POLUSI ASAP KENDARAAN BERMOTOR by anamaulida

VIEWS: 4,758 PAGES: 10

									                                      BAB I
                                PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang
          Akhir-akhir ini banyak bermunculan kendaraan bermotor di jalan
     raya, dan juga semakin bertambahnya angkutan umum di jalan raya
     yang membawa pengaruh besar terhadap lingkungan. Terutama asap
     kendaraan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran udara di
     lingkungan sekitar kita.
          Disamping itu, asap kendaraan bermotor juga membawa dampak
     yang membahayakan bagi kita, terutama pada proses pernapasan
     manusia. Karena asap tersebut mengandung CO yaitu hasil pembakaran
     yang tidak sempurna, sehingga dapat mengganggu proses pernapasan
     bagi manusia.


B.   Rumusan Masalah
     1. Apa yang menjadi penyebab terjadinya polusi udara di lingkungan?
     2. Mengapa asap kendaraan bermotor dapat menyebabkab terjadinya
        polusi udara di lingkungan?
     3. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor
        terhadap lingkungan?
     4. Bagaimana upaya manusia untuk mengurangi dampak asap
        kendaraan bermotor terhadap lingkungan?


C.   Tujuan Penulisan
      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh asap kendaraan
        bermotor terhadap lingkungan.
      Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan dampak
        yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor.




                                        1
                                       BAB II
                                    PEMBAHASAN


A. Pengertian Pencemaran Udara


           Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi
  fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat
  membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan
  kenyamanan, atau merusak properti.
           Pencemaran udara dapat diartikan sebagai hadirnya satu atau
  beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir, seperti antara lain oleh
  debu, busa, gas, kabut, bau-bauan, asap atau uap dalam kuantitas yang
  banyak, dengan berbagai sifat maupun lama berlangsungnya di udara
  tersebut, hingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan tehadap
  kehidupan manusia , tumbuhan, atau hewan maupun benda, atau tanpa
  alasan     jelas     sudah   dapat   memepengaruhi     kelestarian   kehidupan
  organisme.
           Manusia bukan hanya menderita sakit karena pencemaran udara,
  tetapi juga akibat mengasup makanan yang tercemar logam berat.
  Sumbernya sayur-sayuran dan buah-buahan yang ditanam di lingkungan
  yang tercemar atau daging dari ternak yang makan rumput yang sudah
  mengandung logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan
  manusia.
           Beberapa faktor penyebab pencemaran udara telah banyak diteliti
  oleh     para      ahli   dalam   upaya    mereduksi   dampak    yang    dapat
  ditimbulkannya. Penelitian yang dilakukan terhadap pengaruh timbal yang
  masuk ke tubuh manusia atau hewan ternyata membuktikan bahwa
  bahan tersebut tidak bisa diurai oleh tubuh, maka timbal dapat merusak
  jaringan tubuh siapa pun yang diendapinya. Proses masuknya Pb ke
  dalam tubuh dapat melalui beberapa jalur, yaitu melalui makanan dan



                                         2
minuman, udara dan perembasan atau penetrasi pada selaput atau
lapisan kulit.
       Timbal secara umum dikenal dengan sebutan timah hitam, biasa
digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin. Fungsinya, selain
meningkatkan daya pelumasan, juga meningkatkan efisiensi pembakaran.
Sehingga kinerja kendaraan bermotor meningkat. Bahan kimia ini
bersama bensin dibakar dalam mesin. Sisanya ± 70% keluar bersama
emisi gas buang hasil pembakaran. Dan timbal yang terbuang lewat
knalpot itu adalah satu diantara zat pencemar udara. Timbal banyak
digunakan oleh industri otomotif, karena setiap tambahan 0,1 gram
timbal/liter mampu meningkatkan oktan sebesar 1,5 hingga 2 satuan.
       Timbal dan persenyawaannya dapat berda di dalam badan
perairan secara alamiah dan sebagai dampak dari aktifitas manusia.
Secara alamiah, Pb dapat masuk kedalam badan perairan melalui
pengkristalan Pb di udara dengan bantuan air hujan. Disamping itu,
proses korofikasi dari batuan mineral akibat hempasan gelombang dan
angin, juga merupakan salah satu sumber Pb yang akan masuk kedalam
perairan.
       Untuk menentukan kadar atau jumlah logam Pb yang masuk
kedalam badan perairan tersebut dapat digunakan metoda AAS (Atomic
Absorption Spectrophotometer) yaitu salah satu cara analisa unsur-unsur
kimia berdasarkan pengukuran absorbsi oleh suatu larutan yang
mengandung unsur yang akan ditetapkan terhadap cahaya yang
dihasilkan pada panjang gelombang tertentu.
       Prinsip kerja peralatan AAS : larutan sampel dikabutkan dan
terbawa oleh gas bahan bakar dan oksidan menuju nyala. Di dalam nyala
sampel terionkan dalam bentuk atom dasar, dikenai sinar monokromatis
dari HCL (Hallow Catoda Lamp), maka terjadi penyerapan sinar oleh atom
sampel, kemudian terdapat sinar yang diteruskan , sinar yang diteruskan
ini akan terdeteksi oleh detektor, sedangkan sinar emisi atau dari nyala



                                 3
  akan dihambat oleh monokromator. Detektor akan mengubah signal yang
  tertangkap menjadi arus listrik bolak balik (AC) dan dilanjutkan ke alat
  baca. Pada alat baca tertera nilai % Transmittan dan Absorban. Hasil dari
  pengukuran sampel ini dialurkan pada Kurva kalibrasi larutan standar
  sehingga akan didapatkan konsentrasi dari logam Pb (timbal).


B. Bahaya Asap Kendaraan Bermotor

        Pencemaran      udara     terutama      di    kota-kota   besar   telah
  menyebabkan     turunnya      kualitas    udara     sehingga    mengganggu
  kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan
  kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh
  penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada
  sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota
  besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan.

        Hasil penelitian di beberapa kota besar (Jakarta, Bandung,
  Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor
  merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta
  menunjukan    bahwa    kendaraan         bermotor    memberikan    kontribusi
  pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar
  88,90% (Bapedal, 1992).

        Gas-gas yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor banyak
  yang dapat menimbulkan kerugian, diantaranya adalah karbon dioksida,
  karbon monoksida, oksida nitrogen dan oksida belerang. Berikut ini
  kerugian yang ditimbulkan gas-gas tersebut:

  1. Karbon dioksida.       Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca,
     sehingga peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat
     mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi.




                                     4
   2. Karbon monoksida.        Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan
      rasa sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk
      ke dalam darah melalui pernafasan, karbon monoksida bereaksi
      dengan      hemoglobin           dalam     darah       membentuk           COHb
      (karboksihemoglobin).
   3. Oksida    Belerang.        Belerang       oksida,     apabila   terisap     oleh
      pernapasan, akan berekasi dengan air dalam sluran pernapasan dan
      membentuk      asam     sulfat     yang    akan     merusak     jaringan    dan
      menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga dapat larut dalam air
      hujan dan menyebabkan hujan asam.
   4. Oksida nitrogen.     NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain
      dan   menimbulkan       fenomena         asap-kabut    atau     smog.      Smog
      menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan
      saluran pernapasan, membuat tanaman layu, serta menurunkan
      kualitas materi.

Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh polusi udara adalah:

   1. Bronchitis kronika. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih
      sama. Hal ini membuktikan prevalensinya tak dipengaruhi oleh macam
      pekerjaan sehari-hari. Dengan membersihkan udara dapat terjadi
      penurunan 40% dari angka mortalitas.
   2. Emphysema pulmonum.
   3. Bronchopneumonia.
   4. Asthma bronchiale.
   5. Cor pulmonale kronikum.
   6. Kanker paru. Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada non-
      smokers di daerah kota 10 kali lebih besar daripada daerah rural.
   7. Penyakit jantung, juga ditemukan dua kali lebih besar morbiditasnya di
      daerah dengan polusi udara tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat
      menyebabkan bahaya pada jantung, apalagi bila telah ada tanda-



                                         5
      tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. Afinitas CO terhadap
      hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2 sehingga bila
      kadar CO Hb sama atau lebih besar dari 50%, akan dapat terjadi
      nekrosis otot jantung. Kadar lebih rendah dari itu pun telah dapat
      mengganggu faal jantung.
   8. Kanker lambung, ditemukan dua kali lebih banyak pada daerah
      dengan polusi tinggi.
   9. Penyakit-penyakit lain, umpamanya iritasi mata, kulit dan sebagainya
      banyak juga dihubungkan dengan polusi udara. Juga gangguan
      pertumbuhan anak dan kelainan hematologik pernah diumumkan. Di
      Rusia pernah ditemukan hambatan pembentukan antibodi terhadap
      influenza vaccin di daerah kota dengan tingkat polusi tinggi,
      sedangkan di daerah lain pembentukannya normal.

Pengendalian

      Mengingat kendaraan bermotor mempunyai andil terbesar dalam
polusi udara, maka pengendalian polusi udara juga berarti pengendalian
emisi kendaraan bermotor. Pengendalian tingkat ini adalah pengendalian
terhadap simpul A dalam “teori simpul”.

      Apabila memungkinkan, selain peraturan perundangan yang berlaku
umum, dapat pula dibuat peraturan yang khusus untuk mengelola sumber-
sumber pengotor udara. Peraturan seperti ini dikenal sebagai standar emisi,
khususnya emisi kendaraan bermotor.

      Di samping itu ada pula standar yang diberlakukan bagi kualitas bahan
bakar, karena sebagian besar polusi udara disebabkan oleh pembakaran.
Kualitas hasil atau sisa pembakaran tergantung antara lain dari kualitas
bahan bakar yang digunakan. Di DKI Jakarta telah diujicoba penggunaan
bahan bakar yang berasal dari gas alam yang sangat ramah lingkungan.




                                      6
       Namun, kualitas pembakaran oleh kendaraan bermotor tidak kalah
pentingnya. Karena itu, perawatan kendaraan dan jika perlu pembatasan usia
kendaraan mutlak dilakukan. Hal ini memungkinkan dilakukan jika secara
berkala dilakukan uji emisi kendaraan. Kendaraan bermotor yang beroperasi
di kota harus telah lulus uji emisi.

       Peran serta masyarakat dalam mengurangi polusi pada udara
ambient, dalam hal ini intervensi terhadap simpul B, sangat diperlukan.
Gerakan penghijauan seyogianya terus ditingkatkan, terutama dimulai dari
tempat tinggal masing-masing. Sangat dianjurkan menggunakan pohon yang
berdaun lebar atau yang berpotensi mengurangi polusi udara. Misalnya
setiap keluarga, terutama di kota, menanam sebuah bibit pohon angsana.
Niscaya lima tahun ke depan, telah tercipta lingkungan yang asri dan
terhindar dari polusi udara. Demikian pula taman-taman kota perlu digalakkan
untuk mengimbangi polusi udara kota dan agar “langit biru” tidak sekedar
menjadi isapan jempol.




C. Klasifikasi Pencemar Udara
   1. Pencemar primer : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber
       pencemaran udara.
   2. Pencemar sekunder : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-
       pencemar primer di atmosfer.
       Contoh: Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan
       menghasilkan asam sulfurik.




D. Jenis-jenis Bahan Pencemar
   1. Karbon monoksida (CO)
   2. Nitrogen dioksida (N02)



                                       7
  3. Sulfur Dioksida (S02)
  4. CFC
  5. Karbon dioksida (CO2)
  6. Ozon (03 )
  7. Benda Partikulat (PM)
  8. Timah (Pb)
  9. HydroCarbon (HC)



E. Penyebab Utama Pencemaran Udara

        Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar,
  diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya
  kendaraan bermotor.

        Contoh : di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan
  jumlah kendaraan berupa :

   Sepeda motor 207 %
   Mobil penumpang 177 %
   Mobil barang 176 %
   Bus 138 %

F. Dampak Pencemaran Udara

   Penipisan Ozon
   Pemanasan Global ( Global Warming )
   Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
   Terganggunya fungsi reproduksi
   Stres dan penurunan tingkat produktivitas
   Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
   Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.




                                   8
                                      BAB III

                                     PENUTUP


A.    KESIMPULAN


           Dari berbagai uraian di atas dapat kami simpulkan bahwa :
      Asap kendaraan bermotor sangat banyak berpengaruh negatif terhadap
      lingkungan terutama bagi kesehatan manusia yaitu terganggunya
      saluran pernapasam. Namun dampak asap bermotor dapat dikurangi
      sedikit demi sedikit melalui berbagai macam alternatif seperti melakukan
      penghijauan (reboisasi) dan menciptakan biosolar. Dengan alternatif
      tersebut mungkin kita dapat mengurangi dampak dari asap kendaraan
      bermotor.

Solusi :

 Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi
     industri yang melakukan pencemaran udara.
 Mengembangkan          teknologi    yang      ramah   lingkungan   dan   dapat
     diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
 Menghemat Energi yang digunakan.
 Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.




B.    SARAN
      1. Bagi pembaca sebaiknya kita mengurangi pemakaian kendaraan
         bermotor secara berlebih-lebihan serta lebih banyak melakukan
         penghijauan terhadap lingkungan.
      2. Bagi kami sendiri selaku peneliti yaitu kami berusaha menjaga
         lingkungan agar tetap bersih dan sehat.



                                        9
                          DAFTAR PUSTAKA



Sudrajad, Agung., 2006Pencemaran Udara, Suatu Pendahuluan diakses
               pada tanggal 2 Desember 2008

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pengertian Pencemaran
               Udara, Jakarta, 21 – 09 – 2006.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Zat – zat Pencemar Udara,
               Jakarta, 21 – 09 – 2006.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pengendalian Pencemaran
               Udara, Jakarta, 21 – 09 – 2006




                                   10

								
To top