Docstoc

komite-sekolah-sebagai-organisasi - Download as PowerPoint

Document Sample
komite-sekolah-sebagai-organisasi - Download as PowerPoint Powered By Docstoc
					KOMITE SEKOLAH
SEMUA UNTUK SEMUA, BUKAN SEMUA UNTUK SIAPA
          ATAU SIAPA UNTUK SEMUA

 SIAPA MEMBERI/KONTIBUSI APA, BUKAN SIAPA
   MENDAPAT APA ATAU SIAPA MEMINTA APA



                                            1
 KOMITE SEKOLAH
     SEBAGAI
SEBUAH ORGANISASI



                    2
 PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH

KOMITE SEKOLAH DIBENTUK :
 Berdasarkan Undang-Undang No. 25
  Tahun 2000 tentang Program
  Pembangunan Nasional (PROPENAS)
 Dijabarkan dalam Kepmendiknas No.
  044/U/2002
 Sebagai acuan dapat digunakan Lampiran
  II Kepmendiknas No. 033/U/2002 tersebut
                                        3
    Komite Sekolah/Madrasah sebagai
 lembaga mandiri dibentuk dan berperan
    dalam peningkatan mutu pelayanan
    dengan memberikan pertimbangan,
arahan dan dukungan tenaga, sarana dan
prasarana, serta pengawasan pendidikan
      pada tingkat satuan pendidikan
   (Pasal 56, ayat 3 UU Nomor 20 Tahun
                    2003)
                                     4
     SECARA ORGANISASI,
       KOMITE SEKOLAH
- Dibentuk di satuan pendidikan atau kelompok
  satuan pendidikan
- Dapat berbeda strukturnya satu dengan yang
  lain
- Namun ada acuan yang diharapkan sama, yaitu
  tentang PERAN dan FUNGSI



                                                5
          MAKSUD
 PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH
Maksud dibentuknya KOMITE SEKOLAH adalah
agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah
yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta
peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan

KOMITE SEKOLAH yang dibentuk
dikembangkan secara khas dan berakar dari
budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan,
serta kepercayaan yang dibangun sesuai
dengan POTENSI MASYARAKAT SETEMPAT
 merupakan pengembang kekayaan filosofis
masyarakat secara kolektif
                                               6
               MAKSUD
      PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH
               (lanjutan)

  KOMITE SEKOLAH mengembangkan konsep
  yang berorientasi kepada :

- Pengguna (client model)
- Berbagi kewenangan (power sharing and
  advocacy model)
- Kemitraan (partnership model)

 difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan
                                                7
                 TUJUAN
        PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH
1. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa
     masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional
     dan program pendidikan di satuan pendidikan
2.   Meningkatkan tanggung-jawab dan peran serta
     masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di
     satuan pendidikan
3.   Menciptakan suasana dan kondisi transparan,
     akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan
     dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan
     pendidikan




                                                         8
               PERAN
           KOMITE SEKOLAH

1. Sebagai Lembaga PEMBERI
   PERTIMBANGAN (advisory agency)
2. Sebagai Lembaga PENDUKUNG
   (supporting agency)
3. Sebagai Lembaga PENGONTROL
   (controlling agency)
4. Sebagai MEDIATOR

                                    9
                  FUNGSI
              KOMITE SEKOLAH

1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan
   komitment masyarakat terhadap
   penyelenggaraan pendidikan yang bermutu
2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat
   (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia
   industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan
   dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu
3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide,
   tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan
   yang diajukan oleh masyarakat

                                              10
                  FUNGSI
          KOMITE SEKOLAH (lanjutan)

4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan
   rekomendasi kepada satuan pendidikan, mengenai :
   a.Kebijakan dan program pendidikan
   b. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)
   c. Rencana Anggaran Pendidikan dan
      Belanja Sekolah (RAPBS)
   d. Kriteria kinerja satuan pendidikan
   e. Kriteria tenada kependidikan
   f. Kriteria fasilitas pendidikan
   g. Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan

                                                      11
                     FUNGSI
             KOMITE SEKOLAH (lanjutan)
5.   Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi
     dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan
     dan pemerataan pendidikan

6.   Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan
     penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan

7.   Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan,
     program, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan




                                                                 12
 BAGAIMANA MENJALANKAN RODA
 ORGANISASI KOMITE SEKOLAH ?


SEBUAH ORGANISASI DAPAT
BERJALAN, APABILA
MEMILIKI PERANGKAT ORGANISASI




                                13
      PERANGKAT ORGANISASI
         KOMITE SEKOLAH
PENGERTIAN ORGANISASI
- Ada berbagai definisi
- Salah satu definisi berbunyi :

  ORGANISASI ADALAH KESATUAN (ENTITY) SOSIAL
  YANG DIKOORDINASIKAN SECARA SADAR, DENGAN
  SEBUAH BATASAN YANG RELATIF DAPAT
  DIIDENTIFIKASI, YANG BEKERJA ATAS DASAR
  KETERIKATAN YANG RELATIF TERUS MENERUS
  UNTUK MENCAPAI TUJUAN ATAU SEKELOMPOK
  TUJUAN

 Definisi ini cocok jika diterpkan pada Komite Sekolah

                                                          14
    PERANGKAT ORGANISASI
       KOMITE SEKOLAH
PERANGKAT MINIMAL :

1.Kepengurusan
2.Struktur Organisasi
3.Job description tiap personel
4.AD/ART (atau panduan organisasi)
5.Fasilitas Penunjang
                                     15
  PERANGKAT ORGANISASI
     KOMITE SEKOLAH
Kepengurusan

 Contoh Struktur Kepengurusan yang
 sederhana :

 Ketua
 Sekretaris
 Bendahara
 Anggota
                                     16
 PERANGKAT ORGANISASI
    KOMITE SEKOLAH
Struktur Organisasi

Bila organisasi KOMITE SEKOLAH memiliki
program dan kegiatan yang lebih kompleks,
struktur organisasi dapat diperluas, dengan
menambahkan :
Ketua-Ketua BIDANG (mengoordinasi Seksi-
Seksi) Lebih dari satu Sekretaris dan
bendahara
SEKSI

                                              17
     PERANGKAT ORGANISASI
        KOMITE SEKOLAH

Job description tiap personel :

  Mengatur SIAPA MENGERJAKAN APA dan
  SIAPA BERTANGGUNG JAWAB KEPADA SIAPA
  Agar tidak ada tumpang tindih tugas dan kewenangan
  Tata-hubungan antarpersonel

Perlu diperhatihan : INTEREST dan KEAHLIAN



                                                       18
      PERANGKAT ORGANISASI
         KOMITE SEKOLAH
AD/ART (atau panduan organisasi)

  Merupakan salah satu perangkat organisasi yang penting dan
  HARUS ADA
  Bentuk dapat bervariasi bergantung pada tingkat besar/kecilnya
  organisasi
  AD/ART mengatur :
  a. Dasar dan Tujuan organisasi
  b. Kegiatan organisasi
  c. Keanggotaan dan kepengurusan
  d, Pengeloaan keuangan
  e. Mekanisme pengambilan keputusan
  f. Perubahan AD/ART
  g. Pembubaran organisasi

                                                                   19
  PERANGKAT ORGANISASI
     KOMITE SEKOLAH
Fasilitas Penunjang

 Organisasi mustahil dapat berjalan tanpa
 fasilitas penunjang (fasilitas penunjang
 organisasi Komite Sekolah minimal adalah
 meja kerja Ketua Komite Sekolah), atau lebih
 baik ada ruang kerja Komite Sekolah

 Dapat bervariasi dari satuan pendidikan ke
 satuan pendidikan

                                                20
  BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASI
    KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF?

Langkah Pertama :

KONSOLIDASI ORGANISASI :

 Penyamaan Visi
 Membangun Tim yang Efektif
 Mengembangkan Kreativitas


                                   21
  BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASI
    KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF?

Penyamaan Visi
 Sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik apabila
 semua angota pengurus dan anggota memiliki visi yang
 sama,

 Dalam hal KOMITE SEKOLAH visinya, misalnya, adalah
 menjadikan sekolah INI, sekolah yang mampu
 menghasilkan lulusan yang bermutu secara intelektual,
 emosional, dan spiritual




                                                     22
  BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASI
    KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF?

Membangun Tim yang Efektif

 Sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik
 apabila tidak ada kebersamaan di dalam Tim.

 KOMITE SEKOLAH harus mm\embangun TEAM WORK
 yang baik

 Bagaimana membangun TEAM WORK yang efektif?



                                                     23
 BAGAIMANA MEMBANGUN ORGANISASI
   KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF?

Mengembangkan Kreativitas
Sebuah organisasi dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien
apabila organisasi tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang penuh
kreativitas

Orang yang kreatif adalah orang yang selalu bertanya tentang
sesuatu hal yang dianggap masalah

Orang yang kreatif adalah orang yang selalu berfikir untuk
memecahkan suatu masalah

Orang yang kreatif adalah orang yang selalu memiliki gagasan-
gagasan baru, yang kadang-kadang tidak pernah difikirkan orang
lain
                                                                     24
 PELAKSANAAN PROGRAM KOMITE
          SEKOLAH
Sebuah organisasi dapat dikatakan
berjalan apabila organisasi tersebut
melaksanakan program dan kegiatan

Kegiatan merupakan penjabaran dari
Program



                                       25
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN

1.   IDENTIFIKASI MASALAH
2.   PENENTUAN PRIORITAS
3.   ANALISIS MASALAH
4.   PERENCANAAN PROGRAM
5.   PELAKSANAAN PROGRAM
6.   EVALUASI PROGRAM

                            26
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
IDENTIFIKASI MASALAH
   Merupakan langkah pertama dalam
   menjalankan roda organisasi

  Masalah utama yang harus diidentifikasi
  adalah masalah pendidikan di satuan
  pendidikan, bukan masalah organisasi
  Komite Sekolah
                                            27
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
IDENTIFIKASI MASALAH

  Setiap satuan pendidikan (satuan pendidikan
  yang maju sekalipun) tentu memiliki masalah
  baik masalah akademik maupun masalah non-
  akademik (masalah non-akademik yang berdampak
  pada masalah akademik)

  Catat semua masalah yang dapat diidentifikasi yang
  dikelompokkan berdasarkankan pada : jenis, tingkat,
  kaitan dengan visi
                                                        28
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
PENENTUAN PRIORITAS

  Dari sekian banyak masalah yang berhasil
  diidentifikasi dan sudah dikelompok-
  kelompokkan  pilih masalah-masalah yang
  merupakan prioritas untuk dipecahkan dalam
  jangka pendek
  Kaitkan dengan ketersediaan personel, dana,
  dan fasilitas penunjang

                                                29
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
ANALISIS MASALAH
    Lakukan analisis masalah pada masalah yang terpilih
    sebagai prioritas :
-   Identifikasi akar masalah
-   Identifikasi faktor-faktor penyebab masalah
-   Buat daftar alternatif kemungkinan pemecahan
    masalah dan untung/rugi masing-masing alternatif
-   Pilih alternatif terbaik berdasarkan kesepakatan
    bersama
-   Buat perencanaan untuk pemecahan masalah
                                                          30
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
PERENCANAAN PROGRAM

  Pelaksanaan program dilaksanakan
  berdasarkan perencanaan program,
  yang dituturunkan ke dalam rencana aksi

  Disusun dalam sebuah matriks

                                        31
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
PERENCANAAN PROGRAM
Contoh Matriks rencana Aksi :
 Topik Masalah  Program
 Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan
 Waktu yang dibutuhkan
 Sumberdaya yang diperlulan
 Penanggung Jawab
 Indikator keberhasilan


                                           32
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
PERENCANAAN PROGRAM
Contoh Matriks rencana Aksi :
Topik       Kegiatan     Waktu yang   Sumberdaya        Penang       Indikator
masalah     yang dapat   dibutuhkan   yang diperlukan   gung-jawab   keberhasilan
            mengatasi                                                pemecahan
            masalah                                                  Masalah
Masalah A   1.
            2.


Masalah B


Masalah C



                                                                                33
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
PELAKSANAAN PROGRAM

  Berdasarkan rencana aksi, penanggung
  jawab progtram kemudian melaksanakan
  kegiatn-kegiatran yang telah disusun
  dalam matriks rencana aksi



                                     34
LANGKAH PENYUSUNAN PROGRAM
        DAN KEGIATAN
EVALUASI PROGRAM

•   Evaluasi program dilaksanakan selama berjalannya
    kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan
    indikator keberhasilan program/kegiatan dengan hasil
    yang berhasil dicapai ( di bawah target atau di atas
    target)
•   Lakukan analisis dan tindakan koreksi bila pencapaian
    hasil berada di bawah target.
•   Ada baiknya siklus perencanaan : Plan > Do > Chec >
    Action diterapkan

                                                        35
                  PENUTUP
 KOMITE SEKOLAH sebagai sebuah organisasi perlu
  dikelola dengan baik dengan menerapkan berbagai
  prinsip dan praktik-praktik manajemen organisasi
 Dapat dimengerti apabila belum semua KOMITE
  SEKOLAH mampu menjalankan organisasi dengan
  prinsip-prinsip tersebut
 Prinsipnya :  jangan dipaksakan
 Tetapi bahwa tekad untuk meningkatkan mutu
  pendidikan di satuan pendidikan merupakan alsasan
  seseorang mengabdikan dirinya di organisasi KOMITE
  SEKOLAH bukan karena alasan lain.



                                                       36
 PRINSIP DAN MEKANISME
  PEMBENTUKAN KOMITE
  SEKOLAH SBG SARANA
GERAKAN BERSAMA PEDULI
       PENDIDIKAN

                         37
         Kaidah dan Prinsip Dasar
             Komite Sekolah

1. Berbasis Kerelawanan (Volunteerism) dan Kepedulian
2. Kaidah Pertumbuhan Alamiah (Organic Development)
3. Dinamika Proses Membangun Kesadaran Kritis
   Masyarakat dan Pemeduli serta Pelaku Pendidikan
4. Berbasis Kondisi dan Muatan Lokal
5. Pro Poor dan Pro Kualitas Pendidikan
6. Keberpihakan yang jelas dan tegas pada kelompok
   Marjinal (Vulnerable group) dan Mutu Pendidikan
                                                     38
            TANTANGAN UTAMA


   MEMUNCULKAN ORANG-ORANG PEDULI
    PENDIDIKAN YANG IKHLAS, TANPA PAMRIH,
    JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA
    (REKAM JEJAK PERBUATAN, BUKAN JANJI)

   TRANSFORMASI DARI KEBUTUHAN PEMERINTAH
    MENJADI KEBUTUHAN BERSAMA STAKEHOLDER
    PENDIDIKAN SETEMPAT (PEMEDULI, PELAKU
    PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT)

   PERUBAHAN PARADIGMA BANTUAN DAN PROYEK
    MENJADI PARADIGMA KEMANDIRIAN
    MENYELESAIKAN MASALAH DAN MEMENUHI
    KEBUTUHANNYA SENDIRI
                                             39
       TATA CARA PEMBENTUKAN


• SIAPA YG BERHAK     • SEMUA PEMEDULI
  MEMILIH ?             PENDIDIKAN SETEMPAT


• SIAPA YANG BERHAK   • SEMUA PEMEDULI
  DIPILIH ?             PENDIDIKAN YG
                        MEMENUHI KRITERIA YG
                        DISEPAKATI DGN BASIS
                        NILAI KEMANUSIAAN
                        DAN MENCERMINKAN
                        STAKEHOLDER
                        PENDIDIKAN



                                              40
• APAKAH KRITERIA • KRITERIA ANGGOTA
                    DITENTUKAN SENDIRI
  ANGGOTA KOMITE    MELALUI SUATU PROSES
  SEKOLAH?          REFLEKSI KEPEMIMPINAN
                     DGN BERBASIS NILAI-
                     NILAI LUHUR, YAKNI:
                     JUJUR, IKHLAS, PEDULI,
                     TANPA PAMRIH, RENDAH
                     HATI, DSB


• BAGAIMANA        • TANPA REKAYASA
  MEKANISME        • TANPA KAMPANYE
  PEMILIHAN KOMITE • TANPA PENCALONAN
  SEKOLAH ?        • TERTULIS
                                        41
• BAGAIMANA PROSES    • KRITERIA DITENTUKAN BERSAMA
                        BERBASIS NILAI KEMANUSIAAN
  DAN PRINSIP
  PEMILIHAN ANGGOTA   • PEMILIHAN MASING-MASING
                        UTUSAN DIMULAI DARI TINGKAT
  KOMITE SEKOLAH        SATUAN UNIT TERKECIL. Mis.
                        Utusan Masyarakat dipilih Masyarakat
                        setempat, Utusan sekolah dipilih oleh
                        warga sekolah, Utusan Pemeduli dapat
                        dipilih oleh warga maupun sekolah, dll

                      • TANPA PENCALONAN
                      • TANPA KAMPANYE
                      • TANPA REKAYASA
                      • PEMILIHAN TERTUTUP (SECRET
                        BALLOT), yakni MENULISKAN
                        PILIHAN MASING2.
                      • SEBELUM PROSES PELAKSANAAN
                        PEMILIHAN, DILAKUKAN DAHULU
                        FGD KEPEMIMPINAN MORAL   42
KOMITE SEKOLAH AKAN GAGAL

      JIKA……

                       43
                                                 Lanjutan


 PROSES PEMBENTUKAN CENDERUNG INSTANT,
  MEKANISTIS DAN TIDAK MENGAKAR SERTA TIDAK
  ORGANIK, shgg tdk mampu mendorong tampilnya orang2 yg
  peduli pendidikan, tapi orang2 yg memiliki kepentingan
  sendiri/kelompok atau orang yang kurang peduli;


 SALAH SASARAN & SERING DISALAH GUNAKAN
  OLEH ELIT-ELIT,      shgg tdk mampu menyuarakan aspirasi
  dan kebutuhan grass root/kelompok marjinal;


 KEGAGALAN FORUM ANTAR STAKEHOLDER SERING
  BUKAN KARENA KONSEP/KEBIJAKAN/SISTEMNYA,
  TTP KARENA KURANGNYA MOTIVASI KETULUSAN,
  KEPEDULIAN SERTA NIAT BAIK MASING-MASING
  UTK BERBUAT BAIK BAGI SESAMA & MASYARAKAT
                                                            44
                                                Lanjutan


 PENYALAH-GUNAAN INSENTIF UANG, STATUS, DAN
 KEKUASAAN TERNYATA MENGHANCURKAN KAPITAL
 SOSIAL YG ADA; (Kebersamaan, kekeluargaan, gotong
 royong, kerelawanan/ kepedulian,keswadayaanan dan
 Kemandirian masyarakat, dll);

 PEMILIHAN ANGGOTA MELALUI MUSYAWARAH
 MUFAKAT, KAMPANYE, DAN PENCALONAN DG
 KRITERIA KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN HANYA
 MENGHASILKAN ANGGOTA-ANGGOTA YG ELITE,
 (Kemampuan orasi, lobby, negoisasi, dll hanya dikuasai
 oleh elite. Sdgkan orang-orang yg rendah hati, peduli
 dan ikhlas, cenderung tdk mau menonjolkan diri)




                                                           45
 MENGANUT “SUPPLY DRIVEN”         (Didorong oleh Iming-
  Iming Project/Program/Insentif tertentu, bukan atas
  kebutuhan dan kesadarannya)

 MENCIPTAKAN “BIROKRASI BARU” & KEWENANGAN/
  KEKUASAAN TERPUSAT       (Otorisasi tidak tersebar, tp
  cenderung didominasi oleh satu atau sekelompok orang);

 MENUMBUHKAN MENTAL KETERGANTUNGAN DAN
  MEMBUDAYAKAN SIKAP & PERILAKU YANG SALAH
  (Mental meminta dan tergantung pd bantuan pihak luar);




                                                           46
   MENGAPA PERLU REVITALIASI?

• KS masih membawa stigma BP3
• Pada umumnya KS dibentuk secara instan untuk
  memenuhi syarat subsidi
• Pada umumnya peran sebagai supporting agency
  lebih dominan  karena semua pihak masih
  menganut paradigma lama
• Sistem dan mekanisme pemilihan pengurus baru
  sering belum sesuai dengan AD/ART
• Masih banyak bad practices

                                             47
 APA YANG HARUS DIREVITALISASI?

• Pemahaman tentang paradigma baru hubungan
  keluarga, sekolah, dan masyarakat
• Pemahaman tentang peran Komite Sekolah, dan
  penjabarannya ke dalam program dan kegiatan KS
   terlibat dalam penyusunan RPS, RAPBS, dan
  pelaksanaan MBS.
• Proses pembentukan Komite Sekolah sesuai
  dengan sistem dan mekanisme pemilihan pengurus
  baru KS (demokratis, transparan, dan akuntabel)
   ditetapkan dalam AD/ART
• Membangun hubungan dan kerja sama KS dengan
  institusi lain
                                               48
                PROSES REVITALISASI KOMITE SEKOLAH

Sosialisasi Intensif

  Lobby-2 kelompok
   strategis (Masy,                                                            Penguatan kapasitas
 Sekolah & Pemeduli)                                    FGD-FGD Kepe-            Komite Sekolah
                                                       mimpinan Moral &           (Training, dll)
                                                         Menyepakati
                        Membangun                       Kriteria Anggota
  Serangkaian                          Kesepakatan
                           Forum                        Komite Sekolah
  FGD Peduli                          dan Persiapan                            Pemetaan Partisipatif
                       Rembug Antar                      berbasis Nilai
  Pendidikan                           Pembentukan                              masalah & potensi
                        Stakeholder   Komite Sekolah                               Pendidikan
                        Pendidikan
                                                          Pemilihan
                                                       anggota & Revit.
                                                       Komite Sekolah             Penyepakatan
                                                                                  Program 3 thn
                                                                                   dan tahunan
                                                                                   Pronangkis




                                                                                                        Review Tahunan
                                                            Pelaksanaan Program
                                                          Optimalisasi &          Akses sumber
                                                       Pemanfaatan Sumber           daya luar
                                                       Daya Masyarakat serta     (Pemda, Diknas
                                                        Sekolah (Swadaya)        dan Pihak Lain)


                                                                                                   49

				
DOCUMENT INFO
Sri Budi Sukiyanto Sri Budi Sukiyanto SMPN 230 Jakarta http://inspendik.blogspot.com/
About