Docstoc

MAMAE

Document Sample
MAMAE Powered By Docstoc
					ibroadenoma mammae atau yang sering disingkat dalam dunia kedokteran sebagai FAM
adalah suatu penyakit yang sering ditemui pada wanita muda jaman sekarang. FAM
adalah tumor jinak yang ditemukan di daerah payudara wanita dengan bentuk berupa
jaringan yang padat dengan batas yang jelas dan sebenarnya tidak berbahaya (menurut
info yang aku baca di internet).

Pada kasus aku, FAM sebenarnya sudah ditemukan sekitar setahun yang lalu, bahkan
lebih dari itu sebenarnya tapi karena aku biarkan aja dan berpikir kalo sebenernya itu
bukan sesuatu yang berbahaya. Lalu sekitar dua bulan yang lalu suddenly ngga sengaja
aku merasakan lagi kalau benjolannya kok cukup besar ya... akhirnya diperiksakanlah ke
dokter.... Alasan aku malas ke dokter karena merasa risi harus memperlihatkan payudara
sama orang asing... Tapi akhirnya dilaksanakan juga atas desakan dari ibuku yang
kelihatannya sangat khawatir.

Setelah ke dokter umum lalu aku dirujuk ke dokter bedah, dan aku diminta untuk
melakukan beberapa tes, dan salah satunya bukan mamografi karena pada umumnya
mamografi dilaksanakan pada wanita yang telah berumur diatas 35 tahun. So, cukup
dengan usg 2 dimensi dan 4 dimensi aja aku diketahui memiliki FAM dan masih ada dua
kista dengan ukuran kecil di payudaraku, Alhamdulillah jaringannya bukan jaringan yang
ganas dan bukan kanker. Lalu aku berpikir "waa...ngga jadi dioperasi...alhamdulillah."
Tapi ketika aku ke dokter bedah sekali lagi ternyata aku harus dioperasi, ya ngga harus
pada saat yang sama juga sih, soalnya kata dokter kalau ngga dioperasi nanti payudaranya
bisa mengeras..uups ngga pengen juga.

Akhirnya aku memutuskan untuk dioperasi, I bet banyak banget perempuan muda yang
sudah melewati tahap yang sama dengan aku. Dan ketika aku menanyakan apa sih
penyebabnya, ternyata junk food ada di urutan pertama karena mereka sama sekali ngga
sehat. Inilah tantangan yang paling berat buat aku, karena aku pecinta makanan banget,
hobiku ngopi sama pacar di starbucks kemang dan agak malas makan sayur juga
intensitas olahraga yang semakin berkurang karena kesibukan dikantor.

Untuk saat ini satu kecemasan sudah berkurang, dan aku akan kontrol lagi ke dokter lalu
habis itu akan dilihat lagi apakah aku memiliki endometriosis karena payudara dan rahim
adalah organ yang saling berhubungan erat, jadi untuk para wanita mohon diperhatikan:

-periksakanlah secara rutin payudara anda, kalau mudah sih ketika mandi. Angkat tangan
kiri lalu diperiksa dengan tangan kanan, dan sebaliknya kalau ditemukan ada benjolan
yang mencurigakan segera periksa ke dokter ya (mahal sedikit kan ngga papa yang
pentingkan kesehatan...cuma dua kali makan malam juga cukup kok bayarnya) kalau
mau lihat bagaimana caranya bisa dilihat di websitenya you tube banyak disan.

- mulailah pola hidup sehat, kurangi junk food dan ayam negeri karena banyak suntikan
hormon, jangan lupa sayur dan buah yahh... Konsumsi suplemen secukupnya yah...

Kalau mau tahu tentang artikel medis dari FAM bisa dibuka disitus ini
http://fkuii.org/tiki-index.php?page=Fibroadenoma+mammae6
Pengertian
Fibroadenoma Mammae ( FAM ) adalah suatu kelainan struktur anatomis yang
disebabkan oleh tumbuhnya jaringan, atau neoplasma jinak yang terutama pada wanita
muda (R.Sjamsuhidajat, 1998 : 541)
FAM adalah suatu tumor yang terdapat pada payudara dengan konsistensi padat, kenyal,
dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya, yang mempunyai bentuk bulat atau lonjong,
dan berbatas tegas ( Soelarto R, 1995 : 355 ).
FAM adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara. Benjolan berasal dari jaringan
fibrosa ( masenkim ) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara sehingga
tumor ini disebut tumor campur. (http://syarif.insancendekia.org/?p=4.22juni08.21.00).
FAM adalah tumor jinak dan berbatas tegas dengan konsistensi padat dan kenyal,
penanganannya dengan pengangkatan tumor kemudian specimen diperiksa untuk
mengetahui adanya keganasan ( Sylvia A. Price, 1995 : 1141 )
Tumor adalah massa padat, besar, meninggi dan berukuran lebih dari 2cm ( Corwin, 2001
: 596 )
Tumor berasal dari bahasa latin tumere, yang berarti bengkak, merupakan salah satu dari
lima karakteristik inflamasi. Namun istilah ini sekarang digunakan untuk
menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal. Pertumbuhannya
dapat digolongkan menjadi dua yaitu tumor jinak ( benigna ) dan tumor ganas ( maligna
). (http://id.wikipedia.org/wiki/tumor.26juni08.11.00 ).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Fibroadenoma Mammae adalah tumor
jinak yang menyerang wanita muda dimana tumor tersebut berbentuk bulat, berbatas
tegas, kenyal, mudah digerakkan yang berasal dari jaringan fibrosa dan jaringan
glandular yang terdapat di payudara. Penanganannya dengan pengangkatan tumor
kemudian specimen diperiksa untuk mengetahui adanya keganasan.

Penyebab
Penyebab FAM belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa yang mempengaruhi
timbulnya tumor ini antara lain :
Konstitusi genetika
Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu yang menderita kanker.
Pada kembar monozigot terdapat kanker yang sama.
Terdapat kesamaan lateralis kanker payudara keluarga dekat dari penderita kanker
payudara.
Pengaruh hormone
FAM umumnya pada wanita, biasanya ukuran akan meningkat pada saat menstruasi atau
pada saat hamil karena produksi hormone estrogen meningkat. Pada laki-laki
kemungkinannya sangat rendah.
Pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker.
Makanan
Makanan yang banyak mengandung lemak dan zat kimia.
Radiasi daerah dada
Radiasi dapat menyebabkan mutasi gen.
Patofisiologi
Fibroadenoma mamae bukan merupakan satu-satunya penyakit pada payudara, namun
insiden kasus tersebut tinggi, tergantung pada jaringan payudara yang terkena, estrogen
dan usia permulaan. Tumor dapat terjadi karena mutasi dalam DNA sel. Penimbunan
mutasi merupakan pemicu munculnya tumor. Penimbunan mutasi di jaringan fibrosa dan
jaringan epitel dapat menyebabkan proliferasi sel yang abnormal sehingga akan tampak
tumor yang membentuk lobus- lobus hal ini dikarenakan terjadi gangguan pada nukleus
sel yang menyebabkan sel kehilangan fungsi deferensiasi yang disebut anaplasia. Dengan
rangsangan estrogen fibroadenoma mamae ukurannya akan lebih meningkat hal ini
terlihat saat menstruasi dan hamil. Nyeri pada payudara disebabkan karena ukuran dan
tempat pertumbuhan fibroadenoma mamae. Karena fibroadenoma mamae tumor jinak
maka pengobatan yang dilakukan adalah dengan mengangkat tumor tersebut, untuk
mengetahui apakah tumor itu ganas atau tidak tumor yang sudah di ambil akan di bawa
ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setiap kelainan pada payudara h

Manifestasi klinik
Tanda gejala fibrosis mamae khas berupa daerah yang nyeri, lunak (terutama menjelang
menstruasi), biasanya berbatas tegas dengan konsistensi yang meningkat. Sering
kepadatan dan ketegangan berkurang setelah menstruasi, tidak terdapat tanda- tanda
bahwa kelainan ini merupakan predisposisi kanker.
Melalui pemeriksaan mikroskopi fibroadenoma mammae akan terlihat :
Tampak jaringan tumor yang berasal dari masenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal
dari epitel (kelenjar epitel) yang berbentuk lobus-lobus.
Lobuli terdiri dari jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular
(perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler)
Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform.
(http://syarif.insancendekia.org/?p=4.22juni08.21.00 ).

Pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah :

Mammography
Pemeriksaan mammografy terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan
lemak yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang relatif sedikit. Pada
mammografy, keganasan dapat memberi tanda-tanda primer dan skunder. Tanda primer
berupa fibrosis reaktif, comet sign (Stelata), adanya perbedaan yang nyata anatara ukuran
klinis dan radiologis, adanya mikroklasifikasi, adanya spikulae, dan distensi pada struktur
arsitektur payudara. Tanda skunder berupa retraksi, penebalan kulit, bertambahnya
vaskularisasi, perubahan posisi papila dan areola, adanya bridge of tumor, keadaan
daerah tumor dan jaringan fibroglandular tidak teratur, infiltrasi dalam jaringan lunak di
belakang mamma, dan adanya metastasis ke kelenjar (gambaran ini tidak khas) (Mansjoer
A, 2000:284).
Mammografi di gunakan untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 tahun
atau 70 tahun.
Ultrasonography (USG) payudara
Untuk mendeteksi luka- luka pada daerah- daerah padat pada payudara usia muda karena
fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat dengan baik jika
menggunakan mammografi.
Pemeriksaan ini hanya membedakan antara lesi atau tumor yang solid dan kistik.
Pemeriksaan gabungan antara USG dan mammografi memberikan ketepatan diagnostik
yang lebih tinggi (Mansjoer A, 2000:284).
Aspirasi
Mengambil kandungan breast yang menggunakan Fine Needle Aspiration Cytologi
(FNAC). Pada FNAC akan diambil sel dari fibroadenoma mammae dengan
menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. Dari alat
tersebut akan diperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma dan hasil pengambilan akan
di kirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa dibawah mikroskop.
(http://syarif.insancendekia.org/?p=4.22juni08.21.00).

Xeroradiography
Sama dengan mammography kecuali adanya suatu plat aluminium dengan suatu pelapis
selenium bermuatan listrik digunakan pada tempat dimana tempatkan film hitam putih
sinar X mammography.
Thermograpy

Merupakan teknik mengukur dan mencatat emisi panas yang berasal dari payudara
dengan menggunakan sinar infra merah.

Biopsi Payudara
Merupakan suatu cara untuk meyakinkan apakah tumor jinak atau tidak, berbahaya atau
tidak berbahaya dengan mengambil jaringan dari penderita secara bedah untuk dilakukan
pemeriksaan mikroskopik.

Pelaksanaan yang dilakukan adalah :
Untuk mendapatkan diagnosis pasti hanya dilakukan dengan pemeriksaan histopatologi
yang dilakukan dengan :

Biopsi eksisi
Dilaksanakan dengan mengangkat seluruh jaringan tumor beserta sedikit jaringan sehat di
sekitarnya bila tumor <5cm (Mansjoer A, 2000:284).

Eksterfasi FAM adalah suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk pengangkatan
tumor yang terdapat pada mammae atau payudara. Dimana tumor ini sifatnya masih jinak
namun jika dibiarkan maka akan terjadi penambahan pada masa tumor dan tumor ini
terdapat dibawah kulit dan mempunyai selaput atau seperti kapsul, mudah digoyangkan,
dan lunak (Sumiardi, 1995:144).

Eksterfasi FAM adalah suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat
tumor mammae (Barbara C. Long, 1996:511).
Terapi dari fibroadenoma mammae dengan operasi pengangkatan tumor ini tidak akan
merubah bentuk payudara, tetapi hanya akan meninggalkan jaringan parut yang nanti
akan di ganti oleh jaringan normal secara perlahan.

Biopsi insisi
Dengan mengangkat sebagian jaringan tumor dan sedikit jaringan sehat, dilakukan untuk
tumor yang inoperabel atau lebih besar dari 5 cm (Mansjoer A, 2000:284).
Tujuan dilakukan tindakan pembedahan ini adalah :
Untuk menegakkan diagnosa.
Untuk memperkecil penyebaran tumor.
Untuk mengetahui apakah tumor ini ganas atau tidak dengan cara pemeriksaan Patologi
Anatomi terlebih dahulu.

Fokus Intervensi
Masalah yang muncul pada pasien post operasi FAM adalah :
Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan.
Kriteria hasil : Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol.
Nampak rileks dan mampu istirahat dengan normal.
Intervensi :
Dorong pasien untuk melaporkan nyeri.
Rasional : mencoba untuk mentoleransi nyeri dari pada meminta analgetik.
Kaji nyeri, catat lokasi, lamanya, dan intensitas.
Rasional : penentuan skala tersebut menentukan metode yang baik untuk evaluasi
subjektif.
Kaji ulang faktor-faktor yang meningkatkan nyeri atau menghilangkan nyeri.
Rasional : dapat menyebutkan pencetus atau faktor pemberat.
Berikan tindakan yang nyaman.
Rasional : meningkatkan relaksasi, meningkatkan kemampuan koping.
Kolaborasi pemberian obat analgetik dan antibiotik.
Rasional : nyeri bervariasi dari ringan sampai berat dan perlu penanganan untuk
memudahkan istirahat adekuat dan penyembuhan ( Doenges, 2000 : 481 ).
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan proses penyakitnya.
Kriteria hasil : Persepsi yang positif terhadap penampilan dan fungsi tubuh sendiri.
Intervensi :
Beri kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya.
Rasional : menumbuhkan rasa percaya.
Diskusikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeriksaan.
Rasional : memberikan pemahaman lebih tentang tindakan pengobatan.
Beri dorongan pada pasien untuk mengidentifikasi perasaannya tentang masalah-masalah
aktivitas seksual dan mendiskusikan perasaannya dengan pasangannya.
Rasional : pasien dapat membuat rencana untuk masa depan.
Diskusikan dan rujuk ke kelompok pendukung.
Rasional : memberikan tempat untuk pertukaran masalah dengan orang lain dengan
masalah yang sama. ( Judith M. Wilkinson, 2007: 34)
Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan
dengan keterbatasan
Kriteria hasil : pasien dan keluarga mengatakan pemahaman proses penyakit dan
pengobatan.
Intervensi :
Kaji tingkat pendidikan dan pengetahuan klien dan keluarga.
Rasional : mengetahui seberapa besar tingkat pemahaman pasien pada materi yang akan
disampaikan.
Berikan penjelasan tentang penyakit dan perawatannya.
Rasional : pengetahuan tentang penyakit dan perawatannya, dapat meningkatkan
kekuatan pada program dan mengurangi tingkat kecemasan.
Kaji ulang obat, tujuan, frekuensi, dosis dan efek samping.
Rasional : meminimalkan efek samping obat yang bisa menimbulkan efek buruk bagi
klien.
Dorong keluarga untuk bertanya ( Carpenito, 2000:289 )
Rasional : meningkatkan status mental pasien dan berusaha mendengarkan apa yang
dikeluhkan pasien.
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan terdapatnya pintu masuk organisme.
Kriteria hasil : meningkatkan waktu penyembuhan luka.
Intervensi :
Kaji balutan luka, awasi tanda-tanda infeksi pada insisi. ( Doenges, 2000 : 754 ).
Rasional : pengenalan diri terjadinya infeksi dapat memampukan pengobatan dengan
cepat.
Tekankan teknik aseptik dalam perawatan.
Rasional : meminimalkan faktor yang menyebabkan infeksi.
Tekankan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan.
Rasional : meminimalkan faktor yang menyebabkan infeksi
Pantau hasil laboratorium. (Juditt M. Wilkinson, 2007:263 )
Rasional : pada infeksi terjadi peningkatan lekosit.
Kolaborasi pemberian antibiotik. ( Doenges, 2000:754 )
Rasional : mengobati infeksi dan meningkatkan penyembuhan.
arus dipikirkan ganas sebelum dinyatakan tidak (Arif Mansjoer, 2000:283 ).




By on Aug 26, 2008 with Comments 7

Melanjutkan tulisan kemarin tentang kanker payudara dan kaitannya dengan SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri), maka ada beberapa hal yang harus diketahui para
wanita dalam menilai kanker itu sendiri.
Ada tiga hal yang harus diketahui dalam menilai kanker payudara atau kanker mammae.
Tiga hal tersebut sbb:
Siapa yang resiko tinggi terkena Kanker Payudara?
Keluhan-keluhan yang umum yang biasa menjurus ke arah kanker payudara ?
Kapan kita memikirkan kemungkinan kanker payudara?

Mari kita bahas satu persatu secara singkat:

      Siapa yang resiko tinggi terkena Kanker Payudara?

Pada wanita harus ekstra waspada terkena resika kanker adalah:
· Umur lebih dari atau sama dengan 35 tahun.
· Haid pertama kali lebih dini yaitu kurang dari usia 13 tahun
· Berhenti haid (menopause) umur lebih dari 50 tahun
· Melahirkan anak pertamanya umur lebih dari 30 tahun
· Tidak atau sedikit mempunyai anak
· Tidak atau tidak sama sekali menyusui anaknya
· Factor kegemukan
· Payudara yang sebelah sudah terkena kanker payudara

      Keluhan-keluhan yang umum yang biasa menjurus ke arah kanker payudara

Keluhan adalah sesuatu yang dirasakan oleh pasien atau penderita itu sendiri.
Keluhan yang memungkinkan ke arah kanker adalah:

· Mungkin tidak ada keluhan. Percaya dak,kalau tidak ada keluahn tiba-tiba jadi kanker
payudara? Keluhan biasanya berkaitan dengan ambang nyeri. Bila saluran saraf belum
terlibat maka tidak adakeluhan sama sekali.
· Nyeri pada payudara. Nah yang ini sudah melibatkan system saraf sehingga timbul
rasa nyeri.
· Perdarahan atau keluar cairan dari puting susu
· Adanya luka di payudara dan timbul perdarahan juga
· Perubahan bentuk payudara. Gimana bentuk awalnya telah berbeda atau ada
perubahan karena ada tambahan massa.
· Keluhan karena anak sebar (metastase)..nah ke mana anak sebar ada..maka keluhan
akan timbul di sana.seperti keluhan sakit kepala, benjolan di ketiak,tangan jadi bengkak.

      Kapan kita memikirkan kemungkinan kanker payudara?

Dari dua hal tersebut kita bisa mencurigai seseorang kemungkinan terkena kanker
payudara apabila :

Ada tumor pada payudara yang timbul pada usia di atas 35 tahun, keadaannya
menunjukan bahwa tidak jinak. Hal ini diketahui dari percepatan tambahan massa tumor
tersebut cepat sekali.
Adanya perubahan bentuk payudara baik mengkerut dan bengkak
Pemeriksaan penunjang, seperti mamaografi , USG dll mengindikasikan ke arah sana.




FIBROADENOMA MAMMAE


Fibroadenoma mammae (FAM), umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan
usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor
payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang
mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan
adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas. Di
bawah ini saya akan membahas lebih lanjut tentang fibroadenoma mammae.

DEFINISI
Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada wanita.
Tumor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar glandula dan fibrosa. Secara histologi:
intracanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur
dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel.
pericanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar
atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan.
Tumor ini dibatasi letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung.
Fibroadenoma mammae timbul akibat pengaruh kelebihan hormon estrogen.
Fibroadenoma mammae dibedakan menjadi 3 macam:
• Common Fibroadenoma
• Giant Fibroadenoma umumnya berdiameter lebih dari 5 cm.
• Juvenile fibroadenoma pada remaja.

PENYEBAB
Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen. Biasanya ukurannya
akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon
estrogen meningkat.

GEJALA
Pertumbuhan fibroadenoma mammae umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya
ukuran dan tempat pertumbuhannya yang menyebabkan nyeri pada mammae. Pada saat
disentuh kenyal seperti karet
PATOLOGI
Makroskopi: tampak bulat, elastis dan nodular, permukaan berwarna putih keabuan.
Mikroskopi: epitel proliferasi tampak seperti kelenjar yang dikelilingi oleh stroma
fibroblastic yang khas (intracanalicular f. dan pericanalicular f.).

PENEGAKAN DIAGNOSA
Pada awalnya penegakan diagnosa tehadap fibroadenoma mammae ini adalah dilakukan
pemeriksaan fisik, kemudian akan dilakukan mammogram (x-ray pada mammae) atau
ultrasound pada mammae apabila diperlukan. Yang paling pasti dan tepat dalam diagnosa
terhadap fibroadenoma mammae ini adalah penggunaan sample biopsi. Pengambilan
sampel biopsi ini dapat dilakukan dengan mengiris bagian mammae atau dengan
memasukkan jarum yang kecil dan panjang untuk mengambil sampel sel fibroadenoma
tersebut.
Diagnosa terhadap FAM ini dapat dibuat dengan penggabungan penilaian klinis,
ultrasonografi dan pengambilan sampel dengan penggunaan jarum. Penilaian klinis
terhadap benjolan payudara ini harus mempertimbangkan:
• Umur:
Karsinoma: umumnya menyerang pada usia menjelang menopause
Fibroadenoma: umumnya menyerang wanita usia di bawah 30 tahun


TREATMENT
Karena FAM adalah tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan tidak perlu dengan
pengangkatan mammae. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan ukurannya saja.
Pengangkatan mammae harus memperhatikan beberapa faktor yaitu faktor fisik dan
psikologi pasien. Apabila ukuran dan lokasi tumor tersebut menyebabkan rasa sakit dan
tidak nyaman pada pasien maka diperlukan pengangkatan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:341
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:9
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl