Docstoc

BAB IV PTS SMAN 4 Langsa

Document Sample
BAB IV PTS SMAN 4 Langsa Powered By Docstoc
					                                     BAB IV
                             HASIL PENELITIAN
A. Hasil Siklus 1
    1. Perencanaan
        Sesuai dengan tujuan penelitian, maka seluruh kegiatan rencana
dipokuskan pada:
        a. Motivasi peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum,
        b. Hasil belajar peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum
        c. Usaha guru mengatasi keterbatasan sarana prasarana dalam memberi
            pelajaran kepada peserta didik
        d. Keadaan laboratorium yang sudah ada di sekolah SMAN 4 Langsa
        e. Keadaan tenaga laboran yang ada pada SMAN 4 Langsa.
          Dalam melakukan pembelajaran guru harus melengkapi RPP (Rencana
Proses Pembelajaran), yang pada proses belajar sudah dilengkapi materi dan
tindakan yang akan dilakukan setiap guru dalam menyampaikan proses
pembelajaran.
        Untuk mengetahui eksistensi penelitian, peneliti akan menjabarkan dalam
pelaksanaan berikut.


    2. Pelaksanaan
        Pada kegiatan proses belajar mengajar siklus I dilaksanakan dengan
memakai data yang sudah ada pada tahun pertama didirikan SMAN 4 Langsa.
Data yang dipakai sebagai data awal ialah data nilai kognotif dan praktikum
peserta didik pada semester genap, baik tentang aktifitas guru maupun hasil
aktifitas peserta didik.
        Pada penelitian ini seluruh bidang studi terapan dijabarkan, namun tidak
terlalu dalam, dikarenakan waktu yang teramat singkat. Adapun sebagai
bandingan peneliti mempokuskan penelitian pada bidang studi TIK sebagai
bandingan yang akan menguatkan peneliti, dapat menemukan efisiensi
laboratorium yang sebenarnya, sesuai dengan keadaan yang ada pada SMAN 4
Langsa.



                                        39
       Diskripsi penelitian ini diawali dengan memaparkan aktifitas yang
dilakukan guru dan peserta didik pada saat proses belajar setiap hari pada kelas XI
IPA2, maka jadwal belajar mereka tahun 2005-2006 dan 2006-2007 adalah untuk
fisika, setiap hari senin teori dan selasa pembelajaran praktikum, bidang studi
kimia, teori rabu dan kamis untuk pembelajaran praktikum, untuk bidang studi
biologi, belajar teori selasa dan praktikum pada hari jum’at, dapat dilihat pada
lampiran (tabel: IV.1s/d tabel IV. 2), sedangkan kegiatan pada tahun 2008-2009
dan 2009-2010 adalah untuk bidang fisika, setiap hari senin teori dan rabu
pembelajaran praktikum, bidang studi kimia,        teori selasa dan kamis untuk
pembelajaran praktikum, untuk bidang studi biologi, belajar teori rabu dan
praktikum pada hari jum’at, dapat dilihat pada lampiran (tabel: IV.3s/d tabel IV.
4).
       Bardasarkan jadwal belajar di atas, maka peneliti dapat melanjutkan
penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 tentang keberadaan data motivasi dan
hasil belajar tahun 2005-2006 dan 2006-2007. Bertolak dari proses belajar
mengajar maka dapat didiskrifsikan secara keseluruhan tentang kondisi yang
diperoleh adalah sebagai berikut:


      a. Motivasi peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum
       1). Motivasi Peserta Didik Pada Bidang Studi Kimia
       Berdasarkan nilai kimia pada tahun 2005-2006 dan 2006-2007, maka
peneliti mendiskripsikan tentang motivasi peserta didik saat itu, belum tinggi
disebabkan peserta didik hanya menerima pembelajaran teritis, sedangkan praktis
sangat jarang dilakukan, meskipun ada tetapi tidak kontiniu.
       2). Motivasi Peserta Didik Pada Bidang Studi Fisika
       Berdasarkan nilai fisika pada tahun 2005-2006 dan 2006-2007, maka
peneliti mendiskripsikan tentang motivasi peserta didik saat itu, belum tinggi
disebabkan peserta didik hanya menerima pembelajaran teritis, sedangkan praktis
sangat jarang dilakukan, meskipun ada tetapi tidak kontiniu.




                                        40
         3). Motivasi Peserta Didik Pada Bidang Studi Biologi
         Berdasarkan nilai biologi pada tahun 2005-2006 dan 2006-2007, maka
peneliti mendiskripsikan tentang motivasi peserta didik saat itu, belum tinggi
disebabkan peserta didik hanya menerima pembelajaran teritis, sedangkan praktis
sangat jarang dilakukan, meskipun ada tetapi tidak kontiniu.


     b. Keadaan Hasil Belajar Peserta didik
         1). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Fisika
         Berdasarkan data tahun 2005-2006 untuk pembelajaran Fisika pada taraf
tuntas hanya 26,1% dan tidak tuntas sebanyak 73,9%, sedangkan praktikum tidak
ada data nilai, sebab belum ada praktikum. Sedangkan data tahun 2006-2007,
bidang studi Fisika pada taraf tuntas sebanyak 62,8% dan tidak tuntas sebanyak
37,2%.
         2). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Kimia
         Berdasarkan data tahun 2005-2006 untuk pembelajaran Kimia pada taraf
tuntas hanya 26,1% dan tidak tuntas sebanyak 73,9%, sedangkan praktikum tidak
ada data nilai, sebab belum ada praktikum. Sedangkan data tahun 2006-2007,
bidang studi Kimia pada taraf tuntas sebanyak 72,1% dan tidak tuntas sebanyak
27,9%.
         3). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Biologi
         Berdasarkan data tahun 2005-2006 untuk pembelajaran Biologi pada taraf
tuntas hanya 45,7% dan tidak tuntas sebanyak 54,3%, sedangkan praktikum tidak
ada data nilai, sebab belum ada praktikum. Sedangkan data tahun 2006-2007,
bidang studi Biologi pada taraf tuntas sebanyak 69,8% dan tidak tuntas sebanyak
30,2%. Pada nilai fsikomotorik peserta didik adalah pada taraf tuntas 88,4% dan
tidak tuntas 11,6%.
         4). Keadaan Respon Guru
         Pada tahap siklus I peneliti hanya dapat menggambarkan dengan deskrifsi
yang terjadi di tengah-tengah keadaan yang ada pada Tahun 2005-2006 dan Tahun
2006-2007, ketika saya menjabat kepala sekolah guru belum lengkap apalagi




                                         41
sarana prasarana yang dibutuhkan belum ada, sehingga menimbulkan efek negatif,
guru kurang bersemangat dan pembelajaran tidak maksimal.
       Setelah tahun 2007-2008 siswa semakin banyak, guru bertambah pula
ditugaskan ke SMAN 4 Langsa, maka komunitas sekolah semakin termotivasi
untuk bekerja keras dalam melakukan pembelajaran.


       5). Keberadaan sarana prasarana belajar (laboratorium)
       Sejak berdirinya SMAN.4 Langsa Tahun 2005-2006, bangunan dan
fasilitas sudah banyak ditambah, baik oleh pemerintah berdasarkan permintaan,
ataupun bedasarkan hibah. Namun begitu masih dalam tahap pengadaan gedung
belajar beserta fasilitas belajar. Sedangkan untuk pengadaan sarana laboratorium
yang ada dipakai secara umum, secara keseluruhan bidang studi terapan. Padahal
bidang studi Kimia, Fisika, Biologi, Bahasa dan Agama tidak dapat dilakukan
secara bersama-sama, tapi bergantian, sehingga mengakibatkan bentrok jam
praktik antara pelajaran satu dengan yang lain, akibatnya peserta didik dan guru
menjadi tidak termotivasi dalam proses belajar mengajar.
       Bidang studi biologi misalnya, dari sejak tahun berdiri sekolah Thn 2005
telah melakukan praktikum, meski dalam keterbatasan alat dan tempat demi
mengisi pembelajaran praktikum. Namun hanya dapat dilakukan dalam beberapa
materi, tidak untuk keseluruhan sebab bahan dan alat sukar diperoleh.
       Langkah-langkah inovasi dari untuk sekolah juga sudah dilakukankan.
Dalam mengambil langkah-langkah inovasi perbaikan kondisi sekolah, kepala
sekolah dan komite sekolah telah melakukan berbagai hal untuk mengatasi
seluruh masalah yang telah ditemukan.
       Usaha-usaha yang telah ditempuh di antaranya:
     a. Mencoba bermusyawarah dengan wali peserta didik
     b. Membuat usulan-usulan yang ditujukan kepada pemerintah.
     c. Mengelola hasil pendapatan sekolah dengan efektif dan efisien.




                                        42
   3. Pengamatan
     a. Mengamati secara langsung keberadaan laboratorium
     b. Memantau peserta didik yang mengadakan praktikum pada laboratorium
     c. Mengamati guru sedang mentransper ilmu terhadap peserta didik
     d. Mengamati keaktifan pribadi peserta didik dalam peroses pembelajaran
     e. Menilai keaktifan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran
         Guru dalam melakukan aktifitas sudah diarahkan untuk melakukan
proses belajar mengajar dengan persiapan yang lengkap dengan RPP, alat media
belajar, tepat waktu dan profesional dalam mentransper ilmu kepada peserta
didik, melalui supervisi, yang setiap akhir semester dilakukan oleh kepala sekolah
dibantu dengan guru yang sudah dianggap mampu dan berpengalaman (senior).
         Guru senior akan disupervisi kepala sekolah setelah guru junior selesai
disupervisi. Kriteria guru senior adalah dinilai dari kepangkatan, kebijakan,
ketangkasan, tanggung jawab dan kecerdasan.
         Berdasarkan penilaian yang sudah dilakukan maka hasil supervisi ialah:
       1. Sebanyak 87% guru sudah tepat dalam menyiapkan RPP
       2. Sebanyak 80% guru sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan
           maksimal
       3. Sebanyak 13% guru belum tepat dalam menyiapkan RPP
       4. Sebanyak     20%     guru   belum    maksimal    melaksanakan     proses
           pembelajaran.


   4. Refleksi
     a. Hasil observasi tentang motivasi dan hasil belajar kelas XI.IPA.2, Tahun
         2005-2006.dan Tahun 2006-2007
         Berdasarkan hasil simpulan siklus I, setelah meneliti data yang diperoleh
pada tahun 2005-2006 dan 2006-2007 tentang motivasi dan hasil belajar peserta
didik bahwa nilai Fisika, Kimia, Biologi masih rendah, disadari hal ini akibat dari
ketiadaan pembelajaran menggunakan praktikum.




                                        43
     b. Analisis hasil penelitian
            Berdasarkan data 2 tahun berturut-turut di atas dapat membuktikan
bahwa, tanpa adanya praktik yang disempurnakan dengan sarana prasarana yang
lengkap maka akan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.


         c. Identifikasi kelemahan untuk daur berikutnya
            Setelah peneliti mengevaluasi dan menganalisa dari hasil penelitian yang
sudah didiskripsikan di atas, maka titik kelemahan yang dapat diduga sebagai
penyebabnya ialah:
            1). Peserta didik harus dimotivasi dalam belajar, dengan melakukan
                berbagai praktik dalam pembelajaran.
            2). Agar hasil belajar peserta didik maksimal tuntas dan mampu
                menjawab soal ulangan dari guru, maka pembelajaran harus
                direncanakan dengan baik, dan profesional.
            3). Tenaga laboran dari yang pihak guru, sehingga tidak efektif melayani
                praktikan yang ingin melaksanakan praktikum, apalagi guru sebagai
                pemegang    jabatan   pengelola   laboratorium   dwi-fungsi   untuk
                pembelajaran dan pengawasan.
            4). Laboratorium yang ada dipakai bergantian, sehingga menyulitkan
                seluruh guru dan peserta didik dalam melakukan praktikum.
          Berdasarkan kelemahan yang ada pada SMAN 4 Langsa, maka peneliti
membuat satu kesimpulan untuk melakukan perubahan dan inovasi dalam
pembelajaran. Untuk bidang studi Fisika, Kimia dan Biologi, kepala sekolah
menganjurkan agar guru dapat melakukan praktik dalam pembelajaran, meskipun
dengan cara darurat(seadanya). Maka pada tahun berikutnya tahun 2006-2007,
guru Biologi sudah melakukan praktikum sehingga dalam pelaksanaan ujian
bidang studi Biologi dan hasilnya dapat dinilai sebagai nilai psikomotorik peserta
didik.




                                          44
B. Siklus II
   1. Perencanaan
       Sesuai dengan tujuan penelitian, maka seluruh kegiatan rencana
dipokuskan pada:
     a. Motivasi peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum,
     b. Hasil belajar peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum
     c. Usaha guru mengatasi keterbatasan sarana prasarana dalam memberi
          pelajaran kepada peserta didik
     d. Keadaan laboratorium yang sudah ada di sekolah SMAN 4 Langsa
     e. Keadaan tenaga laboran yang ada pada SMAN 4 Langsa.
          Dalam melakukan pembelajaran guru harus melengkapi RPP (Rencana
Proses Pembelajaran), yang pada proses belajar sudah dilengkapi materi dan
tindakan yang akan dilakukan setiap guru dalam menyampaikan proses
pembelajaran.
       Untuk mengetahui eksistensi penelitian, peneliti akan menjabarkan dalam
pelaksanaan berikut.


   2. Pelaksanaan
       Pada kegiatan proses belajar mengajar siklus II dilaksanakan dengan
memakai data yang sudah ada pada SMAN 4 Langsa pada tahun 2008-2009 dan
tahun 2009-2010. Data yang dipakai sebagai data awal ialah data nilai kognotif
dan praktikum peserta didik pada semester genap, baik tentang aktifitas guru
maupun hasil aktifitas peserta didik.
       Pada penelitian ini seluruh bidang studi terapan dijabarkan, namun tidak
terlalu dalam, dikarenakan waktu yang teramat singkat. Adapun sebagai
bandingan peneliti mempokuskan penelitian pada bidang studi IPA sebagai
bandingan yang akan menguatkan peneliti, dapat menemukan efisiensi
laboratorium yang sebenarnya, sesuai dengan keadaan yang ada pada SMAN 4
Langsa.
       Diskripsi penelitian ini diawali dengan memaparkan aktifitas yang
dilakukan guru dan peserta didik pada saat proses belajar setiap hari pada kelas XI



                                           45
IPA2, maka jadwal belajar mereka tahun 2008-2009 adalah untuk fisika, setiap
hari senin teori dan selasa pembelajaran praktikum, bidang studi kimia, teori
selasa dan kamis untuk pembelajaran praktikum, untuk bidang studi biologi,
belajar teori selasa dan praktikum pada hari jum’at, dapat dilihat pada lampiran
(tabel: IV.5s/d tabel IV.6), sedangkan kegiatan pada tahun 2009-2010 adalah
untuk bidang fisika, setiap hari senin teori dan selasa pembelajaran praktikum,
bidang studi kimia, teori selasa dan kamis untuk pembelajaran praktikum, untuk
bidang studi biologi, belajar teori rabu dan praktikum pada hari jum’at, dapat
dilihat pada lampiran (tabel: IV.7s/d tabel IV. 8 ).


      a. Motivasi peserta didik dengan keterbatasan alat praktikum
       Bardasarkan jadwal belajar di atas, maka peneliti dapat melanjutkan
penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 tentang keberadaan data motivasi dan
hasil belajar tahun 2008-2009 dan 2009-2010. Bertolak dari proses belajar
mengajar, maka dapat didiskrifsikan secara keseluruhan tentang kondisi yang
diperoleh adalah sebagai berikut:
       Melalui wawancara terhadap peserta didik yang berjumlah 10 item
pernyataan yang telah diperoleh, maka motivasi peserta didik yang menginginkan
adanya laboratorium secara lengkap dan mutahir pada taraf sangat setuju sebesar
99%, dan tidak setuju sebesar 1% sesuai dengan lampiran (tabel IV. 9)


     b. Keadaan Hasil Belajar Peserta didik
       1). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Fisika
       Berdasarkan data tahun 2008-2009 untuk pembelajaran Fisika pada taraf
tuntas hanya 100% dan tidak tuntas sebanyak 0%, sedangkan praktikum deng.
Sedangkan dataan nilai 100% dengan jumlah peserta didik 41 orang. Pada tahun
2009-20010, bidang studi Fisika pada taraf tuntas sebanyak 100% dan tidak tuntas
sebanyak 0% dari jumlah siswa 29 orang, sedangkan untuk nilai praktikum tuntas
100% dan tidak tuntas 1%.




                                          46
       2). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Kimia
       Berdasarkan data tahun 2008-2009 untuk pembelajaran Kimia pada taraf
tuntas hanya 100% dan tidak tuntas sebanyak 0%, sedangkan praktikum tuntas
100% dan tidak tuntas 0% dari jumlah peserta didik 41 orang. Sedangkan data
tahun 2009-2010, bidang studi Kimia pada taraf tuntas sebanyak 100% dan tidak
tuntas sebanyak 100%, dan nilai praktikum taraf tuntas 100% dan taraf tidak
tuntas 0% dengan jumlah peserta didik 29 orang.
       3). Hasil Belajar Peserta Didik Pada Bidang Studi Biologi
       Berdasarkan data tahun 2008-2009 untuk pembelajaran Biologi pada taraf
tuntas hanya 100% dan tidak tuntas sebanyak 0%, sedangkan praktikum tidak ada
data nilai, sebab belum ada praktikum. Sedangkan data tahun 2009-2010, bidang
studi Biologi pada taraf tuntas sebanyak 100% dan tidak tuntas sebanyak 0%.
Pada nilai fsikomotorik peserta didik adalah pada taraf tuntas 100% dan tidak
tuntas 0%.
       4). Keadaan Respon Guru
       Pada tahap siklus I peneliti hanya dapat menggambarkan dengan deskrifsi
yang terjadi di tengah-tengah keadaan yang ada pada Tahun 2008-2009 dan Tahun
2009-2010, ketika saya menjabat kepala sekolah guru belum lengkap apalagi
sarana prasarana yang dibutuhkan belum ada, sehingga menimbulkan efek negatif,
guru kurang bersemangat dan pembelajaran tidak maksimal.
       Setelah tahun 2009-2010 siswa semakin banyak, guru bertambah pula
ditugaskan ke SMAN 4 Langsa, maka komunitas sekolah semakin termotivasi
untuk bekerja keras dalam melakukan pembelajaran.


       5). Keberadaan sarana prasarana belajar (laboratorium)
       Sejak berdirinya SMAN.4 Langsa Tahun 2008-2009, bangunan dan
fasilitas sudah banyak ditambah, baik oleh pemerintah berdasarkan permintaan,
ataupun bedasarkan hibah. Namun begitu masih dalam tahap pengadaan gedung
belajar beserta fasilitas belajar. Sedangkan untuk pengadaan sarana laboratorium
pada tahun 2009-2010 sudah dibangunkan laboratorium TIK dan ruang serba
guna. Sementara untuk bidang studi IPA laboratorium yang ada dipakai secara



                                       47
umum, secara keseluruhan bidang studi terapan. Padahal bidang studi Kimia,
Fisika, Biologi, Bahasa dan Agama tidak dapat dilakukan secara bersama-sama,
tapi bergantian, sehingga mengakibatkan bentrok jam praktik antara pelajaran satu
dengan yang lain, akibatnya peserta didik dan guru menjadi tidak termotivasi
dalam proses belajar mengajar.
       Bidang studi biologi misalnya, dari sejak tahun berdiri sekolah Thn 2005
telah melakukan praktikum, meski dalam keterbatasan alat dan tempat demi
mengisi pembelajaran praktikum. Namun hanya dapat dilakukan dalam beberapa
materi, tidak untuk keseluruhan sebab bahan dan alat sukar diperoleh.
       Langkah-langkah inovasi dari untuk sekolah juga sudah dilakukankan.
Dalam mengambil langkah-langkah inovasi perbaikan kondisi sekolah, kepala
sekolah dan komite sekolah telah melakukan berbagai hal untuk mengatasi
seluruh masalah yang telah ditemukan.
       Usaha-usaha yang telah ditempuh di antaranya:
     a. Mencoba bermusyawarah dengan wali peserta didik
     b. Membuat usulan-usulan yang ditujukan kepada pemerintah.
     c. Mengelola hasil pendapatan sekolah dengan efektif dan efisien.


   3. Pengamatan
     a. Mengamati secara langsung keberadaan laboratorium
     b. Memantau peserta didik yang mengadakan praktikum pada laboratorium
     c. Mengamati guru sedang mentransper ilmu terhadap peserta didik
     d. Mengamati keaktifan pribadi peserta didik dalam peroses pembelajaran
     e. Menilai keaktifan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran
         Guru dalam melakukan aktifitas sudah diarahkan untuk melakukan
proses belajar mengajar dengan persiapan yang lengkap dengan RPP, alat media
belajar, tepat waktu dan profesional dalam mentransper ilmu kepada peserta
didik, melalui supervisi, yang setiap akhir semester dilakukan oleh kepala sekolah
dibantu dengan guru yang sudah dianggap mampu dan berpengalaman (senior).




                                        48
         Guru senior akan disupervisi kepala sekolah setelah guru junior selesai
disupervisi. Kriteria guru senior adalah dinilai dari kepangkatan, kebijakan,
ketangkasan, tanggung jawab dan kecerdasan.
         Berdasarkan penilaian yang sudah dilakukan maka hasil supervisi ialah:
     a. Sebanyak 95% guru sudah tepat dalam menyiapkan RPP
     b. Sebanyak 88% guru sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan
         maksimal
     c. Sebanyak 5% guru belum tepat dalam menyiapkan RPP
     d. Sebanyak     12%     guru   belum     maksimal   melaksanakan     proses
         pembelajaran.


   4. Refleksi
     a. Hasil observasi tentang motivasi
         Berdasarkan data pernyataan peserta didik yang telah diperoleh saat
penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah sangat termotivasi,
terhadap adanya laboratorium dan praktikum di sekolah, sehingga diperoleh 99%
peserta didik setuju dengan adanya praktikum dan mengaharapkan adanya
laboratorium lengkap dengan fasilitasnya.


     b. Hasil belajar kelas XI.IPA.2, Tahun 2008-2009.dan Tahun 2009-2010
         Berdasarkan hasil simpulan siklus II, setelah meneliti memperoleh data
yang diperoleh pada tahun 2008-2009 dan 2009-2010 tentang hasil belajar peserta
didik bahwa nilai Fisika, Kimia, Biologi sudah mencapai tuntas 100%, diketahui
hal ini berdasarkan hasil pembelajaran menggunakan praktikum meski dengan
sederhana.


     c. Analisis hasil penelitian
         Berdasarkan data 2 tahun berturut-turut di atas dapat disimpulkan guru
yang mampu uuntuk mengatasi problem pembelajaran, jika dapat mengatasinya,
maka peserta didik secara otomatis dapat termotivasi dan meningkatkan hasil
belajar. Guru akan lebih meningkatkan keprofesionalannya pada tugas pokoknya



                                       49
dengan mengoreksi tindakan yang kurang baik dengan supervisi yang dilakukan
oleh kepala sekolah secara langsung.


     d. Identifikasi kelemahan untuk daur berikutnya
         Setelah peneliti mengevaluasi dan menganalisa dari hasil penelitian yang
sudah didiskripsikan di atas, maka titik kelemahan sudah dapat diselesaikan.
Perbaikan terhadap kelemahan yang terjadi pada tahap siklus I dapat diatasi pada
siklus II, tidak lagi dibutuhkan siklus berikutnya, sebab seluruh hal di bawah ini
telah didapati solusinya. Hal-hal itu adalah:
         1). Peserta didik sudah dimotivasi dalam belajar, dengan melakukan
             berbagai praktik dalam pembelajaran.
         2). Hasil belajar peserta didik sudah maksimal tuntas dan mampu
             menjawab soal ulangan dari guru, maka pembelajaran harus
             direncanakan dengan baik, dan profesional.
         3). Tenaga laboran dari yang pihak guru, diefektifkan dalam melayani
             praktikan yang ingin melaksanakan praktikum, guru harus mampu
             sebagai pemegang jabatan pengelola laboratorium dwi-fungsi untuk
             pembelajaran dan pengawasan.
         4). Laboratorium yang ada harus dipakai bergantian, sehingga tidak
             menyulitkan seluruh guru dan peserta didik dalam melakukan
             praktikum.
       Berdasarkan kelemahan yang ada pada SMAN 4 Langsa, maka peneliti
membuat satu kesimpulan bahwa perubahan dan inovasi dalam pembelajaran
sudah banyak perbaikan. Untuk bidang studi Fisika, Kimia dan Biologi, kepala
sekolah menganjurkan agar guru dapat melakukan praktik dalam pembelajaran,
meskipun dengan cara darurat (seadanya). Sampai dengan sekarang tahun 2009-
2010 peserta didik dianjurkan seluruh guru IPA tetap melakukan praktik.




                                         50

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:152
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:12
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl