Docstoc

Modul Kepemimpinan Madrasah - Pendahuluan

Document Sample
Modul Kepemimpinan Madrasah - Pendahuluan Powered By Docstoc
					                                 Daftar Isi

DAFTAR ISI
DAFTAR SINGKATAN
PENGANTAR
PENDAHULUAN
 Modul 1   Kepemimpinan Madrasah yang dinamis:
                   Peran Kepala Madrasah dan Pengawas      dalam
                    pembinaan Madrasah yang professional.
                  Karakteristik kepala Madrasah / pengawas yang
                   professional
  Modul 2    Membangun Tim Madrasah :
                 Karakteristik tim Madrasah yang handal
                 Sinergi Tim Madrasah Yang Handal
  Modul 3    Membentuk Budaya Madrasah yang Efektif
  Modul 4    Kepemimpinan Madrasah yang responsif jender
  Modul 5    Membentuk Budaya Madrasah yang Responsif Gender
  Modul 6    Kepala Madrasah – Pengawas Madrasah sebagai agen
             perubahan/pembaharuan
  Modul 7    Pemberdayaan Peran dan Fungsi Komite Madrasah
  Modul 8    Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat untuk Madrasah
  Modul 9    Ketrampilan Pemecahan Masalah
 Lampiran




                                PENGANTAR

KETUA CPMU
MADRASAH EDUCATION DEVELOPMENT PROJECT ( MEDP )


      Sebagai realisasi Program Departemen Agama dalam meningkatkan mutu
layanan pendidikan madrasah , CPMU – MEDP menyelenggarakan berbagai program
pelatihan yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja dan kualitas SDM
madrasah. Salah satunya adalah pelatihan pengembangan kepemimpinan madrasah.
Untuk kepentingan itu , maka disusun modul sebagai bahan rujukan pengembagan
kepemimpinan di madrasah.



                                                                           1
      Modul pelatihan ini merupakan pedoman sekaligus rambu-rambu yang
dijabarkan dari berbagai ketentuan Undang - Undang Sistim Pendidikan Nasional (
SISDIKNAS ) No. 20 Tahun 2008. Sehubungan dengan itu. Departemen Agama
khusunya Direktorat Pendidikan Madrasah berupaya untuk menyediakan berbagai
kebijakkan yang relevan dengan Undang-Undang dan peraturan pemerintah tentang
pengembangan kualitas madrasah.
      Modul pelatihan merupakan bahan pelatihan pengembangan kepemimpinan
madrasah bagi pimpinan – pimpinan madrasah sasarn MEDP. Muatan modul ini
terdiri atas konsep - konsep kepemimpinan dan terobosan kepemimpinan yang
dinamis.
      Semoga modul pelatihan ini dapat dijadikan sumber yang bermanfaat bagi
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) kepemimpinan di madrasah.
Akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu pelaksanaan ini.
                                              Jakarta , Oktober 2009
                                              Ketua CPMU,




                                              Dr.H.Rohmad Mulyana, M.Pd
                                              NIP : 150270092




                                  PENGANTAR


DIREKTUR PENDIDIKAN MADRASAH
DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN ISLAM
DEPARTEMEN AGAMA RI



                                                                             2
        Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat
rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama anggota
ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia ini tentu
berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang
dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini
maupun di masa depan. Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan,
pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan.
        Keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk
membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan. Berbagai gaya
kepemimpinan akan mewarnai perilaku seorang pemimpin dalam menjalankan
tugasnya. Bagaimanapun gaya kepemimpinan seseorang tentunya akan diarahkan
untuk kepentingan bersama yaitu kepentingan anggota dan organisasi.
        Sehubungan dengan itu , dalam konteks penyeragaman pemahaman dan
peningkatan kemampuan mengelola manajemen madrasah , Departemen Agama
melalui Program Madrasah Development Project ( MEDP ) mengadakan pelatihan
pengembangan kepemimpinan madrasah sebagai bagian integral dari program
peningkatan mutu madrasah.
        Diharapkan dengan adanya modul pelatihan ini Madrasah sebagai sistem,
secara universal memiliki komponen "input", "proses", dan "output". Madrasah
sebagai sistem, seharusnya menghasilkan output yang dapat dijamin kepastiannya.
Output Madrasah, pada umumnya, diukur dari tingkat kinerjanya.
        Kinerja Madrasah adalah pencapaian atau prestasi Madrasah yang dihasilkan
melalui proses permadrasahan. Kinerja Madrasah diukur dari efektivitasnya,
kualitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya,
surplusnya, dan moral kerjanya.
        Akhirnya , saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah menyiapkan modul ini untuk
bahan    pelatihan pengembangan kepemimpinan madrasah bagi para pimpinan
madrasah sasaran MEDP. Semoga bermanfaat.




                                                                                   3
Jakartra, Oktober 2009
a.n. Dirjen Pendidikan Islam
Direktur Pendidikan madrasah,



Drs.H.Firdaus . M.Pd
NIP : 150 129 312




                                4
                              PENDAHULUAN

1. MODUL PELATIHAN

      Tujuan awal Negara kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaaan Undang-Undang Dasar Republik
Indonesia   Tahun    1945       telah   menjadi   landasan   konstitusional   dalam
penyelenggaraan pendidikan nasional di tanah air. Amanat tersebut dipertegas
dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat (1):
Tiap-tiap warganegara berhak mendapatkan pengajaran, dan ayat (2): Pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang
diatur dengan undang -undang.
       Walaupun demikian, sistem pendidikan nasional yang dibangun oleh
pemerintah untuk memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan nasional selama
ini, ternyata masih kurang berfungsi optimum. Oleh karena itu, dalam era otonomi
dan desentralisasi, sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai
perubahan, penyesuaian, dan pembaharuan dalam rangka mewujudkan pendidikan
yang otonom dan demokratis, yang memberi perhatian pada keberagaman dan
mendorong partisipasi masyarakat, tanpa kehilangan wawasan nasional. Dalam
konteks ini, pemerintah telah membuat UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional sebagai perwujudan tekad dalam melakukan reformasi pendidikan untuk
menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara di era persaingan global.
      Akan tetapi kondisi obyektif dan pengalaman empirik di lapangan sampai
hari ini menunjukkan fenomena yang berbeda dan memprihatinkan. Pembangunan
pendidikan nasional dihadapkan pada berbagai tantangan serius, terutama dalam
upaya meningkatkan kinerja yang mencakup: (i) pemerataan dan perluasan akses,
(ii) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing (iii) penataan governance,
akuntabilitas, dan pencitraan diri, dan (iv) peningkatan pembiayaan.
      Dalam upaya meningkatkan kinerja pendidikan nasional, diperlukan suatu
reformasi menyeluruh yang telah dimulai dengan kebijakan desentralisasi dan


                                                                                  5
otonomi pendidikan sebagai bagian dari reformasi politik pemerintahan. Spektrum
pendidikan nasional secara umum masih buram dibuktikan dengan masih
rendahnya kualitas pendidikan dibandingkan negara-negara lain disinyalir selain
akibat dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan khususnya yang
menunjang pembelajaran, juga karena keberadaan sebagian staf teknis yang kurang
memenuhi kualifikasi minimal, kurang kompeten, kurang produktif, kurang kreatif,
dan kurang inovatif.
       Untuk itu dalam rangka pengelolaan sektor pendidikan madrasah yang lebih
baik, perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas staf teknis baik di pusat, propinsi,
maupun kabupaten/kota termasuk supervisor, kepala Madrasah dan yayasan.
       Hal ini dapat dipahami bahwa dalam rangka pengelolaan sektor pendidikan
madrasah yang berkualitas, diperlukan juga staf teknis yang mampu mengelola,
membantu, memberdayakan, maupun mensupervisi layanan pendidikan madrasah,
sehingga madrasah dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula dan
memiliki kemampuan untuk bersaing di forum regional, nasional,               maupun
internasional.
       Berdasarkan     pada   beberapa   uraian   di   atas,   dan   dalam   konteks
mengoptimumkan         penyelenggaraan     pembangunan         pendidikan    nasional
sebagaimana terumuskan dalam perundang-undangan yang berlaku khususnya
berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan madrasah, pemerintah melalui
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Departemen Agama, perlu melakukan
pembinaan dan pengembangan profesionalisme staf teknis di tingkat pusat,
propinsi, maupun kabupaten/kota, termasuk supervisor, kepala Madrasah dan
yayasan melalui pelatihan jangka pendek.
       Pelatihan jangka pendek yang ditawarkan kepada para pegawai kanwil
Depag di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, termasuk supervisor, kepala
Madrasah dan yayasan tersebut difokuskan pada bidang Kepemimpinan dan
Manajemen Berbasis Madrasah/Madrasah (MBS/M). Kegiatan ini merupakan bagian
dari pelaksanaan program MEDP ADB Loan No. 2294 – INO (SF), khususnya dalam
kerangka peningkatan tata kelola, manajemen, dan keberlanjutan sektor
pengelolaan pendidikan madrasah sesuai Standar Nasional Pendidikan.
                                                                                   6
      Direktorat Pendidikan Madrasah - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam,
Departemen Agama melalui program MEDP perlu penyusun modul pelatihan. Modul
ini dikembangkan sesuai dengan dokumen resmi (Momorandum of Understanding -
MOU dan Project Administration Memorandum – PAM MEDP Loan No. 2294 - INO)
yang dikeluarkan oleh ADB. Peserta pelatihan jangka pendek pengembangan
kepemimpinan madrasah ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan masukan
bagi institusi untuk mengembangkan madrasah sasaran MEDP menjadi madrasah
yang baik.
      Modul     Pelatihan   ini   disiapkan    untuk    bahan    pengembangan
kepemimpinan di madrasah dalam rangka meningkatkan keterampilan
pengelola    madrasah    dalam    memimpin.      Prestasi belajar siswa sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya adalah kepemimpinan kepala
Madrasah, budaya kerja, dan sarana prasarana belajar Madrasah yang dimiliki.
Dengan kepemimpinan kepala Madrasah yang baik, budaya kerja segenap karyawan
dan guru yang mendukung proses belajar mengajar siswa, serta ditunjang oleh
sarana dan prasarana yang memadai, prestasi belajar siswa akan lebih baik. Berikut
diagram kerangka dasar pemikiran :

     KEPEMIMPINAN




                                                                PRESTASI
     BUDAYA KERJA                                               BELAJAR
                                                                 SISWA



         SARANA
        PRASANA


      Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat
rendah jika dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan sesama anggota
ASEAN. Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia ini tentu


                                                                                7
berhubungan dengan dunia pendidikan nasional. Program pendidikan nasional yang
dirancang diyakini belum berhasil menjawab harapan dan tantangan masa kini
maupun di masa depan. Dalam menghadapi harapan dan tantangan di masa depan,
pendidikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan.
      Pendidikan di masa depan memainkan peranan yang sangat fundamental di
mana cita-cita suatu bangsa dan negara dapat diraih. Bagi masyarakat suatu bangsa,
pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang akan menentukan masa depannya.
Menghadapi masa depan yang sudah pasti diisi dengan arus globalisasi dan
keterbukaan serta kemajuan dunia informasi dan komunikasi, pendidikan akan
semakin dihadapkan terhadap berbagai tantangan dan permasalahan yang lebih
rumit dari pada masa sekarang atau sebelumnya.
      Untuk itu, pembangunan di sektor pendidikan di masa depan perlu dirancang
sedini mungkin agar berbagai tantangan dan permasalahan tersebut dapat diatasi.




2. TUJUAN
      Dalam rangka Terwujudnya peningkatan tata kelola, manajemen, dan
keberlanjutan sektor pengelolaan pendidikan madrasah sesuai Standar Nasional
Pendidikan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional. Secara khusus
modul pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan:
   1. Menghasilkan staf teknis di pusat, propinsi, dan kabuapten/kota termasuk
      supervisor, kepala Madrasah dan yayasan yang profesional untuk
      pengembangan pendidikan madrasah sesuai dengan kebutuhan kuantitatif
      dan kualitatif dengan mengedepankan prinsip-prinsip taat asas, tepat
      kualifikasi, tepat kompetensi, tepat jumlah, tepat distribusi, dan tepat
      sasaran;
   2. Mewujudkan staf teknis di pusat, propinsi, dan kabuapten/kota termasuk
      supervisor, kepala Madrasah dan yayasan sebagai pengelola sektor
      pendidikan madrasah yang professional yang mampu mengelola, membantu,
      memberdayakan, maupun mensupervisi layanan pendidikan madrasah.


                                                                                  8
  3. Memberikan keterampilan kepada pimpinan madrasah untuk merubah
      moral kerja warga Madrasah terhadap pekerjaannya yang ditunjukkan oleh
      etika kerjanya, kedisiplinannya, kejujuran dan kebersihannya, kerajinannya,
      komitmennya, tanggungjawabnya, hubungan kerjanya, daya adaptasi dan
      antisipasinya, motivasi kerjanya, dan jiwa kewirausahaannya ( bersikap dan
      berfikir mandiri, memiliki sikap berani mengambil resiko, tidak suka mencari
      kambing hitam, selalu berusaha membuat dan meningkatkan nilai
      sumberdaya, terbuka terhadap umpan balik, selalu ingin mencari perubahan
      lebih baik, tidak pernah merasa puas dan terus menerus melakukan inovasi
      dan improvisasi demi perbaikan selanjutnya, dan memiliki tanggungjawab
      moral yang baik).
  4. Meningkatkan fungsi dan peran pimpinan dalam proses pengelolaan
      kelembagaan untuk menuju Madrasah yang ideal. ( Madrasah ideal adalah
      madrasah yang memiliki perilaku sebagai "Madrasah belajar" yang memiliki
      karakteristik mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di madrasah.


3. HASIL YANG DIHARAPKAN

      Dalam jangka pendek, hasil-hasil yang diharapkan meliputi:
     Adanya peningkatan pemahaman semua komponen madrasah yang terlibat
      dalam pendidikan tentang aspek pengembangan kepemimpinan manajemen
      madrasah, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung
      kemajuan madrasah.
     Adanya peningkatan kinerja sekolah dalam arti adanya budaya madrasah
      yang transparan dan akuntabel menuju madrasah yang baik.

      Dalam jangka panjang yang diharapkan meliputi kedua aspek berikut :
     Secara umum adanya peningkatan mutu pendidikan madrasah sasaran
      MEDP dan mengimbaskan pada madrasah-madrasah non sasaran dibawah
      naungan Departemen Agama RI.           Sehingga    mengakibatkan adanya
      peningkatkan kinerja para guru, staf dan siswa dengan naiknya nilai prestasi


                                                                                9
       belajar, lingkungan belajar yang konduksif dan           menyenangkan untuk
       belajar, serta tenaga pendidik yang lebih profesional.
      Model-model     gaya   kepemimpinan      yang   selanjutnya   dipakai   untuk
       peningkatan kualitas madrasah dan dapat disebarkanluaskan kemadrasah
       non sasaran MEDP dalam rangka percepatan kualitas.


4. STRATEGI PELAKSANANAAN

       Keterlibatan Komponen Madrasah
       Semua unsur pimpinan madrasah yang terlibat dalam madrasah sasaran
MEDP akan diberi pelatihan yang sama tentang pengembangan kepemimpinan
madrasah, walaupun kadar kedalaman pembahasannya akan disesuaikan menurut
jabatan ( Yayasan , Kepala Madrasah , Pengawas dan Komite Madrasah ).
       Dalam pelaksanaan pelatihan, para peserta yang terdiri atas berbagai pihak
ini, akan dijadikan satu kelompok saja sehingga ada pengertian dan pemahaman di
antara mereka. Untuk lebih menghayati tugas masing-masing, mereka akan
mengatakan persepsi mereka tentang tugas mereka serta harapan mereka terhadap
kelompok lainnya dan ini akan didiskusikan bersama.
       Dengan demikian tidak ada lagi sifat eksklusivisme. Mereka akan mengerti
keterbatasan dan tugas masing-masing kelompok sehingga diharapkan mereka
lebih tahu tugasnya serta akan terjadi saling pengertian yang lebih baik tentang
tugas masing-masing.

       Program Pengembangan Kapasitas yang Menyeluruh
       Program peningkatan mutu untuk tingkat Madrasah dilaksanaan melalui
serangkaian kegiatan yang meliputi pelatihan secara bertingkat, mualai dari
kelompok pimpinan ( yayasan , kepala madrasah, pengawas , komite madrasah )
dan kelompok guru mata pelajaran maupun guru kelas.
       Pelatihan TOT ( Traening of Trainers )
       Pelatihan ini diikuti oleh para calon trainer dari tingkat propinsi sasaran
MEDP yang diharapkan akan menjadi pelatih kegiatan pelatihan selanjutnya di
tingkat madrasah sasaran. Pelatih ( Trainer ) ini akan mempraktikkan konsep-
                                                                                  10
konsep yang telah mereka terima dari kegiatan TOT , sebelum mereka melatih para
praktisi di tingkat madrasah sasaran.

5. PENDEKATAN METODE PELATIHAN
   Pendekatan metode utama yang digunakan di dalam modul pelatihan ini adalah
   sebagai berikut:
   5.1.   Dalam pelatihan ini, metode yang digunakan adalah metode pendidikan
          orang dewasa, dengan memberi tekanan lebih pada partisipasi aktif dari
          peserta pelatihan. Selain itu, metode ceramah juga bisa digunakan
          sebagai media memberikan umpan (in put) kepada peserta untuk
          kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka. Berbagai macam metode
          pelatihan bisa diterapkan di sini, asalkan metode-metode tersebut sesuai
          dengan alur pelatihan yang ada, sesuai dan mempermudah tercapainya
          tujuan dan out put, serta kondusif dalam menciptakan suasana pelatihan
          yang tidak kaku. Sebaliknya dapat menjadi daya tarik pelatihan itu
          sendiri.
   5.2.   Peran trainer sebagai fasilitator dan bukan sebagai penceramah yang
          menggurui saja. Trainer tidak akan memberikan bahan kuliah secara
          Iengkap dalam satu sesi, tetapi hanya memberikan butir-butir sebagai
          bahan pancingan yang harus didiskusikan oleh para peserta. Trainer
          bertindak sebagai wasit atau penengah dan           dapat memberikan
          pendapatnya di akhir sesi.
   5.3.   Beberapa metode yang dapat digunakan dalam modul pelatihan ini yaitu :
          5.3.1. Ceramah
                 Metode ini dilakukan dengan mendatangkan pembicara /
          narasumber yang dianggap kompeten terhadap suatu materi pelatihan.
          Penceramah diharapkan memberikan uraian materi tertentu secara
          sistematis dengan tujuan meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan.
          Penceramah juga diharapkan berbagi informasi dan pengetahuan,
          terutama temuan-temuan barunya. Untuk menghindari kebosanan ,
          waktu yang dialokasikan kepada penceramah tidak terlalu lama. Alokasi

                                                                               11
waktu antara 25 menit sampai 30 menit bagi penceramah untuk
memberikan uraiannya. Selanjutnya, dengan alokasi waktu yang lebih
longgar, dilanjutkan dengan dialog bersama peserta untuk memberikan
respon balik. Sebaiknya penceramah tidak hanya duduk di depan,
sesekali ia bisa berdiri bahkan berjalan mendekati peserta pelatihan
selayaknya “fasilitator”. Itu dilakukan supaya suasana forum tidak kaku.


5.3.2. Bursa gagasan (brainstorming)
       Peserta pendidikan diminta memunculkan gagasan terkait dengan
kegiatan, untuk kemudian diperdalam dalam diskusi. Semua peserta akan
memunculkan pengalaman, harapan, dan gagasannya terkait dengan
pendidikan sehingga setiap peserta dapat saling tukar pengalaman dan
gagasan secara baik. Bursa gagasan ini diharapkan dapat memunculkan
memori peserta terhadap suatu          masalah, kasus dan alternatif
pemecahannya.
5.3.3. Studi Kasus (Case Study)
       Bahan utamanya adalah adanya deskripsi tentang suatu persoalan
yang muncul di tengah masyarakat baik dulu maupun sekarang,
bagaimana masyarakat atau elemen lain menghadapi dan menanggapi
persoalan tersebut. Kasus-kasus yang diajukan dikaji secara serius
dengan melihat latar belakang, materi kasus, aktor-aktor yang terlibat di
dalamnya, permasalahan, dan bagaimana menyelesaikan secara tepat.
5.3.4. Diskusi Kelas
       Melalui forum ini semua peserta pelatihan diharapkan berbicara
memberikan pendapatnya. Ini penting untuk menumbuhkan keberanian
menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain. Pada
saat yang sama fasilitator berkeliling untuk memastikan setiap peserta
menyampaikan pendapatnya. Diskusi di kelas merupakan cara untuk
memperdalam permasalahan yang tidak tuntas dalam seminar.




                                                                       12
5.3.5. Memecah Kebekuan/Pencairan Suasana (Icebreaking)
      Kegiatan ini cenderung kaya dengan permainan. Tujuannya
menciptakan dan memelihara suasana pelatihan menjadi longgar, tidak
kaku, dan santai. Kegiatannya bisa berupa bernyanyi, baca puisi, teka-
teki. Ice breaking bisa dilakukan pada waktu suasana forum terlihat
tegang sehingga suasana kelas menjadi cair dan menyenangkan.
5.3.6. Bermain Peran (roleplay)
      Bermain Peran bertujuan memberi pengertian kepada peserta
pelatihan baagaimana memainkan peran dalam kehidupan sehari-hari
dan mendapatkan bahan dari pengalamannya sendiri yang kemudian
dianalisis. Dari bermain peran ini peserta bisa menarik manfaat mencoba
sesuatu yang baru sebelum menerapkannya dalam kenyataan. Dan
peserta bisa bersikap obyektif terhadap berbagai peran yang diambil.
Sebagai pendekatannya, peserta pelatihan diminta memainkan peran,
misalnya, menjadi politisi, Menjadi Ketua yayasan, Kepala madrasah ,
Ketua Komite atau peran lainnya. Akan tetapi ini berbeda dengan drama,
karena peran-peran tersebut tidak berdasar skenario. Selama permainan
ini berlangsung diharapkan ada pengamat yang khsusus mengamatinya.
5.3.7. Bercerita tentang pengalaman
      Seorang     peserta    pelatihan    berbicara     menyampaikan
pengalamannya terkait persoalan yang dialami dalam komunitasnya (
menjadi Kepala Madrasah, dll ), untuk kemudian didiskusikan bersama.
Tujuannya berbagi pengalaman kepada sesama peserta.
5.3.8. Diskusi kelompok
      Pendekatan ini efektif untuk memberikan kesempatan kepada
peserta pelatihan dalam bertukar pikiran dan pengalaman terhadap
suatu permasalahan; mencakup di dalamnya bagaimana berpikir dan
mencari jalan keluar atas permasalahan yang didiskusikan. Tujuan dari
metode ini yaitu meningkatkan kemampuan berpartisipasi secara aktif,
juga berbagi teori-teori atau konsep-konsep yang diketahui terkait
dengan pengalaman peserta untuk kemudian merumuskan jalan atau
                                                                    13
solusinya. Untuk menerapkan metode ini, peserta pelatihan sebelumnya
dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Cara membagi kelompok bisa
dengan cara, misalnya, berdasar perimbangan perwakilan daerah asal
peserta. Juga bisa dengan cara meminta peserta berhitung dari 1 s/d 4
(jika kelompok yang kehendaki adalah 4 orang tiap kelompok). Kemudian
kelompok satu terdiri dari para peserta yang menyebut hitungan satu.
Begitu seterusnya untuk kelompok 2 atau 3, sesuai dengan banyaknya
kelompok yang diinginkan.
5.3.9. Curah Gagasan
       Curah gagasan antar para peserta pelatihan. Pada akhir sesi, fasi-
litator akan merangkum simpulan hasil diskusi ditambah dengan butir-
butir dari fasilitator agar Iebih melengkapi. Ini dilakukan dengan
kesepakatan bersama dan berpijak dari apa yang telah berkembang
dalam diskusi bersama sebelumnya.
5.3.10. Kunjungan Ke Lapangan
       Para peserta akan diajak mengobservasi keadaan nyata satu atau
dua Madrasah dan melihat beberapa aspek untuk dianalisis dan didis-
kusikan bersama setelah observasi lapangan. Aspek-aspek yang
diobservasi meliputi: Manajemen Madrasah, KBM, Tenaga Pengajar,
Lingkungan Madrasah, Ketersediaan Fasilitas, dsb.
5.3.11. Observasi Lapangan
       Observasi lapangan dan diskusi tentang aspek-aspek yang baru
saja diamati. Diskusi hasil observasi ini akan Iebih berarti bagi mereka
dalam mengetahui bagaimana seharusnya Madrasah dikelola, KBM
dilaksanakan, tenaga pengajar bertindak, Iingkungan Madrasah ditata,
dsb.




                                                                      14
6. MATERI MODUL PELATIHAN

    Paket modul Pelatihan ini terdiri dari 7 bagian yang akan
digunakan dalam pelatihan pengembangan kepemimpinan, bagian-
bagian itu adalah sebagai berikut.

 BAGIAN I     1. Kepemimpinan yang Dinamis
                  1.1. Karakter pemimpin yang positif
                  1.2.Karakter pemimpin yang konstruktif
                  1.3.Karakter pemimpin yang kreatif
                  1.4.Leadership skill
                  1.5.Gaya kepemimpinan : directing ; coaching ;
                       supporting ; delegating
                  1.6.Kepemimpinan yang efektif
                  1.7.Kepemimpinan yang tidak efektif
                  1.8.Filosofi kepemimpinan
                  1.9.Pedoman kepemimpinan
 BAGIAN II    2. Sikap Positif Mental Pemimpin
                  2.1. Sikap proaktif pemimpin
                  2.2. Analisa KASH ( knowledge,attitude,skill,
                        habit )
                  2.3. Ciri - ciri pemimpin yang sukses
                  2.4. Mengembangkan positif mental attitude
                  2.5. Mengelola perubahan pemimpin
  BAGIAN      3. Membangun Tim Kepemimpinan yang Efektif
    III          3.1. Karakteristik dari tim kepemimpinan
                 3.2. Keuntungan bekerja secara tim
                 3.3. Faktor faktor kesuksesan tim
                 3.4. Perbedaan peran tim
  BAGIAN      4. Ketrampilan Memotivasi Tim
    IV           Ketrampilan pemimpin untuk memotivasi
                 Piramida Tingkatan kebutuhan
                 Meningkatkan motivasi
  BAGIAN      5. Manajemen Waktu
    V             5.1. Keterampilan Pemimpin dalam Mengelola
                          Waktu
                  5.2. Mengapa Manajemen Waktu diperlukan ?
                  5.3. Matriks Manajemen Waktu
  BAGIAN      6. Komunikasi yang Efektif
    VI            6.1. Komunikasi Efektif untuk Pemimpin
                  6.2. Bentuk komunikasi Verbal dan Nonverbal
                  6.3. Power of Silence
                  6.4. Penting pemimpin Memahami kata-kata
                        orang lain
  BAGIAN     7. Imlementasi Kepemimpinan Dalam Pragram

                                                                   15
         VII           7.1. Membentuk Budaya Madrasah
                       7.2. Peran dan fungsi Komite Madrasah
                       7.3. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat


8. ALAT, BAHAN, PENGATURAN RUANG DAN PERSIAPAN PELATIHAN
         Alat dan bahan yang diperlukan selama pelatihan adalah:
   Papan tulis untuk memaparkan atau menuliskan ide-ide peserta yang akan
    didiskusikan bersama.
   Kertas buram untuk menuliskan ide-ide peserta, khususnya dalam diskusi ke
    lompok.
   Spidol atau kapur tulis.
   Kertas piano untuk menuliskan ide-ide peserta yang akan dipaparkan OHP,
    transparan dan Pena, atau komputer dan proyektor LCD.
   Tayangan daiam bentuk transparansi atau powerpoint, dan/atau Bahan
    bacaan.
    Alat dan Bahan yang diperlukan untuk setiap kegiatan secara rinci
    dicantumkan di daiam masing-masing unit.

    Trainer juga perlu memperhatikan pengaturan ruangan. Pengaturan ruangan
meliputi:
   Pengaturan tempat duduk peserta. Pengaturan tempat duduk peserta
    disesuaikan   dengan     model    pengelompokan      peserta    (berdasarkan
    Madrasah/mata pelajaran/ campuran). Dalam satu kelompok pesertanya
    sejumlah 6-10 orang (tergantung topik dan tugas kepada peserta).
   Pengaturan ruang dengan dinding yang akan digunakan untuk tempat
    pajangan hasil karya. Tempat pajangan harus memungkinkan semua peserta
    dapat mengamati dan belajar.
   Jika ada overhead projector ataupun LCD dan komputer, peralatan dan layar
    diletakkan di tempat yang dapat dilihat oleh seluruh peserta.
   Ruang pelatihan sebaiknya memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik.
   Peserta diminta untuk tidak merokok di dalam ruangan.
   Sistem tata suara diletakkan di tempat yang dapat didengar oleh semua
    peserta.




                                                                              16
 9. JADWAL YANG DISARANKAN

      Jadwal yang disarankan untuk pelatihan pengembangan kepemimpinan
madrasah adalah sebagai berikut:
Hari Pertama :
 07.30 07.45     PEMBUKAAN
                 Penjelasan tentang ProgramMEDP, Penjelasan
                 tentang Pelatihan
 07.45 09.45      1. Kepemimpinan yang Dinamis
                      1.1. Karakter pemimpin yang positif
                      1.2.Karakter pemimpin yang konstruktif
                      1.3.Karakter pemimpin yang kreatif
 09.45 10.00     Istirahat
 10.00 12.00     2. Kepemimpinan yang Dinamis
                     2.1. Leadership skill
                     2.2. Gaya kepemimpinan : directing ; coaching
                     ; supporting ; delegating
 12.00 13.00     Istirahat
 13.00 14.45     3. Kepemimpinan yang Dinamis
                    3.1. Kepemimpinan yang efektif
                    3.2.Kepemimpinan yang tidak efektif
 14.45 15.00     Istirahat
 15.00 16.30     4. Kepemimpinan yang Dinamis
                    4.1. Filosofi kepemimpinan
                    4.2. Pedoman kepemimpinan

HARI KEDUA :
 07.30 08.30     5. Sikap Positif Mental Pemimpin
                    5.1. Sikap proaktif pemimpin
 08.30 10.00     6. Sikap Positif Mental Pemimpin
                    6.1. Analisa
                        KASH ( knowledge,attitude,skill,habit )
 10.00 10.15     Istirahat
 10.15 12.00     7. Sikap Positif Mental Pemimpin
                     7.1. Ciri - ciri pemimpin yang sukses
                     7.2. Mengembangkan positif mental attitude
                     7.3. Mengelola perubahan pemimpin
 12.00 13.00     istiraharat
 13.00 14.00     8. Membangun Tim Kepemimpinan yang Efektif
                      8.1. Karakteristik dari tim kepemimpinan
                      8.2. Keuntungan bekerja secara tim
 14.00 15.30     9. Membangun Tim Kepemimpinan yang Efektif

                                                                         17
                   9.1. Faktor faktor kesuksesan tim
15.30 15.45    Istirahat
15.45 16.30    10. Membangun Tim Kepemimpinan yang Efektif
                 10.1. Perbedaan peran tim

HARI KETIGA
 07.30 10.00    11. Ketrampilan Memotivasi Tim
                    11.1. Ketrampilan pemimpin
                          untuk memotivasi
                    11.2. Piramida Tingkatan kebutuhan
                    11.3. Meningkatkan motivasi
10.00 10.15    Istirahat
10.15 12.00     11. Ketrampilan Memotivasi Tim
                    11.4. Ketrampilan pemimpin
                          untuk memotivasi
                    11.5. Piramida Tingkatan kebutuhan
                    11.6. Meningkatkan motivasi
12.00 13.00    Istirahat
13.0 4.00      12. Manajemen Waktu
                    12.1. Keterampilan Pemimpin
                          dalam Mengelola Waktu
14.00 15.30    13. Manajemen Waktu
                    13.1.Mengapa Manajemen Waktu
                          diperlukan ?
15.30 15.45    Istirahat
15.45 16.30    14. Manajemen Waktu
                   14.1. Matriks Manajemen Waktu

HARI KEEMPAT :
 07.30 10.00   15. Komunikasi yang Efektif
                   15.1. Komunikasi Efektif untuk Pemimpin
                   15.2. Bentuk komunikasi Verbal dan
                         Nonverbal
 10.00 10.15 Istirahat
 10.15 12.00 16. Komunikasi yang Efektif
                   16.1. Power of Silence
                   16.2. Pentingnya pemimpin Memahami kata-
                         kata orang lain
 12.00 13.00 Istirahat
 13.00 14.00 17. Imlementasi Kepemimpinan Dalam Madrasah
                   17.1. Membentuk Budaya Madrasah
                   17.2. Peran dan fungsi Komite Madrasah
 14.00 15.30 18. Imlementasi Kepemimpinan Dalam Pragram
                  18.1. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat
                  18.2. Membentuk Panitia Lelang

                                                              18
                      Tingkat Madrasah
15.30 15.45   Istirahat
15.45 16.30   Refleksi Pelatihan, Forum Tanya Jawab
              PENUTUPAN
              Karakteristik Kepala Madrasah Yang Profesional




                                                               19

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:649
posted:5/21/2011
language:Indonesian
pages:19
Description: Modul Kepemimpinan Madrasah - Pendahuluan