Docstoc

Pengertian Supervisi

Document Sample
Pengertian Supervisi Powered By Docstoc
					      ( PROFESI PENDIDIKAN )
               DI SUSUN




  NAMA KELOMPOK : 1. YAYUK ANDAYANI

                       2. ANDINA

                       3. SUKMAWATI

                       4. RIZKY MAYROZA.S.

                       5. RIZKA

                       6. ELVY ISMAINI



  FAKULTAS : KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  JURUSAN   : BAHASA DAN SENI

  PRODI     : BAHASA DAN SENI PENDIDIKAN B.INGGRIS

  SEMESTER : VI (ENAM) UNIT 2 PAGI




UNIVERSITAS SAMUDERA LANGSA
                                  SUPERVISI PENDIDIKAN


1. a. Pengertian Supervisi menurut para ahli :
     Secara    morfologis    Supervisi    berasalah   dari   dua    kata   bahasa       Inggris,
yaitu super dan vision.Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan
inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh
atasan –orang yang berposisi diatas, pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya.
Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi.
Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur
pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya
(bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.


      Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau
tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar
dan belajar dan belajar pada khususnya.


   a. Good Carter memberi pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah
       dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran,
       termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru
       dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar
       dan evaluasi pengajaran.


   b. Boardman et. Menyebutkan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir,
       mengkoordinir dan membimbing secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah
       baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif
       dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat
       menstmulir dan membimbing pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta mampu
       dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern.
   c. Wilem Mantja (2007) mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan
       supervisor (jabatan resmi) yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar
       (PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang harus diwujudkan oleh supervisi, yaitu;
       perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan
   d. Kimball Wiles (1967)Konsep       supervisi    modern     dirumuskan    sebagai   berikut :
       “Supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation”.


   e. Ross L (1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru
       yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.


   f. Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk
       membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.


      Dari uraian definisi supervisi diatas, maka dapat dipahami para pakar menguraikan
defenisi supervisi dari tinjauan yg berbeda-beda.God Carter melihatnya sebagai usaha
memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar, Boardman. Melihat supervisi sebagai lebih
sanggup berpartisipasi dlm masyarakat modern. Willem Mantja memandang supervisi sebagai
kegiatan untuk perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan. Kimball Wiles
beranggapan bahwa faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat penting untuk
menciptakan suasana belajar mengajar yg lebih baik. Ross L memandang supervise
sebagai pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan. Sedangkan
Purwanto (1987) memandangkan sebagai pembinaan untuk membantu para guru dan pegawai
sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.


1.b. DEFINISI SUPERVISI (Made Pidarta)
      Menurut keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk
kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para
pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di tiap
provinsi.
Salah satu tugas pengawas dengan perincian sebagai berikut :
“mangendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi, metode penyajian, penggunaan alat
perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan perudangan yang
berlaku”.
      Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala sekolah (SD), dirjen dikdasmen tahun 2000
sebagai berikut :


1. kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
2. kemampuan malaksanakan program supervisi pendidikan
3. kemampuan memanfaatkan hasil supervise


    Pada dasarnya tugas pokok kepala sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan
pembelajaran di sekolah. Dengan kata lain salah satu tugas kepala sekolah sebagai pembinaan
yang dilakuakan memberikan arahan, contoh dalam proses pembelajaran di sekolah. Berarti
bahwa kepala sekolah merupakan supervisor yang bertugas melaksanakan supervisi
pembelajaran.




2. Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli :


    a.   M.J. Langeveld (1995) : terdiri dari 3 pendapat yang beliau kemukakan yaitu ;
         1. Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum
            dewasa kepada kedewasaan.
         2. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya,
            agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila.
         3. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.


    b.   Stella van Petten Henderson : Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan
         dan perkembangan insani dengan warisan sosial.
c.   Kohnstamm dan Gunning (1995) : Pendidikan adalah pembentukan hati nurani.
     Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga
     hati nurani.


d.   John Dewey (1978) : “Aducation is all one with growing; it has no end beyond itself.”
     (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan
     sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).


e.   H.H Horne : Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana
     kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan
     mempertahankan ideal-idealnya.


f.   Carter V. Good : Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang
     dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial
     dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di
     sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan
     kepribadiannya.


g.   Thedore Brameld : Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara
     dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat
     yang    baru    mengenal     tanggung     jawab       bersama   di   dalam   masyarakat.
     Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung
     di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan
     masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi
     pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang
     senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).


h. Encyclopedia Americana (1978) : Pendidikan merupakan sebarang proses yang
     dipakai individu untuk memperoleh pengetahuan atau wawasan, atau mengembangkan
     sikap-sikap ataupun keterampilan-keterampilan.
    i.   Di tinjau melalui Wikipedia :
                Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
                 belajar    dan       proses   pembelajaran    agar   peserta   didik   secara   aktif
                 mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
                 pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
                 yang diperlukan dirinya dan masyarakat.


                Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis, kreatif, sistematis dan
                 intensional dibantu oleh metode dan teknik ilmiah, diarahkan pada pencapaian
                 tujuan pendidikan tertentu. Dari berbagai pengertian-definisi tersebut di atas
                 dapat kita kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang
                 fundamental dalam kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke
                 dunia     peradaban.Pendidikan juga          merupakan    bimbingan      eksistensial
                 manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang
                 unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan
                 warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.




3.Pengertian Supervisi Pendidikan menurut :

Drs. N. A. AMETEMBUN ( Dosen Pendidikan I. K. I. P Bandung ) : Pengertian supervisi pendidikan
dibagi dalam 2 arti, yaitu arti morfologis dan arti semantic :


    a.   Arti morfologis : Supervision (inggris) :Super : atas, vision : visi . Jadi supervise
         artinya : lihat dari atas.


    b.   Arti semantic          : Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan
         atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan
         mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.




4.Inspeksi dan supervisi
     Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa orang yang menginsipeksi disebut
inspektur . Inspektur dalam hal ini mengadakan :
   1. Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya
   2. Correcting : memeriksa      apakah    semuanya     sesuai   dengan   apa   yang     telah
       ditetapkan/digariskan
   3. Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak
   4. Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis
   5. Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik.


     Orang yang melakukan supervise disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut
supervisor pendidikan. Supervisi bercirikan :
   1. Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah
   2. Evalution : penilaian
   3. Improvement :mengadakan perbaikan
   4. Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan
   5. Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arahperbaikan situasi.


     Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi
kearah supervise yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para
pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat
disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau
kelompoknya.


5.Prinsip-Prinsip Suvervisi Pendidikan


1. Prinsip-prinsip fundamental
Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan
Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
2. Prinsip-prinsip praktis dibagi atas 2 jenis :
  a. Negatif
      Tidak otoriter
      Tidak berasas kekuasaan
      Tidak lepas dari tujuan pendidikan
      Bukan mencari kesalahan
      Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil
  b. Positif
      Konstruktif dan kreatif
      Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri
      Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada
       kepala sekolah.
      Propessional
      Sanggup mengembangkan potensi guru dkk
      Memperhatikan kesejahteraanguru dkk
      Progresif
      Memperhitungkan kesanggupan supervised
      Sederhana dan informal
      Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri
      Supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya
       pada guru-guru.
      Hakikat pengembangan mutu sekolah adalah usaha bersama berdasarkan musyawarah
      Kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala sekolah, diperlukan data konkret
       tentang keadaan sebenarnya dan kepala sekolah juga harus mengakui keterbatasannya.


6.Tujuan Supervisi Pendidikan


1. Tujuan umum
      Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri
       sendiri.
      Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia pembangunan dewasa yang
       berpancasila.
      Perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu
       mengajar dan belajar pada khususnya.


2. Tujuan khusus
      Membantu guru-guru lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya
      Membantu guru-guru untuk dapat lebih memahami dan menolong murid
      Memperbesar kesnggupan guru mendidik murid untuk terjun ke msyarakat
      Memperbesar kesadaran guru terhadap kerja yang demokratis dan kooperatif
      Membesar ambisi guru untuk berkembang
      Membantu guru-guru untuk memanfaatkan pengalaman yang dimiliki
      Memperkenalkan karyawan baru kepada sekolah
      Melindungi guru daru tuntutan tak wajar dari masyarakat
      Mngembangkan professional guru


7.Fungsi Dari Supervisi Pendidikan


1.Penelitian (research) → untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu
situasi pendidikan :
      Perumusan topik
      Pengumpulan data
      Pengolahan data
      Konlusi hasil penelitian
2. Penilaian (evaluation) → lebih menekankan pada aspek daripada negative.


3. Perbaikan (improvement) → dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran
pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya.


4. Pembinaan → berupa bimbingan (guidance) kea rah pembinaan diri yang disupervisi
8.Keterampilan-Keterampilan Supervisi Pendidikan


1. Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan
yang dipimpin. Yaitu berupa :
      Working on : wibawa (power on)
      Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi
      Working mithin : bersama-sama.


2. Keterampilan dalam proses kelompok
      Supervisor harus terampil :
      Membangkitkan semangat kerjasama
      Merumuskan tujuan
      Merencanakan bersama
      Mengambil keputusan bersama
      Menciptakan tanggung jawab bersama
      Menilai dan merivisi bersama


3. Keterampilan dalam hubungan insani (human relation)
Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan
manusia-manusia yang berbeda perilaku. Yang dibagi atas 3 hubungan yaitu ;
      Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan
      Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang
      Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan
      Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang berlaku.


4. Keterampilan dalam administrasi personal
Supervisor harus terampil :
      Menyeleksi anggota/karyawan baru
      Mengorientasi anggota/karyawan baru
      Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan
      Membina


5. Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)
      Merumuskan tujuan dan norma-norma
      Mengumpukan fakta-fakta perubahan
      Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan
      Merevisi rencana yang disusun


9.Tipe-Tipe Supervisor Pendidikan


   1. Otokratis : supervisor penentu segalanya


   2. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong
       royong secara kekeluargaan.


   3. manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa
       yang dikehendaki supervisor dengan cara muslihat


   4. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi
       untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik.


10.Jenis-Jenis Supervisi Pendidikan Berdasarkan Prosesnya


   1. Koraktif : lebih mencari kesalahan


   2. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan


   3. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan)
   4. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir


11.Teknik Supervisi Pendidikan


   1. Tekhnik kelompok : cara pelaksanaan supervise terhadap sekelompok orang yang
       disupervisi
   2. Tekhnik perorangan : dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus.


12.Metode Supervisi
Terdiri dari 2 metode secara umum yaitu :
   1. Metode langsung : alat yang digunakan mengenai sasaran supervise


   2. Metode tak langsung : mempergunakan berbagai alat perantara (media)


Terdapat metode-metode lain didalam supervisi :
   1. Kunjungan sekolah (school visit) : Akan memberikan pengatahuan yang lengkap
       tentang situasi sekolah sehingga program akan lebih efektif.


   2. Kunjungan kelas (class visit) :Merupakan suatu metode supervise yang “to the point”
       kena sasaran


   3. Pertemuan individual : Setelah suatu kunjungan berakhir, hendaklah diadakan
       pembicaraan langsung dan pribadi tentang hasil kunjungan dengan orang yang
       dikunjungi.


   4. Rapat sekolah : Untuk membicarakan kepentingan murid dan sekolah dan hal-hal yang
       berhubungan dengan sekolah
   5. Pendidikan ini service : Untuk kepentingan mutu mrngajar dan belajar, maka guru perlu
       mengembangkan pengetahuan sesuai dengan profesinya dengan berbagai cara. Misalnya
       : study individual, study grops, menghadiri ceramah, mengadakan intervisitasi dsb.


   6. Workshop (musyawarah kerja_muker) : Untuk mengembangkan professional karyawan
       (in-service)


   7. Intervisitas : Saling kunjung-memgunjungi sesama guru untuk mengobservasi situasi
       belajar masing-masing
   8. Demonstrasi mengajar : Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh
       guru yang ahli untuk memperkenalkan metode mengajar yang efektif.


   9. Bulletin supervise : Bulletin berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program
       pendidikan dan penngajaran, bisa mingguan atau bulanan.


   10. Bulletin bord :
        pengumuman administrative
        pengunguman supervise
        pengunguman untuk murid


   11. Kunjungan rumah : Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi hidup orang yang
       disupervisi di rumah terutama meneliti masalah-masalah yang secara langsung atau tak
       langsung mempengaruhi tugas/kewajiban orang yang disupervisi itu.


13.a.Program Supervisi Pendidikan
     Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbaikan pendidikan dan
pengajaran. Yang terdiri atas 4 pelaksanaan yaitu ;
   1. Perencanaan : Perancaan adalah pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana,
       mengapa, siapa, kapan dan dimana.
           a. prinsip-prinsip : kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu
           b. Syarat-syarat :
                         Tilikan jelas tentang tujuan pendidikan
                         Pengetahuan tentang mengajar yang baik
                         Pengetahuan tentang pengalaman belajar murid
                         Pengetahuan tentang guru-guru
                         Pengetahuan tentang murid-murid
                         Pengaetahuan tentang masyarakat
                         Pengetahuan tentang sumber-sumber fisik
                         Factor biaya
                         Factor waktu
                         Proses : merumuskan what, why, how, who, when, where
2. Organisasi program
      a. Pola-pola : horizontal dan vertical
      b. Langkah-langkah mengorganisir program :
                         Persiapakan suasana
                         Pertimbangan situasi
                         Penyusunan program
                         Pembagian tanggung jawab
                         Perwujudan program
                         Pembinaan perkembangan program
                         Integrasikan program dengan masyarakat
                         Persiapan program evaluasi


3. Evaluasi : Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan adalah menentukan sampai
   dimana tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai.
      a. Prinsip-prinsip
                         Rencana harus komprehensif
                         Penyusunan harus kooperatif
                         Program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum
                         Lebih menggunakan data yang objektif daripada yang
                           subyektif
                              Menghargai para participant
           b. proses
                              Merumuskan tujuan evaluasi
                              Menyeleksi alat-alat evaluasi
                              Menyusun alat-alat evaluasi
                              Menerapkan alat-alat evaluasi
                              Mengelola hasil
                              Menyimpulkan


           c. Aspek-aspek yang dievaluasi :
                              Peronil → murid, guru, karyawan, wali murid, kepsek,
                                supervise
                              Materiil → kurikulum, perlengkapan sekolah, administrasi,
                                perlengkapan murid
                              operational → proses kepemimpinan, proses mengajar, usaha
                                kesejahtraan personil, usaha integrasi sekolah dan masyarakat
   4. Alat-alat :
           a. Objektif :
                              Ujian karangan (essay examination)
                              Ujian objektif


           b. Lebih ke subjektif :
                              Observasi , Wawancara , Angket , Checklist , dan Rating-scale
                                laporan pribadi dan Tekhnik projektif , Catatan-catatan
                                anekdot, catatan-catatan komulatif, Case study sosiometri ,
                                Laporan stenografis ,Buku-buku catatan,kotak saran Rapat-
                                rapat supervise.
13.b. Melaksanakan Supervisi Dalam Pembelajaran
1. Observasi kelas
         Observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi
pembelajaran Karenadapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.
    a.     Perencanaan
         Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau
tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi. Ada
tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa pemberitahuan, dan atas undangan.


2.Mekanisme observasi
    a.     Persiapan yang diperhatikan :
                        Guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan
                         mengadakan observasi.
                        Kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa
                         yang dioservasi.
    b.     Sikap observasi didalam kelas
                        Memberikan salam kepada guru yang mengajar
                        Mencari tempat duduk yang tidak mencolok
                        Tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas
                        Mencatat setiap kegiatan
                        Bila ada memakai alat elektronika : tape recorder, kemera
                        Mempersiapkan isian berupa check list


    c.     Membicarakan hasil observasi
         Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, dan beberapa hal yang diperlu dikemukankan
:
Kepala sekolah mempersiapkan (bisa bertanya pada nara sumber atau perpustakaan)
                        Waktu percakapan
                        Tempat percakapan
                        Sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan
                        Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi
                        Guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat
                     Kelamahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki
                      kelemahan
                      Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis
                      Kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.


  d.     Laporan percakapan
                      Hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru
                       yang telah diobservasi


                      Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh,
                       catatan diskusi, pemecahan masalah dan saran-saran.


  e.     Saling mengunjungi
       Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain :
1. untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
2. untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG)


  f.     Domonstrasi mengajar
       Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek
mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat
diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala
sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu
mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik.


  g.     Supervisi klinis
       Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan
supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab
atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan
perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut. Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo
(1987), mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut :
1. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.


2. Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan
  yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor).


3.Instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor.


4.Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Bila
perlu berlatih diluar sekolah.


5.Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas


6.Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif


7.Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya


8. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau
mengarahkan


9. Supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka


10. Supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan
keterampilan pembelajaran.


   h.    Kaji tindak
        Fokos utama kajia tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat
dalam praktik penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan orang
lain yang membutuhkan.Menurut kemmi (1995), kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap
yaitu : tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap
evaluasi danrefleksi/umpan balik.
Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :
    Gagasan umum
    Perumusan masalah
    Perencanaan penelitian kaji tindak
    Pelaksanaan penelitian kaji tindak
    Monitoring
    Evaluasi dan refleksi
    Saran dan rekomendasi


14.Etika Jabatan Supervisor Pendidikan
      Etika suatu jabatan (professional ethics) yang dirumuskan dalam kode etika jabatan
(profesi) tersebut memuat nilai-nilai atau norma yang merupakan pedoman bagi sikap dan
tingka laku para pejabat yang berkeahlian dibidang yang bersangkutan.
Prinsip-prinsip :
    Cinta kasih sebagai prinsip pokok setiap etika jabatan (lebih universalistic sifatnya).
    Pancasila dapat merupakan pula prinsip pokok yang bersifat nasionalistik yang hendak
       menjiwai setiap etika jabatan bangsa Indonesia.


Code etika supervise pendidikan :
1. Hubungan dengan orang yang disupervisi : guru dan murid
    Supervisor hendaklah jujur dan adil
    Supervisor hendaklah membina perkembangan potensialitas
    Supervisor hendaklah memberi kesempatan dan bantuan


2. Hubungan dengan orang tua dan masyarakat
     Supervisor hendaklah memelihara hubungan kerjasama yang baik
     Supervisor hendaklah mengindahkan moral dan adapt istiadat dalam masyarakat


3. Hubungan dengan rekan seprofesi
     Supervisor hendakalah memelihara dan mengembangkan rasa solidaritas
     Supervisor hendaklah jujur dan toleran
4. Hubungan dengan profesi supervise pendidikan
    Supervisor hendaklah selalu bersikap dan bertindak professional
    Supervisor hendaklah berusaha mewujudkan dan mengembangkan karya supervise


5. Hubungan dengan tuhan
    Supervisor mempasrahkan diri kepada Tuhan YME
    Setia melakukan kewjiban-kewjibannya terhadap Tuhan YME.




15.Masalah-Masalah Yang Dihadapi Supervisi Pendidikan
1. Perbedaan konsep inspeksi dan supervise pendidikan
   a. Perebedaan fungsi
           Inspeksi merupakan suatu jabatan (position) dalam suatu jawatan
           Supervise merupakan suatu fungsi (funcition) untuk membina perbaikan suatu
              situasi


2.Perbedaan prinsip
   b. Pebedaan interpretasi terminologis
           inspeksi dilaksanakan berdasarkan prinsip otokrasi/inspector, atau pengawas
           supersvisi dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi yang dijiwai oleh fasafah
              pancasila
   c. Pebedaan interpretasi terminologis


   d. Pebedaan aktualisasi fungsi sebagai administrator dan supervisor pendidikan
            Administrator berfungsi mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan baik
            Supervisor berfungsi membina agar sesuatu itu berjalan secara lebih baik dan
              lebih lancar lagi (meningkatkan mutu) dalam rangka mewujudkan tujuan
              pendidikan


   e. Perbedaan konsepsional tentang kepemimpinan dan kekuasaan
            Kekuatan (mendapat yang diberikan tidak disertai wewenang bertindak, sehingga
              bukan hanya sulit, ia juga tidak tau apa yang menjadi wewenangnya.


16. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Supervisor
1.Masalah dan proporsinya
     Kadang-kadang sesuatu hal tidak dianggap suatu problem, karena hanya merupakan sebab
timbulnya suatu problem


2. Masalah praktis
    Masalah-maslah kepemimpinan (leadership)
    Masalah-masalah proses kelompok (group proses)
    Masalah-masalah hubungan insani (human relation)
    Masalah-masalah administrasi personal (personnel administration)
    Masalah-masalah penilaian (evaluation)




17. Responsi Terhadap Masalah-Masalah Supervisi


1. Berpedomankan prinsip : Yaitu prinsip pendidikan dan prinsip-prinsip supervise pendidikan,
baik yang fundamental maupun yang praktis.


2. Bekerja sistematis
    Mengumpulkan data yang merupakan masalah
    Mengumpulkan sebab
    Memilih dan mengklasifikasikan sebab-sebab yang kiranya dapat dianggap berlaku pada
       persoalan itu
    Mampertimbangkan dan membandingkan sebab
    Manyimpulkan dan meninjau segala kemungkinan yang dapat meniadakan sebab
       timbulnya masalah
    Menyusun tahap-tahap penyelesaian data
3. Berkepribadian
     Kepribadian yang telah terintegrasi yan sanggup mengambil keputusan dengan penuh rasa
tanggung jawab, akan lebih memudahkan dan mengefektifkan pemecahan-pemecahan masalah
hidup.

				
DOCUMENT INFO
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl