurlela                             P         SMA                Guru
 12.               Asril                             L         P.AI               Guru
 13.             Ananda                              P        SMEA                Guru
 14.        Novi Isdayani                            P         SMA                Guru
 15.            Angkasah                             L          SD                 PS
                Sumber Data : Kantor Kepala Sekolah SD Seunebuk Pidie Juli 2005
        SD Seunebuk Pidie pada tahun 2006 ini memiliki siswa sebanyak 344
siswa dengan perincian siswa putera sebanyak 176 dan siswa puteri sebanyak 168
siswa, yang terbagi dalam 11 kelas. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel
berikut ini :
                           Tabel II Keadaan Murid SD Seunebuk Pidie
                                   Tahun Pelajaran 2005 / 2006
                                         Jumlah Murid
       No            Kelas                                                 Jumlah
                                    Laki-laki    Perempuan
       1.             IA               20            19                       39
                       IB              20            20                       40
       2.             IIA              17            13                       30
                      IIB              18            14                       32
       3.            IIIA              15            11                       26
                     IIIB              16            13                       29
       4.            IVA               14            12                       26
                     IVB               12            15                       27
                                                                                    9




                                       Jumlah Murid
        No         Kelas                                                 Jumlah
                                  Laki-laki    Perempuan
        5.       VA                  12             13                       26
                 VB                  13             14                       27
        6.       VI                  19             24                       43
             JUMLAH                 176            168                      344
             Sumber Data : Kantor Kepala Sekolah SD Seunebuk Pidie Juli 2005

        Dari Tabel tersebut       diatas dapat kita lihat bahwa jumlah siswa SD
Seunebuk Pidie dari kelas I sampai Kelas VI hampir sama, dan siswa tersebut
pada umumnya berasal dari lingkungan sekolah, namun tidak sedikit pula yang
dari luar lingkungan sekolah.
        SD Seunebuk Pidie mengalami            perkembangan       yang pesat dari segi
jumlah muridnya, begitu juga dengan jumlah tenaga pendidik (Guru) yang
semakin meyakinkan, terutama dengan adanya guru-guru lulusan Sarjana.
        Selanjutnya Bangunan kompleks SD Seunebuk Pidie dilengkapi dengan
beberapa fasilitas penunjang pendidikan sebagaimana terlihat pada tabel dibawah
ini :
        Tabel III Keadaan Sarana Pendidikan Pada SD Seunebuk Pidie
                       Tahun Pelajaran 2005 / 2006

             No            Jenis sarana          Jumlah        keterangan

              1.   Mushala                           -          Tidak ada
              2.   Kantor Dewan Guru                 1            Baik
              3.   Meja Dewan Guru                  14            Baik
              4.   Meja Kepala Sekolah               1            Baik
              5.   Perpustakaan                      1            Baik
              6.   Ruang / Lokasi Belajar            6            Baik
              7.   Papan Tulis                       6            Baik
              8.   Lemari Buku                       4            Baik
              9.   Tempat Parkir                     -          Tidak ada
             10    Kamar Mandi                       1            Baik
             Sumber Data : Kantor Kepala Sekolah SD Seunebuk Pidie Juli 2005
                                                                                  10



II. HAMBATAN-HAMBATAN DAN ALTERNATIF PEMECAHAN
       SD Seunebuk Pidie telah banyak berkiprah dan melaksanakan perananya
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama di tengah-tengah masyarakat
Seunebuk Pidie khususnya dan Masyarakat Peureulak pada umumya, dalam
kiprahnya SD ini mendapat sambutan baik dari Pemerintah dan Masyarakat
setempat, namun dibalik semua itu masih mengalami berbagai hambatan
sebagaimana yang di alami oleh lembaga-lembaga Pendidikan lain pada
umumnya.

   Adapun hambatan-hambatan yang di hadapi oleh SD Seunebuk Pidie yang
bersifat intern (kedalam )yaitu :

1. Terbatasnya tenaga pengajar profesional

       Tenaga pengajar merupakan suatu faktor yang paling menentukan dalam
maju mundurnya suatu Lembaga Pendidikan, dikarenakan terbatasnya tenaga
guru, proses belajar mengajar tentu akan terhambat.
       Pada SD Seunebuk Pidie tenaga pengajar Profesional dalam setiap mata
pelajaran sangat minim, ini dapat di lihat dari tabel I , Presentasenya adalah 5 : 1.
hal ini tentu sangat tidak mendukung bagi tercapinya prestasi yang maksimal bagi
anak didik, hal seperti ini juga membuat efek yang tidak baik bagi si murid yang
mana harus menerima pelajaran dari pengajar yang bukan ahlinya.

2. Terbatasnya Sarana dan Prasarana dan Alat Pembelajaran.
       Saat ini SD Seunebuk Pidie memiliki 344 siswa terdiri dari murid laki-laki
dan murid perempuan dalam 11 kelas (1-6). Dengan jumlah murid sebanyak itu
dibandingkan dengan Sarana Prasarana yang ada pada SD Seunebuk Pidie, belum
bisa memadai dan masih banyak penyempurnaan yang sifatnya mendukung proses
belajar mengajar adalah Labolatorium, yang pada akhirnya laboratorium ini akan
digunakan untuk memperkenalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan
sebagian mata pelajaran, misalnya Buku-buku cetak dari pustaka, Replika
kerangka tubuh manusia, Termometer, serta alat-alat bantu yang lainya.
                                                                                  11



          Sedangkan hambatan yang bersifat exstern (keluar) adalah :
1. Masih adanya masyarakat yang belum mengerti arti dan tujuan pendidikan di
      Madrasah, sehingga diantara mereka masih enggan untuk memasukkan anak-
      anaknya untuk sekolah di SD Seunebuk Pidie. Bahkan mereka lebih
      mengutamakam urusan yang lain.
2. Adanya anggapan bahwasanya SD Seunebuk Pidie adalah suatu Sekolah yang
      sudah tidak cocok dengan perlkembangan zaman sekarang ini karena terletak
      di pedalaman, sehingga timbul persepsi mereka bahwa tamatan dari SD
      Seunebuk Pidie, peluang untuk ke jenjang yang lebih bonafit sangat kecil.
          Dari beberapa kesulitan yang telah di kemukakan diatas maka upaya-
upaya penanggulangan yang perlu dilakukan dalam menanggulangi kesulitan-
kesulitan tersebut diatas adalah :
1. Mengenai kurangnya Guru Profesional, hal tersebut diserahkan kepada pihak
      Sekolah untuk mengusulkan kepada pihak yang Berwenang, dalam hal ini
      Dikjar dalam rangka pengadaan guru Mata Pelajaran dan Depag di dalam
      penyediaan guru Agama.
2. Pemerintah juga harus memperhatikan dan menyalurkan kekurangan sarana
      dan prasarana sebagai tambahan agar dapat terlaksananya program pendidikan
      sebagaimana yang diharapkan oleh Sekolah, selanjutnya kepada pihak Kepala
      Sekolah juga harus ikut menyediakan alat-alat bantu Pembelajaran.
3. Perlunya kerjasama semua pihak Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat dalam
      usaha meningkatkan keberhasilan Proses Pendidikan pada SD Seunebuk Pidie
      tersebut.13

IV. FAEDAH PELAKSANAAN
          Adapun faedah pelaksanaan PPL di SD Seunebuk Pidie adalah sebagai
berikut :
1) Untuk mengetahui bagaimana Metode pengajaran Mata Pelajaran SD
      Seunebuk Pidie a dan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam
      penerapan Metode Pembelajaran di Lapangan.

13.
      Hasil wawancara Penulis dengan Kepala Sekolah SD Seunebok Pidie
                                                                            12



2) Untuk memberikan kemampuan dasar kepada murid tentang arti pembelajaran
   dan mengembangkan dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan
   Bernegara.
3) Untuk mengajak para guru menyadari betapa pentingnya penggunaan metode
   yang tepat dalam pengajaran, serta bagaimana cara meningkatkan mutu
   pelajaran sehingga berhasil dengan baik tanpa terlepas dari kurikulum.
4) Untuk meningkatkan prestasi kerja, yaitu keberhasilan dan kemajuan yang
   dicapai dalam pengajaran akan mendorong sekolah atau guru untuk
   meningkatkan prestasi kerja dan memperbaiki kelemahan yang mungkin
   terjadi.
                                                                            13



                                   BAB III
                                  PENUTUP

1. Kesimpulan
 1. SD Seunebuk Pidie merupakan lembaga Pendidikan yang bersifat formal
     dan bersetatus Negeri di bawah binaan Departemen Pendidikan dan
     Pengajaran Republik Indonesia
 2. Metode Pengajaran sangat di butuhkan bagi siswa / siswi SD Seunebuk
     Pidie sebagai pedoman hidup dalam menjalani kehidupan yang penuh
     rintangan, hambatan serta persaingan.
 3. Secara Umum Mata Pelajaran lebih mudah dipahami siswa-siswi dalam
     penyajiannya dengan menggunakan Metode Ceramah, Tanya Jawab,
     Diskusi, Demonstrasi serta Penugasan.
 4. Secara Universal siswa-siswi sangat mendambakan Isetiap mata pelajaran
     diajarkan oleh guru yang ahli dan yang mudah untuk di fahami penjelasanya.
 5. Secara keseluruhan metode pengajaran yang telah dilaksanakan selama ini di
     SD Seunebuk Pidie mampu membentuk sikap moral yang sesuai dengan
     keinginan Orang Tua, Guru dan Masyarakat.

2. Saran-saran
 a) Diharapkan kepada Guru Mata Pelajaran di SD Seunebuk Pidie untuk terus
     meningkatkan kemampuannya dalam pendalaman pelajaran sehingga siswa-
     siswi dapat memahami penjelasan yang diberikan dengan mudah.
b) Kepada orang tua murid agar selalu memperhatikan dan memberikan
   dorongan supaya anaknya terus bersemangat mempelajari setiap pelajaran
   sehingga dapat di terapkan kelak di dalam masyarakat.
c) Diharapkan kepada peserta didik agar mengikuti pelajaran dengan tekun dan
   bersemangat hingga berguna bagi kehidupanya di masyarakat nanti.
d) Departemen Pendidikan dan Pengajaran hendaknya bisa meningkatkan
   fasilitas dan sarana pendidikan di SD Seunebuk Pidie terutama yang
   menyangkut dengan hal yang dibutuhkan dalam proses Belajar Mengajar
   misalnya kelengkapan buku-buku yang diperlukan.
                                                                    14



e) Kepala Universitas Serambi Mekkah (USM) diharapkan dapat menciptakan
   kader yang bermutu dan terus mengadakan kerjasama dalam meningkatkan
   metode pengajaran di sekolah – sekolah   di Aceh Timur, Khusunya di
   Peureulak ini.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:67
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:14
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl