SKRIPSI RIKI SYAHPUTRA L

Document Sample
SKRIPSI RIKI SYAHPUTRA L Powered By Docstoc
					                                      BAB I

                                PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang

        Pendidikan adalah faktor yang terpenting dalam usaha mencerdaskan

   kehidupan bangsa, terutama untuk bangsa yang sedang berkembang seperti bangsa

   Indonesia. Oleh karena itu proses-proses selama pendidikan berlangsung haruslah

   dikembangkan dan diarahkan sebaik mungkin. Pemerintah juga harus menggariskan

   kebijakan dasar pembangunan dibidang pendidikan dan pembinaan generasi muda,

   kebijakan itu mengarah kepada hal-hal berikut :

   a. Pemerataan kesempatan belajar

   b. Peningkatan mutu pendidikan pada semua tingkat dan jenis pendidikan

   c. Pembinaan dan pengembangan generasi muda secara terus menerus dalam

       rangka pendidikan nasional

   d. Efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan pendidikan

       Kebijakan dan langkah-langkah tersebut dengan tegas digariskan bahwa mutu

       dan relevansi pendidikan diarahkan kepada usaha mewujudkan kemampuan

       setiap warga dalam menghadapi masa depan.
        Biologi merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang

pada dasarnya sangat menarik untuk dipelajari dan diketahui, karena biologi

memberikan pengetahuan dan informasi mengenai seluk beluk makhluk hidup baik

hewan, tumbuhan, bahkan makhluk hidup yang sangat renik (tidak dapat dilihat dengan

mata telanjang). Biologi tumbuh dan berkembang dari upaya manusia untuk memenuhi

dan mempergunakan alam bagi perbaikan hidupnya. Dalam dunia yang maju seperti

sekarang ini, peranan biologi tampak jelas terutama dalam dunia industri dan

kedokteran. Oleh karena itu sejak dini pelajaran biologi diharapkan dapat diajarkan oleh

guru melalui cara penyampaian yang tepat, sehingga siswa dapat menguasai materi

pelajaran dengan baik.

        Dalam proses belajar biologi siswa kerap kali dihadapkan dengan masalah-

masalah atau situasi yang kadang kala membuat siswa bingungdan tidak dapat langkah

yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Tetapi pada umumnya siswa

mengalami banyak kesulitan ketika mempelajari nama-nama latin di dalam biologi dan

bosan ketika gurunya hanya menerangkan pelajaran biologi secara informatif satu arah

tanpa variasi (metodologi ceramah), sehingga siswa cenderung pasif. Akhirnya hasil

belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan.

        Guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan agar

proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif. Jangan ketika bahwa pemilihan

metode itu sembarangan, maka guru harus mengenal memahaminya, metode guru akan

lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang

khusus dihadapinya. Winarno Surakhmad (1990 : 97) mengatakan bahwa “Pemilihan

dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor : Anak didik, tujuan, situasi,

fasilitas dan guru”.
         Guru mata pelajaran biologi di MTsN Langsa mengalami kesulitan dalam

mengerjakan materi pokok klasifikasi makhluk hidup, hal ini disebabkan nama-nama

ilmiah biologi berasal dari bahasa latin, sehingga siswa kurang mengerti apa arti bahasa

latin dan nama-nama hewan dan tumbuhan. Tingkatan takson dari kingdom hingga

spesies membingungkan mereka, pada akhirnya hasil belajar pun kurang memuaskan

bagi guru dan siswa itu sendiri. Oleh sebab itu siswa perlu diajak keluar sekolah, untuk

meninjau tempat atauobjek yang lain.


         Dengan mengajak siswa keluar sekolah maka siswa tidak hanya dapat melihat

hal-hal yang baru dan tidak membuat siswa itu bosan, karena apabila siswa hanya di

dalam lokal mereka kadang-kadang hanya mendengarkan tetapi tidak melihat langsung

kejadian atau kenyataan yang ada di luar sekolah, dan membuat mereka menjadi pasif,

oleh karena itu guru MTsN pada mata pelajaran biologi harus menggunakan metode

karya wisata, karena karya wisata, adalah suatu cara mengajar yang dilaksanakan

dengan mengajak siswa ke suatu tempat objek tertentu di luar sekolah untuk

mempelajari/menyelidiki sesuatu seperti, peternakan, perkebunan, dan hutan dan lain-

lain. Menurut Djamarah (2002:105) mengatakan “Pada saat belajar mengajar siswa

perlu diajak keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain”.



         Karya wisata ada yang dengan jarak dekat (lingkungan sekolah dan

sebagainya). Tetapi pula dengan jarak jauh memakan waktu dan biaya yang banyak bagi

siswa. Dengan adanya karya wisata terbentuklah jembatan yang menghubungkan

sekolah dengan masyarakat dan lingkungannya, dan anak-anak akan mempelajari

bagaimana tentang klasifikasi makhluk hidup yang ada di luar sekolah. Menurut

Mulyasa (2005:117) mengemukakan bahwa :
           Karya siswa merupakan suatu pelajaran atau pesiar yang dilakukan peserta
           didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung
           dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karyawisata
           memiliki banyak hal bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat
           segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan dunia luar.


           Kesulitan guru dalam mengajarkan materi klasifikasi makhluk hidup terutama

dalam mengenalkan nama-nama latin biologi tumbuhan dan hewan, dam mereka sulit

membedakan tumbuhan dan hewan tersebut. Oleh sebab itu siswa akan diajak langsung

untuk melihat tumbuhan dan hewan tersebut secara nyata, maka solusinya adalah berupa

penerapan metode karya wisata dengan menjelaskan kepada siswa tumbuhan dan hewan

serta nama-nama latinnya secara langsung di alam terbuka.


           Disamping itu dengan menggunakan metode karya wisata, setiap anak akan

mengetahui tugasnya maka dapat diharapkan memperoleh yang kita harapkam. Anak-

anak harus lebih siap dengan daftar-daftar hal-hal yang perlu diperhatikan dengan

sejumlah daftar pertanyaan. Mereka pun tahu akan yang harus dicatat, teliti, malah

kalau mungkin dicobanya sendiri, merekapun dapat mengumpulkan bahan-bahan yang

diperlukan dalam mempelajari klasifikasi makhluk hidup. Menurut Roestiyah (2001:85)

menyatakan bahwa “Karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau

memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya karena itu teknik karya

wisata”.

           Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menetapkan dan memilih untuk

memaparkan permasalahan yang ada di sekolah MTsN Langsa pada kelas VII, materi

pokok klasifikasi makhluk hidup semester II, yaitu dengan judul penelitian “Pengaruh

penggunaan metode karya wisata pada konsep klasifikasi makhluk hidup terhadap hasil

belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa”.
1.2. Perumusan Masalah

         Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa

    hal yang menjadi permasalahan yaitu :

    1.2.1. Apakah ada pengaruh penggunaan metode karyawisata pada konsep

          klasifikasi makhluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII di MTsN

          Langsa.

    1.2.2. Seberapa besar pengaruh penggunaan metode karyawisata pada konsep

          klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII di MTsN

          Langsa.



1.3. Tujuan Penelitian

         Tujuan penelitian merupakan sasaran yang ingin dicapai seorang peneliti,

    tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah :

    1.3.1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan metode karyawisata

          pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII

          di MTsN Langsa

    1.3.2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode karyawisata

          pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII

          di MTsN Langsa.



1.4. Manfaat Penelitian

         Adapun yang menjadi manfaat penelitian ini adalah :

    1.4.1. Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan informasi bagi guru biologi dalam

          memilih metode karyawisata untuk meningkatkan kualitas pemahaman siswa

          terhadap materi yang diajarkan.
    1.4.2. Sebagai bahan informasi kepada siswa untuk mengetahui lingkungan nyata

          dan dapat lebih merangsang kreativitas siswa lebih luas dan aktual.

    1.4.3. Sebagai pengalaman bagi penulis dalam melakukan penelitian khususnya

          dalam bidang pendidikan.



1.5. Anggapan Dasar

         Yang menjadi anggaran dasar dalam penelitain ini adalah :

    1.5.1. Metode karyawisata berarti anak belajar di luar kelas dengan pengamatan

          yang langsung, mengadakan penelitian dan penyelidikan.

    1.5.2. Dengan metode karyawisata anak-anak akan memperoleh pengalaman

          langsung, dan dapat memperdalam pengetahuan.

    1.5.3. Metode karyawisata dapat merangsang siswa memperluas/memperbesar ilmu

          pengetahuan alam, khususnya pada mata pelajaran biologi.




1.6. Hipotesa

         Sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan maka

    disusunlah hipotesis sebagai berikut :

    1.6.1. Hipotesis Alternatif (Ho)

          Ada pengaruh penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi

          makhluk hidup terhadap hasil belajar siswa Kelas VII di MTsN Langsa.

    1.6.2. Hipotesis Nihil (Ho)

          Tidak ada pengaruh penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi

          makhluk hidup terhadap hasil belajar siswa Kelas VII di MTsN Langsa.
                                          BAB II

                                TINJAUAN TEORITIS



2. 1.    Pengertian Belajar


         Belajar adalah suatu aktivitas mental, yang berlangsung dalam interaksi aktif

dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-

pengetahuan, ketrampilan, dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relative konstan

dan berbekas. Dalam kaitan ini maka antara proses belajar dengan perubahan adalah dua

gejala saling terkait yakni belajar sebagai proses dan perubahan sebagai bukti dari hasil

yang diproses. Belajar dengan proses perubahan maka perubahan-perubahan itu dapat

berupa suatu hasil yang baru atau pula penyempurnaan terhadap hasil yang telah

diperoleh. Proses belajar dapat berlangsung dengan penuh kesadaran, dapat juga tidak

demikian.

         Belajar yang diasosiasikan dengan banyak aktifitas yang oleh hampir setiap

orang disetujui kalau disebut perbuatan belajar, seperti misalnya mendapatkan

perbendaharaan kata-kata baru, menghafal syair, menghafal nyanyian dan sebagainya.

Ada beberapa aktifitas yang kadang sulit dibedakan apakah itu tergolong dalam

kegiatan belajar atau tidak ini disebabkan batasan pada saat itu belajar jelas.
       Untuk terjadinya proses belajar seperti ini anak akan melaksanakan belajar akan

didorong oleh sesuatu kekuatan apa yang disebut dengan motif yang mendorong anak

untuk melakukan belajar. Motif tersebut adalah : Motif psychologis, Motif kegunaan

(Praktis), Motif kesusilaan, Motif kepribadian, Motif kemasyarakatan, Motif keagamaan

(Religious). Menurut Chalijah Hasan (1994:86), menjelaskan bahwa :

   Belajar adalah setiap perubahan yang relative menetapkan dalam tingkah laku yang
   terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman. Sedangkan Witherington, dalam
   buku “Education Psycology”. Mengemukakan : “Belajar adalah suatu perubahan di
   dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi
   yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.

         Pada gilirannya dapat dikemukakan bahwa ada beberapa elemen yang

   mencirikan pengertian belajar itu sendiri, yakni :

   a. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau

       pengalaman;    dalam     arti   perubahan-perubahan   yang      disebabkan   oleh

       pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar; seperti

       perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.

   b. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu

       dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada

       kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik.


         Terlihat bahwa masing-masing pengertian belajar selalu berorientasi pada

aspek mana yang menjadi tekanan pada aspek belajar tersebut. Proses kerja dari belajar

dimaksud ada tiga pokok pikiran yang tidak dapat dipisahkan, yakni :

   a. Bahwa belajar itu membawa perubahan (dalam arti vioral changer, actual

       maupun potensial).

   b. Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru.

   c. Bahwa perubahan itu terjadi karena usahaan (dengan sengaja).
2. 2.    Belajar dan Mengajar

         Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan

serangkaian kegiatan misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan

sebagainya. Belajar itu akan lebih baik kalau si subjek itu mengalami atau

melakukannya. Menurut Natawijaya (1985:27) menjelaskan bahwa :

    Belajar dalam arti luas adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan
    dalam bentuk penguasaan dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai pengetahuan
    dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang atau beberapa aspek
    kehidupan. Proses berarti terjadi interaksi antara individu dengan suatu sikap, nilai
    atau kebiasaan pengetahuan dan keterampilan dalam hubungannya dengan dunianya
    sehingga ia berubah.

         Suatu proses belajar mengajar yang efektif dan bermakna akan berlangsung

apabila dapat memberikan keberhasilan dan kepuasan bagi guru maupun siswa. Dan

para siswa belajar dengan kesungguhan hati serta dengan kesadaran yang tinggi. Hal ini

hanya akan dapat dicapai apabila guru memiliki sikap dan kemampuan dasar

professional yang cukup serta kemampuan untuk mengelolah proses belajar mengajar.

         Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila

menguasai dan mampu mengajar di depan kelas dengan menguasai metode yang sesuai

dengan bahan pelajaran. Bahan pelajaran yang telah dikuasai, belum tentu dikuasai oleh

siswa bila tidak disampaikan dengan baik. Pengertian belajar menurut Nana Sudjana

(1975:3) yaitu : “Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar mengajar adalah

mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa, sehingga dapat

mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar”.

         Mengajar diartikan sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur

lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses

belajar atau mengajar sebagai suatu upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk

berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa, kondisi itu diciptakan sedemikian rupa
sehingga membantu perkembangan anak secara optimal baik jasmani maupun rohani,

fisik maupun mental.



2. 3.     Jenis-jenis Belajar

          Setelah dipahami bahwa belajar itu ialah suatu proses usaha yang dilakukan

individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,

sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Banyak orang yang melakukan belajar dan banyak ragam lingkungan disekelilingnya,

sekaligus banyak situasi yang memberikan suasana untuk proses belajar tersebut. Maka

lahirlah berbagai jenis perbuatan yang disebut dengan belajar.



          Beberapa jenis belajar yang dapat dilakukan oleh guru dan peserta didik

seperti berikut :

    a. Belajar dengan wawasan (learning by insight) adalah sebagai suatu konsep

        wawasan (insight) ini merupakan pokok utama dalam pembicaraan psikologi

        belajar dan proses berfikir.

    b. Belajar diskriminatif (discriminative learning) diartikan sebagai suatu usaha

        yang memiliki beberapa sifat situasi stimulus dan kemudian menjadikannya

        sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

    c. Belajar Global/Keseluruhan (global whole learning) di sini bahan pelajaran

        dipelajari secara keseluruhan dan berulang sampai individu menguasainya.

    d. Belajar incidental (incidental learning) belajar disebut incidental bila tidak ada

        instruksi atau petunjuk yang diberikan pada individu mengenai materi yang

        diujikan kelak.
2. 4.    Teori-teori Belajar

         Setiap orang akan dapat belajar sesuai dengan kemampuannya, dengan

demikian teori belajar pun akan selalu hadir ketika seseorang melaksanakan

sebagaimana kemampuannya. Artinya teori belajar sangat beraneka ragam, setiap teori

mempunyai landasan sebagai dasar perumusan. Beberapa teori belajar antara lain :

a. Teori Disiplin Mental

         Menurut rumpun psikologi ini individu memiliki kekuatan, kemampuan, atau

potensi-potensi tertentu. Belajar adalah pengembangan dari kekuatan, kemampuan, dan

potensi, teori disiplin mental adalah Herbatisme. Bigge and Hunt (1980:258) yang

diambil dari buku Prof. Dr. Nana menjelaskan bahwa :

    Vorstellungen may be translated to mean presentations, mental states, or ideals.
    According to herbartian psychologist, mental states constitute a nonspatial, mental
    reality that is experienced firsthand and stored in the subconscious mind, yang
    artinya tanggapan ini meliputi tiga bentuk yaitu : impresi indra, tanggapan atau
    bayangan dari impresi indra, perasaan senang atau tidak senang. Tanggapan-
    tanggapan tersebut tidak semua berada dalam kesadaran, adakala juga berada dalam
    ketidaksadaran, juga tanggapan tersebut berbeda kekuatannya, tanggapan-tanggapan
    yang kuat besar pengaruhnya terhadap kehidupan individu.

         Belajar adalah mengusahakan adanya tanggapan sebanyak-banyaknya dan

sejelas-jelasnya pada kesadaran individu.



b. Teori Behaviorisme

         Belajar merupakan suatu upaya untuk mengkondisikan pembentukan suatu

perilaku atau respons terhadap sesuatu, dengan cara memberikan penghargaan kepada

anak dengan nilai tinggi. Menurut teori Behaviorisme oleh Harles dan Davis (1978)

mengemukakan bahwa ;

    Proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila siswa ikut terlibat secara aktif
    didalamnya, materi pelajaran diberikan dalam bentuk unit-unit kecil dan diatur
    sedemikian rupa sehingga hanya perlu memberikan suatu proses tertentu saja, tiap-
    tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat dengan
    segera mengetahui apakah respons yang diberikan betul atau tidak, dan perlu
    diberikan penguatan setiap kali siswa memberikan respon positif.


c. Teori Cognitive Gestalt Field

         Teori ini menekankan pada peristiwa mental, bukan hubungan stimulus

respons, dimana dalam teori ini belajar harus dimulai dari keseluruhan baru kemudian

bagian-bagian ada enam ciri belajar pada teori ini yaitu :

    1. Pemahaman dipengaruhi oleh kemampuan dasar

    2. Pemahaman dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang lalu

    3. Pemahaman tergantung kepada pengaturan situasi

    4. Pemahaman didahului oleh usaha coba-coba

    5. Belajar dengan pemahaman dapat diulangi

    6. Suatu pemahaman dapat diaplikasikan bagi pemahaman situasi lain

         Yang pasti semua teori-teori belajar seperti di atas memiliki penekanan yang

berbeda-beda. Hal ini disebabkan pada sudut mana mereka berangkat untuk

merumuskan belajar sebagai proses psikologis maupun pedagogis.



2. 5.    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar

         Belajar adalah suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan

atau pembahuan dalam tingkah laku atau kecakapan, sampai manakah perubahan itu

dapat tercapai atau dengan kata lain, berhasil baik atau tidaknya belajar itu tergantung

kepada beberapa macam factor. Adapun factor-faktor itu, dapat kita bedakan menjadi

dua golongan :

    a. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang kita sebut faktor individual

    b. Faktor yang ada di luar individu yang kita sebut factor sosial
          Yang termasuk dalam faktor individual antara lain: faktor kematangan /

pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi. Sedangkan yang

termasuk faktor sosial antara lain faktor keluarga / keadaan rumah tangga, guru dan cara

mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan

kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.


1. Faktor Lingkungan Keluarga

          Lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Karena

dalam kehidupan anak sebagian besar waktunya dalam keluarga, sehingga disini

anggota keluarga terutama orang tua, bimbingan dan pengarahan dan pengarahan orang

tua sangat mempengaruhi terhadap pencapaian hasil belajar.


2. Lingkungan Sekolah

          Sekolah merupakan tempat yang paling ideal untuk belajar, karena di lembaga

ini terdapat aturan-aturan yang mengikat antara pendidik dan peserta didik, kegiatan

belajar mengajar dengan selalu terprogram dan memilih tujuan yang jelas. Lingkungan

sekolah terdiri dari :

    a. Interaksi Guru dengan Murid

          Proses belajar mengajar pada dasarnya interaksi antara guru dengan murid

    dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Guru yang kurang mampu

    mengadakan interaksi dengan murid-muridnya akan dapat menimbulkan suasana

    belajar kaku, kurang hidup dan tidak bersemangat, sehingga murid kurang

    berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar mengajar.

    b. Faktor Kurikulum

          Dalam proses belajar mengajar kedudukan kurikulum sangat penting, karena

    kurikulum digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar di MTsN
bagi guru kurikulum berfungsi sebagai pedoman kerja dan pedoman untuk

mengadakan evaluasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Soemanto (1986:18), yaitu

menyatakan bahwa :

Fungsi kurikulum adalah sebagai berikut :
 Sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar
   pada anak didik
 Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak
   dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan.

c. Materi Pelajaran

     Setiap mata pelajaran mempunyai materi yang berbeda dengan tingkat

kesukaran yang berbeda pula. Hal ini sesuai dengan pendapat Nasution (1982:202)

yaitu menyatakan “Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah, makin

kompleks problem itu makin tinggi kesukarannya. Semakin mudah materi pelajaran

semakin mudah pula memperoleh hasil yang baik”. Untuk materi pelajaran yang

mempunyai tingkat kesukaran tinggi, maka dalam mengerjakan memerlukan suatu

langkah yang dapat sesuai dengan materi pelajaran.


d. Cara Penyajian Pelajaran

     Dalam penyajian, guru tidak hanya menyediakan suatu metode mengajar,

tetapi perlu diselingi dengan metode lain seperti ceramah, diskusi, Tanya jawab,

karyawisata, eksperimen dan metode lain yang sesuai dengan materi pelajaran.


e. Lingkungan Masyarakat

     Lingkungan masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola

pikir seseorang kehidupan dalam masyarakat tidak lepas dari adat istiadat yang

berlaku dalam masyarakat tertentu. Adat istiadat membantu dalam proses belajar,

namun karena ada sebagian masyarakat yang beranggapan negatif terhadap

pendidikan formal khususnya dapat menghambat hasil belajar siswa.
2. 6.    Matode dan Pembelajaran Biologi

         Metode pembelajaran merupakan suatu cara untuk menyampaikan bahan

pelajaran oleh seseorang pengajar (guru) kepada siswanya. Metode yang digunakan

tidak ada klasifikasi metode yang mana yang paling baik digunakan dalam

pembelajaran biologi, sebab suatu metode yang “kurang baik” di tangan seorang guru

dapat menjadi metode yang baik ditangan guru yang lain. Hal ini tergantung kepada

mahir atau tidaknya seseorang guru menguasai teknik pelaksanaan metode tersebut.

         Ada hal yang perlu diingat oleh guru bahwa tidak ada metode pembelajaran

yang dapat berdiri sendiri, artinya dalam menyampaikan suatu bahan pelajaran

memerlukan lebih dari satu metode, dan untuk memilih metode yang mana yang akan

kita gunakan dalam pembelajaran harus kita sesuaikan dengan materi yang akan

diajarkan. Karena tidak semua materi pelajaran bisa menggunakan suatu metode

pembelajaran.   Adapun    metode    pembelajaran   yang   sering   digunakan   dalam

pembelajaran biologi diantaranya adalah :




2. 6. 1. Metode Ceramah

         Metode ceramah ialah suatu cara pemberian pelajaran dengan penerangan dan

penuturan secara lisan oleh guru terhadap murid-murid secara klasikal. Walaupun guru

masih dapat menggunakan alat-alat peraga, namun yang pokok di sini adalah berbicara.

Peranan murid dalam penggunaan metode ceramah ialah mendengarkan dengan

seksama dan teliti serta mencatat pokok-pokok pelajaran yang dikemukakan oleh guru,

dan bertanya tentang hal yang belum dimengerti. Menurut Muhibbin Syah (2000)

menjelaskan bahwa “Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode

yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam
mengatasi kalangan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan

paham siswa”.

           Metode ceramah digunakan apabila guru hendak memperkenalkan pokok

bahasan baru dalam hubungan dengan apa yang telah diketahui atau telah dipelajarai

anak. Guru hendak mengemukakan pokok-pokok penting (sebagai rangkuman)

mengenai bahan pelajaran yang akan diberikan pada permulaan atau pada akhir

pelajaran.

a. Guru hendak menjelaskan kesalahan-kesalahan umum yang dibuat oleh sebagian

    murid mengenai suatu atau beberapa masalah tertentu, atau kesulitan-kesulitan yang

    tak dapat di atasi oleh murid.

b. Guru hendak membangkitkan minat, semangat, sikap dan apresiasi pada anak/murid

    terhadap penalaran.

c. Keadaan tidak memungkinkan untuk menggunakan metode-metode mengajar yang

    lain, disebabkan karena faktor-faktor tertentu seperti : Tidak adanya atau sangat

    kurangnya sumber informasi yang telah dapat diperoleh murid, dan guru

    menghadapi jumlah murid yang terlalu besar.

d. Usaha untuk meningkatkan efektifitas metode ceramah dan digabung dengan

    kegiatan tanya jawab untuk membangkitkan aktivitas, minat dan perhatian murid.



2. 6. 2.   Metode Diskusi

           Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok murid, saling berbicara dan saling

berbicara dan saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau

masalah, dimana setiap murid ingin mencari jawaban/penyelesaian problem dari segala

segi dan kemungkinan yang ada. Metode diskusi dapat dikelompokkan menjadi diskusi

kelas, diskusi kelompok kecil, diskusi terpimpin maupun tanpa dipimpin oleh guru.
Metode ini sangat efektif untuk melatih keberanian dan keterampilan anak dalam

berkomunikasi dan mengemukakan pendapat. Menurut Prof. Dr. Winarno (1986:104)

menjelaskan bahwa “Agar diskusi berjalan efektif maka diskusi perlu dipimpin oleh

seorang penulis, sebaiknya ketua dan penulis ini bergantian secara bergiliran

mengkoordinasikan teman-temannya”.


         Guru atau seorang murid sebagai pemimpin diskusi mempunyai peranan

sebagai pengatur lalu lintas, dalam hal ini bertujuan mengatur jalannya diskusi agar

menjadi lancer, dengan cara :

   1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada anggota kelompok tertentu.

   2. Menjaga agar anggota berbicara menurut giliran (tidak serentak)

   3. Menjaga agar diskusi tidak dikuasai oleh orang-orang tertentu yang gemar

       bicara.

   4. Membuka       kesempatan    kepada    orang-orang   tertentu   (pemalu)   untuk

       mengemukakan pendapatnya.

   5. Mengatur pembicaraan agar di dengar oleh semua anggota

   Menurut Drs. Oemar Hamalik (1990:61) menjelaskan bahwa :

   Berdiskusi kelompok dilakukan secara kontinyu karena besar manfaat dalam studi
   diperguruan tinggi antara lain : menimbulkan pertukaran pengalaman, dan ada take
   and give dalam belajar akan memudahkan memecahkan masalah-masalah yang
   dihadapi bersama, menambah efesiensi belajar, membantu teman-teman yang malas,
   dan pemalu.


         Sebagai dinding penangkis, disini tugas pemimpin diskusi adalah menerima

pertanyaan-pertanyaan dari anggota kemudian melemparkannya kembali kepada

anggota. Jangan sampai Tanya jawab terjadi hanya kelompok kecil saja. Usahakan

seluruh anggota kelompok aktif berpartisipasi.
           Sebagai penunjuk jalan, tugas pemimpin di sini ialah memberikan pengarahan

kepada anggota kelompok tentang masalah yang akan didiskusikan sehingga dengan

demikian tidak timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang.


2. 6. 3    Metode Tanya Jawab

           Pertanyaan pada umumnya dapat memberikan rangsangan untuk menggiatkan

anak-anak berpikir. Pertanyaan timbul bila sesuatu tidak jelas dan mendorong seseorang

berusaha untuk memahaminya. Menurut Prof. dr. Winarno (1986:106) menjelaskan

bahwa langkah-langkah Tanya jawab yang benar :

    a. Merumuskan tujuan Tanya jawab sejelasnya dalam bentuk khusus dan berpusat
       dalam tingkah laku anak didik
    b. Mencari alasan pemilihan metode Tanya jawab
    c. Menetapkan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan dikemukakan
    d. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari
       pokok persoalan
    e. Menyediakan kesempatan bertanya oleh anak didik


Metode Tanya jawab dipergunakan jika :

    1. Guru hendak meletakkan hubungan antara pelajaran yang laluatau pengetahuan

          yang telah dimiliki anak dengan pelajaran baru.

    2. Menjelaskan akhir pelajaran guru ingin mengetahui sejauh mana bahan

          pengajaran telah dipahami anak (dalam garis besarnya)

    3. Guru hendak memberi kesempatan kepada anak untuk mengajukan pertanyaan-

          pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dipahaminya, baik yang berhubungan

          dengan pelajaran yang sedang dibicarakan.

    4. Guru hendak membangkitkan perhatian dan semangat belajar anak pada saat

          suasana kelas menunjukkan kelesuan.

    5. Guru hendak mendorong aktivitas dan partisipasi dari semua anak (dengan

          pertanyaan setiap anak terpaksa aktif berfikir dan mengingat).
    6. Guru hendak mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pikirannya.


2. 6. 4.    Metode Karyawisata

            Metode karyawisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih

dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama

dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian

dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :

    a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan

           lingkungan nyata dalam pelajaran

    b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi relevan dengan kenyataan

           dan kebutuhan yang ada dimasyarakat.

    c. Pelajaran dapat lebih merangsang kreatifitas anak.

    d. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas, mendalam dan aktual.

Kekurangan metode karya wisata sebagai berikut :

    a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak

    b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang

    c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan

           utama, sedangkan unsur studinya terabaikan

    d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak

           didik dilapangan.

    e. Biayanya cukup mahal



            Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata

    dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu

langkah-langkah seabgai berikut :

a. Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas,

   memeprtimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin objek yang akan

   dikunjungi   untuk    merundingkan   segala   sesuatu,   mebagi   tugas-tugas,

   mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok serta mengirim

   utusan.

b. Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin mengatur segalanya dibantu

   petugas lain memenuhi tata tertib, mengawasi petugas-petugas, demikian pula

   tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggung jawabnya.

c. Aktif karyawisata, pada waktu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal

   hasil karyawisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang

   diperoleh.



     Menurut Prof. Dr. Nasutiom (1982) dengan melakukan metode karyawisata,

dimana anak-anak keluar kelas diharapkan anak-anak :


a. Memperoleh pengalaman langsung, misalnya pada mata pelajaran klasifikasi
   makhluk hidup, mereka menentukan takson-takson dari tumbuhan maupun
   hewan contohnya Oriza sativa.
b. Mengumpulkan bahan untuk pelajaran misalnya macam-macam daun, rumput-
   rumputan, bunga-bungaan untuk demonstrasikan dalam kelas.
c. Memperkaya pelajaran di dalam kelas, apa yang diterangkan oleh guru belum
   jelas bagi anak, tetapi dengan mengamati sendiri, apa yang diterangkan oleh
   guru lebih jelas bagi anak.
d. Mengarahkan dan memperkuat minat. Ada anak yang tertarik tumbuh-
   tumbuhan, binatang dan ada juga anak tidak tertarik tetapi karena dirangsang
   pada waktu karyawisata dia bangkit minatnya untuk mengamati benda-benda
   yang diamatinya.
e. Membuktikan benar tidaknya pengertian yang diperoleh di dalam kelas
f. Melatih berorganisasi, tanggung jawab dan saling percaya mempercayai
2. 6. 5.    Metode Eksperimen

            Metode eksperimen dapat digunakan baik dalam bidang pengetahuan alam,

pengetahuan social atau kemasyarakatan, dan dapat dilakukan didalam laboratorium.

Metode ini mempunyai hubungan erat dengan metode pemecah masalah, dan diantara

kedua metode tersebut terdapat beberapa kesamaan prinsip. Keduanya bertitik tolak dari

suatu masalah yang hendak dipecahkan, dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada

prinsip-prinsip metode ilmiah. Itulah sebabnya langkah-langkah dalam metode

eksperimen sama dengan lagkah-langkah dalam metode pemecahan masalah.

Dalam pelaksanaan eksperimen perlu perhatian hal-hal sebagai berikut :

    1. Seperti halnya dengan demokrasi, eksperimen juga memerlukan suatu persiapan

           yang matang. Oleh karena itu agar penyelenggaraan ekperimen tidak mengalami

           kegagalan atau hambatan-hambatan, hendaknya guru berlatih atau mencobanya

           lebih dahulu.

    2. Hasil eksperimen hendaknya didiskusikan, lebih-lebih jika hasilnya berbeda-

           beda. Diskusi ini merupakan salah satu tindak lanjut setelah eksperimen

           berakhir.



2. 7.       Motivasi Dalam Belajar

            Dalam kegiatan belajar, motivasi dikatakan sebagai keseluruhan daya

penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin

kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberi arahan pada kegiatan belajar,

sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu akan tercapai. Menurut

Sardiman A. M. (1996:75) menjelaskan bahwa :

    Motivasi merupakan srangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu
    sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka,
    maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu.
    Jadi motivasi itu tidak dapat dirangsang oleh factor dari luar tetapi motivasi itu
    tumbuh di dalam diri seseorang.


           Berdasarkan defenisi dia atas, maka peranan yang khas dari motivasi adalah

dalam hal menumbuhkan gairah merasa senang dan semangat untuk belajar, siswa

memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan

belajar.



2. 8       Hubungan Antara Proses Belajar dan Hasil Belajar

           Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa setelah melalui proses

belajar. Jadi proses belajar akan menghasilkan hasil belajar meskipun tujuan

pembelajaran dirumuskan secara jelas dan baik, belum tentu hasil pengajaran yang

diperoleh baik, karena hasil yang baik dipengaruhi oleh komponen-komponen yang lain,

terutama bagaimana aktivitas sebagai subjek belajar.

           Suatu proses belajar mengajar dikatakan baik, bila proses tersebut dapat

membangkitkan kegaitan belajar yang efektif. Dalam hal ini perlu disadari, bahwa

masalah yang menentukan bukan hanya metode atau prosedur itu digunakan dalam

pengajaran dan bukan kolot atau modernnya, pengajaran semua itu penting artinya,

tetapi tidak merupakan pertimbangan akhir, karena hanya berkaitan dengan tujuan

pengajaran.

           Bagi pengukuran suksesnya pengajaran, memang syarat utama adalah

hasilnya. Tetapi harus diingat bahwa dalam menilai atau menterjemahkan hasil harus

secara cermat dan tepat yaitu dengan mempertimbangkan bagaimana prosesnya. Dalam

proses inilah siswa akan beraktivitas. Dengan proses yang tidak baik atau tidak benar

maka hasilnya pun tidak baik. Menurut Sudirman. A.M (1996:49) hasil pengajaran itu

dikatakan betul-betul baik, apabila memiliki ciri-ciri :
    a. Hasil itu lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa. Dalam hal ini
       guru akan senantiasa menjadi pembimbing dan pelatih yang baik bagi para siswa
       yang akan menghadapi ujian, kalau hasil pengajaran itu tidak tahan lama dan
       lekas menghilang, maka hasil pengajaran itu berarti tidak efektif guru harus
       mempertimbangkan berapa banyak dari yang diajarkan itu akan masih diingat
       kelak oleh subjek belajar.
    b. Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik. Pengetahuan hasil belajar itu
       bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa
       seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa, sehingga
       akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu
       permasalahan sebab pengetahuan itu dihati dan penuh makna bagi dirinya.


         Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi dan

banyak factor diantaranya :

1. Motivasi

         Siswa yang memiliki motivasi untuk belajar tentu hasil belajarnya akan lebih

    baik dibanding siswa yang tidak memiliki motivasi untuk belajar.

2. Intelenjesi

         Siswa yang memiliki intelejensi yang tinggi jika didukung oleh faktor-faktor

    dalam proses belajar akan menghasilkan hasil belajar yang lebih baik.


2. 9.    Klasifikasi Makhluk Hidup

                 Klasifikasi dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai, misalnya

klasifikasi buku-buku perpustakaan. Klasifikasi juga diterapkan pada makhluk hidup

karena di dunia ini ada berjuta-juta spesies makhluk hidup yang beraneka ragam. Coba

kamu sebutkan satu persatu semua hewan dan tumbuhan yang kamu ketahui. Tentunya

banyak sekali, bukan?

         Klasifikasi mahkluk hidup bertujuan untuk mempermudah kita mengenal dan

mempelajari      semua   mahkluk    hidup.   Makhluk     hidup   dikelompokkan    atau

diklasifikasikan berdasarkan adanya persamaan dan perbedaan ciri. Makhluk hidup

yang mempunyai persamaan cirri dikelompokkan ke dalam satu kelompok tertentu.
          Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan organisme berdasarkan

adanya persamaan dan perbedaan ciri. Klasifikasi makhluk hidup dilakukan untuk

memudahkan mengenal dan mempelajari makhluk hidup.



2.9. 1.   Klasifikasi secara sederhana

          Jika kamu dianjurkan menanam pohon buah-buahan di halaman rumahmu, apa

yang ada dalam pikiranmu? Mungkin kamu membayangkan akan menanam pohon

jambu, mangga, rambutan, durian atau papaya. Semua pohon tersebut dikelompokkan

dalam pohon buah-buahan karena mempunyai persamaan ciri. Persamaan adalah sama-

sama menghasilkan buah yang dimakan.

          Klasifikasi pohon buah-buahan adalah salahs satu contoh pengklasifikasian

secara sederhana. Contoh klasifikasi secara sederhana lainnya adalah pengelompokkan

makhluk hidup berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, misalnya sebagai berikut :

    a. Kelompok Xerofit, adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan yang kering.

    b. Kelompok Hidrofit, adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan air

    c. Kelompok Higrofit, adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan yang lembab.

          Selain itu ada pula pengelompokkan mahkluk hidup berdasarkan jenis

makanannya, misalnya sebagai berikut :

    a. Kelompok Karnivor, adalah hewan pemakan daging.

    b. Kelompok Herbivor, adalah hewan pemakan tumbuhan

    c. Kelompok Omnivor, adalah hewan pemakan daging dan tumbuhan



          Tumbuhan dapat pula dikelompokkan menjadi kelompok tumbuhan sandang,

pangan dan obat-obatan. Pengelompokkan tersebut berdasarkan manfaat atau

kegunaannya. Pengklasifikasian secara sederhana dilakukan berdasarkan persamaan
lingkungan     tempat   hidupnya,   jenis   makanannya,   atau   berdasarkan   manfaat

(kegunaannya).



2. 9. 2.   Klasifikasi Menurut Carolus Linnaeus

           Cabang biologi mempelajari klasifikasi mahkluk hidup disebut taksonomi atau

sistematika. Orang yang pertama meletakkan dasar-dasar sistematika adalah Carolus

Linnaeus. Oleh karena itu Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak taksonomi atau

Bapak sistematika. Menurut Gembong Tjitrosoepomo (1993:21) menjelaskan bahwa :


    Sistem klasifikasi tumbuhan yang diciptakan oleh Linnaeus masih dikategorikan
    sebagai system artificial nama “systema sexuele” untuk system yang diciptakan
    sebenarnya tidak begitu tebal, karena pada dasarnya system ini ditekankan pada
    masalah jenis kelamin, terutama pada kesamaan jumlah alat kelamin antara jumlah
    benang sari yang tercermin pula pada nama-nama tumbuhan yang diciptakan oleh
    Linaeus.


           Carolus Linnaeus menyusun klasifikasi mahkluk hidup berdasarkan persamaan

dan perbedaan struktur (bentuk dan susunan) tubuh mahkluk hidup. Menurut Carolus

Linnaeus, mahkluk hidup dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu dunia

tumbuhan dan dunia hewan. Contoh tentang klasifikasi tumbuhan biji. Tumbuhan

jagung, padi, pinus, pakis hijau, kacang dan melinjo dikelompokkan dalam kelompok

tumbuhan biji. Hal tersebut karena semuanya memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu

mempunyai akar, batang, daun sejati, dan berkembang biak dengan biji.

                                    Tumbuhan Biji
                          Jagung          Pakis Haji
                          Padi            Kacang
                          Pinus           Melinjo
                                          Terbagi menjadi
   Tumbuhan Biji Terbuka                                    Tumbuhan Biji Tertutup
          Pinus                                                   Jagung
        Pakis Haji                                                 Padi
         Melinjo                                                  Kacang
                                    Terbagi menjadi


         Tumbuhan Berkeping Satu                            Tumbuhan Berkeping Dua
                  Padi                                             Kacang
                Jagung


         Di dalam kelompok tumbuhan biji, terdapat dua perbedaan di antara tumbuhan

yang menjadi anggotanya, yaitu perbedaan keadaan biji (terbuka dan tertutup) dan

jumlah keeping bijinya. Dalam kelompok tumbuhan berbiji tertutup terdapat satu

perbedaan di antara tumbuhan yang menjadi anggotanya, yaitu perbedaan jumlah

keping biji (berkeping satu dan dua).

a. Tingkatan Takson

         Carolus Linnaeus menciptakan suatu system pengklasifikasian yang diakui

secara internasional dan masih digunakan sampai sekarang. Sistem pengklasifikasian

internasional tersebut dilakukan secara bertingkat, mulai dari tingkatan yang paling

tinggi ke tingkatan yang rendah. Setiap tingkatan klasifikasi ini disebut takson.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo (1993:6) menjelaskan bahwa :

   Bila satu tumbuhan kita sebut analog yang kita terapkan pada manusia sebagai satu
   individu dan seluruh tumbuhan kita sebut adalah satu dunia atau kerajaan (Regnum)
   tumbuhan, selanjutnya istilah individu (individium) serta dunia (Regnum) kita
   gunakan untuk menyebut berturut-turut Takson paling kecil dan yang paling besar
   maka sesuai kesepakatan internasional berturut-turut dari yang besar ke yang kecil
   dapat kita sebut divisi (division), kelas (klasis), bangsa (ordo), famili atau suku
   (familia), rumpun (tribus), marga (genus), seksi (sectio), seri (series), jenis (spesies),
   varitas (varietas), bentuk (formal).


         Takson disusun mulai dari kelompok yang memiliki persamaan ciri paling

umum (takson tertinggi) sampai ke kelompok yang memiliki persamaan ciri paling
khusus (takson rendah). Urutan takson tumbuhan dan hewan dari yang tertinggi sampai

terendah dapat kamu lihat pada Skema berikut:


                                Makhluk Hidup


                                                          Kingdom Animalia
   Kingdom Plantae
                                                           (Dunia Hewan)
  (Dunia Tumbuhan)


       Divisio                                                  Phylum
       (Divisi)                                                 (Filum)


        Classis                                                 Classis
        (Kelas)                                                 (Kelas)


                                                                  Ordo
         Ordo                                                   (Bangsa)
       (Bangsa)


                                                                 Familia
        Familia
                                                              (Famili/suku)
     (Famili/suku)


         Genus                                                   Genus
        (Marga)                                                 (Marga)


        Species                                                 Species
     (Species/jenis)                                         (Species/jenis)


         Setiap kingdom dibagi menjadi golongan-golongan yang lebih kecil, yaitu

division (divisi) untuk tumbuhan dan phylum (filum) untuk hewan. Setiap divisi atau

filum dibagi dalam classis (kelas). Setiap kelas dibagi dalam beberapa ordo (bangsa).

Setiap bangsa dibagi menjadi beberapa famili (suku). Famili dibagi menjadi genus

(marga), dan genus dibagi menjadi species (species, jenis). Perhatikan Tabel 15.2

tentang pengklasifikasian manusia.
     Nama Kelompok            Hewan yang menjadi anggota pada setiap kelompok
 Kingdom : Animalia           Semua jenis hewan
 Filum       : Chordata       Hewan bertulang belakang (vertebrata) dan sefalokordata
 Kelas       : Mammalia       Hewan bertulang belakang yang mempunyai rambut dan
                              kelenjar susu (mammae)
 Ordo        : Primata        Mamalia yang mempunyai ciri ibu jari dapat bertemu
                              dengan keempat jarinya
 Famili      : Hominidae      Manusia kera, manusia primitive, dan manusia modern
 Genus       : Homo           Manusia primitive, dan manusia modern
 Spesies     : Homo Sapiens   Manusia modern



           Jadi makin ke atas golongannya, makin banyak perbedaan cirinya dan semakin

banyak anggotanya. Makin ke bawah golongannya, makin banyak persamaan cirinya

dan makin sedikit anggotanya.

           Kelompok mahkluk hidup yang makin banyak persamaan cirinya makin dekat

hubungan kekerabatannya. Sebaliknya, kelompok mahkluk hidup yang makin banyak

perbedaan cirinya makin jauh hubungan kekerabatannya.

b. Penamaan organisme

           Pemberian nama ilmiah pada mahkluk hidup diatur dalam Kode Internasional

Tata Nama, yang disebut binomial nomenclature yang artinya system tata nama ganda

(binomial): bi = dua, nomen = nama). Sistem penamaan ini pertama kali diciptakan oleh

Carolus Linnaeus. Menurut cara ini, nama spesies (jenis) mahkluk hidup terdiri dari dua

kata dalam bahasa latin. Coba kamu perhatikan contoh berikut ini : Mangifera indica

(mangga), Zea mays (jagung), Pongo pygmaeus (orang utan), Felis domesticus

(kucing), Carica papaya (papaya), Columba livia (merpati).

           Kata pertama (missal mangifera) merupakan nama genus (marga) sedangkan

kata kedua (indica) merupakan petunjuk spesies (petunjuk jenis). Kedua kata ini disebut
sebagai nama spesies. Nama spesies ditulis dengan huruf miring. Huruf pertama pada

nama genus ditulis dengan huruf capital : petunjuk spesies dengan huruf kecil.



2. 9. 3   Klasifikasi Sistem Lima Kingdom

          Menurut Robert H. Whittaker, mahkluk hidup terbagi menjadi lima kingdom,

yaitu Monera, Prortista, Fungi, Plantae dan Animalia. Berikut akan kita pelajari kelima

kingdom tersebut.

1). Kingdom Monera

          Kata monera berasal dari bahasa Yunani, moneres yang artinya tunggal. Oleh

sebab itu, anggota Monera adalah organisme bersel tunggal, yaitu bakteri dan

Cyanobacteria. Ciri-ciri umum dari Kingdom Monera adalah sebagai berikut :

a. Tubuhnya hanya bersel satu dengan inti yang terbesar di dalam protoplasmanya

b. Tidak memiliki membrane inti atau disebut prokariota



2). Kingdom Protista

          Protista mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :

a. Tubuh umumnya bersel satu; Pada Protista yang bersel banyak, sel-selnya tidak

    membentuk jaringan

b. Tubuh memiliki membrane inti atau disebut eukariota


3). Kingdom Fungi (jamur)

          Secara umum, fungi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

a. Ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada juga yang bersel banyak (multiseluler)

b. Sel tubuhnya memiliki membrane inti (eukariota)

c. Hidup ditempat lembab dan berkembang biak dengan spora
d. Tidak memiliki klorofil sehingga hidup sebagai saprofit (hidup pada sisa makhluk

   hidup lain), atau parasit pada hewan, tumbuhan dan manusia.

e. Fungi yang bersel banyak tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa

   ini bercabang-cabang membentuk anyaman halus yang disebut miselium.


4). Kingdom Plantea (tumbuhan)

         Terdapat lebih dari 300.000 spesies tumbuhan di bumi. Secara umum anggota

kingdom plantae memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Terdiri dari banyak sel (multiseluler)

b. Sel tubuhnya memiliki dinding sel dan membrane inti (eukariota)

c. Memiliki klorofil sehingga tumbuhan mampu mengubah bahan anorganik menjadi

   bahan organic melalui fotosintesis.


5). Kingdom Animalia

         Secara umum dunia hewan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Tubuhnya bersel banyak (multiseluler) dan memiliki membran inti (eukariota)

b. Tidak berklorofil, makanannya tergantung pada makhluk hidup lain (heterotrof)

c. Umumnya dapat bergerak bebas dan berpindah tempat.

         Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, dunia hewan dikelompokkan

menajdi dua golongan, yaitu Avertebrata (hewan tak bertulang belakang) dan Vertebrata

(hewan bertulang belakang)
                                       BAB III

                         METODOLOGI PENELITIAN



3. 1. Waktu dan Tempat Penelitian

        Adapun pada bab ini peneliti melaksanakan penelitian untuk mengambil data

yang diperlukan di sekolah, peneliti melaksanakan penelitian membutuhkan waktu

selama satu bulan, dimulai dari awal bulan Maret sampai akhir Maret, pada tanggal 2

Maret 2009 sampai 30 Maret 2009, peneliti masuk sebanyak 6 kali. Adapun tempat

yang diambil peneliti di MTsN Langsa (Madrasah Tsanawiyah Negeri Langsa) yang

beralamat di Jln. A. Yani Desa Kp. Baru Kecamatan Langsa Timur.



3. 2. Populasi dan Sampel Penelitian


        Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas

VII. Mulai dari VII1 sampai kelas sampai kelas VII7 yang berjumlah 213 siswa sebagai

sampel diambil dua kelas secara cluster sampling yaitu kelas VII1 dengan jumlah 30

orang dan kelas VII2 dengan jumlah 30 orang. Dalam penelitian ini dibagi 2 kelompok

pada kelompok pertama disebut kelompok eksperimen (siswa-siswa kelas VII1 yang

menggunakan metode karyawisata). Sedangkan yang kedua disebut kelompok kontrol
(siswa-siswa kelas VII2 yang tidak menggunakan metode karyawisata) keseluruhan

siswa yang dijadikan sampel penelitian ini berjumlah 60 orang.



3. 3. Langkah-langkah Penelitian

         Adapun langkah-langkah penelitian yang akan diambil penulis sebagai berikut:

a. Menentukan sample penelitian dengan menggunakan teknik cluster sampling, yaitu

   memilih secara acak dua kelas dari tujuh kelas yang ada dengan jumlah siswa

   masing-masing 30 orang.

b. Secara acak, memilih kelompok ekperimen dan control

c. Memberikan protes T1 untuk mengukur variable tergantung kepada kedua kelompok

   kemudian dihitung hasil mean hasil pretest tersebut.

d. Menguji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas agar

   langkah-langkah selanjutnya dapat dilaksanakan.

e. Melaksanakan penelitian (kegiatan belajar mengajar) sebagai berikut pada kelompok

   eksperimen.

   -   Diajarkan konsep klasifikasi mahkluk hidup dengan menggunakan metode

       karyawisata tentang : Klasifikasi mahkluk hidup, klasifikasi secara sederhana,

       klasifikasi menurut Carollus Linnaeus, klasifikasi system lima kingdom.

   Pada kelompok kontrol

   -   Diajarkan konsep klasifikasi makhluk hidup tanpa menggunakan metode

       karyawisata.

f. Setelah selesai kegiatan belajar mengajar, kepada kedua kelompok diberikan

   posttest untuk mengukur variable tergantung dan dihitung mean hasil posttest

   masing-masing kelompok.
g. Menghitung perbedaan antara hasil pretest T1 dan posttest T2 untuk masing-amsing

   kelompok.

h. Membandingkan perbedaan tersebut, untuk menentukan apakah penerapan metode

   karyawisata itu berkaitan dengan perubahan yang lebih besar pada kelompok

   eksperimen dibandingkan pada kelompok control.



3. 4. Metode dan Variabel Penelitian

3. 4. 1. Metode dan Rancangan Penelitian


         Yang penulis gunakan dalam penelitian ini berupa metode eksperimen.

Instrumen penelitian merupakan alat-alat yang digunakan dalam suatu penelitian

mengenai penelitian eksperimen ini Hadi (1992:133) menyatakan bahwa:

         Dua kelas dibandingkan prestasi dalam suatu eksperimen, dua kelas

diperkirakan sama sebelum dilakukan percobaan, kemudian dilihat seberapa baik

prestasi siswa jika di kelas yang satu diberikan bahan yang berprogram, sedangkan

kelas yang lain tidak. Desain ini sudah lebih baik dari pada sebelumnya, dan tidak

dipertanggungjawabkan asal kelompok-kelompok yang bersangkutan lebih kurang

sama.

         Setelah test yang diberikan kepada siswa, maka hasil test dikumpulkan dari

kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimen diberikan metode karyawista dan

kelompok control yang tidak diberikan metode karyawisata selanjutnya diolah dengan

menggunakan rumus statistic uji-t pada taraf sifnifikan 0,05.


         Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan Randomized

Control Group Protes –Postes Design sebagaimana digambarkan sebagai berikut :
Kelompok                              Pretes    Perlakuan     Postes
Kelompok eksperimen                     T1           P1         T2
                                        T1           P0         T2
Kelompok control

Keterangan :

T1         = Pretest

T2         = Prostest

P1         = diberi perlakuan (Menggunakan Metode Karyawisata)

P0         = Tidak diberi perlakuan (tanpa menggunakan Metode Karyawisata)



           Instrument (alat) pengumpulan data yang digunakan adalah :

Pretes dan Protes

 Untuk memperoleh data hasil belajar siswa, dilakukan dua kelompok (kelas VII1

          sebagai kelompok control, dan VII2 sebagai kelompok yang menggunakan

          metode karyawisata) setelah eksperimen selesai dilakukan pada akhir

          eksperimen.



 Cara Pengskoran

           Soal yang terdapat dalam tes objektif pada penelitian ini adalah 20 butir soal

dan untuk satu butir soal yang dijawab benar oleh siswa diberi skor 1, sedangkan yang

dijawab salah diberi nilai 0, jadi maksimum yang akan diperoleh jika soal dijawab benar

semua adalah 20, untuk menambah skor yang diperoleh siswa menjadi nilai berstandar

mutlak digunakan rumus sebagai berikut :


          Skor yang diperoleh
Nilai =                       x 100 (Sujiono 2006:318)
            Skor maksimum
a. Validitas

         Sebelum digunakan untuk mengumpulkan data tes yang menjadi instrument

dalam penelitian ini terlebih dahulu diuji coba kelas VII1 dan VII2 sebanyak dua kali

dengan selang waktu satu minggu tanpa adanya pemberitahuan kepada siswa. Untuk

mengetahui apakah tes hasil belajar yang disusun memiliki ketepatan dalam mengukur

atau belum maka dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus korelasi product

moment sebagai berikut :

               n xy  ( x)( y)
rxy =
        [ N  x 2  ( x) 2 N  y 2  ( y ) 2 ]

Keterangan :

rxy      = Korelasi antara x dan yang

N        = Jumlah sampel

x        = uji coba pertama

y        = uji coba kedua

Kriteria pengujian sebagai berikut :

Jika rxy > r (tabel) = maka tes valid

Jika rxy < r (tabel) = maka tes invalid

         Dari hasil penghitungan pada lampiran 7 diperoleh rxy = 0,88, sedangkan r

tabel (0,05) = 0,325 dan r tabel (0,01) = 0,418, sehingga rxy lebih besar daripada r- tabel

dan dapat digunakan sebagai instrument t, dalam penelitian.



b. Reliabilitas Tes

         Sebelum digunakan sebagai instrument dalam penelitian, tes tersebut terlebih

dahulu di uji coba realibitasnya dikelas VII1 dan VII2 yang telah ditetapkan sebagai
kelas uji instrument. Setelah diuji, tes tersebut akan diolah dengan menggunakan rumus

Kuder – Richardson (kr-21) sebagai berikut :

       n   Mt(n  Mt) 
r11 =        1
                         
                          
       n 1   (n)(st ) 
                       2




Keterangan :

r11        = Koefesien reliabilitas tes

n          = jumlah butir item soal

1          = Bilangan konstan

st2        = Varians total

Mt         = Mean total (rata-rata hitungdari skor total)

           Selanjutnya dalam pembelian interprestasi terhadap koefesien reliabilitas tes

(r11) menurut Sujiono (2006:209) digunakan patokan sebagai berikut :

1. Apabila r11 sama dengan atau lebih besar dari pada 0,70 berarti tes hasil belajar yang

      sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabilitas


3. 4. 2. Variabel Penelitian

           Penulis akan menjelaskan variabel-variabel penelitian guna mengarahkan hasil

penelitian. Dalam penelitian ini, ada dua variabel yang diteliti yaitu :

a. Variabel penggunaan metode karyawisata sebagai variabel bebas atau yang

      mempengaruhi

b. Variabel hasil belajar siswa sebagai variabel terikat atau yang dipengaruhi.


3. 5. Teknik Analisa Data

           Untuk teknik analisa data, penulis mengumpulkan data yang diperlukan,

dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yaitu penulis melaksanakan proses

belajar mangajar pada kedua lokal yang dikenakan penelitian. Pada lokal pertama
dilakukan proses belajar mengajar menggunakan metode karyawisata, sebagai

kelompok eksperimen, sedangkan lokal lain dilakukan proses belajar mengajar tanpa

menggunakan metode karyawisata sebagai kelompok control. Sehubungan dengan

penelitian eksperimen, dalam buku materi dasar pendidikan program akta mengajar V

(1978:23) dijelaskan bahwa :

         Tujuan penelitian eksperimen menyelidiki kemungkinan saling hubungan

sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental

satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya denga satu atau lebih

kelompok control yang tidak kondisi perlakuan.

         Data didalam penelitian ini diperoleh dengan tes. Soal tes diberikan pada kelas

VII1 sebagai kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan metode karyawisata dan

kelas VII2 sebagai kelas control yaitu kelas tanpa menggunakan metode karyawisata.

Tes yang diberikan berupa tes setelah perlakuan dalam bidang studi biologi (soal

terlampir). Adapun Rumus yang digunakan sebagai berikut :



                                    Mx  My
                               t=           (Sutrisno Hadi, 1980:268)
                                     SDbm



Keterangan :

t        = t – test

Mx       = Mean sample x (kelompok eksperimen)

My       = Mean sample yang (kelompok control)

SDbm     = Standar kesalahan perbedaan mean

SDbm     =     SDMX  SDMY
                 2      2
Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

-   Menolak hipotesis nihil (Ho) dan menerima Hipotesis alternative (Ha) bila mana t-

    hitung > t-table

-   Menerima hipotesis nihil (Ho) dan menolak Hipotesis alternative (Ha) bila mana t-

    hitung < t – table.

          Dari hasil data tersebut diolah untuk mendapatkan hasil akhir dalam penelitian

ini, yaitu mengenai hasil belajar siswa kelas VII1 dan VII2 sebelum data dimasukkan

dalam data dimasukkan dalam rumus uji-t. Sujana (1992:42) mengemukakan langkah-

langkah sebagai berikut :

a. Tentukan rentang/range yaitu : data terbesat dikurangi data terkecil

b. Tentukan banyak kelas interval yang digunakan, banyak kelas yang sering diambil

    palign sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas, cara lain dapat digunakan aturan

    Sturges yaitu : Banyak kelas = 1 + 3,3 log n, n menyatakan banyak data dan

    hasilnya akhirnya dijadikan bulat.

c. Tentukan panjang kelas interval, ditentukan dengan aturan.

                              Re n tan g
          Kelas interval =
                             Banyak Kelas
                                         BAB IV

                     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



4. 1. Hasil Penelitian

         Pada bagian ini penulis memaparkan semua hasil pengolahan dan analisa data

dalam bentuk tabel, atau pengolahan rumus-rumus statistik sesuai dengan teknik analisis

data yang digunakan.

         Dalam penelitian ini, karena teknik datanya digunakan uji beda dua rata-rata,

maka penulis sajikan hasil perhitungan uji beda dua rata-rata (uji-t) antara nilai rata-rata

kelompok eksperimen (yang menggunakan metode karyawisata) dengan kelompok

control (yang tidak menggunakan metode karyawisata).



4. 1. 1. Hasil Pretes Kelompok Eksperimen

         Berdasarkan data hasil nilai siswa kelompok eksperimen, maka penulis

menghitung rentang (range) banyak kelas dan nilai interval kelas sebagai berikut :

Rentang (R1) = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

         = Nt – Nr

         = 80 – 25

         = 55

Banyak kelas (K1) = 1 + 3,3 Log n

                     = 1 + 3,3 Log 30

                     = 1 + 3,3 (1,478)

                     = 1 + 4,87
                      = 5,87  6 Kelas

         Selanjutnya dapat ditentukan panjang kelas interval untuk kelompok

eksperimen, yaitu :

                          Ri
Panjang kelas (i) =
                          Ki

                          55
                      =
                          6

                      = 9,16  10 Kelas Interval


         Berdasarkan data dari hasil Pretes siswa kelompok eksperimen (menggunakan

metode karyawisata) dapat disajikan dalam tabel I sebagai berikut :

 Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Pretes yang Menggunakan Metode Karyawisata

                           Pada Siswa Biologi Kelas Eksperimen

     Interval                  f         X1        X2         fX1           f.X12

     25 – 34                   3         29        841         87           2523

     35 – 44                   5         39        1521       195           7605

     45 – 54               10            49        2401       490       24010

     55 – 64                   6         59        3481       354       20886

     65 – 74                   3         69        4761       207       14283

     75 – 84                   3         79        6241       237       18723

     Jumlah                30                                1570       88030

         Dari tabel diatas dihitung mean dengan menggunakan rumus yaitu :


         Mean (Mx) =
                                fx
                                   N

                          1570
                      =
                           30
                      = 52,33

           Sehingga didapatlah mean atau nilai rata-rata hasil Pretes kelompok

eksperimen sebesar           52,33, kemudian menentukan hasil standar deviasi dengan

menggunakan rumus yaitu :


                fx         fx 
                     2                2

SDx        =             -      
                 N         N 
                                

                                  2
               88030  1570 
           =        -      
                 30   30 

           =   2934,3  2738,4

           = 195,9

           = 13,99

           Dengan demikian hasil Pretes dari kelompok eksperimen yang didapatkan

dengan mean sebesar 52,33 dan standar devaisi sebesar 13,99.

4. 1. 2.   Hasil Pretes Kelompok Kontrol

           Diperoleh data dari hasil belajar Biologi siswa yang berasal dari kelompok

control memiliki nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 20.

Rentang (R)           = Nilai Tertingi – Nilai Terendah

                      = Nt – Nr

                      = 70 – 20

                      = 50

           Kemudian dilanjutkan menentukan jumlah kelas interval (K) dengan

menggunakan rumus yaitu :

Jumlah kelas interval (K)         = 1 + 3,3 Log n

                                  = 1 + 3,3 Log 40
                                    = 1 + 3,3 (1,478)

                                    = 5,87 (6 kelas)

         Untuk interval kelas diperoleh angka 5,87 sehingga dapat ditetapkan

pembulatan menjadi 5 atau 6. Dalam hal ini penulis menetapkan interval kelas 6. Untuk

menentukan (i) dapat digunakan rumus yaitu :

                           R1
Panjang kelas interval =
                           K1

                           50
                      =
                           6

                      = 8,33  9 kelas

         Untuk panjang kelas diperoleh angka 8,33 sehingga dapat ditetapkan

pembulatan menjadi 8 atau 9. Dalam hal ini penulis menetapkan panjang kelas 9,

kemudian distribusi nilai Biologi siswa akan disajikan kedalam tabel distribusi

frekuensi sebagai berikut :

         Tabel 4. 2. Distribusi Frekuensi Pretes Kelas Kontrol Yang Tidak

                           Menggunakan Metode Karyawisata

 No      Interval               f             Y1         y2    f.y          f.y2

  1       20 – 28               3             24        576     72         1728

  2       29 – 37               4             33        1089   132         4356

  3       38 – 46               8             42        1764   336        14112

  4       47 – 55               9             51        2601   459        23409

  5       56 – 64               3             60        3600   180        10800

  6       65 – 73               3             69        4761   207        14283

       Jumlah                   30                             1386       68688
           Dari tabel di atas dihitung mean dengan menggunakan rumus yaitu :


Mean (my)             =
                           f .y 1

                            N

                          1386
                      =
                           30

                      = 46,2



           Sehingga didapatlah mean atau nilai rata-rata hasil Pretes kelompok control

sebesar 46,2, kemudian menentukan hasil standar deviasi dengan menggunakan rumus

yaitu :


                f .y        f . y1 
                      2                   2

                          -          
                      1
SDy        =
                  N         N 
                                     

                                     2
               68688  46,2 
           =         -     
                 30    30 

           =   2289,6  2134,4

           = 155,2

           = 12,46



           Dengan demikian hasil Pretes dari kelompok control yang didapatkan dengan

mean sebesar 46,2 dan standar deviasi sebesar 12,46.

4. 1. 3.   Uji Persyaratan Analisa Data

           Sebelum dilakukan pengujian hipotesa maka ada suatu syarat yang harus

dipenuhi untuk mengolah data yaitu suatu tes, yang disebut dengan uji persyaratan, yang

terbagi dua yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji ini harus dilakukan sebelum
dilakukan perhitungan selanjutnya untuk mengetahui keabsahan data hasil belajar

Biologi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.



4. 1. 3. 1. Uji Normalitas untuk nilai Pretes dari kelompok eksperimen

            Ukuran penyebaran data atau normalitas adalah suatu ukuran yang menyatakan

sebesar nilai-nilai data yang berbeda atau bervariasi dengan nilai ukuran pusatnya. Dari

hasil nilai pretest kelompok eksperimen memperoleh mean sebesar 52,33 dan standar

deviasi sebesar 13,99 kemudian ditabulasikan ke tabel.

            Adapun rumus yang akan digunakan pada pengujian normalitas adalah sebagai

berikut :

        k
           (Oi  Ei) 2
X2 =    E
       11
                         (Sudjana, 1992:273)
                1


Keterangan :

X2          = Kai kuadrat (Chi square)

i           = 1, 2, 3, ……………….k (jumlah kelas)

Oi          = Frekuensi observasi

Ei          = Frekuensi ekspektasi atau yang diharapkan

            Dengan ketentuan kriteria distribusi normal apabila X2 hitung < X2 tabel

sehingga data tersebut dinyatakan berdistribusi normal namun X2 hitung > X2 tabel

dinyatakan data tersebut tidak berdistribusi normal.

       Tabel 4. 3. Frekuensi yang Diharapkan dan Pengamatan dari Hasil Pretes

                                    Kelompok Eksperimen

                                                 Luas Tiap
    Batas Kelas          Z          Luas O-Z                        (Ei)       (Oi)
                                                Kelas Interval
      24,5             -1,98           0,4756            0,0776               2,32   3

      34,5             -1,27           0,3980            0,1894               5,68   5

      44,5             -0,55           0,2086            0,2682               8,04   10

      54,5              0,15           0,0596            0,2455               7,36   6

      64,5              0,86           0,3051            0,1378               4,13   3

      74,5              1,58           0,4429            0,0461               1,38   3

      84,5              2,24           0,4890



              k
                 (Oi  Ei) 2
X2       =    E
             11      1



             (3  2,32 ) 2   (5  5,68 ) 2   (10  8,04 ) 2   (6  7,36 ) 2
         =                 +               +                +
                 2,32            5,68            8,04             7,36

             (3  4,13) 2   (3  1,38 ) 2
         =                +
                 4,13          1,38

         = 0,14 + 0,08 + 0,47 + 0,25 + 0,30 + 1,90

X2       = 3,19

         Kemudian nilai Kai kuadrat disesuaikan dengan tabel distribusi normal pada

derajat kebebasan dengan rumus sebagai berikut :

Db       = Panjang kelas (K) – 3

         =6–3

Db       =3

         Pada tabel distribusi kai kuadrat diperoleh X2 taraf 0,95 (3) = 7,81. Dapat

disimpulkan bahwa X2 hitung = 3,19 < X2 tabel (0,95) = 7,81 dan X2 hitung = 3,19 < X2

tabel (0,99) = 11,3, maka sesuai dengan kriteria normal dan dapat disimpulkan bahwa

diperoleh nilai Pretes sampel adalah berdistribusi normal.
4. 1. 3. 2. Uji Normalitas untuk nilai Pretes dari kelompok kontrol

          Dari hasil nilai pre test kelompok control memperoleh mean sebesar 46,2 dan

standar deviasi sebesar 12,46 kemudian ditabulasikan ke tabel.

     Tabel 4. 4. Frekuensi yang Diharapkan dan Pengamatan dari Hasil Pretes

                                    Kelompok Kontrol

                                                   Luas Tiap
  Batas Kelas               Z       Luas O-Z                            (Ei)         (Oi)
                                                  Kelas Interval

      19,5             -2,14         0,4838            0,0616           1,84           3

      28,5             -1,42         0,4222            0,1673           5,01           4

      37,5             -0,69         0,2549            0,2629           7,88           8

      46,5                 0,02      0,0080            0,2624           7,87           9

      55,5                 0,74      0,2704            0,1575           4,72           3

      64,5                 1,46      0,4279            0,0578           1,73           3

      73,5                 2,19      0,4857


          k
             (Oi  Ei) 2
X2   =    E
         11      1



       (3  1,84 ) 2   (4  5,01) 2   (8  7,88 ) 2   (9  7,87 ) 2 (3  4,72 ) 2 (3  1,73 ) 2
     =               +              +               +              +             +
          1,84            5,01            7,88            7,87          4,72         1,73

     = 0,73 + 0,20 + 0,0018 + 0,16 + 0,62 + 0,93

     = 2,64

          Kemudian nilai Kai kuadrat disesuaikan dengan tabel distribusi normal pada

derajat kebebasan dengan rumus sebagai berikut :

Db        = Panjang kelas (K) – 3

          =6–3
Db       =3

         Pada tabel distribusi kai kuadrat diperoleh X2 taraf 0,95 (3) = 7,81. Dapat

disimpulkan bahwa X2 hitung = 2,64 < X2 tabel (0,95) = 7,81 dan X2 hitung = 2,64 < X2

tabel (0,99) = 11,3, maka sesuai dengan criteria normal dan dapat disimpulkan bahwa

diperoleh nilai Pretes sampel adalah berdistribusi normal.



4. 1. 3. 3. Uji Homogenitas

         Uji homogenitas merupakan sautu analisa terhadap data yang telah

dikumpulkan akan keragaman pengaruh dari nilai Pretes dengan menggunakan rumus :

                 S tan dar Deviasi Terbesar
         Fh =
                 S tan dar Deviasi Terkecil

         Selanjutnya menentukan homogenitas dengan ketentuan Ha = Varians nilai

sama dan Ho = Varians nilai tidak sama adalah sebagai berikut :

         F hitung < F tabel, maka Ha ditolak

         F hitung > F tabel, maka Ho diterima



                 SDx
         Fh =
                 SDy

                13,99
            =
                12 ,46

           = 1,122

         Didapatlah nilai varian hitung sebesar 1,122 untuk kemudian hasil nilai varian

hitung sebesar akan diujikan dengan tabel distribusi F dengan uji tabel (30,30) setelah

disubstitusikan ke tabel didapat nilai fh tabel 1,84, jadi harga f dihitung = 1,122. Setelah

dilakukan uji analisis data ternyata data berdistribusi normal dan mempunyai varians
yang sama. Jadi jelaslah bahwa nilai varians Pretes berasal dari populasi yang sama

(homogen).



4. 1. 4.   Hasil Postes Kelompok Eksperimen

           Hasil Postes kelompok eksperimen dengan nilai tinggi sebesar 85 dan nilai

terendah 35 dengan perincian nilai sebagai berikut :

Range (R)           = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

                    = 85 – 35

                    = 50



           Kemudian dilanjutkan menentukan jumlah kelas interval (K) dengan

menggunakan rumus yaitu :

Jumlah kelas interval (K) = 1 + 3,3 Log n

                           = 1 + 3,3 Log 30

                           = 1 + 3,3 (1,478)

                           = 1 + 4,87

                           = 5,87  6 Kelas

                               R
Panjang kelas (i)          =
                               K

                               50
                           =      = 8,33  9 Kelas
                               6

           Untuk interval kelas diperoleh angka 8,33 sehingga dapat ditetapkan

pembulatan menjadi 8 dan 9. Dalam hal ini penulis menetapkan interval kelas 9.

            Tabel 4. 5. Distribusi Frekuensi Postes Kelompok Eksperimen

                       Yang Menggunakan Metode Karyawista
 No     Interval                f            X1   X2         f.X2           f.X2

 1       35 – 43                02           39   1521        78            3042

 2       44 – 52                03           48   2304       144            6912

 3       53 – 61                6            57   3249       342           19494

 4       62 – 70                10           66   4356       660           43560

 5       71 – 79                56           75   5625       450           33750

 6       80 - 88                3            84   7056       252           21168

       Jumlah                   30                           1926          127926


        Dari tabel diatas dihitung mean dengan menggunakan rumus yaitu :


Mean (mx)           =
                          f .X   2

                            N

                         1926
                    =
                          30

                    = 64,2



        Sehingga didapatlah mean atau nilai rata-rata hasil Postes kelompok

eksperimen sebesar 64,2, kemudian menentukan hasil standar deviasi dengan

menggunakan rumus yaitu :


             f .x          f .x 2 
                     2                   2

                         -          
                     2
SDx2    =
                N          N 
                                    

            127926
                   - 6420 
                             2
        =
              30

        =   4264,2  4121,6

        = 142,6
           = 11,945

           Setelah diperoleh hasil Postes dari kelompok eksperimen sebesar 64,2 dan

standar dan standar deviasi sebesar 11,945 kemudian akan dicari nilai standar error

mean dengan menggunakan rumus yaitu :

                 SD
SDx        =
                N 1

               11,945
           =
                30  1

               11,945
           =
                 29

               11,945
           =
                5,39

SDMx       = 2,21

           Dengan demikian nilai standar error mean atau standar kesalahan mean pada

kelompok mean pada kelompok eksperimen adalah 2,21.



4. 1. 5.   Hasil Postes Kelompok Kontrol

           Hasil Postes kelompok eksperimen dengan nilai tertinggi sebesar 75 dan nilai

terendah 30 dengan perincian nilai sebagai berikut :

Range (R)               = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah

                        = 75 – 30

                        = 45

           Kemudian         dilanjutkan menentukan jumlah kelas interval (K) dengan

menggunakan rumus yaitu :

Jumlah kelas interval (K)           = 1 + 3,3 Log n

                                    = 1 + 3,3 Log 30
                              = 1 + 3,3 (1,478)

                              = 1 + 4,87

                              = 5,87  6 Kelas



         Untuk interval kelas diperoleh angka 5,87 sehingga dapat ditetapkan

pembulatan menjadi 5 dan 6. Dalam hal ini penulis menetapkan interval kelas 6.

                       R
Panjang Kelas (i) =
                       K

                       45
                   =
                       6

                   = 7,5  8 Kelas



         Jadi panjang kelas adalah 7 dan 8. Dalam hal ini penulis menetapkan kelas 8,

kemudian distribusi nilai Biologi siswa akan disajikan kedalam tabel distribusi

frekuensi sebagai berikut :



              Tabel 4. 6. Distribusi Frekuensi Postes Kelompok Kontrol

                  Yang Tidak Menggunakan Metode Karyawisata


   Interval            f             y2           y2
                                                   2           f.y2          f. y 2
                                                                                  2


   30 – 37             4             34           1156         136           4624

   38 – 45             5             42           1764         210           8820

   46 – 53             7             50           2500         350          17500

   54 – 61             8             58           3364         464          26912

   62 – 69             3             66           4356         198          13068

    70 - 77            3             74           5476         222          16428
   Jumlah                 30                                1580            87352



        Dari tabel di atas dihitung mean dengan menggunakan rumus yaitu :


Mean (my)             =
                           f .y   2

                               N

                          1580
                      =
                           30

                      = 52,66



        Sehingga didapatlah mean atau nilai rata-rata hasil Postes kelompok

eksperimen sebesar 52,66 kemudian menentukan hasil standar deviasi dengan

menggunakan rumus yaitu :


              f .y              f .y2
                                               2
                          2
                                           
                              -           
                          2
SDy      =
                  N             N         
                                          

                                       2
             87352   1580 
        =          -      
               30    30 

        =    (2911,73)  (52,66 ) 2

        =    2911,73  2773,07

        = 138,66

        = 11,77

        Setelah diperoleh hasil Postes dari kelompok eksperimen sebesar 52,66 dan

standar deviasi sebesar 11,77 kemudian akan dicari nilai standar error mean dengan

menggunakan rumus yaitu :
             SDy
SDMy     =
             N 1

              11,77
         =
              30  1

             11,77
         =
               29

             11,77
         =
              5,39

         = 2,18



         Dengan demikian nilai standar error mean atau standar kesalahan mean pada

kelompok mean pada kelompok eksperimen adalah 2,18.

         Kemudian akan dicaria nilai standar error perbedaan mean antara kelompok

eksperimen dan kelompok control dengan menggunakan rumus yaitu :



SDbm     =    SDMx SDMy

         =    (2,21) 2  (2,18) 2

         =    4,88  4,75

         =    9,63

         = 3,104

         Dengan demikian nilai standar error mean (SDbm) pada kelompok control

adalah sebesar 3,104.

4. 2.    Pengujian Hipotesis

         Adapun hipotesis yang akan diuji ialah sebagai berikut :
Hipotesis Nihil (Ho)          : Tidak ada pengaruh penggunaan metode karyawisata pada

                               konsep klasifikasi mahkuk hidup terhadap hasil belajar

                               siswa kelas VII di MTsN Langsa.

Hipotesis Alternatif (Ha)     : Ada pengaruh penggunaan     metode karyawisata pada

                               konsep klasifikasi mahkuk hidup terhadap hasil belajar

                               siswa kelas VII di MTsN Langsa.

         Untuk menguji hipotesis tersebut di atas digunakan uji statistic t-tes dengan

menggunakan rumus :

             Mx  My
to       =
             SDbM

             64 ,2  52 ,66
         =
                 3,104

             11,54
         =
             3,104

         = 3,7107

         Sehingga diperoleh hasil dari uji t adalah 3,7107 selanjutnya akan

diinterprestasikan kedalam tabel t yang terlebih dahulu ditentukan derajat kebebasan

(Db) dengan menggunakan rumus :

         Db          = (N1 + N2) – 2

         Db          = (30 + 30) – 2

         Db          = 58



         Dari tabel uji t Db sebesar 58 tidak diperoleh maka penulis akan melakukan

konversi terlebih dahulu dan Db 58 terletak antara 40 dan 60 maka :

         Db (40) t tabel       = 2,021

         Db (60) t tabel       = 2,000
          Selain Db           = 60 – 40

                              = 20


Selisih t tabel    = 2,021 – 2,000

                   = 0,021


                          0,021
Masing-masing Db      =
                           20

                      = 0,00105

Jadi untuk Db 58      = 2,021 – (18 x 0,00105)

Db 58                 = 2,002 untuk taraf signifikan 5%

Sedangkan untuk taraf signifikan 1 % maka :


Db (40) t tabel       = 2,704

Db (60) t tabel       = 2,660

Selisih Db            = 60 – 40

                      = 20

Selisih t tabel       = 2,704 – 2,660

                      = 0,044

                          0,044
Masing-masing Db      =
                            20

                      = 0,0022

Jadi untuk Db 58      = 2,704 – (18 x 0,0022)

Db 58                 = 2,664 untuk taraf signifikan 1 %
           Pada tabel t diketahui Db 58 pada taraf signifikansi 5 % nilai t tabel adalah

2,002 untuk Db 58 pada taraf signifikansi 1% nilai t tabel adalah 2,664, sehingga hal ini

menunjukkan bahwa t hitung (3,7107) > t tabel (2,002) signifikansi 5% dan t hitung

(3,7107) > t tabel (2,664) signifikansi 1% dan sesuai dengan kriteria bahwa :

-   Menolak hipotesis nihil (Ho) dan menerima hipotesis alternative (Ha) bila mana t

    hitung > t tabel.

-   Menerima hipotesis nihil (Ho) dan mneolak hipotesis alternative (Ha) bilamana t-

    hitung < t-tabel.

           Sehingga berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan bahwa Ha yang

menyatakan ada pengaruh penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi

mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa Kelas VII di MTsN Langsa. diterima. Dan

hipotesis Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh penggunaan metode karyawisata

pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa Kelas VII di MTsN

Langsa ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan penelitian ini menerima hipotesis

alternative (Ha) dan menolak hipotesis nihil (Ho).

4. 3.      Pembahasan

           Berdasarkan hasil tes yang dilakukan bahwa ada pengaruh penggunaan metode

karyawisata pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas

VII di MTsN Langsa. Hal ini dapat dilihat dari pengolahan data kelompok eksperimen

dan kelompok kontrol pada tabel berikut :

                   Tabel Selisih Kelompok Eksperimen dan Kontrol
        Kelompok              Pretes                 Postes                Selisih

    Eksperimen                 52,33                  64,2                 11,87

         Kontrol               46,2                  52,66                  6,46

         Selisih               6,13                  11,54                  5,41
         Dari tabel di atas, didapat bahwa selisih kelompok ekperimen dan kelompok

kontrol adalah sebesar 5,41, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang

menggunakan metode karyawisata lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang

tidak menggunakan metode karyawisata.

         Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t pada taraf

signifikan  = 0,05 dengan DB 58 ternyata thitung > t tabel yaitu 3,7107 > 2,002, dari

pengujian ini didapat bahwa : Hasil       belajar siswa yang menggunakan metode

karyawisata lebih baik daripada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan metode

karyawisata pada kelas VII MTsN Langsa. Hal ini terlihat bahwa rata-rata dari kedua

kelompok menunjukkan adanya perbedaan, dimana siswa yang menggunakan metode

karyawisata nilai rata-ratanya lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan

metode karyawisata. Menurut Prof. Dr. Nasution (1982) menjelaskan bahwa :

   Dengan melakukan metode karyawisata anak-anak diharapkan dapat memperoleh
   pengalaman langsung, mengumpulkan bahan untuk pelajaran memperkaya pelajaran
   didalam kelas, mengamati sendiri, mengarahkan dan memperkuat minat,
   membuktikan benar tidaknya pengertian yang diperoleh di dalam kelas, melatih
   berorganisasi, tanggung jawab, dan saling percaya mempercayai.

         Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, jelas bahwa dengan

menggunakan metode karyawisata memberikan hasil belajar yang lebih baik daripada

belajar didalam kelas. Penggunaan metode karyawisata dapat meningkatkan kreatifitas

siswa dalam belajar sehingga siswa dapat belajar secara aktif mengembangkan

kemampuan-kemampuan dirinya. Berarti dari penelitian ini jelas terlihat bahwa dengan

penggunaan metode karyawisata memberikan hasil yang positif serta dapat

meningkatkan hasil belajar siswa.
                                       BAB V



                           KESIMPULAN DAN SARAN




5. 1. Kesimpulan

         Dari hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan metode karyawisata pada

konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII di MTsN

Langsa dapat disimpulkan sebagai berikut :

   Adanya pengaruh yang positif dari penggunaan metode karyawisata pada konsep

klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa.

   Besarnya pengaruh paenggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi

mahkluk hidup terhadap hasil belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa dengan selisih

peningkatan mean adalah 5,41.



5.2. Saran-saran
        Berdasarkan hasil penelitian diatas penulis menyarankan sebagai berikut :

5.2.1. Karena hasil belajar siswa yang menggunakan metode karyawisata ternyata lebih

      baik, maka penulis menyarankan kepada guru biologi agar dapat menggunakan

      metode karyawisata dalam pembelajaran klasifikasi mahkluk hidup agar

      diperoleh hasil lebih baik.

5.2.2. Disarankan kepada teman-teman mahasiswa untuk melakukan penelitian lebih

      lanjut tentang pengaruh penggunaaan metode karyawista terhadap hasil belajar

      siswa pada konsep atau pokok bahasan yang lain.
                                 DAFTAR PUSTAKA



Anonymous (1978), Program Akta Mengajar V, Jakarta : Depdikbud

Bigge and Hunt (1980), Psikologi Pendidikan, Jakarta : Raja Grafinda Persada

Djamarah (2002), www. Metode Karyawisata.com.

Harles and Hunt (1980), Psikologi Pendidikan, Jakarta : Raja Grafinda Persada

Hadi, Sutrisno (1980), Metode Statika. Bandung : Tarsito

Hasan, Chalijah (1994), Dimensi-dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya : Al-Ikhlas
        Surabaya Indonesia.

Hamalik, Oemar (1990), Media Pendidikan. Bandung : Dalumi

Muhibbinsyah (2000), www. Metode Pembelajaran + Ceramah.com.

Nasution (1982), Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta :
        Bina Aksara.

Natawijaya (1985), Alat Peraga dan Komunikasi Pendidikan, Surabaya : PN. Balai
        Pustaka

Roestiyah (2001), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Bina Aksara.

Sardiman, A.M (1996), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali.

Soemanto, Nana (1975), Psikologi Penelitian. Jakarta : Bina Aksara

Sudjana, Nana (1975), Metodologi Penelitian, Jakarta : Bina Aksara

Sujiono, Anas (2007), Statika Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada

Tjitrosepomo, Gembong (1993), Taksonomi Umum (Dasar-dasar Taksonomi
         Tumbuhan), Yogyakarta : gajah Mada Universitas Press.
Lampiran : 1

                     Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

                                 Kelompok Eksperimen

Sekolah              : MTsN Langsa

Mata Pelajaran       : Biologi

Kelas/Program        : VII / IPA

Semester             : II

Tahun Ajaran         : 2008 / 2009


Standar Kompetensi

Memahami keanekaragaman mahkluk hidup


Kompetensi Dasar

Mendiskripsikan klasifikasi mahkluk hidup


Indikator

a. Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri yang

   dimiliki

b. Menjelaskan pentingnya dilakukan klasifikasi makhluk hidup

c. Membedakan klasifikasi mahkluk hidup disekitar berdasarkan ciri yang diamati



Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran

   Peserta didik dapat :

   1. Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri yang

       dimiliki
   2. Menjelaskan pentingnya dilakukan kalsifikasi makhluk hidup

   3. Membedakan klasifikasi makhluk hidup disekitar berdasarkan ciri yang diamati


B. Materi Pembelajaran

   1. Klasifikasi makhluk hidup

   2. Membedakan klasifikasi tumbuhan dan hewan



C. Metode Pembelajaran

   1. Model pembelajaran

      a. Kooperatif learning

      b. Direct instruction

   2. Metode pembelajaran

   Pengamatan – karyawisata

   Diskusi – Tanya Jawab


D. Langkah-langkah Kegiatan

   a. Kegiatan Pendahuluan

      - Motivasi        : Menanyakan kepada peserta didik, apakah pengertian

                           Klasifikasi Makhluk Hidup.

      - Prasarat        : Mengajukan pertanyaan, sebutkan contoh-contoh klasifikasi

                           makhluk hidup

   b. Kegiatan Inti

      -   Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

      -   Guru mengajak peserta didik keluar sekolah (sawah)

   c. Kegiatan Penutup

      -   Guru membimbing peserta didik membaut rangkuman atau kesimpulan
E. Sumber Belajar

         1. Buku paket

         2. Lingkungan luar sekolah


F. Penilaian

   1. Teknik penilaian

         -     Tes tertulis

         -     Tes kinerja

   2. Bentuk instrumen

      - Tes PG

   3. Contoh instrument

      Yang termasuk klasifikasi tumbuhan adalah :

      a. Xerofit              c. Herbivor

      b. Harnivor             d. Reptile
Lampiran : 2

                     Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

                                   Kelompok Kontrol



Sekolah              : MTsN Langsa

Mata Pelajaran       : Biologi

Kelas/Program        : VII / IPA

Semester             : II

Tahun Ajaran         : 2008 / 2009


Standar Kompetensi

Memahami keanekaragaman mahkluk hidup


Kompetensi Dasar

Mendiskripsikan klasifikasi mahkluk hidup


Indikator

a. Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri yang

   dimiliki

b. Menjelaskan pentingnya dilakukan klasifikasi makhluk hidup

c. Membedakan klasifikasi mahkluk hidup disekitar berdasarkan ciri yang diamati

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1x pertemuan)


A. Tujuan Pembelajaran

   Peserta didik dapat :

   a. Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri yang

     dimiliki
   b. Menjelaskan pentingnya dilakukan kalsifikasi makhluk hidup

   c. Membedakan klasifikasi makhluk hidup disekitar berdasarkan ciri yang diamati



B. Materi Pembelajaran

   a. Klasifikasi makhluk hidup

   b. Membedakan klasifikasi tumbuhan dan hewan



C. Metode Pembelajaran

   1. Model pembelajaran

      - Kooperatif learning

   2. Metode pembelajaran

   Diskusi – Tanya Jawab



D. Langkah-langkah Kegiatan

   3. Pertemuan Pertama

     a. Kegiatan Pendahuluan

          -    Motivasi    : Menanyakan kepada peserta didik, apakah pengertian

                             Klasifikasi Makhluk Hidup.

          - Prasarat       : Mengajukan pertanyaan, sebutkan contoh-contoh klasifikasi

                             kingdom fungi

    b. Kegiatan Inti

      -       Guru membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok

      -       Guru meminta peserta didik membuat laporan diskusi

    c. Kegiatan Penutup

      -       Guru membimbing peserta didik membaut rangkuman atau kesimpulan
E. Sumber Belajar

   - Buku paket



F. Penilaian

   a. Teknik penilaian

          -    Tes tertulis

          -    Tes kinerja

   b. Bentuk instrumen

       - Tes PG

   c. Contoh instrument

       Yang termasuk klasifikasi tumbuhan adalah :

       a. Xerofit              c. Herbivor

       b. Harnivor             d. Reptile
Lampiran : 3

                            Soal-soal Pretes dan Postes

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (x) pada

huruf a, b, s, atau d.



1.   Pengelompokkan organisme berdasarkan perbedaan ciri dan adanya persamaan

     disebut …

     a. Takson                            c. Populasi

     b. Eukariota                         d. Klasifiaksi makhluk hidup

2.   Tumbuhan yang hidup dilingkungan yang lembab disebut …

     a. Hidrovit                          c. Xerovit

     b. Hidrofit                          d. Sulfit

3.   Hewan pemakan tumbuh-tumbuhan disebut …

     a. Herbiver                          c. Canibal

     b. Karnivor                          d. Omnivor

4.   Contoh tumbuhan yang hidup ditempat yang kering adalah …

     a. Kaktus                            c. Mawar

     b. Teratai                           d. Pisang

5.   Harimau termasuk hewan pemakan daging yang disebut :

     a. Canibal                           c. Karnivor

     b. Omnivor                           d. Ovovivipar

6.   Cabang biologi yang mempelajari klasifiaksi makhluk hidup disebut :

     a. Taksonomi                         c. Fisiologi

     b. Anatomi                           d. Biokimia
7.    Urutan takson dalam klasifikasi tumbuhan yang tertinggi disebut :

      a. Ordo                               c. Spesies

      b. Genus                              d. Kingdom Plantae

8.    Takson dalam klasifikasi hewan yang tertinggi adalah :

      a. Phylum                             c. Animalia

      b. Classis                            d. Familia

9.    Contoh dari Kingdom monera adalah :

      a. Alga hijau                         c. Lumut

      b. Bakteri                            d. Paku-pakuan

10.   Kingdom monera yang tidak memiliki inti disebut :

      a. Eukariota                          c. Protista

      b. Prokariota                         d. Protozoa

11.   Yang tidak termasuk Protozoa yang berdasarkan alat geraknya adalah …

      a. Amoeba                             c. Semut

      b. Paramecium                         d. Trypanosama

12.   Hidup ditempat yang lembab dan berkembang biak dengan spora termasuk ciri :

      a. Fungi                              c. Padi

      b. Kentang                            d. Jagung

13.   Fungi yang reproduksi seksualnya dengan zigosspora disebut :

      a. Chiorophyta                        c. Chysophyta

      b. Zygomycota                         d. Rhodophyta

14.   Contoh dari divisi Basidiomycota adalah …

      a. Jamur tempe                        c. Jamur kuping

      b. Jamur ragi                         d. Jamur penisilin
15.   Yang melekatkan tubuh lumut dan mengisap air adalah …

      a. Akar                              c. Gametoid

      b. Akar serabut                      d. Rizoid



16.   Yang termasuk tumbuhan biji terbuka adalah …

      a. Padi                              c. Jagung

      b. Kacang                            d. Melinjo



17.   Yang tidak termasuk tumbuhan biji terutama biji tertutup adalah …

      a. Pinus                             c. Padi

      b. Jagung                            d. Kacang



18.   Tumbuhan yang mempunyai dua buah keeping biji disebut …

      a. Monokotil                         c. Gymnospermae

      b. Dikotil                           d. Angiospermae



19.   Contoh dari tumbuhan dikotil adalah …

      a. Ubi kayu                          c. Pisang

      b. Kunyit                            d. Kencur



20.   Yang termasuk suku polong-polongan dari tumbuhan dikotil adalah …

      a. Cabai                             c. Kacang tanah

      b. Tomat                             d. Kentang
Lampiran : 4

                Kunci Jawaban Pretes dan Postes
                    Kelas / Semester : VII / II
               Madrasah Tsanawiyah Negeri Langsa


1.   d

2.   b

3.   a

4.   a

5.   c

6.   a

7.   d

8.   c

9.   b

10. b

11. c

12. a

13. b

14. c

15. d

16. d

17. a

18. b

19. a

20. c
Lampiran : 5

                Hasil Pretes Dan Postes Kelompok Eksperimen

                                            Pretes            Postes
  No               Nama
                                             Nilai             Nilai
   1   Aisyah                                 25                40
   2   Aiyub Zamil                            30                35
   3   Ana Mariani                            25                45
   4   Bambang Wijaya                         35                50
   5   Boby Lesmana                           40                50
   6   Eka Pertiwi                            35                55
   7   Emalia                                 40                60
   8   Eno Satrio                             35                55
   9   Epa Saprina                            45                60
  10   Faisal                                 50                60
  11   Fatimah Zuhra                          50                55
  12   Fauzi Ruzar                            45                70
  13   Hendra                                 45                65
  14   Idawati                                50                70
  15   Juliani                                50                70
  16   Khairul                                45                65
  17   Lisa Putri                             45                65
  18   M. Azman                               50                70
  19   Marlina Lubis                          60                70
  20   Nurjanah Rasyid                        55                65
  21   Nurliza                                60                65
  22   Pipi Nuriska                           60                75
  23   Raihan                                 55                75
  24   Ratna Wulan                            55                75
  25   Reza Giharnaya                         65                80
  26   Ruslan Andika                          70                75
  27   Suradi                                 70                75
  28   Tika Lena                              80                85
  29   Yunita                                 75                75
  30   Zainal                                 80                85
Lampiran : 6

                  Hasil Pretes Dan Postes Kelompok Kontrol

                                            Pretes           Postes
  No                Nama
                                             Nilai            Nilai
   1   Andika                                 20               35
   2   Andri                                  25               30
   3   Al-Furqan                              20               35
   4   Azi Sucipto                            35               30
   5   Cici Hamidah                           30               40
   6   Cika                                   35               45
   7   Dodi Putra                             30               40
   8   Eni Ramadhani                          40               45
   9   Epi Suciwati                           45               45
  10   Fahrizal                               40               50
  11   Farid                                  45               50
  12   Fitri Sari                             45               50
  13   Fuzi Hartati                           40               50
  14   Gilang Aulia                           40               50
  15   Haris Setiawan                         45               50
  16   Ica Maya                               55               50
  17   Ika Mustika                            50               55
  18   Intan Purnama                          55               60
  19   Joni Kartiko                           50               55
  20   Kiki Andrian                           55               60
  21   Kartika                                50               55
  22   Nani Amani                             55               60
  23   Nico Pratama                           55               55
  24   Nurmaliah                              50               60
  25   Nurhayati                              60               65
  26   Rudi Ahmad                             60               65
  27   Rama                                   60               65
  28   Rina Diana                             65               75
  29   T. Syahrul                             70               75
  30   T. Zulham                              65               70
PENGARUH PENGGUNAAN METODE KARYAWISATA PADA
KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP TERHADAP
  HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTsN LANGSA



                          SKRIPSI



           Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas Dan
            Memenuhi Syarat-syarat Untuk Mencapai
                    Gelar Sarjana Pendidikan



                            Oleh :


                  RIKY SYAHPUTRA, L

      NIM             : 04.02.2.0816
      Jurusan         : Pendidikan Matematika dan Ilmu
                        Pengetahuan Alam (MIPA)
      Program Studi   : Pendidikan Biologi




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
     UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
                 2009
 PENGARUH PENGGUNAAN METODE KARYAWISATA PADA
   KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP TERHADAP
     HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTsN LANGSA


                                 SKRIPSI


               Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas Dan
                Memenuhi Syarat-syarat Untuk Mencapai
                        Gelar Sarjana Pendidikan


                                   Oleh :


                       RIKY SYAHPUTRA, L
           NIM             : 04.02.2.0816
           Jurusan         : Pendidikan Matematika dan Ilmu
                             Pengetahuan Alam (MIPA)
           Program Studi   : Pendidikan Biologi



                            Disetujui Oleh :

            Pembimbing I                          Pembimbing II




( Drs. H. DJALALUDDIN RADEN, MM )               ( SUPIONO, M.Pd )


                                Mengetahui :


           DEKAN                                 Ketua Jurusan




( Drs. BACHTIAR AKOB, M. Pd )         ( Drs. H. DJALALUDDIN RADEN, MM )
                               KATA PENGANTAR



        Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada kehadirat Allah SWT. Karena

dengan kudrah dan iradahnya-Nya lah skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Shalawat dan salam penulis sanjungkan kehariban Nabi Besar Muhammad SAW beserta

sahabatnya, yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan kealam yang penuh

dengan ilmu pengetahuan.

        Adapun maksud dari penulis skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat dalam

menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Jurusan MIPA Biologi Universitas Samudra Langsa, dengan judul :

“Pengaruh Penggunaan Metode Karyawisata pada Konsep Klasifikasi Mahkluk Hidup

Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTsN Langsa”.

        Adapun penyusunan karya tulis ini penulis banyak mendapat bimbingan baik

moril maupun materi dari berbagai pihak, untuk dalam kesempatan ini penulis banyak

mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Bapak Drs. Bachtiar Akob, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

   Pendidikan Universitas Samudra Langsa.

2. Bapak Drs. H. Djalaluddin Raden, MM, selaku pembimbing I dan Ketua Jurusan

   Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Langsa.

3. Bapak Supiono, S.Pd, M.Pd, selaku pembimbing II dalam penulisan skripsi ini yang

   paling banyak meluangkan waktu dan saran dalam memberikan bimbingan atas

   skripsi ini.

4. Teristimewa kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta sekeluarga yang lebih banyak

   memberikan sumbangan moril maupun materil selama penulis menuntut ilmu

   sampai akhir skripsi ini.
5. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Civitas Akademik Fakultas

   Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra Langsa.

6. Dan semua rekan-rekan sealmamater khususnya buat Hesky, Zol, Zoky, Diat, Azwar

   yang telah memberikan dorongan dan semangat dalam penyusunan skripsi ini.

       Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauhd ari kesempurnaan

dan masih banyak kesalahan yang penulis lakukan. Oleh karena itu kritikan dan saran

yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang.

       Penulis juga mendo’akan semoga pihak yang membantu penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini semoga amal dan kebaikannya diterima Allah, Amin ya

Rabbal Alamin.




                                                     Langsa,     Agustus 2009

                                                               Penulis




                                                      RIKY SYAHPUTRA. L
                                   ABSTRAKSI

  PENGARUH PENGGUNAAN METODE KARYAWISATA PADA KONSEP
     KLASIFIKASI MAHKLUK HIDUP TERHADAP HASIL BELAJAR
              SISWA DIKELAS VII DI MTsN LANGSA


         Dalam proses belajar Biologi siswa kerap kali dihadapkan dengan masalah-
masalah atau situasi yang kadangkala membuat siswa bingung dan tidak dapat langkah
yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Tetapi pada umumnya siswa
mengalami banyak kesulitan ketika mempelajari nama-nama lain didalam Biologi dan
bosan ketika guru hanya menerangkan pelajaran Biologi secara informative satu arah
tanpa variasi (metodologi ceramah), sehingga siswa cenderung pasif. Akhirnya hasil
belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan.
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada tidaknya pengaruh
penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi makhluk hidup terhadap hasil
belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil
belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas VII MTsN Langsa yang berjumlah 213 orang siswa. Sampel dalam
penelitian ini adalah kelas VII1 dan kelas VII2 dengan jumlah masing-masing 30 orang.
Kelas VII1 sebagai kelompok eksperimen dan VII2 sebagai kelompok kontrol.
         Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan
Radomized Control Group Pretes – Postes Design dan instrument (alat) pengumpulan
data yang digunakan adalah tes. Teknik analisa data menggunakan uji t dengan rumus
sebagai berikut :

                   Mx  My
              t=                   (Sutrisno Hadi, 1980:268)
                    SDbm

         Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa besarnya pengaruh
penggunaan metode karyawisata pada konsep klasifikasi mahkluk hidup terhadap hasil
belajar siswa kelas VII di MTsN Langsa dengan selisih peningkatan mean adalah 5,41.
Maka penulis menyarankan terutama kepada guru biologi agar dapat menggunakan
metode karyawisata dalam pembelajaran klasifikasi mahkluk hidup agar diperoleh hasil
yang lebih baik.
                                                      DAFTAR ISI


                                                                                                                   Halaman
KATA PENGANTAR .........................................................................................
ABSTRAKSI ........................................................................................................
DAFTAR ISI ........................................................................................................
DAFTAR TABEL ...............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................


BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................
            1. 1. Latar Belakang Masalah ..................................................................
            1. 2. Perumusan Masalah .........................................................................
            1. 3. Tujuan Penelitian .............................................................................
            1. 4. Manfaat Penelitian ...........................................................................
            1. 5. Anggapan Dasar ..............................................................................
            1. 6. Hipotesa ...........................................................................................


BAB II TINJAUAN TEORITIS ........................................................................
            2. 1. Pengertian Belajar ............................................................................
            2. 2. Belajar dan Mengajar .......................................................................
            2. 3. Jenis-jenis Belajar ............................................................................
            2. 4. Teori-teori Belajar ..........................................................................
            2. 5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar ....................................
            2. 6. Metode dan Pembelajaran Biologi ..................................................
                   2. 6. 1. Metode Ceramah .................................................................
                   2. 6. 2. Metode Diskusi ....................................................................
                   2. 6. 3. Metode Tanya Jawab ...........................................................
                   2. 6. 4. Metode Karyawisata ............................................................
                   2. 6. 5. Metode Eksperimen .............................................................
            2. 7. Motivasi Dalam Belajar ...................................................................
            2. 8. Hubungan Antara Proses Belajar dan Hasil Belajar ........................
            2. 9. Klasifikasi Makhluk Hidup .............................................................
                2. 9. 1. Klasifikasi Secara Sederhana ..............................................
                2. 9. 2. Klasifikasi Menurut Carolus Linnaeus ................................
                2. 9. 3. Klasifikasi Lima Kingdom ..................................................


BAB III         METODOLOGI PENELITIAN ..................................................
                3. 1. Waktu dan Tempat Penelitian .................................................
                3. 2. Populasi dan Sampel ...............................................................
                3. 3. Langkah-langkah Penelitian ....................................................
                3. 4. Metode dan Variabel Penelitian ..............................................
                3. 5. Teknik Analisa Data ................................................................


BAB IV          HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................
                4. 1. Hasil Penelitian ........................................................................
                4. 2. Pengujian Hipotesis .................................................................
                4. 3. Pembahasan .............................................................................


BAB V           PENUTUP ......................................................................................
                5. 1. Kesimpulan ..............................................................................
                5. 2. Saran-saran ..............................................................................


DAFTAR KEPUSTAKAAN ..............................................................................
                                               DAFTAR TABEL



Tabel

I.     Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Pembelajaran Klasifikasi Makhluk hidup

       Kelompok Eksperimen ....................................................................................

II.    Distribusi Frekuensi Nilai Postes Pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup

       Kelompok Eksperimen ....................................................................................

III.   Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup

       Kelompok Kontrol ..........................................................................................

IV. Distribusi Frekuensi Nilai Postes Pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup

       Kelompok Kontrol ..........................................................................................
                                           DAFTAR LAMPIRAN



1.    RPP Kelompok Eksperimen ...................................................................

2.    RPP Kelompok Kontrol .........................................................................

3.    Soal Pretes dan Postes ............................................................................

4.    Kunci Jawaban Soal Pretes dan Postes ..................................................

5.    Hasil Test Kelompok Eksperimen .........................................................

6.    Hasil Test Kelompok Kontrol ................................................................

7.    Tabel Distribusi Chi Kuadrat .................................................................

8.    Tabel Distribusi F ..................................................................................

9.    Tabel Distribusi T ..................................................................................

10.   Tabel Distribusi Normalitas ....................................................................

11.   Surat Keterangan Penelitian Universitas Samudra Langsa

12.   Surat Izin Penelitian Universitas Samudra Langsa

13.   Surat Keterangan Dari Perpustakaan dan Arsip Daerah

14.   Surat Keterangan Dari MTsN Langsa
Lampiran : 7

                            Perhitungan Validitas Tes

  No Urut
                  X             Y             X.Y              X2               Y2
   Siswa
      1           16            17             272            256               289
      2           15            15             275            225               225
      3           16            17             272            256               289
      4           14            15             210            196               225
      5           14            15             210            196               225
      6           13            16             208            169               256
      7           11            15             165            121               225
      8           11            15             165            121               225
      9           12            15             180            144               225
     10           12            13             156            144               169
     11           11            13             143            121               169
     12           12            14             168            144               196
     13           10            14             140            100               196
     14            9            13             117             81               169
     15            9            13             117             81               169
     16           10            14             140            100               196
     17           10            14             140            100               196
     18            9            13             117             81               169
     19            9            14             126             81               196
     20           10            11             110            100               121
     21           10            12             120            100               144
     22            9            12             108             81               144
     23            7            11              77             49               121
     24            8            12              96             64               144
     25            7            11              77             49               121
     26            8            10              80             64               100
     27            7            10              70             49               100
     28            5             9              45             25                81
     29            6             7              42             36                49
     30            5             8              40             25                64
  N = 30        x =305       y =295      xy = 4136  x     2
                                                                  = 3359   y   2
                                                                                    = 5198



Selanjutnya dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
                       N  xy   x  y 
rxy =
              [ N  x 2   x  N  y 2   y          
                               2                  2




                    30 x 4136  305 x 388
              30x3359  305 30x5198 388 
         =
                               2                      2




                         124080 118340
         =
              100770  93025155940 150544
                  5740
         =
              77455396
                5740
         =
              41 .792020

                5740
         =
             6444 ,6748

         = 0,88



         Dari hasil perhitungan terlihat bahwa r Hitung (0,88) lebih besar dari r tabel (0,05) =

0,325, dan (0,01) = 0,418, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif

antara tes pertama dan kedua. Maka soal tes tersebut dinyatakan sebagai soal tes yang

valid.
Lampiran : 8



                          Analisis Reliabilitas Tes Hasil Uji Coba

      Skor (x)                F             fX                X2     fx2

        17                    2             34               289     578
        16                    3             48               256     768
        15                    5             75               225     1125
        14                    5             60               196     980
        13                    3             39               169     507
        12                    3             36               144     432
        11                    2             22               121     242
        10                    2             20               100     200
         9                    1              9                81      81
         8                    1              8                64      64
         7                    1              7                49      49
         6                    1              6                36      36
         5                    1              5                25      25

      Jumlah                  30            369             1755     5087


Perhitungan reliabilitas seluruh soal menggunakan humus kr-21 :


       n   Mtn  Mt  
r11 =                    
                        
       n  1   n  st
                          2 
                            
Dimana :
Mt     = Mean total skor tes (  fxIN  369 / 30  12,3)

N      = Jumlah siswa (30)
n      = Jumlah item soal (20)
st2    = Varian total
              fx   fx
                     2          2
     2                              /N
st       =
                         N 1

             5087  369 / 30
                            2
         =
                  30 1
             5087 4538,7
         =
                 29
             548,3
         =
              29
         = 18,90


               n          Mt (n  Mt )
r11      ={        } {1 -               }
              n 1         (n) ( st 2 )

           20   12,3 (20  12,3) 
         =         1 
                                    
           20  1      20 (18,90) 
                                     
            20   94 ,71 
         =   1         
            19    378 
         = 1,05 (1 – 0,25)
         = 1,05 (0,75)
         = 0,78

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:643
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:85
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl