HADIST TENTANG JUAL BELI

Document Sample
HADIST TENTANG JUAL BELI Powered By Docstoc
					                  DI SUSUN


                       O
                       L
                       E
                       H


              KELOMPOK : 2


     KETUA KELOMPOK         : RUWAIDA
     ANGGOTA                : IZATUL FITRI
                            : IRMA WILANA
                            : MEUTIA


             JURUSAN : TARBIYAH
            SEMESTER/UNIT : IV/IV
         DOSEN PEMBIMBING : ISKALANI




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( S T A I N )

          ZAWIYAH COT KALA LANGSA

                T.A. 2009 / 2010
                                                                    1


              HADIST TENTANG JUAL – BELI DAN RIBA



      Asal makna kata jual beli adalah tukar menukar antara barang
yang dianggap senilai, sedangkan yang dimaksudkan dengan jual beli
disini adalah pertukaran semua barang yang bernilai atau barang yang
bermanfaat, dengan dasar sama-sama suka dan sama-sama rela. Jual
beli yang demikian inilah yang dihalalkan Allah SWT. Adapun hadist
tentang jual beli yang dilarang adalah sebagai berikut :

A. Larangan Jual Beli Ijon




   Artinya : “ Dari Abdullah bin Umar r.a. bahwasannya Rasulullah
             Saw    telah    melarang   melakukan   jual-beli   dengan
             Muzabannah, muzabannah yaitu jual – beli kurma basah
             dengan kurma kering secara takaran, dan menjual
             anggur basah dengan anggur kering secara takaran”



          Maksudnya melakukan jual beli secara muzabannah adalah
   mengadakan jual beli kurma basah dengan kurma kering yang
   masih berada di atas pohon. Ataupun terhadap buah-buahan yang
   lain. Karena taksiran yang persis antara yang basah apabila telah
   kering tidak dapat diketahui.
                                                                     2




Artinya : “ Dari Anas bin Malik r.a. bahwasannya ia berkata :
          “Rasulullah    Saw     melakukan    jual   beli   dengan
          Muhaqalah, Muhadharah, Mulamasah, Munabadzah dan
          Muzabannah”.

Maksdunya adalah :

 Muhaqalah adalah jual beli secara sewa menyewa tanah, baik
   berbentuk sawah, kebun maupun berbentuk tambak dengan
   cara hasilnya nanti dibagi.
 Mukhadharah adalah pengadaan jual beli buah-buahan yang
   masih berada di atas pohon yang belum diketahui secara pasti
   akan baik dan buruknya buah-buahan yang masih diatas pohon
   itu nanti pada saat memungutnya,
 Mulamasah adalah mengadakan jual beli dengan cara meraba
   barang yang akan diperjual belikan dengan tanpa melihat
   barangnya.
 Munabazah adalah mengadakan jual beli dengan cara saling
   melemparkan barang-barang yang akan dijual belikan dengan
   tampa memeriksanya kembali.
   Dan ada pula hadis-hadis yang lain berikut ini.
                                                                       3




      Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya : Rasulullah S.a.w. telah
      melarang sewa-menyewa kebun atau sawah lading dengan
      buah atau hasilnya masing-masing, kecuali penyewaan dengan
      uang dan beliau telah melarang pula memperjual belikan buah
      sebelum nyata tuanya.




      Dari Mamar bin Abdullah r.a dari Rasulullah S.a.w. kata beliau
      “tidak lah akan memonopoli kecuali orang yang jahat”


B. Keharaman Hasil Jual – Beli Anjing, Upah Pelacur, Dll




  Dari Abu Mas’ud Al Ansari r.a. katanya : bahwa rasulullah S.a.w
  telah mengharamkan uang yang di peroleh dari penjualan anjing,
  pembayaran dan pemberian atau pemberian kepada ahli Tenung.
                                                                         4


-   Larangan Jual Beli Khomer, Bangkai babi dan Berhala




Artinya : “ Dari Jabir bin Abdullah r.a bahwasannya ia telah
           mendengar Rasulullah Saw bersabda : di Makkah pada
           tahun pembukaan kota Mekkah : Sesungguhnya Allah
           dan Rasul telah mengharamkan jual beli khomer
           bangkai, babi dan patung”. Lalu ada orang bertanya :
           “wahai    Rasulullah   bagaimanakah        pendapat    tuan
           tentang    lemak   bangkai      yang   digunakan      untuk
           meminyaki perahu, untuk meminyaki kulit dan untuk
           minyak lampu buat menerangi orang-orang, maka
           beliau bersabda : “tidak boleh! Itu juga termasuk
           haram”. Kemudian Rasulullah menambahkan sabda :
           “yang demikian itu Allah telah mengutuk orang Yahudi”
           karena    sesunggughnya   Allah    telah    mengharamkan
           lemak bangkai, lalu mereka melanggarnya, kemudian
           mereka     menjualnya,    dan     setelah    itu   mereka
           memakannya dari uang harga penjualannya”.
                                                                        5


C. Riba Fadhal
        Sesungguhnya    yang    dimaksud      riba   adalah   bila   mana
  seseorang memiliki hutang maka dikatakan kepadanya “Apakah
  engkau mau melunasi atau engkau bersedia membayar lebih, jika
  engkau tidak mampu melunasinya maka ia menaikkan utangnya
  untuk itu diperpanjang waktu pembayarannya.
        Riba fadhal adalah tambahan pembayaran dalam utang
  piutang sesuai dengan hadis berikut ini :




  dari Umar bin Khatab r.a. ia bercerita dari Rasulullah Saw beliau
  bersabda : “Jual beli emas dengan emas itu riba kecuali dengan
  timbang terima, gandum dengan gandum itu riba kecuali dengan
  cara timbang terima, kurma dengan kurma itu riba kecuali dengan
  cara timbang terima, dan sya’ir dengan sya’ir itu riba kecuali
  dengan cara timbang terima.
                                                                     6


                           PENUTUP



A. Kesimpulan
        Jika illat riba dzulm (penindasan dan pemerasan) dan
  hikman pengharaman riba adalah untuk menumbuh suburkan
  shadaqah, maka dengan sendirinya tradisi riba yang diharamkan
  oleh Al-Qur’an adalah praktek riba yang bertentangan dengan
  seruan shadaqah.
        Secara bahasa Al bai’I (menjual) berarti mempertukarkan
  sesuatu dengan sesuatu. Ia merupakan sebuah nama yang
  mencakup pengertian terhadap kebalikannya yakni Al – Syi’ra
  (membeli) demikianlah Al-Bai’I sering diterjemahkan dengan “Jual
  – Beli”.
                                                                       7

                        DAFTAR PUSTAKA




Fiqh Muamalah Konstektual / Ghufron A. Mas’adi, Jakarta : PT Raja
      Grafindo Persada, 2002.


Shalih Bukhari / Tiga Dua, Ust, Labib MZ. Surabaya : Tiga Dua,
      1933.


Terjemahan   Hadis   Shalil Muslim,   Pustaka Al –   Husna, Jakarta,
     1980.
                                  DAFTAR ISI




DAFTAR ISI ..............................................................     i

PENDAHULUAN .........................................................       ii

KATA PENGANTAR .....................................................        iii

PEMBAHASAN ..........................................................        1

1. Larangan Jual – Beli Ijon ...........................................     1
2. Keharaman Hasil Jual – Beli Anjing, Upah Pelacur Dll ........             3
3. Riba Fadal ...........................................................    5




PENUTUP ................................................................     6

A. Kesimpulan ..........................................................     6




DAFTAR PUSTAKA .....................................................         7




                                        i
                          KATA PENGANTAR



        Alhamdulillah dengan izin nya kami dapat menyusun Makalah ini

yang berjudul “HADIS JUAL – BELI DAN RIBA”. Yang berisikan tentang

hadis-hadis larangan jual – beli, dan selanjutnya bisa kit abaca sama-

sama.


        Demikianlah hanya ini yang dapat kami sampaikan. Wabilla Hi

Taufiq Walhidayah. Semoga terkabul semua cita-cita kita dan sehat

serta selamat iman semua………….. Amin




                                    iii
                            PENDAHULUAN




      Segala       puji marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat

Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada

mahkluk yang ada di bumi ini.


      Dan tak lupa pula Shalawat dan salam marilah sama-sama kita

sanjung sajikan kepada Nabi kita Muhammad SAW.


      Serta tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Dosen

Pembimbing kami yang telah membantu kami dalam menyelesaikan

mata kuliah ini.


      Mungkin dalam penyusunan Makalah ini terdapat kesilapan,

kami mohon kemakluman dari saudara/i sekalian.




                                                     Terima Kasih




                                      ii

				
DOCUMENT INFO
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl