Docstoc

HAJI

Document Sample
HAJI Powered By Docstoc
					                       ( HAJI DAN UMRAH )




                        DISUSUN OLEH  :
              ARIF MUH. ALHANA ANUL HABIB            (05)
              FRISSYLIA SANDY VALENTINE              (11)
              GALIH HAYU LATIFA                      (12)
              MUHAMMAD ABI RAHMAT PUTRA              (17)


KELAS            : X TKJ A
P. KEAHLIAN      : Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ)

    SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8 MALANG
                   JAWA TIMUR
                    2009 / 2010
                       KATA PENGANTAR

   Puja dan puji syukur Kami ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan tugas
Agama Islam yang berjudul “Haji dan Umrah” ini dapat terselesaikan
dengan baik dan lancar.
      Laporan ini berisi pengertian Haji dan Umrah, mulai dari syarat
wajib haji, sunnah haji, pengertian umrah, serta hal hal yang
berhubungan dengan haji dan umrah.
   Kami yakin bahwa penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan karena keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan, maka dari segala bentuk kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca sekalian akan kami terima dan hargai guna
memperbanyak ilmu pengetahuan yang Kami miliki
   Demikian kata pengantar ini Kami buat, semoga dapat bermanfaat
bagi semua terutama Kami dan pembaca sekalian.
HAJI
        Haji (Bahasa Arab: , Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima
setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan
yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan
berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu
waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan
ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.

       Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam
di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah
melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat
Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan
dengan perayaan ibadah haji ini.


Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. [1] Menurut
etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.
Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk
melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu
dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai
sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i,
wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.


Latar belakang ibadah haji

Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari
nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum
pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja
pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam
datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai
dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah
rasul. [2]Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan
oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim(nabinya agama Tauhid).
Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi
Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar
Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk
mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail.
Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan
Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.


Jenis ibadah haji




Ritual haji, rukun Islam yang terakhir.
Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah
SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.

         Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun
         hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang
         berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di
         Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah.
         Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[3][1]
     Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[1]

        Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang
          bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah.
          Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan
          pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu.
          Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali
          untuk melaksanakan umrah.
        Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan
          umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan
          pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat
          juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama,
          tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
        Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang
          dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk
          melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian
          ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai
          selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah,
          melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.

Kegiatan ibadah haji
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:

      Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk
    melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
     8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Dzulhijjah, semua umat Islam
    memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian
    berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina,
    sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
      9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah
    melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga
    Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
       10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk
    melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu
    pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut,
    jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan
    jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
       11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu
    ketiga.
       12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu
    ketiga.
      Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf
    perpisahan).
Rukun, Wajib Dan Sunnah-Sunnah Haji

 Ibadah haji adalah salah satu di antara ibadah-ibadah dalam Islam. Dengan demikian dia
memiliki rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah. Dan disini kami akan menukil
secara ringkas mengenai rukun, wajib dan sunnah-sunnah haji, sebagai berikut:

RUKUN-RUKUN HAJI.

      Ihram/niat karena Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
       "Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan
       memurnikan ketaatan kepada-Nya (dalam menjalankan agama) dengan lurus…" (QS. Al-
       Bayyinah: 5)
       Dan Rasulullah bersabda:

                                                                                 ‫إّنم أل ل ب ّنّي ث‬
                                                                                 ِ ‫َِ َا اْ َعْمَا ُ ِانَِا‬

       "Sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niat."

      Wuquf di 'Arafah.
       Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

                                                                                             ٌ َ َ‫انْ َ ُ عَس‬
                                                                                             ‫حّج فت‬

       "Ibadah haji adalah wuquf di Arafah."

      Thawaf ifadhah.
       Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
       "…Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)."
       (QS.Al-Hajj: 29)



      Sa'i antara Shafa dan Marwah.
       Karena Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaksanakannya dan beliau bersabda:

                                                                ‫ِ َ إّن هه ك َب ه كم ّس ى‬
                                                                َ ْ‫اسْعىْا فَِ َ انَ َ َخ َ عََّيْ ُ ُ ان َع‬

       "Laksanakanlah sa'i karena sesungguh-nya Allah telah mewajibkan sa'i atas kamu
       sekalian."
       Sebagian ulama ada yang mema-sukkan "Mabit di Muzdalifah hingga shalat Shubuh
       disana" sebagai salah satu di antara rukun haji, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu
       alaihi wasalam kepada 'Urwah bin Mudharris ath-Thai Radhiallaahu anhu :
             ‫ق م ِك ب ف ن ْ َ ّن ز ف م حُّ ُ قَ َفثه‬                                          ْ َ ‫َ ف مع حخ ف‬                               ‫م ْ د َالح‬
             ُ َ َ ‫َن شَـهِ َ ص َ َّنَا هَرَا ووَقَ َ َ َّنَا َ َى ّنَدْ َع وَقَد وَقَفَ َبْ َ ذَن َ َعَسَ َتَ َّيالً أوْ َهَا ًا ََقَدْ حَ َ َ ُه وَ َ َى ح‬

         "Barangsiapa yang menyaksikan shalat kami ini, dan wuquf bersama kami hingga kami
         bertolak )dari Muzdalifah,-Pent), sedang dia telah wuquf sebelum ini di 'Arafah di siang
         hari atau di malam hari, maka telah sempurna hajinya dan hilanglah kotorannya.”

Kewajiban-Kewajiban Haji

        Berihram dari miqat dengan melepaskan pakaiannya dan memakai pakaian ihram,
         kemudian berniat dengan mengucapkan:

                                                                                              ‫نب ْ ههم حُّ ً و ع َة‬             ‫نب ْ ههم بع َة‬
                                                                                              ً ‫ ََّيكَ انَ ُ َ َ َت َ ُمْس‬tata ٍ ‫ََّيكَ انَ ُ َ ِ ُمْس‬

        Menginap di Mina pada malam hari-hari Tasyriq.
        Melempar Jumratul 'Aqabah pada hari Raya 'Idul 'Adhha (Tanggal 10 Dzul-hijjah)
         dengan menggunakan tujuh batu kecil.
        Melempar tiga jumrah secara berurutan (Jumrah Shugra, Jumrah Wustha, dan Jumrah
         'Aqabah), masing-masing dengan tujuh batu kecil, pada hari-hari Tasyriq sesudah
         tergelincirnya matahari.
        Melaksanakan thawaf Wada' berdasar-kan hadits 'Abdullah Ibnu 'Abbas Radhiallaahu
         anhu :

                                                            ِ ِ‫ُمِ َ انَا ُ َّنْ َكىْ َ آخِ َ َهْ ِهِمْ ِانْ َّيجِ ِ َ ََ ُ ُ ِ َ َ ِ انْمَسْأ ِ انْحَائ‬
                                                            ‫ض‬          ‫َة‬         ‫أ س ّن س أ ي ُ ّن س ع د ب ب ْ إّال أّنه خفف عن‬

         "Manusia (para jama'ah haji) diperintahkan untuk menjadikan (thawaf wada') disekeliling
         Ka'bah sebagai masa terakhir mereka (ketika akan meninggalkan Makkah,-Pent), hanya
         saja diberi keringanan bagi wanita yang haidh (untuk tidak melaksanakan thawaf wada',-
         Pent).

        Mencukur rambut kepala hingga bersih atau memendekkannya, hal ini berdasarkan
         firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
         "Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebena-ran
         mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki
         Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman dengan mencukur rambut kepala dan
         mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut." (QS. Al-Fat-h: 27)

         Dan dari 'Abdullah bin 'Umar Radhiallaahu anhu , bahwasanya Rasulullah Shalallaahu
         alaihi wasalam bersabda:

  ‫ق ُ و مَقّصس ن َ ُ ل‬                        ‫ه ل ههم م م هَق‬                             ُ َ ‫ن و مَقّصس ن‬                           ‫ههم م م هَق‬
  َ ْ‫انَ ُ َ ازْحَ ِ انْ ُحَِ ِّيْنَ ، قَاُـىْا: َ انْـ ُ َ ِ ِيْ َ يَا زسىْلَ انَه؟ قَا َ: انَ ُ َ ازْحَ ِ انْ ُحَِ ِّيْنَ ، َانىْا: َ انْ ُ َ ِ ِيْ َ يَا زسى‬
                                      َ ْ‫انَه؟ قَا َ: انَ ُ َ ازْحَ ِ انْ ُحَِ ِّيْنَ، َاُـىْا: وَ انْـ ُ َ ِ ِيْ َ يَا زسىْ َ انَه؟ َا َ: َ انْ ُ َ ِ ِي‬
                                      ‫مَقّصس ن َ ُ ل ه ق ل و مَقّصس ن‬                                       ‫ه ل ههم م م هَق ق ن‬

         "Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur (rambut kepala mereka,-Pent) Para
         Sahabat berkata: „Dan orang-orang yang memendekkan juga, ya Rasulullah?‟ Beliau
         berkata: „Ya Allah rahmatilah orang-orang yang mencukur‟. Mereka berkata lagi: „
         Orang-orang yang me-mendekkan juga, ya Rasulullah?‟ Beliau berkata lagi: 'Ya Allah,
         rahmatilah orang-orang yang mencukur' Mereka berkata lagi: „ Orang-orang yang me-
         mendekkan juga, ya Rasulullah?‟ Beliau berkata: „Dan juga orang-orang yang
         memendekkan.”


 Syarat Haji                     Rukun Haji                     Wajib Haji


                                 Ihram (niat)                   Ihram yakni niat berhaji
 Islam                                                          dari Miqot


                                 Wukuf di Arafah                Mabit di Muzdalifah
 Baligh (dewasa)


 Aqil ( berakal )                Thawaf Ifadhah                 Mabit di Mina


 Merdeka (bukan budak)           Sa‟i                           Melontar Jumroh Ula,
                                                                Wustho dan Aqobah


 Istitha‟ah (mampu)              Cukur                          Thawaf Wada’


                                 Tertib




Lokasi utama dalam ibadah haji

Makkah Al Mukaromah
         Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di
pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah
ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.

Arafah
         Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat
wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang
luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar
musim haji, daerah ini tidak dipakai.

Muzdalifah
       Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji
melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah
di Mina.

Mina
       Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke
tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising
tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula,
dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.



Madinah
Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad
SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah
haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang
letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk
berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam
masjid ini.



Tempat bersejarah
        Berkiut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum
biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya[4]:

Jabal Nur dan Gua Hira
Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat
sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima
wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua
Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammadsaw
dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah
ke Madinah.

Jabal Rahmah
Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun
dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada
NabiMuhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

Jabal Uhud
Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat
antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70
orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw.
Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya
hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.

Makam Baqi'
Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji
yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid
Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para
sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam
yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan [5]

Masjid Qiblatain
Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke
arah Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi
Muhammad saw melakukan shalat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah
ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat shalat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah.
Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain
yang berarti masjid berkiblat dua.
Ini adalah kondisi atau suasana di makkah
UMRAH
        Umrah (bahasa Arab: ‫ )عمرة‬adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir
mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah
di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shofa
dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji
kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan
sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji
hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah
serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Tipe Umrah

Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan
haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.

    1. Umrah Mufradah
    2. Umrah Tamattu'
    3. Umrah Sunah
Tata Cara umrah

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

    1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
    2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang,
       sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada
       hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
    3. Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika 'umrotan atau Labbaikallahumma
       bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup
       dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu
       mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda
       wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka.
    4. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum
        memasukinya.
5. Sesampai di ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar
   aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan
   mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya,
   maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa.
   Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.
7. Shalat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil
   haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada
   raka'at kedua.
8. Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan
   dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu
   bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali
   tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu.
   Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu
   wahdahu anjaza wa'dahu wa shodaqo 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x.
   Kemudian berdoa sekehendaknya.
9. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai
   dengan doa.
10. Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya
    dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
11. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas
    ujung jari bagi wanita.
12. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:117
posted:5/23/2011
language:Indonesian
pages:14