bayi baru lahir normal neonatus

Document Sample
bayi baru lahir normal neonatus Powered By Docstoc
					                                                       1


LINGKUP ASUHAN BAYI BARU LAHIR
LINGKUP ASUHAN NEONATUS, BAYI DAN ANAK BALITA
1. Bayi baru lahir normal
2. Bayi baru lahir bermasalah
     a. Bercak mongol
     b. Hemangioma
     c. Ikterik
     d. Muntah dan gomoh
     e. Oral trush
     f. Diaper rash
     g. Seborrhea
     h. Bisulan
     i. Milliariasis
     j. Diare
     k. Obstipasi
     l. Infeksi
3. Kelainan bawaan pada bayi baru lahir
     a. Labioskiziz dan labiopalatoskiz
     b. Atresia esophagus
     c. Atresia anus
     d. Hirschprung
     e. Obstruksi biliaris
     f. Omfalokel
     g. Hernia diafragmatika
     h. Atresia duodeni
     i. Meningokel.ensefalokel
     j. Hidrosefalus
     k. Fimosis
     l. Hipospadia
4. Trauma pada bayi baru lahir
     a. Caput suksedaneum
     b. Cephal Hematoma
     c. Trauma pada fleksus brachialis
     d. Fraktur klavikula dan fraktur humerus
5. Neonatus beresiko tinggi
     a. BBLR
     b. Asfiksia neonatorum
     c. Sindroma gangguan pernapasan
     d. Kejang
     e. Hypotermi
     f. Hipertermi
     g. Hypoglikemi
     h. Tetanus neonatorum




                              BAYI BARU LAHIR NORMAL
   A. Pengertian
                                                                                                               2


             Menurut Saifuddin, (2002) Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama
        kelahiran.
             Menurut Donna L. Wong, (2003) Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirrnya
        biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu.
             Menurut Dep. Kes. RI, (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37
        minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram.
             Menurut M. Sholeh Kosim, (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram,
        cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.
    B. Ciri – Ciri Bayi Baru Lahir
        1. Berat badan 2500 - 4000 gram
        2. Panjang badan 48 - 52 cm
        3. Lingkar dada 30 - 38 cm
        4. Lingkar kepala 33 - 35 cm
        5. Frekuensi jantung 120 - 160 kali/menit
        6. Pernafasan ± - 60 40 kali/menit
        7. Kulit kemerah - merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup
        8. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna
        9. Kuku agak panjang dan lemas
        10. Genitalia;
    Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora
    Laki – laki testis sudah turun, skrotum sudah ada
        11. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
        12. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik
        13. Reflek graps atau menggenggan sudah baik
        14. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan
C. Reflek – Reflek Fisiologis
  1. Mata
      a. Berkedip atau reflek corneal
        Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea,
        harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf
        cranial.
      b. Pupil
        Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup.
      c. Glabela
                                                                                                                   3


      Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat.
2. Mulut dan tenggorokan
    a. Menghisap
      Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan,
      reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur.
    b. Muntah
      Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi
      mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang hidup.
    c. Rooting
      Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah
      sisi tersebut dan mulai menghisap, harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan
    d. Menguap
      Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi, harus menetap
      sepanjang hidup
    e.Ekstrusi
      Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia
      4 bulan
    f.Batuk
      Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harus terus ada sepanjang hidup, biasanya
      ada setelah hari pertama lahir
3. Ekstrimitas
      a. Menggenggam
         Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari
      b. Babinski
         Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari
         kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi
      c. Masa tubuh
         (1). Reflek moro
              Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi
              ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti
              dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas, kaki dapat fleksi dengan lemah.
         (2). Startle
              Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap
              tergenggam
                                                                                                          4


     (3). Tonik leher
         Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada
         sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi.
     (3). Neck – righting
         Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah
         tersebut dan diikuti dengan pelvis
     (4) Inkurvasi batang tubuh (gallant)
              Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea
         rah sisi yang terstimulasi.
D. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir
         Menurut JNPK-KR/POGI, APN, (2007) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah :
   1. Pencegahan Infeksi
        Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi
        Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan
        Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan, terutama klem, gunting, penghisap lendir
            DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril.
        Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi, sudah dalam
            keadaan bersih. Demikin pula dengan timbangan, pita pengukur, termometer, stetoskop.
   2. Melakukan penilaian
        Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan
        Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas
       Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah maka segera lakukan tindakan
       resusitasi bayi baru lahir.
   3. Pencegahan Kehilangan Panas
       Mekanisme kehilangan panas
       a. Evaporasi
            Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah
            lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan.
       a. Konduksi
            Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang
            dingin, co/ meja, tempat tidur, timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan
            menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut
       b. Konveksi
                                                                                                   5


    Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, co/ ruangan
    yang dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi, atau
    pendingin ruangan.
c. Radiasi
    Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai
    suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, karena benda – benda tersebut menyerap radiasi
    panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung)
Mencegah kehilangan panas
Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut :
a. Keringkan bayi dengan seksama
    Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk
    membantu bayi memulai pernapasannya.
b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
    Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru
    (hanngat, bersih, dan kering)
c. Selimuti bagian kepala bayi
    Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relative luas dan bayi akan dengan cepat
    kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
d. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya
    Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas.
    Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran
e. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
    Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan
    penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Berat
    badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan
    berat pakaian/selimut. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam (^) jam setelah lahir.


    Praktik memandikan bayi yang dianjurkan adalah :
    (1). Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi
         mengalami asfiksia atau hipotermi)
    (2). Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh stabil (suhu aksila antara 36,5º C – 37º
         C). Jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5º C, selimuti kembali tubuh bayi secara longgar,
         tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan
                                                                                                              6


                kuli ibu – bayi dan selimuti keduanya. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap
                stabil dalam waktu (paling sedikit) satu (1) jam.
         (3). Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernapasan
         (4). Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruangan mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin.
                Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan siapkan beberapa
                lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan.
         (5). Memandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat
         (6). Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering
         (7). Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi
                secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik
         (8). Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik
         (9). Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya
    f. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat
    g. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya, untuk menjaga bayi
         tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI
4. Membebaskan Jalan Nafas nafas
    Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir, apabila
    bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai
    berikut :
          Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
          Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala
                tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.
          Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus
                kassa steril.
          Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan
                kasar.
          Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen
                dengan selangnya harus sudah ditempat
          Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung
          Memantau dan mencatat usaha bernapas yang pertama (Apgar Score)
          Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan.
5. Merawat tali pusat
          Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali
                pusat pada puntung tali pusat.
                                                                                                              7


           Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin 0,5 % untuk
               membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya.
           Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi
           Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering.
           Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat
               tinggi atau klem plastik tali pusat (disinfeksi tingkat tinggi atau steril). Lakukan simpul kunci
               atau jepitankan secara mantap klem tali pusat tertentu.
           Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan
               dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang
               berlawanan.
           Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin 0,5%
           Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup
               dengan baik..(Dep. Kes. RI, 2002)
6. Mempertahankan suhu tubuh bayi
    Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari
    luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. Suhu tubuh bayi
    merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil.
    Suhu bayi harus dicatat (Prawiroharjo, 2002).
    Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat
    kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas
    (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal, jika bayi dalam keadaan basah atau tidak
    diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak, meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat.
    Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia.
  Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan :
           Keringkan bayi secara seksama
           Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat
           Tutup bagian kepala bayi
           Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya
           Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian
           Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. (Dep. Kes. RI, 2002)
7. Pencegahan infeksi
           Memberikan vitamin K
                                                                                                              8


                 Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir
                 normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari, dan bayi
                 beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg IM.
             Memberikan obat tetes atau salep mata
                 Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan
                 obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eritromisin 0.5 % atau
                 tetrasiklin 1 %, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir.
            Perawatan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai
            dengan perawatan tali pusat
            Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata
            bayi segera setelah lahir
       Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi
       berikut ini :
             Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi.
             Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan.
             Pastikan bahwa semua peralatan, termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi
                 tingkat tinggi atau steril, jika menggunakan bola karet penghisap, pakai yang bersih dan baru.
             Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah
                 dalam keadaan bersih.
             Pastikan bahwa timbangan, pipa pengukur, termometer, stetoskop dan benda-benda lainnya
                 yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap
                 setelah digunakan). (Dep.kes.RI, 2002)
8. Identifikasi bayi
             Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu di pasang segera pasca persalinan.
                 Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap
                 ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
             Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di
                 kamar bersalin dan di ruang rawat bayi
             Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak
                 mudah sobek dan tidak mudah lepas
             Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi, nyonya), tanggal lahir, nomor
                 bayi, jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu
             Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor
                 identifikasi. (Saifudin,, 2002)
                                                                                                         9


Rujukan
   1. DepKes RI, 1992 Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks keluarga
   2. Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal neonatal.YBP_SP.Jakarta
   3. JHPIEGO.2003. Panduan pengajar asuhan kebidanan fisiologi bagi dosen diploma III kebidanan. Buku 5
      asuhan bayi baru lahir,Pusdiknakes.Jakarta
   4. Modul Asuhan Persalinan Normal
                                                                          10


                     ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR



I. PENGUMPULAN DATA
   A. IDENTITAS PASIEN
      Nama          : Ny. W            Nama Suami :      Tn.S
      Umur          : 19 thn           Umur        :     25 thn
      Suku/ Bangsa : Aceh/Indone       Suku Bangsa :     Aceh/Indonesia
      Agama         : Islam            Agama       :     Islam
      Pendidikan    : SMA              Pendidikan :      SMA
      Pekerjaan     : IRT               Pekerjaan :      Wiraswasta
      Alamat        : Langsa           Alamat      :     Islam

  B. ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF )
     1. Biodata/ Identitas
        Nama        : By. W
        Tgl lahir   : 14-03 2010
        Hari/Jam : Rabu 11.30
        BBL         : 3200 gr
        PB          : 50cm
        LD          : 32 cm
        LK          : 35 cm

     2. Riwayat kehamilan ( Perenatal )
         Keadaan kesehatan ibu selama hamil   :   Baik
         ANC selama hamil                     :   Ada
         TT selama hamil                      :   Ada
         Dapat tablet besi selama hamil       :   Ada
         Kebiasaan makan obat selama hamil    :   Tidak ada
         Gizi ibu selama hamil                :   Baik
         Tempat pemeriksaan kehamilan         :   Bidan

     3. Riwayat persalina sekarang
         Usia Kehamilan                       :   36-38 minggu
         Lama kala I                          :   8 jam
         Lama kala II                         :   2 jam
         Komplikasi                           :   Tidak ada
         Lilitan Tali Pusat                   :   Tidak ada
         Persalinan Baik                      :   Baik
         Keadaan BBL                          :   Baik
         Obat- Obat yang di berikan
         Di tolong oleh                       : Bidan
                                                                             11


 Lain-lain                               : Tidak ada
1) DATA OBJEKTIF
   Keadaan fisik bayi segera setelah bayi lahir
   APGAR SCORE
   Yang dinilai                    0      1     2        1 menit   5 menit
   Frekwensi jantung                                     1         2
   Usaha Nafas                                           1         2
   Tonus obat                                            2         1
   Warna kulit                                           2         2
   5 Reaksi terhadap rangsangan                          2         2
   Pada menit pertama                     :8
   Pada menit ke lima                     :9

2). Kepala
     Ubun- Ubun besar            : Tidak ada kelainan
     Ubun-Ubun kecil             : Tidak ada kelainan
     Bentuk kepala               : Simetris
     Caput succodantum           : Simetris
     Caput Haematom              : Ada
     Sutra saliatalis            : Tidak ada
     Luka                        : Tidak ada

3). Mata
     Simetris/ ka/ki             :   Ya
     Bentuk mata                 :   Simetris
     Kebersihan mata             :   Bersih
     Strabismus                  :   Tidak ada
     Pupul mata                  :   Ya

4). Hidung
     Lubang hidung               : Ada
     Cuping hidung               : Simetris

5). Mulut dan dagu
     Simetris                    :   Ya
     Palah                       :   Ya
     Lidah normal                :   Ya
     Refleks hisap               :   ada (+)
     Gusi normal                 :   Ya

6). Telinga
     Normal                      : Ya
                                                              12


           Kelainan                    : Tidak ada

       7). Dada
            Respirasi normal           : Ya
            Suara nafas                : Bersih
            Gerakan dada               : Simetris
            Tonjolan tulang rusuk      : Tidak ada
            Jantung                    : Normal

       8). Perut
            Bentuk                     : Simetris
            Pembesaran Heapar          : Tidak ada
            Tali Pusat                 : Tidak ada infeksi

       9). Anus
            Lubang Anus                : Ada
            Meconium / BAB             : Ada

       10). Genetika
           a. Laki-laki
             Ujung penis /Lubang uretra
             Scorotum
             Kelainan
          b. Perempuan
             Labia mayora/minora       : Ada
             Kelainan                  : Tidak ada

       11). Tangan
             Pergerakan tangan         :   Normal
             Jari tangan ka/ki         :   Normal
             Refleks menggenggam       :   Ada
             Kelainan                  :   Tidak ada

       12). Kaki
             Pergerakan Kaki           : Ada
             Jari kaki ak/ki           : Normal
             Refleks baby skin         : Ada (+)

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN
     JK : Laki-laki         Ku : Baik
     BB : 3200 gram        Dpt inj Vit. K 0,1 IM
     PB : 50 cm
                                                                        13


   LD : 32 cm
   LK : 35

III. ANTISIFASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIA
                      TIDAK ADA



IV.TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI
                  TIDAK ADA



V. PERENCANAAN
    Bersihkan jalan nafas
    Bersihkan tubuh bayi sesegera mungkin
    Bedong bayi sesegera mungkin
    Berikan ASI sesuai kebutuhan

VI. PELAKSANAAN
     Membersihkan jalan nafas agar bayi dapat bernafas dengan tenang
     Membersihkan tubuh bayi agar tidak hipotermi
     Membedong bayisegera mungkin dan susui bayi
     Memberikan ASI sesuai kebutuhan yang di ingin kan bayi

VII. EVALUASI
     Pada tanggal 14-03-2010
       1. Tubuh bayi sudah di bersihkan
       2. Ku : Baik            Menangis kuat
          JK : laki-laki       Mengisap aktif
          PB :50 cm            BAB (+) BAK (+)
          LD : 32 cm
          LK : 35 cm

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2938
posted:5/28/2011
language:Indonesian
pages:13
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl