BENCANA ALAM by anamaulida

VIEWS: 175 PAGES: 2

									                BENCANA ALAM
                Banjir Terjang Jabar, Jateng, Jatim
                ANGKUTAN BANJIR - Seorang warga menumpang gerobak bersama motornya untuk melewati
                genangan air di Desa Wilalung, Demak, Jateng, Sabtu (11/12). Banjir tersebut diakibatkan
                luapan Waduk Wilalung yang tidak mampu menampung karena curah hujan yang tinggi. (Antara)


                Senin, 13 Desember 2010


JAKARTA (Suara Karya): Banjir melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah,
dan Jawa Barat. Akibatnya, ribuan rumah dan hektare sawah, bahkan tambak milik
warga, terendam air. Banyak petani yang mengalami gagal panen.
       Di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), sedikitnya 1.050 ha persawahan tanaman
       padi terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo dan anak sungainya. Lahan
       yang terendam banjir antara lain terdapat di sejumlah desa di Kecamatan Kanor,
       Baureno, Dander, Balen, Kota, Kapas, dan Temayang.
       Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo juga sempat menerjang Desa
       Kedungharjo, Kecamatan Widang, Tuban. Warga merasa resah karena tiang
       pancang tanggul di bantaran sungai mengalami longsor akibat tergerus air banjir.
       Di Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berinisiatif segera
       mengungsikan warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, ke tempat yang
       aman. Ini menyusul makin tingginya genangan air di desa itu. Kepala Kantor
       Kesbangpolinmas Kudus Ali Rifai, Minggu (12/12), menyebutkan, ketinggian air di
       desa itu sudah mengkhawatirkan.
       Akibat meluapnya air dari Sungai Wulan, ketinggian air di Desa Setrokalangan
       mencapai sekitar 70 cm. Dia mengatakan, selain desa tersebut, daerah yang
       menjadi pantauan karena rawan banjir, di antaranya Desa Jati Wetan di
       Kecamatan Jati dan wilayah Kecamatan Undaan.
       "Ketiga desa tersebut memang menjadi prioritas pantauan karena rawan banjir.
       Walau begitu, desa lain yang juga rawan bencana tetap kita pantau juga,"
       tuturnya. Sejauh ini, warga diungsikan ke sebuah gudang kertas milik perangkat
       desa setempat.
       Sementara itu, kondisi di beberapa wilayah di daerah Jawa Barat lebih parah lagi.
       Sedikitnya lima kabupaten di provinsi itu sejak dua pekan lalu dikepung banjir.
       Kelima kabupaten dimaksud ialah Kabupaten Karawang, Ciamis, Bekasi,
       Sumedang, dan Bandung.
       Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjwalprana
       Sigit menyebutkan, dari hasil pendataan diketahui, banjir terparah terjadi di
       Kabupaten Bandung. Dikatakannya, banjir yang terjadi di wilayah seputar Jawa
       Barat di antaranya disebabkan tingginya intensitas hujan.
       Di Kabupaten Bandung, sedikitnya 13.000 rumah warga dan 485 ha sawah di 10
       kecamatan masih terendam hingga Minggu (12/12) kemarin. Kesepuluh
       kecamatan itu ialah Kecamatan Arjasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Pameungpeuk,
       Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang, Cicalengka, Majalaya, dan Rancaekek. Rata-
       rata ketinggian air di lokasi banjir mencapai sekitar 1 m hingga 3 m.
       Wilayah Jawa Barat lainnya yang juga banjir cukup parah, yaitu Kabupaten
       Bekasi. Setidaknya lima desa di Kecamatan Muaragembong masih terendam air
       dengan ketinggian sekitar 50 cm. Kelima desa itu adalah Desa Pantai Bahagia,
       Pantai Mekar, Pantai Sederhana, Pantai Bakti, serta Jaya Sakti.
       Camat Muaragembong M Ma'ruf, Minggu (12/12), menjelaskan, banjir terjadi
       karena jebolnya tanggul bantaran Sungai Citarum di Desa Pantai Bahagia.
       Sementara itu, guna mengantisipasi bencana banjir lahar dingin yang bakal
       menimpa warga di bantaran Kali Code, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta akan
membangun hunian sementara (huntara). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, huntara itu akan dibangun di
sebelah timur Stadion Mandalakrida.
(Budi Seno/Antara/Agus Dinar)

								
To top