Docstoc

Biologi - PowerPoint

Document Sample
Biologi - PowerPoint Powered By Docstoc
					1
    Index :
2


       Bab 1 : Ciri-ciri makhluk hidup
       Bab 2 : Klasifikasi makhluk hidup
       Bab 3 : Komponen ekosistem, peran, dan
        interaksinya
       Bab 4 : Klasifikasi 5 kingdom
       Bab 5 : Upaya Pelestarian Kelestarian Hayati
       Bab 6 : Pengaruh kepadatan populasi manusia
        terhadap lingkungan
3   Bab 1 : Ciri-ciri makhluk hidup
    Pengenalan
4




         Setiap makhluk hidup pasti mempunyai ciri-ciri
          berikut :
     1.    Bernafas
     2.    Bergerak
     3.    Makan
     4.    Tumbuh
     5.    Peka terhadap rangsangan
     6.    Mengeluarkan zat sisa
     7.    Berkembang biak
          Jika salah satu dari ciri-ciri itu tidak terpenuhi,
           maka itu bukan makhluk hidup
        Bernafas (respirasi)
5

       Bernafas atau respirasi adalah proses pengambilan oksigen dari luar tubuh
        untuk proses pembakaran bahan makanan di dalam tubuh. Proses
        pembakaran makanan tersebut menghasilkan energi atau tenaga. Energi
        yang dihasilkan digunakan untuk kegiatan aktifitas tubuh. Selain
        menghasilkan energi juga menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap air
        (H2O). Karbon dioksida dan uap air akan dikeluarkan dari tubuh ke
        lingkungan
       Manusia bernafas dengan paru-paru
       Hewan yang hidup di darat umumnya bernafas dengan paru-paru
       Burung bernafas dengan paru-paru dan pundi-pundi udara
       Hewan yang hidup di air bernafas dengan insang.
       Paus dan lumba-lumba bernafas dengan paru-paru
       Tumbuhan juga bernafas, tumbuhan mengambil oksigen dari lubang-lubang
        kecil di daun yaitu stomata
    Bergerak
6


       Bergerak adalah berpindah tempat dan mengubah
        posisi sebahagian dari tubuh
       Manusia bergerak dengan kaki dan tangan
       Cheetah berlari atau berjalan dengan kaki
       Burung terbang dengna sayap
       Ikan berenang dengan sirip
       Gerak tumbuhan sangat lambat sehingga tidak
        terlihat oleh mata. Tumbuhan bergerak ketika
        tumbuh dan bergerak ke arah cahaya matahari
    Makan
7


       Makhluk hidup memerlukan makanan setiap hari
        agar tetap bertenaga
       Tumbuhan memperoleh makanan melalui
        fotosintesis. Alat fotosintesisnya adalah klorofil
       Skema Fotosintesis

            Air +CO2 +matahari          Tenaga + O2
    Tumbuh
8


       Tumbuh adalah pertambahan ukuran / volume
        yang bersifat irreversive (tidak pernah kembali ke
        ukuran sempurna)
       Pertumbuhan pada makhluk hidup dipengaruhi oleh
        faktor dalam dan faktor luar. Faktor dlaam yaitu
        faktor dari tubuh makhluk hidup itu sendiri, misalnya
        ada zat tumbuh (hormon) dan faktor keturunan.
        Sedangkan faktor luar misalnya faktor lingkungan
    Berkembang biak (reproduksi)
9


       Reproduksi adalah memperbanyak jenis dengan
        tujuan agar tidak punah
       Makhluk hidup berkembang biak secara seksual /
        kawin atau secara aseksual / tidak kawin. Semua
        hewan bertulang belakang (vertebrata)
        berkembang biak secara seksual
       Semua makhluk hidup berkembang biak
       Berkembang biak atau reproduksi adlaah
        kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan
        keturunan
     Peka terhadap rangsangan
10


        Mata kita peka terhadap rangsangan cahaya
        Telinga kita peka terhadap rangsangan suara
        Hidung ktia peka terhadap rangsangan bau
        Lidah ktia peka terhadap rangsangan rasa
        Kulit kita peka terhadap rangsangan sentuhan,
         suhu, dsb
     Mengeluarkan zat-zat sisa
11


        Metabolisme adalah proses pertukaran zat yang
         terjadi dalam tubuh makhluk hidup
        Tumbuhan juga mengeluarkan zat sisa metabolisme.
         Zat-zat sisa dikeluarkan melalui stomata atau
         lentisel
12   Bab 2 : Klasifikasi makhluk hidup
     Pengertian klasifikasi
13

        Lihatlah gambar di samping
        Semua benda di samping
         disusun satu bagian di satu
         tempat. Bayangkan. Jika
         semua barang di supermarket
         itu taruh di satu keranjang
         raksasa. Dan suruh kamu gali
         sampai dapat. Jadi klasifikasi
         artinya suatu carah memilah-
         milah atau mengelompokkan
         makhluk hidup menjadi
         golongan atau unit-unit
         tertentu
     Tujuan klasifikasi
14


        Tadi kita sudah mempelajari apa itu klasifikasi. Dan
         sekarang kita pelajari apa tujuannya
        Tujuan klasifikasi makhluk hidup untuk mempermudah
         mengenal, membandingkan makhluk hidup.
        Membandingkan artinya mencari perbedaan atau
         persaman sifat makhluk hidup
        Ikan termasuk hewan, Pohon termasuk tumbuhan. Inilah yang
         dimaksud klasifikasi. Bandingkan. Kalau kamu belajar satu
         golongan herbivora, lalu yang lainnya gimana. Kamu akan
         lebih mudah daripada kamu belajar hari ini ikan, besok
         kuda, padahal sama tapi sampai 3 minggu masih gak bisa
         mungkin
     Klasifikasi makhluk hidup didasarkan
15
     pada apa ?
         Klasifikasi secara tradisional biasa terjadi dalam lingkungan
         Contoh :
     1.    Berdasarkan ukuran tubuhnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi
           pohon, perdu, dan semak
     2.    Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, tumbuhan
           dikelompokkan menjadi tumbuhan air (hidrofit), tumbuhan kering
           (xerofit), tumbuhan lembab (higrofit)
     3.    Berdasarkan makanannya, dikelompokkan menjadi pemakan
           daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan
           hewan dan tumbuhan (omnivora)
     4.    Berdasarkan manfaatnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi
           tanaman obat-obatan tanaman sandang, tanaman hiad, tanaman
           pangan, dsb
     Klasifikasi makhluk hidup menurut
16
     Carolus Linnaeus
        Orang yang pertama kali membuat klasifikasi makhluk
         hidup adalah Carelus Linnaeus (seorang ahli IPA dari
         Swedia)
        Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang
         klasifikasi makhluk hidup. Karena Carolus Linnaeus
         orang pertama membuat klasifikasi, sehingga beliau
         dijuluki sebagai bapak Taksonomi
        Linnaeus menyusun klasifikasi makhluk hidup
         berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuh
         (bentuk dan susunan tubuh makhluk hidup)
        Dalam klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan
         menjadi kelompok-kelompok yang disebut taksom
     Klasifikasi makhluk hidup menurut
17
     Carolus Linnaeus (II)
        Tingkatan takson diurutkan mulai dari tingkat
         rendah sampai paling tinggi yaitu :
                              Makhluk hidup
                Kingdom Animalia         Kingdom plantea

                    Phylum                    Devisio

                     Kelas                    Kelas

                     Ordo                     Ordo

                     Genus                    Famili

                    Spesies                   Spesies
     Klasifikasi makhluk hidup menurut
18
     Carolus Linnaeus (III)
        Anggota suatu takson memiliki sejumlah
         persamaan ciri. Anggota takson yabng
         lebih rendah memiliki persamaan ciri
         lebih banyak daripada anggota takson
         yang lebih tinggi
     Klasifikasi 5 kingdom
19


         Robert H.Whittaker mengelompokkan makhluk hidup
          menjadi 5 kerajaan besar, yaitu :
     a.    Kingdom monera
     b.    Kingdom Protista
     c.    Kingdom fungi
     d.    Kingdom plantae
     e.    Kingdom animalia
          Pengelompokkan ini didasarkan pada susunan sel,
           cara makhluk hidup memenuhi makanannya dan
           tingkatan makhluk hidup
     Klasifikasi 5 kingdom
20
21
     Bab 3 : Komponen ekosistem, Peran,
     dan Interaksinya
     Pendahuluan
22



         Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di
          sekitar makhluk hidup dan berpengaruh terhadap
          kehidupan makhluk hidup tersebut
         Setiap makhluk hidup memiliki lingkungan hidup yang
          sesuai untuk hidupnya. Ikan mujair hidup di perairan air
          tawar, ikan hiu hidup di laut, cacing tanah hidup di
          tanah yang lembab, dan kuda hidup di darat. Ikan
          yang biasa hidup di air, lambat laun akan mati bila
          dipindahkan ke darat. Begitu juga sebaliknya
         Habitat adalah tempat hidup alamiah makhluk hidup
     Ekosistem
23


        Dalam suatu habitat, selain terdapat berbagai jenis
         makhluk hidup, juga terdapat benda-benda tidak hidup.
         Misalnya : air, tanah, udara, cahaya matahari, suhu, dan
         kelembaban
            Benda-benda tidak hidup disebut juga komponen abiotik
            Makhluk hidup disebut juga komponen biotik
        Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk
         hidup dengan komponen abiotiknya dalam satu kesatuan
         tempat hidup
        Ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan timbal balik
         antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya disebut
         ekologi
     Satuan Makhluk hidup dalam Ekosistem
24


     Index :
      Individu

      Populasi

      Komunitas

      Urutan ekosistem
     Individu
25


        Individu adalah
         makhluk hidup tunggal.
        Contoh : seekor
         kambing, seekor
         burung, seekor tikus,
         sebatang pohon
         singkong, seekor ikan
         dan sebatang pohon
         bunga matahari
     Populasi
26


        Populasi adalah
         kumpulan individu
         sejenis yang
         menempati suatu
         daerah tertentu
        Contoh : Beberapa
         ekor ikan mujair,
         beberapa ekor ikan
         mas, sekumpulan
         teratai
     Komunitas
27


        Komunitas adalah
         seluruh populasi
         makhluk hidup yang
         hidup di suatu daerah
         tertentu
     Macam-macam Ekosistem
28

        Berdasarkan proses           Ekosistem alami adalah
         terbentuknya, ekosistem       ekosistem yang terbentuk
         ada 2 macam, yaitu :          secara alami tanpa
            Ekosistem alami           adanya campur tangan
            Ekosistem buatan          manusia. Ekosistem alami
                                       terbagi atas 2, yaitu
                                       ekosistem darat dan
                                       ekosistem perairan
                                      Ekosistem buatan adalah
                                       ekosistem yang sengaja
                                       dibuat manusia
     Bioma
29

        Ekosistem darat yang
         mencakup daerah luas
         disebut bioma
        Contoh bioma : Bioma
         hutan hujan tropis,
         semua ekosistem yang
         ada di bumi besarta
         atmosfer (udara) yang
         melingkupinya saling
         berinteraksi membentuk
         biosfer atau ekosistem
         dunia
     Pengelompokkan komponen biotik berdasarkan peranan dalam
     ekosistem : Produsen dan konsumen
30


     Produsen                                    Konsumen
        Dalam pengertian biologi produsen          Konsumen dalam pengertian
         adalah makhluk hidup yang mampu             biologi adalah makhluk hidup
         menghasilkan makanannya sendiri
                                                     yang tidak dapat membuat
        Berbagai macam makhluk hidup,               makanannya sendiri
         hanya organisme berlorofil mampu
         membuat makanannya sendiri.                Di dalam ekosistem, hewan
         Melalui proses fotosintesis terjadi         berkedudukan sebagai
         perubahan dari air, karbon dioksida,        konsumen. Hewan secara
         dan zat-zat mineral mejadi
         karbohidrat dan oksigen. Fotosintesis       langsung memakan tumbuhan
         terjadi dengan bantuan cahaya               disebut konsumen tingkat I,
         matahari. Oleh karena itu,                  Hewan yang memakan
         organisme berklorofil disebut               konsumen tingkat I disebut
         produsen. Tumbuhan merupakan
         produsen terbesar dalam ekosistem           konsumen tingkat II, misalnya
                                                     harimau
     Pengelompokkan komponen biotik berdasarkan peranan dalam
     ekosistem : Pengurai / dekomposer
31

        Pengurai adalah makhluk hidup
         yang menguraikan zat-zat yang
         terkandung dalam sampa dan sisa-       Produsen
         sisa makhluk hidup yang telah mati.
        Makhluk saprofit merupakan
         makhluk hidup pada sampah atau
         sisa makhluk hidup lainnya
        Jamur yang tumbuh sedang
         melakukan proses yang uraian sisa
         makhluk hidup. Zat-zat yang
         menyusun tubuh hewan dan               Konsumen
         tumbuhan diuraikan menjadi zat
         yang lebih sederhana dan
         dikembalikan ke lingkungan
         abiotiknya, misalnya tanah
        Jika tidak ada pengurai. Bumi kita
         akan penuh timbunan sampah ddan
         sisa-sisa makhluk hidup
                                               Dekomposer
     Perubahan komponen biotik
32

        Dalam suatu ekosistem,
         perubahan jumlah konsumen                   17
         tingkat I, konsumen tingkat II,   15                               15
         konsumen tingkat III, dan
         seterusnya mengikuti                                   13
         perubhan jumlah produsen
        Sebagai contoh, di dalam          10                               10
                                                     9
         ekosistem hutan terdapat
         rantai makanan
         rumputkelinciserigala
                                           5         5                      5
        Keseimbangan ekosistemnya
         terjaga karena adanya                                      3
         proses makan memakan
         seperti di samping ini
                                            Rumput        Kelinci       Serigala
     Komponen abiotik
33


        Komponen abiotik terdiri dari semua benda tidak
         hidup yang ada di sekitar makhluk hidup, misalnya :
          Air
          Tanah

          Udara

          Cahaya Matahari

          Suhu

          Kelembapan
     Organisme autotrof
34

        Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat
         makanannya sendiri dnegan mengambil zat-zat dari lingkungannya
         melalui proses fotosintesis.
        Sebagian dari zat-zat itu digunakan untuk membangun tubuhnya.
         Sebagian lagi digunakan sebagai sumber energi.
        Organisme autotrof adalah tumbuhan. Dalam ekosistem, organisme
         autotrof berperan sebagai produsen
        Fotosintesis pada tumbuhan menghasilkan glukosa. Selain
         menghasilkan glukosa, proses fotosintesis juga menghasilkan oksigen
         (O2). Oksigen yang dibutuhkan oleh fitoplankton dan tumbuhan air
         lainnya. Fotosintesis sering disebut pula asimilasi zat karbon
        Mengingat pentingnya fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan
         hijau, maka kelangsungan hidup tumbuhan hijau harus tetap terjaga
     Organisme heterotrof
35


        Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak
         mampu membuat makanannya sendiri. Berbeda dengan
         tumbuhan, manusia dan hewan tidak dapat membuat
         makanannya sendiri, untuk membangun tubuhnya dan
         untuk mendapatkan sumber energi, manusia da hewan
         mengambil zat-zat yang bersumber dari tumbuhan,
         baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang
         termasuk organisme heterotrof adalah :
          Hewan
          Tumbuhan heterotrof
          Jamur
     Hewan
36

        Hewan dapat dibedakan menjadi :
            Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan
                Contoh : rusa, sapi, kambing, dll
            Karnivora / predator adalah hewan pemakan daging
                Contoh : Singa, harimau, burung elang, dll
            Omnivora adalah organisme yang memakan hewan dan tumbuhan
                Contoh : ayam, babi, dan tikus
        Ketiga kelompok organisme tersebut disebut konsumen. Herbivora
         merupakan konsumen tingkat I. Karnivora merupakan konsumen
         tingkat II apabila memakan herbivora, atau sebagai konsumen
         tingkat III apabila memakan konsumen tingkat II, dan seterustnya
     Tumbuhan heterotrof dan jamur
37


        Tumbuhan heterotrof adalah tumbuhan yang
         memenuhi kebutuhan makanannya dengan
         mengambil zat makanan dari organisme lain yang
         masih hidup (sebagai parasit).
            Contoh : Tali putri
        Jamur tidak dapat membuat makanannya sendiri
         darena tidak memiliki klorofil. Dalam ekosistem,
         jamur berperan sebagai pengurai
     Hubungan saling ketergantungan
38


        Terdiri dari :
          Saling ketergantungan antara komponen biotik dengan
           komponen abiotik
          Saling ketergantungan antara Produsen, Konsumen, dan
           Pengurai
     Saling ketergantungan antara komponen Biotik dengan
     komponen Abiotik : Pengaruh air terhadap makhluk hidup dan
     pengaruh udara terhadap makhluk hidup
39


     Pengaruh air terhadap makhluk      Pengaruh udara terhadap makhluk
     hidup                              hidup
        Air sangat berguna bagi           Udara mengandung
         makhluk hidup.
                                            oksigen dan karbon
        Sebagai contoh, perbaikan
         tanaman padai yang hidup di        dioksida
         sawah. Akar tumbuhan padi         Oksigen berguna untuk
         menembus ke dalam tanah
         untuk menyerap air dan zat-        pernapasan makhluk
         zat hara. Bila tanah               hidup
         mengandung cukup air, maka
         padi akan tumbuh subur.           Karbon dioksida
         Begitu juga sebaliknya.            berguna bagi tumbuhan
        Air juga berguna bagi hewan,       untuk fotosintesis
         misalnya : minum
     Saling ketergantungan antara komponen biotik dengan komponen abiotik :
     Pengaruh tumbuhan terhadap tanah dan udara dan pengaruh cacing tanah
     terhadap kesuburan tanah
40

     Pengaruh tumbuhan terhadap             Pengaruh cacing tanah terhadap
     tanah dan udara                        kesuburan tanah
        Pohon-pohon penhijauan akan           Gang tanah dapat
         mempengaruhi tanah sebagai             menyebabkan struktur tanah
         komponen abiotiknya dengan             menjadi berongga-rongga
         cara mengubah struktur tanah           sehingga tanah banyak
         dan mengurangi erosi.                  mengandung udara
        Daun kering yang gugur dan            Udara di dalam tanah selain
         jatuh ke tanah dapat mencegah          membantu proses penyerapan
         cucuran air maupun yang jatuh          zat-zat hara oleh akar tanaman,
         langsung ke permukaan anah             juga menyebabkan kehidupan
        Daun yang berguguran                   mikroorgaisme tertentu
         kemudian membusuk dan                 Tanah yang gembur secara
         bercampur dengan tanah                 umum meruapkan tanah yang
         sehingga membentuk humus               cukup udara dan baik untuk
                                                pertumbuhan tanaman
     Saling ketergantungan antara Produsen,
     Konsumen, dan Pengurai : Rantai makanan
41
        Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan
         urutan dan arah tertentu. Dalam proses makan dan dimakan ini
         terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen lalu ke
         pengurai
        Rantai makanan selalu dimulai dari Produsen. Dalam rantai
         makanan, tumbuhan hijau akan dimakan oleh konsumen tingkat I.
         Konsumen tingkat I akan dimakan oleh konsumen tingkat II. Dan
         seterusnya. Pengurai mendapatkan energi dari produsen dan
         konsumen yang telah mati
        Di dalam ekosistem perairan terjadi pula peristiwa makan dan
         dimakan. Dalam ekosistem ini terdapat plankton. Plankton yang ada
         klorofil disebut fitoplankton. Fitoplankto akan dimakan zooplankton
         dan ikan-ikan konsumen tingkat I. Sementara itu, zooplankton dan
         ikan-ikan herbivora akan dimakan oleh konsumen tingkat II. Dan
         seterusnya. Ikan-ikan yang mati diuraikan oleh pengurai
     Jaring-jaring makanan
42


        Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai
         makanan yang saling berhubungan
        Dalam kehidupan yang sesungguhnya, satu jenis
         produsen dengan suatu ekosistem tidak hanya dimakan
         oleh satu jenis konsumen. Begitu juga sebaliknya.
         Sebagai contoh : belalang tidak hanya memakan
         rumput, tetapi juga memakan jenis-jenis tumbuhanyang
         lain, begitu juga sebaliknya
        Rantai makanan tersebut saling berhubungan erat yang
         tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain
     Piramida makanan
43


        Di dalam suatu ekosistem,
         produsen lebih banyak dari        Elang
         konsumen tingkat I, dan
         konsumen tingkat I lebih banyak
         daripada konsumen tingkat II,      Tikus

         dan seterusya. Keadaan ini
         dapat digambarkan dalam            Ulat
         bentuk piramida yang disebut
         piramida makanan
                                           Rumput
     Arus energi
44


        Energi masuk ke dalam jaring-jaring makanan melalui
         produsen karena produsen mampu mengikat energi
         matahari untuk digunakan oleh makhluk hidup lain
        Energi yang memiliki rumput tidak semuanya
         dipindahkan ke kelinci karena rumput sendiri
         memerlukan energi untuk tumbuh dan menjalankan
         kegiatan hidupnya
        Sebagian energi digunakan untuk kegiatan hidup
         kelinci. Energi yang dipindahkan ke serigala hanya
         sebagian saja. Perpindahan energi dalam rantai
         makanan ini disebut arus energi
     Pola interaksi organisme
45


        Simbiosis adalah cara hidup bersama antara dua
         jenis organisme yang berbeda
        Macam-macam simbiosis :
          Simbiosis mutualisme
          Simbiosis parasitisme

          Simbiosis komensalisme
     Simbiosis mutualisme
46

        Simbiosis mutualisme adalah cara hidup bersama antara dua jenis
         organisme yang berbeda dan saling menguntungkan.
        Contoh :
            Lebah dengan bunga
                Lebah  mendapatkan makanan berupa madu                      (untung)
                Bunga  dibantu perkembangannya oleh lebah                   (untung)
            Lumut kerak (lichenes)
                Lumut kerak merupakan dua organisme berbeda yang hidup bersama, yaitu :
                Ganggang  Menerima air dari jamur                          (untung)
                Jamur  mendapat makanan dan oksigen dari ganggang yang bisa berfotosintesis
                            (untung)
            Ikan badut dengan anemon laut
                Ikan badut  mendapat tempat tinggal dan dibantu anemon mengusir mangsanya
                            (untung)
                Anemon laut  Dilindungi ikan badut dari pemakan anemon laut (untung)
     Simbiosis Parasitisme
47

        Simbiosis Parasitisme adalah cara hidup bersama antara dua jenis
         organisme yang satu mendapat keuntungan sedangkan yang lain
         dirugikan.
        Organisme yang mendapatkan keuntungan disebut parasit
        Organisme yang rugi disebut inang
        Simbiosis parasitisme dibedakan menjadi :
          Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inang
                Contoh : Cacing perut dalam usus manusia
            Ektoparasit adalah parasit yang hidup menempel pada tubuh inangnya
             dan mengambil zat-zat makanan dari luar tubuh inang
                Contoh : Kutu rambut pada kepala manusia
     Contoh simbiosis parasitisme
48


        Benalu pada tumbuhan inang
          Benalu  mendapat air dan garam untuk fotosintesis dari
           tumbuhan inang melalui akarnya        (untung)
          Tumbuhan inang  Diambil air dan garam
                    (untung)
          Karena benalu mengambil zat-zat makanan yang belum
           jadi, maka benalu disebut setengah parasit
        Nyamuk dengan manusia
          Nyamuk  memperoleh makanan (darah) yang diisap dari
           manusia        (untung)
          Manusia  darahnya diisam dan bekas gigitannya
           menimbulkan gatal-gatal pada kulit         (untung)
     Simbiosis Komensalisme
49

        Simbiosis komensalisme adalah cara hidup bersama antara
         dua jenis organisme yang berbeda, organisme yang satu
         mendapat keuntungan, sedangkan yang lain tidak untung
         dan tidak rugi
        Contoh :
            Ikan remora dengan ikan hiu
                Ikan remora  Mendapat makanan dan sisa makanan ikan hiu dan
                 menakuti musuh           (untung)
                Ikan hiu  Tidak ada pengaruh
            Anggrek atau paku-pakuan yang menempel pada pohon
                Anggrek  Mendapat cahaya matahari dan air hujan yang cukup di
                 atas pohon (untung)
                Pohon  Tidak ada untung atau rugi
Bab 4   Klasifikasi 5 Kingdom

        Pada Bab 2 kita sudah mempelajari tentang
        Klasifikasi Makhluk Hidup. Pada bab ini, kita akan
        pelajari     tentang    Klasifikasi      5    Kingdom,
        Devisio/Phylum, Kelas, dll serta ciri-cirinya
     Klasifikasi 5 Kingdom
51


        Kingdom Monera
        Kingdom Protista
        Kingdom Fungi (Jamur)
        Kingdom Plantae (Tumbuhan)
        Kingdom Animalia (Hewan)
52   Kingdom Monera
     Ciri-ciri
53


        Merupakan makhluk hidup yang terdiri dari sebuah
         sel
        Tidak memiliki membran inti sel (Prokariotik)
        Protoplasmanya belum berdeferensiasi
     Contoh Makhluk hidup
54


        Bakteri
        Ganggang Hijau Biru
Bakteri


          55
        Berdasarkan bentuknya, dibedakan menjadi:
          basil (berbentuk batang)
          kokus (berbentuk bulat atau bola)
            spiral (berbentuk bengkok atau berbengkok-bengkok)
        Sebagian bakteri menghasilkan lendir yang
         menyelimuti dinding sel sehingga membentuk kapsul
        Bakteri yang memiliki kapsul umumnya bakteri yang
         menyebabkan penyakit
        Bakteri berkembang biak dengan membelah diri
        Beberapa jenis bakteri akan membentuk spora bila
         keadaan lingkungannya tidka menguntungkan


56
     Berdasarkan kebutuhan oksigen, bakteri
     terbagi atas :
57


        Bakteri aerob adalah bakteri yang memerlukan
         oksigen
        Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak
         memerlukan oksigen
     Keuntungan dan Kerugian Bakteri
58


        Menguntungkan
            Berperan dalam fermentasi makanan
                Contoh : Azotobacter, Rhizobum, Nitrosomonas, dan Nitrobacter
            Berperan dalam proses penguraian sisa-sisa organisme
             seperti bangkai dan sampah
                Contoh : Bakteri pengurai
        Merugikan
          Menyebabkan penyakit pada manusia seperti TBC, tifus,
           dsb.
          Menyebabkan penyakit pada ternak dan tanaman
           budidaya
          Merusak bahan makanan
Ganggang Hijau Biru


                      59
        Ganggang Hijau Biru hidup di tanah, air, laut, batu-
         batu di tepi pantai, tembok yang lembab, atau
         menempel pada tumbuhan dan hewan, batu
         dimana organisme lain sulit hidup, air bersuhu 85C
        Umumnya bersel satu
        Berbentuk benang atau koloni
        Memiliki klorofil sehingga dapat melakukan
         fotosintesis
        Memiliki pigmen fikosianin yang menyebabkan
         warna hijau kebiruan
        Merupakan makanan utama bagi ikan

60
     Contoh Ganggang Hijau Biru
61


        Anabeana Azollamampu mengikat nitrogen bebas
         dari udara sehingga tanah menjadi subur
        Spirulina merupakan ganggang hijau biru yang
         mengandung kadar protein tinggi, sehingga dapat
         dimanfaatkan sebagai sumber makanan
        Contoh lain : Chroococcus, Polycystis, dan Nostoc
62   Kingdom Protista
     Terdiri dari
63


        Protista menyerupai ciri-ciri hewan
        Protista menyerupai ciri-ciri tumbuhan
        Protista menyerupai ciri-ciri fungi
64
     Ciri-ciri
65


        Memiliki ciri-ciri yang menyerupai hewan
        Dikelompokkan dalam kelompok Protozoa
        Contoh :
          Rhizopoda (Protozoa berkaki semu)
          Flagellata (Protozoa berbulu cambuk)

          Ciliata (Protozoa berambut getar)

          Sporozoa (Protozoa berspora)
Rhizopoda (Protozoa berkaki semu)



                                    66
        Rhizopoda hidup di laut, air tawar, atau dalam tubuh hewan
         atau manusia sebagai parasit
        Makhluk ini memiliki alat gerak berupa kaki semu disebut
         pseudopodia
        Kaki semu pada Rhizopoda digunakan untuk bergerak dan
         menangkap mangsanya
        Di dalam tubuhnya terdapat ini sel yang berfungsi mengatur
         seluruh kegiatan di dalam sel
        Misalnya :
           Amoeba

           Entamoeba Histolytica  Menyebabkan penyakit disentri

           Foraminifera  Hidup di laut dan memiliki rangka luar yang
             terdiri dari zat kapur

67
Flagellata (Protozoa berbulu cambuk)



                                   68
        Flagellata hidup di laut, air tawar, atau sebagai
         parasit dalam tubuh hewan atau manusia
        Flagellata bergerak dengan menggunakan bulu
         cambuk atau flagel
        Contoh : Trypanosoma gambiense dan
         Trypanosoma rhodiesiense
          Keduanya sebagai penyebab penyakit tidur di Afrika
          Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit sara pada
           ternak




69
Ciliata (Protozoa berambut getar)


                                    70
        Ciliata hidup di air tawar atau tempat yang lembab.
        Makhluk ini bergerak dengan rambut getar atau silia.
        Contoh :
            Paramecium
              Memiliki vakuola makanan dan vakuola berdenyut
              Vakuola makanan berfungsi mencerna dan mengedarkan
               makanan
              Vakuola berdenyut berfungsi mengeluarkan sisa makanan
          Balantidium coli (Penyebab penyakit disentri)
          Vorticella
          Stentor
          Didinium




71
Sporozoa (Protozoa berspora)


                               72
        Hidup sebagai parasit pada manusia atau hewan
        Tidak memiliki alat gerak
        Contoh : Plasmodium




73
74
        Memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan, yaitu ganggang
        Dapat dikelompokkan menjadi
          Euglenophyta
          Pyrrhophyta

          Ganggang
              Ganggang hijau (Chlorophyta)
              Ganggang coklat (Phaeophyta)
              Ganggang merah (Rhodophyta)
              Ganggang pirang (Chrysophyta)
                   Diatom




75
Euglenophyta


               76
    Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu
    Makhluk ini tidak berdiding sel tetapi berbintik mata
    Makhluk ini memiliki klorofil sehingga dapat
     berfotosintesis
    Euglenophyta juga bergerak bebas karena memiliki
     bulu cambuk (Flagel)




77
Pyrrophyta


             78
        Anggotanya kebanyakan adalah Dinoflagellata
        Hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar
        Pyrrophyta merupakan ganggang bersel satu dan
         berdinding sel
        Makhluk ini dapat bergerak aktif
        Contoh :
            Noctiluca miliaris
              Dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan
               mekanik, sehingga menyebabkan laut tampak berahaya di
               waktu malam




79
Ganggang


           80
     Ganggang hijau (Chlorophyta)
81

        Hidup di air laut, air tawar, dan tempat yang cukup basah
        Memiliki zat warna kuning atau oranye yang diseubt karotin
        Cara hidupnya ada bermacam-macam :
            Hidup Bebas
            Epifit (menempel)
            Endopifit (Di dalam
        Contoh                        Tubuh hewan atau tumbuhan yang hidup di air
            Spirogyra
                Hidup di air tawar, misalnya di kolam atau sawah
            Ulva
                Berbentuk lembaran
     Ganggang Coklat (Phaeophyta)
82


        Hidup di laut dan beberapa jenis hidup di air tawar
        Ukuran beraneka ragam
        Berbentuk benang atau lembaran
        Memiliki bagian yang menyerupai akar, batang, dan
         daun
        Memiliki zat warna fikosantin
        Contoh : Aschophylum, Macrocystis, Sargassum,
         Postelsia, Turbinaria, Luminaria, Naeocystis, dan Fucus
            Sargassum dan Turbinaria banyak terdapat di perairan
             Indonesia
     Ganggang Merah (Rhodophyta)
83


        Hidup di laut
        Umumnya bersel banyak dan berbentuk benang
         atau lembaran
        Memiliki zat warna merah yang disebut fikoeritrin
        Merupakan bahan pembuat agar-agar
        Contoh : Eucheuma Spinosun, Gelidium, Gracillaria,
         dan Bonnemarsonia Namifera
     Ganggang Pirang (Chrysophyta)
84


        Hidup di air tawar, laut, dan tempat-tempat yang
         basah
        Umumnya bersel satu
        Memiliki zat warna karotin dan xantofil yang
         menyebabkan warna kuning keemasan
        Merupakan komponen fitoplankton utama
        Kelompoknya yang memiliki jenis paling banyak
         adalah ganggang kersik dan diatom
         (keterangannya next slide)
     Diatom
85


        Dinding selnya mengandung zat kersik (silika)
        Apabila mati, tubuhya akan mengendap di dasar
         laut dan membentuk tanah diatom
        Berguna sebagai bahan penggosok, penyaring
         cairan, dan isolasi dinamit
86
     Ciri-ciri
87


        Makhluk golongan ini ciri-cirinya menyerupai ciri-ciri
         jamur, yaitu menghasilkan spora
Jamur lendir (Diderma Testaceum)


                               88
         Pada suatu waktu, jamur lendir (Diderma
     Testaceum) tampak sebagai lendir atau plasma yang
     dapat bergerak seperti Amoeba, kemudian mengering
     membentuk kotak spora (sporangium)




89
Jamur Air (Oomycetes)


                        90
     Keterangan
91


        Jamur air hidup di tempat yang lembab atau air
        Ciri khasnya adalah memiliki zoospora
        Zoospora adalah spora yang memiliki dua flagel
         sehingga dapat berenang dalam air
        Zoospora sebagai alat berkembang biak
        Contoh :
          Phytophthora infestans yang merupakan jamur parasit pada
           tanaman kentang
          Pythium debaryanum menyebabkan kecambah busuk dan
           akar tanaman budidaya busuk
92   Kingdom Fungi (Jamur)
     Ciri-ciri
93

        Bersel satu dan ada bersel banyak
            Yang bersel banyak tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut “hifa”
            Hifa tumbuh bercabang membentuk anyaman yang disebut miselium
        Sering juga disebut kapang atau cendawan
        Hidup di tempat-tempat yang lembab, kaya organik, dan kurang mendapat cahaya
         matahari
        Dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang merugikan kita
            Dapat tumbuh dalam makanan dan perabot rumah tangga
            Dapat menyerang tanaman
            Dapat menyebabkan penyakit kulit pada manusia
        Dapat menguntungkan manusia
            Dapat dimakan dan menghasilkan antibiotik (zat yang mengambat bakteri penyebab
             penyakit)
        Ada yang bersifat saprofit dan parasit
            Jamur saprofit mengambil zat-zat makanan dari sisa makhluk hidup yang telah mati
            Jamur parasit mengambil zat-zat makanan dari makhluk hidup yang ditumpanginya
             (merugikan makhluk hidup tersebut
     Dapat dikelompokkan menjadi
94
     beberapa devisi
        Zygomycota
        Ascomycota
        Basidiomycota
        Deutromycetes/Deutromycota
        Lumut Kerak
 Zygomycota

              Sumber : Wikipedia


95
     Ciri-ciri
96


        Mempunyai hifa yang tidak bersekat
        Miselium yang dibentuk hifa menyatakan butir-butir
         kedelai menjadi tempe
        Contoh : Rhizopus (Jamur pembuat tempe)
 Ascomycota

              Sumber : Wikipedia


97
     Ciri-ciri
98


        Memiliki hifa yang berserat-serat
        Ciri khasnya memiliki alat pembentuk spora yang
         disebut askus
          Askus tersebut berkumpul dalam badan yang disebut
           askokarp
          Askus adalah alat serupa tabung yang
           menggelembung sebagai tempat terbentuknya spora
              Spora jamur ini   disebut askuspora
     Contoh Ascomycota : Saccharomyces
99


        Mempunyai jamur bersel satu dan dikenal sebagai
         ragi
        Dapat mengubah tepung menjadi glukosa, dan
         glukosa menjadi alkohol
        Dimanfaatkan dalam pembuatan tempe, roti, dan
         minuman
        Dapat menghasilkan vitamin B kompleks yang
         bermanfaat bagi manusia
      Contoh Ascomycota : Penicillium
100


         Tumbuh pada sisa-sisa makanan (nasi, roti dan
          buah-buahan) yang busuk
         Hidup berkoloni dan warnanya hijau kekuningan
         Menghasilkan antibiotik penisilin
         Penisilin merupakan zat yang dapat menghambat
          pertumbuhan bakteri
         Penicillium Camemberti dan Penicillium requeforti
          digunakan dalam pembuatan keju
      Contoh Ascomycota : Xylaria
101
 Basidiomycota

                 Sumber : Wikipedia


102
      Ciri-ciri dan contoh
103



      Ciri-ciri                   Contoh

         Memiliki hifa yang         Jamur merang
          bersekat-sekat              (Volvariella volvaceae)
         Padat umumnya              Jamur amanita
          memiliki bentuk tubuh
          yang besar
      Contoh Basidiomycota
104


      Jamur Merang (Volvariella
      volvaceae)                  Lumut amanita

         Memiliki minyak tubuh      Merupakan jenis jamur
          buah seperti payung         beracun
         Banyak                     Memiliki tubuh buah
          dibudidayakan karena        seperti daun telinga
          enak dimakan               Banyak ditemukan
                                      menempel pada kayu-
                                      kayu yang telah mati
                        Sumber : Wikipedia
Deuteromycetes/Deuteromycota


                                             105
         Deuteromycetes/Deutromycota sering disebut jamur tidak
          sempurna, karena cara perkembangbiakan generatifnya
          belum jelas
         Contoh :
             Jamur oncom (Monilia Sitophila)
               Berwarna jingga dan umumnya hidup pada tongkol jagung atau nasi
                yang telah basi
               Karena diketahui cara perkembangbiakan generatif, dikelompokkan
                atas Ascomycota dan namanya menjadi Neuspora Sitophila
             Aspergillus
               Hidup pada makanan
               Berwarna hijau kebiruan
               Ada yang baik ada yabg buruk
                     Yang baik    : Aspergillus ventri menghasilkan kecap dan tauco
                     Yang buruk   : Aspergillus plavus menghasilkan racun aflatoksin
                                     yang menyebabkan kematian juga ada penyebab
                           kulit manusia terkena penyakit misalnya panu


106
Lumut Kerak


              107
         Berwarna putih, abu-abu kebiruan, abu-abu kehijauan
         Tumbuh pada kulit batang pohon atau batu-batuan
         Dapat hidup di tempat yang kering
         Yang mati akan membusuk dan menjadi tanah. Tanah
          itu ditumbuhi tumbuhan lain
         Karena peranannya, lumut kerak sering disebut
          tumbuhan perintis (regetasi perintis)
         Contoh :
           Lumut janggut sering digunakan dalam ramuan alat
            tradisional
           Parmelia bentuknya lembaran-lembaran seperti kerak
            berwarna hijau atau abu-abu



108
109   Kingdom Plantae (Tumbuhan)
      Terbagi atas
110


      Index :
       Thallophyta (tumbuhan tidak berpembuluh)

       Bryophyta (Lumut)

       Pterydophyta (Tumbuhan paku)

       Tumbuhan berbiji
                             Sumber : Wikipedia
Tumbuhan tidak berpembuluh
(Thallophyta)


                                                  111
      Pengenalan
112


         Secara umum, tumbuhan dibagi menjadi dua devisi,
          yaitu :
           Tumbuhan tidak berpembuluh (tidak memiliki akar,
            batang, dan daun sejati)
           Tumbuhan berpembuluh/Tracheophyta (memiliki akar,
            batang, dan daun sejati)
         Sisa tiga golongan (Lumut, Paku, dan tumbuhan
          berbiji) tergolong dalam Tumbuhan berpembuluh.
          Tetapi ada juga yang tergolongan thallophyta
          seperti lumut
      Apa maksudnya tumbuhan tidak
113
      berpembuluh ?
         Tumbuhan berpembuluh
          maksudnya adalah tumbuhan
          yang tidak memiliki akar,
          batang, dan daun sejati.
         Apa maksudnya “Tumbuhan yang
          tidak memiliki akar, batang, dan
          daun sejati” ?
             Tumbuhan yang tidak memiliki
              akar, batang, dan daun sejati
              maksudnya tumbuhan itu tidak
              bisa dibedakan akarnya,
              batangnya, dan daunnya.
              Lihatlah gambar di samping ini :
                 Tumbuhan di samping ini tidak
                 dapat dibedakan akar, batang
                 dan daun sejati
 Lumut (Bryophyta)

                     Gambar : Lumut Tanduk
                        Sumber : Wikipedia

114
      Ciri-ciri
115

         Bersel banyak, berwarna hijau, bentuk tubuhnya pipih, sebagian besar
          tubuh menempel (epifit)
         Belum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Akan tetapi, memiliki bagian-
          bagian yang menyerupai
         Dianggap sebagai tumbuhan peralihan dari tumbuhan ttalus ke tumbuhan
          kormus
         Tumbuhan kormus adalah tumbuhan yang telah memiliki akar, batang, dan
          daun sejati
         Bagian yang menyerupai akar disebut rizoid
         Rizoid berbentuk seperti benang-benang halus dan berfungsi sebagai akar
         Memiliki klorofil (dapat berfotosintesis)
         Merupakan tumbuhan darat yang hidup di tempat lembab dan basah.
          Beberapa juga hidup di tempat berair. Misalnya : lumut gambut
      Ciri-ciri (II)
116

         Mengalami penggiliran keturunan, antara keturunan yang menghasilkan sel
          kelamin/gamet (gametofit) dan keturunan yang menghasilkan spora
          (generasi sporofit)
            Peristiwa terjadinya penggiliran keturunan disebut metagenesis

            Proses metagenesis
                Spora lumut yang jatuh di tempat lembab tumbuh menjadi protonema.
                 Protonema kemudian tumbuh menjadi lumut
                Lumut menghasilkan anteridium dan arkegeum
                      Anteridium menghasilkan sporozoid (sel kelamin jantan). Spermatozoid kemudian
                       membuahi sel telur dan menghasilkan zygot di arkegeum
                      Zygot hasil pembuahan tumbuh menjadi sporogonium (menghasilkan spora)
                      Spora terkumpul di kotak spora (sporangium. Apabila pecah, maka spora
                       bertebaran
      Kesimpulannya, proses
117
      perkembangbiakannya begini :

                              Spora




            Sporogonium                              Protonema




                                  Tumbuhan lumut
                                  • Anteridium
                      Zigot         • Spermatozoid
                                  • Arkegonium
                                    • Ovum
      Lumut hati dikelompokkan menjadi:
118


         Lumut hati (Hepaticeae)
           Tumbuhan merayap di permukaan tanah, tepi sungai,
            dan batu-batuan yang lembab di daerah pergunungan
           Contoh : Marcharkta

         Lumut sejati (Pterydophyta)
             Mudah dikenali daripada lumut hati karena tumbuhnya
              di tempat terbuka
                                Gambar : Tumbuhan paku
 Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

                                    Sumber : Wikipedia

119
      Ciri-ciri
120

         Memiliki akar, batang, dan daun sejati
         Tidak berbunga
         Akarnya merupakan akar serabut
         Sel-sel akar mengalami diferensiasi menjadi kulit luar (epidermis), kulit dalam
          (korteks), dan silinder pusat (stele) yang terdiri dari xylem dan floem
         Batangnya umumnya tumbuh di bawah tanah (rizom), tetapi ada beberapa tumbuh
          di atas tanah. Sel-sel batang dideferensiasi seperti akar
         Daunnya memiliki klorofil dan bentuk daun mudanya menggulung
         Ada bintik-bintik kehitaman yang disebut sorus (jamak : sori) di permukaan bawah
          daun dewasa
         Di dalam sorus terdapat kotak spora yang dilindungi oleh selaput yang disebut
          indusium
         Daun paku yang menghasilkan spora disebut sporofil (daun yang subur (fertil)
         Daun yang tidak menghasilkan spora disebut daun mandul (steril)
         Juga mengalami metagenesis
      Skema metagenesis Pterydophyta
121




                            Spora




                                    Protalium (Gametofit)
                                    • Anteridium
            Tumbuhan paku             • Spermatozoid
                                    • Arkegonium
                                      • Ovum




                            Zigot
      Pterydophyta dibagi menjadi
122


         Paku purba (Psilophytinae)
         Paku ekor kuda (Equisetinae)
         Paku kawat (Lycopodinae)
         Paku sejati (Filicinae)
      Paku Purba (Psilophytinae)
123


         Meliputi jenis-jenis tumbuhan paku yang sebagian
          besar telah punah
         Tidak berdaun atau memiliki daun tetapi kecil-kecil
         Beberapa jenis masih belum memiliki akar
         Contoh : Psilotum
      Paku ekor kuda (Equisetinae)
124


         Memiliki batang yang bercabang-cabang dan
          beruas-ruas
         Daun-daunnya kecil seperti selaput halus dan tidak
          berklorofil
         Batangnya berwarna hijau dan berklorofil
         Saprofitnya tersusun membentuk kerucut dan
          terletak pada ujung batang atau cabang
         Contoh : Equisetum
      Paku kawat (Lycopodinae)
125


         Memiliki batang dan akar yang bercabang-cabang
         Daunnya kecil-kecil, tidak bertangkai, dan
          bertulang daun satu
         Saprofit terkumpul membentuk rangkaian dengan
          ujung meruncing panjang serta tepi bergerigi.
          Saprofit terletak pada ujung batang
         Contoh : Lycopodiu dan Suloginella
                                    Gambar : Rumos Rubra
                                       Sumber : Kaskus.us
 Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)



126
      Ciri-ciri
127


         Memiliki akar, batang, dan daun sejati
         Sebagian besar memiliki bunga
         Sering disebut juga tumbuhan berbunga (Anthophyta)
         Pada bunga terdapat benang sari (penghasil sel
          kelamin jantan) dan putik (sel kelamin betina) yang bila
          terjadi penyatuan keduanya, maka terbentuk biji
           Biji merupakan alat perkembangbiakan generatif
           Di dalam biji terdapat embrio atau lembaga (calon
            tumbuhan baru)
      Berdasarkan letak bijinya terbagi atas
128


      Gymnospermae (Tumbuhan berbiji   Angiospermae (Tumbuhan berbiji
      terbuka)                         tertutup)
         Tidak memiliki bunga            Merupakan tumbuhan tingkat
          yang sesungguhnya                tinggi yang paling banyak
                                           ditemui di seluruh permukaan
         Alat                             tanah
          perkembangbiakannya             Berbiji terbungkus (tertutup)
          terletak pada bagian             oleh daun buah atau daging
          runcing yang disebut             buah
          strobilus                       Memiliki bunga sesungguhnya
         Contoh : Melinjo, pakis         Bijinya ada berbiji satu
                                           (monokotil) dan ada yang
          haji, pinus, dan ginkgo          berbiji dua (dikotil)
      Perbedaan dikotil dan monokotil
129

      Dikotil                               Monokotil
      Biji berkeping dua                    Biji berkeping satu
      Pembuluh pengangkut teratur           Pembuluh pengangkut tersebar
      Tulang daun menyirip/menjari          Tulang daun sejajar/melengkung
      Berakar tunggang                      Berakar serabut
      Mahkota bunga berjumlah dua, empat,   Mahkota bunga berjumlah tiga atau
      lima, atau kelipatannya               kelipatannya
      Klasifikasi tumbuhan dikotil
130


      Suku (Familia          Ciri-ciri                     Contoh
      Suku jarak-jarakan     •Batang mengandung            Pohon jarak, karet, puring
      (Euphorbiaceae)        getah
                             •Tulang daun menjari
                             •Buah kendaga (memiliki 3
                             ruang, setiap ruang berisi
                             satu bij)
      Suku terung-terungan   •Umumnya berupa semak         Cabe, kentang, terung,
      (Solanaceae)           •Bunga berbentuk seperti      kecubuang
                             terompet atau bintang
                             •Mahkota lima helai dan
                             saling melekat: Benang sari
                             lima buah, putik satu buah
      Klasifikasi tumbuhan dikotil (II)
131

      Suku (Familia)         Ciri-ciri                    Contoh
      Suku jambu-jambuan     •Umumnya berupa perdu atau Jambu batu, cengkeh
      (Myrtaceae)            pohon berkayu
                             •Mahkota bunga kecil: Benang
                             sari banyak
      Suku komposite         Memiliki bunga majemuk,      Bunga matahari, aster
      (Compositae)           yaitu bunga tepi dan bunga
                             tabung; bunga tabung
                             memiliki putik dan benang
                             sari, bunga tepi tidak
      Suku kacang-kacangan   •Bunga berbentuk seperti     Kacang buncis.
      (Papilionaceae)        kupu-kupu
                             •Memiliki buah polong, yaitu
                             dalam setiap buah terdapat
                             beberapa ruang biji, masing-
                             masing ruang mengandung sTu
                             biji
      Klasifikasi tumbuhan dikotil (III)
132

      Suku (Familia)       Ciri-ciri                            Contoh
      Suku petai-petaian   •Berupa pohon atau perdu             Putri malu
      (Mimosaceae)         •Memiliki buah polong
      Suku johar-joharan   •Berupa pohon atau perdu             Kembang merak,
      (Caesalpiniaceae     •Memiliki buah polong
      Suku kapas-kapasan   •Berupa semak atau perdu             Kapas
      (Malvaceae)          •Memiliki buah lima saling melekat
                           pendek
      Klasifikasi tumbuhan monokotil
133

      Suku (Familia)         Ciri-ciri                                Contoh
      Suku pinang-pinangan   •Umumnya tumbuhan berkayu, tidak         Pohon kelapa,
      (Palmae)               bercabang, dan berbatang tegak;          pinang-pinangan
                             pada batang terdapat bekas daun
                             berbentuk cincin
                             •Memiliki buah batu (Lapisan dalam
                             tebal dan keras)
      Suku rumput-rumputan   •Batang berbentuk silindris pipih atau   Padi, jagung,
      (Graminae)             persegi; batang bagian tengah            lalang, tebu
                             biasanya berongga
                             •Daun berbentuk seperti pita; tulang
                             daun sejajar
      Suku pisang-pisangan   •Memiliki batang semu (terbentuk dari Semua jenis
                             pelepah daun yang saling membungkus pisang kecuali
                             membentuk batang)                     pisang molem
                             •Tulang daun menyirip
      Klasifikasi tumbuhan monokotil (II)
134

      Suku (Familia)           Ciri-Ciri                              Contoh
      Suku jahe-jahean         •Memiliki rizom (bagian batang yang    Kunyit, jahe,
      (Zingiberaceae)          tumbuh mendatar di dalam tanah dan     lengkuas,
                               dapat tumbuh menjadi tanaman baru)     temulawak
                               •Memiliki pelepah daun yang membalut
                               batang
      Suku anggrek-anggrekan   •Pangkal batang membesar membentuk     Anggrek
      (Orchidaceae)            umbi                                   vanda
                               •Daun bertepi rata dan berdaging
      Rangkuman Plantae
135



                                        Plantae
                   Digolongkan berdasarkan umum
       Thallophyta                                 Tracheophyta

              Lumut                       Tumbuhan paku               Tumbuhan berbiji



      Lumut hati      Lumut    Paku    Paku ekor     Paku   Paku     Dikotil   Monokotil
                      sejati   purba     kuda       kawat   sejati
      Rangkuman plantae (II)
136
137   Kingdom Animalia (Hewan)
      Dikelompokkan menjadi
138


         Invertebrata (Hewan tidak bertulang belakang)
         Vertebrata (Hewan bertulang belakang)
                               Sumber : Wikipedia
                                Gambar : Serangga
Invertebrata (Tulang tidak bertulang
belakang)


                                                    139
      Dikelompokkan menjadi :
140

      Filum               Ciri-ciri                                       Contoh
      Hewan berpori       •Tumbuh memiliki pori                           Spons,
      (Porifera)          •Sebagian besar hidup di laut                   karang
                          •Bentuk tubuh umumnya seperti vas bunga
      Hewan berongga      •Memiliki dua macam bentuk tubuh, yaitu polip   Anomon,
      (Coelenterata)      dan medusa                                      ubur-ubur,
                          •Sebagian besar hidup di laut                   hidra
                          •Mulut dikelilingi tentakel
      Cacing pipih        •Tubuh pipih seperti pita                       Cacing pita,
      (Platyhelminthes)   •Sebagian besar hidup sebagai parasit           cacing hati
                          •Tidak memiliki organ untuk mencerna makanan
      Cacing gilig        •Tubuh gilig atau silindris
      (Nemathelminthes)   •Sebagian besar hidup bebas, beberapa
                          sebagai parasit
                          •Memiliki mulut dan anus
      Dikelompokkan menjadi : (II)
141

      Filum                      Ciri-ciri                       Contoh
      Cacing gelang (Annelida)   •Tubuh bulat memanjang dan      Cacing palah, cacing
                                 beruas-ruas                     tanah, cacing bawo
                                 •Ditemukan hampir di mana
                                 saja
                                 •Memiliki mulut dan anus
      Hewan bertubuh lunak       •Tubuhnya yang lunak biasanya   Bekicot, cumi-cumi,
      (Mollusca)                 dilindungi oleh cangkang        kerang, gulita,
                                 •Ditemukan di beberapa
                                 lingkungan yang berbeda
                                 •Menggunakan kaki berotot
                                 untuk bergerak
      Dikelompokkan menjadi : (III)
142

      Filum                 Ciri-ciri                                     Contoh
      Hewan bertubuh        •Tubuh beruas-ruas (Berbuku-buku)             Semua jenis
      beruas-ruas           •Ditemukan hampir di mana saja                sernagga,
      (Arthopoda)           •Pada umumnya tubuh dapat dibedakan           laba-laba,
                            menjadi kelapa, dada, dan perut               kaki seribu
                            •Tubuh dilapisi kerangka luar yang keras
                            yang mengandung zat kritin
      Hewan berkulit duri   •Tubuh berkulit duri, tubuh simetris radial   Bintang laut,
      (Echinodermata)       •Hidup di air                                 landak laut
                            •Bergerak dengan kaki ambulakral
                            •Ambulakral bergfungsi juga dalam
                            penyerapan air
belakang)
Vertebrata (hewan bertulang


                              Gambar : Rusa merah
                               Sumber : Wikipedia

  143
      Ciri-ciri
144

         Merupakan subfilum dari filum Chordata        Memiliki alat pencernaan yang sudah
                                                         sempurna dan dilengkapi dengan
         Memiliki tulang belakang                       kelenjar pencernaan
         Memiliki bentuk tubuh simetris bilateral      Memiliki alat pernafasan berupa paru-
                                                         paru atau insang
         Memiliki rangka dlaam (endoskeleton)
                                                        Memiliki sistem peredaran darah
          sebagai tempat melekatnya otot                 tertutup, dengan jantung yang terdiri
         Memiliki tulang tengkorak yang                 dari dua, tiga, atau empat ruang
          melindungi otak                               Memiliki alat ekskresi berupa sepasang
                                                         ginjal
         Memiliki rongga badan yang di
                                                        Memiliki sistem saraf yang terdiri dari
          dlaamnya terdapat organ tubuh                  saraf pusat (otak dan sumsum tulang
         Memiliki kulit yang terdiri dari lapisan       belakang) dan saraf tepi
          luar (epidermis) dan lapisan dalam            Memiliki kelenjar hormon
          (dermis)                                      Memiliki alat reproduksi yang terdiri dari
                                                         kelenjar kelamin jantan (testis) yang
                                                         menghasilkan sperma dan kelenjar
                                                         kelamin betina (ovarium) yang
                                                         menghasilkan sel telur (ovum)
      Klasifikasi vertebrata : Ikan (Pisces)
145


         Hidup di air
         Bergerak dengan sirip
         Berdarah dingin (suhu tubuh berubah-ubah sesuai
          kondisi lingkungannya)
         Tubuh biasanya ditutupi oleh kulit bersisik
         Bernafas dengan insang
         Fertilisasi eksternal
         Alat pengeluarannya disebut urogental
         Contoh : Ikan badut
      Klasifikasi vertebrata : Amfibi
146
      (Amphibia)
      Ciri-ciri                              Contoh : Katak
         Sebagian hidupnya di darat,
          sebagian lagi hidup di air
         Bergerak dengan dua pasang
          tungkai
         Berdarah dingin
         Tubuh ditutupi kulit yang lembab
          dan tidak bersisik
         Bernafas dengan insang, kulit,
          dan paru-paru
         Fertilisasi eksternal
         Lubang pengeluaran disebut
          kloaka
      Klasifikasi vertebrata : Reptil (Reptilia)
147



      Ciri-ciri                        Contoh : Buaya

         Hidup di darat
         Bergerak dengan dua pasang
          tungkai, kecuali ular
         Berdarah dingin
         Tubuh ditutupi kulit yang
          kering dan bersisik
         Benafas dengan paru-paru
         Fertilisasi internal
         Lubang pengeluaran disebut
          kloaka
      Klasifikasi vertebrata : Burung (Aves)
148



      Ciri-ciri                        Contoh : Burung Merak

         Hidup di darat
         Bergerak dengan sayap dan
          kaki
         Berdarah panas (suhu tubuh
          tetap)
         Tubuh ditutup bulu
         Bernafas dengan paru-paru
         Fertilisasi internal
         Alat pengeluaran disebut
          kloaka
      Klasifikasi vertebrata : Mamalia
149
      (Mammalia)
      Ciri-ciri                            Contoh : Kuda nil
         Disebut juga binatang menyusui
         Sebagian besar hidup di darat,
          namun ada yang hidup di air
         Berdarah panas
         Tubuh ditutupi rambut
         Bernafas dengan paru-paru
         Memiliki kelenjar susu
         Fertilisasi internal
         Melahirkan anak (vivipar)
         Alat pengeluarannya disebut
          kloaka
Bab 5   Upaya Pelestarian Keanekaragaman hayati

        Pada bab sebelumnya kita sudah mempelajari tentang
        keanekaragaman makhluk hidup. Sekarang kita mau mempelajari
        bagaimana melestarikan makhluk hidup tersebut, apa itu sumber
        daya alam hayati, Pelestarian hewan liar, dan tumbuhan serta
        makhluk hidup apakah yang sudah langka di dunia ini
      Pengenalan
151

         Keanekaragaman hayati adalah sebagai sumber daya alam hayati
         Sumber daya alam hayati dimanfaatkan oleh manusia untuk
          memenuhi kebutuhan hidupnya.
         Manusia memanfaatkan hewan, tumbuhan, dan mikroba
          (mikroorganisme) untuk berbagai keperluan, seperti bahan
          makanan, sandang, perumahan, dan sebagainya.
         Meskipun keanekaragaman hayati itu dapat dimanfaatkan manusia
          untuk berbagai keperluan, tetapi keberadaannya perlu untuk
          dilestarikan
         Untuk itu pemanfaatan sumber daya alam hayati harus dengan
          perhitungan atau pertimbangan yang sangat tepat sehingga tidak
          merugikan generasi mendatang
      Sumber Daya Alam Hayati
152


         Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam
          berupa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan
          mikroorganisme. Jadi, sumber daya alam hayati
          termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui
         Manusia memerlukan sumber daya alam hayati untuk
          berbagai kehidupan. Tumbuhan digunakan sebagai
          bahan makanan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan giji
             Misalnya : padi, jagung, gandum, sagu, dan umbi-umbian
      Sumber Daya Alam Hayati (II)
153

         Tumbuhan juga dibutuhkan untuk sandang (pakaian), papan (bahan
          bangunan rumah), dan berbagai bahan industri
         Manfaat tumbuhan tidak kalah pentingnya adalah sebagai
          pemasok oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua organisme
         Hewan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, yaitu sebagai
          sumber protein dan lemak. Beberapa jenis hewan kulitnya dapat
          dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan
         Di beberapa daerah tertentu, hewan dapat digunakan sebagai alat
          transportasi. Penelitian-penelitian di bidang kedokteran juga sering
          menggunakan hewan menjadi bahan percobaan
      Pelestarian hutan dan hewan liar
154

         Hutan hujan tropis merupakan habitat sebagian besar
          sumber daya alam hayati
         Mahkhluk hidup yang hidup di hutan memiliki peranan
          penting dalam rantai makanan. Oleh karena itu, hilangnya
          atau punahnya suatu jenis makhluk hidup di hutan dapat
          menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem
         Karena penggunaan sumber daya alam hutan hujan tropis
          cenderung danpa pertimbangan dampaknya, penangkapan
          yang terus-menerus terhadap hewan liar menyebabkan
          hewan itu punah atau dalam ambang kepunahan hewan-
          hewan liar tertentu di hutan-hutan Indonesia
      Beberapa jenis tumbuhan yang telah
155
      langka di Indonesia
      Nama Spesies         Deskripsi                            Penyebaran
      Diospyros celebica   Pohon yang dapat mencapai tinggi     Beberapa daerah di
      (eboni atau kayu     40m. Dimanfaatkan untuk bahan        Sulawesi
      hitam)               bangunan, tiang jembatan dan
                           peralatan rumah tangga
      Eusideroxylon        Pohon yang dapat mencapai tinggi     Kawasan hutan Kalimantan
      Zwageri (ulin atau   60m dan diameter batang 1,5m.        Timur, Kalimantan barat,
      kayu besi)           Dimanfaatkan oleh konstruksi berat   Sumatera Selatan, Bangka,
                                                                dan Belitung
      Styrax Benzoin       Pohon yang dapat mencapai tinggi     Sumatera dan Bangka
      (kemenyan)           30m. Getahnya disebut kemenyan,
                           digunakan sebagaibahan obat-
                           obatan dan berbagai acara ritual
      Beberapa jenis tumbuhan yang telah
156
      langka di Indonesia (II)
      Nama Spesies                    Deskripsi                   Penyebaran
      Stelechocarpus burahol          Pohon yang dapat            Asia Tenggara
      (kepel atau burahol)            mencapai tinggi 25m.
                                      Buahnya dapat dimakan
      Phalaenopsis Javanica           Dimanfaatkan sebagai        Jawa barat
      (anggrek bulan Jawa)            tanaman hias
      Rafflesia arnoldil (patma       Juga sering disebut bunga   Sumatera barat, Bengkulu,
      raksasa)                        bangkai                     Lampung, dan KaBar
      Musa acuminata colla var        Tidak banyak                Sekitar Gunung Lauser dan
      elasensis (Pisang monyet)       dimanfaatkan karena         kawasan hutan Sumatera
                                      buahnya berbiji             lainnya
      Durio kutejensis (durian lae)   Daging buahnya kuning       Kawasan hutan Kalimantan
                                      kemerahan                   Timur
      Beberapa jenis tumbuhan yang telah
157
      langka di Indonesia (III)
      Nama Spesies             Deskripsi                  Penyebaran
      Limnocitrus littoralis   Termasuk suku jarak-         Hanya ditemukan di
      (Klemohan)               jarakan, berupa semak,       Rembang, Jawa Tengah
                               dengan tinggi dapat
                               mencapai dua meter.
                               Tumbuh liar di pinggir jalan
                               di tepi-tepi tambak daerah
                               pesisir
      Aquilaria Sp. (Gaharu)   Digunakan sebagai bahan    Sumatera, Kalimantan,
                               wewangian yang mahal       Nusa Tenggara, dan
                                                          Maluku
      Beberapa jenis hewan yang telah
158
      langka di Indonesia
      Nama Spesies                  Deskripsi                     Penyebaran
      Pongo pygmaes (orangutan)     Memiliki rambut yang lebih    Dataran rendah dan
                                    panjang daripada jenis kera   hutan hujan tropis
                                    yang lain. Rambut warna       Sumatera serta
                                    merah. Makanannya buah-       daratan rendah
                                    buahan                        kalimantan
      Rhinoceros sundaicus (Badak   Herbivora. Memiliki indra     Ujung Kulon, Banten
      bercula satu)                 penciuman yang tajam
                                                                  Sumatera
      Dicerorhinus sumatrensis      Badah yang hanya ditemukan
      (Badak bercula dua)           di sumatera
      Panthera tigris sumatrensis   Pada malam hari, dapat        Sumatera
      (harimau sumatera)            mengetahui adanya mangsa
                                    dalam jarak 10-20 km.
      Beberapa jenis hewan yang telah
159
      langka di Indonesia
      Nama Spesies          Deskripsi                    Penyebaran
      Babyrousa babyrussa   Memiliki gigi taring bawah   Sulawesi dan Pulau Buru
      (babirusa)            yang menonjol keluar,
                            Hewan ini melakukan
                            aktivitas makan sepanjang
                            hari
      Tarsius spectrum      Makanannya serangga dan Hutan hujan tropis
                            cecak. Melakukan aktivitas Indonesia
                            makan sebagian besar
                            pada malam hari. Memiliki
                            penglihatan yang tajam
      Pelestarian hutan
160

         Pelestarian hutan dan hewan liar sebenarnya merupakan
          pelestarian sumber daya alam hayati. Untuk itu, kita harus
          melakukan pelestarian hutan termasuk hewan-hewan liar yang hidup
          di dalamnya
         Pelestarian sumber daya alami dapat dilakukan secara :
             Pelestarian in situ adalah hewan dan tumbuhan yang tetap berada
              pada habitat aslinya. Contoh : Komodo di Pulau Komodo (NTT) dan
              batak Jawa di ujungkulon
             Pelestarian ex situ adalah memindahkan individu yang dilestarikand ari
              habitat aslinya untuk dipelihara di tempat lain. Pelestarian ex situ untuk
              tumbuhan dapat dilakukan di kebut botani atau di kebun koleksi.
                 Kebun botani yang ada di Indonesia adalah Kebun Raya Bogor
                 Kebun botani juga terdapat di Cibodas (Jawa barat), Purwodadi (Jawa
                  Tengah), Persuruan (Jawa Timur), dan Bedugul (Bali)
      Kawasan tertentu pelestarian hewan liar
161


         Cagar alam
             Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang
              keadaan alamnya memiliki tumbuhan, satwa (hewan),
              dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi
              agar tumbuh secara alami
         Suaka margasatwa
             Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang
              memiliki ciri khas berupa kenakeragaman dan keunikan
              jenis satwa sehingga perlu dilakukan pembinaan
              terhadap habitatnya untuk menjaga kelangungan hidup
              satwa yang ada
      Kawasan tertentu pelestarian hewan liar (II)
162


         Taman nasional
             Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang
              memiliki ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi
         Taman wisata
             Taman wisata adalah kawasan taman yang secara khusus
              dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata atau
              rekreasi
         Taman laut
             Taman laut adalah kawasan laut yang berupa cagar alam,
              suaka margasatwa, atau taman wisata
        Pengaruh kepadatan populasi manusia
Bab 6
        terhadap lingkungan
        Penduduk di Dunia sudah mulai banyak. Setiap tahun ada perkembangan
        penduduk. Kenapa ? Karena penduduk yang mati lebih sedikit daripada
        penduduk yang hidup. Contoh penjumlah penduduk di Jakarta. Pada tahun
        1980 jumlah penduduknya 9794 km2. Sedangkan pada tahun 1990 jumlah
        penduduknya 12439 km2. Perkembangan ini tentunya mengakibatkan
        beberapa kerugian, kerugiannya akan kita pelajari di sini
      Pengenalan
164

         Penduduk adalah manusia dalam pengertian perorangan
          (individu) atau kelompok (masyarakat) yang bertempat
          tinggal di dsuatu daerah atau wilayah pada waktu tertentu
         Karena jumlah penduduk yang sangat banyak, dapat
          menimbulkan beberapa efek buruk yaitu :
             Kekurangan makanan
             Kebutuhan air bersih
             Kebutuhan udara bersih
             Berkurangnya kesediaan lahan
             Kerusakan lingkungan
             Pencemaran ladang
             Terbatasnya ruang gerak
      Kekurangan Makanan
165

         Jumlah manusia dihitung melalui              Kekurangan gizi menyebabkan daya
          deret ukur. Yaitu : 1, 2, 4, 8, 16, 32,       tahan tubuh seseorang terhadap
          64, …                                         suatu penyakit rendah, sehingga
         Jumlah makanan dihitung melalui               mudah terjangkit penyakit. Apalagi
          deret hitung. Yaitu : 1, 2, 3, 4, 5, 6,       kalau terjadi pada masa
          …                                             pertumbuhan. Dalam waktu yang
                                                        relatif lama, kekurangan gizi dapat
         Karena jumlahnya yang tidak                   menghasilkan generasi yang lemah.
          seimbang, tentu saja ada manusia              Jadi, ini merupakan generasi yang
          yang tidak dapat mendapat                     lemah
          makanan. Karena itu, terjadilah
          kekurangan gizi                              Solusinya, pemerintah berusaha
                                                        memenuhi kebutuhan pangan
                                                        penduduk, misalnya melalui
                                                        peningkatan produksi pertanian,
                                                        perikanan, dan pernemuan sumber
                                                        makanan baru yang memiliki nilai
                                                        gizi tinggi
      Kebutuhan air bersih
166

         Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup. Karena itu, manusia membutuhkan
          air bersih.
         Air bersih harus memenuhi syarat air bersih :
             Syarat kimia : Tidak mengandung zat logam
             Syarat fisika : Warnanya bening terlihat bersih
             Syarat biologi : Tidak mengandung mikroorganisme
         Agar syarat tersebut dicapai, maka jarak sumber air atau sumur dari kakus
          (penampung kotoran) dan galian penampungan sampah tidak lebih rendah dan
          tidak dekat dari sumber pencemaran
         Bila kebutuhan air bersih tidak terpenuhi, sering kali penduduk dengan terpaksa
          menggunakan air sungai yang kotor
         Penampungan air merupakan tempat berkembang biak nyamuk penular penyakit
          demam berdarah, padahal sebagian penduduk enggan untuk membersihkan
          tempat-tempat penampungan air bersih. Akibatnya, pemukiman yang padat udah
          terjangkit demam berdarah, seperti Indonesia
      Kebutuhan udara bersih
167


         Di daerah yang penduduknya padat maka kebutuhan
          udara bersih juga meningkat.
         Bila udara bersih di suatu lingkungan padat penduduk tidak
          terpenuhi maka dapat menurunkan tingkat kesehatan
          seseorang atau masyarakat, khususnya timbulnya penyakit
          saluran pernafasan
         Agar udara bersih terpenuhi, perlu ada pasokan oksigen
          yang cukup.
         Pasokan oksigen dapat diperoleh dari fotosintesis tumbuhan
          hijau. Oleh karena itu, dalam lingkungan penduduk padat,
          setiap rumah tangga perlu menanam tanaman
      Berkurangnya ketersediaan lahan
168


         Bertambahnya penduduk mengakibatkan lahan
          semakin berkurang karena setiap penduduk
          membutuhkan tempat tinggal untuk tinggal
         Tanah pertanian yang berkurang mengakibatkan hasil
          pertanian berkuang dan sebagian buruh tani
          kehilangan pekerjaan. Pada akhirnya, bukan hanya
          lahan pertanian yang berkurang, tetapi lahan sebagai
          tempat tinggal penduduk juga berkurang.
         Keadaan ini mendorong sebagian orang menempati
          lahan-lahan yang semestinya tidak digunakan untuk
          pemukiman
      Kerusakan lingkungan
169

              Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperti
       untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan
       memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia yang alami ditebang.
       Meningkatnya jumlah penduduk tentu saja diiringi meningkatkannya
       penggunaan sumber daya alam hayati. Adanya pembukaan hutan secara
       liar untuk dijadikan tanah pertanian untuk mencari hasil hutan sebagai
       mata pencarian penduduk akan merusak ekosistem hutan
              Perubahan hutan atau rawa menjadi sawah dan ladang (tanah
       pertanian) bila tidak dibatasi akan mengakibatkan penurunan
       keanekaragaman hayati yang dapat mengganggu keseimbangan
       lingkungan. Pembabatan hutan bakau di sepanjang pantai untuk berbagai
       kepentingan mansua, menyebabkan perubahan lingkungan. Perubahan
       ekosistem hutan bakau akan mengganggu ikan dan udang. Selain itu, hutan
       bakau juga sebagai pelindung pantai dari gelombang laut. Semuanya itu
       akhirnya meneybabkan kerusakan lingkungan
      Pencemaran Lingkungan
170

         Di daerah penduduk yang padat, sampah ada banyak
         Sampah rumah tangga yang umumnya sampah organik bila masuk
          perairan menyebabkan pencemarah
         Sampah yang dibiarkan menumpuk menyebabkan bau tidak sebab dan
          pusat penyebaran penyakit, seperti disentri dan bius.
         Penyakit leptospirosis yang disebarkan oleh tikut, juga disebabkan oleh
          sampah
         Di kota, gas sisa pembakaran mobil menyebakban pencemaran udara.
          Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, maka berbagai
          kebutuhan manusia juga semakin tinggi.
         Untuk memenuhi kebutuhan manusia itu, berbagai industri dibangun. Tetapi
          sering kali limbah industri yang mengandung racun menyebabkan
          pencemaran lingkungan
      Terbatasnya ruang gerak
171

       Suatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi
       kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan (sanitasi)
       dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak
       nyaman bagi penduduknya. Di daerah dengan kepadatan
       penduduknya yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk
       saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan yang
       demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak.
       Akibatnya, dapat memberikan dampak negatif pada
       kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit
       penyakit menular, kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi,
       atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang
       pada tempatnya
Bab 7   Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
        Pada bab sebelumnya kita sudah belajar kalau terlalu
        banyak penduduk terjadi pencemaran dan kerusakan
        lingkungan. Sekarang kita akan bahas apa itu
        pencemaran, jenis-jenis pencemaran, dan solusinya
      Pengenalan
173

         Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat-zat
          atau komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan
         Sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan
         Polutan dapat berupa bahan kimia, debu, makhluk hidup
          atau yang dihasilkan makhluk hidup, panas, suara, atau
          radiasi
         Dengan adanya polutan, lingkungan menjadi kurang sesuai
          dengan fungsinya. Akibatnya, terjadi kerusakan lingkungan
          yang dapat mengganggu dan merugikan manusia
         Hutan sangat banyak manfaatnya sehingga kita harus
          melakukan beragai upaya untuk melestarikannya
      Sumber-sumber Pencemaran Lingkungan
174

         Pencemaran kimiawi
               Perubahan kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat kimia.
               Misalnya, jenis-jenis logam berat yang terdapat dalam limbah pabrik seperti
               raksa dan timbal. Limbah adalah sisa proses produksi
         Pencemeran Fisik
               Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat cair, padat,
               atau gas. Zat cair yang menyebabkan pencemaran, misalnya limbah pabrik
               dan limbah rumah tangga. Misalnya sampah, gas yang menyebabkan
               pencemaran, misalnya asap dari pabrik
         Pencemaran Biolgois
               Pencemaran biologis adalah pencemaran yang disebabkan oleh berbagai
               macam mikroorganisme penyebab penyakit. Misalnya sumur atau sumber air
               yang digunakan sehari-hari tercemar kuman penyebab penyakit
      Macam-macam Pencemaran
175
      Lingkungan
         Pencemaran air
         Pencemaran udara
         Pencemaran tanah
         Pencemaran suara
176   Pencemaran air
      Pengenalan
177


         Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat
          atau komponen lainnya ke dalam lingkungan
          perairan sehingga kualitas (mutu) air terganggu
         Sumber-sumber pencemaran air terutama berasal
          dari limbah industri, limbah pertanian, limbah
          rumah tangga, dan limbah minyak
                  Sumber : Google
Limbah industri


                                    178
         Limbah industri yang mengandung logam berat sering kali dialirkan atau
          dibuang ke sungai
         Akibat dari pembuangan limbah tersebut, sungai menjadi tercemar.
         Jenis-jenis logam berat yang terdapat dalam limbah industri antara lain
          raksa, timbal, dan kadmium
         Logam berat tersebut merupakan bahan pencemar yang sangat
          berbahaya bagi manusia
         Air sungai yang tercemar akan bermuara ke laut. Dengan demikian air laut
          juga menjadi tercemar.
         Logam berat yang masuk ke dalam hewan laut (ikan, udang, kerang) akan
          terkumpul dalam tubuhnya
         Jika hewan laut yang telah tercemar dikonsumsi manusia, akibatnya terjadi
          gangguan saraf
         Kejadian di atas pernah terjadi di teluk Minamata di Jepang. Karena itu
          penyakit gangguan saraf ini disebut penyakit Minamata
         Pencemaran air yang berat dapat menyebabkan bahan pencemar
          meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air tanah yang menjadi
          sumber air untuk minum, cuci, dan mandi. Biasanya air tanah tercemar sukar
          sekali dikembalikan menjadi air bersih


179
      Usaha-usaha pemberantasan`
180


         Setiap pabrik harus memiliki penapungan limbah.
          Limbah pabrik kemudian diproses atau diolah. Dengan
          demikian bahan dari limbah yang berupa zat-zat
          beracun dapat dihilangkan
         Pencemaran air oleh logam yang berasal dari industri
          dapat dicegah atau diatasi dengan cara menanam
          tumbuhan sejenis alang-alang di sekitar perairan
          tempat pembuangan limbah. Tumbuhan ini dapat
          menyerap racun dari limbah industri
                   Sumber : Google
Limbah pertanian


                                     181
      Efek buruk
182

         Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan di lahan pertanian dapat
          menyebabkan suburnya ekosistem perairan. Kenapa ? Karena pupuk tidak diserap
          oleh tumbuhan terbuang ke perarian. Akibatnya, perairan ditumbuhi oleh
          ganggang atau enceng gondok dengan subur atau dikenal dengan blooming algae.
          Tertutupnya tumbuhan ini akan mengurangai sinar matahari yang menembus air
          yang menyebabkan berkurangnya oksigen yang tentu saja menyebabkan ikan-ikan
          mati
         Penggunaan insektisida (racun serangga) yang berlebihan dan digunakan terus-
          menerus dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lahan pertanian. Selain
          membunuh hama., insektisida juga membunuh makhluk hidup lain yang bermanfaat.
          Selain itu, penggunaan insektisida yang terus-menerus dapat menyebabkan
          kekebalan hama terhadap insektisida. Akibatnya, pada suatu saat dapat menjadi
          ledakan hama
         DDT pernah memusnahkan suatu burung disebut Falconiformes. DDT bekerja pada
          sistem reproduksinya yang membuat telurnya semakin lunak sehingga mudah pecah.
          Karena itu, burung ini tidak memiliki keturunan sehingga punah
      Usaha-usaha penberantasan
183


         Mencegah limbah pertanian gara tidak mengalir ke
          sungai dan danau
         Pengaturan terhadap penggunaan pupuk buatan
         Menggunakan pestisida yang mudah diuraikan oleh
          alam
         Menggunakan cara biological control (pemberantasan
          hama dengan menggunakan makhluk hidup pemakan
          hama tersebut)
         Menanam tanaman pertanian yang kebal terhadap
          serangga hama
                      Sumber : Google
Limbah rumah tangga


                                        184
      Efek buruk
185


         Contoh limbah rumah tangga : sampah dan air
          buangan yang mengandung deterjen
         Limbah rumah tangga dalam jumlah banyak yang
          masuk ke dalam perairan akan menyebabkan
          ekosistem perairan tersebut tercemar
         Di perairan, sampah mengalami proses penguraian
          oleh mikroorganisme. Akibat proses penguraian
          tersebut kandungan oksigen dalam air menurun.
          Menurunnya kandungan oksigen sangat merugikan
          biota, misalnya berbagai jenis ikan yang hidup di
          perairan itu
      Usaha-usaha pencegahan
186


         Membuat tempat pembuangan sampah
         Membuat lubang untuk membuang sampah
          selanjutnya ditimbun dengan tanah
         Memanfaatkan sampah untuk dibuat pupuk kompos
         Membuat tempat penampungan limbah yang
          berupa air buangan. Tempat penampungan limbah
          harus jauh dari sumber air
      Cara membuat kompos
187
 Pencemaran minyak

                     Sumber : Wikipedia


188
      Penyebab dan efek buruk
189

         Laut merupakan jalur lalu lintas yang ramai. Oleh karena itu, sering kali
          bahan bakar minyak dan pelumas dari kapal tumpah ke laut. Kecelakaan
          kapal tanker yang membawa minyak merupakan penyebab utama
          pencemaran minyak di laut
         Pencemaran minyak di laut berpengaruh langsung terhadap biota laut dan
          berpengaruh tidak langsung terhadap organisme yang hidup di darat.
             Berpengaruh langsung misalnya mematikan biota laut itu sendiri
             Berpengaruh tidak langsung, misalnya burung yang memakan ikan tercemar
              dapat mati atau manusia akan terganggu kesehatannya bila memakan ikan
              atau kerang yang sudah tercemar
         Selain itu, minyak juga menutupi permukaan laut sehingga fitoplankton
          tidak dapat berfotosintesis karena cahaya matahari tidak dapat
          menembus permukaan laut. Karena itu, hewan-hewan laut mati kelaparan
          dan punah di daerah itu
      Cara pemberantasan
190

         Hindarkan pembocoran minyak di laut baik oleh kapal
          tanker maupun pengeboran minyak lepas pantai
         Harus ada sanksi yang tegas bagi pelaku pencemaran
          minyak
         Membersihkan minyak dengan cara bioremidiasi
          (menggunakan mikroorganisme untuk membersihkan
          pencemaran). Sebagai contoh, beberapa jenis bakteri yang
          mengkonsumsi minyak jika diberi makan dnegan sumber
          gula
         Bila ada tumpahan minyak di laut hendaknya dibuat
          penghalang mekanik sehingga air laut yang tercemar
          minyak tidak mencapai pantai. Kemudia dilakukan
          penyedotan terhadap tumpahan minyak tersebut
191   Pencemaran udara
      Pengenalan
192

         Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya zat, energi, atau
          komponen lainnya ke dalam lingkungan udara.
         Pencemaran udara umumnya terjadi di kota-kota besar dan daerah
          industri (pabrik)
         Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan
          bakar dari kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik
         Terbagi atas :
             Karbon dioksida
             Karbon monoksida
             Sulfur dioksida
             Nitrogen oksida
             CFC (chlorofluorocarbon)
             Asap
                           Sumber : Google
Karbon dioksida Karbon Monoksida
              dan




                                             193
      Penyebab dan efek buruk karbon
194
      dioksida
         Karbon dioksida dilepaskan oleh hasil pembakaran
          bahan bakar fosil (minyak bumi), pembakaran mesin
          kendaraan bermotor, dan kebabkaran hutan.
          Pembakaran bahan bakar fosil menjadi penyumbang
          terbesar terjadinya pencemaran udara
         Dalam tubuh manusia, karbon dioksida dapat memacu
          pernafasan. Sehdangkan adanya karbon dioksida
          yang berlebih di atmosfer dapat menimbulkan
          terjadinya kenaikan suhu di bumi (global warming)
      Penyebab dan efek buruk karbon
195
      monoksida
         Karbon monoksida dilepaskan oleh hasil
          pembakaran mesin kendaraan bermotor.
         Kendaraan bermotor yang dihidupkan di suatu
          ruangan tertutup dapat menyebabkan udara
          tercemar hanya dalam beberapa menit
         Karbon dioksida bersifat racun dan jika dihirup
          manusia dapat menyebabkan : sakit kepala, rasa
          mual, kelelahan yang diikuti dengan tidak
          sadarkan diri (pingsan)
      Cara pemberantasan keduanya
196


         Mengurangi penggunaan bahan bakar minyak,
          misalnya dengan mencari sumber altenatif
          pengganti bahan bakar minyak
         Mencegah penebangan hutan untuk lahan
          pertanian
         Memperluas daerah penghijauan dan reboisasi.
          Melalui penghijauan dan reboisasi maka proses
          fotosintesis oleh tumbuhan akan menurunkan kadar
          karbon dioksida dan menambah kadar oksigen di
          udara
                              Sumber : Google
Sulfur dioksida dan nitrogen oksida


                                                197
      Penyebab dan Efek Buruk
198


         Sulfur dioksida dan nitrogen oksida dilepaskan oleh
          hasil pembakaran bahan bakar fosil. Kedua gas ini
          larut dalam air dan menyebabkan terjadinya hujan
          asam
         Hujan asam menyebabkan tanah menjadi asam.
          Akibatnya, zat-zat mineral dalam tanah akan
          hilang. Hujan asam yang jatuh di perairan dapat
          menyebabkan ikan dan tumbuhan air mati
      Cara pencegahan
199


         Mengurangi pembakaran bahan bakar minyak dan
          mencari sumber energi altenatif
         Membersihkan gas sisa pembakaran bahan bakar
          minyak pada kendaraan bermotor dengan
          Konverter katalitik (alat untuk membersihkan gas
          buangan kendaraan bermotor dengan cara
          merekreasi beberapa polutan untuk menghasilkan
          gas yang tidak berbahaya
                           Sumber : G OO gle
CFC (chlorofluorocarbon)


                                               200
      Penyebab dan efek buruk
201


         CFC sering digunakan untuk AC, lemari es, dan
          aerosol
         CFC menyebabkan kerusakan lapisan ozon. Ozon
          berguna melindungi bumi dari sinar UV
         Jika ozon berlubang sinar UV (ultraviolet) akan
          sampai ke bumi. Radiasi ultraviolet dapat
          menyebabkan penyakit melanoma (kanker kulit dan
          kulit terbakar)
      Cara pemberantasan
202


         Mengurangi penggunaan CFC



                              Apakah kamu tahu ?
                              CFC membutuhkan waktu sekitar 100
                              tahun agar bisa hilang




      Sumber : PhotoBucket
 Asap

        Sumber : wikipedia


203
      Penyebab dan efek buruk
204


         Asap dapat ditimbulkan oleh kebakaran hutan,
          pembakaran hutan untuk lahan pertanian, atau
          kebakaran ladang minyak.
         Asap dapat terkumpul di atmosfer dan
          menyebabkan berkurangnya cahaya matahari ke
          bumi. Selain itu, asap dapat menyebabkan mata
          pedih dan gangguan pernapasan (asma). Asap
          yang ditimbulkan oleh pembakaran plastik sangat
          beracun jika terhirup manusia
      Cara pencegahan
205


         Mencegah terjadinya kebakaran hutan
         Menggunakan bahan bakar yang sedikit
          mengeluarkan asap
         Mencegah pembakaran bahan-bahan beracun di
          udara terbuka
206   Pencemaran Tanah
      Pengenalan
207

         Pencemaran tanah adalah peristiwa masuknya zat atau komponen
          lain ke dalam suatu areal tanah
         Tanah mengandung air, udara, dan berbagai sumber zat mineral
          bagi tumbuhan. Tanah juga mengandung bahan organik sehingga
          dapat menunjang kehidupan mikroorganisme
         Pencemaran tanah dalam daerah sempit belum menimbulkan
          dampak yang lebih luas seperti pencemaran di ekosistem perairan
         Namun demikian, bila pencemaran telah meliputi wilayah luas,
          dampaknya dapat mengubah dan mempengaruhi keseimbangan
          ekologis
         Pemcemaran tanah antara lain disebabkan oleh pemakaian
          pestisida (bahan pembasim hama) yang berlebihan, buangan bahan
          kimia limbah industri, penambangan, dan hujan asam
      Akibat pencemaran tanah
208


         Terganggunya kehidupan mikroorganisme tanah. Telah
          diketahui bahwa berbagai mikroorganisme dalam
          tanah sangat berperan dalam penguraian. Kalian
          dapat membayangkan bagaimana bila penguraian di
          alam ini terganggu
         Berubahnya sifat kimiawi atau sifat fisik tanah,
          sehingga tanah tidak subur untuk pertumbuhan
          tanaman
         Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologis
          dalam suatu ekosistem
      Cara pemberantasan
209


         Penggunaan pestisida harus diawasi dan ada
          peraturan yang tegas
         Penggunaan pestisida harus sesuai dengan
          aturannya. Sedangkan penanggulangan
          pencemaran tanah oleh limbah industri yaitu pabrik
          harus memiliki tempat penampungan dan
          pengolahan limbah
210   Pencemaran Suara
      Pengenalan
211


         Pencemaran suara adalah masuknya suara/bunyi
          yang tidak diinginkan ke pemukiman penduduk
         Pencemaran suara dapat mengganggu aktivitas
          manusia. Pencemaran suara yang berat dapat
          merusa teling
         Menurut WHO (World Health Organization), batas
          suara tidak menimbulkan pencemaran yaitu 55 dB
          (desibel). Desibel adalah satuan yang menyatakan
          kuat lemahnya suara
      Tabel sumber suara dan desibelnya
212

      Sumber suara             dB (desibel)
      Pesawat jet              150
      Senjata api              130
      Konser musik rock        120
      Lalu lintas yang ramai   80
      Penyedot debu            70
      Percakapan biasa         50
      Nyamuk terbang           40
      Daun yang jatuh          10
      Cara pencegahan
213


         Tidak membangun pabrik di dekat pemukiman
          penduduk
         Tidak membangun bandara di dekat pemukiman
          penduduk
         Para tenaga kerja pabrik yang berada pada
          lingkungan suara yang keras, dianjurkan
          menggunakan peredam suara di telinga
         Tidak membunyikan televisi, tape, atau radio terlalu
          keras
                Thank you for see this slide
                         to secondary 2 in
                Continue Made by




        Edu-city2
       Edu-city
           Credits
        InterDownWorld
        www.InterDownWorld.yolasite.com
          www.edu-city.blogspot.com
         www.edu-city2.blogspot.com

214   Credits

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:3880
posted:5/21/2011
language:Indonesian
pages:214