akper punya lhooooooooo by anamaulida

VIEWS: 100 PAGES: 7

									                                    BAB IV

                               PEMBAHASAN



       Pada   Bab   ini   penulis   membahas    mengenai    permasalahan   atau

kesenjangan-kesenjangan yang ditemukan pada kasus dengan membandingkan

antara teoritis dengan fakta yang telah penulis dapatkan pada keluarga Tn. R

khususnya Ny. D dengan Artritis Reumatoid di Desa Paya Bujok Seulemak Jln.

Perumnas Lorong Bukit Kecamatan Langsa Barat Pemerintah Kota Langsa.

       Agar lebih jelasnya penulis akan membahas secara terperinci yang terjadi

dari tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi.

A. Pengkajian

       Pada dasarnya data pengkajian yang penulis dapatkan pada tinjauan

   teoritis tidak ada perbedaan yang mendalam dengan tinjauankasus, hanya saja

   hanya saja ada beberapa data yang ada pada tinjauan teoritis, tetapi tidak

   ditemukan pada tinjauan kasus, seperti : pembengkakan pada sendi, sedangkan

   data yang lain ditemukan, seperti : pembengkakan pada sendi-sendi, kekakuan

   pada sendi, panas dan gangguan fungsi pada sendi ( Brunner dan Sudarth,

   2002, Corwin, 2001 ). Ini terjadi pada keluarga Tn. R khususnya Ny. D

   masalah Artritis Reumatoid belum lama terjadi sehingga belum terjadi

   pembengkakan.

       Faktor yang menghambat penulis dalam pengkajian keluarga diantaranya

   keterbatasan waktu dalam melakukan pengkajian keluarga, karena kepala

   keluarga sering tidak ada di rumah, pergi bekerja mencari nafkah, dan Ny. D
   sendiri juga sering tidak ada di rumah untuk mengikuti acara kenduri 44 hari

   saudaranya dan acara ulang tahun keponakannya, dan pemeriksaan diagnostik

   untuk lebih mengakuratkan pengkajian.



B. Diagnosa Keperawatan

      Berdasarkan tinjauan teoritis, diagnosa keperawatan yang muncul pada

   klien Artritis Reumatoid adalah nyeri kronis, keterbatasan mobilitas fisik,

   perubahan penampilan peran / gangguan citra tubuh dan kurang perawatan diri

   ( Doenges Noorhouse dan Geisles, Jodi ). Sedangkan pada tinjauan kasus

   hanya diagnosa nyeri, berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga Tn. R

   khususnya Ny. D merawat anggota keluarga dengan Artritis Reumatoid,

   keterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga

   Tn. R khususnya Ny. D merawat anggota keluarga dengan Artritis Reumatoid,

   dan anggota konsep dini, harga diri rendah berhubungan dengan ketidak

   mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Artritis Reumatoid.

      Diagnosa perubahan penampilan peran tidak muncul karena Ny. D tidak

   merasakan perubahan penampilan pada dirinya, hanya saja Ny. D merasa

   malu, karena tidak dapat berkumpul dengan ibu-ibu apabila ada acara seperti

   arisan, karena tidak dapat banyak bergerak, oleh karena nyeri pada sendi

   kakinya, dan diagnosa kurang perawatan diri. Tidak muncul karena Tn. R

   khususnya Ny. D masih dapat merawat dirinya dan keluarga.

      Diagnosa nyeri kronis muncul pada tinjauan kasus akibat dari terjadinya

   proses inflamasi pada sendi-sendi sehingga menekan saraf-saraf pada sendi
tersebut, sehingga muncullah nyeri. (Brunner dan Suddarth, tahun 2002).

Diagnosa keterbatasan mobilitas fisik muncul pada kasus akibat dari

terjadinya kekakuan pada sendi terutama pada pagi hari dan nyeri sehingga

Ny. D tidak dapat bergerak dengan bebas, dan tidak dapat melakukan

aktivitas-aktivitas yang biasanya Ny. D lakukan ( Brunner dan Suddarth, tahun

2002 ).

   Dan diagnosa gangguan konsep diri harga diri rendah muncul pada

tinjauan kasus akibat dari ketidak mampuan Ny. D untuk banyak bergerak

apabila penyakitnya kambuh, sehingga Ny. D merasa malu kepada ibu-ibu di

desanya, karena tidak dapat ikut bergabung dalam acara arisan.

   Faktor pendukung untuk menegakkan diagnosa keperawatan yaitu dengan

tersedianya refernsi-referensi dan gejala pada keluarga Tn. R khususnya Ny. D

sangatlah sesuai dengan teoritis hanya ada satu data yang tidak terdapat pada

tinjauan kasus.

   Faktor penghambat yang penulis dapatkan selama penegakan diagnosa

adalah keterbatasan pemeriksaan laboratorium, ketidak tersediaan alat seperti

pemeriksaan kadar asam urat, pemeriksaan leucocyle.

   Pemecahan masalah yang penulis lakukan untuk mendapatkan hasil

laboratorium yaitu menganjurkan kepada keluarga Tn. R khususnya Ny. D

untuk berobat ke rumah sakit umum yang mempunyai alat pemeriksaan alat

laboratorium yang lengkap.
C. Perencanaan

      Perencanaan Keperawatan pada karya tulis ini, disusun berdasarkan

   masalah keperawatan yang muncul sehingga diharapkan dapat menyelesaikan

   masalah yang di alami keluarga Tn. R khususnya Ny. D perencanaan yang

   diberikan kepada keluarga Tn. R bersifat memberikan informasi tentang

   Artritis Reumatoid, penyebab, tanda dan gejala serta komplikasi dari Artritis

   Reumatoid dan cara perawatan dirumah serta menganjurkan kepada keluarga

   untuk menggunakan fasilitas kesehatan dan sarana yang ada di keluarga

   sehingga penyelesaian masalah bagi anggota keluarga yang kurang sehat dapat

   dilakukan oleh anggota keluarga yang lain, sehingga lima fungsi kesehatan

   keluarga dapat terlaksana dengan baik yaitu, kemampuan keluarga mengenai

   masalah kesehatan, kemampuan keluarga mengambil keputusan, kemampuan

   keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, kemampuan keluarga

   memodifikasi lingkuangan, dan kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas

   kesehatan ( Friedman, 1998).



D. Implementasi

      Pelaksanaan intervensi keperawatan telah penulis lakukan selama 3 hari

   mulai dari 7 Agustus s/d 9 Agustus 2006, dan semua perencanaan dapat

   dilaksanakan dengan baik, sehingga ketiga diagnosa keperawatan yang

   muncul pad saat pengkajian, dapat diberikan asuhan keperawatan oleh perawat

   bersama anggota keluarga dengan baik sesuai dengan intervensi. Hal ini dapat
   dilakukan karena keluarga sangat kooperatif dan terlihat aktif dalam kegitan

   asuhan keperawatan yang penilis berikan.



E. Evaluasi

      Setelah diberikan asuhan keperawatan, disini penulis melakukan evaluasi

   tentang hasil yang dicapai oleh keluarga dengan menggunakan SOAP. Dari

   evaluasi yang penulis lakukan, kedua masalah keperawatan yang timbul di

   keluarga Tn. R khususnya Ny. D dapat diselesaikan dengan baik sesuai

   dengan rencana yang telah disusun, karena keluarga terlibat langsung dalam

   praktek keperawatan keluarga yang sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil

   yang telah ditetapkan
                                    BAB V

                                  PENUTUP



A.   Kesimpulan

     1. Pada tahap pengkajian data yang penulis dapatkan pada Ny. D dengan

        artristis reumatoit a\dalah nyeri pada sendi kekakuan pada sendi,

        kekakuan pada sendi, panas, penurunan fungsi pada organ.

     2. Diagnosa keperawatan yang dapat di tegakan berdasarkan data yang

        penulis dapatkan pada keluarga Tn. R, khususnya Ny. D adalkah nyeri

        kronis pada keluarga Tn. R khususnya Ny. D berhubungan dengan

        ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan artristis

        reumatoid, keterbatasan mobilitas fisik pada keluarga Tn. R khususnya

        Ny. D berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota

        keluarga dengan atristis reumatoid, dan gangguan konsep diri harga diri

        rendah pada keluarga Tn. R, khususnya Ny. D berhubungan dengan

        ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan artristis

        reumatoid.

     3. Intervensi keperawatan yang di buat berdasarkan lima fungsi kesehatan

        keluarga yaitu: kemampuaan keluarga mengenal masalah kesehatan,

        kemampuan keluarga mengambil keputusan            kemampuan keluarga

        merawat      anggota   keluarga   yang   sakit,   kemampuan   keluarga

        memodifikasi lingkuangan, dan kemampuan keluarga memanfaatkan

        fasilitas kesehatan.
    4. Implenmitasi keperawatan dapat di lakukan sesuai dengan intervensi

       keperawatan yang telah di susun.

    5. Evaluasi keperawatan yang di lakukan menunjukan semua tujuan umum

       dan tujuan khusus dalam perancanaan dapat disesuaikan oleh perawat

       dan keluarga yang di beri asuan keperawatan.

    6. Lima fungsi kesehatan keluarga dapat di jalankan dengan baik oleh

       keluarga Tn. R khususnya Ny. D.



B. Saran

  1.   Diharapkan kepada Tn. R dapat merawat dan memberikan perhatian

       pada anggota keluarga yang sakit,serta dapat mencegah terjadinya

       kekambuhan penyakit artristis reumatoid.

  2.   Diharapkan kepada keluarga Tn. R khususnya Ny. D dapat

       mengontrolkan diri kefasilitas kesehatan misalnya: pukesmas secara

       teratur untuk meminimalkan kambuhnya penyakit, dan tetapo menjaga

       kondisi kesehatan dengan baik serta minum obat sesuai dengan anjuran

       Dokter.

  3.   Diharapkan   kepada    Tn.   R     khususnya   Ny.   D   untuk   selalu

       mempertahankan lingkungannya sehat sesuai dengan yang telah

       diskusikan bersama.

								
To top