Nikah Cina Buta

Document Sample
Nikah Cina Buta Powered By Docstoc
					Nikah ‘Cina Buta’ tidak Dibenarkan
4 July 2009, 11:04 Utama Administrator

BANDA ACEH - Menikah lagi setelah cerai talak tiga dengan lebih dulu mengondisikan
mantan istri untuk menikah sesaat dengan pria lain, yang dalam bahasa Aceh dinamakan
“cina buta”, tidak dibenarkan dalam Islam. Ahli Fikih, Prof Dr Alyasa‟ Abubakar,
menyatakan hal itu, Jumat (3/7), menanggapi pemberitaan Serambi tentang penangkapan
kadi liar, Tgk Ha, di Aceh Utara, Kamis (2/7). Sebagaimana diberitakan, Tgk Ha
ditangkap Wilayatul Hisbah (WH) Lhokseumawe, karena memfasilitasi pernikahan ala
“cina buta” bagi pasangan yang telah cerai talak tiga, tapi ingin bersatu kembali. Hanya
beberapa hari setelah Nu (mantan istri Ju) menikah dengan pria lain, Tgk Ha langsung
mengeluarkan surat cerai, supaya Ju bisa menikah lagi dengan Ju, mantan suami
pertamanya. Terkait kasus itu, pakar kebudayaan Islam ini mengatakan, meski dibenci
Allah, tapi hukum Islam menolerir perceraian dan menikah kembali hingga dua kali bagi
pasangan cerai. Tujuannya untuk introspeksi bagi setiap pasangan sebelum menikah
kembali.

“Tapi Islam tidak membenarkan pernikahan sesaat maupun pernikahan kontrak yang
diniatkan untuk bercerai kembali. Dalam Islam itu namanya mut`ah. Sedangkan talak tiga
jatuh bagi pasangan yang telah tiga kali bolak-balik menikah dan rujuk kembali, jadi
bukan dari ucapan seorang suami menyatakan talak tiga terhadap istrinya,” ujar Alyasa‟.
Mantan Kadis Syariat Islam Aceh ini mengaku tak tahu asal-muasal pernikahan ala “cina
buta”, meski hal ini pernah dipraktikkan di dalam masyarakat Aceh, termasuk yang baru
saja terjadi di Lhokseumawe. Tapi, menurutnya, seorang perempuan baru sah menikah
kembali dengan suami yang telah mencerainya, jika status perempuan itu telah resmi
menjanda.

“Tetapi tentunya, status janda itu tidak disengaja atau dikondisikan. Islam mengatur
demikian. Pernikahan „cina buta‟ tak dibenarkan di dalam Islam, maupun hukum negara,”
tegas Guru Besar Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry ini. Alyasa‟ juga menegaskan bahwa
pernikahan melalui kadi liar juga tidak dibenarkan di dalam Islam serta tidak diakui
dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut Islam, kata Alyasa‟, rukun
sahnya nikah harus ada wali dari pihak perempuan, saksi minimal dua orang, serta tidak
dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Kadi liar tak bisa bertindak sebagai wali, berbeda dengan kuakec resmi. Kuakec resmi
bisa menjadi wali jika pihak perempuan tak ada yang menjadi wali,” terang Alyasa‟.
Seperti diberitakan Serambi kemarin, Tgk Ha, asal Meuraksa, Kecamtan Blang Mangat,
Lhokseumawe, untuk kedua kalinya harus berhadapan dengan polisi syariat/WH
setempat. Bila awalnya ia ditangkap karena menjadi kadi untuk pernikahan liar, kali ini
dia diciduk karena memfasilitasi pernikahan ala “cina buta” bagi pasangan yang sudah
bercerai talak tiga, tapi ingin bersatu kembali.

Penangkapan Tgk Ha berawal dari tertangkapnya mantan suami istri di Desa Pusong
Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (30/6) sekitar pukul 22.00
WIB. Saat itu warga menangkap Ju (pria) dan Nu (perempuan). Warga Pusong Baru saat
itu mengetahui kalau keduanya telah cerai talak tiga. Sehingga, saat diketahui mereka
berduaan di dalam rumah, maka langsung digerebek warga dan selanjutnya diserahkan ke
WH.

Dalam pemeriksaan di WH, terungkap bahwa Nu pernah menjalani kawin model cina
buta dengan seorang pria yang disodorkan Tgk Ha. Awalnya Nu bersama suami pertama
Ju pernah cerai dalam status talak tiga. Sehingga ketika mereka hendak rujuk, wanitanya
harus menikah lebih dulu dengan pria lain. Setelah bercerai, barulah mantan pasangan
suami istri itu bisa bersatu kembali. Masyarakat Aceh menyebut cara ini sebagai
perkawinan cina buta.

Untuk terpenuhinya persyaratan itu, Nu datang ke rumah Tgk Ha. Saat itu Tgk Ha
mencarikan seorang pria yang bersedia mengawini Nu untuk sementara waktu. Dengan
mahar Rp 100 ribu, maka perkawinan cina buta pun berlangsung di rumah sang kadi
antara Nu dengan Hu. Malam itu pasangan baru tersebut berbulan madu di rumah tuan
kadi. Setelah berhubungan layaknya suami istri, beberapa hari kemudian Tgk Ha
mengeluarkan surat cerai kepada “pasangan sementara” itu. Pihak WH meringkus Tgk
Ha, karena dia juga mengeluarkan surat nikah dan surat cerai palsu. Ini
memungkinkannya untuk disidik oleh polisi, setelah diserahkan WH ke polisi. (sal)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:564
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:2
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl