Permintaan dan Penawaran

Document Sample
Permintaan dan Penawaran Powered By Docstoc
					PENGARUH PERMINTAAN DAN PENAWARAN PADA

        KENAIKAN HARGA KEDELAI




                     Penyusun :


       Nama    : Gusti Alif Prassojo


       NIM    : A1C010102




              FAKULTAS PERTANIAN


      UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


                  PURWOKERTO


                         2011
         A. JUDUL

PERMINTAAN DAN PENAWARAN
                               B. PENDAHULUAN

   1. Latar Belakang


     Bangsa Indonesia terancam krisis protein nabati karena harga kedelai yang terus

melambung dan berdampak pada kenaikkan harga barang konsumsi yang berbahan

baku kedelai. Penduduk Indonesia mayoritas terdiri dari kelas ekonomi menengah ke

bawah. Tidak memungkinkan bagi kelas ekonomi menengah ke bawah untuk

mencukupi kebutuhan akan protein dengan membeli protein hewani. Sebagai suatu

alternatif protein nabati sangat diminati. Harga yang relative murah, kandungan gizi

yang lebih baik, dan rasa yang enak membuat protein nabati ( khususnya tempe )

sangat diminati.


     Seiring berjalannya waktu, produk olahan kedelai yang sangat diminati lama

kelamaan menunjukan tanda – tanda kelangkaan. Indonesia tidak mampu lagi

memenuhi kebutuhan pasar akan kedelai. Hal itu mengakibatkan Indonesia harus

mengimpor kedelai dari luar negeri. Indonesia yang disebut sebagai negara yang

subur dan mayoritas penduduknya adalah petani tetap tidak mampu mencukupi

permintaan pasar.


     Mengimpor barang konsumsi pastilah akan memiliki dampak negatif yaitu

suatu ketergantungan dan bahaya inflasi. Berawal dari hal itulah saya tertarik untuk

menyelidiki keterkaitan atau hubungan antara naiknya harga kedelai dengan hukum

permintaan dan penawaran.
   2. Tujuan


     Menyelidiki hubungan antara hukum permintaan dan penawaran dengan

kenaikan harga kedelai.
                          C. TINJAUAN PUSTAKA




     Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli

untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi sedangkan

penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan

untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar

ekonomi.


     Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit

jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin

banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan

kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan

permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas

ekuilibrium.


     Hukum penawaran adalah makin tinggi harga suatu barang, makin banyak

jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga

suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Kenaikan harga

penawaran akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium dan menyebabkan

kenaikan kuantitas ekuilibrium. Penurunan penawaran menyebabkan kenaikan harga

ekuilibrium dan menyebabkan penurunan kuantitas ekulibrium
         Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan

antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para

pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riil di masyarakat tentang jumlah

permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk

tabel.


         Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan


oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :


    1. Harga barang itu sendiri

    2. Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut

    3. Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat

    4. Selera seseorang atau masyarakat

    5. Jumlah penduduk.


         Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan

hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang

mempengaruhinya.


         Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan seperti yang telah

disebutkan diatas, maka dapat disusun fungsi permintaan umum, sebagai berikut :


Qd = f ( Pq, Ps.i, Y, S, D), di mana :
Qd = jumlah barang yang diminta


Pq = harga barang itu sendiri


Ps.i = harga barang-barang substitusi ( i = 1,2,…,n)


Y = pendapatan


S = selera


D = jumlah penduduk.


     Pengaruh Faktor-Faktor Selain Harga Barang Itu Sendiri Terhadap Permintaan


Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga

barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan ke kiri atau ke

kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan

pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan.


Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran :


1     Harga barang itu sendiri


2     Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)


3     Biaya produksi
4     Tujuan-tujuan perusahaan


5     Tingkat teknologi yang digunakan


      Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat

harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual.

Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan

jumlah penawaran barang tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel

penawaran).


      Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara

jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang

mempengaruhinya. Fungsi penawaran secara umum ditulis :


Qs = f (Pq, Pl.i, C, O, T), di mana :


Qs = jumlah barang yang ditawarkan


Pq = harga barang itu sendiri


Pl.i = harga barang-barang lain (i = 1,2, ….,n)


O = tujuan-tujuan perusahaan


T = tingkat teknologi yang digunakan.
     Apabila pengaruh harga barang itu sendiri (Pq) terhadap jumlah barang yang

ditawarkan (Qs) ditunjukkan oleh gerakan naik-turun di sepanjang kurve penawaran,

maka untuk pengaruh harga barang-barang lain (Pl), biaya produksi (C), tujuan-

tujuan perusahaan (O), dan teknologi (T) ditunjukkan oleh pergeseran kurve

penawaran ke kiri atau ke kanan.


     Tingkat harga di mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama

dengan jumlah barang yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian

dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.


     Penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan dalam keadaan

keseimbangan dapat dilakukan melalui tiga cara :


   1. tabel (angka)

   2. grafik (kurve)

   3. matematik


     Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan

tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.

Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve

permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran. Keadaan

keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan

persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
     Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga

yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.

Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil

kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas

yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah

tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan

pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.


     Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan

tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.

Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve

permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran. Keadaan

keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan

persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
                                  D. PEMBAHASAN




      Hukum permintaan dan penawaran sangat erat kaitannya dengan harga barang

dan jumlah barang. Harga dan jumlah barang di pasar ditentukan oleh banyaknya

konsumen yang mencari atau menginginkan barang tersebut (permintaan) dan juga

barang yang dimiliki oleh produsen (penawaran). Belum tentu bila permintaan besar

barang yang dihasilkan juga besar. Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali faktor

– faktor produksi yang tentunya mempengaruhi produksi. Sebagai contoh teknologi

yang digunakan, dan ketrampilan tenaga kerja. Penawaran yang tinggi juga belum

pasti memiliki permintaan yang tinggi, karena permintaan dipengaruhi oleh jumlah

uang yang dimiliki, selera, dan lain – lain.


      Permintaan dan penawaran di sini berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh

aliran makro klasik penawaran menciptakan permintaannya sendiri ( supply creates

its own demand ). Menelusuri lebih dalam lagi keterkaitan permintaan dan penawaran

pada harga kedelai bagi saya sendiri merupakan suatu hal yang rumit bila dijabarkan

dengan menggunakan bahasa saya. Sebagai suatu alternatif untuk mempermudah

meneliti dan menelusuri hubungan antara permintaan dan penawaran, saya akan

mencoba membahasnya menggunakan sebuah kasus yang nantinya akan diselesaikan

dengan hukum permintaan dan penawaran.
      Kita tahu harga kedelai semakin hari semakin beranjak naik. Pada suatu waktu

harga kedelai naik pada tingkat yang bisa dibilang terlalu mahal. Kenaikan tersebut

diakibatkan karena permintaan pasar yang tinggi serta petani local yang tidak mampu

bersaing dengan kedelai impor. Merasa sebagai suatu beban, maka sekelompok

mahasiswa melakukan demo besar – besaran menuntut turunnya harga kedelai.

Apakah pemerintah akan menurunkannya?, bila pemerintah menurunkannya apa yang

terjadi pada pasar kedelai dan pasar tahu?


      Sebagai permulaan kita dapat menggambar sebuah grafik permintaan dan

penawaran pada pasar kedelai. Permintaan akan kedelai tetap, harga kedelai turun

dari P0 ke P1. Lihat grafik




      Hukum permintaan berbunyi bila barang banyak maka harga turun. Hukum

penawaran berbunyi bila barang sedikit harga naik. Pemerintah memang sudah

menurunkan harga kedelai, lalu apa yang terjadi? Turunnya harga menyebabkan titik
keseimbangan bergeser. Realita yang ada adalah harga turun, permintaan tetap, dan

jumlah tetap. Hal tersebut akan mengakibatkan kelangkaan kedelai di pasar.


     Pada pasar tahu kita dapat memulainya dengan menggambar grafik permintaan

dan penawaran. Lihat grafik.




     Kedelai yang langka di pasar menyebabkan jumlah barang / quantity bergeser

ke kiri. Penawaran yang sedikit sedangkan permintaan tetap mengakibatkan naiknya

harga tahu.


     Hasil di atas dapat menjawab pertanyaan kita. Pemerintah tidak akan

menurunkan harga kedelai secara langsung, tetapi mungkin dengan meningkatkan

produksi kedelai sehingga jumlah barang yang ditawarkan banyak dan harga turun.

Penurunan harga kedelai yang sepihak oleh pemerintah pastinya akan menghancurkan

perekonomian bangsa, langkanya kedelai dan naiknya harga produk olahan kedelai.
                              E. Kesimpulan



1. Hukum permintaan sangat berpengaruh pada naiknya harga kedelai karena

   dengan tingginya harga permintan akan sedikit, begitu pula sebaliknya.

2. Hukum penawaran sangat berpengaruh pada naiknya harga kedelai karena

   dengan tingginya harga penawaran akan semakin tinggi, begitu pula

   kebalikannya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:904
posted:5/23/2011
language:Indonesian
pages:14