Teks pildacil.doc2

Document Sample
Teks pildacil.doc2 Powered By Docstoc
					                                  Teks pildacil

 PERKUAT KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA
   ESA MENUJU PENINGKATAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Asalamualaikum wr.wb
Hadirin dan dewan juri yang saya hormati,
Teman-temanku yang saya sayangi.

Teman – teman sebelumnya, I mau tanya nih ! Teman – teman hafal lagunya
mbah Surip dak ? Bangun tidur tidur lagi, Bangun tidur tidur lagi, bangun......!!!
tidur lagi. Nah be the way ngemeng – ngemeng,teman - teman hafal dak… bunyi
Pancasila ? Pasti hafal doong!!Bunyi Pancasila sila 1 apa ? Iya, Ketuhanan Yang
Maha Esa.

Secara filosofis, sosio politis dan historis agama bagi bangsa Indonesia sudah
berurat dan berakar dalam kehidupan bangsa. Itulah sebabnya para tokoh dan
pemuka agama selalu tampil sebagai pelopor pergerakan dan perjuangan
kemerdekaan baik melalui partai politik maupun sarana lainnya. Perjuangan
gerakan kemerdekaan tersebut melalui jalan yang panjang sejak jaman kolonial
Belanda sampai kalahnya Jepang pada Perang Dunia ke II. Kemerdekaan
Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada masa kemerdekaan kedudukan agama menjadi lebih kokoh dengan
ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara dan UUD 1945.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang diakui sebagai sumber dari sila-sila lainnya
mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang sangat religius dan sekaligus
memberi makna rohaniah terhadap kemajuankemajuan yang akan dicapai.
Berdirinya Departemen Agama pada 3 Januari 1946, sekitar lima bulan setelah
proklamasi kemerdekaan kecuali berakar dari sifat dasar dan karakteristik
bangsa Indonesia tersebut di atas juga sekaligus sebagai realisasi dan
penjabaran ideologi Pancasila dan UUD 1945. Ketentuan juridis tentang agama
tertuang dalam UUD 1945 BAB E pasal 29 tentang Ketuhanan ayat 1: Ada yang
hafal ? Wah, heabt pasti hafal semua !

Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa;

1. Krisis masyarakat Indonesia
Bicara tentang krisis masyarakat kita, kita bisa menjadi bingung untuk memilih
dari mana
kita harus mulai. Sistem hukum dan peradilan sakit berat, perekonomian belum
betul-betul pulih, struktur-struktur demokratis negara belum didukung oleh
sebuah budaya
demokratis, militer digerogoti pelbagai masalah serius dan belum betul-betul
menemukan
sosoknya di masa pasca Orde Baru.
(1) Suasana kekerasan tersebar di berbagai daerah
Tersenggol
sedikit di keramaian lalu-lintas dan orang langsung berkelahi, barangkali
memakai pisau.
Tawuran massal menjadi kejadian sehari-hari.
Konflik etnis, seperti di Kalimantan atau keagamaan, seperti di Maluku dan Poso,
Teman – teman masih ingat daaakk peristiwa di Poso ?sebenarnya lebih
merupakan konflik komunal daripada konflik budaya, konflik ideologi. konflik
agama
(2) Sektarianisme dan eksklusifisme
Banyak golongan mempunyai anggapan dan sikap hidup bahwa hanya
kelompokku sendiri adalah benar dan semua yang lain adalah salah.
(3) Korupsi elit politik
Bahwa korupsi merajalela dalam seluruh dimensi kehidupan bangsa dan negara
tidak dapat disangkal. Yang paling mengkhawatirkan bahwa korupsi itu tidak
berasal dari
bawah di mana orang barangkali memeluknnya untuk menambah nafkah hidup
yang tidak mencukupi, melainkan dari atas.
Memalukan luar biasa bahwa Dewan Perwakilan Rakyat
negara ini dipimpin aktif oleh orang yang sah dijatuhi hukuman, meski belum
final, oleh pengadilan; bahwa jaksa agungnya tersangka resmi perkara korupsi,
dst. dst.
Tentu satu segi korupsi yang teramat mencemaskan adalah korupsi di aparat
peradilan. Termasuk apa yang disebut “mafia peradilan”.
Dulu ada seorang penggambala, gembalaannya sangat banyak dan si
pemilikpun tidak tahu jumlahnya, karena semua sudah dipercayakan sang
penggembala. Suatu ketika sang penggembala sangat butuh uang. Lalu
temannya membujuk untuk mengambil gembalaannya. Singkat cerita, apa yang
dilakukannya ? ternyata dia tidak sudi, di dalam hati sanubarinya berkata “
Seandainya tuanku tidak tahu, tapi saya yakin Tuhan pasti mengetahui apa yang
aku perbuat “Hebaaatt !! Adakah orang yang seperti itu zaman sekarang ?
Mungkin ada, tapi jarang.
Jadi situasi sekarang betul-betul gawat. Lha, bagaiman solusinya ?
Adalah baik dan terpuji bahwa masyarakat, dan tentu juga para elit, diharapkan
beriman dan taqwa terhadap Tuhan. Dalam hal ini tidak perlu ada kontroversi.
Percaya
kepada Tuhan dan taat pada-Nya merupakan sikap manusia yang amat bagus
dan aman.
Undang – undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang system
pendidikan nasional Bab 1
Pasal 3, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan Departemen Pertahanan Ny. Sri Indarini
.Matori Abdul Djalil
Para pahlawan kesuma bangsa akan menangis sedih apabila melihat generasi
mudanya meninggalkan nilai-nilai moral bangsa Indonesia akibat dari infiltrasi
budaya asing yang sulit kita bendung di era teknologi informasi ini. Semua itu
dapat kita cegah dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada
Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan
kebudayaan bangsa Indonesia melalui kegiatan-kegiatan yang konstruktif.

Teman-temanku, sebelum saya akhiri pidato ini, saya mengajak teman – teman
melantunkan lagu Tuhan saya Esa, Hafal ? Tapi ini pake bahasa Inggris lho ! Coba
dengarkan dan ikutil ya !
My God is one only
One only is my God
If don’t one only
It’s no my God
Demikianlah, yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan pidato saya bermanfaat bagi
kita. Meski singkat, semoga bermanfaat. Pak Haji beli durian, mohon maaf bila ada
kesalahan. Billahit-taufiq wal hidayah.
Wasalamualaikum. Wr. Wb




    Kejujuran hanya menyakitkan bagi dia yang telah mengabaikannya.
 Dalam perkumpulan-perkumpulan yang tulus dan ikhlas, Anda bisa merasakan
keharuan atau kegelisahan - sesuai dengan tingkat pengabaian Anda terhadap
                                   kejujuran.
Bila Anda telah membiasakan diri dengan jalan-jalan yang tulus dan ikhlas, Anda
  akan berbahagia menemukan diri Anda berada dalam pergaulan yang jujur.
Tetapi bagi dia yang telah mengabaikan kejujuran - ada perasaan terbuang dan
                   terendahkan yang menggeliat di dadanya.
Bila kebaikan masih kuat di hatinya, dia akan mendekat dan memandikan dirinya
    dengan air sejuk ketulusan dan keikhlasan yang sebetulnya telah lama
                                 dirindukannya.
Tetapi bila hatinya telah kaku dengan kerak penistaan atas kebutuhannya untuk
  menjadi pribadi yang mulia, dia akan menyingkir dengan upaya keras untuk
             melupakan kebaikan yang telah membuatnya gelisah.
                        Kejujuran adalah citra terbaik.
 Mulai hari ini, perhatikanlah bahwa yang sebetulnya kita hormati adalah orang
  jujur yang pandai, bukan orang pandai yang jujur. Karena, hormat kita akan
hilang bila terbukti seorang yang pandai itu - tidak jujur. Tetapi, kekurangan apa
  pun pada pribadiyang jujur - tidak akan menghapus hormat kita kepadanya,
apalagi bila dia memiliki kelebihan yang penting bagi kebaikan orang lain. Yang
      menghormati orang kaya yang tidak jujur - selalu adalah orang yang
 mengharapkan pembagian dari harta yang tidak jujur itu. Tetapi, orang miskin
 yang jujur, bahkan juga - yang kaya dan jujur - selalu menerima aliran doa dari
                       hati yang tak terhitung jumlahnya.
      Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan untuk mengutamakan
 kemampuan yang terhormat atau kekayaan yang cacat.Untuk yang muda
dan untuk anak-anak kita, pastikanlah bahwa Anda mempengaruhkan pemilihan
 jalan-jalan kemampuan yang terhormat, karena di sanalah tersedia kekayaan-
                              kekayaan yang utuh.
Mudah sekali bagi sebagian dari kita untuk mengutamakan kekayaan yang catat,
                          karena mereka tidak sabar.
   Bila ada harta yang bisa dicapai dengan ketidak-jujuran, itu berarti bahwa
  sebenarnya ada harta yang juga bisa dicapai dengan kebaikan, bila saja kita
                                 mau bersabar.
Maka, bersabarlah. Karena mungkin, lambatnya kedatangan harta yang baik itu -
      adalah sebenarnya pemisah antara kita yang baik dan mereka yang
                          mencacatkan dirinya sendiri.
   Hati yang jernih bisa mengerti bahwa kemampuan yang terhormat adalah
                   sumber dari kekayaan yang mengharukan.
  Perasaan damai bersama diri sendiri datang dari kejujuran kepada diri
                                    sendiri.
Tidak sedikit orang yang hidup dalam pengingkaran terhadap kerinduan asli hati
 mereka - mengenai keleluasaan dan kebesaran hidup yang sebetulnya mereka
                                    inginkan.
 Lalu, dalam upaya untuk menenangkan diri, mereka bernegosiasi dengan hati
  mereka sendiri - dengan harapan bahwa mereka bisa membuat hati mereka
             sendiri lupa mengenai hak atas keberhasilan mereka.
      Anehnya, bila orang lain berupaya dengan tulus menyatakan bahwa
 keberhasilan mereka adalah berkat ijin dari Yang Maha Mengabulkan; mereka
    yang tidak jujur kepada diri sendiri itu – justru sibuk mencari penjelasan
   mengapa kelemahan mereka, kelambatan mereka, dan bahkan kegagalan
  mereka adalah hal-hal yang dipaksakan atas mereka oleh - entah apa - yang
                           berada di luar diri mereka.
  Hormat kepada diri sendiri adalah pembentuk keberanian pribadi yang
                                  sebenarnya.
Orang yang tidak jujur – ternyata - juga tidak menghormati orang yang tidak jujur.
Itu sebabnya, berhati-hatilah dalam berbicara dengan diriAnda sendiri - karena ia
                          mungkin bisa salah mengerti.
  Hati yang merasa terperdaya akan menjadi suara pertama yang meragukan
                       kesungguhan kesungguhan Anda.
Dan bahkan saat Anda berupaya memberanikan diri, hati Anda bisa berlari tanpa
malu berlindung di balik pemaafan diri, dan membiarkan badan Anda kosong dan
                    bergaung dalam menghadapi kesulitan.
     Tidak ada orang yang bisa disebut berani bila hatinya menolak berdiri
                                  bersamanya.
        Hati yang jujur menghasilkan tindakan-tindakan yang jujur.
      Hati Anda tidak mungkin mengharapkan selain kekayaan yang dalam
      keutuhannya tercerminkan senyum dari Yang Maha Kuasa. Karena,
 mengharapkan keuntungan yang tidak jujur, adalah awal dari kerugian.~Mario
                                      teguh
  Dan kejujuran pun lebih berkilau dan lebih berharga di bandingkan berlian...
                      KETERBUKAAN DAN KEJUJURAN
Hari ini saya banyak mengalami pengalaman yang baik dijadikan pembelajaran.
   Hari ini saya dikagetkan oleh seorang sahabat yang mengatakan ia putus
   dengan pacarnya padahal semalam masih sempat barengan ama dia dan
pacarnya. Usut punya usut ternyata mereka sudah mulai ribut sejak pulang dari
 kegiatan yang kami lakukan bersama semalam. Pertengkaran nya dipicu dari
 Pasangan pria yang diduga melakukan selingkuh. Sahabat saya menemukan
    sebuah sms di handphone pacarnya yang berasal dari cewek lain yang
 memanggil pacar sahabat saya dengan sebutan pacar juga. Jadinya tadi pagi
           mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri hubungan
Berbicara tentang menjalin hubungan baik itu pacaran, maupun hubungan suami
 istri, hal yang terpenting adalah sebuah komunikasi. Komunikasi yang kita jalin
  dengan baik memunculkan sikap keterbukaan dan kejujuran. Ada beberapa
  sahabat saya mengatakan saya sudah berkomunikasi dengan intens tetapi
 hubungan kami juga tetap bermasalah. Ya….. komunikasi yang intens bukan
 berarti komunikasi yang berkualitas. Kita harus membangun komunikasi yang
berkualitas, yaitu dengan selalu melandaskan pada kejujuran dan keterbukaan.
 Katakan pada pasangan kita segala hal yang bisa membangun dia karena kita
    dan pasangan kita diciptakan bukan untuk saling bersaing tetapi saling
mendukung satu dengan yang lainnya. Itulah alasan mengapa saat makan siang
   atau malam dengan pasangan saya, saya memilih duduk di samping nya
  ketimbang harus berhadapan dengannya karena saya secara bawah sadar
menunjukkan pada dirinya sebagai pendamping nya dan bukannya lawan yang
                                harus dihadapi.
 Pasangan kita adalah berkah Tuhan bagi kita untuk kita jaga dan bersama kita
  dukung meraih kesuksesan masing-masing. Untuk menciptakan komunikasi
 yang berlandaskan keterbukaan dan kejujuran maka persepsi awal kita yang
harus diubah, yaitu pasangan kita bukan lawan yang harus kita kalahkan tetapi
 teman hidup yang saling mendukung. Pasangan kita selalu memiliki niat yang
baik bagi kemajuan dan kesuksesan kita. Saat ada sesuatu yang kita tidak sukai
  dari pacar kita hanya katakan padanya. Saya jadi mengingat sebuah kalimat
yang sangat saya sukai. “Kita tidak mencari pasangan yang terbaik bagi diri kita,
  tetapi membuat diri kita menjadi yang terbaik untuk pasangan kita”. Dengan
  persepsi ini maka kita dapat mulai menciptakan keterbukaan dan kejujuran.
Saatnya bagi Anda mulai berbagi cerita pengalaman Anda hari ini kepada dirinya
 bahkan jika itu adalah hal yang kecil, biasakan memberikan panggilan sayang
 dengan kata yang unik kepada pasangan anda. Panggilan unik ini Anda bentuk
      saat Anda dan pasangan anda sedang begitu gembira, atau bersama dan
 merasakan suasana romantic. Gunanya adalah saat pasangan Anda nantinya
tiba-tiba kesal kepada Anda, maka Anda dapat mengubah state emosinya hanya
                    dengan memanggil panggilan sayangnya.
 Mari membuat awet hubungan kita dengan menciptakan komunikasi berbasis
                           keterbukaan dan kejujuran.
 1.     Pentingnya Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
Negara wajib untuk menciptakan kondisi masyarakat agar mampu berprestasi
serta bertanggung jawab terhadap kemajuan dari berbagai aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Keterbukaan dan jaminan keadilan merupakan dua hal yang tak dapat
dipisahkan satu sama lainnya. Keterbukaan( transparan) bertolak dari kejujuran
dalam melaksanakan hak dan kewajiban baik sebagai warga negara ataupun
sebagai pejabat Negara.

Dengan keterbukaan dan jaminan keadilan, masyarakat akan lebih mudah dalam
menyampaikan aspirasi dan pendapat yang membangun. Aspirasi dan pendapat
itu ditampung dan diseleksi, kemudian dijadikan suatu keputusan bersama yang
bermanfaat. Berbagai aspirasi yang telah menjadi keputusan bersama dapat
menjadikan bangsa ini mudah mencapai suatu keadilan. Jika masyarakat suatu
bangsa telah ikut berperan dan munyumbangkan aspirasi dan pendapatnya,
persatuan akan lebih mudah terwujud. Hal itu dikarenakan mereka merasa
mempunyai cita-cita, tujuan, dan peranan yang sama ketebukaan yang
mensyaratkan kesediaan semua pihak untuk menerima kenyataan merupakan
pluralitas. Selain itu, di dalamnya juga muncul perbedaan pendapat.

Pada dasarnya kebijakan publik dan peraturan pelaksanaan yang mengikutinya
memuat arahan umum serta ketentuan yang mengatur masyarakat. Sehubungan
dengan itu, semua kebijaksanaan publik dan dan peraturannya membutuhkan
dukungan masyarakat untuk bisa efektif. Penentangan oleh masyarakat tehadap
sejumlah kebijaksanaan dan peraturan yang ada secara empirik lebih banyak
dikarenakan oleh kurangnya keterlibatan publik dalam tahap kebijaksanaan. Jika
hal itu dibiarkan begitu saja maka makin besar keinginan rakyat untuk selalu
mengadakan pembaharuan, tetapi rakyat tidak tau arahnya sehingga mereka
akan mudah kehilangan kendali dan emosianal. Rakyat cenderung ingin
membentuk suatu wadah dengan kebijakan sendiri. Akibatnya, timbul konflik
yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sebaliknya, jika keterbukaan
dan jaminan keadilan selalu dipupuk dan diperhatikan akan menghasilkan suatu
kebijakan publik dan peratruran umum yang mengatur masyarakat dengan baik.

Kemudian bahwa nilai-nilai persatuan yang dirintis oleh pemuda dan para
pahlawan pejuang bangsa yang terkandung dalam sumpah pemuda, kurang
dikaji dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh bangsa dan oleh
setiap warga Negara. Nilai-nilai persatuan yang telah dirintis oleh pemuda dan
pejuang bangsa semakin memudar. Sebagai akibatnya yang lebih jauh, timbul
berbagai benih pemecahan dan sikap serta tindakan yang mengarah keinginan
beberapa daerah Negara kesatuan Indonesia untuk melepaskan diri dari NKRI.

Keberhasilan hati dan kejernihan pikiran dalam melaksanakan hak dan
kewajiban dalam kehidupan sehari hari, terutama pemimpin bangsa ini, bertujuan
untuk mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan, yaitu masyarakat madani.

Misalnya, korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat merusak kesejahteraan
kehidupan bangsa yang menjadi tujuan didirikannya Negara kesatuan Republik
Indonesia yang terkandung dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
Menghapuskan keadilan sosial akan melahirkan ketimpangan.

Kurang transparannya pelaksanaan hak dan kewajiban para pemimpin
masyarakat, bangsa, dan Negara adalah penyebab utama hancurnya Negara.

2. Sikap Yang Dilakukan Untuk Mencapai Keterbukaan dan Jaminan Keadilan
Masyarakat adalah salah satu komponen yang dapat menunjang terciptanya
kondisi atau iklim yang kondusif dalam rangka penegakan hukum. Tampaknya
hal itu memang harus digiring dan tentunya diperhatikan contoh oleh pemimpin.
Pemimpin memang harus memberi contoh dari suri tauladan yang baik, karena
Negara kita ini tidak memerlukan pemimpin yang hanya bisa berteriak dan
memerintah tanpa pernah sekalipun mau diperintah. Hubungan pemerintah dan
rakyat harus benar-benar sasling terkait dan menyatu hendaknya jangan sampai
terjadi penegakan hukum.

Di satu sisi, masyarakat menginginkan terlaksananya penegakan hukum
(supremacy of law) bukan sebaliknya. Sering tejadi antara keduanya terjadi tarik
menarik yang samgat kuat sekali. Artinya,dimensi hukum di politik saling
pengaruh mempengaruhi dan tidak dapat dihindari. Untuk membenahi situasi
yang cenderung tidak sehat itu.maka diperlukan sosok para pemimpin yang
bertanggungjawab.Memang sangatlah sulit mencari sosok yang demikian itu.
Jika kita serius melakukan penyeleksian maka hasil yang baik itu akan diperoleh.
Salah atu cara yang efektif adalah membenahi dan memperbaiki sistem yang
sudah ada, tetapi yang dalam proses rekrutmen calon pemimpinnya.Diantara
sistem juri yang sudah banyak diterapkan adalah uji kelayakan (fit and proper
test) memperhatikan pendidikan formal.

Untuk memperbaiki sistem hukum dan peradilan, masih diperlukan waktu dan
perjuangan extra, karena kondisi saat ini masih memprihatinkan, dimana
pengadilan sebagai tempat untuk menemukan keadilan belum mencapai
tujuannya, yaitu memberi rasa keadilan kepada rakyat. Untuk memangku
amanah teguhnya supremasi hukum yang didambakan diperlukan pemimpin
yang mampu serta mengerti seluk beluk dunia hukum dan pengadilan. Untuk itu
,wakil rakyat mengingatkan semua kandidat ketua mahkamah agung harus lulus
fit and proper test agar dikemudian hari tidak muncul istilah” membeli kucing
dalam karung.” Selain itu, kandidat haruslah seseorang yang intelektual, bisa
bermasyarakat dan berakhlak yang baik.
Selain keterbukaan dalam hidup berbangsa dan bernegara, tidak kalah
pentingnya adalah menciptakan keadilan. Persatuan bangsa dan keutuhan
negara hanya akan terwujud jika tedapat keadilan bagi seluruh masyarakat
Indonesia. Keadilan merupakan unsur yang sangat esential dalam kehidupan
manusia. Semua orang berharap mendapatkan jaminan dan rasa keadilan.

Arti sebuah kejujuran, Manfaat sebuah kejujuran: Jujur itu mujur
Seorang sales representative gelisah karena penyelewengan yang selama ini dia
lakukan. Sebagaimana biasa dilakukan oleh teman- temannya, ia pun merasa
tidak enak jika tidak melakukannya.
Sebagai orang lapangan, ia biasa melakukan berbagai manipulasi, dengan cara
me-mark up beberapa nota pengeluaran maupun nota pembelian. Bon BBM
yang mestinya hanya 10 liter, ia naikkan menjadi 20 liter.
Pengeluasran biaya makan yang hanya 10 ribu ia menjadi 15 ribu. Ketika
ditugaskan berbelanja barang untuk keperluan kantor, ia selalu meminta penjual
menuliskan nilai yang lebih dari harga yang semestinya. Atau meminta nota
kosong untuk ia tulisi harga yang ia suka.
Suatu ketika setelah mendapatkan uang hasil manipulasi tersebut, ia teringat
akan istri dan anak-anaknya di rumah. Ia
menyempatkan diri membeli makanan kesukaan mereka (istri dan anaknya).
Ketika tiba di rumah, istri dan anaknya menyambut kedatangannya dengan
penuh suka cita.
Malam itu mereka makan dengan menu istimewa yang baru dibelinya itu.
Sebelum
menyantap makanan, istrinya meminta anaknya yang berusia tujuh tahun untuk
memimpin doa sebelum makan yang sudah ia pelajari di SD.
Dan dengan polos anaknya berdoa, “Ya, Alloh Kami mengucap syukur atas
rejeki yang engkau berikan kepada papa.
Kami terima berkat makanan ini dengan mengucapkan syukur kepada Mu , ya
Alloh.”
Doa anaknya yang polos itulah yang membuat ia merasa gelisah. Ia merasa
berdosa karena telah mencemarkan keluarganya dengan uang yang
diperolehnya dengan cara yang tidak halal.
Daripada terus menerus memberikan nafkah yang tidak halal kepada
keluarganya, ia memutuskan untuk mengakhiri penyelewengan yang selama ini
dilakukannya. Tidak cukup sampai di situ, hati nuraninya terganggu ketika ia tahu
dari seseorang tentang arti sebuah pertobatan.
“Pertobatan tidak cukup dengan hanya sebuah penyesalan. Tapi harus disertai
dengan penyelesaian atau rekonsiliasi dengan pihak-pihak yang pernah
dirugikan, begitu katanya.
Setelah terbuka dan berunding dengan istrinya, ia berdoa bersama dan
mendapatkan dukungan dari istrinya untuk berterus terang dan mengakui
perbuatannya di hadapan pemimpinnya, apa pun resikonya.
Ketika ia mengaku, bosnya sangat terkejut mendengar pengakuannya.
“Sebenarnya saya sudah tahu bahwa banyak
karyawan saya yang melakukan penyelewengan seperti itu. Tapi.
diantara mereka semua karyawan saya yang tidak jujur itu, hanya kamu yang
berani jujur dan mengakuinya di depan saya,”
kata bosnya.
Setelah pengakuannya itu, bukannya dipecat, melainkan ia malah diangkat
menjadi orang kepercayaan bosnya. Wah,
ternyata jujur itu mujur….
Sudahkah anda menjadi orang yang jujur..?
Kisah Dompet yang Hilang, Nilai Sebuah Kejujuran
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Jumat, 29-Mei-2009
Sebuah pengalaman yang menyentuh saya alami sendiri dua hari yang lalu.
Kejujuran, yang merupakan "barang" langka di zaman sekarang, masih saya
jumpai di dalam sosok seorang supir taksi sederhana.
Cerita berawal dari jadwal saya untuk berseminar dalam rangka undangan dari
BCA Kanwil XI di Balikpapan, pada hari Rabu, 27 Mei 2009. Seminar
dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 siang itu. Saya sudah tiba di sana dua jam
sebelumnya. Saya berkesempatan bertemu dan meluangkan waktu bersama
seorang teman, Bapak Boge. Beliau mengajak saya untuk makan siang di
restoran miliknya, sebuah restoran ayam goreng terkenal, Boyolali. Saya
langsung menyetujuinya.
Karena supir Pak Boge hanya mengantar beliau ke hotel tempat saya menginap,
Hotel Menara Bahtera, dan langsung pergi mengurus kepentingan yang lain,
kami pun pergi ke restoran dengan naik taksi. Jadwal seminar yang akan
berlangsung tidak lama lagi, membuat saya harus langsung kembali ke hotel
setelah makan siang, dan bersiap-siap.
Namun, saat hendak memulai seminar, saya baru menyadari, dompet saya
hilang! Kepanikan melanda saya. Maklum, kartu identitas dan beberapa kartu
kredit ada di dalamnya, dan tidak sedikit uang yang tersimpan di dalamnya. Staf
keamanan hotel ikut membantu mencari, dan mencoba menghubungi supir taksi
yang tadi mengantar saya ke restoran. Karena, siapa tahu dompet saya terjatuh
di dalam taksi. Bahkan Pak Boge juga ikut membantu. Tak terkecuali Bapak
Harijanto, Kakanwil BCA wilayah XI, langsung membantu memblokir kartu kredit
BCA saya, untuk mejaga agar kartu kredit saya tidak disalahgunakan.
Dengan konsentrasi penuh pada topik yang saya bawakan, seminar pun
berlangsung dengan seharusnya, lancar dan penuh semangat. Saat jeda
istirahat, di dalam lubuk hati yang terdalam, tiba-tiba muncul perasaan yang
mengatakan bahwa dompet saya akan kembali dalam keadaan utuh. Perasaan
itu timbul begitu saja, yang sempat saya utarakan kepada asisten saya yang
mendampingi waktu itu, David. Dan, memang benar itu terjadi!
Telah berulang kali saya buktikan, dengan keyakinan yang teguh, apa pun yang
Anda harapkan, bisa terwujud! Supir taksi yang tadi mengantar saya dan Pak
Boge ke restoran, sudah menunggu saya saat seminar selesai. Ia pun
menyerahkan dompet saya, masih dalam keadaan utuh, tidak ada kekurangan
apa pun.
Mengalirlah sebuah cerita yang menyentuh dari mulutnya. Katanya, seorang
penumpang setelah saya, menemukan dompet itu dan langsung menyerahkan
kepadanya. Si supir pun tanpa pikir panjang, datang ke tempat saya untuk
mengembalikan dompet itu. Saya benar-benar merasa takjub dengan kejujuran
yang dimiliki supir taksi, juga penumpang yang menemukan dompet tersebut.
Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas sebuah kejujuran dan
kebaikan yang telah dilakukannya, saya pun memberikan supir taksi itu sejumlah
uang, juga kepada para staf kemanan yang telah membantu. Dengan harapan,
semoga ke depannya, perbuatan baik akan selalu dilakukan.
Dari sini kita tahu, semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini tersambung
dalam sebuah mata rantai. Apa yang selama ini selalu saya utarakan dalam
seminar-seminar, bahwa sudah sepatutnya kita selalu berbuat baik, telah saya
temukan contoh nyatanya. Saya telah mendapatkan pertolongan dari seorang
supir taksi yang baik hati. Karena saya sadar, bisa saja dia mengaku tidak
menemukan dompet saya, dan tidak mengembalikannya kepada saya. Atau,
mungkinkah juga keyakinan saya yang begitu kuat, mendorong hal itu terjadi.
Apa pun teori di balik peristiwa ini, pastilah ada pembelajaran yang bisa
kita ambil. Di mana, butuh kehati-hatian dalam menyimpan barang milik
kita sendiri, menjaganya agar tidak hilang. Di mana sebuah kejujuran
sangatlah indah untuk dilakukan dan patut dihargai. Dan, di mana kekuatan
pikiran benar-benar bekerja saat Anda meyakini sesuatu hal dengan
sungguh-sungguh. Dan ingatlah selalu, dengan senantiasa melakukan
perbuatan baik dan membantu siapa pun yang membutuhkan bantuan,
Tuhan juga akan membantu kita dengan caraNya.
Salam sukses luar biasa,
Andrie Wongso
si » Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa
Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa
Tuesday, August 26th, 2008 | Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Kata Motivasi

Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki
bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana,
orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih
bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya
mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas
pulang sekolah , ia pergi kepasar untuk berjualan asongan.

Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia
melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar , terjatuh dipinggir
jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu,
namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi
uang dalam nominal besar.

Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak
kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya , pada saat
itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari sipemilik bungkusan
tersebut, sambil mencari-cari sipemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani
seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu ,
lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.

Uang untuk biaya rumah sakit,karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan
korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat
dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu
khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong.

Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah
sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu.
Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik
bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini
bu !, milik ibu”. setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang , sesampai
dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya.

Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang
milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu
sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin , namun
kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN.

Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus
mengorbankan nyawa orang lain . “Kamu sungguh anak yang baik nak” , ibu
sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.

Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan
kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat
menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku
dimana-mana . “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”.

(“Matamu adalah pelita tubuhmu, Jika matamu baik, teranglah seluruh
tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu
perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika
seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya
akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan
cahayanya.” )

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:16060
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:14