Fisika SMP 1

Document Sample
Fisika SMP 1 Powered By Docstoc
					                      Fisika
www.interdownworld.yolasite.com
     www.edu-city.blogspot.com




                                  1
Index

 Bab 1 : Suhu
 Bab 2 : Zat dan Wujud benda
 Bab 3 : Pemuaian
 Bab 4 : Kalor
 Bab 5 : Gerak Lurus
 Bab 6 : Gerak Vertikal



                                2
3
Index




        4
Sebelum kita mulai :

1. Apa itu suhu ?
2. Apa nama alat pengukur suhu ?
3. Apa itu kalibrasi termometer ?
4. Apa perbandingan Celcius, Reamur,
   Fahrenheit, dan Kelvin ?
5. Apa saja jenis pengukur suhu ?
6. Dapatkah tangan kita mengukur suhu ?
7. Apakah suhu termasuk besaran ? Kalau iya,
   besaran pokok atau besaran turunan ?
                                               5
Keterangan pertanyaan tadi :

 Mungkin ada beberapa pertanyaan kamu
  telah ketahui seperti nomor 2, dsb. Mau
  tahukah keterangan suhu ? Kita pelajari
  sekarang.




                                            6
Pengertian suhu :

 Suhu adalah tingkat derajat panas atau
  dinginnya suatu benda
 Ketika kita memasak air mentah, semakin
  lama semakin panas. Berarti suhunya makin
  tinggi
 Ketika air panas kita biarkan di atas meja,
  berarti suhunya semakin turun



                                                7
Apakah tangan kita dapat mengukur
suhu ?
 Kulit kita sebagai panca indera, dapat mengukur
  suhu tetapi tidak pasti/tidak tepat.
 Kerugian mengukur suhu dengan kulit :
a. Kulit kita beradaptasi dengan suhu sekitar.
   Contoh : Kalau kamu pegang air panas dulu lalu
   pegang air dingin, pasti akan sangat dingin
   daripada langsung pegang
b. Suhunya terbatas
   Contoh : Kalau kamu pegang air mendidih (100
   derajat celcius). Pasti akan tak tahan
                                                    8
Termometer
 Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat terhadap
     suhu, maka digunakan alat ukur suhu yang tepat yaitu
     termometer
    Agar bisa digunakan untuk mengukur suhu, termometer
     harus mengandung zat yang sifat fisiknya berubah
     terhadap suhu. Contoh sifat-sifat fisik zat yang bisa
     digunakan untuk membuat termometer :
1.    Penemuan suatu kolom cairan dalam suatu pipa kapiler
2.    Hambatan listrik pada seutas kawat platina
3.    Beda potensial pada suatu termokopel
4.    Pemuaaian suatu keping bimeral
5.    Teknan gas pada volum tetap
6.    Radiasi yang dipancarkan benda

                                                             9
Beberapa sifat yang dibutuhkan
termometer :
 Skalanya mudah dibaca
 Aman digunakan
 Kepekaan pengukurannya
 Lebar jangkauan suhu yang dapat diukur




                                           10
Termometer raksa
 Termometer raksa adalah termometer yang pipa kacanya
    diisi air raksa. Termometer yang umum dijumpai adalah
    Celcius
   Raksa pipa termometer akan memuai jika dipanaskan
   Pita kapiler memiliki lubang yang kecil agar termometer
    peka, karena pemuaian volum raksa yang kecil
    menimbulkan perubahan besar panjang kolom raksa yang
    kecil menimbulkan perubahan besar panjang kolom raksa
   Pentolan pipa termometer dibuat dari kaca tipis agar kalor
    segera dapat dihantarkan secara konduksi
   Pita termometer dibungkus oleh tangkai kaca berdinding
    tebal agar orang membaca suhu dengan mudah



                                                                 11
Keuntungan menggunakan
termometer raksa
 Raksa mudah dilihat
 Volum raksa berubah secara teratur
 Raksa tidak membasahi kaca
 Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai
  untuk pekerjaan-pekerjaan laboratorium (-40
  derajat celcius sampai dengan 350 derajat
  celcius)
 Raksa dapat terpanasi dengan merata
  sehingga menunjukkan suhu dengan cepat
  dan tepat
                                                12
Kerugian menggunakan raksa

 Mahal
 Tidak dapat mengukur suhu sangat rendah
 Raksa termasuk zat berbahaya




                                            13
Termometer Alkohol

Keuntungan menggunakan     Kerugian menggunakan
alkohol                    alkohol
 Lebih murah               Tidak dapat mengukur
 Teliti                     suhu air ketika mendidih
 Dapat mengukur suhu       Tidak berwarna
  sangat dingin sampai -    Membasahi dinding kaca
  122C




                                                        14
Termometer cairan dalam dunia sehari-
hari
Index :
 Termometer Klinis
 Termometer dinding
 Termometer maksimum dan minimum six




                                        15
Termometer Klinis
   Termometer klinis sering digunakan untuk mengukur suhu badan.
   Cairan yang digunakan untuk mengisi pipa adalah raksa (sekarang kita lagi
    bahas termometer klinis analog)
   Suhu termometer klinis dari 35C sampai 42C
   Sekarang toko kedokteran sudah pakai termometer klinis digital
   Termometer yang mudah digunakan siswa SD adalah termometer kristal
    cairan. Angka pada termometer kristal cairan dibuat dari zat-zat kimia




                                                                                16
Termometer dinding
 Umumnya, termometer dinding dipasang
  tegak di dinding sebuah ruang dan
  digunakan untuk mengukur suhu ruang.
 Angka-angka pada skala termometer ini
  mencakup suhu di atas dan di bawah suhu
  yang dapat terjadi dalam ruang.
 Skala yang dapat dijangkau pada
  termometer dinding adalah -50C sampai
  50C

                                            17
Termometer maksimum dan minimum six

 Suhu di dalam rumah kaca
  biasa diukur dengan
  termometer ini. Biasanya
  termometer ini menunjukkan
  minimum pada malam dan
  maksimum pada siang
 Termometer ini ditemukan
  oleh James 6 pada akhir abad
  ke-18. Termometer terdiri
  atas sebuah tabung silinder A,
  tabung B, dan pipa U. Pipa U
  berisi raksa
 Termometer ini mempunyai 2
  skala, yaitu skala minimum
  (pipa kiri) dan skala
  maksimum (pipa kanan)
                                      18
Termometer-termometer lainnya :

Termometer gas            Termometer platina
 Prinsip         :    Prinsip       : Ketika suhu naik,
  Jika suhu naik,       hambatan listrik platina naik
  tekanan gas naik     Keuntungan : Jangkauan suhu
  dan dihasilkan        lebar -250C sampai 1500C
  beda ketinggian
                       Kerugian      : Suhu tidak
  yang lebih besar
                        dibaca secara langsung.
  pada termometer
                        Pembacaannya lambat
 Lebar jangkauan :
  -250C – 1500C

                                                            19
Termometer-termometer lainnya (II)

Termometer termistor         Termometer termokopel
 Prinsipnya adalah ketika    Prinsipnya adalah suhu berbeda
  suhu naik, hambatan          menghasilkan arus listrik yang
                               berbeda
  termistor turun
                              Keuntungannya adalah
 Keuntungan termometer        jangkauan suhunya besar (mulai
  ini adalah dapat             dari -100C sampai dengan
  dihubungkan ke rangkaian     1500C) dan dapat dihubungkan
  lain atau komputer           ke rangkaian lain atau komputer
                              Kerugiannya adalah kurang teliti
 Kerugiannya adalah           jika dibandingkan dengan
  jangkauan suhunya            termometer gas volum konstan
  terbatas, yaitu -25C        dan termometer platina
  sampai dengan 180C
                                                                  20
Termometer-termometer lainnya (III)

Termometer bimeral             Pirometer
 Prinsipnya adalah semakin     Pirometer adalah
  besar suhu, keping bimeral     termometer yang
  makin lengkung untuk           digunakan untuk
  menunjukkan suhu yang          mengukur suhu yang
  lebih besar                    sangat tinggi (di atas 1000
                                 derajat celcius)
                                Prinsipnya adalah
                                 mengukur radiasi yang
                                 dipancarkan oleh benda
                                 tersebut
                                                               21
Skala termometer

 Termometer yang akan kita bahas ini adalah
  termometer cairan, yaitu termometer yang
  zat muainya berupa zat cair. Termometer ini
  bekerja berdasarkan pemuaian
 Ketika termometer kita gunakan untuk
  mengukur suhu yang lebih tinggi maka zat
  muainya memuai sehingga panjang
  kolomnya bertambah menuju ke angka lebih
  besar

                                                22
Kalibrasi termometer

 Kalibrasi termometer adalah proses pembuatan
  skala pada termometer polos. Pada proses
  kalibrasi, kita menggunakan langkah-langkah
a. Menentukan titik tetap bawah
b. Menentukan titik tetap atas
c. Membagi jarak antara dua titik tetap menjadi
   100 bagian / sesuai jenis termometer
 Biasanya titik tetap bawah adalah suhu es
   mencair atau suhu air membeku dan titik tetap
   atas adalah suhu air mendidih pada tekanan
   normal

                                                   23
Titik atas dan titik bawah suhu




                                  24
Cara mengubah derajat celcius menjadi Fahrenheit


 Rumus perbandingan biasanya :

       Perbandingan ditanya
      ____________________ x Nilai diketahui
       Perbandingan diketahui




                                                   25
Cara mengubah celcius ke fahrenheit

 Rumusnya adalah :
 9 x Nilai diketahui + 32
 5




Kenapa harus +32 ?
Karena fahrenheit titik bekunya adalah 32C
Jadi, kalau ubah fahrenheit ke celcius kurang
  32C

                                                26
Soal latihan 1.1

1. Sebuah termometer raksa polos ketika
   mengukur suhu es mencair panjang kolomnya 3
   cm. Ketika mengukur suhu air mendidih
   panjang kolomnya 15 cm. Hitunglah suhu yang
   diukur bila panjang kolomnya 9 cm
2. Sebuah termometer raksa polos. Pada suhu 0C
   4 cm dan pada suhu 100C panjang kolomnya
   18 cm. Hitunglah suhu yang diukur bila panajng
   kolomnya :
a. 7,5 cm
b. 11 cm

                                                    27
Keterangan soal awal bab

1. Jawabannya ada di slide keenam, yaitu tingkat
   derajat panas atau dinginnya suatu benda
2. Termometer
3. Kalibrasi termometer adalah proses pembuatan
   skala pada termometer polos.
4. 5 : 4 : 5 : 9
5. Jawabannya dari slide 10-slide 20
6. Bisa, tetapi tidak tepat dan tidak teliti
7. Ya, besaran pokok
                                                   28
Bandingkan benda padat, benda cair, dan benda gas. Kenapa benda gas
keras, gak berubah bentuknya. Kenapa benda cair selalu mengikuti
wadahnya ? Mengapa gas selalu ada di mana mana ? Dan kita tidak
dapat pegang benda gas ?
                                                                      29
Index




        30
Pengenalan zat

 Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan
  menempati ruang
 Contoh : zat padat, zat cair, dan gas
 Ketika wujud zat tersebut dapat dibedakan
  berdasarkan volume dan bentuknya :
  Zat     Bentuk                     Volume
  Padat   Tetap                      Tetap
  Cair    Berubah sesuai tempatnya   Tetap
  Gas     Berubah-ubah               Berubah-ubah


                                                    31
Jenis-jenis perubahan wujud zat
                            Padat




                    Cair              Gas

Padat ke cair    : Mencair / melebur
Cair ke padat    : Membeku
Gas ke padat     : Mendeposisi / menghablur
Padat ke gas     : Menyublin
Gas ke cair      : Mengembun
Cair ke gas      : Menguap
Mencair, Menguap, dan Menyublin : Menyerap kalor
Membeku, menghablur, mengembun : Melepaskan kalor

                                                    32
Teori PartikelZat

 Kita tidak dapat melihat partikel karena ukuran
  partikel sangatlah kecil dan tidak dapat dilihat oleh
  mata telanjang. Partikel-partikel ini baru terlihat jika
  diletakkan di bawah mikroskop elektron
 Bagian terkecil zat yang kita sebut partikel disebut
  molekul
 Partikel atau molekul adalah bagian kecil zat yang
  masih memiliki sifat zat tersebut
 Pada tahun 1827, Robert Brown, mengamati bahwa
  partikel-partikel gas dan cair bergerak random
  (sembarang) dengan kelajuan tetap. Sesuai
  penemuannya, gerak partikel gas dan cair
  dinamakan gerak Brown
                                                             33
Zat padat
 Dalam zat padat, partikel-partikel saling berdekatan dalam suatu
  susunan yang teratur, dan diikat cukup kuat oleh gaya tarik-
  menarik antar partikel tersebut.
 Partikel-partikel dapat bergtetar dan berputar di tempat tetapi
  tidak bebas untuk mengubah kedudukannya
 Pada berbagai bahan padat, partikel-partikel tersusun dengan
  suatu pola tertentu. Pola tertentu dari susunan partikel zat padat
  ini kita namakan kristal




                                                                       34
Zat cair
 Dalam zat cair, jarak antarpartikelnya lebih jauh
  dibandingkan dengan zat padat.
 Partikel dapat berpindah-pindah tempat tetapi tidak
  mudah meninggalkan kelompoknya. Dengan kata lain, zat
  cair dapat mengalir.
 Hal ini karena gaya tarik menarik yang mengikuti partikel-
  partikel zat cair tidak sekuat pada partikel-partikel zat
  padat




                                                               35
Gas

 Dalam gas, jarak antarpartikel sangat berjauhan,
  sehingga gaya tarik-menarik dapat diabaikan.
 Partikel-partikel bebas untuk bergerak dalam
  wadah. Ini menyebabkan gas menghasilkan
  tekanan




                                                     36
Teori partikel menjelaskan perubahan wujud

 Ketika es dipanaskan, energi partikel-partikel
  bertambah, sehingga partikel-partikel
  bergerak lebih cepat dan jarak partikel makin
  jauh
 Ketika air dipanaskan, hal yang sama terjadi
 Jika air disimpan dalam kulkas, gerak-gerak
  partikel air (zat cair) menjadi lebih lambat
  dan jarak antarpartikel semakin dekat

                                                   37
Kohesi danAdhesi

 Kohesi adalah gaya tarik menarik antara
    partikel-partikel sejenis
   Contoh :
•   Besi kuat karena kohesi sesama partikel besi
    kuat
   Adhesi adalah gaya tarik menarik antara
    partikel-partikel tidak sejenis
   Contoh : Cat lengket di tembok karena
    adanya adhesi antara partikel cat dengan
    tembok
                                                   38
PerbedaanAdhesi dan Kohesi

 Perbedaan kohesi dan adhesi dapat
  mempengaruhi bentuk permukaan zat cair
 Contoh : Biasa air kalau masukkan ke dalam
  tabung reaksi akan cekung. Tetapi air raksa
  akan cembung




                                                39
Kapilaritas

 Kapilaritas adalah peristiwa naik atau
  turunnya permukaan zat cair di dalam pipa
  kapiler
 Pipa kapiler adalah pipa yang jari-jarinya
  sangat kecil




                                               40
Manfaatkapilaritas dalamkehidupan sehari-hari

 Kapilaritas atau gejala kapiler berperan
  dalam peristiwa naiknya minyak tanah
  melalui sumbu kompor, bagian bawah sumbu
  tercelup dalam wadah minyak tanah yang
  terdapat pada bagian dasar kompor. Minyak
  segera meresap ke atas melalui sumbu
  berfungsi sebagai pipa kapiler
 Gejala kapiler juga berperan pada sifat
  menghisap cairan dan dalam hal pengisapan
  air pada tumbuhan

                                                41
Masalah yang ditimbulkan oleh kapilaritas

 Salah satu contoh adalah basahnya dinding
  dalam rumah pada waktu musim hujan. Air
  hujan yang mengenai dinding luar dapat
  menembus ke dinding dalam melalui pori-
  pori dinding karena gejala kapiler. Campuran
  adukan semen tidak tepat sehingga air dapat
  naik. Untuk mengatasi masalah ini, campuran
  semen harus tepat


                                                 42
Tegangan PermukaanZat cair

 Tegangan permukaan cair adalah
  kecenderungan permukaan zat cair untuk
  menegang, sehingga permukaannya seperti
  ditutupi oleh selapun es
 Contoh peristiwa tegangan permukaan zat cair :
1. Tetes-tetes embun yang jatuh pada sarang
   laba-laba membentuk bola
2. Serangga dapat hinggap pada permukaan air
3. Sebuah koin aluminium dapat mengapung di
   permukaan air

                                                   43
Tegangan Permukaan zat cair (II)

 Selaput ini cenderung menyusut sekuat mungkin.
  Oleh karena itu, sejumlah tertentu cairan cenderung
  mengambil bnetuk dengan permukaan secepat
  mungkin. Ini yang disebut tegangan permukaan
 Akibat tegangan permukaan ini setetes cairan
  cenderung membentuk bola, karena dalam bentuk
  bola itu cairan daerah permukaan yang tersempit
 Tarikan pada permukaan cairan membentuk cairan
  membentuk semacam kulit penutup yang tipis.
  Nyamuk dapat berjalan di atas air karena berat
  nyamuk dapat diatasi kulit ini

                                                        44
Aplikasi tegangan permukaan dalam keseharian

 Makin kecil tegangan permukaan air, makin besar
  kemampuan air untuk membasahi benda
 Tegangan permukaan air dipengaruhi oleh suhu. Makin
  tinggi suhu air maka makin kecil tegangan permukaan air,
  dan ini berarti semakin besar kemampuan air untuk
  membasahi pakaian
 Deterjen menurunkan tegangan permukaan air. Karena itu,
  banyak kotoran yang tidak larut dalam air biasa akan larut
  dalam air yang diberi deterjen. Hasil cairan menjadi lebih
  bersih
 Antiseptik selain didesain memiliki daya membunuh
  kuman, juga memiliki tegangan permukaan rendah.
  Tegangan permukaan rendah menyebabkan antiseptik
  dapat mengobati luka

                                                               45
Massa Jenis ()

 Massa jenis adalah massa benda bersatuan
  volume. Massa jenis adalah hasil bagi massa
  dan volumenya



  =m:v                              = massa jenis
                                        M = massa
                                        V = volume




                                                      46
Mengubah kg/m3 ke g/cm3

Jika mengubah kg/m3
 ke g/cm3 maka
 bilangan itu dibagi
 1000. Lalu sebaliknya
                          47
Massa jenis

 Massa jenis adalah ciri suatu zat.
  Artinya, dengan mengetahui
  massa jenis suatu benda maka
  akan dapat menentukan jenis
  benda tersebut


                                       48
Bagaimana jika dua zat digabungkan ?

 Apabila ada 2 jenis atau lebih zat digabung,
  maka massa jenis gabungan adalah :


     = (m1 + m2 + …) : (V1 + v2 + …)

 Rumus di atas berlaku jika tidak ada reaksi
  kimia yang mengakibatkan perubahan
  volume

                                                 49
Kamu pernah perhatikan kabel telepon ? Kamu perhatikan pasti dia
kasih agak bengkok kan … Kenapa harus dibuat begitu ? Dan ada lagi,
kamu pernah lihat rel kereta api, jendela, dsb. Kamu lihat mereka gak
seluruhnya rapat. Karena terjadi pemuaian. Jadi kita belajar sekarang
                                                                        50
Index




        51
Pemuaian zat padat

 Pemuaian adalah perubahan ukuran benda
  (panjang, luas, volume) karena mengalami
  perubahan suhu.
 Ketika terjadi pemuaian, karena dipanasi
  misalnya, ukuran partikel tetap hanya saja ruang
  antarmolekul makin lebar.
 Penemuan dapat dialami oleh zat padat, cair,
  maupun gas
 Pada pemuaian zat padat akan kita bahas
  pemuaian panjang, pemuaian luas, dan
  pemuaian volum

                                                     52
Pemuaian panjang

 Zat padat yang bentuknya memanjang (balok
  atau silinder) bila dipanasi akan memuai.
  Besarnya pertambahan panjang karena
  pemuaian dipengaruhi 3 hal, yaitu :
a. Panjang mula-mula (l0)
b. Kenaikan suhu (Δt)
c. Jenis bahan / koefisien muai panjang (alpha
   ())

                                                 53
Cara menghitung muai panjang zat padat

                               Δl



   Δl = lo .  . Δt
   Lt = lo + Δl
   Δl = lt – lo
   Lt = lo + lo .  . Δt   atau        lt = lo (1 +  . Δt)
       Lt = panjang setelah pemuaian
       Lo = panjang sebelum pemuaian
        = koefisien muai panjang
       Δt = perubahan suhu
       Δl = perubhaan panjang

                                                               54
Contoh koefisien muai panjang

Jenis zat                       Koefisien muai panjang (/K) (/C)
Aluminium                       0,000024
Perunggu / Kuningan             0,000019
Baja / Besi                     0,000011
Tembaga                         0,000017
Kaca                            0,000009
Pyrex                           0,000003
Berlian                         0,000001
Grafit                          0,000008

Seorang ilmuwan Jerman bernama Musschenbroek membuat percobaan
untuk membandingkan muai panjang beberapa jenis logam

                                                                    55
Pemuaian Luas

 Benda berbentuk bidang yang dinaikkan
  suhunya akan memuai

            ΔA = A0 .  . Δt
 At = A0 + ΔA
 At = A0 + A0 .  . Δt
     A0 = luas mula-mula (sebelum pemuaian)
     At = luas setelah pemuaian
      = Koefisien muai luas (beta)
      = 2

                                               56
Pemuaian volum

 ΔV = V0 .  . Δt
 Vt = V0 + ΔV
 Vt = V0 + V0 .  . Δt

 V0 = Volume mula-mula
 Vt = Volume setelah pemuaian
  = Koefisien muai volum
  = 3
                                 57
Pemuaian zat cair

 Sifat utama zat cair adalah mengikuti bentuk
  wadahnya. Zat cair hanya memiliki muai
  volum
 Muai volum zat cair didemonstrasikan muai
  volum air berwarna dalam labu berpipa, zat
  cair yang jenisnya berbeda mempunyai muai
  yang berbeda



                                                 58
Anomali air
 Beberapa zat tidak selalu memuai jika dipanaskan. Di
  antara suhu-suhu tertentu, zat tersebut dapat menyusut
 Di antara suhu 0°c dan 4°c air menyusut dan mencapai
  volum minimum pada suhu 4°C. Sewaktu menyusut, massa
  air tetap. Berarti massa jenis air mencapai maksimum pada
  suhu 4°C (zat air umumnya mencapai massa jenis
  maksimum pada titik bekunya). Di atas 4°C air menyusut
  dan di atas suhu air memuai. Sifat pemuaian air yang tidak
  teratur ini disebut anomali air (anomali berarti
  ketidakteraturan). zat lain yang memiliki sifat anomali
  adalah Parafin dan Bismut
 Pemuaian volum zat cair yang jenisnya berbeda juga
  berbeda. Besaran yang membedakan muai volum zat cair
  dinamakan koefisien muai volum zat cair

                                                               59
Koefisien muai volum berbagai jenis zat cair
dan udara

Jenis zat cair    Koefisien muai volum (/°C)
Raksa             0,00018
Alkohol (metil)   0,0012
Alkohol (etil)    0,0011
Aseton            0,0015
Udara (gas)       0,00367


                                               60
Pemuaian volum zat cair lebih besar daripada
pemuaian volum zat padat
 Pemuaian volum zat cair lebih besar daripada
  pemuaian volum zat padat
 Ketika air dan teko dipanaskan, keduanya
  memuai, tetapi pemuaian volum cair lebih
  besar daripada pemuaian volum teko. Oleh
  karena itu, pada suhu tertentu volume air
  lebih besar daripada volum teko. Sebagai
  akibat, sebagian volum air tumpah keluar dari
  teko

                                                  61
Pemuaian gas

 Udara (termasuk gas) memuai jika
  dipanaskan. Pengaruh suhu terhadap gas di
  dalam laboratorium biasanya diselidiki
  dengan peralatan dilatometer
 Udara akan menghasilkan tekanan yang
  besar, dan jika labu kaca tempat menampung
  udara tidak kuat menahan tekanan besar ini
  maka labu kaca akan pecah


                                               62
Termometer gas
 Muai gas dimanfaatkan pada pembuatan termometer gas,
  yaitu suatu alat yang digunakan di dalam laboratorium
  untuk menentukan suhu yang sangat rendah
 Pada keadaan awal (suhu awal), tekanan gas dalam
  reservior menghasilkan beda ketinggian raksa tertentu. Jika
  reservior gas dimasukkan ke dalam ruang yang suhunya
  lebih tinggi daripada suhu awal, gas memuai dan
  mendesak raksa pada kaki kiri pipa U. Ini mengakibatkan
  ketinggian raksa H menjadi lebih besar
 Dari beda ketinggian raksa ketika suhu gas = suhu awal dan
  ketika suhu gas = suhu akhir (diukur) dapatkah dihitung
  suhu akhir gas. Suhu akhir gas sama dengan suhu ruang di
  mana termometer gas berada. Gas yang bisa digunakan
  sebagai pengisi reservior termometer gas adalah hidrogen,
  helium, dan nitrogen
                                                                63
Manfaat dan masalah akibat pemuaian
zat
Index :
 Masalah
 Manfaat




                                      64
Masalah

Index :
 Pemasangan kaca jendela
 Sambungan rel kereta
 Celah pada konstruksi jembatan
 Celah pemuaian pada sambungan jembatan
 Kawat telepon atau kawat listrik



                                           65
Pemasangan kaca jendela

 Kaca jendela mobil dapat retak karena kaca
  jendela tertutup rapat dan tidak tersedia
  ruang cleah yang cukup pada bingkainya.
  Ketika kaca memuai, bingkai menahan
  pemuaian kaca
 Untuk mengatasi retaknya kaca jendela
  mobil, mobil memberi ruang sedikit ketika
  memarkil mobil cukup lama di bawah terik
  sinar matahari

                                               66
Sambungan rel kereta

 Rel kereta memuai di hari panas
 Di antara sambungan 2 batang rel selalui
  diberi celah agar pemuaian rel tidak
  menyebabkan rel melengkung. Pada hari
  sangat panjang, celah yang disediakan tidak
  cukup menampung pemuaian rel yang sangat
  besar



                                                67
Celah pada konstruksi jembatan

 Konstruksi jembatan yang dibangun dari
  bahan logam diberi cleah pada salah satu
  ujungnya untuk memberi ruang pemuaian
 Ujung jembatan dipasang roda-roda agar
  ujung ini bisa bergerak bebas sewaktu
  memuai atau kembali menyusut




                                             68
Celah pemuaian pada sambungan
jembatan
 Pada jalan layang cleah dari keping baja pada
  sambungan antara 2 jalan beton. Celah ini
  disediakan untuk menampung pemuaian
  jalan beton.
 Jika tidak, pemuaian beton dapat merusak
  jalan layang




                                                  69
Kawat telepon atau kawat listrik

 Kawat telepon atau
  listrik dibiarkan kendur
  pada panas agar ketika
  menyusut (pada hari
  dingin) kawat tidak putus
                                   70
Manfaat

Index :
 Pengelingan pelat logam
 Keping bimetal
   Sakelar termal
   Termostat bimetal




                            71
Pengelingan pelat logam

 Mengeling ialah menyambung dua pelat
 dengna menggunakan paku keling. Paku
 keling dlaam keadaan panas sampai berpijar
 putih dimasukkan ke dalam lubang pelat.
 Pada saat itu, ujung paku keling dipukul rata.
 Setelah dingin, paku menyusut dan menjepit
 kedua pelat dengna sangat kuat



                                                  72
Keping bimetal

 Keping bimetal ialah 2 keping logam yang
  berbeda koefisien muainya dan dikeling menjadi
  satu. Logam yang sering dipakai adalah
  perunggu dan invar. Koefisien muai invar lebih
  kecil daripada perunggu
 Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan
  suhu. Jika dipanaskan, keping melengkung ke
  logam yang invar karena logam koefisien
  muainya lebih kecil harus lebih pendek daripada
  logam yang koefisien muainya lebi hbesar. Jika
  didinginkan, keping melengkung ke logam
  koefisien muainya lebih besar

                                                    73
Sakelar termal

 Adalah sakelar yang berdasarkan pemuaian
  termal, berfungsi untuk menghubungkan
  sakelar.
 Pada suhu normal, keping bimetal lurus.
  Keping melengkung ke kanan dan
  menyentuh kontak sekrup menyebabkan
  rangkaian listrik terutup, dan arus listrik
  mengalir dari baterai ke dalam kumpuran bel,
  sehingga bel berbunyi

                                                 74
Termostat bimetal

 Termostat ialah alat untuk mengatur suhu agar
  tetap
 Termostat terdapat inkubaotr, pemanas air,
  kompor listrik, strika listrik, pemanas ruang, dsb
 Desain termostat yang paling umum adalah
  bimetal
 Termostat berfungsi untuk memadamkan atau
  menjalankan elemen pemanas urang untuk
  mengatur suhu ruang agar tetap pada suhu
  nyaman bagi kita
 Kita dapat memilih suhu ruang yang didingin
  dengan car amemutar tombol pengatur
                                                       75
Termometer bimetal

 Keping bimetal yang digunakan tipis dan
  spiral. Satu ujung spiral ditahan tetap
  sedangkan ujung lainnnya menempel ke
  jarum penunjuk. Keping bimetal makin
  melengkung dan menunjukkan angka yang
  lebih besar




                                            76
Lampu tanda arah mobil

 Lampu ini bisa menyala-padam karena terpisah atau
  terhubungnya kontak akibat gerakan keping bimetal
 Pada saat menghubungkan sakelar, arus listrik yang
  sangat kecil mengalir dari baterai melalui lampu dan
  kumparan; pemanas yang dililitkan mengitari keping
  bimetal. Arus listrik ini tidak dapat menyalakan
  lampu, tetapi mampu memanaskan keping
 Arus listrik dari baterai berhenti mengalir melalui
  kumparan tetapi hambatannya lebih kecil melalui
  keping bimetal. Fungsi keping bimetal adalah
  memishakan dan menghubung kontak, sheingga
  lampu tanda arah nyala padam 
                                                         77
Apakah kamu pernah dengar istilah “kalor” ? Kalau iya, apakah kamu
tahu apa yang dimaksud dengan kalor ? Mari kita mengenal kalor yuk
!!!
                                                                     78
Tentang Kalor

 Kalor adalah salah satu bentuk energi yang
  secara alamiah berpindah dari benda yang
  suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya
  lebih rendah ketika kedua benda
  dicampurkan




                                               79
Asas Black

 Sebuah Ilmuwan benama Joseph Black membuat
  suatu kesimpulan tentang kalor
 Kesimpulannya dirangkum menjadi “asas black”
  yang berbunyi :
   Apabila 2 benda dicampur / disentuhkan maka benda yang
    lebih tinggi suhunya akan memberikan kalor kepada benda
    yang suhunya lebih rendah sampai suhu keduanya sama
   Banyaknya kalor yang dilepas benda yang lebih panas =
    kalor yang diterima benda yang lebih dingin (Qlepas = Qterima)
   Banyaknya kalor yang dibutuhkan sebuah benda untuk
    menaikkan suhunya sebesar Δt = banyaknya kalor yang
    dilepas benda itu untuk menurunkan suhunya sebesar Δt
    juga
                                                                     80
Rumus menghitung kalor
   Sebelum memasuki rumus asas black, kita masuk bagaimana
    menghitung kalor dulu
   Dalam kehidupan sehari-hari, dipabrik-pabrik maupun di tempat
    penilitian, khusus energi kalor sering menggunakan satuan kalor (kal)
   1 kalori adalah banyaknya energi kalor yang dibutuhkan 1 gram air agar
    suhunya naik 1C
   1 kilokalori (1kkal) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan 1 kg air agar
    suhunya naik 1C
   1 kal = 4,2 J
   1 J = 0,24 kal
   1kkal = 4200 J
   Banyaknya kalor yang dibutuhkan sebuah benda untuk menaikkan
    suhunya sebanding dengan massanya, sebanding dengan kalor jenisnya
    dan sebanding dengan besar perubahan suhunya



                                                                                81
Rumus menghitung kalor (II)

 Q~m
 Q~c              Q = m . C . Δt

 Q ~ Δt
 Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang
  diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg zat
  sebesar 1C/1K




                                                82
Daftar kalor jenis beberapa zat
Zat           Kalor Jenis
              J/kg C       Kkal / kg C
Aluminium     900           0,21
Tembaga       390           0,09
Kaca          670           0,16
Besi / baja   450           0,11
Timah hitam   130           0,03
Marmer        860           0,20
Perak         230           0,05
Kayu          1700          0,40
Alkohol       2400          0,57
Raksa         140           0,03
Air (cair     4200          1
                                           83
Daftar kalor jenis beberapa zat (II)

Zat           Kalor jenis
              J/kg C     Kkal/kg C
Es            2100        0,5
Tubuh         3470        0,83
manusia
Udara         1000           0,24
                                       84
Rumus asas black

 Dalam asas black, ada berbunyi “Banyaknya
  kalor yang dilepas benda sama dengan kalor
  yang diterima benda yang lebih dingin (Qlepas
  = Qterima). Jadi, rumusnya adalah :




                                                  85
Kapasitas kalor (C)

 Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang
  dibutuhkan sebuah benda agar
  temperatornya naik 1C / 1K
                    Q
                    t


       C=
            Q
                            Q = C . Δt  Q = m . c . Δt
            t

                                     C=m.c




                                                          86
Kalor karena Perubahan wujud zat

 Umumnya, zat mengalami perubahan es batu.
  Melebur dan menguap memerlukan kalor,
  sedangkan mengembun dan membeku
  melepaskan kalor
 Perubahan wujud melebur (dari padat menjadi
  cair), menguap (dari cair menjadi gas), dan
  menyumblin (dari padat menjadi gas)
  membutuhkan kalor
 Perubahan wujud membeku (dari cair menjadi
  padat), mengembun (dari gas menjadi cair), dan
  mendeposisi (dari gas menjadi padat
                                                   87
Menguap

 Ketika memanaskan sejumlah air dalam
 sebuah bejana tahan api dengan pembakar
 bunsen, dengan cepat akan terlihat uap air
 keluar dari permukaan air. Ini menunjukkan
 pada waktu menguap, zat memerlukan air




                                              88
Faktor-faktor yang dapat mempercepat
penguapan
 Penguapan adalah peristiwa perubahan
  wujud dari cair menjadi gas.
 Zat cair menguap karena beberapa
  molekulnya bergerak lebih cepat daripada
  molekul-molekul lainnya. Dalam zat cair,
  molekul-molekul saling bertabrakan, dan
  dekat ke permukaan dan dekat ke permukaan
  dapat meninggalkan molekul-molekul
  lainnya untuk membentuk gas

                                              89
Beberapa cara untuk mempercepat
penguapan
Index
1. Memanaskan
2. Memperluas permukaan
3. Meniupkan udara di atas permukaan
4. Menyemburkan zat cair
5. Mengurangi tekanan pada permukaan



                                       90
Memanaskan dan Memperluas permukaan

Memanaskan                   Memperluas permukaan
 Pakaian basah akan lebih    Dengan memperluas
  cepat kering pada siang      permukaan zat cair berarti
  hari yang panas karena       memperbanyak molekul-
  molekul-molekul air akan     molekul air yang dekat ke
  menerima energi yang         permukaan, yang dapat
  cukup banyak untuk           meninggalkan air menjadi
  menguapkannya dari           molekul-molekul gas
  pakaian



                                                            91
Meniupkanudara di atas permukaandan menyemburkanzat cair


Meniupkan udara di atas
permukaan                        Menyemburkan zat cair
 Udara yang bertiup di atas      Suatu semburan terdiri atas
                                    berjuta-juta tetes zaqt cair.
  permukaan air the                 Hal tersebut memberikan zat
  membawa molekul-                  cair suatu luas permukaan
  molekul air di dekat              yang sangat besar. Ide ini
                                    digunakan pada karburator
  permukaan meninggalkan            mesin mobil. Di sini bensin
  air teh. Pada pakaian,            menguap begitu
  angin bertiup molekul-            disemprotkan ke dalam aliran
                                    udara yang bergerak.
  molekul air meninggalkan          Campuran udara dan uap
  pakaian                           bensin diusap ke mesin untuk
                                    pembakaran

                                                                    92
Mengurangi tekanan pada permukaan
Catatan tambahan :
                      Jika tekanan pada
•Penguapan dapat
terjadi pada suhu      permukaan zat cair
sembarang              diperkecil, jarak
                       antarmolekul udara di atas
                       permukaan lebih renggang
                      Molekul-molekul zat cair
                       didekat permukaan dapat
                       mengisi ruang kosong di
                       antar amolekul-molekul
                       udara

                                                    93
Mengembun

 Pengembunan adalah proses kebalikan dari
  penguapan
 Jika uap air yang terjadi karena menguapan
  air memasuki udara dingin, uap air dapat
  kembali ke wujud cair sebagai tetes-tetes air
  murni.
 Awan disusun oleh berjuta-juta tetes air yang
  menggantung di udara

                                                  94
Mendidih

 Karena suhu naik, pada suhu tertentu
  gelembung-gelembung uap tidak hanya
  terdapat di permukaan zat cair, melainkan di
  seluruh zat cair
 Peristiwa ini dikatakan mendidih. Zat cair
  dikatakan mendidih jika gelembung-
  gelembung uap terjadi di dalam seluruh zat
  cair dan dapat meninggalkan zat cair


                                                 95
Suhu zat cair sewaktu mendidih
Waktu (menit)       0    1    2    3    5    6    11    14
Suhu air (C)       20   27   35 42     61   83   100   100
Suhu alkohol (C)   20   40   57   70   78   78   78    78


Air dan alkohol dipanaskan secara terpisah
                                                             120
dan suhu zat cair tersebut. Dari tabel dan
grafik diperoleh bahwa air mendidih ketika                   100
100C. Jika kalor terus diberikan sewaktu air                 80
mendidih, suhunya tetap 100C. Alkohol                        60
mendidih pada 78C. Jadi, sewaktu mendidih                    40
suhu zat cair tetap. Mendidih hanya dapat                     20
terjadi pada suhu tertentu, yang disebut titik                 0
didih. Titik didih air sama dengan 100C dan
                                                                   0     2   5    11
titik didih alkohol 78C
                                                                   Air           Alkohol
                                                                                       96
Perbedaan menguap dengan mendidih

Menguap          Mendidih
Dapat terjadi    Terjadi pada titik
pada sembarang   didihnya
suhu
Terjadi pada     Terjadi pada
permukaan        sebuah bagian
                 zat cair
                                      97
Banyak kalor yang diperlukan zat ketika
mendidih
 Pada waktu zat cair mendidih, suhunya tetap. Ketika
    memanaskan air dalam bejana kaca tahan api sampai mendidih.
    Suhu air tetap ketika mendidih. Walaupun kalor terus diberikan.
    Jadi, untuk menddih zat memerlukan kalor
   Energi kalor mengubah air mendidih dari cair ke gas.
   Energi kalor akan dilepaskan lagi ketika uap air mengembun dan
    kembali menjadi air. Jadi, uap air pada 100C memiliki kalor yang
    lebih besar daripada air 100C
   Untuk menguapkan 1 kg air menjadi uap pada suhu 100C maka
    kita harus memberikan kalor 2260000J. Akan tetapi, untuk
    menguapkan 1 kg alkohol menjadi uap pada titik didihnya. Kita
    memerlukan kalor 1100000
   Jadi, angka 2260000J/kg adalah khas untuk air. Kalor uap suatu
    zat adalah banyak kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg
    zat cair pada titik didihnya

                                                                        98
Kalor uap
 Apakah itu kalor uap ?
    Asal kamu ketahui air berubah menjadi uap memerlukan waktu,
     bukan secara langsung seperti grafik di bawah ini


                         e
             b   c d
         a

    Di bagian atas ini menjelaskan bahwa air pada saat kondisi a pada
     grafik itu berbentuk padat. Lalu waktu kondisi b berbentuk padat
     juga. Tetapi sebagian padat sebagian cair. Ini disebut kalor lebur
     (L). Dalam kondisi c, air berwujud cair. Pada kondisi d, air
     berwujud cair dan sedikit gas. Pada kondisi e, baru air itu
     berwujud gas. Jadi, kalor uap diperlukan pada kondisi d. Seperti
     yang dijelaskan pada saat slide berikutnya, kalor uap adalah
     banyak kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg zat cair
     pada titik didihnya
                                                                          99
Kalor uap zat

Zat           Titik didih   Kalor uap
              normal (C)   J/kg        Kkal/kg
Alkohol       78            1100000     260
Raksa         357           272000      60
Air           100           2260000     540
Timah hitam   1750          871000      210
Tembaga       1187          5069000     1200
Perak         2193          2336000     560
Emas          2660          1578000     380


                                                  100
Mencari kalor yang dibutuhkan untuk
membuat zat cair menjadi gas
 Untuk menguapkan 1 kg zat cair pada titik
  didihnya diperlukan kalor yang sama dengan
  kalor uap (U)
 Untuk menguapkan m kg zat cair pada titik
  didihnya diperlukan kalor sebanyak U joule, kalor
  (Q) yang diperlukan untuk menguapkan zat cair
  pada titik didihnya ditulis dalam persatuan

                    Q=m.U

   Q = kalor   m = massa          U = kalor uap

                                                      101
Faktor-faktor yang mempengaruhi titik
didih
Index :
 Tekanan di atas permukaan zat cair
 Pengaruh ketidakmurnian zat terhadap titik
  didih




                                               102
Tekanan di atas permukaan zat cair
 Titik didih normal air adalah titik didih air ketika tekanan udara di
   permukaan 1 atom (76 cmHg), yaitu 100C
 Ketika tekanan di atas 1 atm, air mendidih di atas 100C. Begitu juga
   sebaliknya
 Jadi, kenaikan tekanan di atas permukaan zat cair akan menaikkan
   titik didih
 Makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut maka makin rendah
   tekanan udaranya, sehingga titik didih air yang makin rendah
 Manfaat naik titik didih karena tekanan ialah pada alat otoklaf, yaitu
   alat pemanas yang menggunakan air untuk menyetrilkan alat-alat
 Naiknya titik didih karena tekanan dimanfaatkan pada panci
   pemasak bertekanan, ketel uap untuk menghasilkan uap bertekanan
   tinggi guna menjalankan turbin-turbin uap pada mesin-mesin
   pembangkit tenaga listrik dan mesin-mesin kapal laut

                                                                           103
Pengaruh ketidakmurnian zat terhadap titik
didih
 Kita dapat menaikkan titik didih dengan
  nmenambah ketidakmurnian.
 Jadi, ketidakmurnian zat menaikkan titik
  didihnya. Titik didih air laut lebih tinggi
  daripada titik didih air biasa




                                                104
Melebur dan Membeku
 Untuk melebur zat membutuhkan kalor, untuk membeku
  zat melepaskan kalor
              Kalor yang diperlukan untuk meleburkan 1 kg
               zat padat menjadi 1 kg zat cair pada titik
       Q       leburnya dinamakan kalor lebur. Kalor yang
               dilepaskan pada 1 kg zat cair menjadi 1 kg zat
     m.L
               padat pada titik bekunya dinamakan kalor
               beku
 Jika banyaknya kalor yang diperlukan untuk zat yang
  massanya m kg untuk melebur adalah Q kalor, kalor lebur
  (L) dapat kita tulis Q = m . L. Dengan rumus ini, kita dapat
  ketahui L = Q : m
 Satuan kalor adalah J/kg. Kalor lebur adalah sifat kha suatu
  zat

                                                                 105
Kalor lebur berbagi jenis zat

                         Kalor lebur
    Zat   Titik lebur
                        J/kg Kkal/kg
    Air        0      336000      80
  Alkohol     -97     69000       16
   Raksa      -39     120000      50
Aluminium     660     403000      96
 Tembaga     1083     206000      49
  Platina    1769     113000      27
  Timbal      327      25000       6


                                       106
Perpindahan kalor

 Kalor secara alami berpindah dari benda yang
  suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya
  lebih rendah.
 Ada 3 cara perpindahan kalor
   Konduksi
   Konveksi
   Radiasi




                                                 107
Konduksi

 Pegang sebatang logam pada ujung B lalu
  panaskan ujung A ke nyala pembakar bunsen.
  Ujung B yang kita pegang terasa panas
  padahal yang dipanasi ujung A
 Dalam peristiwa ini kalor telah berpindah dari
  ujung A yang dipanasi ke ujung B.
 Konduksi adalah perpindahan kalor melalui
  suatu zat tanpa disertai perubahan partikel-
  partikel
                                                   108
Konduktor dan Isolator

 Dari seluruh logam, tembaga adalah zat yang
  paling baik dalam menghantarkan kalor.
 Zat-zat bukan logam adalah penghantar kalor
  yang buruk.
 Penghantar kalor yang baik disebut konduktor.
 Penghantar panas yang buruk disebut isolator.
 Air dan udara adalah konduktor. Zat padat
  merupakan konduktor kalor yang terbaik karena
  dalam zat padat, jarak antarpartikel lebih dekat.
  Dengan demikian, energi kalor dapat berpindah
  dengan cepat

                                                      109
Mengapa konduksi dalam logam lebih cepat
daripada logam lainnya ?

 Logam memiliki banyak
  elektron bebas yang
  berperan sehingga
  logam memiliki konduksi
  kalor yang sangat baik
                                           110
Pemakaian konduktor dan isolator dalam
keseharian
 Kawat kasa (konduktor yang sering diletakkan di
  atas sebuah pembakar bunsen untuk
  menghantarkan kalor yang keluar dari api secara
  merata. Jika bejana kaca langsung dipanaskan,
  ada kemungkinan bejana kaca pecah
 Panci biasa terbuat dari bahan konduktor
  sehingga mudah menghantarkan kalor
 Ganggang panci terbuat dari bahan isolator
  sehingga dapat dipegang tanpa merasa panas
 Dasar setrika listrik terbuat dari konduktor dan
  ganggang terbuat dari isolator

                                                     111
Konveksi

 Perpindahan kalor secara konveksi (aliran)
  terjadi di dalam zat yang dapat mengalir,
  yaitu cair dan gas.
 Zat yang dapat mengalir disebut fluida
 Asal kamu ketahui, panas berpindah dari
  tempat yang lebih panas ke tempat yang
  lebih dingin. Karena itulah terjadi konveksi



                                                 112
Konveksi dalam keseharian

 Konveksi udara terjadi sewaktu membakar
  sampah,sistem ventilasi rumah, dan angin laut dan
  angin darat
 Angin laut dan angin darat terjadi karena konveksi
  alami udara. Pada siang hari, udara lebih panas.
  Karena kalor jenis air lebih besar dari kalor jenis
  tanah, maka suhu tanah lebih tinggi daripada suhu
  air. Jadi, suhu di darat lebi htinggi daripada suhu di
  laut. Akibatnya, udara di atas daratan naik dan
  tempatnya digantikan oleh udara di atas laut. Maka
  terjadilah angin laut. Udara dingin ke panas yang
  menyebabkan anginnya. Begitu juga sebaliknya
                                                           113
Pemanfaatan konveksi alami

1. Kumparan pemanas dalam ketel listrik
    Kumparan pemanas memanasi bagian air yang
     dekat dengan dasar ketel. Air panas dengan
     massa jenis lebih kecil bergerak naik. Bagian air
     dingin pada bagian atas ketel, yang massa
     jenisnya lebih besar, akan bergerak turun. Jadi,
     terbentuklah arus konveksi dan membuat air
     mendidih secara efisien
2. Kumparan peniup pendingin ruangan
3. Lemari es
                                                         114
Radiasi

 Dalam ruang antara Matahari dan atmosfer Bumi
  terdapat ruang hampa, yang tidak mengandung
  partikel. Karena itu, kalor dari matahari tidak
  mungkin sampai ke Bumi melalui konduksi maupun
  konveksi
 Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara
  dinamakan radiasi.
 Radiasi dapat terjadi melalui ruang hampa karena
  sumber kalor menyalurkan energinya dalam bentuk
  gelombang.
 Gelombang ini merupakan bagian dari spektrum
  gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai
  radiasi inframerah
                                                     115
Penyerap kalor radiasi yang baik dan buruk

 Permukaan yang hitam dan kusam adalah
  penyerap kalor yang baik sekaligus pemancar
  kalor yang baik sekaligus pemancar kalor
  radiasi yang baik pula
 Permukaan yang putih dan berkilap adalah
  penyerap kalor yang buruk sekaligus
  pemancar kalor yang buruk pula
 Jika diinginkan agar kalor merambat secara
  radiasi berkurang, permukaan harus dilapisi
  suatu bahan agar berkilap
                                                116
Termoskop

 Termoskop adalah alat yang digunakan untuk
  mengetahui adanya pancara kalor.
 Satu bola lampu dihitamkan sedangkan yang
  lain tidak. Karena itu udara di bawah bola A
  memuai lebih besar dan menekan permukaan
  alkohol secara menurun




                                                 117
Pemanfaatan radiasi

 Teko permukaannya mengilap agar pertahanan the
  tetap panas untuk selang waktu yang lebih lama
 Sirip-sirip pendingin yang terdapat pada bagian
  belakang kulkas sengaja dicat hitam kusam agar
  sirip-sirip ini memancarkan radiasi lebih cepat ke
  lingkungan sekitarnya
 Dalam negara beriklim panas sering dicat putih agar
  menjaga rumah agar tetap dingin
 Atap-atam pabrik kadang-kadang dilapisi dengan
  cat aluminium untuk mengurangi penyerapan kalor
  dan mengurangi pancaran radiasi pada malam hari
  yang dingin. Dengan demikian, suhu air dalam
  pabrik hampir tetap
                                                        118
Termos

 Dinding termos terbuat dari kaca agar tidak
  dapat memindahkan kalor secara konduksi
 Permukaan dalam dinding termos dilapisi perak
  yang berkilap karena lapisan perak mengilap
  yang memantulkan radiasi kembali dalam
  termos
 Di dalam termos ada vakum, yang tidak
  memungkinkan perpindahan kalor secara
  konduksi dan konveksi. Sumbat termos dibuat
  dari bahan isolator agar konveksi tidak terjadi
                                                    119
Saat SD mate kamu kan pernah belajar s = v.t. Sekarang kita akan
pelajari yang berhubungan dengan ini. Yaitu GERAK LURUS. Kita
juga belajar tentang GLB dan GLBB. Jadi lihatlah !!
                                                                   120
Pengenalan

 Gerak adalah perubahan posisi.
 Sebuah benda dikatakan “bergerak” jika posisinya
  berubah terhadap titik acuan (titik patokan
  pengamatan)
 Gerak bersifat relatif. Artinya semua benda
  dikatakan “bergerak”/”tidak” tergantung titik acuan
  yang digunakan
 Misalnya, kamu duduk di sebuah bus. Di samping
  bangkumu ada si A. Di luar bus ada si B. Setelah bus
  bergerak, kamu rasa si A tidak bergerak. Sedangkan
  kamu rasa si B bergerak. Padahal, si A yang bergerak
  dan si B tidak bergerak. Karena kamu (titik acuan)
  bergerak, maka dilihat menjadi “bergerak”
                                                         121
Gerak semu

 Gerak semu adalah gerak sebuah benda yang
  sebenarnya diam tetapi seolah-olah bergerak
  karena pengamat (titik acuan) bergerak
  seperti pada contoh pada slide sebelumnya
 Kesimpulan : Arah gerak semu berlawanan
  dengan arah gerak pengamat




                                                122
Perbedaan jarak dan perpindahan

 Jarak adalah lintasan yang ditempuh benda
  tanpa memerhatikan arah geraknya
 Perpindahan adalah panjang lintasan yang
  ditempuh benda beserta dengan arah
  geraknya




                                              123
Kelajuan dan Kecepatan (v)

 Kelajuan adalah besarnya jarak yang
  ditempuh setiap satuan waktu
 Kecepatan adalah besarnya perpindahan
  yang ditempuh setiap satuan waktu
 Rumus keduanya :

            S=v.t
                                          124
1.   Gilbert berjalan sejauh 60m menghabiskan
     waktu 15 s. Hitunglah kelajuan Gilbert !
2.   A berlari dengan kelajuan 8m/s dalam 20s.
     Hitung jarak yang ditempuh si A
3.   Ricky berlari dengan kelajuan 3m/s untuk
     mendekati rumahnya yang berjarak 120 m.
     Hitung waktu yang diperlukan !
4.   Si A mengejar si B dengan kelajuan si A adalah
     8m/s dan kelajuan si B adalah 7m/s. Dan juga
     jarak si A dengan si B adalah 96m Hitunglah
     waktu yang diperlukan untuk bertemu

                                                      125
1.   V = s/t = 60/15 = 4 m/s
2.   S = v.t = 8.20 = 160m
3.   t = s/v = 120/3 = 40s
4.   sa = sb + 96
    v.t = v.t + 96
    8.t = 7.t + 96
    t = 96 s


                               126
Kecepatan rata-rata

 Ketika kita bergerak, bisa lebih cepat dan bisa
  lebih lambat. Tetapi dapat dihitung rata-
  ratanya
 Kecepatan rata-rata = s total/t total




                                                    127
Spidometer, Velocitometer, dan Odometer

 Spidometer adalah alat untuk mengukur
  kelajuan
 Velocitometer adalah spidometer linear. Alat
  tersebut mengukur kecepatan kendaraan
 Odometer adalah alat yang menampilkan
  jarak yang telah ditempuh




                                                 128
Gerak lurus beraturan (GLB)

 GLB adalah gerak suatu benda yang
  menempuh lintasan garis lurus di mana
  dalam setiap selang waktu yang sama, benda
  menempuh jarak yang sama atau dengan arti
  lain gerak suatu benda yang menempuh
  lintasan garis lurus dengan kelajuan tetap
  atau gerak suatu benda dengan kecepatan
  tetap


                                               129
MenyelidikiGLB dengan Pewaktu Ketik

 Secara sederhana, ticker timer (pewaktu
  ketik) adalah sebuah penggetar
 Bagian utama ticker timer adalah sebilah baja
  yang dapat bergetar dengan frekuensi yang
  sama dengan frekuensi suplai arus listrik
  bolak-baliknya
 Untuk negeri Indonesia, frekuensi suplai arus
  listrik 50 Hz

                                                  130
GrafikJarakterhadap waktu dan Kelajuanterhadap waktu


Jarak terhadap waktu             Kelajuan terhadap waktu
   140                             25
                                 K
   120
                                 e 20
J 100
                                 l
a 80                               15
                                 a
r
   60                            j 10
a
                                 u
k 40
                                 a 5
   20
                                 n
    0                               0
         1   2   3   4   5   6          1   2   3   4   5   6
                 Waktu                          Waktu

                                                                131
RumusGLB

 Rumus GLB sama dengan rumus yang baru
  kita pelajari tadi.
 Rumusnya s=v.t seperti tadi.




                                          132
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

 GLBB adalah gerak suatu benda yang
  lintasannya lurus dan kecepatannya berubah
  secara beraturan
 Karena adalah perbedaan kelajuan, berarti
  ada percepatan (a  accelaration)
                 a = Vt – V0
                          t
 Jarak perpindahan selama perpindahan
  Vt = V0 + at    Vt 2 = V02 + 2as   s = V0.t + (at2) :2
                                                           133
GrafikGLBB dipercepat s-t dan v-t

s-t                                           v-t
      160                                         45
J     140                                     K   40
a     120                                     e   35
r     100                                     l   30
                                              a   25




                                                (
a      80                                       v
                                              j   20



                                                )
k      60
                                              u   15
       40                                         10
                                              a
(




s      20                                          5
                                              n
)




        0                                          0
            1   2   3     4   5   6   7   8            1 2 3 4 5 6 7 8
                        Waktu (t)                          Waktu (t)

                                                                         134
GrafikGLBB diperlambat s-t dan v-t

s-t                                           v-t
      160                                         40
      140                                     K   35
J
                                              e
a     120                                         30
                                              l
r     100                                         25
                                              a
a      80                                         20



                                                (
                                              q v
k      60                                         15


                                                )
                                              j
       40                                         10
                                              u
(




s      20                                          5
                                              a
)




        0                                     n    0
            1   2   3     4   5   6   7   8            1 2 3 4 5 6 7 8
                        Waktu (t)                          Waktu (t)

                                                                         135
Kalau sesuatu jatuh perlu waktu untuk sampai ke tanah butuh waktu.
Bagaimana kita tahu berapa lama baru sampai ke tanah ? Kita pelajari di
sini… Dan juga… Kalau kamu lempar sesuatu di tanah, setelah kembali
ke tanah kelajuannya berapa ? Kita pelajari di sini
                                                                          136
Pengenalan

 Gerak Vertikal adalah gerak suatu benda yang
  arahnya vertikal
 Pada gerak vertikal, percepatannya adalah
  percepatan gravitasi bumi (a = g)




                                                 137
GerakVertikal ke atas
                  h max




                  a = -g
                           Menghitung h max
             V0
                           h = V0
 Waktu untuk ke h max          2gh
 t = V0
      g
                                              138
GerakVertikal ke bawah : Gerak jatuh bebas

 Gerak jatuh bebas terjadi jika V0-nya = 0.
  Misalnya suatu benda dijatuhkan tanpa
  melempar

 V maks = (2.g.h)1/2
 Rumus lain :
   Vt = at
   s = ½ at2


                                               139
140

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:12003
posted:5/21/2011
language:Indonesian
pages:140