Docstoc

22

Document Sample
22 Powered By Docstoc
					 http://luwzee.blog.friendster.com/2009/01/taksiran-berat-badan-janin-tbbj/




       PERBANDINGAN AKURASI TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN
  MENGGUNAKAN RUMUS JOHNSON TOHSACH DENGAN MODIFIKASI
                   RUMUS JOHNSON MENURUT SYAHRIR

                            CUT DESY RATNA SARI

ABSTRAK

Tujuan: membandingkan akurasi rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson
menurut Syahrir untuk menaksir berat badan janin.
Desain dan metode: penelitian ini berupa studi komparatif yang membandingkan
antara kelompok yang menggunakan rumus Johnson yang menggunakan pita
nonelastik dengan kelompok modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir yang
menggunakan jangka panggul. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang akan
melahirkan di bagian obgyn FK unsri RSMH Palembang, dengan jumlah sampel
263 orang. Penelitian ini dilakukan dari Februari 2005 sampai September 2006.
Perbandingan angka rata-rata dianalisis dengan t test dan korelasi ketepatan
penaksiran berat badan janin dengan chi-square. Interval kepercayaan 95%.

Hasil: dari 263 sampel didapatkan taksiran berat janin dengan rumus Johnson
dan modifikasi Johnson-Syahrir yang akurat sebanyak 160 responden (60,8%)
dan tidak akurat sebanyak 66 responden (25,1%). Untuk responden yang akurat
pada rumus Johnson dan tidak akurat pada rumus modifikasi ada 186
responden (70,7%) atau sebaliknya sebesar 171 responden (65%). Nilai
sensitivitas diperoleh sebesar 86,02%, spesifisitas 85,71%. Nilai perkiraan positif
dan negative sebesar 93.57% dan 71,74%. Nilai kappa 67,9%. Tampak
perbedaan bermakna antara taksiran berat janin dengan rumus Johnson dan
rumus modifikasi dibanding dengan berat badan lahir sebenarnya (p

Kesimpulan: rumus Johnson lebih baik sebab memiliki akurasi lebih tinggi
(70,7%) dibanding modifikasi rumus Johnson-Syahrir (65%) prinsip kehati-hatian
perlu ditingkatkan dalam mengukur tinggi fundus uteri untuk menaksir berat
badan janin.

Kata kunci: taksiran berat janin, rumus Johnson, modifikasi rumus Johnson-
Syahrir

     I. LATAR BELAKANG
Kematian perinatal pada kelahiran dengan berat badan rendah dan kesakitan

akibat berat badan lahir yang besar merupakan suatu masalah tersendiri dalam

kesehatan perinatal dan penatalaksanaan persalinan. Taksiran berat badan

janin (TBJ) intra uterin mempunyai arti penting dalam penatalaksanaan

persalinan. Ketepatan penaksiran berat badan lahir, baik secara pengukuran

tinggi fundus uteri (TFU) ataupun cara lainnya akan mempengaruhi ketepatan

penatalaksanaan     persalinan     dan   hasilnya   sehingga   diharapkan   dapat

mengurangi kematian dan kesakitan pada persalinan1,2

     Bagi penolong persalinan seperti bidan, berat badan bayi mempunyai arti

yang sangat penting dalam menentukan saat rujukan, sedangkan bagi

obstetrikus, taksiran berat badan bayi sangat dirasakan kepentingannya saat

harus memutuskan tindakan induksi persalinan ataupun resiko sesaria yang

direncanakan. Terdapat berbagai cara untuk menentukan taksiran berat badan

anak, yaitu : dengan palpasi uterus, pemeriksaan ultrasonografi, dengan

pengukuran diameter biparietal, pengukuran tinggi fundus uteri maupun

pengukuran lingkaran perut.3,4,5

     Penaksiran berat janin dalam suatu persalinan masih dipandang perlu oleh

banyak ahli kebidanan, juga para peneliti kesehatan masyarakat.6-12 Meskipun

demikian, belum ada suatu metoda pun yang berhasil membuat taksiran berat

badan janin tepat.11 Di beberapa rumah sakit termasuk RSMH Palembang,

masih dilakukan taksiran berat badan janin intra uterin dengan pengukuran

tinggi fundus uteri . Ketepatan taksiran berat badan janin baik melalui
pengukuran tinggi fundus uteri ataupun cara lain akan mempengaruhi

penatalaksanaan persalinan.13-16

     Pengukuran tinggi fundus uteri secara tepat dilakukan lebih objektif dengan

skala sentimeter.4,6,7,8 Tinggi fundus uteri mempunyai hubungan yang kuat dan

bermakna dengan berat badan bayi dan merefleksikan pertumbuhan janin serta

ukuran fetus lebih akurat.1

Pada penelitiannya, Zulkarnain menemukan tinggi fundus uteri adalah 28

sampai 40 cm, terbanyak adalah 32 cm (21%) dengan rata-rata 32,4 ± 2,28 cm

dimana berat badan bayi berkisar antara 2200 – 4200 gram dengan rata-rata

berat 3027 ± 364 gram, terbanyak 3000 gram (44,1%)

      Pada penelitian Firmansyah, rumus Johnson memiliki akurasi yang lebih
tinggi dibanding modifikasi rumus Niswander dalam melakukan taksiran berat
badan lahir (70% : 29,5%) dengan nilai p = 0,001 dengan selisih berat yang lebih
kecil (164,26 ± 268,23 gram : 282,26 ± 263,62 gram) dan pada masing-masing
tinggi fundus uteri 28 cm sampai 36 cm memiliki akurasi yang lebih baik.23
      Johnson dan Toshach (1954) menggunakan suatu metode untuk menaksir
berat janin dengan pengukuran (TFU) tinggi fundus uteri, yaitu mengukur jarak
antara tepi atas simfisis pubis sampai puncak fundus uteri dengan mengikuti
lengukungan uterus, memakai pita pengukur serta melakukan pemeriksaan
dalam (vaginal toucher) untuk mengetahui penurunan bagian terendah. Faktor-
faktor yang berpengaruh terhadap pengukuran atau taksiran dan diperkirakan
tidak dapat dikoreksi seperti tumor rahim, hidramnion, plasenta previa,
kehamilan ganda dikeluarkan dari penelitian, sedangkan obesitas, paritas,
kondisi selaput ketuban, penurunan bagian terbawah janin (station), posisi dan
presentasi janin diperhitungkan secara statistik. Rumus yang dikemukakan
adalah :
W (gram)=(tinggi fundus uteri – station) ´ 155
Untuk station minus = 13, untuk station nol = 12, dan untuk station plus = 11.
      Syahrir dan kawan-kawan pada tahun 2001 di Makasar melakukan

pengukuran     dengan     mendapatkan    modifikasi   rumus    Johnson     yang

disederhanakan oleh Niswander. Dalam mendapatkan rumus tersebut, Syahrir

dan kawan-kawan melakukan penelitian dengan menggunakan jangka panggul
terhadap 100 ibu-ibu inpartu yang akan melahirkan di kamar bersalin RSB Siti

Fatimah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan presentasi kepala

untuk mencari modifikasi rumus Johnson. Dari hasil yang diteliti, didapatkan

rata-rata tinggi fundus adalah 27,3 cm dengan rata-rata berat badan lahir anak

3194,1 gram dan rata-rata berat badan lahir anak menurut Johnson 2163,7

gram. Kesalahan rata-rata berat lahir anak yaitu 1030 gram, sehingga rumus

Johnson dimodifikasi ke dalam bentuk :

TBBJ=(TFU – 13) 151 + 1030 gram
      Rumus inilah akan digunakan pada penelitian ini yang akan dibandingkan
dengan rumus Johnson Toshack yang biasa digunakan di RSMH Palembang.
II.METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini berupa uji diagnostik yang membandingkan antara
kelompok yang menggunakan rumus Johnson yang menggunakan pita non
elastik dengan kelompok modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir yang
menggunakan jangka panggul.
      Penelitian ini dilakukan di kamar bersalin Bagian Kebidanan dan Penyakit
Kandungan RSMH Palembang. Penelitian dilaksanakan selama satu setengah
tahun, mulai tanggal 28 pebruari 2005 sampai tanggal 6 september 2006.
Sampel diambil dengan cara consecutive sampling dari populasi yang telah
setuju diikutsertakan dalam penelitian dan ditentukan berdasarkan proporsi dan
populasi. Selama penelitian sampel yang terkumpul sebanyak 263 responden.
     Pada subyek yang telah memenuhi kriteria penelitian dilakukan anamneis
yang mencakup identitas, tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT), riwayat
obstetrik (GPA), riwayat penyakit/operasi yang pernah diderita, umur, berat
badan dan tinggi badan juga dicatat, bila curiga adanya kelainan dilakukan
pemeriksaan lanjut untuk mendiagnosanya (seperti hidramnion dilakukan
pemeriksaan USG) atau akan dikeluarkan sebagai kriteria ekslusi. Pengukuran
tinggi fundus uteri, dilakukan dengan menggunakan pita non elastik dan jangka
panggul. Ibu yang berada dalam posisi berbaring terlentang dengan kedua kaki
membujur lurus ke bawah. Kandung kencing dalam keadaan kosong dan fundus
uteri dibawa ke tengah (bila sumbu panjang janin, uterus dan sumbu panjang ibu
tidak berada pada satu garis). Pengukuran dilakukan dengan uterus dalam
keadaan relaksasi mulai dari atas fundus uteri ke batas atas simpisis pubis dan
sebaliknya, mengikuti lengkung dinding perut masing-masing dengan pita
sentimeter dan jangka panggul menempel pada dinding luar perut. Hasil
pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter. Angka 0,5 > dibulatkan ke atas.
      Hasil pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter dan berat badan janin
ditaksir dengan mempergunakan rumus Johnson :
TBBJ=(TFU– 13) 155 gram (menggunakan pita non elastik)
        Dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir :
        TBBJ=(TFU– 13) 151 + 1030 gram (menggunakan jangka panggul)

        III. HASIL


        Berdasarkan nilai rerata taksiran berat badan bayi lahir menggunakan rumus
        Johnson lebih mendekati berat badan lahir sebenarnya dibandingkan dengan
        modifikasi rumus Johnson-Syahrir dan secara keseluruhan rerata tingkat akurasi
        rumus Johnson lebih tinggi dibandingkan modifikasi rumus Johnson-Syahrir dan
        secara statistik ada perbedaan bermakna antara taksiran berat badan bayi
        menggunakan rumus Johnson dengan modifikasi rumus Johnson-Syahrir
        (p=0,000).
          Pada perhitungan berat badan lahir dengan rumusJohnson yang
        menggunakan pita non elastik, error terkecil dari berat badan bayi lahir adalah
        pada tinggi fundus uteri 32 cm (SD = 244,12 SE = 33,23 95% CI = 3057,99-
        3188,21) danerror terbesar adalah pada tinggi fundus uteri 36 cm (SD = 318,85
        SE = 130,17 95% CI = 3228,20-3738,46). Hal ini dijabarkan dalam tabel 1 di
        bawah ini.
Tabel 1.Berat badan bayi lahir menurut tinggi fundus uteri Johnson pada kehamilan
        cukup bulan, tunggal, letak memanjang dan presentasi kepala (n=263)
         Tinggi               Berat badan bayi lahir (g)
         fundus uteri N       Range         Mean       SD        SE       95% Confidence
         Johnson                                                 Mean         Interval
         28             12 2300-3000 2604,17 193,60 55,88 2481,16-2727,17
         29             42 2350-3200 2897,62 360,71 55,66 2785,21-3010.03
         30             46 2300-3400 2780,43 235,57 34,73 2710,48-2850,39
         31             26 2600-3500 2988,46 245,88 48,22 2899,14-3087,78
         32             44 2500-3600 3129,55 218,69 32,97 3063,06-3196,03
         33             40 2700-3600 3173,75 210,30 33,25 3106,49-3241,01
         34             24 2900-3600 3322,92 175,06 35,73 3248,99-3396,84
         35             17 3000-4200 3485,29 299,87 72,73 3331,11-3639,48
         36             9     3400-3900 3588,89 176,38 58,79 3453,31-3724,47
         37             1     3720,00       3720,00 -            -      -
         38             1     3875,00       3875,00 -            -      -
         40             1     4185,00       4185,00 -            -      -
Pada table 2 digambarkanperhitungan berat badan lahir dengan menggunakan jangka
        panggul atau rumus modifikasi Johnson - Syahrir yang ditunjukkan pada tabel
        16 bahwa error terkecil dari berat badan bayi lahir adalah pada tinggi fundus
        uteri Johnson-Syahrir 27 cm (SD = 200,71 SE = 33,92 95% CI = 3078,20-
        3216,09). Error terbesar ada pada tinggi fundus uteri 31 cm (SD=250,99
        SE=112,25 95%CI=3228,34-3851,66).
            Tinggi            Berat badan bayi lahir (g)
         fundus uteri   N     Range      Mean         SD       SE             95%
         Johnson-                                              Mean         Confidence
            Syahrir                                                                  Interval

            21             20   2500-       2950,00     301,74     67,47    2808,78-
            22             28   3500        2848,21     329,27     62,27    3091,22
            23             26   2300-       2917,31     390,88     76,65    2720,53-
            24             35   3500        2845,71     268,53     45,39    2975,89
            25             40   2350-       3005,00     315,57     49,89    2759,43-
            26             30   3800        3090,00     261,42     47,73    3075,19
            27             35   2300-       3147,14     200,71     33,92    2753,47-
            28             23   3400        3326,09     227,07     47,34    2937,96
            29             16   2300-       3471,88     150,00     72,73    2904,07-
            30             4    3600        3625,00     150,00     75,00    3105,93
            31             5    2500-       3540,00     250,99     112,25   2992,38-
            34             1    3500        4201,00     -          -        3187,62
                                2700-                                       3078,20-
                                3600                                        3216,09
                                2900-                                       3227,89-
                                3900                                        3424,28
                                3000-                                       3316,83-
                                4200                                        3626,92
                                3300-                                       3386,32-
                                3900                                        3863,68
                                3300-                                       3228,34-
                                3900                                        3851,66
                                4201,00                                     -
    Tabel 2. Berat badan bayi lahir menurut tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir pada
         kehamilan cukup bulan, tunggal, letak memanjang dan presentasi kepala
         (n=263)
         Semakin tinggi fundus uteri mempengaruhi error atau penyimpangan berat
         badan bayi lahir (p = 0,024)12. Dari perhitungan statistik dengan regresi linier
         sederhana didapat hubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan
         bayi lahir dimananilai koefisien regresi untuk TFU Johnson sebesar 106,781. Hal
         ini berarti bahwa setiap kenaikkan TFU sebesar 1 cm akan menaikkan berat
         badan bayi lahir ± 106,781 gr.
   Gambar 1. Diagram scatterhubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan
                                          bayi pada responden
         Sedangkan perhitungan statistik tinggi fundus uteri dengn metode pengukuran Johnson-
         Syahrir terhadap berat badan bayi mendapatkannilai koefisien regresisebesar 73,889. Hal
         ini berarti bahwa setiap kenaikkan TFU sebesar 1 cm akan menaikkan berat badan bayi
         lahir ± 73,889 gr.
         Gambar 2. Diagram scatterhubungan tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir dengan berat
         badan bayi pada responden
Berdasarkan hubungan tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi lahir dapat dikatakan
         bahwa pengukuran tinggi fundus uteri Johnson memiliki hubungan yang sangat
         kuat dibandingkan Johnson-Syahrir dikarenakan besaran pengaruh variabel
         TFU Johnson lebih tinggi dari TFU Johnson-Syahrir.
             Dari 263 ibu hamil dilakukan pengujian sensitivitas, spesifisitas, angka
          perkiraan positif dan angka perkiraan negatif taksiran berat badan lahir menurut
          rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir terhadap berat badan
          lahir sebenarnya. Dikatakan akurat jika tingkat kesalahan yang diperoleh 7
          Tabel3.Nilai diagnostik pengukuran tinggi fundus uteri terhadap berat badan
          bayilahir
                                                        Rumus Jhonson              Jumlah
                                               Akurat          Tidak Akurat
           Modifikasi rumus        Akurat           160               11              171
           Johnson-Syahrir Tidak akurat              26               66               92
                                   Jumlah           186               77              263
          Nilai sensitivitas yang diperoleh sebesar 86,02%, nilai spesifisitas sebesar
          85,71% serta nilai perkiraan positif dan negative sebesar 93,57% dan 71,74%.
          Nilai kappa yang diberikan sebesar 67,9%. Nilai ini dapat menerangkan
          kesesuaian penghitungan taksiran berat badan bayi lahir dengan menggunakan
          rumus Johnson dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson Syahrir.
             Pada tabel 4 digambarkananalisis statistik taksiran berat badan lahir menurut
          rumus Johnson dan modifikasi rumus Johson-Syahrir untuk berat badan lahir
          keseluruhan (n=263) dengan menggunakan uji t test. Hasilyng diperoleh
          menunjukkanperbedaan yang bermakna antara taksiran berat badan bayi lahir
          dengan menggunakan rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir
          dengan berat badan lahir sebenarnya (p
                              Variabel                     Mean (gr)          SD          P
            BBL
                                                           3061,98
            Johnson
                                                           2887,24          350,87
            Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
                                                           2865,54          345,46
            BBL – Johnson
                                                            174,73          384,47      0,048*
            BBL – Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
                                                            196,43          279,31      0,095*
            SAE – Johnson
                                                             0,05           355,33     0,000**
            SAE – Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
                                                             0,06            0,08
            Akurasi Johnson
                                                            70,70%           0,11
            Akurasi Modifikasi rumus Johnson-
                                                            65,00%
            Syahrir
  Tabel 4. Sebaran analisis statistik dan pengujian taksiran berat badan lahir menurut rumus
          Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir untuk berat lahir keseluruhan
          (n=263)
IV. DISKUSI
          Sebaran kasus berdasarkan TFU Johsonterletak pada rentang 28 sampai 40 cm

          dengan rata-rata 31,63 ± 2,22 cm sedangkan TFU Johnson-Syahrir terletak

          pada rentang 21 – 34 dengan rata-rata 25,16 ± 2,55 cm . Berat badan bayi lahir

          terletak pada rentang 2300 grsampai 4200 gr dengan rata-rata 3061,98 ± 350,87

          gr.
      Dari hubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan bayi lahir

  didapatkan koefisien korelasi (r) adalah 0,678 dan koefisien determinasi (r2)

  adalah 0,460 dengan kemaknaan p = 0,000. Sedangkan koefisien korelasi (r)

  dari hubungan tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi lahir Johson-Syahrir

  adalah 0,536 dengan koefisien determinasi (r2) adalah 0,288 dengan

  kemaknaan p = 0,000.

      Akurasi taksiran berat badan janin dengan rumus Johnson mencapai 70,70%

  sedangkan dengan menggunakan modifikasi rumus Johnson-Syahrir hanya

  65,0% yang akurat. Apabila dihitung secara statistik ditemukan perbedaan

  bermakna dimana p = 0,000.

      Rumus Johnson memiliki hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi

  fundus uteri dengan berat badan bayi lahir dibandingkan dengan modifikasi

  rumus Johnson-Syahrir dimana nilaikoefisien korelasi (r) sebesar 0,678 dan

  koefisien determinasi-nya 0,460 sedangkan modifikasi rumus Johnson-Syahrir,

  nilaikoefisien korelasi (r) sebesar 0,536 dan koefisien determinasi-nya

  0,288.Nilai sensitivitas yang diperoleh sebesar 86,02%, nilai spesifisitas sebesar

  85,71% serta nilai perkiraan positif dan negative sebesar 93,57% dan 71,74%.

  Nilai kappa yang diberikan sebesar 67,9%, nilai ini dapat menerangkan

  kesesuaian penghitungan taksiran berat badan bayi lahir dengan menggunakan

  rumus Johnson dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson Syahrir.


RUJUKAN


  1.Niswander KR. Capraro VJ, Coevering RJ. Estimation of birth weight by quantitied external uterine
     measurements. Obstet Gynecol 1970; 36:204-8.
   2.Cuningham FG, Mac Donald C, Gant NF. Manajemen kehamilan normal. Dalam : Ronardy DH editor.
      Obstetri Williams. Edisi 18 Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1995 p 295-3143.
   3.Wan CW, Woo JSK. An evaluation of ultrasonic fetal weight prediction in a Chinese population using
      established charts on abdominal circumference and biparietal diameter. Obstet Gynecol 1984; 10:173-
      6.
   4.Robson SC, Gallivan S, Walkinshaw SA, Vaughan J, Rodeck CH, Ultrasonic estimation of fetal weight
      use of targeted formulas in small for gestational age fetuses. Obstet Gynecol 1993; 82: 359-64.

5.Wiknjosastro H, Sumapraja S, Saifuddin AB. Perubahan anatomic dan pada wanita hamil. Ilmu
   Kebidanan FKUI, Edisi kedua, cetakan kedua, YBP Sarwono Prawiroharjo 1984: 81-93.

6.Turner MJ, Roasmussen MJ,Boylan PC, Mac Donald D, Strong JM. The influence of birth weight
   on labor in nulliparas. Obstetric and Gynecology 1990;76: 159-63.

7.Ment LR, Oh W, Ehrenkranz RA, Philip AGS, Duncan CC, Makuch RW. Antenatal steroid, delivery
   mode, and intraventricular hemorrage in preterm infants. Am J Obstet Gynecol 1995;172:795-
   800.

8.Tejani N, Mann LI, Weiss RR. Antenatal diagnosis and management of the small-for-gestational-age fetus
   Obstet Gynecol 1976;47: 31-6.

   9.Boyd ME, Usher RH, MecLean FL. Fetal Macrosomia Prediction, Risk, proposed management. Obstet
      Gyencol 1983;63: 715-22.
   10.Pschera H, Sodenberg G. estimation of fetal weight by external abdominal measurement. Acta Obstet
      Gyencol Scand 1984;63: 175-9.
   11.Arrianto M, Dirjowioto AN. Perbandingan hasil antara taksasi berat janin secara palpatoir dan taksasi
      berat janin menurut Paulos-Langstadt terhadap berat lahir bayi sesungguhnya. Naskah lengkap KOGI
      III Medan 1976;589-593.
   12.Warsof SL, Wolf P, Coulehan J, Queenan JT. Comparison of fetal weight estimation formulas with and
      without head measurements. Obstet Gyencol 1986;67:569-73.
   13.Field NT, Piper JM, Langer O. The effect of maternal obesity on the accuracy of fetal weight
      estimation. Obstet Gyencol 1995;56: 102-7.
   14.Chauhan SP et al. Lomitation of clinical an sonographic astimates of birth weight 1034 parturients.
      Obstet Gyencol 1998;91: 72-7.
   15.Peterson RM. Estimation of fetal weight during labor. Obstet Gyencol 1985;65330-2.
   16.Rosenberg K, Gram JM, Aitchison T. Measurement of fundal height as ascreening test for fetal growth
      retard. Br J Obstet Gyencol 1982; 89:447-50.
   17.Mathai M, Jairaj P Muthurathnam S. Screening of light-for gestational age infants: a comparison of
      three measurement 1987; 94:217-21.
   18.Mc. Fee JG. Comprehensive prenatal care. In:Frederickson HL, Haug LW. Ob/Gyn secrets. Boston,
      Massachustts:BookPromotion & Service CO, Ltd. 1997;156-164.
   19.Walraven GER etal. Single pre-delivery symphysis-fundal height measurement as a predictor
      of birth weight and multiple pregnancy. British Journal of Obstetries and Gynecology
      1995;102: 525-529.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:299
posted:5/27/2011
language:Indonesian
pages:9
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl