askep konstipasi 0 by anamaulida

VIEWS: 2,856 PAGES: 6

									PENGKAJIAN KEPERAWATAN

1. Pola defekasi dan keluhan selama defekasi

Pengkajian ini antara lain: Bagaimana pola defekasi dan keluhannya selama defekasi. Secara
normal, frekuensi buang air besar pada bayi sebanyak 4-6 kali/hari, sedangkan orang dewasa
adalah 2-3 kali/hari dengan jumlah rata-rata pembuangan per hari adalah 150 gram




2. Keadaan feses. Meliputi

 No         KEADAAN                   NORMAL              ABNORMAL             PENYEBAB
1     WARNA                    BAYI: KUNING             Putih, hitam/tar,   Kurangnya kadar
                                                        atau merah          empedu,
                                                                            perdarahan saluran
                                                                            cerna bagian atas,
                                                                            atau perdarahan
                                                                            saluran cerna
                                                                            bagian bawah.
                               Dewasa: coklat           Pucat berlemak      Mal absorbsi
                                                                            lemak
2     Bau                      Khas feses dan           Amis dan            Darah dan infeksi
                               dipengaruhi oleh         perubahan bau
                               makanan
3     Konsistensi              Lunak dan berbentuk      Cair                Diare dan absorbsi
                                                                            kurang
4     Bentuk                   Sesuai diameter rektum Kecil, bentuknya      Obstruksi dan
                                                      seperti pensil        peristaltik yang
                                                                            cepat
5     Konstituen               Makanan yang tidak di    Darah, pus, benda Internal bleeding,
                               cerna, bakteri yang      asing, mukus,     infeksi, tertelan
                               mati, lemak, pigmen      atau cacing.      benda, iritasi, atau
                               empedu, mukosa usus,                       inflamasi
                               dan air.




3. Faktor yang mempengaruhi eliminasi alvi
Faktor yang mempengaruhi eliminasi alvi antara lain perilaku atau kebiasaan defekasi, diet (
makanan yang mempengaruhi defekasi ), makanan yang biasa dimakan, makanan yang dihindari
dan pola makan yang teratur atau tidak, cairan ( jumlah dan jenis minuman/hari ), aktivitas (
kegiatan sehari-hari ), penggunaan obat, kegiatan yang spesifik, stres, pembedahan/penyakit
menetap, dll




4. Pemeriksaan Fisik

Meliputi keadaan abdomen seperti ada atau tidaknya distensi, simetris atau tidak, gerakan
peristaltik, adanya massa pada perut, dan tenderness. Kemudian, pemeriksaan rektum dan anus
dinilai dari ada atau tidaknya inflamasi, seperti perubahan warna, lesi, dan massa




   7. sebutkan masalah keperawatan yang sering muncul terkait dengan sistem eliminasi
       alvi, diagnosa keperawatan, intervensi yang terkait




JAWAB:

DAIGNOSIS KEPERAWATAN

a. Konstipasi hubungan dengan:

      Defek persarafan, kelemahan pelvis, imobilitas akibat cedera medula spinalis, dan CVA
      Penurunan respon berdefekasi
      Nyeri akibat hemoroid
      Efek samping tindakan pengobatan ( antasida, laksantif, anaestasi )
      Menurunnya peristaltik akibat stress




b. Konstipasi kolonik berhubungan dengan:

      Defek persarafan, kelemahan otot dasar pinggul, imobilitas akibat cedera medula spinalis,
       dan CVA
      Penurunan laju metabolisme akibat hipertiroidime atau hiperparatiroidsme
      Efek samping tindakan pengobatan ( antasida, laksantif, anaestasi )
      Menurunnya peristaltik akibat stress




c. Konstipasi dirasakan berhubungan dengan:

      Penilaian salah akibat penyimpangan susunan saraf pusat, depresi, kelainan obsesif
       Kompulsif
      Kurangnya informasi akibat keyakinan budaya




d. Diare berhubungan dengan:

      Mal absorpsi atau inflamasi akibat penyakit infeksi atau gastritis, ulkus, dan lain-lain
      Peningkatan peristaltik akibat peningkatan metabolisme
      Proses infeksi
      Efek samping tindakan pengobatan ( antasida atau antibiotik )
      Stress psikologis




e. Inkontinensia usus berhubungan dengan:

      Gangguan sfingter rektal akibat cedera rektum atau tindakan pembedahan
         Kurangnya kontrol pada sfinter akibat cedera medula spinalis, CVA., dll
         Distensi rektum akibat konstipasi kronis
         Kerusakan kognitif
         Ketidakmampuan mengenal atau merespon proses defekasi akibat depresi




f. Kurangnya volume cairan berhubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan




PERENCANAAN KEPERAWATAN

tujuan:

1. Memahami arti eliminasi secara normal

2. Mempertahankan asupan makanan dan minuman cukup

3. Membantu latihan secara teratur

4. Mempertahankan defekasi secara teratur

5. Mempertahankan defekasi secara normal

6. Mencegah ganguan intergerasi kuilt




RENCANA TINDAKAN

1. Kaji perubahan faktor yang mempengaruhi masalah eliminasi alvi

2. Kurangi faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah seperti:
a. Konstipasi secara umum

      Meningkatkan asupan cairan dengan banyak minum
      Diet yang seimbang dan makan bahan makanan yang banyak mengandung serat
      Melakukan latihan fisik, misalnya melatih otot perut
      Anjurkan untuk tidak memaksakan diri dalam buang air besar
      Berika obat laksantif, misalnya dulkolax
      Lakukan huknah




b. Konstipasi akibat nyeri

      Tingkatkan asupan cairan
      Diet tinggi serat
      Tingkatkan latihan setiap hari
      Berikan pelumas disekitar anus untuk mengurangi nyeri
      Kompres dingin sekitar anus untuk mengurani rasa gatal
      Rendam duduk atau mandi di bak dengan air hangat ( 43-46 c, selama 15 menit )
      Berikan pelunak feses
      Cegah duduk lama apabila hemoroid, dengan cara berdiri tiap 1 jam kurang lebih 5-10
       menit untuk menurunkan tekanan




c. Konstipasi kolonik akibat perubahan gaya hidup

      Berikan stimulus untuk defekasi, seperti minum kopi atau jus
      Bantu pasien menggunakan pispot bila memungkinkan
      Gunakan kamar mandi dari pada pispot bila memungkinkan
      Ajarkan latihan fisik dengan memberikan ambulasi, latihan rentang gerak, dll
      Tingkatkan diet tinggi serat seperti buah dan sayuran
d. Inkontinensia usus

      Pada waktu tertentu, setiap 2/3 jam, letakkan pipot di bawah pasien
      Berikan latihan buang air besar dan anjurkan pesien untuk selalu berusaha latihan
      Kalau inkontinensia hebat, diperlukan adanya pakaian dalam yang tahan lembab, supaya
       pasien dan sprei tidak begitu kotor
      Pakaiakan laken yang dapat dibuang dan menyenangkan untuk dipakai




3. Jelaskan mengenai eliminasi yang normal kepada pasien

4. Pertahankan asupan makanan dan minuman

5. Bantu defekasi manual

6. Bantu latihan buang air besar, dengan cara:

   a. Kaji pola eliminasi normal dan catat waktu ketika inkontinensia terjadi
   b. Pilih waktu defekasi untuk mengukur kontrolnya
   c. Berikan obat pelunak feses (oral) setiap hari
   d. Anjurkan pasien untuk minum air hangat atau jus buah (minuman yang merangsang
       peristaltik
   e. Bantu pasien ke toilet
   f. Jaga privasi pasien dan batasi waktu defekasi (15-20 menit)
   g. Instruksikan pasien untuk duduk ditoilet, gunakan tangan untuk menekan perut terus
       kebawah dan jangan mengedan untuk merangsang pengeluaran feses
   h. Jangan dimarahi ketika pasien tidak mampu defekasi
   i. Anjurkan makan secara teratur dengan asupan air dan serat yang adekuat
   j. Pertahankan latihan secara teratur jika fisik pasien mampu

								
To top