Pendidikan Pancasila 2

Document Sample
Pendidikan Pancasila 2 Powered By Docstoc
					BAB I


PENDAHULUAN


        Pancasila adalah dasar filsafat negara RI yang secara resmi disahkan oleh PPKI

tanggal 18 Agustus 1945 dan diundangkan bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945.

Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat negara RI mengalami

berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa

demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi ideologi negara

Pancasila. Oleh karena itu Pancasila tidak lagi diletakkan sabagai dasar filsafat dan

pandangan hidup bangsa, tetapi direduksi, dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik

saat itu.


        Berdasarkan kenyataan tersebut gerakan reformasi berupaya mengembalikan

kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara RI melalui Ketetapan Sidang Istimewa

MPR tahun 1998 No. 28/MPR/1998. Disertai dengan pencabutan P$ dan sekaligus

pencabutan Pancasila sebagai satu-satunya azas bagi orsospol di Indonesia. Ketetapan itu

sekaligus juga mencabut mandat MPR yang diberikan kepada presiden atas kewenangannya

untuk membudayakan Pancasila melalui P4 dan azas tunggal Pancasila. Monopoli Pancasila

demi kepentingan kekuasaan oleh penguasa inilah yang harus segera diakhiri untuk benar-

benar mampu memahami Pancasila secara ilmiah dan objektif.




                                                                                               1
BAB II


PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT

A. Pengertian tentang Filsafat


     Memahami sistem filsafat sesungguhnya menelusuri dan mengkaji suatu pemikiran

mendasar dan tertua yang mengawali kebudayaan manusia. Suatu sistem filsafat, berkembang

berdasarkan ajaran seseorang atau beberapa orang tokoh pemikir filsafat (baca filosof).

Sistem filsafat amat ditentukan oleh potensi dan kondisi masyarakat atau bangsa itu, tegasnya

oleh kerjasama faktor dalam dan faktor luar. Faktor-faktor ini sedemikian kompleks;

diantaranya yang utama adalah sikap dan pandangan hidup, cita karsa, dan kondisi alam

lingkungan.



         Menurut Prof. Dr. John. S.Brubacher: “ Filsafat berasal dari perkataan yunani filos

          dan sofia yang berarti cinta kebijaksanaan atau ilmu pengetahuan. Lebih dari itu

          filsafat dapat diartikan sebagai cinta belajar pada umumnya, filsafat mencakup apa

          yang saat ini kita sebut ilmu pengetahuan (science) maupun apa yang sekarang kita

          sebut filsafat. Untuk inilah sering dikatakan bahwa filsafat adalah induk dan ratu

          ilmu pengetahuan”.




B. Pancasila sebagai Filsafat


         Dalam kehidupan bangsa Indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan

hidup (filsafat hidup) yang berkembang dalam sosio-budaya Indonesia. Nilai Pancasila

dianggap nilai dasar dan puncak (sari-sari) budaya bangsa; karenanya, nilai ini diyakini

sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. Sebagai ajaran filsafat, Pancasila mencerminkan


                                                                                                2
nilai dan pandangan mendasar dan hakiki rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan

sumber kemestaan, yakni Tuhan Maha Pencipta.


       Sebagaimana filsafat yang mengandung ajaran dalam kesatuan sitematika yang

integral, maka filsafat Pancasila mencakup sitematika sebagai berikut:


          Bidang ontologi

          Bidang epistemologi

          Bidang axiologi


       Dalam sitematika pokok inilah asa-asa fundamental nilai ajaran filsafat Pancasila

melandasi dan memberikan pedoman bagaimana antara hubungan manusia dan kemestaan.


C. Filsafat Pancasila dalam pandangan Integralistik


       Makna istilah integralistik, berasal dari kata integral sama dengan kebulatan,

keutuhan; berarti pula kesatuan, keseluruhan, berarti sebagai kekeluargaan. Jadi, integralistik

atau integralisme, adalah suatu nilai atau asas yang mengutamakan kebulatan dan keutuhan,

kesatuan kekeluargaan.


       Nilai filsafat Pancasila pada dasarnya mengandung asas integralistik atau

kekeluargaan, terutama asas bahwa bangsa Indonesia adalah satu keluarga bangsa Indonesia,

dalam satu susunan (rumah tangga) negara kesatuan yang dilandasi asas/faham persatuan.

Asas ini nampak dalam sila III, IV dan V yang berinti makna Persatuan Indonesia dengan

asas musyawarah mufakat, dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Asas demikian secara universal dilandasi asas Kemanusiaan yang adil dan beradabdan dijiwai

nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.




                                                                                                  3
D. Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara


          Pancasila sering disebut dasar falsafah negara, philosofische gronslag dari negara,

ideolgi     negara,   Stansidee.   Pancasila   digunakan   sebagai   dasar   untuk   mengatur

penyelenggaraan negara.


          Pancasila merupakan sarana ampuh sekali untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

Hal ini sudah semestinya karena pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa

Indonesia, yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia

diyakini paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik, dan paling sesuai atau tepat

bagi bangsa indonesia sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia.


          Fungsi dan kedudukan pancasila sebagai pokok kaidah negara yang fundamental. Hal

ini penting sekali karena UUD, baik yang tertulis maupun tidak tertulis harus bersumber dan

berada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental itu, fungsi pokok pancasila adalah

sebagai dasar negara, sesuai dengan pembukaan UUD 1945, dan yang pada hakikatnya

adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum. Pengertian

demikian adalah pengertian yang bersifat yuridis-ketatanegaraan.


          Pengertian pancasila yang bersifat sosiologis adalah didalam fungsinya sebagai

pengatur hidup kemasyarakat pada umumnya, sedangkan pengertiannya yang bersifat etis dan

filosofis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara

dalam mencari kebenaran.




                                                                                                  4
BAB III


PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI


       Suatu sistem filsafat pada tingkat perkembangan tertentu melahirkan ideologi, yakni

seperangkat nilai, ide, dan cita-cita beserta pedoman dan metode pelaksanaan untuk

mewujudkannya. Biasanya ideologi selalu mengutamakan asas-asas kehidupan politik dan

kenegaraan sebagai suatu kehidupan nasional yang berarti kepemimpinan, kekuasaan,

kelembagaan, dengan tujuan kesejahteraan teoritis, filosofis, ideologi, bersumber pada suatu

sistem filsafat. Artinya, suatu sistem filsafat dikembangkan dan dilaksanakan oleh suatu

ideologi. Berdasarkan arus teoritis demikian, maka tidak mungkin suatu bangsa menganut

dan melaksankan suatu sistem ideologi yang tidak bersumber pada filsafat hidup atau filsafat

negara mereka sendiri.


A. Pengertian Ideologi

   1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “ideologi adalah kumpulan konsep per

       sistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan

       untuk kelangsungan hidup”.

   2. Menurut Lemhanas “ideologi adalah seperangkat prinsip pengarahan yang dijadikan

       dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai dalam melangsungkan dan

       mengembangkan hidup an kehidupan nasional suatu bangsa dan negara”.

   3. Menurut Moerdiono “ideologi adalah suatu terminologi asing yang walaupun sudah

       sering kita pergunakan, rasanya belum jernih kita pahami. Oleh karena itu perlu

       ditinjau arti istilah secara harafiah yang berarti “a system of ideas” suatu rangkaian

       ide yang terpadu menjadi satu”.




                                                                                                5
          Fungsi Ideologi adalah memberikan pegangan dan dengan pasti melangkah

   menuju tujuan yang kita inginkan. Negara yang tidak mempunyai ideologi yang telah

   dipastikan secara mantap tidak mempunyai pedoman dan pegangan yang dapat

   menyatukan langkah hidupnya dengan pasti dan dapat dipertanggungjawabkan. Negara

   seperti itu dapat dengan mudah diombang-ambingkan oleh ideologi negara lain dan

   mudah tenggelam dalam arus derasnya pengaruh luar negeri karena kemajuan teknologi

   dan globalisasi. Sehingga politik dalam negerinya pun menjadi tidak stabil sehingga

   pembangunan negara dapat terhambat dan tidak dapat memiliki stabilitas nasional yang

   dapat diandalkan. Berdasarkan pola dasar, isi fungsi ideologi nasional suatu bangsa,

   pokok-pokok peranan ideologi pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara RI adalh

   sebagai berikut:

        1. Ideologi pancasila berfungsi sebagai nilai yang diyakini kebenaran dan

            kebaikannya sehingga menjadi sumber inspirasi dan motivasi perjuangan

            nasional.

        2. Ideologi dengan nilai dan isinya merupakan sumber cita-cita dan dasar

            perjuangan untuk melaksanaknnya.

B. Hubungan Pancasila, Pandangan Hidup dan Filsafat

      Dalam setiap Undang-Undang Dasar selalu terdapat eksplisit ataupun implisit

   pandangan-pandangan dan nilai yang melandasi penyelenggaraan negara. Pembukaan

   UUD 1945 dengan jelas menyatakan bahwa pancasila adalah dasar negara. Dengan

   demikian Pancasila sebagai dasar nilai yang normatif terhadap seluruh penyelenggaraan

   negara Republik Indonesia dengan perkataan lain pancasila merupakan nila dasar yang

   normatif terhadap seluruh penyelenggaraan negara serta kebijaksanaan penting yang

   diambil dalam proses pemerintahan.




                                                                                           6
       Ideologi ditangkap dalam artian negatif karena dikonotasikan dengan sikaf yang

   totaliter yaitu memuat pandangan dan nilai yang menentukan seluruh sendi kehidupan

   manusia secara total, serta secara mutlak menuntut manusia hidup dan bertindak sesuai

   dengan apa yang digariskan oleh ideologi itu sehingga akhirnya mengingkari kebebasan

   pribadi manusia serta membatasi ruang geraknya. Akan tetapi apabila menengok sejarah

   kemerdekaan negara-negara dunia ketiga di asia, afrika dan amerika latin yang pada

   umumnya telah mengalami masa-masa penjajahan bangsa lain, ideologi merupakan

   pengertian yang positif terutama sekitar perang dunia kedua karena menunjuk pada

   keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam

   kenyataan hidup yang konkrit. Dengan demikian arti ideologi dan pandangan hidup

   memberikan orientasi dalam kehidupan manusia. Pandangan hidup tumbuh bersama

   kebudayaan dalam bentuk yang sederhana dan umum. Masyarakat primitif pun

   mempunyai semacam pandangan hidup yang menunjukkan tataan bagus segala sesuatu

   yang berada dalam jagat raya. Namun dibanding dengan ideologi, pandangan hidup

   memberikan orientasi secara global dan tidak bersifat eksplisit. Dengan demikian ideologi

   dan pandangan hidup memberikan orientasi lebih eksplisit, lebih terarah pada keseluruhan

   sistem masyarakat dalam berbagai aspeknya, dan dilakukan dengan cara dan penjelasan

   yang lebih logis dan sistematis.



C. Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi terbuka

          Pancasila adalah ideologi terbuka. Ungkapan yang sederhana tetapi sarat makna

   ini sekarang berkembang dan mulai membudaya dalam masyarakat kita. Memang suatu

   konsep yang abstrak seperti “ pancasila adalah ideologi terbuka “ memerlukan waktu

   untuk memantapkan proses pemahaman, penghayatan, pembudayaan dan pengalaman

   atau jiwa dari konsep itu hidup dan berkembang.


                                                                                               7
       Adapun pengertian ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi

dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secar internal. Sumber semangat

ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam penjelasan UUD 1945 : “terutama bagi

negara baru dan negara muda lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanta memuat

aturan-aturan pokok sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok ini

diserahkan kepada Undang-Undang yang mudah membuatnya, merubahnya dan

mencabutnya”. Selanjutnya dinyatakan yang sangat penting dalam pemerintahan dan

dalam hidupnya, negara ialah semangat penyelenggaraan, semangat para pemimpin

pemerintah.

       Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi terbuka terdiri dari tiga tatanan nilai

yaitu : (1) nilai dasar yang tidak berubah. (2) nilai instrumental yang telah merupakan

arah kinerja untuk kurun waktu tertentu dan untuk kurun waktu tertentu (3) nilai praktis

yang merupakan interaksi antara nilai instrumental denagn situasi konkrit yang sifatnya

dinamis.

       Berdasarkan uraian diatas, Pancasila sebagai ideologi negara tidak boleh berubah.

Yang dapat berubah adalah nilai-nilai instrumental yang merupakan pengalaman

pengembangan dan pengayaan nilai-nilai dasar. Perwujudan atau pelaksanaan nilai

instrumental dan nilai praktis harus mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan

nilai dasarnya. Kebenaran pola pikir ini sesuai dengan sifat ideologi yang memiliki tiga

dimensi penting yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme, dan dimensi fleksibilitas.

       Walaupun demikian, keterbukaan ideologi pancasila memiliki batas-batas yang

tidak boleh dilanggar yaitu :

       1. Stabilitas sosial yang dinamis

       2. Larangan terhadap ideologi marxisme, lenimisme, dan komunisme.

       3. Mencegah berkembangnya faham liberal



                                                                                            8
           4. Larangan terhadap faham ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat

           5. Penciptaan norma baru harus melalui konsensus


Ada beberapa faktor lain yang mendorong pemikiran kita mengenai pancasila sebagai

ideologi terbuka ini antara lain :


   1. Kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika

       masyarakat kita berkembang denagn amat cepat.

   2. Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti marxisme, lenimisme. Dan

       komunisme.

   3. Pengalaman sejarah politik kita sendiri di masa lampau pengaruh komunisme sangat

       besar karena ideologi komunisme pada dasarnya bersifat tetutup, pancasila pernah

       merosot menjadi semacam dogma yang kaku.

   4. Tekad kita untuk menjadikan pancasila sebagai satu-satunya azas dalam

       bermasyarakat, berbagsa dan bernegara.


   Selain itu pancasila merupakan fungsi untuk memberikan orientasi ke depan,

mengharuskan bangsa Indonesia selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang

dihadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi dan lajunya sarana

komunikasi membuat dunia semakin kecil dan menguatnya intredependesi di kalangan

bangsa di dunia. Ini berarti bahwa pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh faktor-

faktor dari dalam negeri melainkan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terkait secara

mondial. Hal itu semua menunujukkan bahwa bangsa indonesia dihadapkan pada tantangan

yang survival yaitu tantangan memiliki cara hidup dan tingkat kehidupan yang wajar secara

manusiawi dan adil. Tantangan itu hanya bisa diatasi bila bangsa indonesia di satu pihak tetap

mempertajam identitasnya dalam ikatan persatuan nasional dan di lain pihak mampu



                                                                                                 9
mengembangkan dinamikanya agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.


   Untuk menjawab tantangan tersebut, jelaslah pancasila perlu tampil sebagai ideologi

terbuka karena ketertutupan hanya membawa kepada kemandegan. Keterbukaan bukan

berarti mengubah nilai-nilai dasar pancasila tetapi juga mengeksplisitkan wawasannya secara

lebih konkrit sehingga lebih memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk memecahkan

masalah-masalah baru. Suatu ideologi adalah terbuka sejauh tidak dipaksakan masyarakat

sehingga merupakan milik masyarakat. Ideologi tertutup sebaiknya memusatkan pandangan

hidup secara totaliter sehingga masyarakat tidak mengambil jarak terhadapnya dan mungkin

memilikinya.




                                                                                         10
 LAPORAN LELOMPOK




“PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT Dan IDEOLOGI

                            BANGSA”




                    DOSEN : Drs. ATIM SUPARMAN .M.pd

                PENYUSUN : ALBERTUS TRI MULYANTO

                              ERI HERMANSYAH

                               CATUR .S




     FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
           UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
                                 2010
                                 KATA PENGANTAR




Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME.


Atas karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. kami menyadari

bahwa sesungguhnya makalah ini belumlah sempurna dibanding dengan karya yang lainnya.

Tetapi kami berharap, justru dari yang tidak sempurna inilah mudah-mudahan tumbuh

motivasi untuk berbuat banyak demi kemajuan pendidikan Nasional di Indonesia umumnya,

dan kemajuan pendidikan di sekolah dasar khususnya.




Hormat kami                                                        Penyusun




                                                                                        ii
DAFTAR ISI


                                                                                                            Halaman


HALAMAN JUDUL....................................................................................i


KATA PENGANTAR.................................................................................ii


DAFTAR ISI............................................................................................iii


BAB I                PENDAHULUAN..................................................................1


BAB II               PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT


     A. Pengertian Tentang Filsafat................................................................2

     B. Pancasila Sebagai Filsafat..................................................................2

     C. Filsafat Pancasila Dalam Pandangan Integralistik..................................3

     D. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara.............................................4


BAB III              PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI


     A. Pengertian Ideologi...........................................................................5

     B. Hubungan Pancasila, Pandangan Hidup Dan Filsafat.............................6

     C. Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka.....................................7


DAFTAR PUSTAKA.................................................................................11




                                                                                                                      iii
Sukarliana, Lili (2008). Materi Pokok Pendidikan Pancasila Bagi Mahasiswa. Bandung :

Media Sarana Promo.


Poespowardojo, Soerjanto (1994). Filsafat Pancasila Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya.

Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.


Kaelan (1998). Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta : Paradigma Offset.


Ekalaya Jusuf, Daud (2001). Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Era Reformasi

Kehidupan Nasional Untuk Perguruan Tinggi. Bandung : Ekalaya Grup Penerbit




                                                                                         11

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:921
posted:5/24/2011
language:Indonesian
pages:14