Laporan Kegiatan Praktek Belajar Lapangan

Document Sample
Laporan Kegiatan Praktek Belajar Lapangan Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                                PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
          Tujuan Pembangunan Kesehatan merupakan usaha untuk mencapai derajat
   kesehatan yang menyeluruh, merata, dan terpadu serta dapat dijangkau oleh
   masyarakat.
          Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan, peran masyarakat
   berperan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan secara
   menyeluruh. (Depkes. RI, 1999)
          Salah satu program kesehatan adalah nmeningkatkan pelayanan kesehatan
   kepada masyarakat, untuk melaksanakan program tersebut ditetapkan kegiatan-
   kegiatan pokok salah satunya adalah peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang
   meliputi upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat (Ilmu
   Kebidanan, Penyakit kandungan dan KB, EGC, 1998).
      Demi tercapainya tujuan yang diharapkan pemerintah melalui program yang
   telah digalakkan tersebut yang tidak kalah pentingnya yaitu membina kesadaran dari
   masyarakat itu sendiri. Sebagai sasasan pembangunan kesehatan tersebut, seperti
   yang tercantum dalam GBHN tahun 1993 dan UUD No.23 tahun 1992, “ Mengenal
   Kesehatan ” pembinaan kesadaran masyarakat tersebut harus dilakukan terus-
   menerus,m karena mengubah prilaku atau kebiasaan suatu masyarakat bukanlah
   suatu yang mudah, akan tetapi merupakan upaya yang keras, kesabaran yang tinggi
   agar mencapai sesuatu yang optimal. (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta,
   Jakarta, 1997).


B. Tujuan
   a. Tujuan Umum
      Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak.
   b. Tujuan Khusus
      -   Mampu mengidentifikasi masalah yang timbul dimasyarakat
      -   Mampu merumuskan dan memahami masalah kesehatan yang ada pada
          masyarakat




                                         1
      -   Mampu memprioritaskan masalah
      -   Mampu membuat perencanaan
      -   Mampu melaksanakan kegiatan :
          a. Memberi penyuluhan tentang lingkungan dan imunisasi
          b. Mengajak masyarakat untuk melaksanakan gotong – royong.
          c. Memberikan pelayanan komuniti dirumah atau Polindes.


C. Metode pengumpulan data
   Dalam penulisan laporan ini kami menggunakan metode sbb;
   1. Observasi langsung
             Dengan observasi kami dapat mengetahui keadaan              lingkungan
      masyarakat dan prilaku hidup sehat masyarakat desa Birem Puntong
   2. Wawancara
             Dengan wawancara kami dapat bertatap muka dan bertanya jawab
      langsung dengan anggota masyarakat.
   3. Diskusi dan Konsultasi
             Dari hasil observasi dan wawancara langsung sehingga kami dapat
      mengetahui masalah kesehatan yang timbul di Desa Birem Puntong kecamatan
      Langsa Barat serta mempermudah bagi kami dalam memberikan bimbingan
      penyuluhan serta pemecahan masalah kesehatan dalam rangka meningkatkan
      derajat kesehatan masyarakat desa Birem Puntong.




                                        2
                                       BAB II
                             TINJAUAN TEORITIS


A. Masyarakat
  1. Pengertian
            Masyarakat adalahsekumpulan manusi yang sering bergaul saling
     berinteraksi. (Koentjaraningrat, 1990).


  2. Ciri-ciri masyarakat
     -   Adanya sejumlah orang.
     -   Interaksi di anatar sesama anggota masyarakat.
     -   Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu.
     -   Saling tergantung satu dengan lainnya.
     -   Memiliki adat-istiadat tertentu/kebudayaan.
     -   Mempunyai hubungan yang tetap dan teratur.
     -   Memiliki identitas bersama.


  3. Tipe-tipe masyarakat
      Cresive Institution
            Lembaga masyarakat yang paling primer, merupakan lembaga-lembaga
         yang secara tidak disengaja tumbuh dari adat-istiadat masyarakat. Misalnya
         yang menyangkut hak milik, perkawinan, agama dan sebagainya.
      Enacted Institution
            Lembaga masyarakat yang sengaja di bentuk untuk memenuhi tujuan
         tertentu. Misalnya yang menyangkut ; Lembaga utang-piutang, Lembaga
         Perdagangan, Pertanian, Pendidikan yang semuanya berakar kepada
         kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat.


     u Keluarga
            Keluarga ialah unit terkecil dari masyarakat terdiri atas kepala keluarga,
         anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam satu rumah




                                         3
         tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi, satu
         dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi.
      u Individu
               Individu adalah bagian dari anggota keluarga




B. Imunisasi
   1. Pengertian
               Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada tubuh terhadap
      penyakit tertentu dengan memasukan vaksin kedalam tubuh melalui suntikan
      atau melalui mulut.
               Vaksin adalah kuman atau racun yang dimasukkan kedalam tubuh bayi /
      balita yang disebut antigen.


   2. Jenis Kekebalan
               Ada dua jenis kekebalan yang bekerja dalam tubuh bayi dan anak yaitu :
      a. Kekebalan Aktif
               Adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuhb untuk menolak
         terhadap suatu penyakit tertentu, dimana prosesnya lambat tetapi dapat
         bertahan lama.
               Kekebalan aktif dibagi 2 jenis yaitu ;
         1. Kekebalan aktif alamiah
                      adalah dimana tubuh anak membuat kekebalan sendiri setelah
               mengalami / sembuh dari suatu penyakit.
         2. Kekebalan aktif buatan
                      adalah kekebalan yang dibuat tubuh setelah mendapatkan vaksin.


      b. Kekebalan Pasif
                      Adalah tubuh anak tidak membuat zat antibodi sendiri, tetapi
         kekebalan tersebut diperoleh dari luar setelah memperoleh zat penolak,
         sehingga proses cepat tetapi tidak bertahan lama.
               Kekebalan pasif ini dapat terjadi dengan 2 cara :




                                            4
       1. Kekebalan pasif alamiah
                     Kekebalan yang diperoleh bayi sejak lahir dari ibunya. Lamanya
          ± 5 bulan setelah bayi lahir.


       2. Kekebalan pasif buatan
                     Kekebalan yang diperoleh setelah mendapat suntikan zat penolak.
          Misalnya : vaksinasi ATS.


3. Reaksi Yang Mungkin Terjadi Setelah Imunisasi
   a. Reaksi lokal
          Biasanya terjadi pada tempat penyuntikan bengkak yang kadang disertai
       demam.
   b. Reaksi umum
       Dapat terjadi kadang-kadang shock, dan lain-lain.
          Pada keadaan reaksi likal ibu tidak usah panik, sebab panas akan sembuh
       dan itu berarti kekebalan sudah dimiliki bayi, tetapi pada reaksi umum
       sebaiknya ibu konsultasi pada dokter / bidan.


4. Sasaran
   Sasaran imunisasi :
   -   Bayi/balita
   -   PUS
   -   Ibu hamil
   -   Calon pengantin
   -   Anak sekolah


5. Macam - Macam Vaksin
   1. Vaksin BCG
   2. Vaksin DPT
   3. Vaksin POLIO
   4. Vaksin CAMPAK
   5. Vaksin TT



                                          5
   6. DT
   7. Hepatitis B dan A


6. Syarat Pemberian
   1. Pada bayi dan anak yang sehat.
   2. Vaksin harus baik (tidak kadaluarsa) disimpan dalam lemari es.
   3. Dengan teknik pemberian yang tepat.
   4. Jadwal vaksin dengan melihat umur dengan jenis imunisasi.
   5. Memperhatikan dosis yang harus diberikan.


7. Cara Pemberian
   1. Vaksin BCG
           Diberikan segera setelah bayi lahir atau pada umur 0 - 2 bulan dengan
      pemberian 1 X secara IC (intracutan) pada lengan atas.
   2. Vaksin DPT
           Diberikan pada bayi umur 2 -11 bulan sebanyak 3 kali secara IM (intra
      muskuler) pada paha atau bokong bayi.
   3. Vaksin Polio
           Diberikan pada bayi umur 2 – 11 bulan dengan 3 kali pemberian secara
      intra oral.
   4. Vaksin Hepatitis B
           Diberikan pada bayi umur 0 - 8 bulan dengan 3 kali pemberian secara
      IM (intramuskuler).
   6. Vaksin campak
           Diberikan pada bayi umur 6 – 12 bulan dengan 1 kali pemberian secara
      subscutan atau intramuskuler


8. Efek samping
   1. BCG
      -    Setelah dua minggu terjadi pembengkakan kecil merah ditempat
           penyuntikan dengan garis tengah 10 mm. Setelah 2 - 3 minggu kemudian




                                       6
         pembengkakan menjadi abses kecil yang kemudian menjadi luka dengan
         garis tengah 10 mm.
     -   Reaksi berat terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses
         yang lebih dalam kadang-kadang terjadi pembengkakan dikelenjar pada
         leher atau ketiak.


  2. DPT
     Panas, rasa sakit didaerah suntikan peradangan, kejang-kejang (jarang
     terjadi).


  3. Polio
     Tidak ada


  4. Hepatitis B
     Tidak ada


  5. Campak
     Panas dan kemerahan


9. Penanggulangannya
  1. Setelah penyuntikan diberikan anti peuritik
  2. Tempat penyuntikan kompres hangat, kecuali penyuntikan BCG.


  Akibat pada bayi bila tidak diberikan imunisasi
  1. Bayi mudah terserang penyakit.
  2. Daya tahan tubuh lemah.




                                      7
B. Kesehatan Lingkungan
   1. Pengertian
             Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan
      yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status
      kesehatan yang optimum pula.
   2. Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
      a. Perumahan
      b. Pembuangan kotoran manusia (tinja)
      c. Penyediaan air bersih
      d. Pembuangan sampah
      e. Pembuangan air limbah


      a. Perumahan
             Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia.
             Faktor-faktor yang diperhatikan dalam membangun suatu rumah :
         1. Faktor lingkungan (baik lingkungan fisik, biologis, maupun lingkungan
             sosial).
         2. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.
         3. Teknologi yang dimiliki oleh masyarakat.
         4. Kebijaksanaan pemerintah yang menyangkut tata guna tanah.


         Syarat-syarat rumah yang sehat :
         1. Bahan bangunan.
             a. Lantai : Ubin atau semen
             b. Dinding (tembok)
             c. Atap Genteng
             d. Lain-lain (tiang, kaso, dan seng)
         2. Ventilasi
             Ada 2 macam ventilasi, yaitu :
             a. Ventilasi rumah, dan
             b. Ventilasi buatan.
         3. Cahaya




                                         8
      Ada 2 macam, yaitu :
      a. Cahaya alamiah, dan
      b. Cahaya buatan.
   4. Luas bangunan rumah
      Luas bangunan rumah optimum adalah 2,5 - 3 m2 atau tiap anggota
      keluarga.
   5. Fasilitas-fasilitas didalam rumah sehat :
      a. Tersedianya air bersih yang cukp
      b. Pembuangan tinja
      c. Pembuangan air limbah
      d. Pembuangan sampah
      e. Fasilitas dapur
      f. Ruang berkumpul dapur.


b. Pembuangan kotoran manusia (tinja)
      Teknologi pembuangan kotoran manusia untuk daerah pedesaan berbeda
   dengan teknologi jamban.
   Tipe-tipe jamban yang sesuai dengan teknologi pedesaan antara lain sebagai
   berikut:
      1. Jamban cemplung. Kakus (Pit Latrine).
      2. Jamban cemplung berventilasi (Ventilation Improved Pit Latrine
          /VIP ).
      3. Jamban empang (Fishpond Latrine).
      4. Jamban Pupuk (The Compost Privy).
      5. Septic Tank


c. Sampah dan pengelolaannya
      Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai
   lagi oleh manusia atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam
   kegiatan manusia.
   Sumber – sumber sampah ;
      1. Sampah yang berasal dari pemukiman.



                                   9
       2. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum.
       3. Sampah yang berasal dari Perkantoran.
       4. Sampah yang berasal dari jalan raya.
       5. Sampah yang berasal dari industri.
       6. Sampah yang berasal dari pertanian/ perkebunan.
       7. Sampah yang berasal dari pertambangan.
       8. Sampah yang berasal dari petenakan dan perikanan.


   Jenis-jenis sampah
   Meliputi 3 jenis sampah yaitu :
       1. Sampah padat
       2. Sampah cair
       3. Sampah dlaam bentuk gas.


   Pengelolaan sampah.
   Cara-cara pengolahan sampah sebagai berikut
       1. Pengumpulan dan pengangkutan sampah
       2. Pemusnahan dan pengelolaan sampah (dibakar, ditanam, dijadikan
           pupuk).


d. Persediaan air bersih.
       Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum seperti air
   hujan, air sungai, dan danau, mata air, air sumur dangkal, air sumur dalam.
   Pengolahan air minum secara sederhana.
       1. Pengolahan secara alamiah.
       2. Pengolahan air dengan menyaring.
       3. Pengolahan air dengan menambah zat kimia.
       4. Pengolahan air dengan memanaskan sampai mendidih.


e. Pembuangan Air limbah
       SPAL adalah sisa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri
   maupun tempat-tempat umum lainnya.




                                     10
   Secara garis besar SPAL dapat dikelompokkan sbb;
   1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga.
   2. Air buangan industri yang bersumber dari berbagai jenis industri
       akibat dari proses produksi.


Karakteristik SPAL ;
   1. Karakteristik fisik.
   2. Karakteristik kimiawi.
   3. Karakteristik bakteriologis.


Cara pengolahan air limbah secara sederhana ;
   1. Pengeceran
   2. Kolam oksidasi (Oxidation Ponds).
   3. Irigasi.




                               11
                                    BAB III
      ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITI DI DESA BIREM PUNTONG


A. Pengkajian
   1. Data Geografis
      a. Letak Daerah
         Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat terletak antara Desa Alur Dua
         dengan Desa Paya Bujok Seulemak yang terdiri dari 5 dusun yaitu :
         1. Dusun I (Nelayan)
         2. Dusun II (Pendidikan)
         3. Dusun III (Mesjid)
         4. Dusun IV (Pusara)
         5. Dusun V (BTN)


      b. Luas Daerah
         Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat setelah kami adakan orientasi
         dan observasi langsung diperkirakan luas daerah + 300 ha.


      c. Batas-batas wilayah daerah Birem Puntong
         - Sebelah utara berbatasan dengan hutan bakau
         - Sebelah Timur berbatasan dengan Paya Bujok Beuramo dan Seuriget
         - Sebelah Selatan berbatasan dengan Paya Bujok Seulemak
         - Sebelah Barat berbatasan dengan Alur Dua.


      d. Fasilitas pendukung yang ada di Desa Birem Puntong adalah :
         1. Mesjid           : 2
         2. Menasah          : 2
         3. Balai Desa       : 1
         4. Sekolah          : 3
         5. Polindes         : 1
         6. Puskesmas        : 1
         7. Kantor Kades :    1




                                       12
           8. Balai Pengajian : 2
           9. Poskamling     : 6


     2. Data Demografi
        a. Distribusi Umur
               Pembagian penduduk menurut umur yang terdapat di Desa Birem
           Puntong Kecamatan Langsa Barat :


                                          Tabel 3.1
                                    Distribusi Umur
           di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
 No           Umur              Laki-laki         Perempuan   Jumlah      Persen
1.     0 – 11 Bulan                  4                 6        10         0,4 %
2.     1 – 4 Tahun                  117                85      202         7,5 %
3.     5 – 14 Tahun                 408               420      828        30,5 %
4.     15 – 49 Tahun                704               690      1394       51,9 %
5.     50 – 59 Tahun                80                 74      154         5,7 %
6.     60 tahun keatas              46                 53       99         3,7 %
            Jumlah                  1359              1328     2687       100 %
Sumber : Data primer 2006
               Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk berusia :
           15 – 49 tahun


        b. Distribusi Agama
               Distribusi agama menurut jumlah jiwa yang terdapat di Desa Birem
           Puntong Kecamatan Langsa Barat :




                                             13
                                          Tabel 3.2
                                      Distribusi Agama
              di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
     No               Agama                  Frekuensi                  Persen
 1.         Islam                               2687                     100%
                    Jumlah                      2687                    100 %
Sumber : Data Primer 2006
                    Dari hasil pendataan yang kami lakukan di Desa Birem Puntong
              Kecamatan Langsa Barat seluruh penduduk beragama Islam ( 100% ).


          c. Distribusi Pendidikan
                    Pembagian penduduk menurut angka           di Desa Birem Puntong
              Kecamatan Langsa Barat adalah :


                                          Tabel 3.3
                        Distribusi Pendidikan (Usia 15 Tahun Keatas)
              di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa BaratTahun 2006
No             Tingkat Pendidikan                  Frekuensi               Persen
 1        Tidak pernah sekolah                         160                  9,7 %
 2        Tidak/belum tamat SD                         180                 11,0 %
 3        Tamat SD/sederajat                           377                 22,9 %
 4        Tamat SLTP/sederajat                         320                 19,4 %
 5        Tamat SMU/sederajat                          420                 25,5 %
 6        Perguruan Tinggi/Akademi                     190                 11,5 %
                      Jumlah                           1647                100 %
Sumber : Data Primer 2006
                    Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk di Desa
          Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat adalah : SMU (25,5 %).


          d. Distribusi Pekerjaan
                    Pembagian penduduk menurut tingkat pekerjaan berdasarkan usia 10
              tahun keatas di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat :



                                              14
                                      Tabel. 3. 4
                     Distribusi Pekerjaan (Usia 10 Tahun Keatas)
           di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
No      Mata Pencaharian/Pekerjaan                  Jumlah               Persen
1.    Petani                                             30                3,7
2.    Nelayan                                            50                6,2
3.    Buruh                                           150                 18,7
4.    Pengrajin                                          70                8,7
5.    Pedagang                                           90               11,2
6.    Pegawai Negeri (ABRI dan Sipil)                 110                 13,7
7.    Karyawan Swasta                                    96               12,0
8.    Pensiunan                                       107                 13,3
9.    Wiraswasta                                      100                 12,5
                   Jumlah                             803                100%
Sumber : Data Primer 2006
                Berdasarkan tabel diatas mayoritas penduduk desa Birem Puntong
           Kecamatan Langsa Barat mata pencaharianny adalah sebagai buruh.


     3. Data Kesehatan
        a. Imunisasi
                Dari hasil yang telah kami lakukan di Desa Birem Puntong Kecamatan
           Langsa Barat, Balita yang diimunisasi lengkap sekitar 18,1 %, yang
           diimunisasi tidak lengkap sekitar 63 % dan yang tidak diimunisasi 18,9 %.
                                      Tabel. 3. 5
                       Distribusi Imunisasi Pada Bayi dan Balita
           di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
No                 Imunisasi                   Frekuensi                Persen
 1     Imunisasi lengkap                            46                  18,1 %
 2     Imunisasi tidak lengkap                      160                 63,0 %
 3     Tidak imunisasi                              48                  18,9 %
                   Jumlah                           254                 100 %
Sumber : Data Primer 2006



                                          15
Keterangan :
Jumlah bayi dan balita di Desa Birem Puntong berjumlah 254 orang kelengkapan
imunisasi pada bayi dan balita :
           1.     BCG              : 70 orang
           2.     DPT I            : 70 orang
           3.      DPT II          : 65 orang
           4.     DPT III          : 60 orang
           5.     POLIO I          : 68 orang
           6.     POLIO II         : 60 orang
           7.     POLIO III        : 58 orang
           8.     POLIO IV         : 58 orang
           9.     Hepatitis B1     : 65 orang
           10.    Hepatitis B2     : 62 orang
           11.    Hepatitis B3     : 60 orang
           12.    Campak           : 54 orang


                                        Tabel 3.6
                              Distribusi Umur Kehamilan
           di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
  No       Umur Kehamilan                  Frekuensi                Persen
  1      12 – 14 minggu                         2                     10
  2      16 – 18 minggu                         2                     10
  3      20 – 22 minggu                         3                     15
  4      24 – 26 minggu                         4                     20
  5      28 – 30 minggu                         5                     25
  6      32 – 34 minggu                         2                     10
  7      36 – 38 minggu                         2                     10
  8      40 – 42 minggu                         -                      -
                 Jumlah                         20                  100%
Sumber : Data Primer 2006
                 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan, jumlah ibu hamil Di Desa
           Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat adalah 20 orang ibu hamil.



                                           16
                                       Tabel 3.7
                      Distribusi Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan
          di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa BaratTahun 2006
No        Pemeriksaan Kehamilan                Frekuensi               Persen
1     Teratur                                      4                     20
2     Tidak teratur                                16                    80
                     Jumlah                        20                  100 %
Sumber : Data Primer 2005
                Berdasrkan tabel diatas dapat disimpulkan, mayoritas ibu hamil Di Desa
          Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat yang memeriksa kehamilan tidak
          teratur.


                                       Tabel 3.8
                      Distribusi Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan
          di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
No        Pemeriksaan Kehamilan                Frekuensi               Persen
1     TT lengkap                                   4                     20
2     TT Tidak lengkap                             16                    80
                     Jumlah                        20                  100 %
Sumber : Data Primer 2005
                Berdasrkan tabel diatas dapat disimpulkan, mayoritas ibu hamil Di Desa
          Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat yang memeriksa kehamilan tidak
          lengkap.




                                          17
                                           Tabel 3.9
                                   Distributor Akseptor KB
                di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa BaratTahun 2006
    No            Akseptor KB                Frekuensi                 Persen
    1         Peserta KB                        511                    80,5 %
    2         Tidak Peserta KB                  124                    19,5 %
                   Jumlah                       635                    100 %
Sumber : Data Primer 2006
                   Dari jumlah Kepala keluarga 635 yang mengikuti program KB aktif
                adalah 511 (80,5 %).


                                          Tabel 3.10
                           Distribusi Jenis Kontrasepsi Yang Dipakai
                di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat Tahun 2006
No       Jenis Kontrasepsi yang dipakai                Frekuensi          Persen
1       Pil                                              295                46,5
2       Suntik                                           180                28,3
3       Kondom                                            12                1,9
4       IUD                                               10                1,6
5       Implant                                           8                 1,3
6       Metode Kalender                                   6                 0,9
7       Tidak Ikut KB                                    124                19,5
                      Jumlah                             635               100 %
Sumber : Data Primer 2006
                   Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jenis-jenis kontrasepsi yang
                digunakan Akseptor KB mayoritas.




                                              18
     4. Data Kesehatan Lingkungan


                                     Tabel 3.11
                            Distribusi Pengolahan Sampah
                   di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat
                                     Tahun 2006
No                SAMPAH                       Frekuensi              Persen
1     Dibakar                                     570                 91,9 %
2     Tempat sampah                               35                   5,7 %
3     Ditanam                                      -                     -
4     Dibuang ditempat terbuka                    15                    2,4
                  Jumlah                          620                 100 %
Sumber : Data Primer 2006
                Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa prioritas sampah
            dibakar 570 rumah (91,9 %).




                                     Tabel 3.12
                             Distribusi Kandang Ternak
                   di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat
                                     Tahun 2006
No              Kandang Ternak                 Frekuensi              Persen
1     Ada                                         535                 92,2 %
2     Tidak ada                                   45                   7,8 %
                  Jumlah                          580                 100 %
Sumber : Data Primer 2006
                Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rumah di Desa Birem
            Puntong yang memiliki kandang ternak sejumlah 580.




                                          19
                                    Tabel 3.13
                            Distribusi Pembuangan Tinja
                Di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat
                                    Tahun 2006
No              Jenis WC                        Frekuensi          Persen
1    WC / Latrine                                  348             56,1 %
2    Cemplung (alur)                               216             34,9 %
3    Wester / tidak mempunyai WC                   56               9,0 %
                Jumlah                             620              100 %
Sumber : Data Primer 2006
             Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rumah di Desa Birem
          Puntong memiliki prioritas jumalah jamban sehat 348 (56,1%) dan jamban
          yang tidak sehat 272 (43,9 %).


                                    Tabel 3.14
                                  Distribusi SPAL
                Di Desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat
                                    Tahun 2006
No                  SPAL                        Frekuensi          Persen
1    Memakai SPAL                                 134              21,6 %
2    Tidak memakai SPAL                           486              78,4 %
                Jumlah                            620              100 %
Sumber : Data Primer 2006
             Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rumah di Desa Birem
          Puntong tidak memiliki SPAL 486 rumah (78,4 %).




                                           20
                                         Analisa Masalah
No               DATA                              ETIOLOGI                        MASALAH
1.   78,4 % masyarakat belum -            Kurangnya           pengetahuan - Pencemaran                air
     menggunakan SPAL yang                masyarakat       tentang     SPAL       bersih yang dapat
     sehat                                yang sehat                              menyebabkan
                                          Faktor     ekonomi         keluarga     diare,         malaria,
                                          rendah                                  pencemaran udara
                                          Kurangnya penyuluhan dan                &   menimbulkan
                                          tenaga kesehatan                        bau yang tidak
                                                                                  sedap
2.   Bayi Dan Balita imunisasi -          Ibu takut anaknya sakit               - Anak              tidak
     yang tidak lengkap 63,0 % -          Kurangnya pengetahuan ibu               mempunyai
     dan       tidak   diimunisasi        tentang manfaat imunisasi               kekebalan        tubuh
     18,9 %                                                                       sehingga        mudah
                                                                                  terserang penyakit
                                                                                  seperti    ;     TBC,
                                                                                  POLIO, Hepatitis,
                                                                                  Campak, dll.
3.   43,9 %      masyarakat tidak -       Faktor     ekonomi         keluarga - Akan
     menggunkan        WC    yang         rendah                                  menyebabkan
     sehat :                         -    Kurangnya           pengetahuan - pencemaran udara
     - 34,9 % cemplung                    masyarakat                  tentang     Mudah terserang
     - 9,0 % wester                       pembuangan tinja yang sehat             penyakit        seperti
                                                                                  diare
4.   19,5 % masyarakat yang -             Kurangnya pengetahuan dari - Tidak terjaminnya
     tidak menggunakan KB                 masyarakat tentang manfaat              kesejahteraan
                                          KB                                      keluarga
                                     -    Ibu      takut     karena       ibu - Dapat
                                          menderita suatu penyakit                mengganggu
                                                                                  kesehatan          ibu
                                                                                  (mengganggu alat
                                                                                  reproduksinya)



                                                21
5.   2,4 % masyarakat yang -         Kurangnya       pengetahuan - Terjadinya
     membuang           sampah       masyarakat   tentang     hidup     pencemaran
     ditempat yang terbuka           sehat.                             lingkungan
                                 -   Kurangnya              motivasi - Timbul        wabah
                                     masyarakat untuk membuang          penyakit malaria,
                                     sampah pada tempatnya.             diare,    penyakit
                                                                        kulit (scabies)
                                                                      - Tidak        sedap
                                                                        dipandang mata




                                          22
                          PRIORITAS MASALAH KESEHATAN


                                                                   Kemungkinan
                              Perhatian      Point      Tingkat                  Nilai
NO         Masalah                                                    untuk
                              Masyarakat   Prevalensi   Bahaya                   total
                                                                     dikelola

1.   Imunisasi pada bayi
                                ++++ (4)     ++ (2)     +++ (3)      ++++ (3)     72
     dan balita

2.   Sampah di tempat
                                ++   (2)     +++ (3)    ++++ (4)     ++    (2)    48
     terbuka

3.   Tidak Akseptor K B         +++ (3)      ++ (2)     +++ (3)      ++    (2)    24

4.   WC tidak sehat             +++ (3)      +++ (3)    ++   (2)     +     (1)    18

5.   SPAL tidak sehat           ++   (2)     ++ (2)     ++   (2)     ++    (2)    16

6.   Imunisasi TT pada
                                +    (1)     ++ (2)     ++   (2)     +++   (3)    12
     ibu hamil

7.   Tidak            punya
                                ++   (2)     ++ (2)     ++   (2)     +     (1)    8
     kandang ternak

8.   ANC       yang   tidak
                                +    (1)     ++ (2)     ++   (2)     ++    (2)    8
     teratur




                                            23
                                PERENCANAAN




      Dari hasil data yang diperoleh ada beberapa masalah yang kami temukan
sehingga kami menyusun rencana sbb;
   1. Mengenai Lingkungan
      Dari hasil pendataan yang kami peroleh masyarakat yang ada di Desa Birem
      Puntong tidak mengetahui bagaimana cara pola hidup sehat terutama mengenai
      masalah lingkungan.
      -   Memberitahukan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan gotong –
          royong.
      -   Memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan lahan kosong.


      -   Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana SPAL yang sehat
          sesuai dengan standar kesehatan.
      -   Memberitahukan masyarakat untuk membuat tempat pembuangan sampah
          yang sederhana.


      -   Mengikuti kegiatan pengajian dan memberikan penyuluhan kepada
          masyarakat.


   2. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)


      -   Memberitahukan kepada anak-anak SD untuk melaksanakan kegiatan senam.
      -   Memberitahukan kepada anak-anak SD untuk membawa sikat gigi dan
          potongan kuku


      Tanggal 17 Juni 2006
      - Mengikuti pengajian di Balai Desa dan memberikan penyuluhan tentang hidup
      sehat.




                                        24
                                  PELAKSAAAN


1. Lingkungan
   Tanggal 08 Juni 2006 dan 10 Juni 2006
   -   Melaksanakan kegiatan gotong – royong bersama-sama di depan Balai Desa
       yang dihadiri oleh 20 orang masyarakat Birem Puntong dan dilaksanakan
       pada pukul 08.30 Wib.
   -   Memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pentingnya menjaga
       kebersihan lingkungan yang dihadiri oleh 30 orangdan dihadiri oleh salah
       seorang perangkat desa Birem Puntong yaitu Ibu Rapasah (Kader Posyandu),
       dilaksanakan pada pukul 15.00 Wib.
   -   Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan
       kosong yang dihadiri 30 orang termasuk Ibu Rapasah (Kader Posyandu),
       dilaksanakan pada pukul 15.00 Wib di depan Menasah.


   Tanggal 10 Juni 2006
   -   Memberikan penyuluhan kepada ibu – ibu tentang pentingnya KB dan
       imunisasi setelah melakukan pengajian di Menasah, yang dihadiri oleh 45
       orang termasuk Ibu Rapasah (Kader Posyandu), dan Ibu Hanum (Ketua
       PKK), dilaksanakan pada pukul 16.30 Wib.


2. UKS
   Tanggal 20 Juni 2006
   -   Melakukan kegiatan senam pagi bersama anak – anak SD kelas I s/d kelas
       VI di SD Negeri I Birem Puntong.
   -   Memberikan penyuluhan kepada anak – anak SD untuk dapat menjaga
       kebersihan diri sendiri.
   -   Mengajari anak-anak SD cara menyikat gigi yang benar dan memotong
       kuku.




                                      25
3. Imunisasi
       Tanggal 20 Juni 2006
   -   Mengikuti kegiatan POSYANDU dan memberikan penyuluhan yang dihadiri
       oleh Ibu Hetty A.Md.Keb (Bidan) dan Ibu Rapasah (Kader Posyandu).
   -   Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang manfaat pemeriksaan
       kehamilan di Posyandu pada pukul 09.00 Wib..
   -   Menganjurkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi.
   -   Menganjurkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan dalam porsi
       kecil tapi sering.
   -   Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang manfaat imunisasi.




                                    26
                                    EVALUASI


Pada tanggal 21 Juni 2006 setelah pelaksanaan penyuluhan serta bimbingan, kami
dapat menyimpulkan bahwa masyarakat desa Birem Puntong dapat menerima dan
memahami penyuluhan yang kami berikan
   1. SPAL
        Masyarakat desa Birem Puntong telah mengerti cara membuat SPAL yang sehat
        di lingkungan sekitarnya.
   2. Jamban
        Masyarakat desa Birem Puntong telah mengerti cara pembuatan jamban yang
        sehat. Akan tetapi karena faktor ekonomi mereka yang rendah mereka tidak
        mampu membuatnya sendiri. Hanya sebahagian kecil masyarakat yang telah
        melaksanakan pembuatan jamban yang sehat dalam lingkungan keluarga.
   3. Sampah
        Masyarakat desa Birem Puntong telah mengerti cara pengolahan dan
        pembuangan sampah yang benar.


   Pada tangga 21 Juni 2006
         Setelah mengadakan penyuluhan serta bimbingan kami dapat menyimpulkan
   bahwa masyarakat di Desa Birem Puntong dapat menerima dan memahami
   penyuluhan yang telah kami sampaikan :
   1.   ibu – ibu sudah mau membawa anaknya ke Posyandu untuk diimunisasi, dari
        18,1 % menjadi 24,5 %,
   2.   Ibu hamil telah memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas terdekat.




                                        27
                                     BAB IV
                                 PEMBAHASAN


        Selama mahasiswa akademi kebidanan Bustanul „Ulum langsa melakukan
Praktek Belajar Lapangan di Desa Birem Puntong, maka mahasiswa menemukan
beberapa masalah di Desa birem Puntong yaitu masalah kesehatan lingkungan
dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang SPAL, Imunisasi, WC
(Jamban), KB dan sampah.
        Dari hasil pendataan mahasiswa perlu melakukan penyuluhan tentang masalah-
masalah yang ada di Desa Birem Puntong dan masalah-masalah tersebut dapat diuraikan
sbb ;
        1. SPAL
           Air limbah atau air buangan merupakan sisa air yang dibuang yang berasal
           dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada
           umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
           bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. (Ilmu
           Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta 1997). Masyarakat di Desa
           Birem Puntong pada umumnya tidak memiliki SPAL sehingga dapat
           menimbulkan genangan air limbah di sekitar rumah-rumah mereka.
        2. Imunisasi
           Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada tubuh terhadap
           penyakit tertentu dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh melalui
           suntikan atau melalui mulut. (Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan
           Masyarakat, Jakarta). Masyarakat di Desa Birem Puntong terutama ibu-
           ibunya masih ada yang belum sadar untuk membawa anaknya untuk
           diimunisasi.
        3. WC (Jamban)
           WC adalah tempat pembuangan kotoran manusia yang dibuat sesuai dengan
           kriteria kesehatan. Masyarakat di Desa Birem Puntong sebahagian kecil
           masih ada yang menggunakan jamban yang tidak sehat dan tidak punya
           jamban / WC. Dilihat dari segi kesehatan, jamban yang sehat yaitu jarak
           antara jamban dengan sumur ± 10 – 11 m. Jamban yang sehat mempunyai



                                        28
  saluran pembuangan yang tertutup dan dalamnya ± 5 – 6 m. (Ilmu

  Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta 1997).
4. KB
  Sebagian kecil masyarakat desa Birem Puntong masih ada yang tidak
  mengikuti program KB. Sebaiknya masyarakat dapat mengikuti program KB
  yang direncanakan di Indonesia sehingga dapat membuat kesejahteraan
  keluarga yang gunanya untuk menjarangkan kehamilan, jarak antara anak
  yang satu dengan yang lain serta dapat meningkatkan kesejahteraan dalam
  keluarga. (Depkes. RI, Pegangan Kader KB, Jakarta, 1992).
5. Sampah
  Sebahagian kecil masyarakat desa Birem Puntong masih membuang sampah
  ditempat yang terbuka sehingga dapat menimbulkan berbagi jenis penyakit.
  Sebaiknya masyarakat desa Birem Puntong harus membuang sampah pada
  tempatnya atau dengan cara dibakar. (Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka
  Cipta, Jakarta 1997).




                                29
                                        BAB V
                                      PENUTUP


A. Kesimpulan
      Selama kami menjalankan praktek belajar lapangan yang dimulai sejak tanggal
  05 Juni di desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Barat sejak penyerahan,
  perkenalan, pendekatan hingga pembinaan, dapat kami simpulkan bahwa :
  -       Sosialisasi masyarakat kurang baik hanya sebahagian kecil yang mau lkut
          berpartisipasi. Tidak seluruh masyarakat berpendidikan tinggi, masih ada
          sebahagian kecil masyarakat yang tidak mengetahui prilaku hidup sehat.
  -       Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan
          sekitarnya.
  -       Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pembuangan sampah di lingkungan
          sekitar rumahnya.
      Dalam kegiatan praktek belajar lapangan kami menjaga dan semaksimal
  mungkin untuk dapat memberikan yang terbaik di masyarakat Birem Puntong.
      Dengan menggali sumber ilmu pengetahuan kami dengan mengolah kembali
  pengalaman-pengalaman kami dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat
  desa.


B. Saran
  -   Penulis sangat berharap kepada masyarakat desa Birem Puntong untuk dapat
      menjaga kesehatan lingkungan seperti SPAL, jamban, dan sampah.
  -   Agar masyarakat dapat memperhatikan betapa pentingnya kesehatan lingkungan
      untuk melaksanakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
  -   Agar masyarakat dapat meningkatkan partisipasi terhadap masalah kesehatan
      yang timbul agar ibu-ibu mau membawa anaknya untuk diberi imunisasi.




                                          30
                         DAFTAR PUSTAKA


-   Departemen Kesehatan RI, BKKBN, Pegangan Kader KB, Jakarta : 1992


-   Effendy, Nasrul, Dasar-dasar Keperwatan Kesehatan Masyarakat, Jakarta :
          Buku Kedokteran EGC, 1998


-   Manuaba, IBG, Ilmu Kebidanan, PenyakitKandungan dan Keluarga
          Berencana, Jakarta : Buku Kedokteran EGC, 1998


-   Mochtar, Rustam, Sinopsis Obstetri Fisiologi, Jakarta : Buku Kedokteran
          EGC, 1998


-   Prawiro Harjo, Sarwono, Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka,
          1999


-   Saifuddin, Abdul Bari, Andriaansz George, Wiknjosastro Hanifa, Waspodo
          Djoko, Buku Acua Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
          Neonatal, Djakarta : Yayasan Bina Pustaka : Sarwono Prawirohardjo,
          2000.




                                  31
32
33

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2228
posted:5/27/2011
language:Indonesian
pages:33
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl