Docstoc

Israel Pencuri Air Terbesar Dunia

Document Sample
Israel Pencuri Air Terbesar Dunia Powered By Docstoc
					Israel Pencuri Air Terbesar Dunia

Israel tidak cukup merampas tanah-tanah Arab dan mengubahnya menjadi
permukiman-permukiman eksodus Yahudi dari luar Israel di seluruh dunia.
Namun Israel juga berprofesi sebagai pencuri air bangsa Arab. Bahkan
sebuah laporan internasional menyebutkan, Israel adalah pencuri air
terbesar dunia. Dalam sejarahnya, sebelum negara Israel resmi berdiri,
mereka terbiasa melakukan pencurian air dengan berlindung di balik
pemerintah penjajah Inggris dalam aksi pencuriannya.

Jahatnya, perampasan Israel terhadap air negara-negara Arab dilakukan
secara terang-terangan dan tidak rahasia. 5 Mei 1964 Israel mengumumkan
memulai mengubah air danau Tobariah ke padang pasir Najeb tanpa peduli
dengan negara Arab manapun. Padahal pengumuman ini dilakukan Israel 4
bulan setelah pelaksaan KTT Arab di Kairo 1964 dimana mendiang presiden
Mesir, Jamal Abdul Naser mengundang semua pemimpin Arab untuk menghadiri
KTT itu sebagai reaksi atas niat Israel mengubah aliran sungai Jordan.

KTT itu sendiri memutuskan untuk membentuk Badan Arab untuk Pemanfaatan
air Sungai Jordan untuk anggota Liga Arab. Tugasnya adalah merencanakan,
mengkoodinasi, mengawasi proyek-proyek khusus pemanfatan air sungai
Jordan. Israel tidak perlu lama menunggu reaksi keputusan KTT Arab itu,
mereka langsung menghancurkan proyek pengubahan aliran air sungai Hasiban
dan Wazani yang merupakan proyek hasil pertemuan KTT di Kairo.

Sejak didirikan negara Israel, kaum Zionis tidak menyimpan usaha mereka
untuk menguasai air Arab, terutama air sungai Jorndan dan sumber-
sumbernya di sebelah utara. Bagi negara Israel ini adalah cadangan air
yang mampu mereka kuasai. Tujuannya adalah memindahkan air sungai Syariah
dari jembatan Banat Ya’qob sebelah selatan danau Al Haulah. Danau ini
dikeringkan Israel tahun 1951, aktifitas kejahatan ini adalah pelanggaran
dari gencatan senjata tahun 1948.

Masyarakat internasional melakukan intervensi untuk membendung kejahatan
ini dan keluarlah resolusi DK PBB yang meminta Israel menghentikan semua
proyek mengubah air sungai Jordan ke padang pasir Najeb. Di tahun 1953,
mendiang presiden Amerika, Dwight David Eisenhower mengutus delegasi
Erick John Stone ke negara kawasan Timteng untuk mengurusi masalah air
(Jordania, Suriah, Libanon, dan Israel).

Delegasi ini kemudian mengusulkan sebuah proyek yang lebih dikenal dengan
proyek John Stnone yang bertujuan untuk mengembangkan pertanian dan
pemberian tempat tinggal dan kewarganegaraan kepada pengungsi Palestina
di negera-negara tetangga Palestina. Jumlah air yag yang diakan dibagi
antara negara di atas sebanyak 1213 meter kubik setiap tahun berdasarkan
perkiraan Israel. sementara menurut perkiraan negara Arab 1429 meter
kubik pertahun.

Setelah perang Juni 1967 Israel menghancurkan proyek di ini pada saat
debit air berada di tangan mereka. Padahal semua tahu, proyek John Stone
berpihak kepada Israel bahkan Lebanon pun tidak memperoleh memanfaatkan
air tersebut padahal sungari Hasabani berada di wilayahnya. Inilah
Israel, pencuri air terbesar di dunia yang menegaskan secara terang-
terangan bahwa air yang berada di wilayah negara Arab termasuk di dataran
tinggi Golan Suriah adalah bagian yang tak terpisahkan dari Israel.

Pusat Data Informasi Nasional Palestina mengatakan, sejak Israel menjajah
Palestina 1967 mereka berusaha melarang rakyat Palestina dari hak
menggunakan air dengan cara mendirikan sejumlah pemukiman Yahudi di atas
tempat yang kaya air. Tujuannya adalah mereka dapat menguasai air atau
dikuasai dan dikelolah oleh penjajah Israel dengan intruksi-intruksi
militer dengan obyek Palestina. Di antara intruksi-intruksi itu adalah
sebagai berikut:

- Semua air yang ada di tanah yang dijajah Israel kembali adalah milik
negara Israel.

- Komandan bagian perarian yang ada di mahkamah-mahkamah Israel diberi
kewenangan penuh untuk mengurus semua masalah yang terkait dengan air.

- Dilarang membuka bidang usaha perairan baru tanpa izin atau komandan
perarian memiliki hak untuk menolak izin apapu tanpa sebab.

- Semua sumur air, sumber air, proyek air di bawah kekuasaan langsung
dari mahkamah militer Israel.

- Semua warga di Jalur Gaza harus memperoleh persetujuan mahkamah miter
Israel jika ingin merealisasikan proyek yang terkait dengan air.

Dalam merealisasikan intruksi-intruksi di atas, seperti yang disampaikan
laporan Palestina, Israel melakukan sejumlah prosedur dan tindakan-
tindakan sebagai berikut:

- Israel hanya memberikan air kepada warga Palestina pemilik sumur dan
sumber air di Jalur Gaza dan Tepi Barat tidak melebihi 100 meter kubik.

- Untuk kepentingan pemukiman Yahudi, Petani Palestina dilarang menggali
sumur baru.

- Penggalian kedalaman sumur dibatasi bagi warga Palestina yang tidak
lebih dari 120-140 meter.

Namun ada beberapa tindakan lainnya, yaitu;

- Israel melakukan pencurian besar-besaran terhadap air-air milik
Palestina dengan cara melakukan penggalian sumur-sumur di permukiman
Israel. diperkirakan jumlah sumur Israel hasil jarahan dan pencurian di
Tepi Barat mencapai 50 sumur dan di Jalur Gaza mencapai 43 sumur.

- Sejumlah bendungan kecil didirikan Israel di atas lembah sehingga
airnya tidak bisa mengalir ke tanah warga Palestina.

- Memindahkan air-air pemukiman Israel di wilayah Palestina ke kota-kota
Israel di wilayah negara jajahan Israel.

- Israel menjual 5 juta meter kubik setiap tahunnya kepada warga Jalur
Gaza dengan harga tinggi, 15-20 juta syekal pertahun.
Sejumlah studi mengisyaratkan bahwa 85% air di Tepi Barat digunakan oleh
Israel. atau 600 meter kubik ditambah air dari Jalur Gaza yang
diperkirakan 10 juta meter kubik. Ditambah lagi air yang dikonsumsi
Israel di tanah-tanah Palestina yang jumlah lebih banyak dari pada air
yang berada di sungai Jordania.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:42
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:3
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl