ASKEP KLIEN DENGAN VENTILATOR by JokoSutrisno6

VIEWS: 1,823 PAGES: 28

									SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes )
     SURYA MITRA HUSADA KEDIRI
    ASUHAN KEPERAWATAN
     PADA KLIEN DENGAN
        “VENTILATOR”




               OLEH :

     Ns. Joko Sutrisno,.S.Kep,M.Kes
         KONSEP MEDIK
KRITERIA PEMASANGAN VENTILATOR :
1. FREKWENSI NAFAS > 35 x/ MENIT
2. DENGAN O2 MASKER
3. PaO2 < 70 mm Hg
4. PaCO2 > 60 mmHg
5. DENGAN O2 100 %
 INDIKASI PENGGUNAAN VENTILATOR
1. GANGGUAN VENTILASI
   a. Disfungsi otot pernafasan : kelelahan otot
      nafas, kelainan dinding thoraks
   b. Penyakit neuromuskuler (GBS,Poliomyelitis,
      Myasthenia).
   c. Sumbatan jalan nafas
   d. Peningkatan tahanan jalan nafas
   e. Gangguan kendali nafas
2. GANGGUAN OKSIGEN
a. Hipoksia yang refrakter ( bandel )
b. Perlu PEEP
c. Peningkatan kerja nafas

Indikasi lain adalah :

1.Pemberian sedasi berat atau pelumpuh otot
2.Menurunkan kebutuhan oksigen baik sistemik
  atau miokard
3.Menurunkan TIK
4.Mencegah atelektasis
PENGGOLONGAN VENTILATOR
DIDASARKAN PADA PARAMETER YG DIGUNAKAN
UNTUK MENENTUKAN AKHIR DARI FASE INSPIRASI:
1. VOLUME CYCLE : BILA VT YANG DISET TELAH
   DICAPAI MAKA FASE INSPIRASI SELESAI,
   BERUBAH KE FASE EKSPIRASI.
2. PRESSURE CYCLE : BILA TEKANAN YANG DI
   SET TELAH DICAPAI MAKA FASE INSPIRASI
   SELESAI BERUBAH KE FASE EKSPIRASI.
3. TIME CYCLE : BILA WAKTU YANG DI SET
   DICAPAI, MAKA FASE INSPIRASI SELESAI
   BERUBAH KE FASE EKSPIRASI.
    MODE-MODE VENTILATOR
1. CMV ( Controlled Mechanical Ventilation )
2. ACV ( Assit Control Ventilation )
3. SIMV ( Synchronized Intermittent Mandatory
   Ventilation )
4. PCV ( Pressure Controlled Ventilation )
5. PSV (Pressure Support Ventilation )
6. CPAP ( Continuous Positif Airway Pressure )
7. BIPAP ( Biphasic Positif Airway pressure )
8. ASV ( Adaptive Supportive Vetilation )
1. MODE ASSIST
 PICUAN PERNAFASAN OLEH PASIEN
 DIBERIKAN PADA VT YANG TELAH DIATUR
 PADA MODE INI, PASIEN HARUS
 MEMPUNYAI KENDALI UNTUK BERNAFAS
 BILA PASIEN TIDAK MAMPU UNTUK
 MEMICU PERNAFASAN, UDARA TIDAK
 DIBERIKAN.
2. MODE CONTROL
VENTILATOR MENGONTROL PASIEN.
PERNAFASAN DIBERIKAN KE PASIEN
PADA FREKWENSI DAN VOLUME TELAH
DITENTUKAN PADA VENTILATOR, TANPA
MENGHIRAUKAN UPAYA PASIEN UNTUK
MENGAWALI INSPIRASI.
BILA PASIEN SADAR MODE INI DAPAT
MENIMBULKAN ANSIETAS TINGGI DAN
KETIDAKNYAMANAN.
  3. MODE ASSIT-CONTROL
MENGHUBUNGKAN KEDUA MODE ASSIT DAN
CONTROL.
PADA MODE INI FREKWENSI DASAR DAPAT
DIATUR.
BILA PASIEN MENGHARAPKAN PERNAFASAN
LEBIH CEPAT DAPAT MEMICU SENDIRI
VENTILATOR.
BILA KENDALI PASIEN UNTUK BERNAFAS
DITIADAKAN VENTILATOR AKAN MEMBERIKAN
PADA FREKWENSI PRASET
PADA MODE INI SEMUA PERNAFASAN DARI
PASIEN ATAU VENTILATOR PADA VT YANG SAMA.
KEUNTUNGAN
MASING-MASING MODE

1. CMV : Otot nafas diistirahatkan total
2. ACV : Pasien yang menentukan jumlah
          kebutuhannya, menurunkan kerja
          nafas
3. SIMV : Interaksi pasien dengan mesin baik
4. PSV : Nyaman, interaksi pasien-mesin
          baik, menurunkan kerja nafas.
KERUGIAN MASING-MASING MODE
1. CMV : Tidak ada interaksi pasien dan mesin,
          memerlukan sedasi atau relaksan,
          potensial mengganggu hemodinamik.
2. ACV : Potensial mengganggu hemodinamik,
         dapat mengakibatkan hiperventilasi.
3. SIMV : Sering terjadi peningkatan kerja nafas
4. PSV : Harus dilengkapi dengan apnea alarm,
         efek tergantung pada toleransi pasien.
     SETTING AWAL VENTILASI
            MEKANIK
1. TENTUKAN MODE SESUAI PROGRAM
   DOKTER.
2. FiO2 MULAI 100 %
3. VT : 8-10 cc/ KgBB
4. Tentukan frekwensi nafas dan ventilasi
   semenit dengan target pH( bukan PaCO2 )
5. PEEP + 3 cmH2O ( PEEP fisiologis )
6. Evaluasi Blood gas dan foto thorak
 PENGKAJIAN KEPERAWATAN

1. BIODATA
2. RIWAYAT PENYAKIT/ KEPERAWATAN
    KELUARGA
    TIM MEDIS LAIN
    REKAM MEDIS
    PENCETUS/ PENYEBAB GAGAL NAFAS
3. KELUHAN
    SESAK NAFAS/ NAFAS TERASA BERAT
    KELELAHAN, KETIDAKNYAMANAN
4. PERNAFASAN
A. SETTING VENTILATOR :
    1. Mode Ventilator : CMV, SIMV, PS, CPAP
    2. FiO2 : Prosentase yang diberikan
    3. PEEP
B. GERAKAN NAFAS
C. EKSPANSI DADA KANAN DAN KIRI
D. SUARA NAFAS : RONCHI, WHEEZING
E. GERAKAN CUPING HIDUNG DAN OTOT
   BANTU NAFAS.
F. SEKRET : JUMLAH, KONSISTENSI, WARNA
G. HUMIDIFIER : KEHANGATAN, BATAS AQUA
H. AGDA TERAKHIR
I. FHOTO THORAK TERAKHIR
5. TEKANAN DARAH
TD, Nadi, Irama Jantung, Perfusi, Syanosis


6. SISTEM NEUROLOGI

TINGKAT KESADARAN, NYERI KEPALA,
RASA NGANTUK,GELISAH, KEKACAUAN
MENTAL
7. SISTEM UROGENITAL
Penurunan produksi urine   Gangguan perfusi
Ginjal


8. STATUS CAIRAN DAN NUTRISI
a. Cairan yang berlebihan
b. Albumin rendah
Keadaan yang memperberat oedema paru
  DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN
  NAFAS B.D PENINGKATAN PRODUKSI
  SEKRET.
2. GANGGUAN PERTUKARAN GAS B.D
  SEKRET YANG TERTAHAN
3. KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS B.D
  KELELAHAN, PENGESETAN VENTILATOR
  YANG TIDAK TEPAT.
4.CEMAS B.D PENYAKIT KRITIS, TAKUT
  TERHADAP KEMATIAN.
                           LANJUTAN……

5. GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL B.D
  PEMASANGAN ETT.
6. RESIKO TINGGI TERJADI INFEKSI B.D
  PEMASANGAN SELANG ETT.
7. RISIKO TINGGI CIDERA B.D VENTILASI
  MEKANIK, SELANG ETT, ANSIETAS,
  STRESS.
8. GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI B.D
  VENTILASI MEKANIS, LETAK SELANG ETT
        PERENCANAAN
KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN
NAFAS B.D PENINGKATAN PRODUKSI
SPUTUM
TUJUAN :
MENINGKATKAN DAN MEMPERTAHANKAN
KEEFEKTIFAN JALAN NAFAS.
KRITERIA HASIL :
 BUNYI NAFAS TERDENGAR BERSIH
 RONCHI ( - )
 TT BEBAS SUMBATAN
                    RENPRA
1. Auskultasi bunyi nafas 1. Mengeluarkan
   tiap 2-4 jam              keefektifan jalan nafas
2. Lakukan penghisapan 2.
   bila terdengar ronchi
   dengan cara :
   a. Jelaskan pada klien   a. Partisifasi aktif
   tentang tujuan dari
   tindakan penghisapan
   b. Berikan oksigenasi    b. Memberi cadangan
   dengan O2 100%              O2 untukmenghindari
   sebelum dilakukan           hipoksemia.
   penghisapan minimal
   4-5 kali pernafasan
c. Perhatikan tehnik        c. Mencegah infeksi
   aseptic, gunakan sarung     nosokomial
   tangan steril, kateter
                           .
   penghisap steril.
d. Masukkan kateter ke      d. Aspirasi lama dapat
   dalam ETT dalam             menimbulkan hipoksemia
   keadaan tidak               berat.
   menghisap (ditekuk ),
   lama penghisapan tidak
   lebih dari 10 detik.
e. Atur tekanan             e. Tekanan negatif yang
   penghisapan tidak lebih     berlebihan dapat
   dari100-120 mmHg            merusak mukosa jalan
                               nafas
f. Lakukan oksigenasi lagi f. Memberikan cadangan
   dengan O2 100 %            oksigen dalam paru
   sebelum melakukan
                           .
   penghisapan berikutnya.
g. Lakukan penghisapan     g. Menjamin keefektifan
   berulang-ulang sampai      jalan nafas.
   suara nafas bersih

3. Pertahankan suhu
  humidifier tetap hangat    3. Membantu untuk
  (35-37,8 derajad celsius      mengencerkan secret
4. Monitor status hidrasi    4. Mencegah sekresi
  klien                        menjadi kental
5. Lakukan fisioterapi           5. Memudahkan pelepasan
  nafas/ dada sesuai               sekret.
  indikasi dengan cara
                             .
  clapping, vibrating,
  postural drainage
6. Berikan obat mukolitik
  sesuai indikasi/ program       6. Mengencerkan sekret
7. Kaji suara nafas              7. Menentukan lokasi
  sebelum dan sesudah              penumpukan secret dan
  melakukan tindakan               mengevaluasi
  penghisapan.                     keberhasilan tindakan
8. Observasi tanda-tanda         8. Deteksi adanya kelainan
  vital sebelum dan
  sesudah melakukan
  tindakan.
      KRITERIA EVALUASI
1. KLIEN MENGALAMI PERBAIKAN
   VENTILASI DAN OKSIGENASI.
2. KLIEN MENDAPAT PERFUSI YANG
   ADEKUAT
3. KLIEN MENGALAMI PERBAIKAN POLA
   NAFAS
4. KENYAMANAN FISIOLOGIS DAN
   PSIKOLOGIS MENINGKAT
5. KEBUTUHAN KOMUNIKASI VERBAL
   TERPENUHI
6. TIDAK TAMPAK TANDA-TANDA
   KOMPLIKASI PEMASANGAN VENTILATOR
        TEHNIK WEANING
SYARAT :
1. PENYAKIT DASAR DI PARU-PARU SUDAH
   MEMBAIK
2. SISTEM KARDIOVASKULER STABIL TANPA
   IONOTROPIK DOSIS TINGGI
3. PASIEN SADAR BAIK, TAK MEMERLUKAN
   SEDASI ATAU ANALGESI DOSIS BESAR
4. PENGGUNAAN FiO2, 50 %
5. PEEP < 5 mmHg
6. EKSPIRASI MINUTE VOLUME, 10 L/ menit
    ( UNTUK DEWASA )
     PROSEDUR WEANING
1.BERITAHUKAN PASIEN TENTANG
  RENCANA WEANING, CARA, PERASAAN
  TAK ENAK PADA AWAL WEANING,
  LAKUKAN SUPPORT MENTAL PADA PASIEN
  TERUTAMA YANG SUDAH MENGGUNAKAN
  VENTILATOR DALAM WAKTU LAMA.
2.OBAT-OBAT SEDASI DIMINIMALKAN
3.LAKUKAN PADA PAGI HARI ATAU SIANG
  HARI DIMANA MASIH BANYAK STAFF ICU
                          LANJUTAN……
5. GUNAKAN T-PIECE ATAU CPAP DENGAN
   FIO2 SESUAI SEMULA.
6. MONITORING : KELUHAN SUBJEKTIF,NADI,
   FREKWENSI NAFAS, IRAMA JANTUNG,
   KERJA NAFAS, SATURASI OKSIGEN.
7. AGDA 30 MENIT SETELAH PROSEDUR
8. DOKUMENTASIKAN : TEHNIK WEANING,
   RESPONSE PASIEN, LAMANYA WEANING.
      PENYEBAB KEGAGALAN
           WEANING
1.   KELEMAHAN UMUM
2.   GANGGUAN NUTRISI
3.   KELAINAN METABOLIK
4.   KELAINAN NEUROMUSKULER
5.   NYERI
6.   CEMAS
7.   HAMBATAN DINDING THORAKS
8.   SUMBATAN JALAN NAFAS
9.   PIPA ETT YANG TERLALU KECIL

								
To top