Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Materi Bahasa indonesia

VIEWS: 324 PAGES: 14

									       PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA
          DALAM KARANGAN ILMIAH
A. Kriteria Bahasa Ragam Ilmiah

     Secara rinci, bahasa Indonesia yang digunakan dalam
penyusunan laporan penelitian harus memenuhi kriteria
sebagai berikut:
1) Baku
     Struktur bahasa yang digunakan harus sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia yang baku, baik kata maupun kalimat.
Penulisan pun harus mengikuti ejaan yang berlaku. Ejaan
meliputi kaidah penggunaan huruf, tanda baca, penulisan kata,
dan penyusunan kata.
Cermati!
     *Dikarenakan kekurangan dana, tenaga dan lain
     sebagainya, maka proyek itu kita terpaksa serahkan
     kepada pengusaha asing.


Kalimat yang baku:

    Karena kurang dana, tenaga, dan lain-lain (dan
    sebagainya), proyek itu terpaksa kita serahkan kepada
    pengusaha asing.

2) Logis

    Gagasan yang disampaikan dapat dipahami menurut akal.
Cermati!
    a) *Orang yang sering menggunakan alat itu harus sering
       diservis supaya tidak cepat rusak.

    b) *Dengan mengucapkan syukur penulis              dapat
       menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

    c) *Perampok itu berhasil ditangkap petugas.



                              1
Kalimat yang logis:
    a) Alat yang sering digunakan itu harus sering diservis
       supaya tidak cepat rusak.
    b) Penulis    mengucapkan       syukur    karena dapat
       menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
    c) Perampok itu ditangkap petugas.
       Petugas itu berhasil menangkap perampok.

3) Kuantitatif

     Keterangan yang dikemukan dalam laporan penelitian
harus terukur. Cermati!
     *Untuk menanam bibit durian itu diperlukan lubang yang
cukup dalam.

4) Tepat
     Gagasan yang disampaikan dalam laporan penelitian
harus sesuai dengan gagasan yang dimaksud oleh penulis
(tidak bermakna ganda). Cermati!
     a) *Atap bangunan yang sudah rusak itu terbuat dari
        sirap.
     b) *Dia mengambil botol bir dari dapur yang menurut
        pemeriksaan berisi racun.
Terhadap kedua kalimat itu muncul pertanyaan, “Apakah
sebenarnya yang rusak itu, atap atau bangunan?” (kalimat a)
dan pada kalimat (b), “Apakah yang berisi racun itu, botol bir
atau dapur?”

5) Denotatif

     Kata yang dipilih harus menyatakan arti yang
sesungguhnya. Artinya, kata yang digunakan tidak melibatkan
perasaan karena sifat ilmiah adalah objektif. Cermati!
     *Kota-kota besar tidak pernah tidur; padat dengan
     kendaraan dan pabrik yang berjalan terus tanpa lelah.

                              2
Pernahkah kita menemukan kota yang dapat tidur? Adakah
pabrik yang dapat berjalan dan merasa lelah seperti manusia?


6) Ringkas

    Gagasan diungkapkan dengan kalimat pendek.
Penggunaan kata tidak berlebihan, tetapi bernas. Cermati!
    *Sebaiknya letak rumah tidak berada dekat rawa-rawa
    dan sedapat mungkin letak rumah tidak dekat pula dengan
    tempat ramai sebab bila dekat dengan tempat ramai, kita
    tidak dapat beristirahat dengan baik.

Kalimat yang ringkas:

    Sebaiknya letak rumah tidak berdekatan dengan rawa-
    rawa dan tempat ramai agar kita dapat beristirahat dengan
    baik.

7) Runtun

     Gagasan disampaikan secara teratur sesuai dengan urutan
dan tingkatannnya, baik dalam kalimat maupun dalam alinea.
Cermati!
          *Pada masa kini kemampuan masyarakat untuk
     memiliki kendaraan semakin besar, seiring dengan
     majunya perautomotifan yang mengeluarkan produk
     kendaraannya dengan berbagai model dan berbagai
     kualitas, mereka dapat memperolehnya. Semakin majunya
     suatu produk kendaraan makin banyak memberikan
     kemudahan untuk memeliharanya. Kenyataannya, para
     pemilik kendaraan tidak cukup memiliki keterampilan
     dan pengetahuan tentang pemeliharaan kendaraan.

B. Pilihan Kata

    Laporan       penelitian     bertujuan      menjelaskan,
mendeskripsikan, atau meyakinkan tentang seuatu dengan
menggunakan bahasa. Sesuatu itu dapat dipahami pembaca
dengan baik apabila digunakan kata secara cermat.
                             3
1) Kata Bermakna Harfiah

     Pemahaman makna kata secara harfiah berhubungan
dengan akal atau penalaran. Karenanya, kata yang bermakna
harfiah lebih tepat digunakan di dalam laporan. Kata konotatif
harus dihindarkan karena menimbulkan perasaan atau citra
tertentu pada pembaca.
     *Rakyat ialah jutaan tangan yang membuka hutan ilalang
     menjadi ladang-ladang berbunga, yang selalu berkata dua
     adalah dua, yang melantunkan suara kecak di muka pura.

Kata-kata dalam kalimat di atas tidak untuk menjelaskan apa
yang disebut rakyat, berbeda dengan kata-kata yang digunakan
dalam kalimat berikut.
    Rakyat ialah kumpulan orang yang terikat oleh kesamaan
    kebudayaan, tradisi, atau perasaan kekeluargaan.

2) Kata yang Dikenal

     Kata yang dikenal adalah kata-kata yang mudah dipahami
dan tidak terlalu teknis atau asing. Kata atau istilah asing
digunakan karena alasan tertentu dan harus disertai penjelasan
terlebih dahulu.
     Pengembangan intelegensia buatan seperti pada robot
     mempunyai tiga karakteristik utama. Ketiganya adalah
     reasoning, sense, dan berkomunikasi.

Penjelasan kata intelegensia dengan kecerdasan atau
kepandaian, reasoning dengan bernalar, dan sense dengan
mengindera akan memudahkan pembaca dalam memahami
maksud kalimat itu.




                              4
3) Kata Bermakna Tepat

     Penggunaan kata yang tidak tepat akan menimbulkan
salah tafsir pada pembaca. Kita mengenal betul kata kecuali
dan selain, tetapi dan melainkan, atau besar dan agung,
misalnya, sebagai kata-kata yang berfungsi atau bermakna
sama. Akan tetapi, apakah kita memahami betul bahwa
pemakaiannya berbeda. Perbedaan itu akan tampak jelas
apabila digunakan di dalam kalimat secara cermat. Kalimat
berikut, manakah yang tepat?
     “Selain petugas dilarang masuk!” atau
     “Kecuali petugas dilarang masuk!”

4) Istilah Teknis Dibatasi

     Istilah teknis yang dianggap tidak terlalu diperlukan harus
diganti dengan istilah Indonesia atau disertai penjelasannya.
     Perkembangan jumlah penduduk, yang lazim disebut laju
     pertumbuhan penduduk (fertilitas) merupakan salah satu
     masalah kependudukan.

     Memilih kata yang tepat dan menggunakannya secara
tepat merupakan pekerjaan yang rumit. Kerumitan itu antara
lain tampak pada kenyataan bahwa makna yang ada pada
pikiran penulis tidak selalu sama dengan makna yang diterima
oleh pembaca. Kata-kata memiliki kemampuan yang terbatas
dalam mengungkapkan makna.
C. Kalimat

     Kalimat yang tertata dengan baik menunjukkan cara
berpikir teratur. Keteraturan berpikir dalam menjelaskan
sesuatu dalam sebuah tulisan tidak dapat diabaikan. Penulis
harus menata kalimat secara cermat agar pembaca mudah
memahaminya.


                               5
1) Kalimat Pendek

     Dibandingkan dengan kalimat yang panjang, kalimat
pendek lebih mudah dan cepat dipahami. Kalimat pendek
hanya menyampaikan sebuah gagasan, sedangkan kalimat
panjang mengungkapkan beberapa gagasan. Memahami
sebuah gagasan dalam kalimat lebih mudah dan cepat daripada
memahami beberapa gagasan.

2) Kalimat Hemat

     Gagasan yang diungkapkan dengan dua kata atau lebih
adakalanya dapat membingungkan dan lebih sulit dipahami
dibandingkan dengan jika gagasan itu diungkapkan dengan
satu kata. Hal ini menunjukkan kecenderungan bahwa kalimat
yang hemat menggunakan kata lebih efektif digunakan.
     *Diduga bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama
     bahasa dengan penutur yang tinggal seratus orang itu
     akan punah.

Kalimat itu akan efektif jika diubah menjadi:
     Diduga bahwa bahasa yang berpenutur seratus orang itu
akan segera punah.
Pernyataan yang tidak terlalu lama dan dengan penutur adalah
pernyataan yang tidak hemat. Ketidakhematan tampak pula
seperti pada kalimat berikut.
     *Untuk menyaluran informasi yang efektif, maka harus
     dipergunakan sinar inframerah, hal ini disebabkan karena
     sinar ini mempunyai dispersi yang kecil.

Kalimat tersebut akan efektif apabila diubah menjadi:
    Untuk menyalurkan informasi yang efektif, harus
    dipergunakan sinar inframerah karena sinar ini
    mempunyai dispersi yang kecil.


                              6
3) Kalimat Tidak Berbelit

    Kalimat yang berbelit akan mengaburkan makna kalimat
dan dapat menimbulkan penafsiran ganda, bahkan salah tafsir
pada pembaca.
    *Kependudukan merupakan sebuah sistem, yaitu
    penduduk yang merupakan suatu totalitas dari beberapa
    subsistem di dalamnya. Subsistem fertilitas, mortalitas,
    dan migrasi/mobilitas.

Kalimat itu menimbulkan tafsiran berikut.
    a. Kependudukan merupakan sebuah sistem yang terdiri
       atas beberapa subsistem.
    b. Penduduk sebagai totalitas terdiri atas beberapa
       subsistem.
    c. Sistem dengan beberapa subsistemnya sama dengan
       totalitas.

Apakah makna kalimat tersebut sama dengan makna kalimat
berikut?
     Kependudukan, yakni penduduk yang merupakan suatu
     totalitas, adalah sebuah sistem yang terdiri atas subsistem
     fertilitas, mortalitas, dan migrasi/mobilitas.


4) Kalimat Tidak Rancu

     Kalimat rancu adalah kalimat yang menggabungkan dua
konstruksi sehingga kalimat menjadi kacau. Gejala ini, yang
lazim disebut kontaminasi, terjadi akibat kebiasaan atau
keragu-raguan pengguna bahasa.
     (1) *Dari proses ini akan melahirkan berbagai perilaku
        sistem penduduk yang berwujud jumlah penduduk,
        ratio ketergantungan, ratio pria/wanita, dan lain
        sebagainya.


                               7
Kalimat tersebut dirancukan dari dua konstruksi berikut.
    (a) Dari proses ini akan lahir berbagai perilaku sistem
       penduduk yang berwujud ..., dan lain-lain.

    (b) Proses ini akan melahirkan berbagai perilaku sistem
      penduduk yang berwujud ..., dan sebagainya.

Kalimat-kalimat berikut juga menunjukkan kerancuan.
    (2) Meskipun kadang-kadang terdapat kekurangdaya-
       gunaan dalam penyampaian bahasa, tetapi akhirnya
       dapat diselami juga maksudnya.

    (3) Menurut penulis buku ini menyatakan bahwa
       manajemen adalah ilmu yang menelaah kerja sama
       manusia dalam mencapai tujuan yang disetujui
       bersama.

5) Kalimat dengan Bentuk Kata Paralel

     Bentuk kata yang paralel dalam sebuah kalimat
menunjukkan pikiran yang paralel pula. Kaparalelan bentuk
pikiran dapat memperjelas gagasan kalimat dan mempermudah
pembaca dalam memahaminya.
     *Dampak pembuatan bendungan itu cukup banyak,
     seperti mencegah banjir dan meningkatkan produksi
     pertanian.

Bandingkan kalimat itu dengan kalimat berikut.
    Dampak pembuatan bendungan itu cukup banyak, seperti
    pencegahan banjir dan peningkatan produksi pertanian.

6) Kalimat Tidak Terpenggal

     Kalimat dalam ragam tulis, apalagi dalam karangan
ilmiah, harus ditulis secara sempurna. Kalimat tidak boleh
terpenggal karena kalimat ini menunjukkan ketidakcermatan

                             8
dalam penulisan. Kalimat terpenggal lebih cocok digunakan
dalam bahasa lisan.




    (a) Berbagai sistem penduduk ini akan sangat
       berpengaruh atau dipengaruhi oleh sistem-sistem lain
       yang melingkarinya. Seperti sistem ideologi, politik,
       ekonomi, hubungan manusia dengan lingkungan fisik
       dan sumber alam.

    (b) Dewasa ini kita sedang dahsyat-dahsyatnya dilanda
      suatu dikotomi. Yaitu sikap kita terhadap salah satu
      milik kita, yakni bahasa Indonesia.

    (c) Karena kebudayaan dilihat sebagai suatu sistem, dan
       perubahan salah satu unsurnya akan mengakibatkan
       adanya perubahan pada unsur-unsur lainnya, dan secara
       keseluruhan akan mengakibatkan adanya perubahan
       kebudayaan tersebut.

Kalimat yang didahului dengan kata seperti (a), yaitu (b), dan
karena (c) seharusnya digabungkan dengan kalimat yang
mendahuluinya.

7) Kalimat Menurut Tata Bahasa dan Ejaan

      Kaidah tata bahasa pada dasarnya memberikan pedoman
bagaimana kita membentuk kada dan menata kalimat agar
bagian-bagian di dalamnya menunjukkan hubungan yang
logis. Hubungan yang logis akan memperjelas gagasan
kalimat.
      Ejaan memerikan aturan penggunaan huruf, penulisan
kata, unsur asing, dan penggunaan tanda baca sehingga
menghasilkan bahasa tulisan yang tertib. Bahasa tulisan yang
tertib akan lebih mudah dipahami.




                              9
D. Paragraf

     Paragraf merupakan satuan bahasa yang lebih besar
daripada kalimat. Paragraf yang baik selalu bercirikan
kepaduan. Kepaduan ini terbentuk oleh adanya kesatuan dan
pertautan. Kesatuan berkenaan dengan pokok masalah atau
yang biasa disebut gagasan utama, sedangkan pertautan
berkaitan dengan hubungan antarbagian pembentuk paragraf,
yakni kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Di samping
itu, paragraf harus mengalami pengembangan. Artinya,
gagasan utama dijelaskan melalui perincian dengan gagasan
penjelas. Kekhasan paragraf adalah gagasan utama
dikembangkan oleh gagasan penjelas.
     Paragraf yang baik disusun atas sebuah gagasan utama
dan beberapa gagasan penjelas, dan gagasan itu secara
keseluruhan merupakan satu kesatuan. Paragraf yang panjang
akan melelahkan pembaca dalam memahami gagasannya.
Dengan demikian, paragraf yang pendek lebih baik digunakan
karena memudahkan pembaca dalam memahami gagasan dan
mengikuti jalan pikiran penulis.

    Cermatilah kedua paragraf berikut ini, manakah paragraf
yang baik.
    a. Biji yang patut dipilih sebagai bibit memiliki
    beberapa ciri. Setelah dipilih, bibit disemaikan terlebih
    dahulu. Biji yang dijadikan bibit harus masih dalam
    keadaan utuh. Biji yang kulitnya berkerut atau berjamur
    sebaiknya tidak dipilih. Kulit biji yang sehat biasanya
    berwarna kuning muda.

    b. Kekeringan yang melanda pulau ini berakibat sangat
    parah. Sumur penduduk sudah tidak banyak
    mengeluarkan air. Ternak sudah lama tidak memperoleh
    makanan yang berupa rerumputan hijau. Pepohonan pun

                             10
     di mana-mana tampak layu. Banyak sawah yang tidak
     tergarap lagi; tanahnya mengeras dan pecah-pecah.




                         LAMPIRAN

LATIHAN
I. Petunjuk: Cermatilah kemungkinan penggunaan kata
  penghubung dalam pernyataan berikut!

1. Banyak karangan yang baik isinya, (tetapi/karena/tetapi
   karena)       kalimat-kalimatnya         kurang      menarik
   (sehingga/maka/akibatnya) tidak disukai pembaca.
2. Tidak sedikit bacaan yang telah tersedia di perpustakaan
   (tetapi/kalau/karena/tetapi kalau/tetapi karena) tidak dibaca
   tentu tidak ada manfaatnya.
3. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan pemakaian bahasa
   Indonesia      pada       buku      pelajaran     Matematika
   (namun/bila/karena/namun bila/ dana dan waktu tidak
   memungkinkan (maka/jadi) mungkin sekali ada sedikit
   perubahan.
4. Unsur serapan ini ada yang sudah disesuaikan dengan
   kaidah bahasa Indonesia (dan/tetapi) ada yang belum
   disesuaikan sepenuhnya.
5. Masih banyak pemakai bahasa Indonesia yang kurang
   memperhatikan tanda baca (padahal/meskipun) tanda baca
   itu sangat penting dalam penulisan.
6. Tulisan Anda tidak akan menimbulkan salah paham
   (jika/sebab) Anda memakai kata yang tepat.
7. Untuk karang-mengarang bukan pengetahuan teori yang
   diperlukan, (tetapi/melainkan) penerapannya dalam praktik
   mengarang.
8. Proses berpikir pada anak-anak bersifat analitis,
   (tetapi/sedangkan/sebaliknya) proses berpikir pada orang
   dewasa bersifat sintetis.
9. Kita dibesarkan dalam lingkungan kita dengan bahsa daerah,
   (namun/tetapi/sedangkan/ karena) bahasa Indonesia tidak
   dianggap sebagai bahasa asing.

                               11
10. Penulisan kata ini sangat penting dalam bahsa Indonesia
  (karena/jika/karena jika) kita berbahasa tentu menggunakan
  kata.




II. Petunjuk: Betulkan kalimat-kalimat berikut!

1. Untuk meningkatkan mutu pendidikan daripada sekolah
   swasta di mana memerlukan ketekunan dan keuletan para
   pengelolanya.
2. Jumlah dokter amat terbatas dibanding jumlah penduduk,
   tidak semua warga masyarakat termasuk di desa mendapat
   pelayanan medis.
3. Dari peristiwa itu perlu mendapat perhatian dari berbagai
   fihak, sehingga pada masa datang tidak seorangpun
   mendapat ganti rugi.
4. Dalam upacara pembukaan seminar itu yang pertama kali
   diadakan di Bandung dihadiri para pejabat-pejabat negara
   dan tokoh-tokoh masyarakat.
5. Manfaat yang paling penting dari bahasa ialah bahwa bahasa
   dapat dipergunakan untuk mengungkapkan tentang gagasan
   kita.

III. Petunjuk A: Urutkan kalimat-kalimat berikut menjadi
sebuah paragraf yang baik!

a. Di dalam kebebasan itu harus selalu melekat tanggung
   jawab terhadap kepentingan umum dan kepentingan
   bersama.
b. Dengan demikian, dalam sistem dan mekanisme demokrasi
   pancasila tidak akan terjadi dominasi mayoritas maupun
   tirani minoritas sebab kedua konsep itu tidak selaras dengan
   semangat kekeluargaan.
c. Dalam demokrasi Pancasila kebebasan individu tidak
   bersifat mutlak, tetapi harus diselaraskan dengan tanggung
   jawab sosial.
d. Di samping itu, dalam demokrasi Pancasila keuniversalan
   cita-cita demokrasi dipadukan dengan cita-cita hidup bangsa
   Indonesia yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan.
                              12
Petunjuk B : Cermati teks berikut. Teks tersebut lebih dari
satu paragraf. Bagaimana pembagian paragraf yang tepat?
   Bahasa dan politik memiliki pengaruh timbal balik.
Bahasa Indonesia dibesarkan dan dimungkinkan hidup atas
daya upaya golongan politik. Sebaliknya, bahasa ini
membantu golongan politik dalam menyebarluaskan
gagasan, cita-cita, rencana-rencana, dan sebagainya kepada
rakyat. Bahasa Indonesia yang sifatnya demokratis itu telah
dapat mengurangi jurang pemisah antara golongan
masyarakat akibat kedudukan sosialnya. Pengaruhnya
terdapat juga dalam hal menipiskan rasa kesukuan atau
kedaerahan, menuju kenasionalan. Dengan singkat, cita-cita
perjuangan rakyat yang sudah dirintis sejak zaman
penjajahan bisa diteruskan, dihidupkan, dan dikembangkan.
Pengaruh timbal balik antara bahasa Indonesia dan
kesadaran politik juga dapat membuat bangsa Indonesia
mempunyai harga diri di tengah-tengah dunia internasional.


                     --------000------
                                         LKTM Unpad 2008




                               13
TUGAS: Buat proposal penelitian tentang
linguistik atau sastra (menurut prodi masing-
masing).
Sistematika:
  1. Judul
  2. Latar belakang masalah
  3. Identifikasi masalah
  4. Tujuan penelitian
  5. Metode penelitian
  6. Sumber data




                            14

								
To top