Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Infark Miokard Akut

VIEWS: 1,907 PAGES: 19

									                              Infark Miokard Akut

A. KONSEP DASAR

  1. DEFINISI

    Infark Miokard Akut adalah proses rusaknya jaringan akibat suplay darah yang
    tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang.(Brunner & Suddath,2002)

    Infark Miokard Akut adalah kematian jaringang miokard diakibatkan oleh
    kerusakan    darah     koroner   miokard     ,karena    ketidakadekuatan     aliran
    darah.(Carpenito,2000)

    Infark Miokard Akut adalah iskemia atau nekrosis pada oto jantung yang
    diakibatkan karena penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri
    koroner.(Doengos,2000)

    Infark Miokard Akut adalah serangan jantung yang mengacu pada kerusakan
    jaringan miokard saat suplay darah secara tiba-tiba terganggu baik oleh arteri
    koroner kronis dari arterosklerosis atau adanya obstruksi dari embolus atau
    thrombus.(Engram,1999)

    Infark Miokard adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan
    oksigen berkepanjangan.(Elizabeth,2001)

    Infark Miokard Akut adalah kematian jaringan otot jantung ditandai adanya sakit
    dada yang khas,lama sakitnya lebih dari 30 menit,tidak hilang dengan istirahat atau
    pemberian anti angina.(Pusat Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah Nasional
    “Harapan Kita”,2001)

    Menurut pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Infark Miokard Akut adalah
    iskemia atau nekrosis miokard yang disebabkan karena penurunan aliran darah
    keotot jantung.

  2. ETIOLOGI

    Menurut Noer,1999;103 disebabkan oleh

    a. Faktor penyebab

       1.    suplay oksigen kejantung berkurang yang disebabkan oleh;
         a. Faktor pembuluh darah

             Artheriosklerosis

             Spasme

             Arteritis

         b. Faktor Sirkulasi

             Hipotensi

             Stenosis Aorta

             Insufisiensi

         c. Faktor darah

             Anemia

             Hipoksemia

             Polisitemia

     2. Curah jantung yang meningkat

         Misal Aktifitas,emosi,makan yang terlalu banyak, anemia, hipertiroidisme

     3. Kebutuhan oksigen Miokard meningkat pada;

         Kerusakan miokard,hipertropi miokard,hipertensi diastole

b. Faktor predisposisi

   1. faktor biologis yang tidak dapat diubah

         a. Usia lebih dari 40 tahun

         b. Jenis kelamin

             Insiden pada pria lebih tinggi,sedangkan pada wanita meningkat
             setelah menopause.

         c. Hereditas
           d. Ras

     2. Faktor resiko yang dapat diubah

           a. Mayor ;Hiperlipidemia, hipertensi, perokok berat, DM, obesitas, diet
                tinggi lemak jenuh

           b. Minor ;Aktifitas fisik,pola kepribadian tipe A (emosional, agresif
           ambisius, kompetitif)

3. PATOLOGI

  Arteri koroner kiri mempengaruhi sebagian besar ventrikel kiri, septum dan atrium
  kiri. Arteri koroner kanan mempengaruhi sisi diafragma ventrikel kiri, sedikit
  bagian posterior septum dan ventrikel serta atrium kanan. Nodus SA lebih sering
  dipengaruhi oleh arteri koroner kanan daripada kiri (cabang sirkumfleks). Pada
  nodus AV, 90% dipengaruhi oleh arteri koroner kanan dan 10% dari sisi kiri cabang
  sirkumfleks. Kedua nodus SA dan AV juga mendapat darah dari arteri kugel. Jadi
  jelaslah obstruksi pada arteri koroner kiri sering menyebabkan infark anterior, dan
  infark inferior disebabkan oleh obstruksi pada arteri koroner kanan. Tetapi bila
  obstruksi telah terjadi di banyak tempat dan kolateral telah terbentuk, lokasi infark
  mungkin tidak dapat dicerminkan oleh pembuluh asal yang terkena. Pada nekrosis
  daerah infark miokard mungkin sulit dikenali pada 24 – 48 jam pertama. Setelah itu
  serat-serat miokard membengkak dan nuklei menghilang. Di tepi infark dapat
  terlihat perdarahan. Dalam beberapa hari pertama daerah infark akut amat lemah.
  Secara histologis penyembuhan dapat tercapai sekurang-kurangnya setelah empat
  minggu, umumnya setelah enam minggu.

4. PATOFISIOLOGI

  Segera   setelah    terjadi   Infark   Miokard   daerah   miokard   setempat    akan
  memperlihatkan penonjolan sitolik (diskinesia) dengan akibat menurunnya ejeksi
  fraction, isi sekuncup, dan peningkatan volume akhir sistolik dan akhir diastolik
  ventrikel kiri. Tekanan akhir diastolik ventrikel kiri naik dengan akibat tekanan
  atrium kiri juga naik. Peningkatan tekanan atrium kiri diatas 25 mmHg yang lama
  akan menyebabkan transudat cairan ke jaringan interstitium paru (gagal jantung).
  Pemburukan hemodinamik ini bukan saja disebabkan karena daerah infark, tetapi
  juga daerah iskemik disekitarnya. Miokard yang masih relatif baik akan mengdakan
  kompensasi,       khususnya    dengan     bantuan   rangsang     adrenergik    untuk
  mempertahankan curah jantung tetapi dengan peningkatan kebutuhan oksigen
  miokard. Kompensasi ini jelas tidak memadai jika daerah yang bersangkutan juga
  mengalami iskemia atau bahkan sudah fibrotik. Bila infark kecil dan miokard yang
  kompensasi masih normal maka pemburukan hemodinamik akan minimal.
  Sebaliknya jika infark luas dan miokard yang harus berkompensasi juga buruk
  akibat iskemia atau infark lama, tekanan akhir diastolik akan naik dan gagal jantung
  terjadi.

  Perubahan-perubahan hemodinamik Infark Miokard ini tidak statis. Bila Infark
  Miokard makin tenang fungsi jantung membaik walaupun tidak diobati. Hal ini
  disebabkan daerah-daerah yang tadi iskemik mengalami perbaikan. Perubahan
  hemodinamik akan terjadi bila iskemik berkepanjangan atau infark meluas.
  Terjadinya mekanis penyulit seperti rupture septum ventrikel, regurgitasi mitral akut
  dan aneurisma ventrikel akan memperburuk faal hemodinamik jantung.

  Aritmia merupakan penyulit Infark Miokard yang tersering dan terjadi pada saat
  pertama serangan. Hal ini disebabkan karena perubahan masa refrakter, daya hantar
  rangsang dan kepekaan terhadap rangsangan. Sistem saraf otonom juga berperan
  terhadap terjadinya aritmia. Penderita Infark Miokard umumnya mengalami
  peningkatan tonus parasimpatis dengan akibat kecenderungan bradiaritmia
  meningkat. Sedangkan peningkatan tonus simpatis pada Infark Miokard anterior
  akan mempertinggi kecenderungan fibrilasi ventrikel dan perluasan infark.

5. MANIFESTASI KLINIS

  Infark Miokard Akut biasanya terjadi pada pria diatas 40 tahun dan mengalami
  artheriosklerosis.Pada pembuluh koronernya & sering disertai dengan hipertensi
  arterial.Serangan juga terjadi pada wanita & pria mida diawal 30-an atau bahkan 20-
  an. Wanita yang memakai kontrasepsi pil dan merokok mempunyai resiko sangat
  tinggi. Namun secara keseluruhan angka kejadian Infark Miokardium pada pria
  lebih tinggi di banding wanita pada semua usia.

  Nyeri dada yang berlangsung secara tiba-tiba & berlangsung terus menerus,terletak
  dibagian bawah sternum & perut atas adalah gejala utama yang biasanya muncul.
  Nyeri akan terasa semakin berat bisa menyebar kebahu dan lengan,biasanya lengan
  kiri. Tidak seperti nyeri angina nyeri ini muncul secara spontan (bukan setelah
  bekerja berat atau gangguan emosi) dan menetap selama beberapa jam sampai
  beberapa hari dan tidak akan hilang dengan istirahat ataupun Nitrogliserin. Pada
     beberapa kasus nyeri bisa menjalar kedagu dan leher,nyeri sering disertai dengan
     napas pendek, pucat, berkeringat dingin, pusing,kepala ringan, mual muntah
     (Brunner & Suddarth,2002)




6. PEMERIKSAAN PENUNJANG

  EKG ; Menunjukkan peninggian gelombang S-T, iskhemia berarti penurunan atau
  datarnya gelombang T, menunjukkan oedem, dan adanya gelombang Q.

  Elektrolit ; Ketidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan dapat dan dapat
  mempengaruhi kontraktilitas,contoh ; Hipokalemia/hiperkalemia.

  Sel darah putih leukosit (10.000-20.000) biasanya tampak hari kedua setelah IM
  sehubungan dengan proses inflamasi.

  Kecepatan Sedimentasi ; meningkat pada hari kedua – ketiga setelah MI menunjukkan
  inflamasi.

  Kimia mungkin normal tergantung abnormalitas pasien atau perfusi organ kuat atau
  kronis.

  GDA/oksimetri nadi; dapat menunjukkan hipoksia atau proses penyakit paru
  akut/kronis.

  Kolesterol/trigeliserida serum, meningkat menunjukkan artheriosklerosis sebagai
  penyebab IM.

  Foto dada ; mungkin normal atau menunjukkan pembesaran jantung diduga GJK atau
  aneurisma ventrikuler.

  Ekokardiogram mungkin dilakukan untuk melakukan dimensi serambi,gerakan
  katub/dinding ventrikuler dan konfigurasi/fs katub.

  Pemeriksaan pencitraan nuklir;

  Thalium ;mengevaluasi aliran darah miokardia dan status sel miokardium contoh
  lokasi/luasnya IM akut/sebelumnya.

  Technetium ;terkumpul dalam sel iskemia disekitar area nekrotik.
  Pencitraan darah ;jantung/MUGA;mengevaluasi penampilan ventrikel khusus dan
  umum ,gerakan dinding regional dan fraksi ejeksi (aliran darah).

  Angiografi koroner;menggambarkan penyempitan /sumbatan arteri koroner dan
  biasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji
  ventrikel kiri (fraksi ejeksi).

  Digital substraction angiografi (DSA); tehnik yang digunakan untuk menggambarkan
  status penanaman arteri dan untuk mendeteksi penyakit arteri perifer.

  Tes stress olahraga; menentukan respon kardiovaskuler terhadap aktifitas (sering
  dilakukan sehubungan dengan pencitraan talium pada fase penyembuhan) (Doenges,
  2000)

7. KOMPLIKASI

  a. Gagal jantung kongestif

      Apabila jantung tidak bisa memompa keluar semua darah yang diterimanya,dapat
      mengakibatkan gagal jantung kongestif. Gagal jantung dapat timbul segera setelah
      infrak apabila infark awal berukuran sangat luas atau timbul setelah pengaktifan
      refleks baro reseptor terjadi peningkatan darah kembali kejantung yang rusak serta
      kontriksi arteri dan arteriol disebelah hilir. Hal ini menyebabkan darah berkumpul
      dijantung dan menimbulkan peregangan berlebihan terhadap sel-sel otot jantung.
      Apabila peregangan tersebut cukup hebat, maka kontraktilitas jantung dapat
      berkurang karena sel-sel otot tertinggal pada kurva panjang tegangan.

  b. Disritmia

      Dapat timbul akibat perubahan keseimbangan elektrolit dan penurunan PH. Daerah-
      daerah dijantung yang mudah teriritasi dapat mulai melepaskan potensial aksi
      sehingga terjadi disritmia.

  c. Syok Kardiogenik

      Dapat terjadi apabila curah jantung sangat berkurang dalam waktu lama. Syok
      kardiogenik dapat fatal pada waktu infark atau menimbulkan kematian atau
      kelemahan beberapa hari atau minggu kemudian akibat gagal paru atau ginjal
      karena organ-organ ini mengalami iskemia. Syok kardiogenik biasanya berkaitan
      dengan kerusakan sebanyak 40% massa otot jantung.
  d. Dapat terjadi trombo embolus akibat kontraktilitas miokardium berekurang. Embolus
     tersebut dapat menghambat aliran darah kebagian jantung yang sebelumnya tidak
     rusak oleh infark semula. Embolus tersebut juga dapat mengalir keorgan lain,
     menghambat aliran darahnya dan menyebabkan infark di organ tersebut.

  e. Dapat terjadi perikarditis,peradangan selaput jantung.

     Perikarditis terjadi sebagai bagian dari reaksi peradangan setelah cidera dan
     kematian sel. Sebagian jenis perikarditis dapat timbul beberapa minggu setelah
     infark, dan mungkain mencerminkan suatu reaksi hipersensitifitas imun terhadap
     nekrosis jaringan. (Elizabeth,2001)

8. PENATALAKSANAAN

  a. Medis

     Tujuan penatalaksanaan medis adalah memperkecil kerusakan jantuang sehingga
     mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Kerusakan jantung diperkecil
     dengan cara segera mengembalikan keseimbangan antara kebutuhan dan suplai
     oksigen jantung. Terapi obat-obatan ,pemberian O2, tirah baring dilakukan secara
     bersamaan untuk tetap mempertahankan jantung. Obat-obatan dan O2 digunakan
     untuk meningkatkan suplay O2, sementara tirah baring digunakan untuk
     mengurangi kebutuhan O2. Hilangnya nyeri merupakan indicator utama bahwa
     kebutuhan dan suplai O2 telah mencapai keseimbangan. Dan dengan penghentian
     aktifitas fisik untuk mengurangi beben kerja jantung membatasi luas kerusakan.

  b. Farmakologi

     Ada 3 kelas obat-obatan yang digunakan untuk meningkatkan suplai oksigen;

     -Vasodilator

     untuk mengurangi nyeri jantung,missal;NTG (nitrogliserin)

     -Anti koagulan

     Missal;heparin (untuk mempertahankan integritas jantung)

     -Trombolitik

     Streptokinase (mekanisme pembekuan dalam tubuh). (Brunner & Suddart,2002)
      RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN AMI

A.1. PENGKAJIAN :

Tanggal pengkajian : 23 Maret 2009

Jam : 10.50 WIB

Dx : AMI

1. BIODATA

a. IDENTITAS KLIEN

   Nama : Ny. T

   Umur : 38 tahun

   Jenis kelamin : Perempuan

   Agama : -

   Alamat : -

   Suku bangsa : Indonesia

   Pekerjaan :-

   Pendidikan :-

b. PENANGGUNG JAWAB

   Nama : -

   Umur : -

   Jenis kelamin : -

   Agama :

   Alamat : -

   Suku bangsa :Indonesia
     Pekerjaan : -

     Pendidikan : -

     Hubungan dengan pasien : -

2. RIWAYAT KEPERAWATAN

 a. Keluhan utama

 Pasien mengalami henti nafas dan henti jantung mendadak

 b. Riwayat penyakit sekarang

     Pasien di bawa UGD karena mengalami henti nafas secara mendadak dan dalam
     keadaan tidak sadar.

 c. Riwayat Penyakit terdahulu

 Pasien mempunyai riwayat penyakit AMI dan pernah mengalami serangan yang sama
     hingga rawat inap di rumah sakit sebanyak 3 kali.

 d. Riwayat kesehatan keluarga

     -

 e. Riwayat kesehatan lingkungan

 -

 f. Genogram

3. POLA FUNGSI KESEHATAN

a. Pola persepsi kesehatan

b. Pola aktivitas latihan

             AKTIVITAS                       0       1   2   3   4
             Mandiri
             Berpakaian
             Eliminasi
            Mobilitas di tempat tidur
            Pindah
            Ambulasi
            Makanan

          Pada pasien ini pola aktivitas dan latihan yang dilakukan tergantung tingkat
keparahan                        yang                 dialami                   klien.



Keterangan:

    0 = Mandiri

    1 = Menggunakan alat Bantu

    2 = Dibantu orang lain

    3 = Dibantu orang lain dan alat

    4 = Tergantung penuh/total

c. Pola istirahat dan tidur

d. Pola nutrisi metabolic

e. Pola eliminasi

f. Pola kognitif perseptual

        g. Pola konsep dini

h. Pola koping

i. Pola seksual reproduksi

j. Pola peran hubungan

k. Pola nilai dan kepercayaan

4. PEMERIKSAAN FISIK

a. Tanda-tanda vital
- TD menurun

- Nadi meningkat

- Suhu

- RR

b. Keadaan umum

- Kesan utama :

- Wajah :.

- Kesadaran :

- Pakaian :

c. Pemeriksaan Head To-toe

1). Kulit, Rambut, Kuku

            - Inspeksi

            - Palpasi

2). Kepala

3). Mata

4). Telinga

            - Inspeksi

            - Palpasi

5). Hidung

6). Mulut

7). Leher

8). Dada
9). Jantung

       10).Paru

d. Abdomen

e. Anus dan Rektum

f. Alat kelamin

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

 a. Nyeri akut berhubungan dengan iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri
     koroner

 b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbanmgan antara suplai oksigen
     miokard dengan kebutuhan.

 c. Ansietas berhubungan dengan ancaman atau perubahan kesehatan.

 d. Resiko tinggi menurunnya curah jantung berhubungan dengan perubahan frekuenasi,
     irama, konduksilektrikal

 e. Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan ferfusi
     organ.
Rencana Keperawatan

Diagnosa                   Tujuan- Kriteria        Intervensi                        Rasional
Nyeri      akut     b/d Tujuan :                   Catat karakteristik nyeri, Variasi
iskemia      jaringan                              lokasi, intensitas, lamanya pemampilan dan
                           Nyeri          dada
sekunder     terhadap                              dan penyebaran.                   perilaku      pasien
                           hilang/terkontrol
sumbatan          arteri                                                             karena         nyeri
                                                   Anjurkan kepada           klien
koroner.                                                                             terjadi      sebagai
                           Kriteria:
                                                   untuk melaporkan nyeri
                                                                                     temuan
                                                   dengan segera
                           Klien menyatakan                                          pengkajian.
                           nyeri dada hilang
                                                   Berikan lingkungan yang
                                                                                     Nyeri berat dapat
                           /berkurang
                                                   tenang, aktivitas perlahan
                                                                                     menyebabkan
                                                   dan      tindakan       nyaman,
                           Mendemonstrasika                                          syok.
                                                   dekati      pasien,     berikan
                           n            tehnik
                                                   sentuhan.                         Menurunkan
                           penggunaan
                                                                                     rangsanh
                           relaksasi.
                                                   Bantu melakukan tehnik
                                                                                     eksternal,
                                                   relaksasi.
                           Klien        terlihat
                                                                                     Membantu dalam
                           rileks.
                                                   Berikan                 oksigen
                                                                                     penurunan
                                                   tambahan dengan kanula
                                                                                     persepsi      respon
                                                   nasal atau masker sesuai
                                                                                     nyeri
                                                   dengan indikasi
                                                                                     Meningkatkan
                                                   Kolaborasi :
                                                                                     jumlah       oksigen
                                                                                     yang ada untuk
                                                   Berikan       obat       sesuai
                                                                                     pemakaian
                                                   dengan indikasi :
                                                                                     miokard
                                                   Antiangina                    ( sekaligus
                                                   nitroglyserin,)                   mengurangi
                                                                                     ketidaknyamanan
                                                   Penyekat      8     (   contoh,
                                                                                     s/d iskemia.
                                                   atenolol            ,Tonormin,
                                                   pindolol,     (     Visken    ) Nitrat         berguna
                                                   propanolol ( inderal )            untuk        kontrol
                                                                                     nyeri dengan efek
                                                   Analgesik,              contoh vasodilatasi
                                                   morphin               meperidin
                                                (demerol)                            koroner.

                                                Penyekat saluran kalsium Agen ke 2 untuk
                                                contoh, verafamil, ( calan) pengontrol nyeri
                                                diltiazem ( prokardia )              melalui         efek
                                                                                     hambatan
                                                                                     rangsanggsimpati
                                                                                     s           sehingga
                                                                                     menurunkan TD.(
                                                                                     sistolik ) Fibrilasi
                                                                                     jantung,dan
                                                                                     kebutuhan
                                                                                     oksigen miokard .

                                                                                     Menurunkan
                                                                                     nyeri         hebat,
                                                                                     memberikan
                                                                                     sedasi,         dan
                                                                                     mengurangi kerja
                                                                                     miokard.

                                                                                     Efek vasodilatasi
                                                                                     dapat
                                                                                     meningkatkan
                                                                                     aliran        darah
                                                                                     koroner, sirkulasi
                                                                                     kolateral       dan
                                                                                     menurunkan
                                                                                     preload.
Intoleransi aktivitas Tujuan :                  Catat frekuensi jantung, Respon                    pasien
b/d                                             irama dan perubahan TD., terhadap aktivitas
                         Meningkatkan
ketidakseimbanmga                               selama        dan       sesudah dapat
                         toleransi aktiviitas
n     antara    suplai                          aktivitas                            mengindikasikan
oksigen        miokard                                                               penurunan
                         Kriteria ;
                                                Tingkatkan              istirahat,
dan kebutuhan                                                                        oksigen miokard.
                                                batasi      aktivitas     ,    dan
                         Frekuensi jantung,
                                                berikan                 aktivitas Menurunkan
                         irama dan tekanan
                                                senggang        yang          tidak kerja
                    darah dalam batas berat.                                   miokard/konsums
                    normal                                                     i oksigen
                                           Anjurkan          menghindari
                    Kulit         hangat, peningkatan                tekanan Dengan mengejan
                    merah muda dan abdomen misal, mengejan dapat
                    kering.                saat defekasi                       mengakibatkan
                                                                               bradikardi,
                                           Jelaskan pola peningkatan
                                                                               menurunkan
                                           bertahap      dari        tingkat
                                                                               curah       jantung,
                                           aktivitas , contoh bangun
                                                                               dan     takhicardia
                                           dari kursi, bila tak ada
                                                                               serta peningkatan
                                           nyeri,      ambulasi,        dan
                                                                               TD
                                           istirahat selama 1 jam
                                           setelah makan.                      Aktivitas      yang
                                                                               maju memberikan
                                           Rujuk        ke        program
                                                                               kontrol     jantung,
                                           rehabilitasi jantung..
                                                                               meningkatkan
                                                                               regangan        dan
                                                                               mencegah
                                                                               aktovitas
                                                                               berlebihan.
Ansietas b/d        Tujuan                 Bantu                       klien Cemas
                                           mengekspresikan                     berkelanjutan
ancaman        atau Ansietas      hilang
                                           perasaan                  marah, memberikan
perubahan           /berkurang
                                           kehilangan dan takut.               dampak serangan
kesehatan.
                                                                               jantung
                    Kriteria :
                                           Kaji tanda verbal dan non
                                                                               selanjutnya.
                                           verbal             kecemasan,
                    Mengenal
                                           dampingi          klien      dan Reaksi verbal/non
                    perasaannya
                                           lakukan      tindakan        bila verbal           dapat
                    Dapat                  menunjukan             perilaku menunjukan rasa
                    mengidentifikasi       merusak.                            agitasi,      marah
                    penyebab        atau                                       dan gelisah.
                                           Hindari konfrontasi
                    faktor          yang
                                                                               Konfrontasi dapat
                    mempengaruhi
                                           Orientasikan                klien
                                                                               meningkatkan
                                           terhadap prosedur rutin
                    nya.                                                       rasa          marah,
                                           dan        aktifitas        yang
                                                                               menurunkan kerja
                       Menyatakan           diharapkan.                      sama            dan
                       ansietas berkurang                                    mungkin
                                            Beri kesempatan kepada
                       /hilang.                                              memperlambat
                                            klien                    untuk
                                                                             penyembuhan
                                            mengungkapkan
                                            ansietasnya.                     Orientasi     dapat
                                                                             menurunkan
                                            Berikan      privasi     untuk
                                                                             kecemasan.
                                            klien dan orang terdekat.
                                                                             Dapat
                                            Kolaborasi : berikan anti
                                                                             menghilangkan
                                            cemas / hipnotik sesuai
                                                                             ketegangan
                                            indikasi          contohnya
                                                                             terhadap
                                            diazepam
                                                                             kehawatiran yang
                                                                             tidak
                                                                             diekspresikan

                                                                             Memberi      waktu
                                                                             untuk
                                                                             mengekspresikan
                                                                             perasaan,
                                                                             menghilangkan
                                                                             cemas           dan
                                                                             perilaku adaptasi.

                                                                             Meningkatkan
                                                                             relaksasi       dan
                                                                             menurunkan
                                                                             kecemasan
Resiko         tinggi Tujuan :              Auskultasi                TD. Hipotensi        dapat
terhadap penurunan                          Bandingkan               kedua terjadi            s/d
                       Penurunan    curah
curah jantung b/d                           lengan,      ukur        dalam disfungsi
                       jantung      tidak
perubahan                                   keadaan berbaring, duduk, ventrikel,
                       terjadi.
frekuensi, irama dan                        atau       berdiri         bila hipertensi       juga
konduksi elektrikel.                        memungkinkan.                    fenomena umum
                       Kriteria :
                                                                             b/d nyeri cemas
                                            Evaluasi      kualitas     dan
                       Stabilitas                                            pengeluaran
                       hemodinamik baik
(tekanan      darah kesamaan nadi.                     katekolamin
dbn., curah jantung
                       Catat terjadinya S3/S4.         Penurunan curah
drn.intake      dan
                                                       jantung
output sesuai, tidak
                       Catat Murmur
                                                       mengakibatkan
menunjukan tanda
                                                       menurunnya
– tanda disritmia)     Pantau frekuensi jantung
                                                       kekuatan nadi.
                       dan irama

                                                       S3 b/d gjk atau
                       Berikan makanan kecil /
                                                       gagal mitral yang
                       mudah dikunyah, batasi
                                                       disertai      infark
                       asupan kafein.
                                                       berat.
                       Kolaborasi
                                                       S4 b/d iskemia,
                       Berikan       O²     tambahan kekakuan
                       sesuai indikasi                 ventrikel       atau
                                                       hypertensi
                       Pertahankan cara masuk
                                                       pulmonal.
                       heparin       (IV)     sesuai
                       indikasi                        Menunjukan
                                                       gangguan      aliran
                       Pantau data laboratorium
                                                       darah         dalam
                       enzim jantung, GDA. Dan
                                                       jantung,(kelainan
                       elektrolit.
                                                       katup, kerusakan
                                                       septum,         atau
                       Berikan obat antidisritmia
                                                       vibrasi         otot
                       s/d indikasi.
                                                       papilar

                                                       Perubahan
                                                       frekuensi        dan
                                                       irama        jantung
                                                       menunjukan
                                                       komplikasi
                                                       disritmia.

                                                       Makanan        besar
                                                       dapat
                                                       meningkatkan
                                                                           kerja miokard.

                                                                           Kafein        dapat
                                                                           merangsang
                                                                           langsung         ke
                                                                           jantung sehingga
                                                                           meningkatkan
                                                                           frekuensi jantung.

                                                                           Meningkatkan
                                                                           kebutuhan
                                                                           miokard

                                                                           Jalur yang paten
                                                                           pentying     untuk
                                                                           pemberian      obat
                                                                           darurat.

                                                                           Enzim memantau
                                                                           perluasan infark,
                                                                           elektrolit
                                                                           berpengaruh
                                                                           terhadap     irama
                                                                           jantung.
Resiko       tinggi Tujuan                  Auskultasi bunyi nafas (
terhadap kelebihan Kelebihan volume krekels )
volume cairan b/d cairan tidak terjadi
                                            Kaji adanya edema
penurunan   ferfusi
                      Kriteria :
organ
                                            Ukur intake dan output
                      TD. Dbn.
                                            Timbang bera
                      Tidak ada edema,
                                            Pertahankan      pemasukan
                      tidak ada distensi
                                            total   cairan    2000ml/24
                      vena, paru bersih
                                            jam     dalam      toleransi
                      berat badan stabil.
                                            kardiovaskuler.

                                            Kolaborasi
Berikan     diet     natrium
rendah

Berikan diuretik, contoh :
Lasix     atau     hidralazin,
sprinolakton,hidronolakto
n

Pantau     Kalium      sesuai
dengan indikasi

								
To top