COVER

Document Sample
COVER Powered By Docstoc
					PANDUAN ANALISIS HARGA SATUAN
Pendukung Spesifikasi Umum edisi Desember 2006
              NO. 008/BM/2008




               NOPEMBER 2008




      DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
      DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
                                                                                                                  KONSEP
                                                                                                       Manual Pengoperasian

                                                             Daftar I s i

Daftar I s i ......................................................................................................................... i
Kata Pengantar ................................................................................................................ ii
1.     Ruang lingkup........................................................................................................... 1
2.     Acuan Normatif ......................................................................................................... 1
3.     Istilah dan definisi ..................................................................................................... 1
4.     Rangkuman .............................................................................................................. 3
5.     Persyaratan .............................................................................................................. 4
       5.1       Umum ................................................................................................................. 4
       5.2       Data yang Diperlukan ......................................................................................... 4
       5.3       Peralatan komputer ............................................................................................. 5
       5.4       Organisasi ........................................................................................................... 5
6.     Instalasi program ...................................................................................................... 6
7.     Membuka program AHS ........................................................................................... 6
8.     Membuka Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus ................................................ 7
9.     Menu utama.............................................................................................................. 7
10. Masukan data ........................................................................................................... 9
       9.1       Informasi umum .................................................................................................. 9
       9.2       Quarry dan Basic Price .................................................................................... 10
       9.3       Analisis harga satuan dasar alat ........................................................................ 15
       9.4       Analisis harga satuan dasar bahan .................................................................... 19
11. Analisis Harga Satuan Pekerjaan ........................................................................... 23
       10.1 Major item harga satuan dalam Spesifikasi Umum .......................................... 23
       10.2 Tahap-tahap metode analisis harga satuan pekerjaan ....................................... 23
12. Mobilisasi ................................................................................................................ 32
13. Kuantitas dan harga atau Bill of Quantity ................................................................ 34
14. Rekapitulasi ............................................................................................................ 35
15. Catatan khusus aplikasi AHS .................................................................................. 37
Bibliografi ....................................................................................................................... 42




                                                                     i
                                                                              KONSEP
                                                                   Manual Pengoperasian

                                      Kata Pengantar



Panduan Analisis Harga Satuan ini merupakan pengembangan dari Panduan Analisis
Harga Satuan No. 28/T/BM/1995 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga
Departemen Pekerjaan Umum pada tahun 1995.
Penyusunan panduan ini dilakukan sebagai revisi guna mengantisipasi kemajuan teknologi
yang erat hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan di bidang jalan dan
jembatan serta penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan seiring dengan adanya
perubahan Spesifikasi Teknik dalam dokumen kontrak pekerjaan jalan dan jembatan,
serta adanya peralatan baru dan bahan yang belum diakomodasi dalam Spesifikasi Teknik
sebelumnya.
Panduan Analisis Harga Satuan ini terdiri atas 2 bagian, yaitu:
Bagian I : Panduan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan
Pada Bagian ini dijelaskan prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam menganalisis harga
satuan sebagai dasar pembahasan penentuan harga perkiraan sendiri (HPS), dilengkapi
dengan lampiran-lampiran koefisien bahan, alat dan tenaga kerja dalam Lampiran A, serta
contoh perhitungan harga satuan dasar bahan dan pekerjaan dalam Lampiran B, dan
contoh perhitungan koefesien tenaga kerja dan upah Lampiran C.
Bagian II : Perangkat Lunak Analisis Harga Satuan
Pada Bagian ini diuraikan langkah-langkah perhitungan analisis harga satuan
menggunakan Spread-Sheet, program Microsoft Office Excel, yang akan menghasilkan
perhitungan yang dapat di cetak (print-out) sebagai laporan hasil perhitungan, dilengkapi
dengan Manual Pengoperasian dan buku Peralatan.
Dengan adanya panduan ini, maka Panduan Analisis harga Satuan No. 28/T/BM/1995
dinyatakan tidak berlaku lagi.

                                                         Jakarta,       Agustus 2008
                                                         Direktur Jenderal Bina Marga



                                                             A. Hermanto Dardak




                                             ii
                                                                           KONSEP
                                                                Manual Pengoperasian

                                   Pendahuluan

Perkembangan perangkat lunak AHS secara historis melalui tahap-tahap sebagai berikut:
Tahun 1995, perhitungan harga satuan dengan spread sheet berupa perangkat lunak
       untuk perencanaan jalan, disusun oleh Road Betterment Office (RBO) Sumatera
       Barat kemudian dikembangkan oleh Dirjen Bina Marga dan dijadikan Panduan
       Analisis Harga Satuan No. 028/T/BM/1995 dengan mempergunakan program
       aplikasi Lotus.
Tahun 2002, perangkat lunak AHS di kembangkan oleh (Sumatera Road Regional Project)
       SRRP dan program aplikasi menggunakan Microsoft Excel.
Tahun 2007, perangkat lunak AHS dikembangkan berdasarkan spesifikasi teknik per
       Desember 2006 oleh Sub Direktorat Penyiapan Standar dan Pedoman, Direktorat
       Bina Teknik, Dirjen Bina Marga.
Manual Pengoperasian Analisis Harga Satuan (PAHS) ini dimaksudkan sebagai buku
panduan dalam pembuatan Owner’s Estimate (OE) atau HPS (Harga Perkiraan Sendiri)
bagi unsur Pelaksana Pengadaan Jasa Konstruksi.
Panduan Analisis Harga Satuan No. 28/T/BM/1995 yang sampai saat ini masih digunakan
sudah berumur lebih dari satu dekade sehingga perlu dilakukan revisi sesuai dengan
perkembangan teknologi kontruksi dan peralatan.
Untuk maksud tersebut Direktorat Jenderal Bina Marga, menerbitkan Panduan Analisis
Harga Satuan yang telah disesuaikan dengan Spesifikasi Teknik (Spesifikasi Umum 2006)
dan perkembangan teknologi yang berhubungan erat dengan pelaksanaan pekerjaan
pemeliharaan/ pembangunan di bidang jalan dan jembatan. Adapun jumllah divisi dalam
Spesifikasi Umum 2006 dan perkiraan jumlah mata pembayaran, adalah sebagai berikut:

                   Spesifikasi Umum (Desember 2006)
    No                                        Jumlah Mata
                       Divisi                 Pembayaran
      I  Umum                                       1
     II Drainase                                    12
     III Pekerjaan Tanah                            17
    IV Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan          7
     V Perkerasan Berbutir                          8
    VI Perkerasan Aspal                             31
    VII Struktur                                    94
         Pengembalian Kondisi & Pekerjaan
    VIII                                            44
         Minor
    IX Pekerjaan Harian                             54
     X Pekerjaan Pemeliharaan Rutin                 26


Dalam buku panduan telah dimasukkan koefisien bahan yang dapat dipilih dalam suatu
rentang, termasuk pemakaian bahan bakar untuk memanaskan aspal di Unit Pencampur
Aspal (UPA). Sejumlah peralatan baru diakomodasikan dalam analisis ini sehingga jumlah
peralatan menjadi 52 buah.alat




                                          iii
                                                                      KONSEP
                                                           Manual Pengoperasian

Diharapkan dengan tersedianya Manual ini, diperoleh keseragaman dan persamaan
metoda dalam proses penyusunan HPS maupun evaluasi harga satuan pekerjaan ( bila
diperlukan) pada saat pelaksanaan pekerjaan fisik.




                                       iv
                                                                Manual Pengoperasian




                                       Bagian II:
                         Manual Pengoperasian perangkat lunak
                                 Analisis Harga Satuan



1.    Ruang lingkup
Manual ini menetapkan cara menjalankan perangkat lunak (software) Analisa Harga
Satuan menggunakan komputer dalam program spread sheet atau Microsoft Excell,
sebagai alat bantu untuk mendapatkan perkiraan harga satuan pekerjaan penanganan
jalan dan jembatan di lingkungan Dirjen Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum.
Proses aplikasi dilakukan dalam satu file tetapi bila dibutuhkan dapat menggunakan file
lain yang terhubung dengan file AHS (link formula).


2.     Acuan Normatif


Departemen PU (Des 2006). Buku 3: Spesifikasi Umum, Edisi Tahuin 2006
Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-02/MEN/1996 mengenai Upah Minimum
         Regional (UMR) pada 25 wilayah di Indonesia.
Peratuarn Menteri PU No. 43/PRT/M/2007, Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa
          Konstruksi




3.     Istilah dan definisi

3.1
Alat

3.1.1
depresiasi alat
adalah penyusutan nilai harga peralatan tiap tahunnya

3.1.2
harga pokok alat
harga pembelian peralatan yang bersangkutan sampai di gudang pembeli

3.1.3
nilai sisa alat (salvage value)
nilai (harga) peralatan yang bersangkutan pada saat akhir masa umur ekonomisnya

3.2
analisis harga satuan pekerjaan
perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk mendapatkan
harga satuan satu jenis pekerjaan tertentu




                                       1 dari 37
                                                                Manual Pengoperasian




3.3
bahan

3.3.1
bahan baku
bahan di suatu lokasi tertentu atau sumber bahan (quarry) dan merupakan bahan dasar
yang belum mengalami pengolahan (contoh: batu, pasir dan lain-lain), atau bahan yang
diterima di gudang atau base camp yang diperhitungkan dari sumber bahan, setelah
memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya

3.3.2
bahan olahan
bahan yang merupakan produksi suatu pabrik tertentu atau plant atau membeli dari
produsen (contoh: agregat kasar, agregat halus dan lain-lain)


3.3.3
bahan jadi
bahan yang merupakan barang jadi (contoh: tiang pancang beton pracetak, kerb beton,
parapet beton dan lain-lain) yang diperhitungkan diterima di Base Camp/Gudang atau di
pabrik setelah memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya serta biaya
pemasangan (bila diperlukan)

3.4
Daftar Kuantitas dan Harga atau Bill of Quantity (BOQ)
daftar rincian pekerjaan yang disusun secara sistimatis menurut kelompok/bagian
pekerjaan, disertai keterangan mengenai volume dan satuan setiap jenis pekerjaan, mata
uang, harga satuan, hasil kali volume dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan dan
jumlah seluruh hasil pekerjaan sebagai total harga pekerjaan



3.5
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner’s Estimate (OE)
perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional oleh panitia dan
disahkan oleh pejabat pembuat komitmen, yang digunakan sebagai salah satu acuan di
dalam melakukan evaluasi harga penawaran


3.6
Harga Satuan Dasar (HSD)
harga komponen dari mata pembayaran dalam satuan tertentu, misalnya:
  a. bahan/material (m, m2, m3, kg, ton, zak, dsb)
  b. peralatan (unit, jam, hari, dsb)
  c. upah tenaga kerja (jam, hari, bulan, dsb)

3.6.1
harga satuan dasar alat
besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti,
biaya tidak pasti atau operasi, biaya bengkel dan biaya upah, biaya perbaikan dan biaya
operatornya




                                       2 dari 37
                                                                  Manual Pengoperasian




3.6.2
harga satuan dasar bahan
besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen bahan untuk memproduksi satu satuan
pengukuran pekerjaan tertentu


3.6.3
harga satuan dasar tenaga kerja
jumlah biaya yang dikeluarkan pada komponen tenaga kerja untuk memproduksi satu
satuan pengukuran pekerjaan tertentu

3.7
harga satuan pekerjaan
biaya yang dihitung dalam suatu analisis harga satuan suatu pekerjaan, yang terdiri atas
biaya langsung (tenaga kerja, bahan dan peralatan) dan biaya operasional atau
tidaklangsung (biaya umum atau over head, dan keuntungan) sebagai mata pembayaran
suatu jenis pekerjaan tertentu, termasuk pajak-pajak

3.8
lokasi pekerjaan
tempat suatu pekerjaan dilaksanakan

3.9
mata pembayaran
jenis pekerjaan yang secara tegas dinyatakan dalam dokumen lelang sebagai bagian dari
pekerjaan yang dilelang yang dapat dibayar oleh pemilik (owner)

3.10
metode kerja
cara kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan/ bagian pekerjaan tertentu sesuai
dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan dalam dokumen lelang

3.11
over head
biaya yang diperhitungkan sebagai biaya operasional dan pengeluaran biaya kantor pusat
yang bukan dari biaya pengadaan untuk setiap mata pembayaran, biaya manajemen,
akuntansi, pelatihan dan auditing, perijinan, registrasi, biaya iklan, humas dan promosi,
dan lain sebagainya



4.    Rangkuman
Manual pengoperasian analisis harga satuan menguraikan suatu tahap-tahap perhitungan
harga satuan pekerjaan (HSP) yang secara teknis dirinci berdasarkan suatu metode kerja
dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan ketentuan dalam suatu spesifikasi teknik,
gambar disain dan harga satuan dasar (HSD) komponen utama biaya langsung seperti
tergambar dalam Gambar 1, baik untuk kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan, maupun
peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan. Proses aplikasi dilakukan dalam satu
file tetapi bila dibutuhkan dapat menggunakan file lain yang dapat terhubung (linked)
dengan file AHS.




                                        3 dari 37
                                                                                    Manual Pengoperasian




                                    A: Biaya Langsung                            B: Biaya Tidak Langsung




                            Bahan         Alat          Tenaga Kerja       B1: Biaya Umum      B2: Keuntungan
                                                                             (Over Head)


     Metode Kerja, HSD
      Bahan, Alat dan                  Analisis
      TK, Lokasi dan                 Produktifitas
        Spesifikasi


                                                                 (A + B)



                                             Harga Satuan Pekerjaan = (A+B) + PPn




                         Gambar 1 Komponen Harga Satuan Pekerjaan


5.    Persyaratan
5.1 Umum
Dalam membuat analisis harga satuan tiap-tiap satuan pengukuran memerlukan asumsi
metoda pelaksanaan pekerjaan atau cara kerja yang digunakan sehingga rumusan
analisis harga satuan yang diperoleh mencerminkan harga aktual di lapangan. Beberapa
prinsip utama AHS antara lain:
    Penyeragaman dalam metoda analisis perkiraan harga satuan di lingkungan Dirjen
     Bina Marga.
    Dalam penerapan perhitungan analisis harga satuan, harus menyesuaikan dengan
     Spesifikasi, Peraturan-peraturan dan Ketentuan-ketentuan yang berlaku, serta
     melakukan pertimbangan teknis (Engineer’s Adjustment) terhadap situasi dan kondisi
     lapangan.
    Perhitungan harga yang disusun dapat dipertanggung jawabkan secara teknis.
    Contoh perhitungan dalam manual ini tertuang dalam perangkat lunak tetapi perlu
     diperhatikan bahwa contoh ini tidak mewakili kondisi untuk seluruh daerah di
     Indonesia.

5.2 Data yang Diperlukan
Untuk menganalisis perkiraan harga satuan dengan menggunakan AHS, diperlukan data
antara lain :
    Spesifikasi, Peraturan dan Ketentuan yang berlaku
    Data Kegiatan pekerjaan
    Data EE (Estimate Engineering) dan Gambar rencana
    Peta Quarry.
    Data Sumber Material (bahan dll)
    Data Harga Satuan Dasar (bahan, bahan olahan dan bahan jadi)
    Data Harga Alat
    Data Upah (tenaga kerja)



                                                 4 dari 37
                                                                       Manual Pengoperasian




5.3       Peralatan komputer
Perangkat keras (Hardware) yang diperlukan untuk menjalankan program ini dianjurkan
mempunyai komponen minimum sebagai berikut:
         CPU Intel Pentium 3
         RAM 512 MB dianjurkam 1 GB
         Perangkat Lunak (Software) yang diperlukan untuk menjalankan program adalah
          “Microsoft Window termasuk Office 2000” ke atas, dan
         Program Microsoft Office Excel.


5.4       Organisasi
Program ini menggunakan spread sheet dalam program Microsoft Office Excel. File terdiri
atas beberapa lembar (Sheet) yang masing-masing diberi nama sebagai berikut:
  1)        Informasi       : berisi informasi umum mengenai Kegiatan Pekerjaan dll
  2)        Major           : berisi urutan item yang merupakan Pekerjaan Major
  3)        %               : berisi persentase pekerjaan Major
  4)        Rekap           : berisi Rekapitulasi Biaya
  5)        Mobilisasi      : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 1
  6)        Perhitungan Mobilisasi Alat : berisi uraian kebutuhan alat yang dimobilisasi
  7)        BOQ             : berisi Daftar Kuantitas dan Harga
  8)        D2              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 2
  9)        D3              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 3
  10)       D4              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 4
  11)       D5              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 5
  12)       D6              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 6
  13)       D6 ASBT         : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 6
  14)       D7(1)           : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7
  15)       D7(2)           : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7
  16)       D7(3)           : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7
  17)       D8(1) dan D8(2): berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 8
  18)       D9              : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Divisi 9
  19)       D10 LS-Rutin dan D10-Analisis HSP: berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan
            Divisi 10
  20)       D10 Kuantitas : berisi Kuantitas Pekerjaan Divisi 10
  21)       4-Basic Price   : berisi Harga Satuan Dasar Upah dan Bahan
  22)       4-Analisis quarry    : berisi Analisis Pengadaan Bahan Baku
  23)       4-Formulir Harga Bahan : berisi uraian Analisis harga bahan



                                            5 dari 37
                                                                       Manual Pengoperasian




     24)    5-Alat(1) dan 5-Alat(2): berisi Analisis Biaya Sewa Alat
     25)    Agg Halus & Kasar : berisi Analisis Harga Satuan Dasar Bahan Olahan Agregat
            Halus dan kasar
     26)    Agg A           : berisi Analisis Harga Satuan Agregat A
     27)    Agg B           : berisi Analisis Harga Satuan Agregat B
     28)    Agg C           : berisi Analisis Harga Satuan Agregat C




6.     Instalasi program
Perangkat lunak program Analisis Harga Satuan dikemas dalam compact disk (CD) dan
dapat digandakan ke dalam flask disk. sehingga cara menginstalnya sangat sederhana
yaitu cukup mengcopy Sub Direktory PAHS versi 2.0 ke dalam computer.
Apabila media yang akan dikopi dari CD, cara mengkopi sama tetapi properties Read
Only harus dirubah, caranya dengan menyorot file AHS kemudian Klik kanan mouse, pilih
properties, tanda pada Read Only dihilangkan kemudian klik Apply.



7.     Membuka program AHS

Untuk membuka program ini dapat dilakukan dengan 2 cara:

Cara Pertama :
Melalui fasilitas Windows, buka Microsoft Excel, File open cari file “AHS SPEK DES
2006.xls“ ( Enter ).

Cara kedua :
Melalui fasilitas Windows Explorer, cari file “AHS SPEK DES 2006 “, tekan enter atau click
mouse dua kali.

           CATATAN 1:
           Selama mengoperasikan AHS dilarang memakai fasilitas DELETE / INSERT ROW
           dan COLUMN kecuali sudah yakin tidak mempengaruhi formula dan link
           formulanya.

Tampilan yang pertama kali terlihat adalah tampilan security warning (gambar 2), tombol
yang dipilih tombol Enable macros , kemudian tampilan Disclaimer (gambar 3), tombol
yang dipilih tombol Setuju ,apabila menyetujui ketentuan yang tertuang pada lembar
Disclaimer.

Khusus untuk komputer yang mempergunakan Microsoft office 2007 (Widows Vista),
sesudah memanggil perangkat lunak Analisa Harga Satuan, klik dulu “option”, pindah ke
”Enable this Content”, klik tombol “OK”, apabila tidak berhasil cara yang lain dengan
merubah Macro Security, menjadi medium.




                                            6 dari 37
                                                                   Manual Pengoperasian




                                 Gambar 2 Peringatan




                                 Gambar 3 Disclaimer


8.  Membuka Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus
Sesudah membuka file “AHS SPEK DES 2006 “ kemudian file Analisa Harga Satuan
Spesifikasi Khusus di panggil (open), file ini mempunyai link formula dengan file “AHS
SPEK DES 2006 “.

9.   Menu utama
Sebelum memulai mempelajari langkah pengoperasian, diharapkan terlebih dahulu
mempelajari Buku Panduan Analisis Harga Satuan dan Buku Peralatan.




                                        7 dari 37
                                                                                          Manual Pengoperasian




Berikut ini disajikan bagan alir proses pengoperasian AHS. Bagan alir pengoperasian
AHS menjadi dasar pengoperasian analisis harga satuan dalam tahap berikutnya di buku
ini.


                              BAGAN ALIR OPERASIONAL PAHS


              Mulai



       INFORMASI UMUM               QUARRY & BASIC                                 ANALISA ALAT
                                        PRICE                                   1. JENIS (E)
     1. BUNGA PINJAMAN (U)
     2. JARAK ANGKUT BC. KE                                                     2. KAPASITAS (E)
     LOKASI PEK. (E)                1. UPAH (U)                                 3. UMUR (E)
     3. INFROMASI LAINNYA           2. BAHAN (U)                                4. HARGA POKOK (U)
                                                                                BIAYA SEWA / JAM




                                                                                ANALISA PRODUKSI
                                      TIDAK
                                                                                1. AGR. KSAR & HALUS
                                                          PERIKSA               2. AGREGAT KELAS A
                                                                                2. AGREGAT KELAS B
                                                                                2. AGREGAT KELAS C

                                                                  YA




                                                      URAIAN ANALISA
                                                           PEK.
                                                     1. ASUMSI / FAKTOR (E)
                                                     2. METODE RELAKS.
                                                     3. BAHAN
                                                     4. ALAT
                                                     5. UPA (E)


                                                      ANALISA HARGA
                                                         SATUAN

                                                     1. KOEF. UPAH
                                                     2. KOEF. BAHAN
                                                     3. KOEF ALAT
                                                     4. OVERHEAD + PROFIT
                                                     5. HARGA PEKERJAAN




                                                   DAFTAR KUANTITAS
                                                   DAN HARGA (BILL OF
                                                      QUANTITIES)

                                                   1. PERKIRAAN KUANTITAS (E)                             TIDAK
     URAIAN                                        2. HARGA SATUAN
   ANALISA PEK.                                    PEKERJAAN
                                                   3. JUMLAH HARGA
  1. MOB. PERALATAN                                                                                    PERIKSA
  2. LABORATORIUM
  3. BASE CAMP
  4. DEMOBILISASI
  5. DLL                                               REKAPITULASI
                                                                                                          YA
                                                   1. JUDUL PROYEK (E)
                                                   2. JUMLAH HARGA
                                                   PPN
                                                   3. TOTAL HARGA
                                                                                                       SELESAI




                              Gambar 4. Bagan Alir Pengoperasian AHS




                                                         8 dari 37
                                                              Manual Pengoperasian




10. Masukan data
Sesuai dengan bagan alir pada Gambar 4, tahapan berikutnya adalah masukan data ke
dalam software AHS

9.1 Informasi umum
Sesudah AHS di copy kedalam Harddisk kemudian buka file AHS SPEK DES 2006.xls,
dengan mengklik file AHS SPEK DES 2006.xls dan, Open, maka di layar monitor akan
muncul sejumlah nama “Sheet” atau “Lembar”, antara lain umumnya menampilkan
INFORMASI UMUM, seperti dalam Gambar 5. Pada bagian bawah Gambar 5 terlihat
nama lembar lainnya sebanyak 31 lembar, sesuai yang diuraikan dalam 5.4: Organisasi.




                     Gambar 5 : Cuplikan Lembar: INFORMASI

Tampilan pertama dalam lembar INFORMASI UMUM harus diisi sesuai dengan data
kegiatan pekerjaan dan asumsi lokasi base camp, serta ringkasan metode pelaksanaan
yang sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi Teknik.
Untuk mempermudah masukan data dalam software ini harus memperhatikan sel yang
akan diubah datanya, karena ada sel berhuruf warna hitam dan sel yang berhuruf warna
biru.




                                     9 dari 37
                                                               Manual Pengoperasian




Data yang dimasukan ada yang berupa masukan atau keterangan. Data yang dimasukan
akan mempengaruhi perhitungan atau berinteraksi terhadap lembar lain, terutama
terhadap sel-sel yang dalam Lembar D2, Lembar D3 dan seterusnya.


9.2   Quarry dan Basic Price
Quarry dan Basic Price terdapat dalam Lembar 4-BASIC PRICE dan Lembar 4: ANALISIS
QUARRY.
Lembar 4: BASIC PRICE berisi data isian seperti terlihat pada Gambar 6a: Harga satuan
dasar upah, Gambar 6b: Harga satuan dasar bahan, dan Gambar 6c: Harga satuan dasar
alat.




                  Gambar 6a. Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE




                                     10 dari 37
                                          Manual Pengoperasian




Gambar 6b : Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE




                   11 dari 37
                                                               Manual Pengoperasian




               Gambar 6c : Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE

Pada Gambar 6a, Gambar 6b dan Gambar 6c menunjukkan data yang harus dimasukan
ke dalam Lembar 4: BASIC PRICE.

Harga alat akan langsung dilink ke Lembar 5: ANALISIS ALAT, seperti ditunjukkan dalam
Gambar 7a.

Lembar 4: ANALISIS QUARRY berisi data isian seperti terlihat pada Gambar 6a.




                                     12 dari 37
                                           Manual Pengoperasian




Gambar 6a : Contoh cuplikan Lembar 4-ANALISIS QUARRY




                     13 dari 37
             Manual Pengoperasian




14 dari 37
                                                                  Manual Pengoperasian




                Gambar 6b : Contoh cuplikan Lembar 4-ANALISIS QUARRY

Data yang dimasukan ke dalam Analisis Quarry dalam Gambar 4a, akan mempengaruhi
rumus-rumus pada perhitungan yang ada di Lembar 4: ANALISIS QUARRY dan lembar
lainnya. Gambar 6a dan Gambar 6b adalah contoh HSD Pasir Pasang.
Pada lembar ini dimasukan data yang diperlukan dari setiap bahan dan harga, sehingga
akan mempengaruhi perhitungan Harga Satuan yang ada pada sel-sel dalam halaman
lembar yang bersangkutan dan lembar lainnya.
Perhitungan Analisis Harga Satuan membutuhkan masukan data antara laian :
             Asumsi; berisi asumsi-asumsi yang digunakan untuk perhitungan Analisis
              harga satuan pasir pasang
             Urutan kerja atau metode kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan
              Pasir pasang yang sesuai dengan spesifikasi
             Asumsi Alat yang digunakan


9.3 Analisis harga satuan dasar alat
Analisis alat terdapat dalam Lembar 5: Alat(1) dan Lembar 5: Alat(2)
Lembar 5: Alat(1) dan Lembar: Alat (2) berisi:
   Uraian Analisis Alat, dengan jenis alat yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:
               ASPHALT MIXING                       26
         1.    PLANT                       E01       .   JACK HAMMER               E26
                                                    27
         2.    ASPHALT FINISHER            E02       .   FULVI MIXER               E27
                                                    28
         3.    ASPHALT SPRAYER             E03       .   CONCRETE PUMP             E28
               BULLDOZER 100-150                    29
         4.    HP                          E04       .   TRAILER 20 TON            E29
               COMPRESSOR 4000-                          PILE DRIVER +
         5.    6500 L\M                    E05      30   HAMMER                    E30
               CONCRETE MIXER 0.3-                  31   CRANE ON TRACK 35
         6.    0.6 M3                      E06       .   TON                       E31
                                                    32
         7.    CRANE 10-15 TON             E07       .   WELDING SET               E32
                                                    33
         8.    DUMP TRUCK 6 - 8 TON        E08       .   BORE PILE MACHINE         E33
               DUMP TRUCK 10 - 12                   34   ASPHALT LIQUID
         9.    TON                         E09       .   MIXER                     E34
         10                                         35
          .    EXCAVATOR 80-140 HP         E10       .   TRONTON                   E35
         11    FLAT BED TRUCK 3-4                   36   COLD MILLING
          .    M3                          E11       .   MACHINE                   E37
         12                                         37
          .    GENERATOR SET               E12       .   ROCK DRILL BREAKER        E36
         13    MOTOR GRADER >100                    38
          .    HP                          E13       .   COLD RECYCLER             E38
         14    TRACK LOADER 75-100                  39
          .    HP                          E14       .   HOT RECYCLER              E39


                                           15 dari 37
                                                          Manual Pengoperasian




    15   WHEEL LOADER 1.0-1.6                  40 AGGREGATE (CHIP)
     .   M3                          E15        .   SPREADER            E40
    16   THREE WHEEL ROLLER                    41 ASPHALT
     .   6-8 T                        E16       .   DISTRIBUTOR         E41
    17                                         42
     .    TANDEM ROLLER 6-8 T. E17              .   SLIP FORM PAVER     E42
    18                                         43 CONCRETE PAN
     .    TIRE ROLLER 8-10 T.         E18       .   MIXER               E43
    19    VIBRATORY ROLLER 5-                  44
     .    8 T.                        E19       .   CONCRETE BREAKER    E44
    20                                         45
     .    CONCRETE VIBRATOR           E20       .   ASPAHLT TANKER      E45
    21                                         46
     .    STONE CRUSHER               E21       .   CEMENT TANKER       E46
    22    WATER PUMP 70-100                    47 CONDRETE MIXER
     .    mm                          E22       .   (350)               E47
    23    WATER TANKER 3000-                   48
     .    4500 L.                     E23       .   VIBRATING RAMMER    E48
    24                                         49 TRUK MIXER
     .    PEDESTRIAN ROLLER           E24       .   (AGITATOR)          E49
    25                                         50
     .    TAMPER                      E25       .   BORE PILE MACHINE   E50
                                               51 CRANE ON TRACK 75-
                                                .   100 TON             E51
        Analisis biaya sewa peralatan per jam kerja (1)
        Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja.




                                     16 dari 37
                                                                 Manual Pengoperasian




        Gambar 7a Cuplikan Lembar: ANALISIS ALAT untuk Asphalt Mixing Plant
                                            (AMP)

Pada saat inputing data harus mengasumsi spesifikasi alat yang akan digunakan. Hasil
dari Uraian Analisis Alat disusun secara otomatis (links formula) menjadi Tabel Analisis
biaya sewa peralatan per jam kerja dan Tabel Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja
(gambar 5b dan 5c).




                                       17 dari 37
                                                      Manual Pengoperasian




Gambar 7b Cuplikan Biaya Pasti alat pada analisis biaya sewa peralatan per
                             jam kerja (1)




      Gambar 7c : Cuplikan Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja




                             18 dari 37
                                                                 Manual Pengoperasian




9.4 Analisis harga satuan dasar bahan
Analisis produksi terdiri dari lembar Agg Halus & Kasar, Agg A, Agg B, dan Agg C




             Gambar 8a : Cuplikan dari Lembar: AGG HALUS & KASAR



                                       19 dari 37
                                      Manual Pengoperasian




Gambar 8b : Cuplikan dari Lembar: Agg A




               20 dari 37
                                     Manual Pengoperasian




Gambar 8c : Cuplikan dari Lembar Agg B




              21 dari 37
                                                              Manual Pengoperasian




                     Gambar 8d : Cuplikan dari Lembar Agg C

Masukan data harus memperhatikan spesikasi yang berlaku dan metode konstruksinya.
Setelah melakukan proses Analisis Produksi, maka dilakukan pemeriksaan terhadap
semua lembar yang sudah diisi datanya. Bila terjadi kesalahan maka periksa lagi dari
awal sesuai dengan Gambar 1. Bila sudah benar maka proses dilanjutkan ke tahap
berikutnya




                                     22 dari 37
                                                                  Manual Pengoperasian




11. Analisis Harga Satuan Pekerjaan
10.1 Major item harga satuan dalam Spesifikasi Umum
Sesudah melalui tahapan masukan data sesuai dengan Pasal 9, maka langkah berikutnya
adalah memasukan data ke dalam lembar-lembar uraian Analisis Harga Satuan
Pekerjaan, yang terdiri atas divisi-divisi, masing-masing dalam Lembar-lembar sebagai
berikut :
   -     D2            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 2
   -     D3            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 3
   -     D4            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 4
   -     D5            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 5
   -     D6            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 6
   -     D6 ASBT       : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 6
   -     D7(1)         : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7
   -     D7(2)         : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7
   -     D7(3)         : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7
   -     D8 (1)        : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 8
   -     D8 (1)        : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 8
   -     D9            : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 9
   -     D10 LS-Rutin : berisi Analisis Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 10
   -     D10 Kuanitas : berisi Kuantitas Pekerjaan dalam Divisi 10
   -     D10 Analisis HSP: berisi uraian Analisis Harga Satuan Pekerjaan dlm Divisi 10


10.2 Tahap-tahap metode analisis harga satuan pekerjaan
Pada prinsipnya Metode perhitungan Analisis Harga Satuan Divisi 2 sampai Divisi 8
dapat dirangkum seperti pada Gambar 9, Pengisian Asumsi dan Metode Kerja harus
memperhatikan Gambar Rencana, Spesifikasi, Ketentuan dan Peraturan yang berlaku
serta pertimbangan teknis terhadap situasi dan kondisi lokasi pekerjaan disamping hal-
hal lain yang berkaitan dengan Perhitungan Analisis Harga Satuan.
Sesudah Asumsi dan Metode Kerja selesai maka komponen bahan, alat dan upah dapat
dianalisis dan pada akhirnya harga satuan dapat ditentukan.

  Asumsi:
   Jenis Pekerjaan
   Lokasi
   Material (Spesifikasi)         Analisis Harga Satuan
   Informasi lain                 Dasar (HSD):
                                    Komponen Bahan                     Analisis Harga
                                    Komponen Alat                     Satuan Pekerjaan
  Metode Kerja:
   Jenis Alat                      Komponen Upah
   Cara Pelaksanaan
   Informasi lain

                                                 Overhead               Harga Satuan
                                                 dan Profit            Pekerjaan (HSP)

              Gambar 9 Metode perhitungan Analisis Harga Satuan
Salah satu contoh proses uraian analisis harga satuan pekerjaan ditunjukkan pada
Gambar 10 di bawah ini.


                                         23 dari 37
                                                           Manual Pengoperasian




Gambar 10a Cuplikan dari Lembar: D2, untuk analisis galian drainase, saluran dan
                                  saluran air




                                   24 dari 37
                                               Manual Pengoperasian




Gambar 10b Cuplikan dari Lembar: D2, Rekaman Analisis HSP
  Untuk pekerjaan galian drainase, saluran dan saluran air
                             .




                        25 dari 37
                                                              Manual Pengoperasian




Perhitungan Analisis harga satuan Divisi 2 sampai dengan Divisi 8 mempunyai metode
perhitungan yang sama yaitu mengikuti urutan dalam Gambar 7, yaitu
     Asumsi
     Urutan kerja/Metode kerja
     Pemakaian bahan, alat, dan tenaga kerja yang masing-masing dihitung dari Harga
      Satuan Dasar (HSD) setiap komponen.
     Seluruh data direkam secara otomatis dalam Formulir Standar Analisis Harga
      Satuan Pekerjaan (HSP), seperti ditunjukkan pada Gambar 10b.
Dalam proses masukan data harus memperhatikan metode konstruksi dan spesifikasi
teknik yang berlaku, serta memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
     Data di kolom Harga Satuan yang terhubung (link formula) dengan Lembar 4-
      Basic Price dan lembar lain sesuai kebutuhan, kecuali untuk Alat Bantu yang
      satuannya lumpsum.
     Untuk mendapatkan Harga Satuan Pekerjaan harus dimasukan juga Overhead
      dan profit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Contoh perhitungan analisis harga satuan Divisi 9: Pekerjaan Rutin disajikan dalam
Gambar 11a untuk kendaraan Dump Truck, dan Gambar 11b hasil rekaman harga satuan
pekerjaan tanah.
Pada lembar ini semua data merupakan data yang terhubung dengan lembar lain.




                                     26 dari 37
                                                      Manual Pengoperasian




Gambar 11a Cuplikan Lembar: D9, analisis HSP harian menggunakan kendaraan
                         Dump Truck, Kap 3-4 m3.


                                27 dari 37
                                                     Manual Pengoperasian




Gambar 11b Cuplikan Lembar: D9, rekaman analisis HSP harian menggunakan
                        Dump Truck Kap 3-4 m3




                               28 dari 37
                                                           Manual Pengoperasian




Perhitungan analisis harga satuan Divisi 10 diuraikan pada Lembar: D10 LS-Rutin,
Lembar: D10 Kuantitas dan Lembar: D10 Analisis HSP, dan beberapa contoh analisis
disajikan dalam Gambar 12a, Gambar 12b, dan Gambar 12c.




Gambar 12a : Cuplikan Lembar: D10 LS-Rutin, rekaman analisis HSP pemeliharaan
                                rutin perkerasan




                                   29 dari 37
                                                         Manual Pengoperasian




Gambar 12b : Cuplikan Lembar: D10 Kuantitas, hasil analisis HSP pemeliharaan
              rutin perkerasan dengan pembayaran Lumpsum




                                 30 dari 37
                                                       Manual Pengoperasian




Gambar 12c Cuplikan Lembar: D10 Analisis HSP pondasi Agregat Kelas B untuk
                              pekerjaan rutin




                                31 dari 37
                                                                Manual Pengoperasian




12. Mobilisasi

Uraian Analisis HSP Mobilisasi diuraikan dalam 2 lembar, yaitu Lembar: Mobilisasi dan
Lembar Perhitungan Mobilisasi Alat. Hasil perhitungan disajikan dalam Gambar 13.




                     Gambar 13a: Cuplikan Lembar: Mobilisasi




                                      32 dari 37
                                           Manual Pengoperasian




Gambar 13b: Cuplikan Lembar Mobilisasi (lanjutan)




                    33 dari 37
                                                             Manual Pengoperasian




      Gambar 13c: Cuplikan Lembar: Perhitungan Mobilisasi, untuk beberapa alat




13. Kuantitas dan harga atau Bill of Quantity

Daftar Kuantiítas dan Harga disusun dalam Lembar: BOQ dan ditunjukkan dalam Gambar
14.




                                     34 dari 37
                                                              Manual Pengoperasian




       Gambar 14 Cuplikan Lembar: Daftar Cuantiítas dan Harga atau BOQ


Daftar kuantitas dan harga (BOQ), disajikan secara otomatis dari seluruh hasil
perhitungan HSP, termasuk data kuantiítas pekerjaan yang dihitung dari Engineering’s
Estimate.



14. Rekapitulasi

Rekapitulasi seluruh kuantitas dan harga yang diperoleh disusun dalam Lembar: Rekap,
dan disajikan dalam Gambar 15, yang seluruhnya secara otomatis terhubung dengan
Lembar: Informasi dan Lembar: BOQ.




                                     35 dari 37
                                   Manual Pengoperasian




Gambar 15 Cuplikan Lembar: Rekap




            36 dari 37
                                                                 Manual Pengoperasian




15. Catatan khusus aplikasi AHS

1. SE Menteri PU 1996 Radinal Mochtar, bahwa OHP untuk OE adalah maksimum 10%.
   Untuk fasilitas Direksi Pekerjaan (PPK) seperti kantor, tempat tinggal dan kendaran
   harus seijin Eselon I. Dalam Spesifikasi, disebutkan bahwa fasilitas ini disediakan
   dalam Kontrak terpisah (maksudnya untuk Konsultan).
2. Dalam Seksi 1.4 Fasilitas dan Pelayanan Pengujian tidak dibayar terpisah maka
   kebutuhan ini harus ditampung dalam Mata Pembayaran 1.2 Mobilisasi. Dengan
   demikian, tenaga kerja (terampil maupun tidak) harus disediakan dalam perhitungan.
   Contoh : 1 laboratorium butuh 2 teknisi dan 6 tenaga kerja kasar selama masa
   pelaksanaan. Dalam Perhitungan Mobilisasi, terdapat (D) Fasilitas Laboratorium dan
   Layanan yang dirinci dari no. 1 s/d 3, kebutuhan tenaga ini dimasukkan dalam (D)
   sebagai no. 4 Dukungan Layanan (Lump Sum, diperoleh seperti contoh diatas).
3. Seksi 1.8 Pemeliharaan Lalu Lintas tidak dibayar terpisah, karena sudah termasuk
   dalam masing-masing Harga Satuan. Ambil contoh EINRIP sebagai rincian dari
   kebutuhan ini.


                                Uraian                              Satuan jumlah
    Lampu Berkedip                                                  Buah ……..
    Penghalang Lalu Lintas (Jenis Beton)                            Buah …….
    Penghalang Lalu Lintas (Jenis Plastik)                          Buah ……..
    Detachable Pedestrian Barrier (Including Concrete Footing)      Buah ……..
    Pemandu Lalu Lintas (Pengibar Bendera)                              ……..
                                                                    Orang-Hari
    Pengawas Keselamatan (KMLK)                                         ……..
                                                                    Orang-Hari
    Papan Rambu Lalu Lintas (termasuk tiang dan pondasi telapak     Buah
    baton)
    Lampu Tali                                                      M      ……..
    Marka Punggung (lebar 150 mm, Menerus Berwarna Kuning)          M      ……..
    Pelat Baja (4 x 8 x ¾)                                          Buah ……..
    Jala Keselamatan dengan diameter 50 mm.
    Pengaku Horizontal danVertikal (termasuk aksesori)                     ……..
                                                                           M
    Rambu Peringatan                                                Buah ……..
    Lain-lain                                                              ……..


   Asumsi lokasi penutupan setengah lebar jalan adalah sepanjang 300 m. Terdapat 2
   team yang bekerja secara simultan. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah
   selama masa pelaksanaan (jika tidak ada data maka diambil 1 tahun).


   Dalam perhitungan, setelah nilai kebutuhan diatas diperoleh, maka dihitung berapa
   persen terhadap seluruh Kontrak (x %). Dengan demikian dalam Breakdown masing-
   masing Mata Pembayaran akan ditambahkan Pemeliharaan sebesar x %.


                                       37 dari 37
                                                                  Manual Pengoperasian




4. Perlu diperiksa berapa lama masa pelaksanaan dan berapa panjang ruas dalam
   Kontrak (Dokumen Lelang termasuk Gambar Rencana) sehingga apakah wajar jika
   kita memutuskan untuk menambah team karena space untuk bekerja itu sangat
   terbatas. Misalnya seperti jalan tol yang hanya dapat dikerjakan pada malam hari.
   Dalam hal ini, tentunya durasi kerja alat (tahunan) tidak boleh diambil terlalu tinggi.
5. Abstrak, komponen utama dalam AHS adalah bahan, tenaga kerja dan peralatan
   (termasuk bahan bakar dan operator). Kebutuhan bahan tidak boleh menyimpang dari
   Spesifikasi, sedangkan tenaga kerja dan peralatan yang digunakan tergantung dari
   metode pelaksanaan yang akan digunakan dan kondisi masing-masing proyek/lokasi.
   Dalam hal ini, koefisien bahan umumnya sudah fix (atau dalam rentang), sedangkan
   koefisien tenaga kerja dan peralatan akan sangat bervariasi. Tidaklah mungkin setiap
   proyek mempunyai koefisien tenaga kerja dan peralatan yang sama..
6. Contoh Perhitungan Produksi Peralatan Pemecah Batu (Stone Crusher)
    Jenis Crusher : JAW CRUSHER
    Kapasitas 90 Ton per jam pada setting bukaan 80 mm (berdasarkan data dari pabrik).
    Jenis batu yang dipecah : LIME STONE
    Uhuran saringan terpasang : 5 mm, 20 mm dan 40 mm
    Dari ukuran saringan yang terpasang serta dari setting bukaan Jaw Crusher, ukuran
    agregat yang dihasikan adalah :
    0 – 5 mm
    5 – 20 mm
    20 – 40 mm
    40 – 80 mm
    Ukuran agregat yang banyak diperlukan adalah dari ukuran halus, yaitu 0 – 5 mm.
    Sedangkan agregat ukuran 20 – 40 mm dan ukuran 40 – 80 mm tidak diperlukan,
    sehingga harus dipecah lagi dengan menggunakan crusher lain, yaitu crusher kedua
    (secondary) dan crusher ketiga (testierry). Crusher kedua (secondary) akan
    memecah kembali agregat ukuran 20 – 40 mm sedangkan crusher ketiga (testierry)
    akan memecah agregat ukuran 40 – 80 mm.

    Perhitungan Produksi Agregat
    Primary Crusher
    Setting 80 mm, jenis batu lime stone dan under size percentage = 85% (dari tabel).
    Dari data diatas, pada grafik Sieve Analysis Produk Jaw Crusher, akan diperoleh
    garis grafik ∂ (yang terdekat dengan tititk potong).

    Produksi agregat : lihat garis ∂ pada grafik.
    40 – 80 mm = 87% - 52% = 35% = 35%/87% * 90 Ton/jam = 36,21 Ton/jam
    20 – 40 mm = 52% - 32% = 20% = 20%/87% * 90 Ton/jam = 20,69 Ton/jam
     5 – 20 mm = 32% - 15% = 15% = 17%/87% * 90 Ton/jam = 17,58 Ton/jam
     0 – 5 mm = 15%                    = 15%/87% * 90 Ton/jam = 15.52 Ton/jam

    Secondary Crusher
    Agregat yang dipecah adalah ukuran 40 – 80 mm, sejumlah 36.21 Ton/jam
    Jenis pemecah dipilih : Cone Crusher
    Kapasitas 40 ton/jam pada setting 20 mm, undersize percentage diambil 75%, dari
    setting pemilihan undersize 75 % ditemukan garis grafik pada sieve analysis produk
    Cone Crusher garis C (yang terdekat dengan titik potongnya).
    Ukuran Agregat yang dihasilkan adalah ukuran 0 – 5 mm dan 5 – 20 mm
    Produksi agregat dari secondary :
     5 – 20 mm = 78% - 13% = 65% = 65%/78% * 36.21 = 30,17 Ton/jam



                                       38 dari 37
                                                            Manual Pengoperasian




  0 – 5 mm = 13%                = 13%/78% * 36.21 = 6.04 Ton/jam
Tertierry Crusher
Agregat yang dipecah adalah ukuran 20 – 40 mm produksi dari Primary crusher
sejumlah 20.69 Ton/jam, jenis pemecah yang dipilih Cone Crusher kapasitas 25
ton/jam pada seting 2 mm undersize persentage 75%
Garis grafik adalah garis C
Ukuran agregat yang dihasilkan adalah ukuran 0 – 5 mm , 5 -20 mm.

Produksi agregat dari tertierry :
 5 – 20 mm = 78% - 13% = 65% = 65%/78% * 20,69 = 17,24 Ton/jam
 0 – 5 mm = 13%                   = 13%/78% * 20,69 = 3,45 Ton/jam

Total produksi agregat :
Ukuran 5 – 20 mm = 17,58 + 30,17 + 17.24 = 64,99 Ton/jam
Ukuran 0 – 5 mm = 15,52 + 6.04 + 3,45 = 25,01 Ton/jam

Catatan :
Untuk memperbesar produksi agregat halus ( 0 – 5 mm ) dapat diperoleh dengan
pemecahan kembali agregat 5 – 20 mm memakai Impact Crusher kapasitas + 65
ton/jam.
Untuk memperoleh agregat yang lebih kecil bisa dicapai cara mempercepat putaran
palunya.
Alternatif yang lebih baik adalah secondary dan tertiery crusher diganti dengan
Impact Crusher dengan fungsi yang tetap sebagai secondary dan tertiery crusher.




                                  39 dari 37
             Manual Pengoperasian




40 dari 37
             Manual Pengoperasian




41 dari 37
                                                                  Manual Pengoperasian




                                        Bibliografi


Bahan Bacaan dan Refensi Analisis Harga Satuan SRRP, Januari 2003 (Modul 1, 2, 3,
         dan 4).
Bina Marga, No. 028/T/BM/1995. Panduan Analisis Harga Satuan
Brochures / Leaflets Produk KOMATSU, SAKAI
Caterpillar Performance Handbook Edition 34, October 2003
Data Spesifikasi Teknik dari Nissan (Astra International)
Data Spesifikasi Teknik dari PT. Bukaka untuk AMP.
Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen PUTL, No. 02/ST/BM/73. Standarisasi
           Analisis Biaya Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bagian III,
Laporan Akhir, Pekerjaan Pengembangan Panduan Analisis Harga Satuan Paket D-8.
Leaflets / Brochures Data Spesifikasi Peralatan AMP, Stone Crusher dari PT. Rutraindo
Leaflets / Brochures Data Spesifikasi Peralatan Produk dari WIRTGEN, HAMM dan
           VOGELE
Mc Graw-Hill tahun 2006. Construction Planning, Equipment, and Methods, Peurefoy-
         Scheknayder-Shapira seventh Edition.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan Pedoman
          Pengadaan Jasa Konstruksi
Pusat Litbang Jaan dan Jembatan (2006). Laporan Akhir Penelitian dan Pengembangan
           Metode Penetapan Harga Satuan Bidang Jalan Tahun 2006.
Robert L. Peurifoy and Garold D. Oberlender. Estimating Construction Costs, Fifth edition,
           Penerbit Mc. Graw Hill, tahun 2004
Specifications and Application Handbook Edition 15, KOMATSU 1993
Specifications and Application Handbook Edition 17, KOMATSU 1996
Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan Tahun 2005.
Tata Cara Pemasangan CMP dari Bakrie




                                        42 dari 37

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:631
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:47
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl