Docstoc

makalah pancasila - Copy

Document Sample
makalah pancasila - Copy Powered By Docstoc
					                              PRAKATA

    Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat,
karunia terutama kesempatan yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan   penulisan   makalah   ini    dengan   baik.Tanpa   adanya
kesempatan, mustahil penulis dapat menyelasaikan penulisan makalah ini
secara tuntas, walaupun masih banyak terdapat kekurangan.
    Selama proses penulisan makalah ini, penulis memperoleh banyak
bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun secara tidak
langsung dalam penulisan makalah ini. Untuk itu dari hati yang paling
dalam penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu penulisan makalah ini.




                                                                   Page | 1
                         DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL…………………………………………………………………………
PRAKATA……………………………………………………………………………
………..1
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………...2
BAB1
PENDAHULUAN…………………………………………………………………..3
A. Latar
         Belakang………………………………………………………………………
         ..3
B. Tujuan
         Penulisan…………………………………………………………………….5
C. Manfaat
         Penulisan………………………………………………………………….5
D. Metode
         Penulisan…………………………………………………………………..5
E. Sistematika
         Penulisan……………………………………………………………..6
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………………….7
     A. Pengertian
         pancasila…………………………………………………………7
     B. Pancasila sebagai pemersatu bangsa…………………………………11
BAB II
PENUTUP…………………………………………………………………………….
13
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………….14




                                                      Page | 2
                                  BAB I
                            PENDAHULUAN




   A. LATAR BELAKANG
     .Suatu bangsa mutlak perlu memiliki suatu dasar Negara, sebab dasar
Negara merupakan rambu bagi arah suatu pemerintahan agar sesuai dengan
tujuan yang dicita-citakan.Sejalan dengan Mukadimah Undangundang
Dasar 1945, maka cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan
suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.Dengan
demikian, kemudian, Pancasila bukan saja sebagai dasar negara, tetapi
sekaligus juga telah menjadi tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.
     Dengan dasar Negara Pancasila dan tujuan masyarakat yang adil dan
makmur berdasarkan Pancasila, maka tidak dapat tidak, pedoman atau cara-
cara guna mencapai tujuan tersebut juga harus Pancasila.Sehingga, dapat
dikatakan, dari (dasar) Pancasila - dengan (pedoman) Pancasila - untuk
Pancasila.Jika salah satu komponen ini tidak terpenuhi, maka tujuan untuk
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila
tidak mungkin dapat terwujud.
     Seperti halnya demokrasi: dari rakyat- oleh rakyat - untuk rakyat. Jika
salah satu komnponen ini diganti, atau tidak terpenuhi, maka itu berarti
sudah tidak demokratis lagi. Sebagai contoh: dari rakyat – bukan oleh rakyat
– untuk rakyat maka bukan demokrasi lagi. Atau: dari rakyat – oleh rakyat –
tetapi bukan untuk rakyat, juga bukan demokrasi. Apalagi jika bukan dari
rakyat – oleh rakyat – untuk rakyat sekalipun, juga bukan demokrasi.Oleh
sebab itu, dengan dasar Pancasila harus berpedoman Pancasila dan harus
bertujuan masyarakat yang Pancasila juga.Jika hal itu tidak terpenuhi, maka
dasar negara dasar negara yang Pancasila, pedoman yang Pancasila dan
tujuan yang Pancasila juga tidak mungkin terwujud.Adanya realita semacam
                                                                     Page | 3
ini, menunjukkan bahwa arti dan fungsi Pancasila bukan saja menjadi dasar
negara, tetapi juga mempunyai arti
dan fungsi yang semakin banyak lagi. Kedudukan dan fungsi Pancasila
dapat menjadi:
   1. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia
Hal ini berarti bahwa Pancasila melekat erat pada kehidupan bangsa
Indonesia, dan menentukan eksistensi bangsa Indonesia. Segala aktivitas
bangsa Indonesia disemangati oleh Pancasila.
   2. Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia:
Hal ini berarti bahwa sikap mental, tingkah laku dan amal perbuatan bangsa
Indonesia mempunyai ciri-ciri khas yang dapat membedakan dengan bangsa
lain. Ciri-ciri khas inilah yang dimaksud dengan kepribadian, dan
kepribadian bangsa Indonesia adalah Pancasila.
   3. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia:
Hal ini berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
dipergunakan sebagai petunjuk, penuntun, dan pegangan dalam mengatur
sikap dan tingkah laku manusia Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
   4. Pancasila adalah falsafah hidup bangsa Indonesia:
Falsafah berasal dari kata Yunan “philosophia”.Philos atau philein berarti to
love (mencintai atau mencari).Sophia berarti wisdom,kebijaksanaan atau
kebenaran.Jadi secara harafiah, falsafah berartimencintai kebenaran.Dengan
demikian, Pancasila sebagai falsafahhidup bangsa Indonesia mempunyai arti
bahwa, Pancasila olehbangsa Indonesia diyakini benar-benar memiliki
kebenaran. Falsafahberarti pula pandangan hidup, sikap hidup, pegangan
hidup,
atau tuntunan hidup.
   5. Pancasila sebagai weltanshauung bangsa Indonesia atau sebagai
         philosophische grondslag bangsa Indonesia:
Kata-kata ini diucapkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1
Juni 1945 di muka sidang BPUPKI. Welt berarti dunia, anshauung berarti
pandangan. Dalam kamus Jerman-Inggris weltanschauung diberi arti
conception of the world, philosophy oflife. Jadi weltanschauung berarti pandangan
                                                                         Page | 4
dunia        atau    pandangan     hidup,     atau    falsafah    hidup      atau
philoshopischegrondslag (dasar
filsafat).
    6. Pancasila adalah perjanjian luhur rakyat Indonesia:
Hal ini berarti bahwa Pancasila telah disepakati dan disetujui oleh rakyat
Indonesia melalui perdebatan dan tukar pikiran baik dalam sidang BPUPKI
maupun        PPKI   oleh   para   pendiri   negara.Perjanjian   luhur    tersebut
dipertahankan terus oleh negara dan bangsa Indonesia.Kita semua
mempunyai janji untuk melaksanakan, mempertahankan serta tunduk pada
azas Pancasila.
    7. Pancasila adalah dasar Negara Repbuplik Indonesia:
Hal ini berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar dan pedoman
dalam mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan negara.Isi dan tujuan
dari semua perundang-undangan di Indonesia harus berdasarkan, Pancasila
dan tidak boleh bertentangan dengan jiwa Pancasila.Pancasila dalam
pengertian ini disebut dalam Pembukaan UUD 1945.
    8. Pancasila adalah landasan idiil:
Kalimat ini terdapat dalam ketetapan MPR mengenai Garis-garis Besar
Haluan Negara (GBHN).Hal ini berarti, bahwa landasan idiil GBHN adalah
Pancasila.
      Arti dan fungsi Pancasila sebenarnya masih banyak lagi, salah satunya
adalah: Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
    B. Tujuan Penulisan
        Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa
        tujuan, yaitu:
    1. Untuk mengetahui Pancasila sebagai Dasar Negara Republik
        Indonesia.
    2. Untuk mengetahui Pancasila Sebagai pemersatu bangsa
    C. Manfaat Penulisan.
    Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
    1. Menambah ilmu pengetahuan tentang eksistensi pancasila di
        Republik ini,
    2. Mengetahui bagaimana cara melestartikan nilai-nilai luhur Pancasila.
                                                                           Page | 5
D. Metode Penulisan
Dalam penyelesaian penyusunan makalah ini penulis menggunakan
studi   kepustakaan,   yaitu   penulis   mempelajari   buku-buku     yang
berhubungan dengan Pancasila dan kewarganegaraan lalu dianalisis
untuk dijadikan sebuah karya tulis.




E. Sistematika Penulisan
Di dalam makalah ini terdiri dari tiga bab yaitu:
1. Bab I berisi Pendahuluan,
2. Bab II berisi Pembahasan,
3. Bab II berisi Penutup.




                                                                   Page | 6
                                  BAB II
                              PEMBAHASAN


       A. Pengertian Pancasila
     Secara arti kata pancasila mengandung arti, panca yang berarti lima
“lima” dan sila yang berarti “dasar”. Dengan demikian pancasila artinya
lima dasar.Tetapi di sini pengertian pancasila berdasarkan sejarah pancasila
itu sendiri.
     Apabila kita ingin benar-benar melaksanakan Undang-Undang Dasar
1945 secara murni dan konsekuan, maka kita tidak saja harus melaksanakan
ketentuan-ketentuan dalam pasal-pasal dari Batang Tubuh (the body of the
konstitutin) atau lebih dkenal isi dari UUD 1945 itu, tetapti juga ketentuan-
ketentuan pokok yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena
pembukaan UUD 1945 (walaupun tidak tercantum dalam satu dokumen
dengan Batang Tubuh UUD 1945, seperti konstitusi (RIS) atau UUDS 1950
misalnya), adalah bagian mutlak yang tidak dipisahkan dari Konstitusi
Republuk Indonesia Tahun 1945; pembukaan dan Batang Tubuh kedua-
duanya telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
pada tanggal 18 Agustua 1945.
     Apabila kita berbicara tentang UUD 1945. maka yang dimaksud ialah
Konstitusi (UUD) yang disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia tersebut pada tanggal 18 Agustus 1945 yang diumumkan dalam
Berita Republik Indonesia Tahun 1946 No. 7 halaman 45-48, yang terdiri atas
:
    1. Pembukaan (Preambule) yang meliputi 4 alinea ;
    2. Batang Tubuh atau isi UUD 1945, yang meliputi;
    3. PenjelasaN
     Adapun Pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas emapt bagian itu yang
amat penting ialah bagian/alinea ke 4 yang berbunyi sebagai berikut:
“Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara
                                                                      Page | 7
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa,        dan ikut    melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka
dususunlah Kemerdekaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan
yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan      yang     dipimpin    oleh    hikmat     kebijaksanaan   dalam
permusyawaratan/perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia”.
     Dalam penjelasan resmi ari pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa
dalam Pembukaan UUD 1945 terkandung emapt pokok-pokok pikiran
sebagai berikut:
   a. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
      darah        Indonesia berdasar atas Persatuan;
   b. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
   Indonesia;
   c. Negara Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dan
      berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan;
   d. Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut
      dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
     Khusus bagian/alinea ke -4 dari pembukaan UUD 1945 adalah
merupakan asas pokok Pemebentukan pemerintah Negara Indonesia. Isi
bagian ke 4 dari Pembukaan UUD 1945 itu dibagi ke dalam 4 hal:
   1. Tentang hal tujuan Negara indonesia, tercantum dalam kalimat
      “Kemudian daripada itu dan seluruh tumpah darah indinesia, yang;
      a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
          Indonesia;
      b. Memajukan kesejahteraan rakyat;
      c. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
      d. Ikut      melaksanakan     ketertiban   dunia    yang    berdasarkan
          kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
                                                                        Page | 8
   2. Tentang hal ketentuan diadakanya Undang-Undang Dasar tarcantum
       dalam kalimat yang berbunyi: “maka disusunlah Kemerdekaan
       Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
       Negara Republik Indonesia”;
   3. Tentang hal bentuk Negara dalam kalimat: yang terbentuk dalam
       suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat;
   4. Tentang hal Dasar Falsafah Negara Pancasila.
     Adapun Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah disahkan
oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18
Agustus 1945 itu sebagian besar bahan-bahanya berasal dari Naskah
Rancangan Pembukaan UUD yang disusun oleh Panitia Perumus (panitia
kecil) yang beranggotakan 9 orang yang diketua oleh Ir. Soekarno pada
tanggal 22 Juni 1945 di Jakarta.
     Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, naskah politik yang
bersejarah itu dijadikan Rancangan Pembukaan UUD sebagai bahan pokok
dan utama bagi penyusunan/penetapan Pembukaan (Preambule) UUD yang
akan ditetakan itu.
     Naskah politik yang bersejarah yang disusun pada tanggal 22 Agustus
1945 itu, di kemudian hari oleh Mr. Muhamad Yamin dalam pidatonya di
depan siding Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) pada
tanggal 11 Juni 1945 dinamakan “Piagam Jakarta” dan baru beberapa tahun
kemudian dimuat dalam bukunya yang berjudul Prokalmasi dan Konstitusi
pada tahun 1951.
     Dalam naskah politik yang di sebut dengan Piagam Jakarta 22 Juni 1945
inilah untuk pertama kali dasar falsafah Negara pancasila ini dicantumkan
secara tertulis, setelah diusulkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada
tanggal 1 Juni 1945. Adapun panitia perumus yang beranggotakan 9 orang
yang telah menyusun Piagam Jakarta itu adalah salah satu panitia kecil dari
Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) yang dibentuk pada
tanggal 29 April 1945.
     Di atas telah dijelaskan tentang pentingnya Pembukaan Undang-
Undang Dasar 1945. Adapun besar arti pentingnya Pembukaan Undang-
Undang Daar itu ialah karena pada aline ke 4 itu tercantum ketentuan pokok
                                                                    Page | 9
yang bersifat fundamental, yaitu dasar falsafah Negara Republik Indonesia
yang     dirumuskan   dalam    kata-kata   berikut:    ….”maka    disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang
Dasar Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada:
   1. Ketuhanan Mang Maha Esa,
   2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
   3. Persatuan Indonesia,
   4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
        permusyawaratan/perwakilan,
   5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kelima dasar ini tercakup dalam satu nama/istilah yang amat penting bagi
kita bangsa Indonesia yaitu pancasila.Istilah atau perkataan pancasila ini
memang tidak tercantum dalam Pembukaan maupun dalam Batang Tubuh
UUD 1945. Di alinea ke 4 dari Pembukaan UUD 1945 hanyalah disebutkan
bahwa, Negara Republik Indonesia berdasarkan kepada lima prinsip atau
asas yang tersebut di atas, tanpa menyebutkan pancasila. Bahwa kelima
prinsip atau dasar tersebut adalah pancasila, kita harus menafsirkan sejarah
(maupun penafsiran sistematika) yakni menghubungkanya dengan sejarah
lahirnya pencasila itu sendiri pada tanggal 1 Juni 1945, seperti yang telah
diuraikan sebelumnya.
       Berkenaan dengan perkataan pancasila, menurut Prof. Mr. Muhamad
Yamin (Pembahasan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia) pada halaman
437 antara lain sebagai berikut “perkataan Pancasila” yang kini telah menjadi
istilah hukum, mula-mula ditempa dan dipakai oleh Ir. Soekarno dalam
pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 untuk menamai paduan sila yang lima.
Perkataan itu diambil dari peradaban Indonesia lama sebelum abad XIV.
Kata kembar itu keduanya berasal dari bahasa Sanskerta yaitupanca dan sila
yang memiliki arti yang berbeda. Pancasila dengan huruf i biasanya
memiliki arti berbatu sendi yang lima (consisting of 5 rocks; aus fund Felsen
bestehend). Pancasila dengan huruf i yang panjang bermakna “5 peraturan
tingkah laku yang penting”.


                                                                     Page | 10
     Kata sila juga hidup dalam kata kesusilaan dan kadang-kadang juga
berarti etika. Dalam bahasa Indonesia kedua pengertian di atas dirasakan
sudah menjadi satu paduan antara sendi yang lima dengan lima tingkah
laku yang senonoh.
     Dari uraian di atas dapatlah kiranya kita menarik kesimpulan bahwa
pancasila sebagai istilah perkataan Sanskerta yang sudah dikenal di tanah air
kita sejak abad XIV.Sedangkan pancasila dalam bentuk formalnya sebagai
dasar Falsafah Negara Republik Indonesia baru diusulkan pada tanggal 1
Juni 1945.




      B. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
     Sila ketiga Pancasila, yakni Sila Persatuan Indonesia.Artinya,bahwa
Pancasila sangat menekankan dan menjunjung tinggi persatuanbangsa.Hal
ini berarti, bahwa Pancasila juga menjadi alatpemersatu bangsa.Disebutnya
sila Persatuan Indonesia sekaligusjuga menunjukkan, bahwa bangsa
Indonesia memiliki perbedaanperbedaan.Apakah itu perbedaan bahasa
(daerah), suku bangsa,budaya, golongan kepentingan, politik, bahkan juga
agama.Artinya,bahwa para pemimpin bangsa, terutama mereka yang terlibat
dalampenyusunan dasar negara, sangat mengerti dan sekaligus jugasangat
menghormati perbedaan yang ada di dalam masyarakatIndonesia. Mereka
juga menyadari bahwa perbedaan sangatpotensial menimbulkan perpecahan
bangsa, dan oleh sebab ituMereka juga sangat menyadari pentingnya
persatuan bagi bangsaIndonesia. Pencantuman Sila Persatuan bagi bangsa
Indonesiaselain menyadari pentingnya persatuan bagi kelangsungan
hidupbangsa, juga menunjukkan adanya pemahaman bahwa perbedaanitu
suatu realita yang tidak mungkin dihilangkan oleh manusia.Perbedaan
sesungguhnya adalah suatu hikmah yang harus disukuri,dan bukan sesuatu
yang harus diingkari.Apalagi harus dihilangkandari muka bumi ini.


     Perbedaan adalah juga kodrati yang ada di mana-mana, dinegara
manapun juga dan di bangsa manapun juga.Menyikapirealita semacam ini,
jalan keluarnya tidak dapat tidak adalahmenjadikan perbedaan yang ada
                                                                     Page | 11
sebagai suatu kekayaan yang justruharus dijunjung tinggi dengan
mengutamakan persatuan dankesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi,
golongan maupundaerah.Dalam wacana nasional maka barometer yang
harus   dijunjungtinggi       adalah       kepentingan        nasional,     dan     bukan
kepentinganyang      lebih     kecil,     lebih     rendah,    ataupun      yang      lebih
sempit.Dengan kesadaran semacam ini, maka terlihat jelas bahwa
persatuanbangsa sesungguhnya nilai luhur yang seharusnya dijunjungtinggi
oleh semua umat manusia. Karena pada hakekatnya, perpecahanatau
pertikaian justru akan menghancurkan umat manusiaitu sendiri.


     Seloka      Bhineka     tunggal      Ika      memang      sangat      tepat     untuk
direnungkankembali          esensi       dan       kebenaran      yang       terkandung
didalamnya.Karena          pada      hakekatnya          semua       bangsa,        semua
manusiamemerlukan           persatuan      dan       kerjasama     di     antara      umat
manusia.Kerjsama           butuh        persatuan,       dan      persatuan          butuh
perdamaian.Olehsebab itu perpecahan sebagai lawan dari persatuan mutlak
perludihindari     dan      disingkirkan          dari   kehidupan        bermasyarakat,
berbangsadan bernegara.Dari penjelasan ini, kita semakin tahu dan
sadar,bahwa Sila Persatuan Indonesia sangat tepat dicantumkan dalamdasar
negara, mengingat kebenaran dan kebutuhan yang dihadapioleh seluruh
umat manusia.




                                                                                   Page | 12
                                     BAB III
                                   PENUTUP


     Sebagai pemersatu bangsa, Pancasila mutlak diperlukan olehseluruh
generasi bangsa.Sekalipun bangsa Indonesia yang sekarangsudah bersatu,
tidak berarti Pancasila tidak diperlukan lagi. Karenayang disebut bangsa
Indonesia bukan hanya yang sekarang ini ada,tetapi juga yang nanti akan
ada. Selama masih terjadi proses regenerasi,selama itu pula Pancasila sebagai
pemersatu Bangsa masihtetap kita perlukan. Itu berarti, selama masih ada
bangsa Indonesia,selama itu pula masih kita perlukan alat pemersatu
bangsa.Iniberarti, bahwa selama masih ada bangsa Indonesia, maka
Pancasilasebagai dasar negara masih tetap kita butuhkan. Ini sekaligus
membuktikankebenaran        Pancasila,    baik      selaku   dasar   Negara,
maupunsebagai     kepentingan    lain.   Sehingga    Pancasila   menunjukkan
memilikibanyak fungsi atau multy function.




                                                                     Page | 13
                              DAFTAR PUSTAKA
Bahan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.1990. Jakarta:
BP-7 Pusat.
Darmodihardjo,     Dardji.    1997.   Orientasi    Pancasila.    Malang:Universitas
Brawijaya.
---------, et.al 1981.Santiaji Pancasila. Surabaya: Usaha Nasional.
Moedjanto, G. 1989. Pancasila: Buku Panduan Mahasiswa.Jakarta: Gramedia.
Notonagoro. 1974. Pancasila Dasar Falsafah Negara. Jakarta:Pantjuran Tudjuh.
Oesman, Oetojo dan Alfian (Ed). 1991. Pancasila sebagai Ideologi:Dalam
Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat,Berbangsa dan Bernegara. Jakarta: BP-7
Pusat.
Panitia Lima, 1997. Uraian Pancasila. Jakarta: Mutiara.
Pedoman      Penghayatan     dan   Pengamalan      Pancasila    (KetetapanMPR   No
II/MPR/1978). 1990. Jakarta: BP-7 Pusat.
Pranarka, A.M.W. 1985 Sejarah Pemikiran Tentang Pancasila.Jakarta: CSIS.
Soekarno.t.th. Lahirnya Pancasila. Jakarta: Deppen.
Sunoto, 1982.Mengenal Filsafat Pancasila. Seri pertama, kedua,ketiga, keempat.
Yogyakarta: Bagian Penerbitan FakultasEkonomi UII.
Undang-undang Dasar 1945. 1990. Jakarta: BP-7 Pusat.
Wahyono, Padmo. 1984. Bahan-bahan Pedoman Penghayatan danPengamalan
Pancasila. Jakarta: Aksara Baru.
YAmin,       Muhammad.       1971.    Naskah      Persiapan     Undang-undangDasar
1945.Jakarta: Siguntang.




                                                                           Page | 14
Page | 15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:623
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:15
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl