bikin bel listrik

Document Sample
bikin bel listrik Powered By Docstoc
					                   MEMBUAT BEL LISTRIK


Berangkat dari tugas mengenai pemberdayaan media belajar IPA yang dikerjakan
secara kelompok, akhirnya saya dan beberapa rekan kelompok mulai mencoba
membuat media belajar dalam bidang IPA yaitu bel listrik.

Media ini digunakan sebagai media belajar atau alat bantu belajar bagi siswa SMP
kelas IX. Melalui media ini harapan kedepannya siswa dapat belajar secara aktif
melalui perkembangan pola pikirnya dalam memahami prinsip kerja bel listrik
sebagai bekal awal penemuan konsep dasar dari sesuatu yang dipelajarinya.
Sehingga diharapkan siswa tidak hanya belajar melalui teori saja yang secara
klasiknya bersifat “semu” hingga mengakibatkan siswa terpaksa harus menghafal
huruf demi huruf, melainkan juga memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar
secara “nyaman” sesuai kemampuan mereka masing–masing, tentunya dengan
bimbingan guru bidang studi sebagai fasilitator dan motivator.

Berbekal buku Science Plus Technology and Society yang saya dapatkan sewaktu
SMA, saya menemukan sedikit petunjuk mengenai perangkat bel listrik sederhana
beserta cara pembuatannya. Jika melihat definisi yang beredar di berbagai sumber
informasi, barangkali saya mendefinisikan bel listrik sebagai suatu alat yang mampu
menghasilkan suara dari adanya perubahan energi listrik menjadi magnet (yang
nantinya menimbulkan energi gerak yang berfungsi sebagai sumber pelaku timbulnya
suara).
Gambar di bawah berikut merupakan bel listrik sederhana yang berhasil kami buat
dengan sumber energi listrik dari baterai kering atau dapat juga dengan menggunakan
adaptor. Rekomendasi kami untuk sumber energi listrik sebaiknya menggunakan
adaptor dibandingkan baterai, karena adaptor dapat mensuplai arus yang cukup
konstan untuk kebutuhan bel. Sedangkan jika menggunakan baterai, energi listrik
akan semakin melemah dan hilang dalam waktu yang cukup singkat.

Hal ini kami berikan karena memang telah kami alami sewaktu proses pembuatan bel
listrik. Bahan-bahan yang digunakan untuk mengkonstruksi bel ini pun berasal dari
barang-barang bekas yang mudah ditemui disekitar kita.

Besarnya energi listrik yang diperlukan adalah berkisar dari 9 sampai dengan 18 volt.
Jika energi listrik yang diberikan terlalu kecil maka bel listrik tersebut tidak dapat
bekerja secara optimal atau bahkan tidak bekerja sama sekali.

Namun jika energi listrik yang dialiri terlalu besar maka akan sangat berbahaya dan
yang jelas bel listrik tersebut akan terbakar karena timbul energi panas yang berlebih.
Untuk hal ini sangat tidak dianjurkan.

Untuk membuat bel listrik, beberapa komponen yang dibutuhkan adalah sebagai
berikut:

1.  Satu lembar papan kayu (ukuran 30x25 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm).
2.  kawat tembaga 1 utas/tanpa penyambungan (berdiameter 1 mm, panjang 11 m).
3.  1 buah saklar/peyambung dan pemutus arus .
4.  Satu buah baterai 9 volt atau adaptor yang memiliki rentang tegangan 9-18 volt.
5.  Satu batang paku besi 9 inci.
6.  10-15 sekrup kecil atau paku kecil(paku triplek). Jumlah dapat disesuaikan
    dengan kebutuhan atau desain yg telah dibuat.
7. Lembaran aluminium dari bekas kemasan minuman kaleng. Ambil dari kemasan
    kaleng kira-kira 2 buah.
8. batang kayu berukuran batang spidol besar (atau sekitar berdiameter 1-1,5 cm).
9. Pelat besi yang dibuat menyiku 90 dejarat. Tebal pelat sekitar 1 mm.
10. Satu sekrup 1 inci beserta bautnya.
11. Satu sekrup berukuran 1,5 inci.
12. Satu buah bel atau lonceng.
13. Satu pelat besi tipis ukuran 1x15 cm (bisa didapatkan dari kaleng yang non-
    aluminium)
14. Satu pelat baja tipis ukuran 1x7 cm (bisa dari cutter bekas yang sudah
    ditumpulkan bagian mata pisaunya).
15. Dua buah sekrup kecil yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik.

Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan bel yaitu:

     1. Tang (bisa tang lancip atau tumpul).
     2. Palu.
   3.   Obeng minus dan plus ukuran kecil.
   4.   pisau kecil/pisau lipat.
   5.   gunting tumpul (gunting bekas).
   6.   solder beserta kawat timahnya.
   7.   mistar dan pensil.

Untuk petunjuk pembuatan, kali ini saya sampaikan hanya dalam bentuk skema/
gambar sederhana yang menerangkan setiap bagian pada komponen bel listrik.




Barangkali beberapa bagian yang perlu diberi keterangan lebih lanjut yaitu:

1. Mengenai kumparan yang nantinya berfungsi sebagai sumber medan magnet.
   Kumparan dibuat dengan cara melilitkan kawat tembaga pada paku ukuran 9 inci.
   Banyaknya lilitan tergantung kebutuhan. Jika ingin menghasilkan medan magnet
   yang kuat namun membutuhkan energi listrik yang sedikit lebih, makan lilitan
   dibuat lebih banyak. Ringkasnya, jumlah lilitan minimal untuk sumber tegangan
   9-18 volt dengan bahan kawat tembaga berdiameter 1 mm pada paku 9 inci adalah
   200-300 lilitan.
2. Pada bagian lempengan baja(pegas) dan lempengan besi sebagai lengan pemukul,
   disatukan menggunakan sekrup kecil. Sebaiknya skrup yang digunakan berjumlah
   2 buah agar lebih kokoh. Pada bagian ini kemudian dilakukan penyolderan antara
   kawat tembaga yang berasal dari kumparan dengan lempengan baja yang
   terhubung ke interuptor (sekrup berukuran 1,5 inci).
3. Pada bagian kumparan, ujung paku 9 inci diberi penahan supaya kumparan tidak
   bergeser ketika didorong oleh lempengan besi. Penahan berupa lembaran
   aluminium yang dipasang vertikal dengan pemakuan untuk melekatkan pada
   papan.

4. Mengenai bagian dudukkan lempengan baja dan besi, tahap pemasangan diawali
   dengan melekatkan lempengan pada dudukkan kemudian dilanjutkan pemasangan
   ke bidang papan. Keterangan dudukkan ini silahkan lihat pada gambar di bawah.




Sedangkan desain bel yang telah selesai, silakan lihat gambar dibawah berikut:
Mungkin untuk mempermudah memahami cara pembuatannya, saya mencoba
sertakan prinsip kerja dari bel listrik ini.

Prinsip kerja Bel Listrik:

Ketika saklar ditekan (dalam keadaan on) hingga menutup rangkaian yang
sebelumnya telah di hubungkan ke sumber arus listrik (baterai atau adaptor), arus
listrik mengalir dari sumber arus listrik menuju interuptor (sekrup pada batang kayu)
melalui kawat tembaga. Kemudian arus dilanjutkan menuju ke lempengan baja dan
selanjutnya menuju ke kumparan (paku yang dililitkan kawat tembaga).

Adanya arus listrik yang mengalir melalui kumparan mengakibatkan paku berubah
menjadi magnet dan menarik lempengan logam/besi tipis yang dilekatkan pada
lempengan baja. Pada lempengan logam/besi ini kemudian dilekatkan dengan kawat
yang berfungsi sebagai pemukul bel. Tertariknya lempengan logam beserta
lempengan baja mengakibatkan kawat pemukul bergetar dan memukul bel/lonceng
hingga berbunyi.

Pada saat yang sama hubungan lempengan baja dengan interuptor terputus sehingga
arus listrik berhenti mengalir. Berhentinya arus listrik itu menyebabkan paku
kumparan kehilangan sifat magnetnya. Akibatnya lempengan baja kembali ke posisi
semula. Lempengan baja kembali terhubung dengan interuptor dan arus listrik
kembali mengalir, sifat magnet pada kumparan muncul kembali. Begitu seterusnya
hingga saklar dimatikan (dalam keadaan off).

Sekedar catatan tambahan, bahwa ketika bel bekerja, akan terjadi percikan bunga api
kecil pada bagian bertemunya interuptor dengan lempengan baja. Untuk hal ini tidak
terlalu membahayakan sebatas energi listrik yang diberikan tidak terlalu besar. Untuk
pencegahan terjadinya kebakaran, kiranya segera jauhkan dari bahan-bahan yang
mudah terbakar, seperti bensin, alkohol, dsb.

Nah, sampai disini dulu ceritaku tentang pembuatan bel listrik sederhana. Mudah-
mudahan semua ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.

Akhirnya kuucapkan selamat berkarya buat rekan semuanya.

NB:
Literatur pendukung: Science Plus Technology and Society Level Blue
SKEMA BEL LISTRIK SEDERHANA
                       Penerapan Elektomagnet
a. Alat ukur listrik

Elektromagnetik peka terhadap arus listrik, maka elektromagnetik dapat digunakan
untuk mendeteksi arus listrik. Alat untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik
disebut galvanometer. Galvanometer terbuat dari kumparan yang dihubungkan
dengan rangkaian listrik yang hendak diukur arusnya. Kumparan tersebut dapat
berputar bebas pada tumpuannya, dan diletakkan di daerah medan magnet oleh
magnet permanen.




Jika arus listrik mengalir pada kumparan, maka gaya magnetik menyebabkan
kumparan berputar. Kumparan tersebut tidak dapat terus berputar karena ditahan
pegas. Saat kumparan berputar, jarum penunjuk yang dilekatkan pada kumparan
tersebut ikut berputar, dan menunjuk angka tertentu. Karena kumparan akan berputar
pada arah yang berlawanan jika arus dibalik, maka galvanometer dapat digunakan
untuk mengukur besar serta menunjukkan arah arus listrik dalam rangkaian.

b. Motor listrik

Jika arus listrik mengalir melalui kumparan, maka timbul medan magnet induksi di
dalam kumparan itu. Gaya tarik dan tolak antara magnet kumparan dengan magnet
permanen menyebabkan kumparan berputar.
Agar kumparan terus berputar, setelah kumparan berputar setengah putaran, arah arus
pada kumparan harus dibalik. Alat yang dipergunakan untuk maksud itu adalah
komutator. Komutator merupakan sakelar pembalik yang berputar bersama dengan
kumparan. Komutator secara berganti-ganti bersentuhan dengan kutub positif dan
negatif baterai, mengakibatkan arah arus berubah. Perubahan arah arus ini
menyebabkan kutub-kutub magnet kumparan berubah, dan kumparan meneruskan
putarannya akibat gaya kutub magnet permanen.

Proses ini berulang secara terus menerus. Seperti halnya galvanometer, motor listrik
memiliki elektromagnet yang dapat berputar bebas. Elektromagnet ini berada di
daerah medan magnet yang berasal dari magnet tetap. Jika arus listrik mengalir
melalui elektromagnet, maka elektromagnet tersebut menjadi magnet. Tarikan dan
dorongan antara kutub-kutub magnet kumparan dengan magnet permanen
menyebabkan kumparan berputar. Namun kumparan akan berhenti saat medan
magnet dari kumparan searah dengan medan magnet dari magnet permanen.

c. Bel listrik




Bel listrik yang sederhana memanfaatkan elektromagnet dengan inti besi yang dapat
bergerak bebas. Jika tombol bel ditekan, maka rangkaian listrik menjadi tertutup dan
arus mengalir melalui solenoida. Arus tersebut menyebabkan solenoida mengerjakan
gaya magnet. Gaya magnet ini menarik inti besi ke dalam solenoida, sehingga inti
besi tersebut memukul bel.

d Pengeras suara

Tentunya hampir setiap hari kamu mendengarkan musik, berita, dan hiburan lainnya
dari radio, tape, atau TV. Piranti yang dapat membuat kamu mendengar bunyi dari
radio, tape, atau TV adalah pengeras suara. Pengeras suara juga memanfaatkan
elektromagnet yang digunakan untuk mengubah sinyal-sinyal listrik menjadi energi
yang menggerakkan membran.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:6468
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:9
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl