Mengurai Benang Merah Antara Ahlul Bidah Dgn Yahudi Dan Nashoro

Document Sample
Mengurai Benang Merah Antara Ahlul Bidah Dgn Yahudi Dan Nashoro Powered By Docstoc
					     Mengurai Benang Merah Antara Ahlul Bid'ah
           Dengan Yahudi Dan Nashara
Ihwal pembicaran tentang ahlul bid’ah, sebenarnya menarik kita untuk
menelaah histori ideologi umat terdahulu, sehingga kita dapat gambaran
mereka yang transparan dalam seluruh aspek kehidupan. Seseorang kadang
secara tidak sadar, telah terbelenggu dalam atmosfer pemikiran atau karakter
mereka. Karenanya, perlu sekali kita menengok sejenak perihal seluk beluk
mereka agar tidak terkena getah busuknya. Kiranya, nasehat Khalifah Umar bin
Khaththab perlu kita perhatikan. Beliau Radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan:
“Aku pelajari kejahatan (keburukan) bukan untuk mengaplikasikannya, namun
sebagai perisai diri. Barang siapa yang tidak mengetahui hakikat kejahatan,
maka dia akan terjerumus di dalamnya”

Yahudi dan Nashara, dua umat terdahulu, telah membangun peradaban dan
menguasai dunia. Sehingga sedikit banyak akan menjadi kiblat umat lain.
Rasulullah telah mensiyalir, sebagian umatnya akan mengekor sunnah (gaya
hidup) mereka dalam arti yang luas. Rasulullah bersabda: "Kalian benar-benar
akan mengikut sunah (gaya hidup) umat sebelum kalian, sehasta demi hasta,
sedepa demi sedepa, sampai kalau mereka memasuki lubang Dhob Kadal Gurun)
pun, kalian akan mengikutinya. Para shahabat bertanya,” Siapa mereka Ya
Rasulullah? Apakah Yahudi dan Nashara? Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,” Siapa lagi kalau (bukan mereka)”

Termasuk karakter ahli bid’ah adalah talaqqi (mengambil/menerima) ilmu dari
umat-umat terdahulu. Konsekwensinya, kita perlu membuka tabir jati diri ahli
bid’ah, sejauh mana mereka mengadopsi konsep dari luar Islam. Pasalnya, ada
benang merah antara golongan-golongan yang ada dalam Islam (Ahlul bid’ah)
dengan mereka. Seperti yang disinyalir oleh Rasulullah dalam hadits di atas.
Mari kita lihat sebagian hasil kerja keras ulama dalam membeberkan kedok ahli
bidah dalam tasyabuh mereka terhadap Yahudi dan Nashara. Semoga gambaran
sekelumit tentang profil Ahli bidah dapat mengarahkan kita untuk lebih intensif
dalam menelaah sirah Salafush Shalih. [1]

TASYABBUH FIRQAH AHLI BID’AH DENGAN YAHUDI *2+

KHAWARIJ
1. Firqah Khawarij mengklaim dirinya sebagai ahli syurga, melihat keshalihan
dan kesuksesan mereka.. Selain komunitas mereka, hanyalah kumpulan orang-
orang kafir. Klaim seperti ini bagian dari ciri khas Yahudi, yang membatasi
kebenaran pada lingkaran mereka saja, sedangkan orang yang berseberangan
dengan mereka berada di atas lini yang salah. Firman Allah: Dan orang-orang
Yahudi berkata, ”Orang-orang Nasrani tidak mempunyai pegangan" [Al-Baqarah
:113].

Dalam ayat lain Allah berfirman: Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-
kekasih-Nya. [Al Maidah:18]

2. Khawarij tega memerangi lawan-lawannya yang tidak sepaham dengan
pemikiran, aqidah dan ide-ide mereka. Demikian juga Yahudi, berusaha
memberangus lawan-lawannya. Allah bercerita tentang mereka: Apakah setiap
datang pada kalian seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak
sesuai keinginanmu lalu kalian angkuh, maka beberapa orang (diantara mereka)
kalian dustakan dan beberapa orang yang lain kalian bunuh” *Al Baqarah:87+

3. Bertindak ekstrim dalam beragama ,hukum dan vonis (kafir) terhadap
individu, salah satu trademark aliran theologi ini. Praktek beragama model ini,
produk asli Yahudi. Allah berfirman: “Wahai Ahli Kitab janganlah kalian
melampau batas dalam agamamu dan jangan mengatakan terhadap Allah
kecuaIi yang benar..” *An Nisa:171+. Orang-orang Khawarij telah mendahului
aturan Allah dalam memvonis banyak orang mukmin sebagai ahli neraka.
4. Khawarij meneladani Yahudi dalam menghalalkan harta para rivalnya. Ibnu
Taimiyah menguraikan:” Khawarij, firqah pertama yang mengkafirkan kaum
muslimin, dengan pertimbangan perbuatan dosa atau tidak mengamini produk
bid’ah mereka, menghalalkan darah dan harta kaum muslimin.” Beliau
menambahkan:” Mereka (Khawarij) jauh lebih jahat terhadap umat Islam dari
golongan lain. Tidak seorang pun yang lebih berbahaya terhadap umat Islam dari
mereka, tidak pula Yahudi juga Nashara. Mereka begitu semangat untuk
membunuhi umat Islam yang tidak sepakat dengan mereka, menghalalkan darah
umat Islam dan harta serta pemusnahan terhadap para bocah muslimin, plus
pengkafiran mereka. Tindakan itu dilakukan dengan atas nama agama, karena
kebodohan yang keterlaluan dan bid’ah mereka yang menyesatkan”.*3+

5. Khawarij memiliki warna qaswah (keras) dan jafa’ (bengis) tanpa toleransi
seperti karakter Yahudi. Allah berfirman:” Belumkah datang waktunya, bagi
orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan
kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka
seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya,
kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi
keras . Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik” *Al
Hadid:16]

6. Khawarij memerangi umat Islam, tapi tidak mengusik orang-orang kafir. Ini
merupakan hobi Yahudi tempo dulu dan sekarang. Allah berfirman : Apakah
kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al Kitab?
Mereka percaya pada Jibt dan Thaghut dan mengatakan kepada orng-orang
yang kafir (musyrik Mekkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari pada
orang-orang yang beriman”. *An Nisa: 51+

Mereka bahkan saling bergandeng-tangan dengan orang-kafir untuk menyikat
umat Islam. Ibnu Taimiyah menguraikan: ”Para sahabat dan ulama generasi
selanjutnya sepakat (berijma’) untuk memerangi Khawarij. Mereka itu kaum
bughat (penentang) yang memusuhi segenap kaum muslimin kecuali orang yang
mengamini madzhab mereka. Mereka memancing peperangan dengan kaum
muslimin. Kejahatan mereka tidak akan lenyap kecuali dengan jalan peperangan.
Mereka lebih berbahaya bagi umat Islam dari para penyamun. Pasalnya, para
perampok ambisinya hanya harta-benda. Kalau diberi, mereka tidak akan
menyakiti. Dan sebagian orang saja yang dihadang. Adapun Khawarij, mereka
memerangi umat agar berpaling dari Al Quran, Sunnah dan ijma’ Sahabat, dan
selanjutnya berpartisipasi mendukung produk bid’ah mereka yang berlandaskan
di atas takwil yang bathil dan pemahaman yang ngawur tentang Al Quran”.

7. Khawarij mentahrifkan (memelintir ) dalil-dalil dari makna sejatinya, senada
dengan sikap Yahudi. Allah berfirman:” Padahal segolongan dari mereka
mendengar firman Allah lalu mereka merubahnya setelah mereka memahami,
sedang mereka mengetahui” (Al Baqarah:75). Ibnu Abbas menggambarkan
potret Khawarij dengan mengatakan:” Mereka mengimani ayat-ayat muhkam,
(sayang) tergelincir pada ayat mutasyabih. Tidak ada yang mengetahui takwilnya
(tafsirnya) kecuali Allah dan orang-orang yang dalam ilmunya mengatakan:
”Kami mengimaninya”*5+

8. Khawarij tekun membaca Al Quran, namun ternyata mereka keluar dari Islam
seperti menembusnya anak panah pada sasaran bidikan .. Para pemuka agama
dan kaum cendikiawan Yahudi pun sangat mengetahui seluk beluk Taurat.
Anehnya, mereka menyimpang dari rel kebenaran menuju jurang kesesatan.
Allah berfirman tentang mereka:” Padahal segolongan dari mereka mendengar
firman Allah lalu mereka merubahnya setelah mereka memahami sedang
mereka mengetahui” *Al Baqarah:75+.

9. Sikap ghurur (silau melihat diri sendiri) dan congkak terhadap ulama
sekalipun, sangat melekat pada jati diri Khawarij. Mereka meyakini bahwa
kapasitas ilmiyah mereka melebihi Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan segenap
shahabat lainnya.[6]
Berkaitan dengan ini, Ibnu Taimiyah menyimpulkan:” Akar kesesatan Khawarij,
mereka meyakini bahwa para Imam (tokoh Islam, Ulama) dan kaum muslimin
telah menanggalkan semangat keadilan dan sesat jalan.” *7+

Takabur terhadap orang lain bahkan kepada sosok yang lebih baik merupakan
tabiat yang selalu tersemat pada Yahudi *8+. Allah berfirman:” Dan diantara
mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Al Kitab (Taurat) kecuali
dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga” *Al Baqarah:78+.

Sikap kelompok ini sangat kontras dengan budaya Salafus Shalih yang
mendudukkan para ulama pada posisi yang tinggi. Sufyan bin ‘Uyainah
menasehati: ”Rahmat Allah turun saat disebut orang-orang shalih.[9]

10. Khawarij populer dengan kelabilan pendirian dan perbedaan pandangan
internal. Akibatnya, banyak terjadi percikan api perselisihan dan perpecahan di
tubuh mereka seperti kondisi Yahudi yang telah dilukiskan Al Quran. Allah
berfirman:”Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang
membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka sebagian dari orang-orang
yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya
seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). [Al
Baqarah:101]

Firman Allah: “Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan
(mengerjakan ) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami
timpakan atas mereka itu siksa dari langit karena mereka berbuat fasik..” *Al
Baqarah:59]

Juga firman Allah: “Kemudian kalian berpaling setelah (adanya perjanjian) itu,
maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas kalian niscaya kalian
tergolong orang-orang yang merugi.” (Al Baqarah:64) Dan firman-Nya:”Apakah
kalian beriman kepada sebagian Al Kitab dan mengingkari bagian yang lain”.*Al
Baqarah : 85]

11. Firqah ini mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bisa
saja terjerumus pada kesalahan, kezhaliman dan kesesatan. Yahudi sebagai
panutan mereka, juga sangat nekat terhadap para Rasul dan Nabi, dengan
memvonis sesat , memfasikkan dan membunuhi insan-insan terpilih tersebut.
Allah berfirman:”Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa
sesuatu (pelajaran ) yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian
angkuh; maka beberapa orang (diantara mereka) kalian dustakan dan beberapa
orang (yang lain) kamu bunuh.” *Al Baqarah:87+

Dan firman-Nya: “Dan apabila dikatakan kepada mereka:” Berimanlah kepada Al
Quran yang diturunkan Allah, mereka berkata,”Kami hanya beriman kepada apa
yang yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka kafir kepada Al Quran yang
diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak, yang
membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah:”Mengapa kalian dahulu
membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman” *Al
Baqarah : 91]

SYIAH
1. Pertautan (tasyabuh) antara Syiah dan Yahudi begitu tampak pada aspek
sebab kemunculan Syiah dan pencetusnya. Adalah Abdullah bin Saba, sosok
yahudi tulen yang mempropagandakan pemikirannya melalui berbagai keonaran
agar laku di pasaran muslimin. Seperti keyakinan adanya raj’ah (reinkarnasi) dan
wasiat Rasul untuk Ali. Gagasan-gagasan seperti ini tak pelak lagi, berakar dari
aqidah Yahudi.[10]

2 Syiah meyakini adanya keserupaan antara Al Khaliq (Pencipta) dengan
makhluk-Nya. Keyakinan ini juga sebelumnya ada pada Yahudi yang
kenekadannya menghantarkan mereka melontarkan ucapan bahwa Allah sarat
dengan naqaish (kekurangan/aib. Allah berfirman: “Orang-orang Yahudi
berkata:” Tangan Allah terbelenggu” .(Ali Imran : 64). Juga firman-Nya: “ Allah
telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnyaa
Allah itu miskin, sedangkan kita kaya-raya” *Ali Imran: 181+.

Ucapan-ucapan serupa, mudah kita dapati dalam banyak Israiliyat. [11]

3. Agama yang bersentral di Iran ini, menegaskan bahwa api neraka tidak akan
menyentuh mereka kecuali sebentar saja.. Ini juga yang dibanggakan Yahudi.
Allah berfirman:”Mereka mengaku:”Kami tidak akan disentuh api neraka kecuali
sebentar saja” *Ali Imran:24+

Bahkan bukan hanya sampai di sini saja, mereka juga mengkafirkan para lawan-
lawannya dan memvonis mereka sebagai penghuni neraka.“. Ibnu Taimiyah
mengungkapkan:” Dan yang lebih mengerikan lagi, orang-orang yang
mengkafirkan dan menganggap kaum muslimin najis layaknya orang kafir ,
seperti yang terjadi pada kebanyakan ahli bidah dari kalangan Rafidhah (Syiah),
Khawarij dan lain-lain…Karakter seperti ini kerap mewarnai kelompok yang latah
(meniru ) Yahudi. [12]

4. Syiah juga meyakini adanya tanasukh (perpindahan roh) sebagaimana yang
diyakini oleh Yahudi. Mereka menetapkannya pada tulisan-tulisan mereka.

5. Para pemeluk ideology ini sangat berlebihan dalam mengagungkan dan
menghormati para pemuka agama (imam) mereka. Demikian pula Yahudi. Para
nabi dan ulamanya mendapatkan penghormatan yang tidak terukur dari umat.
Allah berfirman:”Orang-orang yahudi berkata:”Uzair putra Allah”, dan orang
nasrani berkata:”Al Masih putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan
mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang dahulu. Allah
melaknati mereka ,bagaimana mereka bisa berpaling. Mereka menjadikan
orang-orang alimnya dan para rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allah” *At
Taubah:30-31]

Juga firman-Nya:”Wahai Ahli kitab janganlah kalian melampaui batas dalam
agamamu dan jangan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar” *An
Nisa:171]

6. Syiah, sebuah firqah yang paling menggandrungi dusta. Mereka memproduksi
banyak hadits-hadits palsu dengan mencatut nama besar Rasulullah. Yahudi
sebagai nenek moyang mereka, juga melakukan hal yang sama melalui kisah
Israiliyat yang dusta.

7. Salah satu doktrin mereka, orang Syiah harus masuk syurga karena besarnya
mahabbah (kecintaan) mereka terhadap Ali dan para Imam. Rahasianya, hakikat
iman menurut versi mereka adalah mempercayai (mengimani) dan mencintai
para imam mereka.. Sandaran mereka firman Allah: Katakanlah hai orang-orang
mukmin, Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Ismail, Ishaq, Ya’kub dan anak-cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa
dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak
membedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh
kepada-Nya. Maka jika mereka beriman kepada yang kamu imani, sungguh
mereka telah mendapat petunjuk. Jika mereka berpaling sesungguhnya mereka
berada dalam permusuhan (dengan kamu)” *Al-Baqarah:136-137]

Mereka memlintir makna ayat tersebut dengan iman kepada para imam. Sebab
itulah, mereka mengklaim:”Sesungguhnya iman tidak memudar dengan sayyiah
(dosa), sebaliknya, kekufuran mementahkan segala kebaikan (hasanah). Iman
yang sejati tercermin pada kecintaan dan pengenalan terhadap para Imam. [13]

Jadi, kecintaan yang palsu itu mereka jadikan tangga untuk menggapai syurga.
Artinya, hunian syurga telah mereka kuasai dengan seenak perutnya sendiri..
Omongan ini tidak berbeda dengan lontaran orang-orang Yahudi. Allah
berfirman tentang ucapan mereka:” Kami anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-
Nya.” *Al Maidah:18+.

8. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menguraikan sebagian kesesatan dan
tasyabbuh mereka terhadap Yahudi. Ungkap beliau rahimahullah:” Indikasinya,
keonaran Syiah itu menyerupai perbuatan Yahudi. Yahudi berkata:” Kekuasaan
tidak layak kecuali hanya untuk keturunan Daud. Syiah sendiri
mengatakan:”Imamah (kekhalifahan) tidak layak kecuali pada keturunan Ali
saja”.

Yahudi menyatakan:”Tidak ada jihad sampai munculnya masih dajjal dan turun
sebilah pedang dari langit”. Di satu sisi Syiah menegaskan :”Tidak berlaku jihad
sampai kedatangan Al Mahdi dan terdengarnya suara panggilan dari langit.
Yahudi mengakhirkan shalat , demikain juga kebiasaan Syiah. Praktek sisi
kehidupan yang lain, Yahudi menghapuskan masa iddah bagi wanita dan
mengtahrif kitab sucinya, juga berpendapat bahwa shalat wajib berjumlah 50
waktu, tidak mengucapkan salam kepada kaum muslimin,. menghalalkan harta
seluruh umat manusia. Semua ini diadopi dengan cantik oleh Syiah. Tidak
ketinggalan pula . Yahudi memusuhi sekali Malaikat Jibril seperti kebencian
Syiah terhadap malaikat yang sama karena dianggap salah dalam mentransfer
wahyu kepada Rasulullah”.*14+

QADARIAH MU'TAZILAH.
1. Ja’d bin Dirham orang yang pertama kali melontarkan pendapat yang
menafikan (menelanjangi) Allah dari segala sifat-Nya., Allah tidak berada di atas
Arsy, makna istiwa adalah isti’la’ (mengusai), Allah tidak berbicara. Orang
tersebut adalah pembina Jahm bin Shafwan, pendiri firqah Jahmiyyah yang
memiliki keyakinan bahwa Allah ada di semua tempat dengan dzat-Nya. Aqidah
yang sesat ini mengakar dari sosok Yahudi yang bernama Labid bin Al A’sham,
orang yang pernah mengguna-gunai Rasulullah. [15]
2. Bisy Al Mirrisi, salah satu pentolan Mu”tazilah, sejatinya seorang yahudi yang
bersembunyi dengan topeng Mu”tazilah. *16+

3. Qadariah menafikan sifat al khalqu (penciptaan) dan iradah (kehendak) dari
Allah . Ini sama dengan tingkah Yahudi yang mengatakan kebaikan dan
kejahatan diluar jangkauan takdir Allah.[17]

4. Hudzailiyah, salah satu firqah bagian dari Qadariah menyatakan Allah tidak
berbeda dengan makhluk-Nya,, penghuni syurga tidak punya daya untuk
bergerak dan Allah juga tidak mampu untuk menggerakkan mereka. Mereka
hanya akan menjadi gundukan barang beku yang tak bernyawa. Pernyataan ini
juga menjadi keseharian pembicaraan orang Yahudi [18]

5. Mu’tazilah memerangi orang-orang yang tidak seirama dengan cara pandang
mereka seperti halnya Yahudi

6. Mu'tazilah juga mentahrifkan Al Quran seperti halnya sikap Yahudi terhadap
kitab suci mereka.

7. Mu’tazilah menyerupakan iradah Allah dengan iradah makhluk-Nya, kalam-
Nya dengan ucapan makhluk seperti kelakuan Yahudi

8. Qadariyah termasuk aliran yang menafikan (ta’thil) sifat-sifat Allah dari dzat
Allah. Aqidah ini muncu dari keyakinan persamaan Khalik (Pencipta) dengan
ciptaan-Nya Ibnu Taimiyah mendudukkan: Dasar para penghapus sifat Allah baik
dari kalangan Jahmiyyah maupun Qadariyyah, image mereka yang menyifati
Allah dengan sifat yang berada pada orang lain.

MURJIAH
1. Para pengikut murjiah yang ekstrim mengatakan ”iman tidak akan terkikis
oleh maksiat, sebagaimana ketaatan tidak akan bermanfaat di hadapan
kekufuran” Sebab itu, mereka sangat meremehkan arti dosa dan maksiat.
Yahudi pun demikian, mereka melanggar berbagai kemungkaran dan dosa
dengan ringan tanpa beban. Allah berfirman: ” Dan kamu akan melihat
kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa,
permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang
mereka kerjakan itu”. *Al Maidah:62+

Juga dalam ayat yang lain: ”Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel
dengan lisan Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian, disebabkan mereka
durhaka dan selalu melampaui batas”. *Al Maidah:78+

2. Karamiah, sebuah sempalan dari Murjiah telah memalsukan banyak hadits
seperti yang dilakukan Yahudi. Ditambah lagi, tokoh-tokoh kelompok ini juga
mensosialisasikan aqidah tajsim (pembendaan) Tuhan seperti yang dilakukan
Yahudi. [19]

3. Murjiah sangat menonjolkan aspek raja’ (pengharapan) dalam beribadah
dengan mengesampingakan aspek khauf (rasa takut, kuatir ) . Sikap
pengharapan yang berlebihan ini membawa mereka menjadi sangat optimis
menjadi penghuni syurga. Model seperti ini juga diklaim oleh Yahudi. Allah
berfirman:” “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya” *Al
Maidah:18].

Juga firman-Nya: ”Kami tidak akan disentuh api neraka kecuali beberapa hari
yang dapat dihitung”. *Ali Imran:24+

4. Murjiah juga mendaulatkan diri sebagai makhluk yang paling berkelas di sisi
Allah disebabkan anggapan mereka, kadar keimanan stabil, tidak bertambah
juga tidak mengempis. Menurut mereka, derajat keimanan kaum mukminin
berada dalam level yang sama. Pendeknya, keimanan mereka satu kelas dengan
kualitas keimanan para rasul dan malaikat . Jadi, mereka menyerupai perilaku
Yahudi yang menganggap diri sebagai makhluk termulia. Firman Allah:” :” Kami
anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.. Katakanlah: Mengapa Allah menyiksa
kalian karena dosa-dosa kalian” *Al Maidah:18+.

JAHMIAH
1. Satu dari pendapat Jahmiah yang paling berbahaya adalah pemikiran Jabriah
yang mengatakan bahwa manusia tidak punya kehendak sama sekali, bagai
sebuah bulu yang diombang-ambingkan oleh tiupan angin. Ini juga kepercayaan
Yahudi dulu dan sekarang. Beberapa ideologi modern seperti komunis juga
menafikan keberadaan kehendak (iradah) dari manusia. [21]

2. Jahmiah berdalih dengan suratan takdir, atas kesesatan dan penyimpangan
yang mereka lakukan.. Kata mereka:” Allah telah mengunci hati kami sehingga
cahaya hidayah tidak bisa menembus relungnya.” Ini merupakan alasan kaum
musyrikin dan ahli kitab , Yahudi dan Nashara yang tidak mau menerima
kebenaran. Allah berfirman tentang mereka: ”Hati-hati kami terkunci” *An
Nisa’:155+

Maksudnya, tidak bisa memahami dan menangkapnya. Allah berfirman: Oraang-
orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan: Jika Allah menghendaki
, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak
(pula) kami mengharamkan sesuatupun.”. Demikianlah orang-orang sebelum
mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan
Kami…” *Al-An’am:148+.

Umat sebelum mereka adalah Yahudi dan Nashara. Jadi, Jahmiah menabrakkan
syariat Allah dengan takdir. Akibatnya mereka mencampakkan syiar amar ma’ruf
dan nahi mungkar. Sehingga mereka terjebak dalam tasyabuh terhadap Yahudi.
Ibnu Taimiyah menyimpulkan:” Muara dari tindak-tanduk mereka menuju ta’thil
(penghapusan) syariat dan semangat amar ma’ruf dan nahi mungkar.[22]
3. Ta’thil,salah satu inti ajaran Jahmiah diadopsi dari Yahudi

4. Jahmiah mengatakan Alquran itu makhluk sehingga menyamakan Pencipta
dengan makhluknya seperti ulah Yahudi.

TASYABBUH AHLU BID’AH DENGAN NASHARA

Firqah-firqah yang menyimpang dari garis al haq juga telah banyak mengadopsi
sebagian prinsip alirannya dari ajaran agama Nashara. Oleh karena itu terjadi
beberapa kesamaan antara mereka dengan agama nashara. Penjelasannya
sebagai berikut:

SYI’AH
1. Syi’ah mengatakan bahwa ajaran agama di tangan para imam. Secara penuh
[23], label halal ataupun haram merupakan hak prerogatif para imam. Jadi
agama tidak lain adalah produk mereka. Perlakuan seperti ini merupakan sikap
kaum Nashara terhadap para pemuka agama mereka. Allah berfirman, yang
artinya: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan para rahib mereka
sebagai tuhan selain Allah dan juga mereka mempertuhankan Al Masih Ibnu
Maryam. [At Taubah:31].

Rasulullah bersabda : Janganlah kalian menyanjungku secara berlebihan seperti
penghormatan Nashara terhadap Isa Ibnu Maryam. Aku hanyalah seorang
hamba, maka katakanlah: ”(Muhammad) seorang hamba Allah dan utusanNya.”
[HR Bukhari, Kitab Al Anbiya, Bab Qauliallah (6/365)]

2. Kuburan para wali dan orang shalih berubah menjadi tempat peribadahan
selain kepada Allah. Ini berangkat dari keyakinan bahwa para imam mampu
menyembuhkan kebutaan, penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dan
perkara lain yang berkaitan dengan rububiyyah. Orang-orang Nashara pun
sebelummya juga melakukan hal yang sama. Rasul bersabda: Ketahuilah, orang-
orang sebelum kalian menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih
sebagai masjid. Janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid-
masjid. Sesungguhnya aku melarangnya.[HR Muslim, Kitabul Masajid, Bab Nahyu
‘An Binail Masajid ‘Alal Kubur (5/13)+

3. Syi’ah menyembah dan mempertuhankan Ali. Kaum Nashara juga demikian,
yaitu mengkultuskan Nabi ‘Isa sampai pada maqam Uluhiyah.*Ar Raddu ‘Ala
Rafidhah, hlm. 46]

4. Pemeluk Syi’ah tetap menyetubuhi wanitanya melalui dubur walau dalam
keadaan menstruasi seperti orang-orang Nashara.[Minhajus Sunnah (1/72)]

5. Syi’ah menafsirkan kalimatullah dalam ayat "Tidak ada perubahan pada
kalimat-kalimat Allah" (Yunus: 64) dengan para imam mereka [24]. Nashara juga
mengangkat Nabi ‘Isa sebagai kalimatullah. Padahal, maksud dari kalimatullah di
situ, bahwa perumpamaan penciptaan Nabi Isa itu seperti pada diri penciptaan
Nabi Adam yaitu dari tanah dengan “Kun”. Jadi, sebenarnya Isa juga bagian dari
makhluk Allah dengan kalimatNya. Dengan ini, menjadi jelaslah dalam masalah
ini bahwa Syi’ah mengikuti Nashara.

AL QADARIYAH MU'TAZILAH
1. Kepercayaan mereka bahwa seorang hamba memiliki hak mutlak untuk
bertindak karena dialah pencipta perbuatannya. Teori ini, mereka ambil dari
semangat kebebasan yang diprogramkan agama Nashara. Bahkan seperti yang
kita ketahui, bahwa pencetus ide pengingkaran terhadap taqdir adalah seorang
Nasrani bernama Sosan.[Al Farqu Bainal Firaq, hlm. 4-15]

2. Firqah ini tumbuh dan berkembang di atas pemikiran filsafat Kristen dan
Yahudi. Kronologisnya, ketika Khalifah Al Makmun mengambil perjanjian dengan
kaum Nashara, beliau meminta referensi-referensi buku Yunani dari mereka.
Orang Nashara tahu dan cerdik dengan mengiriman buku-buku tersebut, karena
mereka yakin bahwa kandungan ilmunya akan memporak-porandakan
keyakinan kaum muslimin atau memicu perbedaan di kalangan para ulama.
Mu’tazilah pun mempersenjatai diri dengan ilmu manthiq dan ilmu kalam,
mengikuti para leluhur mereka Yahudi dan Nashara, dengan mencampakkan
Sunnah Nabi mereka.[Ashawaiq Mursalah (1/230)]

3. Nidhamiyah, salah satu sempalan dari Qadariyah mempunyai doktrin bahwa
tuhan dan pencipta itu ada dua. Yang lama yaitu Allah dan yang baru yaitu Isa Al
Masih. Jadi, menurut mereka, Nabi Isa memiliki kekuasaan rububiyah. Perkataan
ini tidak berbeda dengan ucapan dan keyakinan kaum Nashara yang
menuhankan Isa Al Masih dan yang akan mengambil alih hisab amalan manusia
di akhirat kelak. Mereka menafsiran : “Dan datanglah Tuhanmu dan para
malaikat berbaris-baris" [Al Fajr:22]

Menurut mereka, Tuhanmu dalam ayat tersebut adalah Nabi Nabi Isa Al Masih.
Hadits Nabi tentang ru’yatullah juga mereka tarik kesimpulan sebagai Isa Al
Masih. [HR Muslim, Kitab Al Iman, Bab Itsbat Rukyatul Mukminin Fil Akhirat
Lirabbahum Subhanah (3/17)]

MURJI’AH
1. Para tokoh besar Murji’ah mengeluarkan statemen bahwa tidak ada satu pun
dari Ahlul Qiblah yang terjerumus ke neraka, meskipun bermandikan dosa besar.
Nashara, panutan mereka, sebelumnya juga mengklaim demikian. Allah
berfirman, yang artinya: Dan mereka (Yahudi dan Nashara) berkata,”Sekali-kali
tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi dan Nashara.” *Al Baqarah :
111]

2. Asy’ariyah dan Maturidiyah, dua di antara firqoh yang menerima arus
pemikiran Murji’ah, sudah biasa melakukan tawasul dengan kuburan dan
tempat-tempat keramat, seraya membumbuinya dengan aktivitas yang
terlarang. Misalnya dengan berdo’a, sujud bernadzar dan berkurban selain
untuk Allah. Pun ditambah dengan acara istighatsah atau isti’anah (minta
pertolongan) kepada para wali yang masih hidup ataupun yang sudah terkubur
ketika kehidupan mereka terjepit dengan kesengsaraan dan kesulitan. Tidak
lupa mereka membangun masjid di atas pemakaman. Sehinga mereka terjebak
meniru kaum Nashara.

3. Orang sufi dari kalangan Asy’ariyah meyakini sekian banyak doktrin agama
Nasrani, seperti wihdatul wujud, wilayah dan ‘ishmah (dua hal yang berkaitan
dengan kewalian dan keterpeliharan mereka dari dosa). Sudah menjadi rahasia
umum, bahwa motivasi kunjungan mereka ke pemakaman adalah memohon
pertolongan dari ahli kubur. Ibnu Taimiyah berkata: ”Mereka itu, kalau
mengerjakan shalat wajib di rumah, hati mereka melayang, lalai. Membaca Al
Quran tanpa penghayatan dan khusyu’. Namun kalau sedang mengunjungi
kuburan orang yang di (dihormati), begitu mudah khusyu; dan menangis, pasrah
dan tunduk.” *Al Istighatsah Fi Raddi ‘Alal Bakri (1/330-333]

JAHMIYAH
Jahmiyah dan arus pemikirannya bertumpu pada ajaran Nashara. Seperti yang
diuraikan Imam Ahmad ketika Jahm, pendiri firqah Jahmiyah bertemu dengan
suku Sumaniyah. Dan menjadikan pemikiran mereka yang nota bene beragama
Nashara, sebagai pijakan jalan pikirannya dan menyebarkannya kepada orang
lain. *Ar Raddu ‘Alal Jahmiyah Wa Zanadiqah, hlm. 26-28]

Demikian paparan ringkas perihal hubungan “emosional” yang terjalin antara
ahli bid’ah dengan dua agama sebelumnya yang sudah banyak diamandemen
oleh para tokoh agamanya. Seorang muslim hendaknya berdiri dengan izzah
yang kokoh, bangga dengan nilai-nilai yang ada dalam agamanya, tidak perlu
menoleh ke kanan kiri untuk mengais tambahan, yang sebenarnya akan menjadi
blunder bagi dirinya di dunia akhirat. Dalam sebuah hadits, Nabi mewanti-wanti:
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia merupakan bagian dari kaum
tersebut” Wallahu a’lam.
(Tulisan ini merupakan terjemahan bebas Muhammad ‘Ashim, yang diangkat
dari kitab Tanaqudhu Ahlil Ahwa` Wa Bida', karya Dr. ‘Afaf binti Hasan bin
Muhammad bin Mukhtar, Dosen Fakultas Tarbiyah Putri di Riyadh. Kitab ini
diterbitkan oleh Maktabah Ar Rusyd, Cetakan I, Tahun 1421H)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10-11/Tahun VIII/1426H/2005]
_______
Footnote
[1]. Pengantar dari penerjemah.
*2+. Terjemahan bebas dari kitab Tanaqudhu Ahlil Bida’I Wal Ahwa karya DR.
‘Afaf binti Hasan bin Muhammad bin Mukhtar, Dosen Fakultas Tarbiyah 4 Putri
di Riyadh. Penerbit Maktabah ar Rusyd cet. I tahun 1421H
*3+. Daru Ta’arudl 7/138-139, Minhajus Sunnah 5/248
[4]. Minhaju Sunnah5/243-244
[5]. Asy Syariah 27-28
[6]. Fatawa 13/21-30
[7]. Fatawa 28/497
[8]. AlKhawarij Awwalu Firaq Fi Tarikh Islam Dr.Al Aql: 38
*9+. Tartibul Madarik Qhadhi ‘Iyadh 1/23
[10]. Al Maqalat Wal Firaq, Al Qummy 20
[11]. Al Fatawa 10/55, Minhajus Sunnah 1/22-34
[12]. Al Jawabus Shahih 2/8
[13]. Ushul Kafi 2/463 (kitab Syiah)
[14]. Minhajus Sunnah dengan ringkas 1/24-27
*15+. Al Bidayah Wan Nihayah 10:19, Fatawa 8:228, Khalqu af’alil ibad :8
*16+. Siyar a’lamun Nubala:10:542
[17]. Al Milal Wa Nihal 1/212-225, Al Farqu Bainal Firaq 79,Syarah Ushulil
Khamsah 323
[18]. Al Farqu Bainal Firaq 85-93, Nuniah Ibnul Qayyim ma”asyaarhihi 1/35-37
[19]. Al Farqu Bainal Firaq 161-172
[20]. Ushulud Din AlBaghdadi 268
[21]. Seperti Marxisme. Lihat Akhthar Al Manhaj Al Gharrby Al Wafid, Anwar
Jundi hal:405-407
[22]. Fatawa 8/256
*23+. Kaum ekstrim dari Syi’ah, seperti Ismailiyah sudah sampai pada taraf
menuhankan para imam mereka dan menganggap syari’at Nabi Muhammad
telah diganti dengan ajaran Muhammad bin Ismail. Banyak ucapan mereka yang
kotor. Sehingga pantas kalau mereka disebut lebih jahat dari Yahudi, Nashara
dan kaum musyrikin. Lihat Minhajus Sunnah (1/173-175,177).
[24]. Al Jawabush Shahih (3/97,126)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:349
posted:5/23/2011
language:Indonesian
pages:18
Abu Fathan As Salafy Abu Fathan As Salafy Ahlus Sunnah Wal Jamaah www.markazabufathan.co.nr
About kunjungi Markaz Abu Fathan di : www.desasalaf.blogspot.com, www.kampungsalaf.wordpress.com, www.markazsunnah.blogspot.com