; banda aceh
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

banda aceh

VIEWS: 113 PAGES: 10

  • pg 1
									PROFIL KABUPATEN / KOTA




    KOTA BANDA ACEH

NANGGROE ACEH DARUSSALAM
                                             KOTA BANDA ACEH

ADMINISTRASI
Profil Wilayah
Aceh Utara berada pada jalur yang sangat strategis yang merupakan titik tengah
antara Banda Aceh sebagai Ibukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan
Medan sebagai ibukota Sumatera Utara. Disamping itu Kabupaten Aceh Utara
mempunyai daerah penyangga yang cukup luas yaitu Kabupaten Aceh Tengah,
Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Timur dan Kabupaten Pidie. Letak
Kabupaten Aceh Utara pada pesisir aceh bagian utara juga mempunyai hubungan
perdagangan dengan Malaysia dan Thailand. Dukungan yang paling strategis
adanya sarana dan prasarana perhubungan laut yang relatif memadai dibandingkan
dengan kabupaten yang lain dalam Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.


          Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA BANDA ACEH
                                                                    Kota Banda Aceh terdiri dari 4
    No.             Kecamatan                       Luas (Km²)      kecamatan     yaitu   kecamatan
                                                                    Meuraxa, Baiturahman, Kuta Alam
     1.     Meuraxa                                         16,04
                                                                    dan Syiah Kuala., seluas 61,36
     2.     Baiturrahman                                    10,16
     3.     Kuta Alam                                       14,77
                                                                    km2 dengan jumlah penduduk
     4.     Syiah Kuala                                     20,39   keseluruhan sejumlah 220.737
    Total                                                   61,36   jiwa.
   Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh, 2000


Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Syiah Kuala (20,39 km2)
sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Baiturrahman (10,16 km2).

Sektor lain yang tak kalah pentingnya adalah pariwisata. Sejak dulu Banda Aceh
terkenal sebagai kota budaya, karena kedudukannya sebagai pusat Kerajaan Aceh.
Sebab itu banyak menyimpan khazanah budaya, monumen, tempat-tempat
bersejarah, dan makam raja-raja seperti makan Sultan Iskandar Muda dan makam
Syekh Abdurrauf Syiah Kuala. Tempat-tempat itu kini menjadi obyek wisata yang
bernilai historis dan spiritual, serta keindahan alam. Fasilitas penunjang wisata
seperti penginapan, terutama banyak terdapat di Kecamatan Baiturrahman dan
Kecamatan Kuta Alam.
Orientasi Wilayah


                                                             Secara geografis wilayah Kota Banda Aceh
                                                             mempunyai luas 1,36 km2 dengan batas-
                                                             batas sebagai berikut :
                                                                    Batas Utara : Selat Malaka
                                                                    Batas Selatan : Samudera Hindia
                                                                    Batas Timur : Kabupaten Aceh
                                                                    Besar
                                                                    Batas Barat : Kabupaten Aceh
                                                                    Besar




PENDUDUK
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

      Tabel 2. JUMLAH PENDUDUK KOTA BANDA ACEH
                                                                          Jumlah penduduk terbanyak di Kota
   No.              Kecamatan                    Jumlah (jiwa)
                                                                          Banda Aceh terdapat di Kecamatan
    1.     Meuraxa                                          66.108        Meuraxa, yaitu sejumlah 66.108
    2.     Baiturrahman                                     52.486        jiwa, sedangkan penduduk terkecil
    3.     Kuta Alam                                        62.263        terdapat      di       Kecamatan
    4.     Syiah Kuala                                      39.880        Baiturrahman,    yaitu  sebanyak
   Total                                                   220.737        52.486 jiwa.

   Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh, 2000


Jumlah penduduk di Kota Banda Aceh dari data terbaru yang didapat adalah
sejumlah 264.091 jiwa (BPS Kota Banda Aceh).

Sebaran dan Kepadatan Penduduk

                             Tabel 3. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK
                                          DI KOTA BANDA ACEH
                    No.           Kecamatan                    Penduduk
                                                      Jumlah         Kepadatan
                                                       (jiwa)         (jiwa/km²)
                     1.   Meuraxa                          66.108             4.121
                     2.   Baiturrahman                     52.486             5.166
                     3.   Kuta Alam                        62.263             4.216
                     4.   Syiah Kuala                      39.880             1.956
                    Total                                 220.737             3.597
                          Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh, 2000


Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Baiturrahman
(5.166 jiwa/ km2), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu
Kecamatan Syiah Kuala (1.956 jiwa/ km2).
Jumlah penduduk di Kota Banda Aceh dari data terbaru yang didapat adalah
sejumlah 264.091 jiwa (BPS Kota Banda Aceh).
Tenaga Kerja
Dilihat dari mata pencaharian penduduk Kabupaten Aceh Utara, sebagian besar (71
%) masih menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Ini berarti walaupun daerah
ini sudah ditetapkan sebagai kawasan Zona Industri namun peran sektor pertanian
masih sangat dominan dalam perekonomian.

              Tabel 4. JUMLAH PENCARI KERJA TERDAFTAR PADA KANTOR DISNAKER
                    MENURUT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN (AGUSTUS 1997)
                         Pendidikan                          Laki-laki            Perempuan              Total
          SD/Sederajat/tdk Tamat                                  3.552                        40           3.592
          SMTP/Sederajat                                          1.451                      254            1.705
          SMTA/Sederajat                                          8.756                    1.592           10.348
          Sarjana Muda/Sarjana                                    1.066                    1.047            2.113
          JUMLAH                                                14.825                     2.933           17.758
            Sumber : Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dati II Aceh Utara, 1997


Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa jumlah tenaga kerja yang paling banyak terdapat
pada Disnaker Tingkat II Aceh Utara adalah pada tingkat pendidikan SLTA/Sederajat
yaitu mencapai 10.348 orang (laki-laki 8.756 orang dan perempuan 1.592 orang). Untuk
mengetahui jumlah tenaga kerja yang belum ditempatkan sampai Agustus 1997, dapat
dilihat pada tabel berikut ini.


EKONOMI
Kondisi Perekonomian Daerah

Tabel 5. LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NAD
MENURUT KABUPATEN / KOTA TAHUN 1997 - 1999 (%)
No.        Kabupaten / Kota              1997      1998       1999
                                                                         Kota Banda Aceh kurun waktu
 1. Aceh Selatan                          5,04     -4,49       1,65
 2. Aceh Singkil                          5,69     -3,75       1,86
                                                                         1997-1998     mengalami    angka
 3. Aceh Tenggara                         4,05      3,67       2,08      pertumbuhan      negatif   seiring
 4. Aceh Timur                                                           dengan terpuruknya perekonomian
          - Migas                        -1,04      -9,46     -2,21      nasional akibat krisis moneter,
          - Non Migas                     5,49      -8,48     -2,48      hingga ke titik -5,57 dari angka
 5. Aceh Tengah                           4,15       0,27      0,34      pertumbuhan pada tahun 1997
 6. Aceh Barat                            5,61      -2,27     -0,32      sebesar 5,15%.
 7. Simelue                                  -          -         -
 8. Aceh Besar                            4,19      -2,48     -0,41
 9. Pidie                                 5,39      -5,37     -1,29
10. Aceh Utara
          - Migas                        -2,83     -12,83     -7,61
          - Non Migas                     6,89      -9,87     -4,80
11. Bireun                                3,14      -7,03     -0,58
12. Banda Aceh                            5,15      -5,57      0,96
13. Sabang                                5,44      -1,54      1,98
TOTAL MIGAS                               0,16      -9,28     -4,19      Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh
TOTAL NON MIGAS                           5,28      -5,78     -1,33      Darussalam



Pendapatan perkapita Kota Banda Aceh mengalami peningkatan dari kurun waktu
1997-1999, yaitu dari 2.002.880 pada tahun 1997 menjadi 2.382.690 pada tahun
1999.
                              Tabel 6. PENDAPATAN REGIONAL PER KAPITA
                               PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
                    MENURUT KABUPATEN / KOTA TAHUN 1997 – 1999 (ribuan rupiah)
        No.                Kabupaten / Kota                  1997        1998                          1999
         1. Aceh Selatan                                      1.739,12  2.126,00                      2.922,44
         2. Aceh Singkil                                      1.433,83  1.677,18                      2.345,67
         3. Aceh Tenggara                                     1.696,94  2.071,73                      2.285,78
         4. Aceh Timur
                 - Migas                                      2.542,11  3.084,80                      3.692,58
                 - Non Migas                                  2.079,48  2.483,03                      3.020,53
         5. Aceh Tengah                                       2.532,69  3.075,82                      3.784,57
         6. Aceh Barat                                        1.517,04  1.854,28                      2.161,46
         7. Simelue                                                  -         -                             -
         8. Aceh Besar                                        2.068,91  2.664,19                      3.283,57
         9. Pidie                                             1.572,08  2.049,60                      2.765,13
        10. Aceh Utara
                 - Migas                                     15.023,31 24.486,00                     24.024,06
                 - Non Migas                                  3.007,11  3.309,46                      4.031,00
        11. Bireun                                            2.165,00  2.768,38                      3.433,35
        12. Banda Aceh                                        2.002,88  2.028,16                      2.382,69
        13. Sabang                                            2.286,17  2.579,59                      2.845,12
        PDRB Per Kapita Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
        (Migas)                                               3.913,73  5.725,40                      6.091,97
        PDRB Per Kapita Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
        (Non Migas)                                           2.033,03  2.421,51                      2.972,32
         Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam



          DISTRIBUSI PROSENTASE KEGIATAN EKONOMI                                           Dari data tahun 2000,
                 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2000                                                kontribusi yang cukup
                                                                                                         signifikan
                                                                                                     membangun
                                  Pertanian;            Industri                           perekonomian       Kota
                Jasa – jasa;        19,20%           Pengolahan;                           Banda Aceh yaitu
                                                                                           sektor pengangkutan
Keuangan;          8,76%                                 6,22%              Pertambangan   dan         komunikasi
  1,47%                                                                 dan Penggalian;    (34,51%), kemudian
                                                                                           diikuti oleh sektor
                                                                               0,13%       perdagangan,       hotel
                                                                                           dan            restoran
                                                                                           (23,06%),         sektor
 Pengangkutan                                                       Perdagangan,           pertanian      (19,2%),
                                                                      Hotel, dan           sektor        jasa-jasa
       dan                                                                                 (8,76%). Sedangkan
                                                                      Restoran;            sektor          lainnya
  Komunikasi;
                                                                       23,06%              (14,47%)        meliputi
     34,51%              Listrik Gas, dan               Bangunan;                          sektor pertambangan,
                                                                                           industri pengolahan,
                           Air Bersih;                    5,55%
                                                                                           bangunan, listrik, dan
                               1,09%                                                       keuangan       rata-rata
                                                                                           2,894%.
Sumber : Badan Pusat Statistik Banda Aceh, 2001
Dengan beroperasinya kilang gas Arun sejak tahun 1978 dan diikuti dengan tumbuhnya
beberapa industri berskala bersar lainnya telah berdampak positif terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun disisi
lain juga berdampak pada kesenjangan pendapatan antara penduduk yang bekerja di
sektor pertanian.

Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Utara telah dimasukkan kedalam Zona Industri
Lhokseumawe (ZIL). Namun peran industri tersebut masih terbatas pada industri
berskala besar / nasional dimana kurang memberikan kontribusi terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat, karena tidak ada keterkaitan dengan kegiatan ekonomi
masyarakat pada umumnya. Di pihak lain peran industri kecil/industri rumah tangga
masih sangat kecil, hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang disumbangkan oleh industri
kecil dan rumah tangga dalam PDRB Tingkat II Aceh Utara. Namun demikian potensi
pengembangan industri kecil/aneka industri di daerah ini cukup baik, hal ini terlihat
dengan telah mulai berkembang berbagai industri kecil dan industri rumah tangga di
daerah ini, akan tetapi masih menghadapi kendala karena terbatasnya modal dan
kualitas sumber daya manusia.

Keuangan Daerah
Dari sisi penerimaan APBD Kota Banda Aceh pada tahun 2001, penerimaan daerah
yang berasal dari Dana Pendapatan yang berasal dari pemberian Pemerintah atau
instansi yang lebih tinggi merupakan yang terbesar yaitu sekitar 94% atau sekitar
86,5 milyar dari sekitar 91,1 milyar, sedangkan penerimaan yang berasal dari
Pendapatan Asli Daerah menyumbang sekitar 3% atau sekitar 3,4 milyar.
Sedangkan penerimaan lain cukup besar yaitu sebesar 1,183 milyar yaitu yang
berasal dari perhitungan sisa anggaran tahun lalu.

Dari sisi pengeluaran, anggaran terbesar, diperuntukkan bagi belanja pembangunan
yaitu hampir sekitar 70% atau sekitar 62,4 milyar, sedangkan untuk belanja rutin,
dialokasikan hanya sebesar 28,6 milyar atau sekitar 30%. Salah satu pertimbangan
yang dipakai dalam menentukan kebijakan pengelolaan anggaran belanja seperti
sebagai berikut; Belanja pembangunan difokuskan pada sektor yang bersifat cost
recovery.

                    Tabel 7. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
                                   KOTA BANDA ACEH TAHUN 2001
           PENERIMAAN                                                    JUMLAH (Rp)
             1. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu         1.183.000.000
             2. Bagian Pendapatan Asli Daerah                             3.429.273.000
             3. Bagian Pendapatan yang berasal dari pemberian Pemerintah 86.585.858.000
             atau instansi yang lebih tinggi
             4. Bagian Pinjaman Daerah                                                0
           TOTAL                                                         91.198.131.000
           PENGELUARAN
             1. Belanja rutin                                            28.698.232.000
                      Pos DPRD                               -
             2. Belanja Pembangunan                                      62.499.899.000
           TOTAL                                                         91.198.131.000
             Sumber : Departemen Keuangan RI, 2001


Penerimaan PAD kota Banda Aceh perlu ditingkatkan seiring dengan berlakunya UU
tentang Otonomi Daerah melalui optimalisasi sumber-sumber pendanaan yang
selama ini ada, selain berusaha menciptakan sumber-sumber pendanaan baru, baik
dari penerimaan sektor pajak maupun perusahaan daerah.
PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN
Komponen Air Bersih

                   Tabel 8. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA BANDA ACEH
                          NO.            URAIAN            SATUAN BESARAN
                          I. Pelayanan Penduduk
                            1. Jumlah penduduk                Jiwa       264.091
                            2. Jumlah pelanggan               Jiwa       142.609
                            3. Penduduk terlayani               %             54
                          II. Data Sumber
                            1. Nama pengelola : PDAM Tirta Daroy
                            2. Sistem : -
                            3. Sistem sumber : sumber air permukaan
                            4. Kapasitas sumber               Lt/dt            -
                          III. Data Produksi
                            1. Kapasitas produksi             Lt/dt          290
                            2. Kapasitas desain               Lt/dt        362,5
                            3. Kapasitas pasang               Lt/dt          435
                            4. Produksi aktual                m3/th            -
                          IV. Data Distribusi
                            1. Sistem distribusi : Interkoneksi
                            2. Kapasitas distribusi           Lt/dt          290
                            3. Asumsi kebutuhan air         Lt/org/hr 26.409.100
                            4. Ratio kebutuhan                  %              -
                            5. Air terjual                    m3/th            -
                            6. Air terdistribusi              m3/th            -
                            7. Total penjualan air             Rp              -
                            8. Cakupan pelayanan air            %             54
                            9. Cakupan penduduk               Jiwa       142.609
                           10. Jumlah mobil tangki            Unit             -
                          V. Data Kebocoran
                            1. Kebocoran administrasi           %              -
                            2. Kebocoran teknis                 %          31,03
                             Sumber : PDAM Tirta Daroy


Jumlah kapasitas pasang dari data produksi air yang didapat adalah 435 lt/dt, jumlah
ini melebihi kapasitas desain dan kapasitas produksi. Untuk jumlah sambungan air
yang ada adalah sebanyak 19.042 unit.

Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%,
dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk
Kota Banda Aceh disajikan dalam tabel berikut ini :

                 Tabel 9. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA BANDA ACEH
                           Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal
        Jumlah Penduduk                                       Kebutuhan     Selisih
                                  Eksisting     Kota Sedang
             (jiwa)                                           Total (lt/hr)  (lt/hr)
                            Lt/dt       Lt/hr    (lt/org/hr)
            264.091         290      25.056.000      100      26.409.100 1.353.100
         Sumber : analisis


Dari tabel tersebut diatas, maka Kota Banda Aceh dengan jumlah penduduk 264.091
jiwa, membutuhkan air bersih sebesar 26.409.100 liter/hari. Jumlah ini didapatkan
dari jumlah penduduk x 100 liter/orang/hari. Namun PDAM Kota Banda Aceh baru
dapat memproduksi sebanyak 25.056.00 liter/hari. Sehingga masih dibutuhkan
kapasitas produksi sebanyak 1.353.100 liter/hari, atau 15,6 liter/detik.
Komponen Persampahan
Data persampahan di kota ini tidak cukup banyak, terutama pada data peralatan TPA
dan sarana transportasi yang digunakan dalam pengoperasian pengolahan sampah.
Untuk jumlah biaya operasional dan pemeliharaan adalah Rp 218.087.500,00

                   Tabel 10. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BANDA ACEH
                      NO.             URAIAN         SATUAN BESARAN
                      I. Data Pengumpulan Sampah
                        1. Nama pengelola : -
                        2. Sistem : -
                        3. Jumlah penduduk             Jiwa    264.091
                        4. Asumsi produksi sampah    Lt/org/hr 792.273
                                                      m3/hr     792,27
                        5. Jumlah sampah              m3/hr          -
                        6. Jumlah pelayanan           m3/hr          -
                        7. Cakupan layanan geografis    Ha           -
                        8. Cakupan layanan penduduk    Jiwa          -
                        9. Ilegal dumping : -
                      III. Data TPA
                        1. Jumlah pelayanan TPA       m3/hr          -
                        2. Nama TPA : -
                        3. Status TPA : -
                        4. Luas TPA                     Ha           -
                        5. Kapasitas                    m3           -
                        6. Umur                       Tahun          -
                        7. Sistem : -
                        8. Jarak ke permukiman          Km           -
                        9. Incenerator                  Unit         -
                       10. Nama pengelola
                           Sumber : data


Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka
kebutuhan komponen persampahan Kota Banda Aceh disajikan dalam tabel berikut.

               Tabel 11. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA BANDA ACEH
                                           Perkiraan      Sampah
                          Timbulan Sampah
         Jumlah                            Timbulan         yang   Selisih
                            Kota Sedang
      Penduduk (jiwa)                       Sampah       Terangkut  (m3)
                              (lt/org/hr)
                                          Total (m3//hr)   (m3/hr)
         264.091                           3    792,27        -           -
        Sumber: Analisis


Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3
liter/orang/hari, Kota Banda Aceh dengan jumlah penduduk 264.091 jiwa,
menghasilkan 792,27 m3/hr timbulan sampah. Jumlah ini didapatkan dari jumlah
penduduk x 3/1000. Namun tidak diketahui data sampah yang terangkut, sehingga
tidak dapat diketahui selisih antara jumlah sampah yang terangkut dengan perkiran
timbulan sampah di Kota Banda Aceh.
Komponen Sanitasi / Limbah Cair

                 Tabel 12. DATA PENGELOLAAN SANITASI/LIMBAH CAIR
                                   DI KOTA BANDA ACEH
                 NO.              URAIAN           SATUAN BESARAN
                 I. Data Sanitasi On Site
                   1. Jumlah penduduk                Jiwa    264.091
                   2. Asumsi produksi limbah       Lt/org/hr  52.818
                   3. Kapasitas IPLT                   -           -
                   4. Jumlah septik tank             Unit          -
                   5. Cubluk                         Unit          -
                   6. Cakupan on site                  -           -
                   7. Jumlah komunal MCK              unit         -
                   8. Jumlah komunal septik tank      Unit         -
                 II. Data Tarif Pelayanan Sanitasi
                   1. Tarif penyedotan                Rp           -
                   2. Dasar penyedotan                Rp           -
                 III. Data Alat Angkut Sanitasi
                   1. Jumlah truk tinja              Unit          -
                   2. Kondisi truk tinja : -
                 IV. DATA IPLT
                   1. Nama IPLT : jambu Tiga Sawah Lebar
                   2. Kapasitas IPLT                m3/bln         -
                   3. Nama Pengelola IPLT : -
                   4. Nama IPAL : -
                   5. Lokasi : -
                   6. Operasional angkut : -
                 Sumber : data


Komponen Drainase

                      Tabel 13. DATA DRAINASE DI KOTA BANDA ACEH
               NO.               URAIAN            SATUAN       BESARAN
               I. Data Pengelolaan Drainase
                 1. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kota Banda Aceh
                 2. Anggaran                           Rp                -
                 3. Cakupan pelayanan                  %                 -
                 4. Cakupan penduduk                 Jiwa                -
                 5. Peresapan air hujan : -
                 6. Stasiun pompa air                 Unit               -
                 7. Kolam retensi                     Unit               -
               II. Data Saluran Drainase
                 1. Curah hujan                     mm/th                -
                 2. Total panjang saluran             Km                 -
                 3. Panjang saluran primer            Km                 -
                 4. Panjang saluran sekunder          Km                 -
                 5. Panjang saluran tersier           Km                 -
                 6. Kondisi saluran baik               %                 -
                 7. Kondisi saluran sedang             %
                 8. Kondisi saluran rusak              %
               III. Data Genangan
                 1. Luas genangan                      Ha                -
                 2. Tinggi genangan                    m                 -
                 3. Lama genangan                     Jam                -
                 4. Frekuensi genangan              /tahun               -
                 Sumber : data
Komponen Jalan
Tersedianya Prasarana jalan dan jembatan merupakan persyaratan utama untuk
kelancaran arus barang dan jasa dalam rangka peningkatan ekonomi daerah.
Kondisi jalan dalam Kabupaten Dati II Aceh Utara umumnya relatif baik, terutama
Jalan Nasional dan Jalan Porinsi. Upaya peningkatan mutu jalan terus ditingkatkan
setiap tahunnya.

Peningkatan jalan Kabupaten di lakukan melalui dana PAD dan IPJK. Peningkatan
kondisi jalan tidak saja ditujukan pada peningkatan kualitas tetapi juga perluasan
jaringan jalan terus dilakukan terutama jalan-jalan yang menghubungkan antara
daerah-daerah, sentera produksi dan daerah terisolir yang potensial namun belum
terjamah.

        Tabel 14. JUMLAH ARMADA ANGKUTAN JALAN RAYA (DARAT)
                    KOTA BANDA ACEH TAHUN 1999
                    Jenis Angkutan                   Jumlah (Unit)     Jumlah          armada
   Angkutan kota antar propinsi (bus besar)                     123    angkutan jalan raya
   Angkutan kota antar kabupaten/kota (bus besar &                84   (darat) yang terbanyak
   sedang)                                                             adalah kendaraan truk,
   Taksi                                                        152    sedangkan         untuk
   Angkutan kota (labi-labi)                                    839    sarana     transportasi
   Truk (besar & kecil)                                       1.355    dalam kota (labi-labi)
                                                                       sejumlah 839 unit.
    Sumber : BPS Kota Banda Aceh, 1999

								
To top