contoh karangan by anamaulida

VIEWS: 2,133 PAGES: 6

									               Macam-Macam Karangan dan Contohnya



1. Karangan Deskrpsi

Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga

pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

contoh :

 Malam itu, indah sekali. Di langit, bintang – bintang berkelip – kelip

   memancarkan cahaya. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar

   suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam.

   Angin berhembus pelan dan tenang.

 Kamar itu, menurut penglihatan saya, sangatlah besar dan bagus. Sebuah

   tempat tidur besi besar dengan kasur, bantal, guling, dan kelambu yang

   serba putih, berenda dan berbunga putih, berada di kamar dekat dinding

   sebelah utara. Kemudian, satu cermin oval besar tergantung di dinding

   selatan. Di kamar itu juga ada lemari pakaian yang amat besar terbuat

   dari kayu jati. Lemari kokoh itu tepat berada di samping pintu kamar
2. Karangan Eksposisi

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan

memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.Untuk

memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Contoh :

   Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat

    untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat

    Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan

    Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat.

    Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya

    “Pagi Pesan, Sore Huni”. Bedanya, sistem struktur dan konstruksi Risha

    memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. Harga Risha sedikit

    lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36. akan tetapi, usianya dapat

    mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang,

    diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap

    gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.

 Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara

    memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh

    melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat
   bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita

   maupun sebagai pencegah penyakit



3. Karangan Argumentasi

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan

dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti.

Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari

pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai

penyokong opini tersebut.

CONTOH :

 Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-

   tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan,

   kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib

   diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-

   baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan cara

   menjaga kesuburannya, dapat kita peroleh pada hutan yang belum

   digarap petani.

 Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna.

   Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan

   kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut
   kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil

   bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar

   pemain bola jempolan (Tarigan 1981 : 28).



4. Karangan Narasi

Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat

peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada

pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.

CONTOH :

 Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia

   menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan

   klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya

   berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai

   pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan

   Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang

   dirasa tepat untuk mengantar Ahmad, sang pengantin….

 Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar

   lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan

   rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar
   rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit.

   Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan

   Nyonya Marta



5. Karangan Persuasi

Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.

Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa

motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang

dianjurkan penulis dalam karangannya.

Contoh :

 Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih

   belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan

   membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat

   terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan

   Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD

   kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA

   dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya

   dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan

   untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan

   keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita
  menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu,

  semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang.

 Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih

  belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan

  membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat

  terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan

  Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD

  kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA

  dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya

  dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan

  untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan

  keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita

  menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu,

  semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut

  dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.

								
To top