Docstoc

SKENARIO OTOT

Document Sample
SKENARIO OTOT Powered By Docstoc
					HASIL DISKUSI
  SGD 23
Tutor: dr. Mayangsari ayu, MARS
Ketua : Tutri hayati
Sekretaris: Wardah wasliati
Anggota:
        - Tria Novika
        - Tujuana purba
        - Ulfi kartika
        - Umi Hasanah
        - Umami chair
        - Utari novianti
        - Vivi puspita
        - Vivi misdia
        - Wahyu yulianto
Skenario 2
                 Kenapa Mengecil Lagi

   Mr. A, laki-laki, 30 tahun bekerja di kantor
  pemerintah. Selama enam bulan setiap sore hari
  selama 1 jam melakukan olahraga binaraga. Ketika
  dia melakukan binaraga, dia melihat otot lengan
  atasnya menggembung dan memendek, ketika
  tangannya diluruskan dia melihat ototnya mengeras
  tetapi tidak memendek. Setelah 6 bulan berolah raga
  binaraga secara teratur, otot lengan atas dan otot
  dada mengalami pembesaran dan berat badannya
  bertambah.
Karena kesibukan kerja di kantor, Mr.A tidak dapat
  melakukan binaraga secara teratur dan otot-otot
  yang tadinya membesar mulai mengecil kembali
  seperti sebelum latihan.
Mr.A berkonsultasi dengan Dr. RT yang kebetulan
  bekerja satu instansi dan mengatakan bahwa ototnya
  dulu mengalami hipertropi dan sekarang kembali
  seperti biasa lagi dan Dr. RT menyarankan agarc
  kembali melakukan latihan yang sama kembali.
 TERMINOLOGI
♪ Otot : Tdd sel-sel yang berdiferensiasi dan
     mengandung protein kontraktil, yang
     membangkitkan tenaga sehingga
     menghasilkan suatu gerakan organ tertentu

♪ Hipertropi : Masa total suatu otot menjadi
     membesar, tanpa disertai dengan      pertambahan
  jumlah sel.
PERUMUSAN MASALAH


 1. Jelaskan faktor yang mempengaruhi
   terjadinya kontraksi otot, serta
   mekanismenya?
PERUMUSAN MASALAH

2. Mengapa pada saat melakukan
  olahraga secara teratur otot lengan atas
  dan otot dada mengalami pembesaran,
  sedangkan pada saat olahraga tidak
  dilakukan kembali otot lengan atas dan
  dada mengecil kembali?
PERUMUSAN MASALAH


3. Mengapa ketika kontraksi otot lengan
   atasnya menggembung dan
   memendek sedangkan, pada saat
   relaksasi otot mengeras dan tidak
   memendek?
PEMECAHAN MASALAH

 1. Faktor yang mempengaruhi terjadinya
    kontraksi otot yaitu, Treppe, Summasi,
    Fatique, Tetani, Rigor.
    - Mekanisme kontraksi otot sangat
    dipengaruhi oleh adanya Ca2+.
PEMECAHAN MASALAH

 2. Olahraga secara teratur otot lengan atas
     dan otot dada mengalami pembesaran
     dikarenakan, terjadinya hipertropi otot
     yaitu sintesis protein kontraktil otot
     berlangsung jauh lebih cepat dari pada
     penghancurannya, sehingga
     menghasilkan jumlah filamen aktin dan
     miosin secara banyak progresif didalam
     miofibril,
PEMECAHAN MASALAH
 kemudian miofibril itu sendiri memecah didalam
    serat otot untuk membentuk miofibril yang baru.
    Jadi peningkatan miofibril tambahan,
    menyebabkan serat otot menjadi hipertropi.

    - Sedangkan pada saat olahraga tidak dilakukan
    kembali, otot lengan atas dan dada mengecil
    karena terjadi atropi otot, yang disebabkan
    hancurnya protein kontraktil dan miofibril lebih
    cepat dari pada pergantiannya.
PEMECAHAN MASALAH
 3. Pada saat melakukan olahraga secara teratur otot
    lengan atas dan otot dada mengalami
    pembesaran dikarenakan sewaktu serat otot
    berkontraksi dengan satu beban maka tekanan
    meningkat, sehingga ujung-ujung sarkolema dari
    serat otot tempatnya melekat pada tendon dan
    lengan berengsel dari jembatan penyebrangan
    sedikit merenggang akibatnya bagian kontraktil
    otot harus memperpendek diri dan
    menggembung.
PEMECAHAN MASALAH


 sedangkan pada saat relaksasi ujung-ujung
    sarkolema dari serat otot tersebut tertarik dan
    terjadi pembentukan ikatan silang antara
    aktin miosin dan pergeseran filamen tipis
    pada filamen tebal  otot mengeras dan
    terjadi pemendekan.
Pohon Topik
                  Kembali seperti semula

                     Tidak latihan lagi

                        Hipertropi

Treppe Summasi Fatique Tetani Rigor       Relaksasi   Kontraksi

     Faktor                                Mekanisme

                       Latihan rutin

                           Mr.A
  TUJUAN PEMBELAJARAN

Memahami:

  ♥ Definisi dan kemampuan otot
  ♥ Fungsi otot
  ♥ Mekanisme kontraksi otot
  ♥ Faktor-faktor yang mempengaruhi
  Kontraksi otot
  ♥ Sumber Energi untuk Kontraksi Otot
       Definisi dan kemampuan otot
• Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu
  menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah
  mendapat rangsangan
• Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
 Kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi /
  memendek
 Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan
  gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat
  kontraksi
 Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada
  ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada
  ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi
Berdasarkan ciri morfologi dan fungsional
nya, maka jaringan otot dapat dibedakan atas:
1. Otot rangka/lurik
2. Otot jantung
3. Otot polos
Otot rangka/lurik
 Otot sadar yang bekerja atas perintah dari
  otak
 Tdd berkas-berkas sel multinuklear dan
  silindris yang sangat panjang, yang memiliki
  garis-garis melintang
 Kontraksi otot terjadi karena adanya
  interaksi antara filamen aktin (tipis) dan
  miosin (tebal)  saling bergeser dan
  tumpang tindih
 Kontraksi otot bersifat cepat, kuat dan atas perintah
 Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi
  kerangka dari benturan,mempertahankan sikap tubuh, dan
  menstabilkan sendi




                     Gbr. Serabut otot lurik
                      (dari otot anak-anak
BAGIAN-BAGIAN OTOT RANGKA

1.Sarkolema
  Membran sel dari selaput otot.Terdiri dari membran sel
  yang disebut membran plasma & sebuah lapisan luar
  yang terdiri dari 1 lapisan tipis mengandung kolagen
2.Miofibril
  Merupakan bulatan-bulatan kecil pada potongan
  melintang mengandung 1500 FM,3000 FA yang
  merupakan molekul protein polimer besar untuk
  kontraksi otot
  Memiliki 2 filamen:
  - Filamen Tebal yang dibentuk oleh miosin
  - Filamen Tipis yang dibentuK oleh aktin, tropomiosin &
  troponin
• Miosin
Terdiri dari bagian Globular (head) dan bagian
   Fibrous yang berbentuk 2 heliks.
 Dibentuk oleh sepasang heavy chain dan 2 pasang
   light chain.

• Aktin
  Aktin-G.
  Polimerisasi Aktin G terbentuk
  Aktin-F yang berbentuk pasangan
  heliks.
• Tropomiosin : Fibrous.
  Terdiri dari 2 rantai: alpha dan beta.
  Berikatan dengan aktin-F.
• Troponin :
Terdiri dari 3 jenis polipeptida,yaitu :
        a. Troponin T (TpT) : Berikatan
           dengan tropomiosin dan
          troponin yang lain.
b. Troponin I (TpI): Menghambat interaksi F-
   aktin dan miosin.
   Berikatan dengan troponin lain.
c. Troponin C (TpC): Suatu Calcium-binding
   polypeptide.
Tiap molekul troponin C mengikat 4 ion Ca2+.
3.Sarkoplasma
   Miofibril-miofibril terpendam dalam serat otot di
   dalam suatu matriks
4. Retikulum Sarkoplasmik
   Sarkoplasma yang terdapat pada retikulum
   endoplasma yang terdapat dalam serat otot
Kerja otot rangka
- TONUS Þ ketegangan akibat mengerutnya otot
      (kontraksi),
- TETANUS Þ ketegangan maksimum yang terus
  menerus,
- FLEKSI Þ membengkokkan > < EKSTENSI Þ
  meluruskan,
- ABDUKSI Þ menjauhi badan > < ADDUKSI Þ
  mendekati        badan,
- DEPRESI Þ ke bawah > < ELEVASI Þ ke atas,
- SUPINASI Þ memutar telapak tangan menengadah >
  < PRONASI Þ menelungkup.
• Kontraksi terjadi, karena pergeseran antara kepala
  actin dan myosin  dibantu hidrolisa ATP sebagai
  sumber energi
• Kontraksi dibedakan menjjadi 2:
 Kontraksi isometrik: kontraksi otot meliputi kontraktil
  otot. Otot mempunyai elemen elastis dan kenyal
  yang tersusun dengan elemen kontraktil  kontraksi
  terjadi tanpa pemendekan berkas serabut otot 
  tidak menghasilkan kerja
• Kontraksi isotonik: kontraksi otot dengan
  pemendekan melawan beban menghasilkan kerja
       Tahap-Tahap Kontraksi Otot Rangka
1.   Impuls neuron motorik            8.  Pelepasan Ca2+ dari sisterna
                                          terminal retikulum
2.   Pelepasan transmiter
     (asetilkolin) ke end-plate           sarkoplasmik dan difusi Ca2+
     motorik                              ke filamen tebal dan filamen
3.   Pengikatan asetilkolin oleh          tipis
     reseptor asetilkolin nikotinik   9. Pengikatan Ca2+ oleh troponin
4.   Peningkatan konduktans Na+           C membuka tempat
     dan K+ di membran end-plate          pengikatan miosin di molekul
5.   Terbentuknya potensial end-          aktin
     plate                            10. Pembentukan ikatan silang
6.   Tercetusnya potensial aksi di        antara aktin miosin dan
     serat-serat otot                     pergeseran filamen tipis pada
7.   Penyebaran depolarisasi ke           filamen tebal, menghasilkan
     dalam tubulus T                      pemendekan
            Tahapan dalam relaksasi

1. Ca2+ dipompakan kembali kedalam retikulum
   sarkoplasma
2. Lepasnya Ca2+ dari troponin
3. Terhentinya interaksi antara aktin dan miosin
♥ Gbr Mekanisme Kontraksi Otot
Regulasi kontraksi otot
Kalsium memegang peran kunci.
Dalam keadaan releks,kadar Ca2+ dalam
  sarkoplasma sel otot berkisar antara 10-8 – 10-
  7 mol/L. Pada saat akan berkontraksi bisa

  mencapai 10-5 mol/L.
       Faktor-faktor yang mempengaruhi
                   Kontraksi otot

1. Treppe, meningkatnya kekuatan kontraksi berulang
   kali pada suatu serabut otot karena stimulasi
   berurutan berseling beberapa detik. Pengaruh ini
   disebabkan karena konsentrasi ion Ca2+ di dalam
   serabut otot yang meningkatkan aktivitas miofibril.

2. Summasi, tiap otot berkontraksi dengan kekuatan
    berbeda yang merupakan hasil penjumlahan.
3. Fatique, menurunnya kapasitas bekerja karena
  pekerjaan itu sendiri.

4. Tetani, peningkatan frekuensi stimulasi dengan
  cepat sehingga tidak ada peningkatan tegangan
  kontraksi.

5. Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot
  telah dihabiskan, sehingga kalsium tidak lagi dapat
  dikembalikan ke RS melalui mekanisme pemompaan.
     Sumber Energi untuk Kontraksi Otot
1. Kreatinin fosfat
   menyebabkan terikatnya sebuah ion fosfat
   baru pada ADP untuk menyusun kembali
   ATP .
2. Glikolisis dari glikogen
   digunakan untuk menyusun kembali
   kreatinin fosfat dan ATP .
3. Metabolisme oksidatif
   mengkombinasikan oksigen dengan produk
   akhir glikolisis dan berbagai zat makanan sel
   untuk membebaskan ATP
Sekian…

    TERIMA
         KASIH…

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:351
posted:5/27/2011
language:Indonesian
pages:39
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl