ASKEP ASMA by anamaulida

VIEWS: 7,653 PAGES: 9

									A. KOSEP DASAR.


  1. Pengertian.
          Asma merupakan ganguan inflamasi kronik jalan nafas yang
  melibatkan berbagai sel inflamasi.
  Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat,
  obtruksi jalan nafas dan gejala per nafasan ( mengi dan sesak ).


                                                        ( Arief Mansjoer, 1999 ).


          Asma Bronciale adalah penyakit jalan nafas obsruktif intermitin
  refesible di mana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap
  stimulasi tertentu.


                                                         (Smelzer Suzanne, 2001 ).




  2. Etiologi.
          Ada beberapa hal yang merupakan factor predisposisi dan presipitasi
  timbulnya serangan Asma Bronciale.
   #. Faktor predisposisi
                Genetik => Dinama yang di turunkan adalah bakat alerginya.
   #. Faktor Predisposisi.
                Alergen => Dimana alergen dapat di bagi menjadi 3 jenis
                 yaitu:
                        a. inhalan ( debu, bulu binatang, serbuk bunga dll ).
                        b. ingestan ( makanan dan obat-obatan ).
                        c. kontraktan (perhiasan, logam dan jam).
3. Klasifakasi
         Bedasarkan penyebabnya Asma Bronciale dapat di klasifikasikan
       menjadi 3 tipe, yaitu:
                 a. Ekstinsik ( alergi )
                 b. Intrinsik ( non alergi ).
                 c. Asthma gabungan, bentuk asma yang paling umum, ini
                     mempunyai karekteristik dari bentuk arlegi dan non arlegi.


4. Patofisiologi
         Asma Bronciale di tandai dengan kontraksi spastic dari obat polos
bronkhiolus yang menyebabkan sukar ber nafas, penyebab yang umum adalah
hipersentivitas bronkhiolus terhadap benda-benda asing di udara.
         Seorang yang alergi mempunyai kecendrungan untuk membentuk
sejumlah antibody I g t. abnormal dalam jumlah besar dan antibody ini
menyebabkan reaksi alergi bila reaksi dengan antigen spesifikasinya pada
Asma, antibody ini terutama melekat pada sel mast yang terdapat pada
interstesial paru yang berhubungan dengan btonkiolus dan bronkus kecil.
Pada penderita asma biasanya dapat melakukan inspirasi denga baik dan
adekuat tetapi sekali-kali melakukan ekspirasi.


5. Manifestasi Klinis.
          Manifestasi Klinis pada pasien Asma adalah Batuk dyspnea, dari
wheezing dan pada sebagian
penderita disertai dengan rasa nyeri dada pada penderita yang sedang bebas
dari serangan tidak di temukan gejala klinis,
Penderita Asma yaitu:
       a. Tingkat 1 => secara klinis normal tanpa kelainan periksaan fisik
           dan fungsi paru
       b. Tingkat 2 => tanpa keluhan dan kelainan periksaan fisik dan fungsi
           paru menunjukkan adanya tanda-tanda jalan nafas.
      c. Tingkat 3 => tanpa keluhan pemeriksaan fisik dan fungsi paru
          menunjukkan adanya obruksi jalan nafas.
      d. Tingkat 4 => pasien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas
          berbunyi wheezing.
      e. Tingkat 5 => status asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis
          berupa serangan asma akut yang berat bersifat refrator sementara
          terhadap pengobatan yang lazim di pakai.


6. Pemeriksaan penunjang.
             a. pemeriksaan labotarium
             b. pemeriksaan radiology
             c. pemeriksaan tes kulit
             d. elektrokardiografi
             e. scanning paru
             d. spirometri.


7. Penatalaksanaan.
      1. pengobatan.
         a. Farmakologik :
            #. Bronkodilator => Obat yang melebarkan saluran nafas,
               terbagi 2 golongan yaitu : Simpatomimetik / Andrenergik
               santin ( teofilin ).
         b. Non Farmakologik.
             #. Memberikan penyeluhan
             #. Menghindari factor pencetus
             #. Pemberian cairan
             #. Fisiotherapy
             #. Dan beri O2 bila perlu.


                                                 ( Smelzer Suzanne, 2001 )
B. ASUHAN KEPERAWATAN.
  1. Pengkajian
   Aktivitas / Istirahat.
    Gejala       : Ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari
                  karena sulit bernapas.
    Tanda        : Keletihan, Gelisah, Kelemahan umum.




   Sirkulasi.
   Gejala         : Pembengkakan pada ekstremitas bawah.


   Tanda          : Pucat dapat menunjukkan anemia.


   Integritas Ego.
    Gejala        : peningkatan factor resiko, perubahan pola hidup.


    Tanda          : Ansietas, ketakutan peka rangsang.


   Makanan / cairan.
   Gejala          : mual, muntah napsu makan menurun / anoreksia ketidak
                       mampuan makan karena stres pernapasan penurunan
                       berat badan.


   Tanda              : Tugor kulit buruk, edema dependen, bekeringat,
                       penurunan berat badan.


   Higiene.
    Gejala            : Penurunan kemampuan / peningkatan kebutuhan, bantu
                         melakukan aktivitas sehari-hari.


    Tanda              : Kebersihan kurang memperhatian, bau badan.
        Pernapasan
         Gejala              : Napas pendek, ( timbulnya tersembunyi dengan dispnea
                               sebagai gejala menonjol pada emfisema ) khususnya
         pada kerja : Cuaca atau berulangnya sulit napas ( asma ).


          Tanda         : Dapat lambat atau biasanya cepat, fase ekspirasi
    memanjang dengan mendengkur.


A
        Keamanan.
          Gejala              : Riwayat reaksi alergi atau sensitif terhadap zat atau
       faktor lingkungan dan adanya
                               berulangnya infeksi.




        Interaksi Sosial.


         Gejala               : Hubungan ketergantungan, kurang sistem pendukung,
    penyakit lama atau ketidak
                               mampuan membaik.


         Tanda                : Ketidak mampuan membuat atau memperthankan
    suara karena stres penapasan,
                               keterbatasan mobilitas fisik.




        Penyuluhan / Pembelajaran.


         Gejala               : Pengunaan / penyalah gunaan obat, penapasan
    kegagalan untuk membaik.
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN.




   Dx : 1


    Bersihan jalan napas berhubungan dengan penurunan energi /
   kelemahan.


    Tujuan              : Setelah dilakukan tindakan keperawatan bersihan
   jalan napas pasien teratasi.




   Kriteria hasil       : Pasien akan mempertahankan jalan napas dengan
   bunyi napas bersih / jelas.


                         Menunjukkan prilaku untuk memperbaiki bersihan
   jalan napas. Mis :
                         Batuk efektif dan mengeluarkan sekret.




   Intevensi            : Auskultasi bunyi napas, catat adanya bunyi napas,
   Mis : mengi,
                         Krekels, ronki.


                         Adanya / derajat dispnea, Mis : keluhan “lapar
   sudah” gelisah, cemas,
                          stres pernapasa dan ansietas.


                            Pertahankan populsi lingkungan, Mis : debu, asap
       rokok, pentilasi
                            Kurang membaik, bulu binatang yang berhubungan
       dengan kondisi
                            Indivudu.




       Rasional           : Bunyi napas redup dengan ekpirasi mengi / tak
       adanya bunyi napas
                          (asma berat).


                            Disfungsi pernapasan adalah variabel yang
       tergantung pada tahap proses
                            Kronis selain proses akut yang menimbulkan
       perawatan di rumah sakit.


                            Pencetus tipe raeksi alergi pernapasan yang dapat
       mentriger episode akut.




DAFTAR PUSTAKA


Arief Mansjoer, 1999. Kapita selekta kedokteran Edisi III
Catatan 2 jakarta, media aesculapilus 2000.


Smelzer Suzanne, 2001. Buku ajar keperawatan medical bedah
Edisi 1 jakarta. EGC.


Prata Wijaya. k. 1990. Asma bronchiale di kutip dari ilmu
Penyakit dalam, Jakarta. EGC. FUI.


Doengoes, Marlyn E dkk, 2000. Rencana Asuhan Keperawatan
Untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien.
Jakarta : EGC.
                         PENGKAJIAN KELUARGA

I. IDENTITAS UMUM KELUARGA

  a. Identitas kepala keluarga :

      Nama      : Sayed Jafar        Pendidikan      : SD
      Umur      : 45 tahun           Pekerjaan       : Pedagang
      Agama     : Islam              Alamat          : Neuheun, Dsn Balee Rakyat.
                                                       Kec. Peusangan.
      Suku      : Aceh               No.Hp/Telp      : -------

  b. Komposisi Keluarga :

                            L/
 NO          NAMA                  UMUR    HUB. KLG      PEKERJAAN      PENDIDIKAN
                            P
  1      Sayed jafar        L       45        Kk           Pedagang           SD
  2      Yusra Wati         P       37       Istri            Irt            MAN
  3     Cut Itahastuti      P       19       Anak          Mahasiswa          S1
  4      Cut Irmayati       P       17       Anak           Pelajar          SMA
  5    Cut Evasusanti       P       15       Anak           Pelajar          SLTP
  6     Cut Mandasari       P       12       Anak           Pelajar          MIN
  7    Syarifah Nadiya      P        6       Anak           Pelajar          MIN


  c. Geonogram

								
To top