Docstoc

Pengertian Tumbuh Dan Berkembang

Document Sample
Pengertian Tumbuh Dan Berkembang Powered By Docstoc
					Pengertian Tumbuh Dan Berkembang (Pertumbuhan
& Perkembangan) Perbedaan Keduanya
Tue, 02/12/2008 - 3:35pm — andrian deri

Tumbuh dan berkembang adalah salah satu dari sekian ciri-ciri organisme yang ada.
Pertumbuhan selalu berhubungan erat dengan perkembangan organisme.

1. Tumbuh
Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam
setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif.
Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar.

Contohnya :
Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm
Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg
Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg
Ketika kita akan mengukur pertumbuhan tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang
dinamakan auksanometer.

2. Berkembang
Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan
biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif.

Contoh :
Pematangan sel ovum dan sperma
Pematangan hormon-hormon dalam tubuh

Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan
Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan ( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar,
jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan
ukuran berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan
keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan,
sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses
difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang
berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi
dengan lingkungan.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun
demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa misalnya
mengenai makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb.
Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti
persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.

1. Tumbuh
Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam
setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif.
Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar.

Contohnya :
Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm
Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg
Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg
Ketika kita akan mengukur pertumbuhan tumbuhan ada sebuah alat ukur khusus yang
dinamakan auksanometer.

2. Berkembang
Berkembang merupakan salah satu perubahan organisme ke arah kedewasaan dan
biasanya tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kualitatif.

Contoh :
Pematangan sel ovum dan sperma
Pematangan hormon-hormon dalam tubuh
Tugas–Tugas Perkembangan Individu
Posted on 2 Mei 2010 by AKHMAD SUDRAJAT

Salah satu prinsip perkembangan bahwa setiap individu akan mengalami fase
perkembangan tertentu, yang merentang sepanjang hidupnya. Pada setiap fase
perkembangan ditandai dengan adanya sejumlah tugas-tugas perkembangan tertentu yang
seyogyanya dapat dituntaskan.




Tugas–tugas perkembangan ini berkenaan dengan sikap, perilaku dan keterampilan yang
seyogyanya dikuasai sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Havighurst (Abin
Syamsuddin Makmun, 2009) memberikan pengertian tugas-tugas perkembangan bahwa:
―A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the
individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with
later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society,
difficulty with later task”..

Tugas perkembangan individu bersumber pada faktor–faktor: (1) kematangan fisik; (2)
tuntutan masyarakat secara kultural; (3) tuntutan dan dorongan dan cita-cita individu itu
sendiri; dan (4) norma-norma agama.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dikemukakan rincian tugas perkembangan dari setiap
fase menurut Havighurst.

1. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-Kanak Awal (0,0–6.0)

      Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.
      Belajar memakan makan padat.
      Belajar berbicara.
      Belajar buang air kecil dan buang air besar.
      Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
      Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
      Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
      Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang
       lain.
      Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

2. Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir dan Anak Sekolah (6,0-12.0)
      Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
      Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk
       biologis.
      Belajar bergaul dengan teman sebaya.
      Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
      Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
      Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
      Mengembangkan kata hati.
      Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
      Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

3. Tugas Perkembangan Masa Remaja (12.0-21.0)

      Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
      Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.
      Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
      Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
      Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
      Memilih dan mempersiapkan karier.
      Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
      Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan
       bagi warga negara.
      Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.
      Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam
       berperilaku.

4. Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal

      Memilih pasangan.
      Belajar hidup dengan pasangan.
      Memulai hidup dengan pasangan.
      Memelihara anak.
      Mengelola rumah tangga.
      Memulai bekerja.
      Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
      Menemukan suatu kelompok yang serasi.

Sementara itu, Depdiknas (2003) memberikan rincian tentang tugas perkembangan masa
remaja untuk usia tingkat SLTP dan SMTA, yang dijadikan sebagai rujukan Standar
Kompetensi Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, yaitu :

1. Tugas Perkembangan Tingkat SLTP

      Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada
       Tuhan Yang Maha Esa.
      Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap
       perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang
       sehat.
      Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya
       sebagai pria atau wanita.
      Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam
       kehidupan sosial yang lebih luas.
      Mengenal kemampuan bakat, dan minat serta arah kecenderungan karier dan
       apresiasi seni.
      Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya
       untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karier serta
       berperan dalam kehidupan masyarakat.
      Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional,
       sosial dan ekonomi.
      Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai pribadi,
       anggota masyarakat dan minat manusia.

2. Tugas Perkembangan Peserta didik SLTA

      Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
       Esa
      Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam
       perannya sebagai pria dan wanita.
      Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat
      Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan
       program kurikulum, persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi serta
       berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
      Mencapai kematangan dalam pilihan karir
      Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara
       emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
      Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang berkehidupan berkeluarga,
       bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
      Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi
       seni.
      Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.


Tugas - tugas perkembangan menurut Havighurst Fri Feb 19, 2010 7:40 pm




Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut
Havighurst adalah: Kematangan pisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai
dan aspirasi individu. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase
dari sejak masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut:
1. Masa bayi dan anak-anak

      Belajar berjalan
      Belajar mekan makanan padat
      Belajar berbicara
      Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
      Mencapai stabilitas fisiologik
      Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
      Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain
      Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata
       hati



2. Masa Anak Sekolah

      Belajar ketangkasan fisik untuk bermain
      Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang
       sedang tumbuh
      Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya
      Belajar peranan jenis kelamin
      Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan berhitung
      Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan
       kehidupan sehari-hari
      Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai
      Belajar membebaskan ketergantungan diri
      Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga



3. Masa Remaja

      Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif
      Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita
      Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social
      Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
      Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki
      Perkembangan skala nilai
      Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat
      Persiapan mandiri secara ekonomi
      Pemilihan dan latihan jabatan
      Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
4. Masa Dewasa Awal

      Mulai bekerja
      Memilih pasangan hidup
      Belajar hidup dengan suami/istri
      Mulai membentuk keluarga
      Mengasuh anak
      Mengelola/mengemudikan rumah tangga
      Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara
      Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan



5. Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya

      Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis
      Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
      Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung
       jawab dan berbahagia
      Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
      Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa
      Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

Tentang Fase-fase dan Tugas Perkembangan
OPINI | 15 November 2010 | 19:59 888     0   Nihil


Pertumbuhan dan perkembangan

Pada hakekatnya, manusia mengalami yang namanya pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai
kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu dengan
yang lain berbedan. Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke
arah rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu
berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya bisa
diamati tanpa bisa diukur. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-
norma tertentu. Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada
orang dewasa, misalnya mengkonsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana
aman, pencegahan penyakit dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang
mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan
berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan,
diantaranya adlah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk,
maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan
perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Fase dan tugas perkembangan

Fase perkembangan manusia mulai dari bayi, anak - anak, remaja, dewasa, dan lansia.
Setiap fase atau tahapan perkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung
seiring dengan kegiatan belajar. Tugas fase yang muncul dalam setiap perkembangan,
merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan
belajar terampil melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi
pada manusia normal. Selain itu, hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas
perkembangan antara lain, (1)adanya kematangan fisik tertentu pada fase
perkembanangan tertentu. (2) adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang
berkembang itu sendiri, dan (3) adanya tuntutan kultural masyarakat. Setiap anak atau
individu berkembang melalui tahap perkembangan. Setiap tahap, terutama tahap-tahap
perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson dan Havigurst mempunyai tema yang
menggambarkan tugas utama dari masa itu. Setiap tahap juga memiliki tugas-tugas
perkembangan konkrit yang penting, yang harus dicapai si anak atau individu. Dalam
rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya manusia
harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya kebiasaan belajar
berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Belajar melakukan kebiasaan-
kebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang tepat dipandang berkaitan
langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya.

Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan

individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil
mencapainya

mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela
orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami
kesulitan. Menurut para ahli seperti Elizabeth B. Hurlock (1978) tugas perkembangan
yaitu belajar menyesuaikan diri terhadap pola - pola hidup baru, belajar untuk memiliki
cita - cita yang tinggi, mencari identitas diri dan pada usia kematangannya mulai belajar
memantapkan identitas diri.

Prinsip perkembangan

Prinsip perkembangan yaitu menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam
perkembangan atau biass dikatakan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya
peristiwa perkembangandalam diri manusia itu sendiri.

Menurut ahli seperti Elizabeth B. Hurlock (1978) Prinsip-prinsip ini merupakan ciri
mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh seorang anak seperti :

(1) Manusia tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami
perubahan mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba. Perbuhan tersebut bisa
menanjak, kemudian berada di titik puncak kemudian mengalami kemunduran.
(2) Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan sangat berpengaruh kuat
terhadap kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilmiaih telah menunjukkan bahwa
dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang
hidupnya, terdapat 4 bukti yang membenarkan pendapat ini.

(3) Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh proses kematangan yaitu
terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari
warisan genetik individu.

(4) Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu
perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa
kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian
badan dan terakhir kaki. Hukum yang kedua yaitu proxmodistal perkembangan dari yang
dekat ke yang jauh. Kemampuan jari-jemari seorang anak akan didahului oleh
ketrampilan lengan terlebih dahulu.

(5) Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan, ini berlaku baik
untuk perkembangan fisik maupun mental. Semua anak mengikuti pola perkembangan
yang sama dari saatu tahap menuju tahap berikutnya

(6) Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap anak akan megikuti pola
yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri. Beberapa anak berkembang
dengan lancar, bertahap langkah demi langkah, sedangkan lain bergerak dengan
kecepatan yang melonjak, dan pada anak lain terjadi penyimpangan. Perbedaan ini
disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda.
Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap
perkembangan seorang anak.

(7) Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus, pada setiap usia mengandung
bahaya yang dapat mengganggu pola normal yang berlaku. Beberapa hal yang dapat
menyebabkan antara lain dari lingkungan dari dari anak itu sendiri. Bahaya ini dapat
mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik, psikologis dan sosial. Sehingga pola
perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak ada peningkatan perkembangan.
Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan penyesuaian yang buruk
atau ketidakmatangan.

Faktor yang Memengaruhi Perkembangan

Faktor genetik yaitu meliputi faktor keturunan yang bersifat tetap atau tidak berubah
sepanjang kehidupan. Bentuknya bias menentukan beberapa karakteristik seperti jenis
kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan
psikologis seperti temperamen. Sehingga diharapkan potensi genetik yang bermutu
hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil
akhir yang optimal.
Faktor eksternal / lingkungan juga mempunyai peranan yang besar yaitu empengaruhi
individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan
tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor eksternal yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan
menghambatnya

Aliran Psikologi dan Implikasinya dalam Pembelajaran

Aliran gestalt menurut para pengikut gestalt perkembangan itu adalah proses diferensiasi.
Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian
adalah sekunder; bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada
keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya, keseluruhan
ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. Bila kita bertenu dengan seorang
teman misalnya, dari kejauhan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang
baru atau pulpennya yang bagus, atau dahinya yang terluka, melainkan justru teman kita
itu sebagai keseluruhan, sebagai Gestalt; baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya
hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru, pulpennya yang bagus, dahinya yang
terluka, dan sebagainya.

Teori Behaviorisme menurut teori belajar ini adalah perubahan tingkah laku, seseorang
dianggap belajar sesuatu bila ada menunjukkan perubahan tingkah laku. Misalnya,
seorang siswa belum bisa membaca maka betapapun gurunya berusaha sebaik mungkin
mengajar atau bahkan sudah hafal huruf A sampai Z di luar kepala, namun bila siswa itu
gagal mendemonstrasikan kemampuannya dalam membaca, maka siswa itu belum bisa
dikatakan belajar. Ia dikatakan telah belajar apabila ia menunjukkan suatu perubahan
dalam tingkah laku ( dari tidak bisa menjadi bisa membaca). Dengan kata lain, belajar
merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk
bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

Teori Kognitif yaitu menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan antara lain
memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar
kepada hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai
pada hasil tersebut. mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan
aktif dalam kegiatan belajar. Dengan emaklumi akan adanya perbedaan individual dalam
hal kemajuan per- kembangan. Serta mengoptimalkan engutamakan peran siswa untuk
saling berinteraksi.

Teori konstruktivisme dapat diterapkan pada pembelajaran seperti setiap guru akan
pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih
ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan
sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi
kepada sisiwa dengan baik, namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama
sekali. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang
baik pada siswanya. Karena, hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para
siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. Dengan tugas setiap guru
dalam memfasilitasi siswanya, sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau
dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Para sisiwa harus dapat
secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka
kognitif. Diterapkan dengan mengajar secara baik, guru harus memahami model-model
mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang
dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Sebagai
pengajar diharapkan menciptakan konsep teori dan menghasilkan situasi bagi siswa itu
sendiri yang dapat membantu perkembanganya.
     HUKUM PERTUMBUHAN YANG EKSPLOSIF
Untuk Menambah pertumbuhan, Pimpinlah Para Pengikut - untuk Melipatgandakan,
                        Pimpinlah Para Pemimpin

Pada tahun 1984, di usia dua puluh dua tahun, John Schnatter memulai usahanya sendiri.
Ia mulai menjual pizza dari sebuah gudang yang telah diubah di Mick's Tavern, sebuah
restoran yang salah seorang pemiliknya adalah Ayahnya sendiri. Walaupun ia masih
muda, ia memiliki visi, dorongan, serta energi yang luar biasa - cukup besar untuk
membuat toko pertamanya di sebelah restoran Mick di Jeffersonville, Indiana. Ia mulai
tokonya itu Papa John's. selama beberapa tahun berikutnya, Schnatter bekerja keras untuk
membangun perusahaannya. Pada waktunya, ia buka beberapa toko lainnya, dan
belakangan, ia mulai menjual waralaba. Pada awal tahun 1991, ia sudah memiliki 46
toko. Itu saja sudah merupakan kisah sukses. Namun yang terjadi dalam beberapa tahun
kemudian bahkan lebih baik lagi.

Pada tahun 1991 dan 1992, papa John's telah menjadi usaha besar. Di akhir tahun 1991,
jumlah tokonya telah berlipat menjadi 110 buah. Di akhir tahun 1992, jumlahnya telah
berlipat menjadi 220. dan pertumbuhannya terus berlanjut secara dramatis. Di awal tahun
1998, jumlahnya telah lebih dari 1,600. Apakah yang membuat perusahaan ini tiba-tiba
mengalami pertumbuhan yang luar biasa itu? Jawabannya dapat ditemukan dalam Hukum
Pertumbuhan yang Eksplosif.




Schnatter telah selalu merekrut orang-orang yang baik untuk stafnya, namun ditahun-
tahun awal ia benar-benar seorang pemimpin tunggal serta tenaga pendorong di balik
sukses bisnisnya. Pada tahun 1980-an, ia tidak menyediakan cukup waktu untuk
mengembangkan pemimpin-pemimpin kuat lainnya. "dibutuhkan pertumbuhan yang
sangat tinggi di pihak saya", katanya tentang sukses papa John's. "Antara usia 26 hingga
32 tahun, hal yang paling sulit adalah saya punya banyak John Schnatter di sekeliling
saya (orang-orang yang memiliki potensi besar, yang perlu dibimbing). Mereka
membutuhkan banyak bimbingan, sedangkan saya selalu sibuk mengembangkan diri
sendiri, berusaha membawa diri saya ketingkatan berikutnya, dan tidak mengembangkan
orang-orang itu. Akibatnya, saya kehilangan mereka. Tugas saya adalah membangun
orang yang akan membangun perusahaan ini. Ini akan jauh lebih sulit bagi saya
ketimbang 1,200 toko yang pertama".

               KUNCI PERTUMBUHAN ADALAH KEPEMIMPINAN

Diawal tahun 1990-an, Schnatter mulai memikirkan bagaimana caranya untuk benar-
benar mengembangkan perusahaannya. Kuncinya adalah kepemimpinan. Secara pribadi,
ia telah tumbuh sebagai pemimpin. Kemajuan besarnya dalam kepemimpinannya
membuka pintu untuk menarik para pemimpin yang lebih baik ke perusahaannya dan
memberi mereka waktu yang mereka butuhkan. Ketika itulah ia mulai merekrut beberapa
orang seperti Wade Oney, yang sekarang menjadi direktur operasional perusahaan. Wade
telah bekerja untuk Domino's Pizza selama empat belas tahu, dan John percaya bahwa
dialah salah satu alasan mengapa perusahaannya telah demikian sukses. Ketika Wade
meninggalkan Domino's, John segera memintanya menjadi bagian dari tim Papa John's
Pizza.

Schnatter telah membangun sebuah perusahaan yang mampu menciptakan pizza yang
mengundang selera - dan mengumpulkan keuntungan yang sehat dalam prosesnya (rata-
rata penjualan pertokoannya lebih tinggi dari pada Pizza Hut, Domino's, atau Little
Caesar's). sasaran mereka adalah membangun perusahaan yang lebih besar lagi. Bersama-
sama, mereka mulai membicarakan tentang bagaimana caranya agar mereka dapat
membuka empat ratus hingga lima ratus restoran per tahunnya. Dan ketika itulah mereka
memfokuskan perhatian mereka untuk mengembangkan pemimpin agar mereka dapat
membawa perusahaannya ke tingkatan yang lebih tinggi. Kata Oney, "Alasan mengapa
kami sukses di pasaran adalah focus kami pada kualitas serta hasrat kami untuk menjaga
kesederhanaan. Alasan mengapa kami sukses sebagai perusahaan adalah karena kami
memiliki orang-orang yang baik".

Sejak awal tahun 1990-an, Schnatter dan Oney telah mengembangkan tim pemimpin
kelas satu yang membantu perusahaan mengalami pertumbuhan yang eksplosif, orang-
orang seperti Blaine Hurst, presiden Papa John's dan wakil pimpinan puncak; Drucilla
"Dru" Milby, Direktur Keuangan; Robert Waddell, prsiden papa John's Food Service; dan
Hart Boesel, yang mengepalai operasi warabala.

Pertumbuhan papa John's sungguh fenomenal dalam industri yang telah dianggap jenuh
dengan pesaing satu decade yang lalu. Pada tahun 1997, mereka buka lebih dari 350
restoran baru. Pada tahun 1998, mereka juga melaksanakan berbagai rencana untuk
meluncurkan Papa John's secara intenasional. Mereka tidak berencana untuk berhenti
tumbuh hingga menjadi penjual pizza terbesar di dunia.

"Tantangannya sekarang ini", kata Oney, "adalah mengembangkan pemimpin-pemimpin
berikutnya. Perusahaan ini sangat sehat keuangannya. (Mengakuisisi) real estate selalu
menjadi perjuangan, tapi kami bisa sukses disana. Dan perekonomian tidak pernah
menjadi penghambat jika anda memberikan nilai yang baik kepada pelanggan. Kuncinya
adalah mengembangkan pemimpin baru dengan mengembangkan orang-orang anda."

      MATEMATIKA PEMIMPIN MEMBAWAKAN PERTUMBUHAN YANG
                           EKSPLOSIF

John Schnatter serta Wade Oney telah sukses karena mereka menerapkan Hukum
Pertumbuhan yang Eksplosif. Pemimpin manapun yang menerapkannya bergeser dari
matematika pengikut ke apa yang saya sebut matematika pemimpin. Beginilah cara
kerjanya. Para pemimpin yang mengembangkan para pengikutnya menumbuhkan
organisasinya hanya satu orang satu kali. Namun para pemimpin yang mengembangkan
pemimpin-pemimpin lain akan melipatgandakan pertumbuhannya, karena untuk setiap
pemimpin yang mereka kembangkan, mereka juga mendapatkan seluruh pengikut
pemimpin baru tersebut. Tambahkanlah sepuluh pengikut ke organisasi anda, maka anda
hanya mendapatkan kuasa dari sepuluh orang. Tambahkanlah sepuluh pemimpin ke
organisasi anda, maka anda mendapatkan kuasa dari sepuluh pemimpin dikalikan dengan
seluruh pengikut serta pemimpin lain yang mereka pengaruhi. Itulah bedanya antara
penambahan dengan pelipatgandaan. Itu adalah sperti menumbuhkan organisasi anda
daengan tim ketimbanga dengan individu. Semakin baik pemimpin yang anda
kembangkan, semakin baik kualitas serta kuantitas pengikutnya.

PARA PEMIMPIN MENGEMBANGKAN PENGIKUT HANYA MENAMBAH SATU
SETIAP KALINYA




PARA PEMIMPIN YAGN MENGEMBANGKAN PEMIMPIN LAIN
MELIPATGANDAKAN PERTUMBUHANNYA
Untuk mencapai tingkatan tertinggi, anda harus mengembangkan pemimpinnya para
pemimpin. Teman saya, Adale Galloway, menyatakan bahwa "ada pemimpin yang ingin
merekrut pengikut. Saya ingin merekrut pemimpin lainnya. Bukan saja saya ingin
merekrut pemimpin, melainkan juga ingin merekrut pemimpinnya para pemimpin".
Begitu anda dapat mengikuti pola ini, pertumbuhan, pimpinlah para pengikut, namun
untuk melipatgandakan pertumbuhan, pimpinlah para para pemimpin. Itulah Hukum
Pertumbuhan yang Eksplosif.

                            FOKUS YANG BERBEDA

Menjadi pemimpin yang mengembangkan pemimpin-pemimpin lainnya menuntut fokus
dan sikap yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan mereka yang mengembangkan
pengikut-pengikut. Renungkanlah beberapa perbuatannya:

PEMIMPIN YANG                              PEMIMPIN MENGEMBANGKAN
MENGEMBANGKAN PENGIKUT                     PEMIMPIN LAINNYA
Perlu dibutuhkan                           Ingin sukses
Memfokuskan perhatian pada kelemahan       Memfokuskan perhatian pada kekuatan
Mengembangkan 20 persen dari yang          Mengembangkan 20 persen dari yang
terbawah                                   teratas
Memberikan perlakuan yang sama kepada      Memperlakukan para pemimpipnnya
orang-orangnya demi "keadilan"             sebagai individu demi dampak
Menimbun kekuasaan                         Membagi kekuasaan
Melewatkan waktu bersama-sama orang lain   Menanamkan waktu pada diri orang lain
Tumbuh menurut hukum pertambahan (deret    Tumbuh berlipat ganda (deret ukur)
hitung)
Memberi dampak hanya terhadap orang-orang Memberi dampak terhadap orang-orang
yang mereka sentuh secara pribadi         yang jauh dari jangkauannya

Mengembangkan para pemimpin itu sulit karena pemimpin potensial lebih sulit dicari
dan ditarik. Mereka juga lebih sulit dipertahankan, karena tidak seperti pengikut, mereka
energik dan berjiwa wiraswata, dan mereka cenderung ingin memilih jalan sendiri.
Mengembangkan pemimpin juga kerja keras. Mengembangkan kepemimpinan bukanlah
seperti mengisi air dan mengaduknya. Dibutuhkan waktu, energi, serta sumber-sumber
daya.

                 PEMIMPIN YANG DIKEMBANGKAN DARI JAUH

Selama dua puluh tahun terakhir, saya telah memprioritaskan pengembangkan pemimpin.
Dampaknya terhadap organisasi saya tidak pernah percuma. Namun dalam sepuluh tahun
terakhir, saya juga telah mendapatkan keistimewaan luar biasa melihatnya berdampak
terhadap pemimpin lain serta oraganisasi mereka. itu terjadi karena banyak pempimin
yang telah saya Bantu kembangkan selama sepuluh tahunterakhir bekerja di berbagai
oragnisasi diluar oragnisasi saya. Akibatnya, sesekali saya terkejut menemukan seseorang
yang telah saya kembangkaan bahkan tanpa mengetahuinya. Itulah yang terjadi ketika
saya mengadakan sebuah konferensi di luar negeri musim gugur yang lalu.

Seperti yang telah saya singgung di Bab-bab sebelumnya, terkadang saya mengajar
kepemimpinan di luar Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, saya telah mengadakan
konferensi di Australia, Brazil, Canada, India, Indonesia, Korea, New Zeland, Nigeria,
dan Afrika Selatan. Selain itu, buku-buku saya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari
dua puluh bahasa, dan kasket-kaset saya telah didistribusikan ke negara-negara di seluruh
dunia. Maka saya tahu bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan saya telah melanglang
buana. Namun saya masih juga terkejut senang ketika saya pergi ke India musim gugur
yang lalu, berjumpa dengan David Mohan untuk pertama kalinya di kota Madras, dan
mendengar kisahnya yang luar biasa.

Pendeta Mohan memimpin gereja Kristen terbesar di seluruh India. Saya pergi ke sana
untuk mengajarkan kepemimpinan kepada sebuah kelompok yang terdiri dari kira-kira
dua ribu pendeta. Ketika saya tiba, ia menyambut saya agak terburu pagi itu, pesawat
kami telah tertunda lima jam sebelum kami tiba, maka ia dan saya tidak punya cukup
banyak waktu mengbrol sebelum konferensi dimulai. Sementara saya mengajarakan
kepemimpinana, ia duduk di barisan depan, menyerap segala yang saya ucapkan. Ketika
saya ajarkan Hukum Prioritas dan Prinsip Pareto, saya lihat ia kumpulkan para pemimpin
top di sekelilingnya untuk memastikan mereka juga memahami apa yang saya ajarkan.
Dan sesekali, ketika saya perkenalkan prinsip lainnya yang merupakan bagian dari ajaran
mendasarkan saya tentang kepemimpinan, ia tampaknya sudah mengantisipasikan apa
yang akan saya ucapkan.

Setelah konferensi usai, ia mengucapkan terima kasih dengan penuh kehangatan dan
bersikeras untuk mengantar saya ke bandara. Sementara kami menuju bandara, ia
ceritakan kisahnya ia dijadwalkan berada di Pittsburg, Pennsylvania, namun ketika ia
dengar saya akan datang, ia mengubah rencananya karena ia ingin berjumpa dengan saya.
Tujuh tahun sebelumnya, gerejanya terdiri dari kira-kira tujuh ratusan jemaat. Untuk
ukuran India, gerejanya cukup besar. Namun ia ingin menjangkau lebih banyak orang dan
membuat dampak lebih besar di negaranya. Dan ia sadar bahwa untuk itu, ia perlu mulai
mengembangkan pemimpin di antara orang-orangnya sendiri.

Kira-kira ketika itu, seseorang menceritakan kepadanya tentang buku-buku saya serta
kaset-kaset saya tentang kepemimpinan. Selama tujuh tahun berikutnya, ia menjadi
seperti karet penyerap busa (spon), membaca buku-buku saya, mendengarkan kaset-kaset
saya, dan menyerap segalanya yang dapat dipelajarinya tentang kepemimpinan.
Sementara ia bertumbuh, demikian juga gerejanya. Ketika saya berkunjung pada musim
gugur tahun 1997 itu, empat belas ribu jemaat memenuhi gerejanya telah diletih dan
dikembangkan menjadi pemimpin. Dan ia berterima kasih kepada saya atas bantuan yang
tidak saya sadari telah saya berikan kepadanya.

Saya merasa rendah hati oleh ceritanya itu; saya juga merasa sangat berbesar hati. Saya
mulai bertanya-tanya berapa banyak lagi pria dan wanita di luar sana yang tidak pernah
saya jumpai namun telah belajar tentang kepemimpinan sehingga memberikan dampak
yang lebih besar pada diri orang lainnya. Perjumpaan serta percakapan dengannya itu
membuat saya berkomitmen untuk terus mengajarkan kepemimpinan.

Saya tidak tahu di mana posisi anda dalam perjalanan kepemimpinan anda. Anda
mungkin sedang mengupayakan pertumbuhan kepemimpinan anda, atau mungkin anda
sudah menjadi pemimpin yang sangat berkembang. Dimanapun posisi anda, saya tahu
satu hal: anda akan mencapai tingkatan tertinggi hanya jika anda mulai mengembangkan
pemimpin-pemimpin lainnya ketimbang pengikut. Pemimpin yang mengembangkan
pemimpin lainnya mengalami efek berlipatganda di dalam organisasinya, yang tidak
mungkin di capai dengan car lain - bukan dengan menambah sumber daya, memangkas
biaya, meningkatkan margin, menganalisa system, melaksanakan prosedur manajemen
kualitas, atu yang lainnya. Satu-satunya cara untuk mengalami pertumbuhan yang
eksplosif adalah dengan matematika pemimpin. Itulah kuasa yang luar biasa dari Hukum
Pertumbuhan yang Eksplosif.

Hukum Perkembangan

Suatu konsepsi yang biasanya bersifat deduktif dan menunjukkan adanya hubungan yang
ajeg(continue) serta dapat diramalkan sebelumnya antara variabel-variabel yang empirik,
hal itu lazimnya disebut sebagai hokum perkembangan.

Hukum-hukum perkembangan tersebut antara lain :
1. Hukum Tempo Perkembangan. Bahwa perkembangan jiwa tiap-tiap anak itu berlainan,
menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada yang cepat (tempo
singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang anak yang cepat sekali
menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada saat yang lain ditemukan seorang
anak yang berjalan dan berbicaranya lambat dikuasai. Mereka memiliki tempo sendiri-
sendiri.

2. Hukum Irama Perkembangan. Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau
lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama atau rythme perkembangan.
Jadi perkembangan anak tersebut mengalami gelombang ―pasang surut‖. Mulai lahir
hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu
bidang tertentu.

Misalnya , akan mudah sekali diperhatikan jika mengamati perkembangan pada anak-
anak menjelang remaja. Ada anak yang menampakkan kegoncangan yang hebat, tetapi
adapula anak yang melewati masa tersebut dengan tenang tanpa menunjukkan gejala-
gejala yang serius.

3. Hukum Konvergensi Perkembangan. Pandangan pendidikan tradisional di masa lalu
berpendapat bahwa hasil pendidikan yang dicapai anak selalu di hubung-hubungkan
dengan status pendidikan orang tuanya. Menurut kenyataan yang ada sekarang ternyata
bahwa pendapat lama itu tidak sesuai lagi dengan keadaan. Pandangan lama ini dikuasai
oleh aliran nativisme yang dipelopori Schopen Hauer yang berpendapat bahwa manusia
adalah hasil bentukan dari pembawaan.

4. Hukum Kesatuan Organ. Tiap-tiap anak itu terdiri dari organ-organ tubuh , yang
merupakan satu kesatuan diantara organ-organ tersebut antara fungsi dan bentuknya,
tidak dapat dipisahkan berdiri integral. Contoh : perkembangan kaki yang semakin besar
dan panjang , mesti diiringi oleh perkembangan otak, kepala, tangan dan lain-lainnya.

5. Hukum Hierachi Perkembangan. Bahwa perkembangan anak itu tidak mungkin akan
mencapai suatu phase tertentu dengan spontan, akan tetapi harus melalui tingkat-tingkat
atau tahapan tertentu yang tersusun sedemikian rupa sehingga perkembangan diri seorang
menyerupai derajat perkembangan. Contoh : perkembangannya pikiran anak, mesti
didahului dengan perkembangan pengenalan dan pengamatan.

6. Hukum Masa Peka. Masa peka ialah suatu masa yang paling tepat untuk berkembang
suatu fungsi kejiwaan atau fisik seseorang naka. Sebab perkembangan suatu fungsi
tersebut tidak berjalan secara serempak antara satu dengan lainnya. Contoh : masa peka
untuk berjalan bagi seorang anak itu pada awal tahun kedua dan untuk berbicara sekitar
tahun pertama.

Istilah peka pertama kali ditampilkan oleh seorang ahli biologi dari Belanda bernama
Hugo de Vries (1848-1935), kemudian istilah tersebut dibawa kedalam dunia pendidikan,
khussusnya psikologi oleh Maria Montessori (Italia 1870-1952).

7. Hukum Mengembangkan Diri. Dorongan yang pertama adalah dorongan
mempertahankan diri, kemudian disusul dengan dorongan mengembangkan diri.
Dorongan mempertahankan diri terwujud misalnya dorongan makan dan menjaga
keselamatan diri sendiri. Contoh : * Anak menyatakan perasaan lapar, haus , sakit dalam
bentuk menangis maka tangisan itu dianggap sebagai dorongan mempertahankan diri.*
Seorang anak yang ingin menjadi juara, pandai dan sukses.

8. Hukum Rekapitulasi. Perkembangan jiwa anak adalah ulangan kembali secara singkat
dari perkembangan manusia di dunia dari masa berburu hingga masa industri. Teori ini
berlangsung dengan lambat secara berabad-abad. Jika pengertian rekapitulasi ini
ditransfer ke psikologi perkembangan, dapat dikatakan bahwa perkembangan jiwa anak
mengalami ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia.



Karak teristik petumbuhan dan perkembangan remaja


Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses menuju kedepan
dan tidak dapat diulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan
perubahan yang sedikit banyak berisifat tetap dan tidak dapat diulang. Perkembangan
menunjukkan pada perubahan-perubuahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju.

Diantara para psikolog ada yang tidak membedakan antara istilah perkembangan dan
pertumbuhan: namu ada yang lebih setuju akan istilah pertumbuhan. Hal ini mungkin
untuk menunjukkan bahwa seseorang bertambah dalam berbagai kemampuannya yang
bemacam-macam bahwa ia lebih mengalami diferensiasi dan juga bahwa ia pada
tingkatan yang lebih tinggi, lebih mengalami integrasi. Disini pertumbuhan khusus
dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran badan dan fungsi-fungsi fisik murni.
Menurut pendapat para psikolog istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat-
sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologi yang menampak.

Pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikologi. Pertambahan
fungsi-fungsi otak misalnya memungkinkan anak dapat tersenyum, berjalan, bercakap-
cakap dan lainsebagainya. Kemampuan berfungsi dalam tingkat yang lebih tinggi ini
sebagai hasil pertumbuhan dapat disebut kematangan.

Tumbuh adalah berbeda dengan perkembangan. Pribadi yang tumbuh mengandung arti
yang berbeda dengan pribadi yang berkembang. Olehkarena itu dibedakan antara
[ertumbuhan dan perkembangan. Dalam pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun
yang rohaniah terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan
pribadi manusia berubah menuju ke arah kesempurnaan.

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai
akibat dari adanya pengeruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa
pembesaran atu pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besr, dari
sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas.

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif daripada fungsi-fungsi.
Perubahan sesuatu fungsi adalah disebabkan oleh adanya proses pertumbuhan material
yang memungkinkan adanya fungsi itu, dan disamping itu disebabkan oleh karena
perubahan tingkah laku hasil belajar. Dengan demikian kita boleh merumuskan
pengertian perkembangan pribadi sebagai perubahan kualitatif daripada setiap fungsi
kepribadian akibat adanya pertumbuhan dan belajar.



psikologi perkembangan remaja


PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan
antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
Setiap tahap usia manusia pasti ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui. Bila
seseorang gagal melalui tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya maka pada
tahap perkembangan berikutnya akan terjadi masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk
mengenal kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas
perkembangan tersebut antara lain:

Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari
penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu.
Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha
sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu
menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu
menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki
teman, dan sebagainya.

Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku
"pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering
menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka
remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut
akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja
justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak
menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan
besar.

Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan.
Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu
bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap
perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan
lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya
ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut.

Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai
kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang
kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal
tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya
sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi
masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua
sekalipun).

Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang
yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang
dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu
konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan
pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya.

Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja,
antara lain:
- Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
- Emosinya tidak stabil
- Perkembangan Seksual sangat menonjol
- Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
- Terikat erat dengan kelompoknya

Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur
remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan
secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.
Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:

1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.
Cirinya:
- Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
- Anak mulai bersikap kritis

b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
- Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
- Memperhatikan penampilan
- Sikapnya tidak menentu/plin-plan
- Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib

c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen.
Cirinya:
- Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai
sepenuhnya
- Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
- Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
- Mulai menyadari akan realitas
- Sikapnya mulai jelas tentang hidup
- Mulai nampak bakat dan minatnya

Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para
orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada
masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini
dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan
jiwanya.[sumber :www.iqeq.web.id]
Posted by Panji_Psikologi Pendidikan at 10:14 PM 0 comments
psikologi perkembangan remaja


PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan
antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
Setiap tahap usia manusia pasti ada tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui. Bila
seseorang gagal melalui tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya maka pada
tahap perkembangan berikutnya akan terjadi masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk
mengenal kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas
perkembangan tersebut antara lain:

Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari
penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu.
Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha
sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu
menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu
menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki
teman, dan sebagainya.

Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku
"pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering
menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka
remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut
akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja
justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak
menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan
besar.

Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan.
Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu
bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap
perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan
lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya
ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut.

Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai
kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang
kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal
tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya
sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi
masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua
sekalipun).

Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang
yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang
dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu
konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan
pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya.

Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja,
antara lain:
- Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
- Emosinya tidak stabil
- Perkembangan Seksual sangat menonjol
- Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
- Terikat erat dengan kelompoknya

Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur
remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan
secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.
Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:

1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas.
Cirinya:
- Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
- Anak mulai bersikap kritis

b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
- Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
- Memperhatikan penampilan
- Sikapnya tidak menentu/plin-plan
- Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen.
Cirinya:
- Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai
sepenuhnya
- Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria

2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
- Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
- Mulai menyadari akan realitas
- Sikapnya mulai jelas tentang hidup
- Mulai nampak bakat dan minatnya

Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para
orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada
masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini
dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan j
jiwanya



        Pertumbuhan dan Perkembangan
                                 (Keperawatan Anak)

Proses pertumbang (Pertumbuhan dan Perkembangan) terdiri dari :
1. Pertumbuhan : Suatu proses peningkatan kuantitas (jumlah). Cth. Semakin besar, lebar.
Luas, tinggi.
2. Maturasi : proses penuaan/kematangan atau peningkatan kompetensi dan adaptasi.
3. Diferensiasi: perubahan struktur sel menjadi lebih spesifik dan memiliki karakteristik
fisik seta kriteria tertentu.
4. Perkembangan: perubahan dalam kualitas (mutu). Cth.kecerdasan emosi dan
kecerdasan intelektual.
Metode pelajari pertumbang
    1. Cross sectional
    Mengobservasi kelompok anak dengan memperhatikan berbagai variabel sebelumnya
    yang mengakibatkan si anak seperti sekarang ini ketika saat diteliti sehingga kita
    dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mepengaruhi keadaan si anak sekaang.

   2. Longitudinal
   Proses observasi dengan cara memberikan treatement terlebih dahulu kepada
   kelompok anak dan baru dapat diketahui setelah beberapa waktu ke depan akibat
   pemberian perlakuan tesebut.

Pola-pola pertumbang
   1. Directional trends
   Pertumbang terjadi secara teratur, sesuai arah, mencerminkan perkembangan fisik dan
   kematangan fungsi neuromuskuler

   a. Pola chepalocaudal/head to tail/kepala ke ekor
   Arah perkembangan dimulai dari bagian kepala hingga kaki. Dan pola ini
   menunjkkan bahwa bagian kepala memiliki daya perkembangan lebih besar dan
   kompleks dibandingkan dngan bangian kaki yangsederhana dan berukuran kecil. Cth.
   Sang anak dapat mengontrol kepala terlebih dahulu sebelum ia dapat menggerakkan
   ekstremitas (kaki dan tangan).

   b. Proksimodistal-near to far-dekat ke jauh
   Cth. Perkembangan kontrol gerakan bahu dapat dilakukan bayi terlebiih dahulu
   sebelum si anak dapat melakukan gerakan tangannya.

   c. Diferensiasi

   Perkembangan si anak untuk melakukan suatu aktivitas dari proses yang sederhana
   hingga proses yang kompleks. Cth. Berguling  merangkak  jalan  berlari.

   2. Sequential Trends
   Adanya kejelasan batasan atau parameter yang jelas terhadap tumbang anak.
   Misalkan pada usia 2 tahun anak harus dapat merangkak.

   3. Developmental Pace
   Suatu kecepatan tumbang anak untuk dapat melakukan setiap tindakan berdasarkan
   sequential trends (parameter tersebut). Misalkan usia 2 tahun itu sehausnya anak
   sudah bisa merngkak, maka apabila dibawah usia itu si anak sudahdapat merangkak,
   maka dikatakan developmental pace anak lebih, dan pula sebaliknya bila usia 2 tahun
   lebih si anak belum juga bisa meranklak maka ia megalamai suatu keterlambatan
   dalam developmentalnya.

   4. Periode sensitif
   Suatu pola tumbang dimana si anak mulai meniru keadaan di sekitarnya, sehingga
   apabila lingkungan sekitar baik maka akan baik, bila buruk maka buruk pula juga
   tumbanga anak itu. Oleh karena itu, lingkungan sekitarnya sangat mempengaruhi
   kedaan sianak selama proses tumbang saat masa-masa sensitif ini.

Pertumbang Biologis

   1. Proporsi Eksternal
   Perubahan biologi dari seseorang menjadi lebih tinggi, besar ini didominsai oleh
   perubahan cephalocaudal. Misalkan adanya perkembangan kaki terlebih dahulu pada
   usia remaja sehingga si anak terlihat lebih tinggi, lebar bahu laki-laki remaja lebih
   lebar daripada bahu wanita.
   2. Proporsi wajah
   3. Postur
   Lebih ditekankan pad proses pembengkokan tulang columna vertebrae. Sehingga
   adanya lekukan pada tulng belakang. Misalkan pada usia 3 bulan dimana bayi telah
   dapat mengontrol kepalanya, sehigga bengkokkan sekunder tampak di regio servikal.
   Perkembangan selanjutnya terjadi pada regio lumbal ketika si anak berusaha untuk
   dapat duduk.

Determinasi Biologis Pertumbuhan

Pada usia 2 tahun normalnya anak-anak telah mencapai 50 % tinggi badan dewasanya.
Pada usia 3 tahun, pertumbuhan tinggi badan anak tetap dan stabil, yakni sekitar 5-6
cm/tahun yangb erjalan hingga 9 tahun ke depan. Pertumbuhan yang akan melonjak
tinggi yakni pada usia remaja.
Pada saat kelahirn berat badan lebih bervariasi dari variable lainnya, misalkan tinggi
badan.Akan tetapi saat sesudah kelahiran akan sem,akin meninggakt berat badan tersebut
dan jua akan turun. Hal tersebut dikarenakan aktivitas dari sang anak yang mulai aktif
dan asupan makanan yang berkurang. Setelah tahun kedua, berat badan bertambah 2 –
2,75 kg/tahun dan akan tetap sama hingga masa remaja.

Pertumbuhan dan Maturasi Skeletal
Pertumbuhan berlangsung sekitar 19-20 tahun dan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni
:
         1. osifikasi di diafisis
         2. osifikasi di epifisis
         3. invasi dan penempatan hasil petumbuhan lempeng kartilgo dengan
             gabungan tulang diafisis dan epifisis.
Maturasi Neurologis
Pertumbuhan sel otak pada fetus terjadi lebih cepat pada gestasi (usia bayi dalam
kandungan) antara 15-20 minggu dan pada saat 30 mingggu yang berlanju sampai usia 1
tahun.


Individu dan Karakteristik
1. Pengertian Individu
Manusia adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang sejak
ratusan tahun sebelumnya. Sebagaimana mahkluk yang berfikir atau homosapiens
makhluk yang berbentuk atau homofaler berbagai pandangan itu membutuhkan bahwa
manusia adalah makhluk yang kompleks
Pertumbuhan dan perkembangan itu merupakan sifat kodrat manusia yang harus
mendapat perhatian secara seksama.

2. Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan
karakteristik yang di peroleh dari pengaruh lingkungan karakteristik bawaan. Keturunan
yang di miliki sejak lahir baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial.
3. Bidang-Bidang Perbedaan
a. Perbedaan kognitif
Kemampuan kognitif, efektif dan psikomotorik kemampuan kognitif merupakan
kemampuan yang berkaitan dengan penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Perbedaan individual dalam kecakapan bahasa
Kemampuan bahasa adalah kemampuan seseorang untuk mengatakan buah pikirannya
dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna.

c. Perbedaan dalam kecakapan motorik
Kecakapan motorik, atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk
melakukan koordinasi kerja saraf motorif yang dilakuakan oleh saraf pusat untuk
melakukan kegiatan.
d. Perbedaan dalam latar belakang
Perbedaan dalam latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat
mempelancar atau meperhambat prestasinya.
e. Perbedaan dalam bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang di bawah sajak lahir.
f. Perbedaan dalam kesiapan belajar,
Perbedaan latar belakang tersebut, yang meliputi perbedaan sosio ekonomi dan
sosiokultural, amat penting bagi perkembangan anak.

4. Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus yang di miliki oleh
manusia.
5. Sosial
Jadi, bayi begitu pula setiap orang memerlukan orang lain dalam proses pertumbuhan.
6. Bahasa
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi setiap orang senantiasa berkomunikasi
dengan dunia sekitarnya.


7. Bakat khusus
Seorang yang memiliki bakat akan dapat mengamati sebab kemampuan yang di miliki
akan berkembang dengan pesat dan menonjol.
8. Sikap nilai dan moral
Yaitu penguasa pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (efektif) dan
penguasa psikomotor.


1. Latar Belakang
Awal masa remaja ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat. Dengan mulai
berfungsinya hormon-hormon sekunder. Pada permulaan masa remaja, pertumbuhan fisik
yang sudah menyerupai manusia dewasa ini tidak didahului dengan perkembangan psikis
yang sama besarnya.
Banyak kesulitan yang di alami anak pada masa perubahan ini. Secara umum remaja
memiliki ciri sebagai berikut :
1. Pertumbuhan fisik yang sangat pesat dan mulai berfungsinya hormon sekunder
terutama hormon reproduksi.
2. Fase remaja adalah masa mencari identitas sehingga pada masa ini anak mempunyai
pribadi yang sangat lebil baik dalam pemikiran, perasaan maupun emosionalnya.
3. Remaja mulai menginginkan kebebasan emosional dari orang tua dan mudah
meningkatkan dirinya dengan kehidupan pergaulan.
4. Gampang tersinggung, sudah melampiaskan kemarahannya, malas, murung, ingin
menangis sendiri.
5. Perkembangan penalaran yang pesat menjadikan kelompok remaja menjadi kelompok
yang bersifat kritis dan idealis.
6. Pada masa ini juga berkembang sifat sangat besar, sehingga pada kelompok-kelompok
remaja suka sekali menjadi pengelana.
7. Mulai berfungsinya hormon sekunder terutama hormon reproduksi menyebabkan
mulai tertarik pada lawan jenis.


2. Rumusan Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja merupakan salah satu sistem yang
tidak dapat dipisahkan.

A. Pengertian dan Tugas Perkembangan
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan sepanjang rentang kehidupan manusia,
semenjak dari masa kehamilan sampai dengan meninggal manusia selalu mengalami
perubahan-perubahan tersebut. Terus berlangsung karena terjadi pertumbuhan dan
perkembangan pada dirinya.
Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses
kematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal dalam perjalanan waktu
tertentu.
- Perkembangan merupakan suatu proses perubahan kualitatif yang mengacu pada
kualitas organ-organ jasmaniah.
- Meskipun antar pertumbuhan dan perkembangan mempunyai perbedaan.

Tugas-Tugas Perkembangan
Oleh Havighurs perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus di pelajari,
dijalani dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya. Secara sadar pada
akhir masa kanak-kanak seorang individu untuk dapat bersikap dan berprilaku lebih
dewasa.
Makna ―dewasa‖ dapat di artikan dari berbagai segi, sehingga di kenal istilah dewasa
secara fisik, secara psikologis, secara sosial.

B. Tugas perkembangan sosial psikologis Hovigurst mengemukakan 10 jenis tugas
perkembangan remaja antara lain :
1) Mancapai hubungan dengan teman lawan jenisnya
2) Mencapai perasaan seks dewasa yang di terima secara sosial
3) Menerima keadaan fisiknya
4) Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa
5) Mencapai kebebasan ekonomi
6) Memiliki dan meyediakan suatu pekerjaan
7) Menyiapkan perkawinan dan kehidupan keluarga
8) Mengembangkan keterampilan
9) Mencapai suatu perangkat nilai yang di gunakan.

Di lihat dari perkembangan kedua dari secara menyeluruh, pertumbuhan dan
perkembangan di masa remaja relatif.

Karakteristik Perkembangan Remaja.
Istilah asing yang sering di pakai untuk menunjukan remaja, antara lain adalah puberteit
adolecenteia, dan Youth dalam bahasa Indonesia sering pula di katakan pubertas atau
remaja (belanda) berasal dari bahasa latin : pubertas berarti usai kedewasaan ( the age of
manhood).
Istilah adolescentia berasal dari latin : adulescence dengan adulescentia maksudnya yaitu
masa muda. Adulescentia manunjukan masa yang tercepat antara usia 12-22 tahun dan
mencakup seluruh perkembangan psikis yang terjadi di masa tersebut. Oleh karena itu, di
coba untuk memahami remaja menurut berbagai sudut pandang.
Remaja Menurut Hukum
Tampaknya hanya Undang-Undang saja yang kenal konsep itu walaupun tidak secara
terbuka usia minimal untuk suatu perkawinan menurut Undang-Undang di sebutkan 16
tahun untuk wanita dan 19 tahun pria 9 pasal 7 Undang-Undang 1974 tentang perkawinan
waktu antara antara 10 dan 19 tahun sampai 22 tahun ini di sejajarkan dengan pengertian
― remaja dalam ilmu-ilmu sosial‖.

Remaja dari Sudut Perkembangan
Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lainnya terkait remaja di kenal sebagai suatu tahap
perkembangan fisik di mana alat kelamin manusia mencapai kematangannya.

Remaja Menurut Pandangan Masyarakat
 Karena bangsa indonesia terdiri bermacam-macam suku, adat dan tingkat sosial. Maka
tidak ada profik remaja yang seragam dan berlaku rasional, sehingga pedoman umum
atas batasan remaja di gunakan usia 11-29 tahun dan belum menikah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Ada dua faktor yang di maksudkan di sini antara lain:
1. Faktor hereditas
Hereditas yang berupa kecenderungan tersebut terdapat pada sel-sel benih, sehingga
ganet sebagai pembawa sifat hereditas kecenderungan ini dapat berupa, kecenderungan
fisik seperti kecederungan berbadan gemuk.

2. Faktor lingkungan
Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang mengelilingi individu di dalam
hidupnya baik dalam bentuk lingkungan fisik yang berupa kondisi rumah.
Kebutuhan Remaja, Masalah, dan Konsekuensinya
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa
juga di pandang sebagai masa ― strom stress ― yaitu masa di mana banyak sekali masalah
yang di hadapi karena remaja itu berupaya untuk menentukan jati dirinya.
Beberapap jenis kebutuhan remaja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok :
a. Kebutuhan organisasi yaitu makan, minum, bernapas, dan seks
b. Kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengakuan
dari orang lain.
c. Kebutuhan berprestasi atau need of ochievement, yang berkembang karena didorong
untuk mengembangkan potensdi yang similiki di kebutuhan untuk mempertahankan diri.

Remaja membutuhkan penghargaan dan pengakuan bahwa ia telah mampu berdiri
sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa,
mampu melaksanakan tugas-tugas seperti orang dewasa dan dapat bertanggungjawab atas
sikap dan perbuatan yanbg dikerjakan. Pemikiran telah bercakrawala luas, oleh karena itu
kebutuhan pokoknya juga sudah berkembang.


Masalah dan Konsekuensinya
Beberapa masalah yang dihadapi oleh remaja sehubungan dengan kebutuhan-
kebutuhannya :
1. Upaya untuk dapat mengubah sikap dan perilaku anak-anak untuk menjadi sikap dan
perilaku dewasa, tidak semuanya dapat dengan mudah dicapai baik oleh remaja laki-laki
maupun remaja perempuan. Dan akibat lebih lanjutdapat menjadikan remaja bersikap
keras dan agresif.
2. Hal ini disebabkan pertumbuhan tubuhnya dirasa kurang serasi, ketidakserasian
proporsi tubuh ini sering ditimbulkan kejengkelan, karena ia dapat pakaian yang pantas.
3. Sering terjadi salah tingkah dan perilaku yang menentang norma pandangan terhadap
sebagian yang lain jenis kelamin dapat menimbulkan kesulitan dalam pergaulan. Bagi
remaja laki-laki dapat menimbulkan perilaku yang menantang ―menentang norma, dan
bagi remaja perempuan akan perilaku-perilaku mengurung diri atau menjauhi pergaulan
dengan sebagian yang lain jenis.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1976
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:30
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl