makalah renang revisi

					                                     BAB I

                             PENDAHULUAN

A. Latar belakang
         Berenang adalah olahraga yang di gemari banyak orang saat ini, tapi
  kebanyakan orang tidak memperhatikan bahaya              yang ada pada olahraga
  renang,mereka hanya masuk kolam dan melakukan aktifitas didalam air , tidak
  berenang dengan gaya yang benar,hal ini bisa mengakibatkan cidera pada saat
  beraktifitas/ berenang.
         Sebelum berenang alangkah baiknya melakukan pemanasan, agar tidak terjadi
  cidera (kram) di dalam kolam. Dan beranang bisa menjadi lebih santai dan tidak cepat
  lelah.Tetapi kebanyakan orang tidak melakukan pemanasan sebelum berenang,
  cenderung mereka langsung terjun ke kolam dan berenang. Hal ini bisa
  mengakibatkan beberapa cidera saat berada dalam kolam , yang di antaranya adalah
  kram otot dan lain sebagainya. Tetapi kebanyakan orang tidak mengetahui cara
  penanganan pada cidera renang,maka disini akan di bahas tentang gaya
  berenang,cideraa renang, penanganan cidera berenang, serta pencegahan cidera
  berenang.


B. Rumusan masalah
         Karena berenang makin banyak di gemari , maka perlu halnya kita mengetahui
  macam macam gaya pada olahraga renang dan cidera dalam olah raga renang serta
  cara penanganan cidera pada olahraga renag, agar saat terjadi suatu hal yang tidak
  diinginkan saat berenag bisa segera diatasi.


C. Tujuan
  1. Untuk memenuhi tugas matakuliah “PENCEGAHAN dan PERAWATAN
     CIDERA”
  2. Untuk mengetahui sejarah olah raga renang serta sarana prasarananya.
  3. Untuk mengetahui macam macam gaya berenang
  4. Untuk mengetahui macammacam cidera olahraga renang serta cara
     penanganannya


                                                                                       1
                                   BAB II

                              PEMBAHASAN

A. Pengertian berenang

         Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa
  perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga.
  Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari
  ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.

         Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di kolam
  renang. Manusia juga berenang di sungai, di danau, dan di laut sebagai bentuk
  rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh
  dipakai sewaktu berenang.


B. Sejarah renang

         Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai
  berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan
  di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya.
  Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen
  tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan
  Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta
  Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor
  bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau
  Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die
  Schwimmkunst).Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah
  dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan
  gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan
  atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen
  menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan.

         Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896.
  Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade.


                                                                                    2
   Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada
   1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada
   diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.


C. Fasilitas dan peralatan

  1. Kolam renang
  Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah
  25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran
  Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam
  minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m
  dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di
  bagian lainnya adalah 1,0 m.

  2. Lintasan
  Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan
  pertama dan lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan
  yang sama panjang dengan panjang lintasan.

  Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang
  panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat
  berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut
  warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7,
  dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.

  Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan
  (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling
  tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3
  untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya
  secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

  3. Pengukur waktu
  Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh
  pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh
  ini hanya 1 cm.

  Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis.
  Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American
  Games 1967 di Winnipeg, Kanada.



                                                                                       3
  4. Balok start
  Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start
  dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat
  dari balok start.

  Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start
  adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start
  tidak melebihi 10°.

D. Gaya dalam berenang

  Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung,
  gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan
  renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam
  lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya
  renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya
  gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak
  mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun
  demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol
  (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang
  gaya bebas.

  1. Gaya bebas

  Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua
  belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh,
  sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke
  bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air.
  Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi
  miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa
  memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya,
  gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di
  air.


  Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu.
  Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa

                                                                                     4
membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas
bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.



2. Gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi
tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada
atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan
tetap.


Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di
depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar
badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang
berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di
permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-
kaki.


Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di
antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional,
perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

3. Gaya punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung
menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah
mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat
ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan
menghitung jumlah gerakan.

Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun
dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian
digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di
luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.


                                                                                  5
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya
kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung
melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan
kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua
belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama
kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang
tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas

4. Gaya kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke
bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua
belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip
ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung
sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di
luar air.

Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru.
Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu
perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.


Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang.
Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara
bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari
perenang gaya bebas.

Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat
menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.




                                                                                   6
E. Peraturan saat berenang

             Saat anda berada dalam kolam hendaklah anda patuhi peraturan peraturan
    sebagai berikut :


   Berhati – hatilah akan ketrampilan berenang anda di lingkungan kolam setiap waktu.
   Meskipun anda berenang di kolam pribadi atau umum, ingatlah untuk berhati – hati .
   Perenang – perenang pemula harus di jaga oleh orang dewasa yang mempunyai
    penggunanan alat keselamatan dan prosedur darurat. Ingatlah bahwa nyawa manusia
    itu berharga.
   Tidak boleh berenang setelah makan.
   Pemanasan badan sebelum anda berenang untuk mencegah kram.
   Mengetahui ketrampilan berenang, dan mengetahui apa yang pantas anda lakukan dan
    tidak pantas anda lakukan, jangan ambil resiko di sekitar tempat latihan untuk
    menghindari kecelakaan.
   Belajar untuk mengapung dan santai di dalam air.
   Jika anda baru saja belajar berenang, sebaiknya belajar di tempat yang dangkal.
   Jangan pernah berenang sendiri walaupun anda seorang perenang yang baik. Lebih
    baik berenang dengan seorang pengawal kolam sedang bertugas.
   Jika anda sedang bertugas mengawasi anak – anak yang berenang, jangan sekali – kali
    melepaskan pandangan anda dari kolam. Mereka dapat tenggalam dengan cepat.
   Orang yang kurang pinter berenang, mestinya tidak bermain rakit atau bermain ski air
    tanpa baju pelampung yang sempurna.
   Jika anda mendapatkan kram di lengan tanganmu, betis dan telapak kaki ketika
    berenang, segera berhenti dan meregangkan otot diluar kolam.
   Jika kamu merasakan kram datang saat berenang, segera berubah arah tujuan untuk
    menepi.
   Jangan berenang pada malam hari di laut, sungai, danau, kali atau kolam yang kurang
    pencahayaan.
   Meminta bantuan manakala jika mendapatkan kesulitan dengan berteriak dan
    melambaikan tanganmu.
   Keluarlah dari kolam jika ada kilat dan petir.
   Jangan berenang dibawah dengan membawa papan selancar atau papan penyelam
    karena dapat melukai perenang lainnya jika bertabrakan.
   Jangan berlari mengitari tepi kolam, kamu bisa tergelincir dan mendapatkan luka atau
    jatuh.

                                                                                         7
      Jangan menceburkan orang lain dan ini dapat menghancurkan kepercayaan diri orang
       tersebut.
      Jadilah lebih bijaksana daripada perenang lainnya. Mengamati jalur dimana anda
       berenang , maka anda tidak akan bertabrakan dengan perenang lainnya.
      Jika diijinkan menggunakan peralatan, gunakanlah dengan hati – hati
      Jangan melompat ke kolam tanpa memperhatikan apakah aa seseorang lain dibawah.
      Jangan bercanda di kolam, karena dapat melukai teman anda dengan dindinga tepi
       kolam.
      Jangan berenang pada saat gelap kecuali jika ada pencahayaan yang cukup baik.
      Pastikan kolam tempat latihan anda tersedia alat pengapungan dan peralatan
       penolong.
      Hindari anak – anak bermain dengan pesta pora dikolam yang dalam tanpa diawasi.
      Jangan pernah meninggalkan anak – anak kecil tanpa pengawasan siapapun di kolam,
       karena anak – anak tidak pernah berpikir air sebagai bahaya, secara insting mereka
       sangat lengah. Meninggalkan mereka sendiri di kolam tanpa pengawasan dapat
       berakibat FATAL.
      Angkatlah anak – anak kecil keluar dari kolam jika ada telepon berbunyi atau jika
       kamu harus melaksanakan beberapa tugas ringkas.
      Jika ada seorang anak yang hilang carilah dikolam pertama kali untuk
       menyelamatkannya.
      Ingat bahkan perenang yang baikpun dapat tenggelam.

Catatan Penting untuk semua cabang olah raga :

Untuk keselamtan dan kenyamanan yang maksimum, ketika kamu olahraga, selalu
melakukan pemanasan badan sebelum kamu memulai beraktifitas olahraga macam apapun,
dan melakukan pendinginan pada saat selesai. Hindarilah kekakuan dalam perengangan
sebelum dan setelah berenang. Pemanasan juga membantu menyiapkan badan untuk dapat
melakukan gaya renang yang spesifik . Diluar kolam, lakukan perengangan dan pelenturan
otot dengan lembut dan setelah berada dikolam, lakukan latihan secara khusus untuk dapat
menyesuaikan dengan keadaan diair. Ini tidak hanya untuk pemanasan tetapi membantu
meningkatkan kekuatan dan otot. Lakukan renang secara pelan dan terus menerus atau
bereang dalam jarak yang pendek. Gunakanlah kombinasi gaya renang untuk penyesuaian
badan di air.




                                                                                            8
F. Cidera saat berenang

Otot Tertarik atau Kram (Strains)

           Gerakan    yang    dilakukan    pada   keadaan    otot   tidak     siap   dapat
   mengakibatkan ketegangan berlebihan yang tidak dapat dikendalikan pada otot, atau
   yang sering disebut juga sebagai kram otot. Kram otot umumnya terjadi saat
   mendekati akhir latihan.     Kontraksi/kejang otot ringan mula-mula berkembang
   pada awal latihan, yang bertambah berat saat seseorang mengalami kelelahan
   dan berkurang jika kerja otot dikurangi atau otot diregangkan.         Kram otot akan
   meningkat kemungkinannya jika panjang otot dalam keadaan yang sangat
   memendek.      Otot yang mengalami kram akan tampak sangat tegang, bergerak-
   gerak di bagian tengahnya dan menimbulkan nyeri.


   Kram dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain :
      Otot yang kelelahan
      Penggunaan otot yang berlebihan
      Kurangnya elektrolit tubuh (Ca dan K) karena keluar melalui keringat
      Penumpukan asam laktat ( hasil metabolisme di otot)
      Terganggunya oksigenisasi jaringan otot
      Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot



   Pada perenang kram sering terjadi di :


      Otot tungkai bawah bagian belakang (otot betis)
      Otot punggung kaki –> biasanya terjadi karena gerakan yang tidak
       sempurna saat renang menggunakan fin (sepatu katak)
      Otot tungkai atas (paha) bagian depan maupun belakang.




                                                                                         9
   G. Penanganan Kram
         1. Penanganan kram dalam air

         Kram memang bukan sebuah masalah besar jika kita berada di darat, tapi bila kita
sedang di air yang dalam maka kram akan mengancam jiwa kita. Penyebab utama
tenggelamnya seorang perenang akibat kram adalah kegagalan dalam mencegah terjadinya
panik.


         Sering kita lihat ketika perenang mengalami kram, dia akan langsung berusaha ke
tepi, sehingga akan terlihat gerakan yang tidak teratur dan laju renangnya pun lambat.
Gerakan yang tidak teratur ini disebabkan oleh rasa sakit dan kepanikan perenang. Jika di
kolam renang, langsung berusaha ke tepi sesaat terjadi kram mungkin menjadi solusi yang
bagus, namun bila open water (danau, sungai, laut) jelas ini bukan solusi yang baik.


         Penanganan kram di darat maupun di air sebenarnya memiliki prinsip yang sama yaitu
lakukan peregangan . Langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kram adalah :


   1. Bersikap tenang dan jangan berusaha ke tepi
   2. Tarik napas dalam dan tahan
   3. Lakukan peregangan dan pemijatan pada otot yang kram
   4. Jangan lakukan gerakan apapun kecuali peregangan (walaupun badan kita
         tenggelam)
   5. Tarik napas lagi, kemudian lakukan peregangan lagi
   6. Ulangi sampai nyerinya reda
   7. Setelah reda barulah berenang ke tepi, usahakan tidak menggunakan otot yang
         tadi kram
   8. Setelah di tepi lakukan kembali peregangan sampai otot terasa nyaman


Ada dua posisi utama untuk peregangan di air (untuk otot-otot di ekstremitas bawah), yaitu :


   a) Posisi 1 : Tekuk lutut ke arah dada, dan tarik jari kaki dan telapak kaki ke arah
         punggung kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot betis dan otot paha
         bagian belakang



                                                                                           10
   b) Posisi 2 : Tekuk paha ke belakang, tekuk lutut, tarik jari kaki dan punggung
          kaki ke arah telapak kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot punggung
          kaki dan otot paha bagian depan


          Latihlah teknik penanganan kram di air ini, karena pada saat terjadi kram yang kita
butuhkan adalah gerakan spontan tanpa berfikir, sehingga dapat terhindar dari panik.

   2. Penaganan kram di darat

          Prinsip dasar penanganan kram adalah meregangkan otot berlawanan dengan arah
kejang. Ditambah dengan pijatan pada otot yang kram untuk membantu pelemasan otot
sehingga sirkulasi oksigen, elektrolit dan zat metabolik menjadi lancar.


          Peregangan otot yang kram dilakukan secara perlahan, jika sakit jangan di kendurkan
tapi pertahankan posisi. Jika nyeri hilang tambah lagi peregangannya. Lakukan sampai nyeri
hilang.


Contoh posisi penanganan :


             Otot betis : luruskan lutut , tekan telapak kaki ke arah punggung kaki.
              Lakukan pemijatan pada otot betis
             Otot punggung kaki : tekan punggung kaki dan jari kaki ke arah telapak
              kaki (sehingga seperti penari balet). Lakukan pemijatan pada otot
              punggung kaki
             Otot Paha belakang : luruskan lutut, angkat tungkai bawah dan lakukan
              pemijatan
             Otot paha depan : tekuk lutut dan lakukan pemijatan


   H. Pencegahan Kram

             Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai olah raga
             Tidur cukup
             Cukup minum sebelum, saat dan setelah olah raga, jika perlu yang
              mengandung elektrolit (mis. oralit)




                                                                                          11
I. Resiko dalam berenang
         Kecelakaan di air karena bisa menyebabkan cedera hingga kematian akibat
  tenggelam. Sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu kedalaman kolam
  renang, sungai, atau laut yang ingin direnangi
         Berenang di sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila datang arus deras
  atau ombak besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh alkohol dan
  obat-obatan dilarang untuk berenang
         Kaca mata renang bisa mencegah mata orang yang memakainya dari iritasi.
  Berenang di air kotor akan menyebabkan penyakit kulit dan iritasi mata. Di kolam
  renang, bakteri penyebab penyakit dikendalikan dengan pemberian kaporit.
  Pergantian air yang teratur akan meningkatkan kualitas air kolam yang sehat.




                                                                                  12
                                           BAB III

                                         PENUTUP

A. kesimpulan
        Kram terjadi karena kelelahan otot, dikarenakan beberapa hal yang di
antaranya adalah kelelahan otot dan penggunaan otot yang berlebihan, pada perenang
bagian yang sering terjadi kram adalah Otot punggung kaki biasanya terjadi karena
gerakan yang tidak sempurna saat renang menggunakan fin (sepatu katak),dan pada
betis karena kurangnya pemanasan sebelum berenang. Gaya yang baik sat berenang
adalah gaya dada , karena Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk
renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang
lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada
menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam
keadaan tetap.


B. Saran
        Untuk menghindari kram saat berenang hendaklah lakukan pemanasan, untuk
pencegahan terjadinya kram minum yang banyak jika bisa yang mengandung
elektrolit, dan tidur cukup serta olah raga teratur.




                                                                                            13
                               DAFTAR PUSTAKA

Budi Hantoro – Chiples, Jenis Cedera Dalam Olahraga from :
http://ch1ples.wordpress.com/2008/03/25/jenis-cedera-dalam-olahraga/ 22 mei 2011

Dream,Peraturan berenang .from : http://dreamlandbumiayu.blogspot.com/2009/02/peraturan-
berenang.html 18 mei 2011



Gornel D. Muscle Cramp of sceletal muscle. Retrieved from
http://www.medicinenet.com/muscle_cramps/article.htm. 19 mey 2011

Kerwin A. First Aid Handbook . Parragon, 2004
Mayo clinic. Muscle Cramp. Retrieved from
http://www.mayoclinic.com/health/muscle-cramp/DS00311. 20 mei 2011

Marsden A.K, Moffat C, Scot R. First Aid Manual 6th edition. London : Dorling
Kindersley


Sejarah dan pengertian gaya renang. From http://www.gudangmateri.com/2010/10/sejarah-
pengertian-dan-gaya-renang.html 24 mei 2011




                                                                                           14

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:11201
posted:5/24/2011
language:Indonesian
pages:14